Tag: motor

  • Pintu Masuk Stasiun Tugu Yogyakarta dan Panduan Jalur untuk Traveler


    Jakarta

    Stasiun Tugu Yogyakarta terkenal dengan pintu masuknya yang ikonik, sangat Instagramable, dan cocok untuk update status. Salah satu stasiun terpadat ini, sebetulnya punya satu pintu masuk lagi yang bisa menampung lebih banyak penumpang dan kendaraan.

    Berikut penjelasan pintu masuk Stasiun Tugu berikut cara aksesnya untuk para traveler yang ingin liburan di Yogyakarta dikutip dari arsip berita detikcom:

    Pintu Masuk Timur Stasiun Tugu Yogyakarta

    Suasana Stasiun Tugu Jogja, Jumat (13/9/2024).Stasiun Tugu Yogyakarta pintu masuk timur (dok. Dwi Agus/detikJogja)

    Lokasi: Jalan Margomulyo atau Jalan Pangeran Mangkubumi


    Cara masuk: Bisa langsung masuk dari arah Jalan Pangeran Mangkubumi menuju drop zone

    Ciri:

    • Khas dengan tulisan JOGJAKARTA
    • Lebih sepi, tenang, nyaman, dan sangat Instagramable
    • Hanya untuk pengantaran penumpang kereta (drop off)
    • Tidak untuk parkir
    • Melayani kendaraan kecil berpenumpang misal motor dan mobil.

    Pintu Masuk Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta

    Suasana pintu keluar masuk baru untuk penumpang KRL di Stasiun Tugu Jogja, Sabtu (23/12/2023).Pintu masuk selatan Stasiun Tugu Yogyakarta (dok. Adji G Rinepta/detikJogja)

    Lokasi: Jalan Pasar Kembang

    Cara masuk: Untuk mobil dan motor bisa masuk dari arah Jl. Jlagran Lor menuju area parkir barat Stasiun Tugu

    Ciri:

    • Punya kesamaan ciri dengan pintu masuk stasiun kereta yang dibangun belakangan
    • Lebih ramai, cenderung kurang estetik, kadang terlihat berantakan, dan panas
    • Jantungnya layanan untuk penumpang termasuk pintu kepergian dan kedatangan
    • Bisa parkir dan antar jemput penumpang karena tersedia area yang luas
    • Tersedia akses untuk kendaraan online serta sarana transportasi besar.

    Underpass Stasiun Tugu Yogyakarta

    Terowongan underpass Stasiun Tugu Jogja resmi dibuka, Senin (31/7/2023).Terowongan underpass Stasiun Tugu Yogyakarta (dok. Adji G Rinepta/detikJogja)

    Saat ini area pintu masuk timur dan selatan Stasiun Tugu Yogyakarta dihubungkan terowongan underpass. Area ini dilengkapi dengan eskalator dan ornamen khas Jogja. Di bagian ini juga dipasang sejarah Stasiun Tugu.

    Dengan adanya terowongan underpass, penumpang tidak perlu melakukan crossing passenger atau melewati beberapa jalur rel untuk menyeberang. Penumpang juga tak perlu menunggu kereta jalan untuk melintasi area peron menuju pintu masuk timur atau selatan Stasiun Tugu Yogyakarta.

    Panduan Jalur Kereta Stasiun Tugu Yogyakarta

    Stasiun Tugu Jogja, Minggu (19/1/2025).Jalur dan peron Stasiun Tugu Yogyakarta (dok. Dwi Agus/detikJogja)

    Saat ini, Stasiun Tugu Yogyakarta punya 9 jalur rel yang beroperasi tiap hari. Namun jalur 7, 8, 9 hanya untuk operasional kereta meliputi parkir dan langsir. Sedangkan untuk kereta penumpang tersedia di jalur 1-6 dengan pengaturan sebagai berikut:

    • Jalur 1: KA Bandara
    • Jalur 2: KA Commuter Line
    • Jalur 3: KA jarak jauh tapi ketika kosong bisa untuk KA Commuter Line
    • Jalur 4: KA jarak jauh dan KA Prameks
    • Jalur 5: KA jarak jauh dan KA Prameks
    • Jalur 6: KA jarak jauh dan KA Prameks.

    Penumpang bisa menunggu kereta di peron yang tersedia di antara jalur. Penumpang bisa masuk lewat pintu timur dan selatan Stasiun Tugu Yogyakarta, meski hanya bisa keluar melalui pintu selatan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Goa Rajo Bangli, Keindahan Air Terjun dan Kolam Alami di Bali



    Bangli

    Goa Rajo di Bangli termasuk destinasi yang terhitung baru. Meski begitu, objek wisata tersebut sudah jadi favorit para turis asing.

