Tag: motor

  • Ganti Oli Motor Berapa Km? Ini Jarak dan Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Salah satu cara merawat sepeda motor yakni dengan mengganti oli. Oli penting untuk diganti secara berkala karena berperan besar bagi kendaraan, yaitu sebagai pelumas, pendingin, serta pembersih mesin.

    Namun, masih ada pengguna motor yang bingung mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, apakah pelumas mesti diganti rutin tiap bulannya atau tergantung kilometer (km) jarak yang sudah motor tempuh.

    Daripada makin penasaran, cari tahu jawabannya pada uraian berikut.


    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Ganti Oli Motor?

    Untuk menunjang kinerja sepeda motor, oli mesin dibutuhkan. Oli sangat penting lantaran berguna sebagai pelumas dan pendingin agar menjaga mesin dan komponen-komponen tetap sehat, mampu menahan gesekan, serta terlindungi dari kerusakan.

    Nah, agar oli bekerja optimal sehingga berkendara lancar dan terhindar masalah maka penggantian oli perlu dilakukan secara rutin. Lantas, ganti oli berapa km atau berapa bulan sekali?

    Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, menjelaskan bahwa pabrikan motor biasanya menyarankan untuk ganti oli setiap 2.000-3.000 km atau 2-3 bulan sekali, tergantung yang lebih dulu dicapai.

    “Jika kilometernya tidak tercapai, biasanya bengkel menyarankan datang lagi misalnya motor 2-3 bulan suruh ke bengkel lagi untuk ganti oli, padahal kilometernya belum tercapai,” kata Agung, dikutip dari catatan detikOto.

    Pemakaian sepeda motor juga menjadi faktor yang mesti diperhatikan dalam mengganti oli. Apabila motor sering digunakan, oli perlu diganti lebih cepat. Misalnya, tiap bulan ganti oli.

    “Kalau sering dipakai apalagi di Jakarta yang kebanyakan stop and go, itu diharuskan tiap bulan ganti oli. Jangan menunda apalagi tunggu hitam. Karena sewaktu-waktu, walau dipakainya sudah lama oli bisa jadi bening lagi, loh. Tidak hitam,” ujar Adrian Baskoro, Vice President Director MPM Lubricants, dalam arsip detikOto.

    Ini direkomendasikan agar mesin sehat dan kendaraan tetap awet. Lain hal jika motor dipakai lebih sering, seperti untuk ngojek online. Menurut Adrian, setidaknya oli diganti 2-3 minggu sekali.

    “Kalau sudah dipakai ojek online, ini mending dua minggu atau tiga minggu sekali deh ganti oli,” katanya.

    Tidak seperti motor manual, motor matic memerlukan pelumas tambahan selain oli mesin, yaitu oli gardan atau oli transmisi matic. Adapun penggantian oli gardan lebih lama dibandingkan oli mesin. Meski begitu, oli transmisi ini juga harus diganti secara berkala.

    Menurut Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, oli gardan sebaiknya diganti tiap 12.000 km atau 12 bulan sekali untuk penggunaan motor yang normal.

    Jika pemakaian berat atau motor kerap digunakan untuk jarak jauh, durasi penggantian oli lebih bagus dipercepat.

    “Coba ganti dengan perbandingan 2:1. Penggantian oli transmisi dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin,” ucap Brahma.

    Risiko Jarang Ganti Oli Motor

    Oli motor mesti diganti berkala, sekalipun motor jarang dipakai. Tapi, kalau kamu tidak rutin mengganti oli, terutama oli mesin, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

    1. Oli Cepat Berwarna Hitam

    Wahyu Budhi selaku Training Analyst Wahana Makmur Sejati (WMS), dikutip dari catatan detikOto, memaparkan bahwa warna hitam pada oli disebabkan oleh kerak sisa pembakaran yang bercampur oli. Bentuk cairan ini akan encer sehingga tidak layak untuk digunakan.

    Jika sudah begini, pelumas perlu lebih sering diganti agar tidak merusak mesin kendaraan.

    2. Komponen Lebih Cepat Rusak

    Penggantian oli secara berkala bisa membuat mesin tetap terjaga. Dengan begitu, usia komponen akan awet.

    Di sisi lain, kekentalan oli akan menurun jika tidak diganti terlalu lama. Ini dapat membuat proses pelumasan menjadi tidak optimal sehingga gesekan antar komponen bisa terjadi. Demikian mesin motor nantinya akan lebih cepat rusak.

    3. Mesin Panas Berlebih

    Salah satu fungsi oli untuk bantu mendinginkan mesin motor. Apabila oli jarang diganti maka fungsi pendinginan akan berkurang, sehingga panas berlebih bisa terjadi di mesin.

    “Ini yang turut memicu panas berlebih dari mesin,” kata Wahyu.

    4. Motor Tidak Nyaman

    Motor yang jarang ganti oli akan lebih terasa getarannya. Karena itu, pengendara mungkin bisa merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.

