Tag: motor

  • Ini Alasan Menyalakan Mobil Matic Harus Direm Dahulu, Awas Keliru!


    Jakarta

    Seperti motor matic, menyalakan mobil matic juga harus direm dahulu. Hal ini berbeda dengan kendaraan manual yang bisa langsung distarter tanpa direm terlebih dahulu.

    Apakah detikers tahu alasannya? Yuk ketahui alasan menyalakan mobil matic harus direm dahulu. Simak juga cara melakukan starter yang benar dalam artikel ini.

    Alasan Mobil Matic Harus Direm Saat Dinyalakan

    Salah satu perbedaan yang terasa saat mengoperasikan mobil matic dibandingkan dengan mobil manual adalah saat melakukan starter. Pada saat menyalakan mobil, pedal rem harus diinjak agar mesin bisa menyala.


    Dikutip dari situs Toyota Astra, alasan menyalakan mobil matic harus direm dahulu adalah demi keselamatan pengemudi. Dengan menginjak rem, mobil tidak langsung bergerak ketika mesin menyala.

    Sistem transmisi mobil matic mengandalkan kopling yang masih terhubung dengan mesin dan transmisi, meskipun mesin dalam kondisi mati. Jika sistemnya tidak dibuat demikian, maka mobil berisiko bergerak sendiri saat dinyalakan, meskipun bergerak pelan.

    Dengan demikian, menginjak rem berfungsi untuk memastikan mobil tidak bergerak saat dinyalakan. Jika tiba-tiba mobil berjalan saat menyalakan mesin, maka akan berbahaya. Apalagi jika pengemudi masih dalam tahap belajar, kemungkinan akan kaget dan tidak bisa mengendalikan hingga berakibat fatal.

    Cara Menyalakan Mobil Matic untuk Pemula

    Bagi pemula, berikut ini cara menyalakan mobil matic yang benar dan aman, seperti dilansir dari laman Daihatsu Indonesia.

    1. Posisikan Tuas Pada ‘P’

    Langkah pertama, pastikan posisi tuas berada di P, yaitu untuk fungsi parkir. Dalam mode ini, mobil dalam posisi aman, tidak bisa bergerak.

    Ada juga mobil yang posisinya berada di N atau netral. Hal ini tidak masalah, yang penting jangan sampai berada di posisi R (reverse/mundur) atau D (drive/maju).

    2. Jangan Buru-buru Menyalakan Mesin

    Jangan buru-buru menyalakan mesin. Setelah menyalakan sistem kelistrikan, pastikan jarum dan indikatornya sudah aktif, baru kemudian menyalakan mesinnya. Beberapa jenis mobil matic juga mengeluarkan suara ketika sistem kelistrikan sudah hidup.

    3. Injak Pedal Rem Saat Starter

    Cara yang sudah kita bahas di awal, kita harus menginjak pedal rem saat melakukan starter. Hal ini dilakukan agar mobil tidak langsung bergerak sehingga membuat pengemudi kaget.

    4. Injak Rem Pindah Tuas

    Tak hanya saat menyalakan mesin, menginjak rem juga harus dilakukan saat memindahkan tuas. Misalnya dari tuas P ingin dipindah ke posisi R atau D, maka harus menekan bagian rem. Hal ini juga mencegah risiko kerusakan pada mesin mobil.

    5. Ketahui Kode Tuas Transmisi

    Selain itu, pastikan detikers tahu kode huruf yang berada pada tuas transmisi. Pada umumnya, kode tuas mobil matic terdiri dari P, D, R, N, dan L. Jangan sampai salah memposisikan tuas, karena bisa membahayakan diri.

    Demikian tadi alasan menyalakan mobil matic harus direm dahulu, yaitu agar mobil tidak langsung bergerak saat distarter. Buat pemula, pastikan menyalakan mobil dengan cara yang benar dan aman, ya!

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Periode Penting saat Inreyen Motor Baru, Jangan Sampai Salah Putar Gas!



    Jakarta

    Saat membeli motor baru, Anda perlu melakukan inreyen atau proses penyesuaian komponen-komponen mesin agar bisa bekerja optimal dalam jangka panjang. Saat Anda melakukan inreyen, tentunya ada beberapa hal yang perlu dipatuhi. Salah satunya adalah cara membuka gas yang benar.