    Salah satu petugas di objek wisata Goa Rajo, Nengah Mardika, menerangkan gua tersebut baru dijadikan objek wisata pada 2019. Warga Desa Adat Jahem dulu kerap bermeditasi di tempat tersebut.

    “Sebelumnya, masih seperti hutan,” tuturnya beberapa waktu lalu.


    Warga Desa Adat Jahem lalu membuatnya menjadi tempat wisata karena melihat potensinya. Mereka terinspirasi dari objek wisata air terjun Tukad Cepung, Bangli, Bali.

    “Tukad Cepung itu dulunya bukan tempat wisata,” ungkap pria berusia 45 tahun tersebut.

    Warga Desa Adat Jahem lalu membuat kolam. Mereka juga bahu-membahu membuat jalan setapak agar mudah dilalui para pelancong.

    Jalan setapak menuju air terjun Goa Rajo, Bangli, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: Gangsar Parikesit/detikBali)
    Mahardika tidak tahu kenapa objek wisata itu dinamakan Goa Rajo. Menurut dia, sejak dulu nama tempat itu Goa Rajo.

    Mardika menuturkan Goa Rajo tak bisa disusuri. Gua tersebut tertutup bebatuan. “Dulu bisa masuk hingga 100 meter, tapi sekarang paling hanya sejauh 20 meter,” tuturnya.

    Kini Desa Adat Jahem menuai cuan. Saat hari biasa jumlah pengunjung Goa Rajo mencapai 200 orang per hari, sedangkan saat akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai 300 orang per hari. “Hampir 80 persen pengunjungnya turis asing,” ungkap Mahardika.

    Air Terjun dan Kolam Alami

    Pengunjung Goa Rajo bisa menikmati air terjun dan dua kolam alami di sana. Pengunjung perlu berjalan sekitar 300 meter dari loket untuk mencapai kolam dan air terjun tersebut.

    Pelancong akan menyusuri jalan setapak menuju air terjun tersebut. Mata akan dimanjakan dengan beraneka ragam tumbuhan yang berada di sekitar jalan setapak yang lebarnya sekitar satu meter itu.

    Nuansa bertualang juga terasa saat menyusuri jalan tanah tersebut. Sebab, wisatawan perlu beberapa kali melintasi jembatan berlantai kayu. Suara serangga pun sesekali terdengar.

    Tiba di tempat tujuan, mata akan langsung dimanjakan dengan air terjun dengan ketinggian 8 meter. Batu besar di bawah air terjun dan di depan mulut Goa Rajo menjadi tempat yang cocok untuk berfoto. Cahaya dari atas air terjun berpadu dengan gelapnya mulut gua membuat foto kian estetik.

    Di samping air terjun tersebut terdapat dua kolam alami dengan dalam sekitar satu meter. Byur… Air yang sejuk dan bening membilas keringat setelah menyusuri jalan setapak yang naik dan turun.

    Wisatawan yang pelesiran dan ingin mandi di kolam alami tersebut tidak perlu risau. Pengelola objek wisata tersebut telah menyediakan tempat ganti baju. Tak ada penjual di dalam kawasan Goa Rajo.

    Jam Buka Goa Rajo

    Goa Rajo mulai buka sejak pukul 07.00 Wita dan tutup pada pukul 17.00 Wita. Adapun, harga tiket masuk dibanderol Rp 25 ribu per orang.

    “Tutup hanya saat Nyepi,” tutur Mahardika.

    Bagi pelancong yang membawa kendaraan bermotor ke Goa Rajo tak perlu khawatir. Pengelola objek wisata telah menyediakan tempat parkir untuk mobil maupun motor. Sejumlah warung dan tempat makan juga tersedia sebelum loket tiket.

    Waktu tempuh menuju Goa Rajo dari Denpasar mencapai 120 menit menggunakan mobil. Untuk menuju objek wisata tersebut pastikan kondisi kendaraan prima karena jalannya naik dan turun.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 978 Warung di Ciater Dibongkar, Jalur Wisata Kini Gelap dan Rawan Kriminalitas



    Bandung Barat

    Jalan Raya Subang, tepatnya daerah Ciater yang berbatasan dengan kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini terlihat gelap setelah ratusan warung di sana dibongkar.