    5. Boros BBM

    Volume oli akan berkurang seiring pemakaian motor. Selain itu, gesekan antar komponen bisa makin keras. Kalau sudah begini, performa mesin jadi lebih berat.

    Kondisi yang demikian memerlukan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak supaya sejumlah komponennya bisa bekerja. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk mengganti oli motor. Jadi, kamu jangan sampai terlewat untuk ganti oli ya.

    (azn/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Tips Istirahat Efektif saat Mudik Menggunakan Kendaraan Pribadi


    Jakarta

    Ketika mudik seperti saat Lebaran, orang-orang biasanya akan menempuh perjalanan jauh yang membutuhkan waktu tak sedikit. Ditambah, ratusan ribu kendaraan yang tumpah ruah dalam waktu bersamaan, membuat kondisi jalan makin padat.

    Dalam keadaan seperti itu, lelah tentunya akan terasa, terutama pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.

    Nah, ada cara istirahat efektif selama mudik nih. Tips ini cocok buat kamu yang mudik dengan mobil atau motor pribadi. Catat ya!


    Tips Istirahat Efektif Selama Mudik

    Sederet tips berikut bisa kamu simak agar istirahat saat perjalanan mudik dapat maksimal. Ada tips apa saja?

    1. Berangkat Mudik di Pagi atau Siang Hari

    Merujuk catatan detikHealth, dr Andreas Prasadja mengatakan ada baiknya untuk memilih waktu berangkat yang tepat bagi pemudik yang memakai kendaraan pribadi. Berangkatlah di waktu yang biasanya tidak tidur. Artinya, hendaklah pergi mudik di waktu pagi atau siang hari.

    Jika berangkat di malam hari alias di waktu umum tidur, kantuk berlebih bisa muncul dengan cepat. Kalau sudah ngantuk, sebaiknya segera tidur dan tidak ditahan-tahan.

    “Jangan sampai memaksakan, bela-belain nawar ngantuk, bahaya,” imbau praktisi kesehatan tidur di RS Mitra Keluarga Kemayoran itu.

    2. Pastikan Kondisi Tubuh Fit

    Sebelum berangkat juga, kamu perlu memastikan kondisi tubuh fit. Menurut Jusri Pulubuhu, praktisi keselamatan sekaligus instruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), usahakan untuk istirahat yang cukup sekitar 2-3 hari sebelum keberangkatan mudik.

    Selain itu, pemudik juga mesti bebas dari beban pikiran saat melakukan perjalanan.

    “Pastikan kalau kita mengemudi, kita harus dalam keadaan free problem. Kemudian 2-3 hari sebelum berangkat kita sudah memiliki kualitas istirahat yang bagus, dan asupan yang bagus,” kata Jusri Pulubuhu selaku praktisi keselamatan jalan raya, dikutip dari arsip detikOto.

    3. Jadwalkan Istirahat Tiap Beberapa Jam

    Waktu istirahat selama perjalanan mudik juga perlu diperhatikan. Jusri menyarankan pengendara beristirahat tiap dua jam sekali.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana turut menganjurkan untuk istirahat 2 jam sekali bagi pengguna motor dan tiap 3 jam bagi pengemudi mobil saat mudik.

    “Maksimal berkendara 3 jam untuk mobil dan 2 jam untuk motor. Kalau sudah sampai limitnya, maka segera cari rest area untuk istirahat, jadi manfaatkan fasilitas yang ada untuk beristirahat dengan optimal,” tutur Sony dalam catatan detikOto.

    4. Istirahat dengan Nyaman dan Tenang

    Istirahat maksimal perlu dilakukan setelah berkendara mudik berjam-jam. Agar bisa fokus kembali untuk melanjutkan perjalanan, istirahat yang paling efektif adalah tidur. Menurut Sony, tidur dapat menyegarkan kembali saraf, otot, dan otak pengendara.

    Beristirahat dengan meregangkan badan atau berjalan-jalan disebut tidak cukup. Meski itu adalah aktivitas yang berbeda dari berkendara, tetap tidak bisa dianggap istirahat karena tidak dilakukan dengan tenang dan nyaman.

    “Jadi jangan hanya masuk ke rest area lalu minum kopi, peregangan, mengobrol dan kemudian menganggap sudah beristirahat. Memang hal tersebut merupakan aktivitas yang berbeda dengan mengemudi, tetapi tetap tidak optimal kalau kita tidak melakukannya dengan tenang. Untuk menghindari kondisi lelah dan kantuk berlebih ya dengan beristirahat (tidur),” ucap Sony.

    5. Terapkan Power Nap

    Jusri membeberkan cara tidur yang efektif, yaitu dengan menerapkan power nap. Tidur ini dilakukan singkat, sekitar 5, 15, atau 30 menit, tetapi berkualitas.

    “Kemudian cara dia beristirahat untuk mendapatkan power nap yang baik, harus melengkapi diri dengan eyes cover atau penutup mata dan ear plug. Jadi setiap istirahat dia harus tidur. Tidur yang singkat 5, 15 atau 30 menit itu udah bisa nge-boost, membuat bugar,” jelasnya.