    Merujuk pada buku panduan pemilik Yamaha Grand Filano, hal pertama yang harus dilakukan pemilik motor baru yakni memahami fungsi-fungsi dan setiap tombol yang ada pada motor tersebut. Tujuannya, supaya pengendara bisa mengendalikan motor dan terhindar dari risiko kecelakaan gara-gara tidak paham fungsi-fungsi pada alat kontrol di motor.

    Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah masa-masa pemakaian awal. Dalam buku panduan tersebut dikatakan, periode penting saat inreyen motor baru yakni 0-1.600 km pertama. Karena mesin masih baru, diharapkan pengendara jangan memberi beban terlalu berat pada motor di periode tersebut.


    “(Karena) berbagai komponen di dalam mesin sedang menyesuaikan diri untuk mencapai kinerja yang baik. Dalam periode ini, hindari tarikan gas secara penuh karena dapat mengakibatkan mesin mengalami panas berlebihan,” tulis buku panduan tersebut.

    Pengendara juga disarankan menghindari pengoperasian berkepanjangan di atas 1/3 putaran gagang gas. Kemudian setelah pemakaian mencapai 1.000 km, pastikan ganti oli mesin dan oli transmisi.

    Selanjutnya pada penggunaan di periode 1.000 sampai 1.600 km, hindari pengoperasian berkepanjangan di atas 1/2 putaran gagang gas. Setelah periode 1.600 km ini dilalui, maka motor bisa digunakan secara normal.

    “Jika pada masa pemakaian awal ada masalah dengan sepeda motor Anda, segera hubungi bengkel resmi atau dealer Yamaha,” saran buku panduan Yamaha Grand Filano tersebut.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Tidak Bisa Distarter tapi Bisa Diengkol? Ini 4 Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah umum yang dialami banyak pengendara motor matic adalah tidak bisa menyala ketika distarter. Namun, motor bisa hidup jika menekan engkol atau disebut kick starter.

    Memang pada akhirnya motor akan menyala dan bisa dikendarai. Namun hal tersebut harus jadi perhatian, sebab cukup merepotkan jika perlu menginjak engkol terus menerus demi menyalakan motor.

    Lantas, apa sih penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter tapi Bisa Diengkol

    Seiring perkembangan teknologi, kini banyak motor matic keluaran terbaru yang sudah menghilangkan kick starter atau engkol. Meski begitu, masih banyak ditemui motor matic yang memiliki engkol. Biasanya motor tersebut merupakan keluaran lama.

    Jika motor detikers masih menggunakan engkel, fitur tersebut dapat membantu apabila motor tak mau menyala saat distarter.

    Mengutip situs Planet Ban, berikut sejumlah penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol:

    1. Tegangan Aki Kurang Optimal

    Penyebab yang pertama karena tegangan aki kurang optimal. Saat tegangan aki kurang memadai, komponen-komponen di dalamnya tidak bisa mendukung proses pengapian pada motor. Sebab, aki berperan penting sebagai pemberi pasokan listrik ke sejumlah bagian, salah satunya sistem pengapian.

    Perlu diketahui, aki yang bekerja dengan baik biasanya memiliki tegangan sekitar 12 volt. Kalau tegangannya di bawah angka tersebut, maka aki tidak berfungsi dengan baik sehingga motor sulit menyala dengan cara distarter.

    2. Korsleting pada Starter

    Faktor lainnya bisa disebabkan karena korsleting pada electric starter. Kondisi ini biasanya dapat dilihat pada terminal 30 starter, tepatnya ada di dekat logam mesin yang tersambung dengan massa dari aki.

    Tanda-tanda korsleting dapat diketahui dengan adanya bekas terbakar berwarna hitam di sekitar area tersebut. Jika memang ditemukan tanda-tanda seperti itu, bisa dipastikan bahwa electric starter motor tidak berfungsi karena sekring starter sudah putus.

    3. Masalah pada Busi

    Busi memiliki peran penting dalam sistem pengapian. Soalnya, busi bertugas menghasilkan api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang pembakaran.