    Selasa (12/8/2025) malam, detikJabar menyusuri jalanan berhawa sejuk itu. Perjalanan ditempuh dari Kota Cimahi dengan jarak sekitar 19 kilometer. Membutuhkan waktu 1 jam 12 menit menggunakan mobil. Kini tak ada lagi terang dari warung-warung jagung di sepanjang Jalan Raya Subang. Tak lagi terlihat barisan kendaraan yang terparkir melepas lelah sekejap.


    Hilang juga rasa aman terutama buat mereka pemotor yang datang dari arah Subang menuju Lembang maupun sebaliknya. Berganti jadi kelam dan seram di tengah luas pelukan kebun teh tak produktif dan tegak Gunung Tangkuban Parahu yang sewaktu-waktu bisa bangun dari tidurnya.

    Warung-warung milik ‘orang kecil’ itu dianggap ilegal, sebab berdiri di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Beberapa hari lalu, alat berat Satpol PP Jabar dan Kabupaten Subang meruntuhkan konstruksi bangunan semi permanen tersebut.

    Puing-puing bangunan yang telah memberi kenangan banyak orang sejak puluhan tahun lalu itu masih berserakan. Sementara orang yang dulu menggantungkan hidup dari warung itu kini entah kemana rimbanya.

    “Ya jadi seram lewat sini, soalnya biasa ada warung 24 jam sekarang sudah dibongkar. Jadinya kan gelap,” kata Rizaldi, pengendara asal Cimahi, Selasa (12/8/2025).

    Sebagai pengendara motor, keberadaan warung-warung itu serupa juru selamat. Jika hujan, maka menjadi tempat berteduh. Jika lelah, juga menjadi tempat merebahkan badan.

    “Kadang sengaja juga dari rumah sama keluarga kesini cuma mau makan mie, karena kan suasananya sejuk, lihat kebun teh, liburan murah lah istilahnya. Sekarang enggak bisa lagi,” kata Rizaldi.

    Buat Deni, warga Subang, hilangnya warung-warung itu menjadi kerugian besar. Risiko tindak kriminal di malam hari kian meningkat gegara tak ada sumber penerangan dan kehadiran orang-orang.

    “Jelas takut nanti lewat sini, risiko ada begal semakin besar. Kemudian kecelakaan, waktu warung ada saja kan sering ada kecelakaan, apalagi sekarang kalau malam hari jalan sepi terus gelap. Makanya enggak kebayang sama kami,” kata Deni.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (sud/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hati-hati di Tanjakan Cisarakan



    Sukabumi

    Traveler harap hati-hati jika melintas di tanjakan Cisarakan, Sukabumi. Bukan soal mistis, tapi ada banyak monyet-monyet yang bikin kaget.

    Suara rem yang ditarik mendadak memecah keheningan siang. Ban berdecit, helm pengendara motor di depan kami sedikit terhuyung. Di depan motor, ada seekor monyet duduk tepat di garis putih tengah jalan.

    Ekornya melingkar di aspal, matanya menatap tajam kendaraan yang mendekat tatapan yang entah menantang atau sekadar penasaran. Dari pagar besi di sisi kiri jalan, beberapa ekor monyet lain mengamati.


    Ada monyet ekor panjang yang menguap, ada yang sibuk memeriksa bulu kawannya, ada juga yang tampak siap melompat ke badan jalan kapan saja.

    Seperti itulah kira-kira situasi di Tanjakan Cisarakan yang berada di desa Buniwangi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hutan tropis di kiri dan tebing batu berlumut di kanan menjadi latar alami yang kontras dengan aspal hitam yang panas tersorot matahari.

    Dari pantauan di lokasi, kawanan monyet tersebut tidak terburu-buru. Mereka menyeberang jalan dengan santai. Bahkan kadang berhenti di tengah tanjakan atau turunan, seolah paham bahwa manusia akan mengalah.

    Ada yang duduk diam sambil memegang potongan ranting, ada yang mengais sisa makanan dari plastik yang terbuang di pinggir jalan.

    “Kalau sore lebih ramai lagi, suka tiba-tiba nyebrang. Makanya kalau lewat sini, gas jangan terlalu dalam,” kata I Supendi, seorang pengendara motor yang kami temui.

    Ia mengaku sudah hafal kebiasaan kawanan ini, sehingga selalu menurunkan kecepatan saat melintas.

    “Kalau yang saya takutin monyet ini tiba-tiba melompat. Kadang suka takut juga ya karena kondisi jalan raya langsung berdekatan dengan kawanan hewan liar itu. Namun sejauh ini hal itu belum terjadi,” ujarnya.