    6. Tidak Berkendara dalam Waktu Lama

    Telah dijelaskan, maksimal berkendara antara 2-3 jam. Setelah itu, kamu sebaiknya mencari rest area untuk beristirahat. Mengemudi lebih dari itu tidak disarankan karena biasanya mudik seperti saat Lebaran dilakukan dalam kondisi puasa.

    Menurut Rifat Sungkar, pereli nasional sekaligus duta safety driving, konsentrasi dapat berkurang dengan cepat ketika berpuasa lantaran level air dan oksigen dalam tubuh kurang.

    Hal itu juga yang menjadi alasan istirahat perlu dilakukan dengan cara tidur. Karena setelah tidur, tubuh seolah baru mulai kembali.

    “Nah sebenarnya ketika kita mengemudi baru sahur sampai enam jam ke depan itu level airnya kita masih bagus. Tapi, setelah itu kondisi badan kita menurun. Nah triknya, ketika sudah drop, kita harus tidur siang. Karena ketika tidur siang itu seakan-akan kita baru mulai lagi,” jelas Rifat, dikutip dari catatan detikOto.

    Nah, itu tadi sejumlah tips istirahat efektif saat mudik. Jadi, pastikan untuk mengambil istirahat yang maksimal setiap beberapa jam sekali kalau kamu mudik menggunakan kendaraan pribadi ya.

    (azn/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Gejala Kerusakannya


    Jakarta

    TPS adalah singkatan dari Throttle Position Sensor. Sensor TPS merupakan salah satu bagian kecil sepeda motor, tapi berperan cukup penting bagi kenyamanan kendaraan. Kenali apa itu sensor TPS pada motor, termasuk fungsi, dan gejala kerusakannya.

    Pengertian Sensor TPS

    Dikutip dari buku Materi Ajar Praktek Tune Up Sepeda Motor 4 Tak Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja untuk Siswa SMK (2023) yang disusun Suryo Hartanto dan Handoko, sensor TPS adalah salah satu komponen dari throttle body di dalam sistem bahan bakar injeksi. Letak throttle body ini berada di antara intake manifold dan filter udara.

    Throttle body merupakan pengatur udara yang masuk ke ruang bakar. Di dalamnya terdapat komponen throttle valve dan TPS. Throttle valve berfungsi sebagai sistem buka tutup saluran utama yang akan dilalui udara ke throttle body.


    Sementara sensor TPS merupakan sensor dari sistem electronic fuel injection (EFI) untuk mendeteksi bukaan dari throttle valve dengan memanfaatkan potensiometer.

    Fungsi Sensor TPS

    Berikut ini sejumlah fungsi sensor TPS yang dilansir dari situs suzuki.batara.co.id:

    1. Pengirim Sinyal Pergeseran Katup

    Fungsi pertama adalah untuk mengirimkan sinyal terkait pergeseran katup sehingga dapat penggunaan bensin pada mesin bisa teratur dan seimbang.

    Posisinya yang menyatu dengan body throttle difungsikan untuk memastikan katup gas memiliki sudut bukaan sesuai.

    Ketika terjadi pergeseran katup, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke perangkat Electronic Control Unit (ECU), kemudian diproses sehingga terjadi suplai atau injeksi BBM ke dalam ruang bakar.

    2. Menginformasikan Kondisi Kendaraan

    Keberadaan sensor TPS memberikan informasi mengenai mode dan kondisi kendaraan. Perubahan kondisi katup pada throttle body, apakah terbuka penuh, setengah, atau menutup penuh, akan menandakan perbedaan akselerasi.

    Contohnya, saat katup terbuka penuh maka maka akselerasi akan meningkat. Saat katup tertutup penuh maka mesin akan mati. Sedangkan saat katup terbuka setengah maka kondisi mesin ada di putaran menengah.

    3. Mengoreksi Perbandingan Udara dan BBM

    Sensor TPS dapat mengoreksi perbandingan campuran bahan bakar dan udara. Ketika katup gas terbuka penuh, akselerasi meningkat, bahan bakar yang dibutuhkan pun ikut meningkat.

    Ketika katup hanya terbuka sedikit, BBM yang dibutuhkan berkurang, tetapi akselerasi juga ikut turun. Maka jumlah udara dan bahan bakar yang masuk harus seimbang agar menciptakan tenaga sempurna.

    4. Memberikan Kontrol pada Fuel Cut

    Sensor TPS juga dapat mengontrol fuel cut atau kerja dari injector. Saat sensor TPS memberikan sinyal katup gas terbuka, maka injektor akan menyala dalam waktu lebih lama.

    Sebaliknya jika sensor memberikan sinyal katup gas terbuka sedikit, maka injektor menyala sebentar.

    5. Menghentikan Switch AC dan Kontrol Emisi

    Fungsi sensor TPS yang terakhir adalah untuk mematikan atau menghentikan switch AC dan kontrol emisi.