    Seiring pemakaian, busi motor bisa mengalami sejumlah masalah, mulai dari sudah melewati batas usia pakai, sudah aus, menjadi longgar, atau terkena kotoran maupun cairan seperti oli. Jika busi mengalami masalah tersebut, maka jangan heran kalau motor tidak bisa menyala saat distarter.

    Selain pada busi, kerusakan di kabel busi juga bisa menjadi pemicunya. Kabel ini berfungsi sebagai penghubung antara cop busi dan coil yang mendistribusikan tegangan ke busi.

    4. Aliran Bensin yang Tidak Lancar

    Penyebab yang terakhir bisa disebabkan oleh aliran bensin yang tidak lancar. Kondisi ini dapat terjadi pada motor yang menggunakan sistem bahan bakar tradisional atau karburator. Hal tersebut terjadi karena udara yang terperangkap di dalam selang bensin, sehingga tidak dapat memompa bensin.

    Untuk mengatasi masalah ini, detikers perlu melepas selang yang tersambung ke input karburator. Pada umumnya bisa dikencangkan dengan klem, lalu tunggu hingga bensin mulai mengalir dengan normal. Setelah itu, selang dapat dipasang kembali dan coba hidupkan motor dengan menekan starter.

    Demikian empat penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Zaman Sekarang Masih Perlu Kick Starter?



    Jakarta

    Motor zaman sekarang sebagian besar sudah meninggalkan fitur kick starter. Sebab sistem kelistrikan pada motor sudah semakin baik, sehingga sudah cukup mengandalkan electric starter. Namun pada kasus-kasus tertentu, kick starter masih dibutuhkan lho.

    Seperti diungkap main dealer sepeda motor Honda Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), ada beberapa situasi dan masalah yang mengharuskan pengguna memanfaatkan fitur kick starter, antara lain:

    1. Sistem Pengapian Bermasalah


    Sistem pengapian pada sepeda motor perlu perhatian lebih pada bagian busi, kabel pengapian atau CDI, karena komponen tersebut memiliki tugas utama buat menghasilkan api di ruang bakar.

    2. Klep Motor Macet

    Bila komponen bermasalah, klep tidak dapat terbuka atau menutup sempurna, sehingga bahan bakar tidak mengalir dengan optimal ke ruang mesin.

    3. Karburator Bermasalah

    Karburator punya fungsi untuk mencampurkan udara dan bahan bakar di ruang mesin, apabila komponen tersebut kotor atau rusak maka aliran bahan bakar akan terganggu.

    4. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan menyebabkan campuran udara dan bahan bakar tidak optimal, serta mempengaruhi kualitas pembakaran di ruang mesin.

    5. Aki Motor Lemah

    Ini penyebab yang paling sering dialami. Aki yang mengalami kendala akan membuat daya listrik tidak dapat mengalir dengan maksimal, sehingga sepeda motor akan sulit dihidupkan.

    “Metode engkol atau kick starter dapat menjadi solusi apabila terjadi kendala pada sistem electric starter sepeda motor Honda. Meski jarang digunakan, konsumen tetap perlu untuk memperhatikan komponen ini, sehingga tetap dapat berfungsi dalam keadaan darurat sekalipun,” ungkap Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Penyebab Oli Cepat Hitam Meski Baru Diganti, Catat!


    Jakarta

    Oli yang menjadi hitam mengindikasikan sudah kotor akibat mendukung kinerja mesin setiap hari. Dalam kondisi ini, pemilik motor harus segera mengganti oli.

    Jika tidak ganti oli secepatnya, kinerja mesin berisiko turun bahkan rusak. Kendati begitu, saatnya oli menjadi hitam meski baru ganti yang mengindikasikan ada masalah di mesin atau komponennya.

    4 Penyebab Oli Cepat Menghitam Meski Baru Diganti

    Oli yang lebih cepat menghitam bisa menjadi pertanda ada gangguan dari motor. Mengutip laman Astra Motor, berikut beberapa penyebab oli cepat menghitam.