    Warga menyebut perilaku berani monyet Cisarakan makin sering terjadi. Sebagian percaya, kebiasaan pengendara dan wisatawan memberi makan membuat mereka betah di jalur lalu lintas.

    Serupa dengan kawasan Gunung Tangkil, di mana monyet liar sering terlihat di tepian hutan hingga bergelantungan di kabel listrik, di Cisarakan kawanan ini juga seolah menguasai jalur, menjadikan jalanan aspal seperti panggung harian untuk bertemu manusia.

    Jalur yang Berbahaya

    Jalan ini sendiri bukan sembarang jalan, tanjakan dan turunan curamnya adalah penghubung Cikidang – Palabuhanratu, kerap dilalui mobil wisata, truk barang, dan motor yang melaju kencang.

    Kombinasi kelokan tajam dan satwa liar yang menyeberang tiba-tiba adalah resep berbahaya jika pengendara tidak waspada.

    Dari balik kaca mobil, pemandangan ini memang mengundang rasa kagum seperti potongan film dokumenter yang diambil di hutan liar. Namun bedanya, ini adalah ruang yang dibagi antara mesin dan alam. Dan di sini, batas antara keduanya tipis sekali.

    Peringatan untuk pengendara, kurangi kecepatan, jaga jarak, dan jangan memberi makan monyet di lokasi ini. Selain demi keselamatan di jalan, langkah itu juga penting untuk menjaga perilaku alami mereka di habitatnya.

    Warga setempat berharap pemerintah atau pihak terkait memasang papan peringatan khusus di titik-titik rawan kemunculan monyet.

    Dengan begitu, pengendara dari luar daerah akan siap mengantisipasi sejak awal, bukan kaget lalu mengerem mendadak di tengah tanjakan atau turunan.

    “Kalau ada papan peringatan, kan pengendara dari luar daerah juga bisa siap-siap. Jangan sampai ngerem mendadak karena kaget,” tutur seorang warga.

    Dengan sedikit kewaspadaan dan tanda peringatan yang jelas, pertemuan antara manusia dan satwa liar di jalur ini bisa tetap aman tanpa harus mengorbankan keselamatan ataupun merusak kebiasaan alami para monyet penghuni hutan Cisarakan.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mau ke Taman Menteng Bintaro? Ini Rute dan Transportasi Terdekatnya!


    Jakarta

    Taman Menteng Bintaro kini jadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Tangerang Selatan. Lokasinya yang strategis di kawasan Bintaro Sektor 7, membuat taman ini mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi, mulai dari KRL, angkot, hingga kendaraan pribadi.

    Cara ke Taman Menteng Bintaro Naik Transportasi Umum dan Kendaraan Pribadi

    Berikut panduan lengkap menuju Taman Menteng Bintaro untuk detikers yang ingin rekreasi gratis sambil menikmati suasana hijau di tengah kota.


    Naik KRL Commuter Line

    Bagi detikers yang menggunakan transportasi umum, KRL Commuter Line Green Line jadi pilihan paling praktis.

    • Naik KRL jurusan Tanah Abang-Serpong/Parung Panjang
    • Turun di Stasiun Jurang Mangu, yang menjadi stasiun terdekat dari Taman Menteng Bintaro.
    • Lanjutkan perjalanan menggunakan ojek online sejauh sekitar 2 km menuju lokasi taman di Jalan Cut Mutia 1, Bintaro Sektor 7.

    Perjalanan ini hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit dari stasiun, tergantung kondisi lalu lintas.

    Naik Angkutan Umum

    Kalau detikers berangkat dari arah Ciputat, bisa memilih angkot D18 dan turun di Bintaro Jaya Xchange Mall. Dari sana, lanjutkan perjalanan dengan ojek online atau berjalan kaki sejauh sekitar 1 km menuju taman.

    Alternatif lainnya adalah:

    • Naik angkot S10, turun di Stasiun Pondok Ranji
    • Lalu disambung naik KRL dan turun di Stasiun Jurang Mangu
    • Kemudian lanjut dengan kendaraan online ke taman.

    Rute ini cocok buat detikers yang ingin lebih hemat dan tetap fleksibel dalam perjalanan.

    Naik Motor atau Mobil Pribadi

    Bagi detikers yang membawa kendaraan pribadi, cukup arahkan peta ke Bintaro Sektor 7 atau Jalan Menteng Raya Bintaro. Lokasinya tidak jauh dari pusat perbelanjaan yang bisa dijadikan patokan utama.