    Ketika beban sudah berlebihan, switch AC akan mati secara otomatis agar tenaga yang bekerja lebih maksimal. Dengan demikian performa mesin tetap terjaga.

    Gejala Kerusakan Sensor TPS

    Sensor TPS dapat bermasalah atau bahkan perlu diganti. Dikutip dari situs hondacengkareng.com, berikut ini beberapa gejala kerusakan sensor TPS:

    • Malfunction Indicator Lamp (MIL) pada sepeda motor akan berkedip menyala 8 kali sebagai tanda kinerja TPS mesin sedang bermasalah.
    • Ketika motor digunakan untuk menaikkan gas, mesin tidak responsif.
    • Saat mesin baru dinyalakan atau dipanaskan, rpm bisa naik dengan sendirinya.
    • Tarikan gas berebet saat menambah gas maupun menurunkan gas.

    Demikian tadi telah kita ketahui apa itu sensor TPS pada motor, mulai dari pengertian, fungsi, hingga gejala kerusakannya.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Perbedaan BPKB Asli dan Palsu, Ciri Fisik-Kesesuaian Data Online


    Jakarta

    Perbedaan BPKB asli dan palsu dapat dicek dari ciri fisik dan kesesuaian data. Bukti kepemilikan kendaraan bermotor ini sangat berharga karena dapat dijadikan jaminan selama pinjam meminjam.

    Kondisi ini yang menyebabkan BPKB sering dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kekhawatiran banyak muncul khususnya bagi pembeli kendaraan bekas.

    Namun tidak perlu cemas, pasalnya BPKB asli telah didesain dengan kualitas tinggi dan kode rahasia tertentu. Sehingga saat dicermati, terdapat perbedaan BPKB asli dan palsu yang dijamin membantu terhindar dari penipuan.


    Beda BPKB Asli dan Palsu Berdasarkan Elemen Penyusun

    Dikutip dari laman Astra Daihatsu, BPKB (Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor) adalah dokumen dengan daya guna tinggi yang harus disimpan dengan baik. Berikut perbedaan BPKB asli dan palsu berdasarkan ciri-cirinya agar terhindar dari penipuan.

    1. Pemilihan Bahan Sampul

    a. BPKB asli:

    • Terbuat dari material berkilau dan tebal
    • Memiliki lubang berbentuk trapesium di pinggirnya (khusus BPKB baru).

    b. BPKB palsu:

    • Terbuat dari bahan tipis dan mudah robek.

    2. Hologram

    a. BPKB asli:

    • Terletak di sampul, halaman pertama, dan bagian belakang BPKB
    • Berwarna abu-abu saat diterawang
    • Hologram dilengkapi benang di halaman pertama (BPKB terbitan 2022)
    • Terdapat benang di setiap ujung halaman
    • Terdapat kode QR di sudut kanan atas pada halaman kedua untuk menampilkan nomor dan tahun registrasi sesuai data BPKB.

    b. BPKB palsu:

    • Hologram berwarna terang atau kekuningan tanpa ciri-ciri lain di atas.

    3. Nomor Seri

    a. BPKB asli:

    • Nomor rangka sesuai dengan nomor mesin kendaraan
    • Nomor berada di halaman pertama dan dekat hologram (sudut kanan atas)
    • Nomor seri bersifat rahasia dan tidak bisa diungkapkan pada masyarakat luas.

    b. BPKB palsu:

    • Nomor rangka dan mesin kendaraan tidak sesuai
    • Lokasi nomor seri di BPKB tidak ada di sudut kanan (tidak sesuai ketentuan).

    4. Informasi Data Pemilik

    a. BPKB asli:

    • Data pemilik sesuai dengan pernyataan pedagang kendaraan bekas.

    b. BPKB palsu:

    • Data kendaraan dan pemilik diganti sehingga identitasnya tidak sesuai.

    5. Lambang Korp Lalu Lintas (Korlantas)

    a. BPKB asli:

    • Lambang Korlantas ada di halaman ke-14 BPKB
    • Terdapat tanda khusus yang muncul ketika diterawang dengan sinar UV
    • Timbul dan bertekstur ketika diraba.

    b. BPKB palsu:

    • Letak lambang Korlantas tidak berada di halaman 14 (acak)
    • Logo tidak bertekstur dan tampak meskipun terkena sinar UV.

    6. Pemilihan Bahan Kertas

    a. BPKB asli:

    • Menggunakan kertas bertekstur kasar dan tebal
    • Seluruh huruf dan logo dicetak sedikit timbul
    • Elemen angka, huruf, dan logo akan berwarna unik ketika terkena sinar UV
    • Cetakan terlihat rapi dan mudah terbaca.

    b. BPKB palsu:

    • Menggunakan kertas biasa (halus) dan tipis
    • Elemen angka, huruf, dan logo tidak timbul atau bercahaya jika disinari UV
    • Huruf atau angka biasanya sulit terbaca karena cetakan yang buruk.