    Setibanya di sana, pengunjung bisa memarkir kendaraan di area halaman kosong samping taman. Biaya parkir, motor dikenakan Rp 3 ribu, sedangkan mobil seikhlasnya.

    Menteng Park di BintaroMenteng Park di Bintaro (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Patokan Lokasi Taman Menteng Bintaro

    Alamat Taman Menteng Bintaro ada di Jalan Cut Mutia I, Sektor 7 Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, stasiun terdekatnya adalah Jurangmangu (Green Line), dan akses jalannya detikers bisa melewati rute jalan berikut, Menteng Raya-Cut Mutia-Sektor 7 Bintaro.

    Taman Menteng Bintaro jadi destinasi yang ramah bagi semua kalangan, dari anak muda hingga keluarga. Dengan akses yang mudah dan gratis, taman ini cocok untuk melepas penat setelah aktivitas seharian di kota.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Traveler, Ini Cara Menuju Geopark Karangsambung di Kebumen dari Jakarta



    Jakarta

    Geopark Karangsambung berada di Kebumen, Jawa Tengah, resmi diakui dan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark pada Juni 2025. Cek di sini cara menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta.

    Geopark Karangsambung masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks pada 17 April 2025. Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis, bersama dengan Geopark Meratus.

    Mengutip informasi dari detikJateng, geopark ini mengusung konsep pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memiliki warisan geologi, keanekaragaman biologi, dan keragaman budaya yang dikelola secara bersama-sama untuk menyejahterakan masyarakat lokal dan melestarikan lingkungan.


    Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (Aprillio Akbar/Antara)

    Konsepnya yang unik dan pemandangan yang indah, membuat Geopark Karangsambung menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

    Cara Menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta

    Bagi masyarakat Jakarta yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung, bisa menaiki transportasi umum hingga membawa kendaraan pribadi. Berikut pilihannya.

    Menggunakan Kereta

    Terdapat berbagai pilihan stasiun yang bisa digunakan untuk pergi ke Kebumen. Stasiun itu antara lain Gombong, Karanganyar, Kebumen, dan Kutowinangun.

    Terdapat beberapa pilihan kereta, yaitu:

    · Fajar Utomo Solo

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 450 ribu (ekonomi)

    · Argo Semeru

    Gambir-Kebumen Rp 705 ribu

    · Batavia

    Gambir-Kebumen Rp 400 ribu (ekonomi) dan Rp 580 ribu (eksekutif)

    · Bangunkarta

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 310 ribu (ekonomi) dan Rp 425 ribu (eksekutif)

    · Gajahwong

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 350 ribu (ekonomi) dan Rp 500 ribu (eksekutif)

    · Sawunggalih

    Pasar Senen-Karanganyar Rp 280 ribu (ekonomi) dan Rp 420 ribu (eksekutif)

    Pasar Senen-Kebumen Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

    Pasar Senen-Gombong Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

    Menggunakan Pesawat

    Transportasi umum lain yang bisa digunakan menuju Kebumen adalah menaiki pesawat. Wisatawan bisa memilih penerbangan menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

    Setelah itu, bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus DAMRI menuju Terminal Kebumen dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Opsi lain bisa menaiki kereta api bandara menuju Stasiun Kebumen dengan waktu tempuh 1 jam 12 menit.

    Menggunakan Kendaraan Pribadi

    Selain kendaraan umum, bagi wisatawan yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung menggunakan kendaraan pribadi bisa menggunakan mobil atau motor.

    Wisatawan mulai dari Jakarta, ambil arah tol Jakarta-Cikampek, hingga menuju tol Pejagan-Pemalang. Setelah itu, keluar tol Menuju Kabupaten Kebumen.

    Dari Kebumen, lanjutkan perjalanan menuju Karangsambung hingga menuju area Geopark Karangsambung. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam 45 menit, tergantung kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Doa Sebelum Berkendara, Amalan Sunnah agar Selamat di Jalan


    Jakarta

    Setiap aktivitas seorang muslim idealnya diawali dengan doa, termasuk ketika hendak bepergian atau berkendara. Dalam ajaran Islam, doa saat berkendara bukan hanya bentuk permohonan keselamatan, tetapi juga pengakuan bahwa segala kekuatan dan kendali di jalan berasal dari Allah SWT.

    Rasulullah SAW mencontohkan agar umat Islam selalu mengingat Allah SWT dalam setiap perjalanan, karena di jalanlah sering kali manusia diuji dengan kesabaran, kehati-hatian, dan ketulusan niat.


    Dikutip dari buku Fiqih Keselamatan Transportasi karya Eko Setyo Budi, berdoa sebelum berkendara termasuk bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 13,

    لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ

    Artinya: Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,

    Ayat ini mengajarkan bahwa setiap kali seseorang menaiki kendaraan, baik unta di masa Nabi maupun mobil, motor, pesawat, dan kapal di masa kini, hendaknya memuji dan mengingat Allah SWT sebagai bentuk syukur atas nikmat keselamatan dan kemudahan perjalanan.

    Doa Naik Kendaraan dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

    Dikutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam oleh Anshari Taslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa yang bisa diamalkan sebelum berpergian menggunakan kendaraan.

    1. Doa Naik Kendaraan Darat

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab Latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    2. Doa Naik Kendaraan Laut

    بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Arab Latin: Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

    3. Doa Naik Kendaraan Udara

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab Latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    Bisa juga membaca doa berikut,

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Doa naik kendaraan darat, laut, dan udara disunahkan untuk diucapkan sebelum seorang muslim hendak bepergian.

    Membaca doa naik kendaraan, baik darat, laut, maupun udara, tentunya hanya mengharapkan satu tujuan, yakni mendapat perlindungan dari Allah SWT Sang pemilik alam semesta.

    Lalu, bagaimanakah tuntunan doanya? Berikut ulasannya.


    Doa Naik Kendaraan Darat

    Dinukil dari buku berjudul Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam karya Anshari Taslim, doa naik kendaraan darat yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana berikut.

    Membaca takbir tiga kali,

    اللَّهُ أَكْبَرُ, اللَّهُ أَكْبَرُ, اللَّهُ أَكْبَرُ

    Arab-latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar

    Terjemahan: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Lalu dilanjutkan untuk membaca,

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلٰى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُوْنْ

    Arab-latin: Subhaanal-ladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.

    Terjemahan: “Mahasuci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan bagi kami tidak bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali.”

    Hikmah Membaca Doa Naik Kendaraan Darat

    Ketika seseorang membaca doa naik kendaraan darat sebelum melakukan perjalanan maka dirinya akan mendapat hikmah dalam bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kendaraan tersebut untuk bisa ditunggangi sampai tempat tujuan.

    Apabila di zaman dahulu kendaraan yang dipakai Rasulullah adalah unta, kuda, keledai, atau kapal, maka di zaman sekarang ini kendaraan berupa motor, mobil, kereta, becak, dan lain sebagainya. Untuk itu, kita tetap dianjurkan untuk mengucapkan doa tersebut dengan ikhlas dan penuh keyakinan.

    Tujuannya tidak lain hanya untuk mengharap rida dari Allah SWT sehingga kendaraan yang dinaiki menjadi berkah, tidak menyusahkan, dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    Doa Naik Kendaraan Laut

    Doa naik kendaraan laut di bawah ini dikutip dari sebuah buku karya Islah Gusmian yang berjudul Setiap Saat Bersama Allah: Doa-Doa Pilihan Penentram Jiwa. Berikut lafalnya.

    بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰهَا وَمُرْسٰهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Arab-latin: Bismillahi majrâhâ wa mursâhâ inna rabbi laghafûrur-rahîm.

    Terjemahan: Dengan nama Allah yang menjalankan dan melabuhkan kendaraan ini. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemaaf lagi Maha Pengasih. (HR Ibn Sunni dalam Imam Al-Nawawi, Al-Adzkâr, h. 199)

    Hikmah Membaca Doa Naik Kendaraan Laut

    Ketika berkendara, seseorang tidak tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan tersebut. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, baik itu suatu hal yang menyenangkan atau malah musibah.

    Mengalami musibah di daratan tentu merupakan hal yang tidak diinginkan. Apa lagi jika harus mengalami sebuah musibah di kendaraan laut. Tentu hal ini adalah hal yang lebih menakutkan.

    Oleh karena itu, ketika menaiki kendaraan laut dan melakukan sebuah perjalanan membelah lautan, seorang muslim dituntunkan untuk selalu memohon rahmat, kasih, cinta, dan maaf-Nya agar tak mudah terpeleset pada kejadian yang tidak diinginkan.

    Doa Naik Kendaraan Udara

    Diambil dari arsip detikHikmah, berikut adalah doa ketika hendak naik kendaraan udara yang bisa diamalkan.

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    Itulah bacaan doa naik kendaraan baik darat, laut ataupun udara yang bisa kita amalkan sebelum bepergian.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com