    7. Tinta dan Cap BPKB

    a. BPKB asli:

    • Hasil cap dan tinta tercetak dengan jelas dan tajam.

    b. BPKB palsu:

    • Cetakan tidak rapi dan cenderung samar sehingga sulit terbaca.

    Cara Cek Keaslian BPKB Secara Online

    Detikers dapat mengecek keaslian BPKB secara online melalui website. Caranya cukup mudah yaitu dengan memasukkan nomor plat, warna kendaraan, dan identitas lain yang diminta pada website berikut:

    • DKI Jakarta: https://samsat-pkb2.jakarta.go.id.
    • Jawa Timur: https://info.dipendajatim.go.id:
    • Jawa Tengah: https://dppad.jatengprov.go.id/info-pajak-kendaraan/
    • Jawa Barat: https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb:

    Cara cek keaslian BPKB asli dan palsu secara online juga bisa dilakukan melalui aplikasi e-Samsat yang tersedia di PlayStore dan AppStore. Informasi tentang tarif SWDKLLJ, PKB, dan pajak kendaraan juga bisa dicek di aplikasi ini.

    (row/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari LCGC Sigra Ugal-ugalan Sebabkan Kecelakaan



    Jakarta

    Viral di media sosial video yang menampilkan pengendara mobil low cost green car (LCGC) Daihatsu Sigra ugal-ugalan di jalan raya. Pengendara Sigra itu melakukan manuver berbahaya sehingga menyebabkan kecelakaan karambol.

    Video viral itu diunggah akun dashcam_owners_indonesia. Dalam video itu, tampak Daihatsu Sigra berkelir hitam mengemudi dengan liar. Tiba-tiba dia berbelok ke kiri, sementara di lajur kirinya terdapat mobil lain, yaitu Honda Jazz berwarna oranye.

    Honda Jazz yang dipepet Sigra terbawa ke lajur kirinya lagi. Nahas, di kiri terdapat motor Honda PCX putih. Alhasil, pemotor terjatuh.


    Pengendara Sigra seakan tidak menghiraukan ada kecelakaan yang dipicunya. Perekam video mencoba mengejarnya dan berhasil memberhentikan pengemudi Sigra yang menyebabkan kecelakaan karambol ini.

    “Kronologi.
    Sigra hitam dikejar² ayla hitam dan 1 motor , terindikasi DC.
    Lalu banting steer ke kiri , jazz nghindar akhirnya terjadi laka.
    Mobil ayla kabur , saya fokus ke sigra , karna dia yang menimbulkan laka karambol.
    Korban sudah ditangani (pcx putih) , lokasi ayodhya tangerang , korban ditangani di rs primaya. Sigra hitam ada niatan kabur .
    Sampai akhirnya dikunci beberapa mobil sampai nga bisa gerak,” demikian dikutip dari akun Instagram dashcam_owners_indonesia.

    [Gambas:Instagram]

    Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, manuver yang dilakukan pengendara Sigra itu jelas berbahaya. Sebab, untuk berpindah lajur ada etikanya.

    “Etikanya pindah lajur itu lihat kaca spion dulu, kemudian nyalakan sein setelah kosong baru berpindah perlahan. Tujuannya untuk keselamatan bersama dan ketertiban berlalu lintas,” kata Sony kepada detikOto, Jumat (5/7/2024).

    Kata Sony, kemungkinan pengendara Sigra berselisih dengan pengguna jalan lain. Namun, jika ada perselisihan di jalan raya seharusnya pengendara membicarakan dengan baik tanpa harus menghindar dan membahayakan pengguna jalan lain.

    “Jika mereka berdua bermasalah, idealnya dibicarakan di pinggir jalan. Tidak dengan manuver-manuver yang agresif yang bisa mencelakai orang lain,” sebutnya.

    “Akibat dari manuver yang agresif dan menyebabkan ada korban, sebaiknya berhenti untuk mempertanggungjawabkan. Itu adab orang timur yang baik. Melarikan diri bukan jalan keluar yang benar karena cepat atau lambat pasti bisa terlacak kok,” sambungnya.

    Sony juga menyoroti pengendara Honda Jazz yang menghindar diserempet Sigra. Nahasnya, manuver menghindar yang dilakukan Honda Jazz itu justru membuat pemotor jatuh.

    “Satu lagi, faktor kebiasaan, rata-rata ketika harus menghindari tabrakan banyak yang ngasal. Menghindar kecelakaan jurusnya banyak, nggak cuma pindah lajur tapi bisa ngerem, bisa juga tahan setir. Jazz tersebut mungkin bisa lihat ada motor di sampingnya. Lebih baik mempertahankan posisi di lajurnya daripada buang body bikin kecelakaan sama motor. Kalau setir ditahan, efeknya sama-sama rusak, tapi resikonya lebih kecil,” ujar Sony.

    (rgr/dry)





    Sumber : oto.detik.com

  • Lampu LED DRL Kok Menguning, Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Lampu DRL (Daytime Running Light) memiliki peran penting. Terlebih jika sudah menggunakan lampu LED. Saat hujan turun, lampu LED DRL bisa menambahkan visibilitas bagi pengendara.

    Ya, fungsi lampu DRL menjadi sangat penting saat musim hujan, karena dalam situasi tertentu cuaca menjadi lebih gelap namun lampu utama masih belum perlu dihidupkan. DRL membantu pengendara lain untuk mengetahui keberadaan kendaraan atau mobil yang kita kendarai. Sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan.

    Tapi lampu LED DRL ini juga butuh perhatian. Pasalnya, lampu bisa menguning dan terlihat buram. Hal ini bisa terjadi akibat faktor daya dari lampu yang terlalu tinggi.


    “Beberapa Analisa yang kami lakukan, penyebab lampu LED DRL cepat menguning adalah faktor daya yang berlebih. Sehingga menimbulkan panas ekstra,” ujar CEO Yoong Motor Jakarta dan Tomi Airbrush, Tomy Gunawan

    Akibat dari panas yang berlebih tersebut tentu berpengaruh terhadap usia pemakaian, durabilitasnya jadi berkurang. Lebih jauh ditekankan oleh Tomy bahwa panas berlebih yang dihasilkan menjadi pemicu kerusakan pada lapisan pembungkus atau plastik lampu LED-nya.

    Lampu DRL LED Mitsubishi All New Pajero SportLampu DRL LED Mitsubishi All New Pajero Sport yang telah menguning sebelum diganti. Foto: dok. Yoong Motor

    Tomy mencontohkan beberapa kasus lampu LED DRL menguning yang dialami pengguna Pajero Sport. Jika didiamkan, lama kelamaan lampu bisa mati dengan sendirinya.

    Untuk penggantian, biaya lumayan menguras kantong. Tomy mengatakan harga pasaran untuk satu set lampu Mitsubishi All New Pajero Sport mencapai Rp 10 jutaan per unit. Artinya bila dilakukan penggantian kanan dan kiri mencapai Rp 20 jutaan. Soalnya LED DRL Pajero Sport menyatu dengan lampu utama kecuali tipe 4×4 dan GLX yang terpisah model lampunya.

    Tomy pun selalu memberikan edukasi bahwa untuk penggantian lampu Mitsubishi All New Pajero Sport sebenarnya mudah, hanya tinggal pasang atau “colok” soket saja.

    “Tetapi bila pelanggan dari Yoong Motor Jakarta menghendaki penggantian LED DRL dengan model modifikasi atau rakitan, Tomy, tim bengkel sanggup mengerjakan penggantian lampu DRL tersebut,” ucap Tomy.

    Soal biaya jasa rakit dan pemasangan lampu LED DRL Pajero Sport di bengkel Yoong Motor Jakarta dibanderol mulai dari Rp 2 juta saja untuk satu set kanan dan kiri. Proses pengerjaannya pun singkat, tak lebih dari satu hari. Tomy juga memberikan garansi 1 tahun untuk lampu LED-nya sebagai bentuk servis.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Titik Nol Kilometer Palembang yang Terlupakan



    Palembang

    Seperti kota-kota lainnya di Indonesia, Palembang juga punya Titik Nol Kilomater. Tapi sayang, titik nol kilometer ini sudah dilupakan orang.

    Tahukah kamu di mana titik nol kilometer Kota Palembang? Jika banyak yang menjawab tidak tahu itu wajar, sebab titik ini ditandai hanya oleh prasasti kecil yang mungkin luput dari pandangan warga yang melintas.

    Seperti pada umumnya, titik nol kilometer menjadi penanda untuk mengukur jarak di Kota Palembang. Karena itulah warga Palembang kini mengenal beberapa tempat yang menggunakan hitungan kilometer.


    Seperti Pasar Palimo (Pasar Kilometer 5), yang artinya berjarak 5 kilometer dari titik nol tadi. Kami mendatangi lokasi titik nol dan mencoba bertanya pada warga yang biasa beraktivitas di sekitar situ.

    Rupanya mereka pun tidak tahu dengan tepat keberadaan titik nol kilometer Palembang.

    “Di sana, seberang Lapas (Lapas Perempuan Kelas II A Palembang),” kata seorang pengemudi becak motor ditemui di lokasi.

    “Tidak tahu kalau ada nama tempat titik nol. Mungkin karena (di Palembang) ada KM, ya. Misal mau ke KM 10, KM 12, makanya ada nama tempat titik nol,” ungkap warga sekitar bernama Maulana.

    “Kalau tidak salah di Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat),” jawab warga lain bernama Apri.

    Nah, sebenarnya Titik Nol Kilometer Palembang terletak di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang.

    Titik Nol Kilometer Palembang.Titik Nol Kilometer Palembang. Foto: Reiza Pahlevi/detikcom

    Tepatnya ada di trotoar depan pagar masjid, berseberangan dengan Bundaran Air Mancur antara Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka. Prasasti Titik Nol Kilometer Palembang berdiri tanpa pagar pembatas apa pun.

    Semennya mulai gompal dan warna hijaunya mengusam. Bahkan ada sampah-sampah dan barang bekas seperti sepatu rusak dan ranting pohon di sekitarnya. Di atas prasasti itu terpatri tulisan berikut.

    Awal
    Jln. Jenderal Sudirman
    KM : 0 + 000
    S.02′ 59′ 17.0″
    E.104′ 45′ 39.7″

    Awal
    Jln. Riacudu
    S.02′ 59′ 17.0″
    E.104′ 45′ 39.7″

    Kepala Dinas Pariwisata Palembang Sulaiman Amin pun sepakat, banyak masyarakat yang belum tahu persis tempat Titik Nol Kilometer Palembang. Justru banyak yang lebih tahu titik nol di daerah lain karena memang lebih populer.

    “Padahal titik nol tak hanya ada di luar (kota) saja. Palembang juga punya. Titik nol itu untuk penghitungan lokasi titik nol ke lokasi lain. Termasuk juga ke wilayah seberang (Jembatan Ampera), tapi banyak yang tidak tahu,” tutur Sulaiman.

    Menurut Sulaiman, Titik Nol Kilometer Palembang bisa menjadi destinasi wisata potensial ke depannya. Untuk itu, Dinas Pariwisata akan mengumpulkan sejarawan, budayawan, dan OPD terkait untuk memastikan lokasi tepat titik nol, kemudian mendirikan tugu penanda yang lebih kentara di sana.

    “Kita akan bangun semacam tugu penanda titik nol Palembang supaya masyarakat tahu titiknya. Nanti kita akan teliti dulu bersama sejarawan, budayawan, dan OPD terkait untuk menentukan lokasinya,” jelasnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Banyak yang Belum Paham, Begini Aturan Berkendara di Persimpangan



    Jakarta

    Sepertinya pengendara di Indonesia masih banyak yang belum paham bagaimana cara berkendara di persimpangan jalan. Sebab, beberapa waktu belakangan ini, terjadi insiden akibat kesalahpahaman pengendara di persimpangan.

    Belum lama ini, viral di media sosial pengendara mobil LCGC Datsun GO Panca tiba-tiba motong jalur ke kiri di persimpangan jalan. Pengendara Datsun yang disebut sebagai taksi online itu sampai menyebabkan kecelakaan. Peristiwa itu terekam kamera dan diunggah akun Instagram Dashcam Indonesia. Tampak mobil Datsun berwarna hitam dari arah percabangan jalan masuk ke jalan utama tapi langsung memotong sehingga menyebabkan kecelakaan dengan kendaraan yang ada di jalur utama.


    [Gambas:Instagram]

    Tak lama kemudian, viral lagi video detik-detik pengendara mobil dan pemotor yang disebut motovlogger hampir mengalami kecelakaan. Pemotor yang melengkapi dirinya dengan kamera aksi itu tampak nyelonong di persimpangan jalan. Kedua kendaraan itu hampir bertabrakan. Untungnya, mobil dan motor masih sempat mengerem sehingga terhindar dari tabrakan.

    [Gambas:Instagram]

    Biar semuanya paham, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan ada etika yang harus dipatuhi setiap pengendara di persimpangan jalan. Kata Sony, kendaraan yang ada di jalan utama harus diutamakan.

    “Yang jalan utama harus didahulukan. Sama seperti kendaraan yang akan pindah lajur, tunggu diberi kesempatan dulu baru pindah. Kebiasaan salah yang terjadi disini, dulu-duluan motong sehingga terbentuklah asumsi yang nabrak yang salah. Nah itu contoh yang tidak beretika,” ujar Sony kepada detikOto baru-baru ini.

    Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pun telah mengatur ketentuan tentang berkendara di persimpangan jalan. Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berbunyi:

    Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:

    • Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
    • Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

    (rgr/din)





    Sumber : oto.detik.com

  • Ingat Ya! Keluar Gang Nggak Boleh Langsung Nyelonong



    Jakarta

    Masih banyak yang belum paham etika dan aturan berkendara di persimpangan jalan. Terutama di pertigaan dengan gang lebih kecil daripada jalan utamanya.

    Banyak pengendara terlebih pemotor yang main nyelonong aja saat keluar dari gang. Tak jarang kelakuan itu menyebabkan kecelakaan fatal.

    Padahal, keluar dari gang itu ada etika dan aturannya. Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, banyak pemotor yang belum memahami ancaman bahaya di persimpangan.


    “Pemotor ini memang harus banyak mendapatkan informasi sih. Karena pemotor ini tidak tau hazard atau potensi bahaya pada persimpangan dan juga tidak pernah tahu motor itu bahaya,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (9/7/2024).

    Menurut Reza, ada etika saat keluar dari gang agar tidak terjadi kecelakaan. Pertama, kurangi kecepatan setiap persimpangan, lalu toleh kanan-kiri, atau bunyikan klason baru bermanuver.

    Lebih lanjut, Reza mengatakan, di persimpangan pengemudi motor harus melakukan 8 langkah penting. Di antaranya:

    1. Jadikan setiap persimpangan adalah potensi bahaya
    2. Lihat spion dan lingkungan sekitar
    3. Berikan tanda sein manuver
    4. Kurangi kecepatan dengan tahan gas atau lepas, perhatikan rambu dan marka
    5. Cek kecepatan dan menoleh ke areal kanan jika belok kiri atau cek kanan lalu kiri jika belok kanan
    6. Pastikan mereka melihat Anda dan memberikan ruang dan waktu
    7. Melakukan manuver
    8. Cek indikator

    “Jarak 3 detik itu bukan hanya di tol, tapi gap atau buffer aman untuk bermanuver, hitung saja 3 detik dari pengguna jalan lain ketika memasuki persimpangan dan bantu dengan komunikasi lampu atau klakson,” sebut Reza.

    Selain itu, pengendara lain di jalan utama juga harus berhati-hati menjelang persimpangan. Terlebih, menjelang persimpangan biasanya sudah ada rambu berwarna kuning yang menandakan pengendara harus hati-hati.

    “Iya diperingati ada persimpangan (dengan rambu). Lanjut ada larangan (rambu merah) dengan satuan batas kecepatan, ada marka garis lurus atau putus artinya stop atau berikan prioritas. Dari sini lesson learn-nya yang berbelok itu pekerjaan lebih banyak dan dia bisa jadi pemicu. Maka etikanya yang tinggal lurus aja sih mengalah atau antisipasi Semakin banyak pekerjaan maka bisa jadi pemicu karena multitasking,” pungkas Reza.

    Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada aturan mengenai berkendara di persimpangan jalan. Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan berbunyi:

    Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:

    • Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
    • Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4 (empat) atau lebih dan sama besar;
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak lurus; atau
    • Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang sampai Tutup Jalan



    Jakarta

    Tabrakan beruntun terjadi di Tol Cipularang, kemarin sore. Sebanyak 11 kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun ini. Akibatnya, kecelakaan ini sampai menyebabkan jalan ditutup hingga macet parah.

    Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihanton mengatakan kecelakaan terjadi pukul 15.30 WIB. Dia menjelaskan kecelakaan bermula dari bus Primajasa dengan nomor polisi (nopol) B-7198-ZX melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Kecelakaan terjadi di jalan yang menikung.

    Polisi mengatakan ada sebelas unit kendaraan dalam kecelakaan ini. Sebelas kendaraan itu terdiri dari bus Primajasa, dua truk, dua pikap, dan tujuh mobil.


    Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Dadang Supriadi mengatakan kecelakaan ini dipicu bus Primajasa yang menabrak 10 kendaraan lain di depannya.

    “Kendaraan PO Bus Primajasa datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta setibanya di TKP di jalan agak menikung dan menurun telah menabrak kendaraan 10 kendaraan yang berada di depannya,” ujar AKP Dadang dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7).

    Disebutkan, ada tiga orang yang terluka akibat kecelakaan tersebut. Ketiga korban luka terdiri atas seorang sopir bus Primajasa dan dua orang lain yang mengalami luka ringan.

    Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi pemicunya.

    “Patut disyukuri pengendalian hazard atau bahaya minimal terindikasi baik karena dilihat dari sisi korban berupa luka dan beredar video pengemudi bus juga masih bisa dibantu diselamatkan. Semua orang pada saat itu mampu mengendalikan risiko,” kata Reza kepada detikOto, Rabu (11/7/2024).

    “Selanjutnya faktor yang berkontribusi, kejadian jam 16.00 ya kadang kita kalau beraktivitas pada jam itu sering juga merasa mulai tidak prima, kalau meeting pasti ada coffee brake and untuk kaum muslim sudah masuk ibadah salat Asar. Jadi literasi sirkandian biologis manusia mulai menurun dari best coordination ke reaction time yang mulai menurun, jadi waktu bisa menjadi kontributor juga. Bisa saja pengemudi mulai terganggu konsentrasinya,” sambungnya.

    Berikutnya topografi jalan. Dari arah Bandung ke Jakarta pada kilometer tersebut memang menurun. Namun, pihak pengelola jalan tol sudah menjelaskan dengan banyak rambu peringatan bahkan perintah untuk menjaga kecepatan.

    “Jadi ketika ada risiko pengemudi menurun tingkat konsentrasinya, maka wajib dan sebaiknya mengikuti rambu dan marka jalan. Apalagi ini angkutan umum jenis kendaraan bus. Jalan menurun dengan bus sudah banyak dibahas KNKT ada risiko rem blong. Dari mulai teknik mengemudinya hingga sistem perawatan dan ujungnya kompetensi pengemudi,” ujar Reza.

    “Terakhir adalah soal SMK atau sistem manajemen keselamatan angkutan umum di perusahaan perlu ditinjau kembali. Apalagi ada informasi banyak bus serupa diberikan testimoni ugal di jalan. Artinya ada hazard baru untuk SMK perusahaan,” pungkasnya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com