    1. Gas Sisa Pembakaran Masuk ke Karter

    Biasanya gas sisa pembakaran mesin motor mengandung banyak kerak dan kotoran. Akibatnya, oli menjadi mudah hitam saat gas masuk karter. Namun, mudahnya oli menjadi hitam mengindikasikan ada bagian motor yang perlu perbaikan.

    Penyebab gas sisa pembakaran masuk ke karter antara lain boring motor aus, ring piston terbalik, ring piston aus, hingga gap piston yang berada segaris karena salah pemasangan. Menghadapi masalah ini, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan.

    Pertama, pilih pelumas yang berkualitas dan kadar yang cukup. Di samping itu, kamu juga bisa memilih tipe oli yang sesuai dengan motor. Pemilik motor juga disarankan rutin melakukan pemeliharaan untuk menjaga kinerja mesin.

    2. Saringan Oli yang Rusak

    Saringan oli yang rusak juga bisa menyebabkan oli cepat menghitam. Fungsi dari saringan oli adalah untuk menyaring kotoran, Jadi, jika filter ini rusak, maka oli bisa cepat menghitam.

    Upayakan untuk mengecek saringan oli pada motor. Jika saringan oli sudah rusak, maka ganti di tempat servis motor terdekat. Pilih saringan oli yang berkualitas.

    3. Ada Komponen Mesin yang Kotor

    Oli berfungsi untuk melumasi seluruh mesin. Jika area yang dilumasinya dalam keadaan kotor, kotoran yang ada pun bisa ikut terbawa.

    Sehingga, setelah dibongkar,cuci motor agar komponen bersih kembali. Dengan begitu, oli tidak akan cepat menghitam dan awet digunakan.

    4. Mesin yang Overheat

    Mesin yang overheat atau terlalu panas juga bisa membuat oli cepat menghitam. Penyebab dari mesin overheat di antaranya setelan kopling motor yang kurang pas, jadi mengakibatkan selip dan menyebabkan oli cepat menguap.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan memasang oli cooler atau yang biasa disebut selang hawa pada mesin motor. Namun, ganti saringan oli yang sudah gosong terlebih dahulu.

    Itulah beberapa penyebab oli cepat menghitam meski baru diganti. Jangan lupa untuk rutin dalam mengganti oli dan perhatikan jenis oli yang digunakan.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Jenis Oli yang Cocok Buat Mobil Hybrid



    Jakarta

    Varian mobil hybrid semakin banyak di Tanah Air. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid punya tambahan berupa baterai, generator, dan motor listrik. Lantas dari segi oli mesin, adakah perbedaan antara oli mesin mobil hybrid dan mobil konvensional?

    Dijelaskan Osmar Wijaya dari Sunda Motor Express, oli mobil hybrid punya perbedaan dari oli mobil konvensional. Kata Osmar, mobil hybrid yang kerja mesinnya lebih ringan, tak perlu menggunakan oli yang terlalu kental.

    Innova Zenix Hybrid dan Innova Zenix.Ilustrasi mesin mobil hybrid Foto: dok. Toyota-Astra Motor

    “Kalau mesin hybrid butuh viskositas yang lebih encer, lebih tipis, karena kerja mesinnya kan nggak terlalu berat lagi,” ungkap Osmar dalam keterangannya, Selasa (24/9).


    “Jadi (mobil hybrid) butuh oli yang lebih encer. Biasa 0W, kalau yang paling kental mungkin 5W. Ada biasanya 0W-20 bahkan 0W-16. Daya pelumasan yang cepat dan mampu menjangkau bagian tersempit, membuat viskositas yang dibutuhkan rendah,” jelas Osmar lagi.

    Sementara untuk interval penggantian oli mesin mobil hybrid, umumnya sama, yakni setiap interval 10 ribu km atau per enam bulan sekali. Penggantian oli mobil hybrid juga bergantung beberapa faktor, seperti jarak tempuh, kondisi jalan, dan juga gaya mengemudi.

    “Melihat tren mobil hybrid yang terus berkembang, membuat Sunda Motor Express menyediakan beragam merek pelumas untuk mobil hybrid dari yang harganya terjangkau (budget oil) hingga merek premium,” ungkap Osmar.

    “Sunda Motor Express juga melayani penggantian oli, kuras oli transmisi matic, purging diesel, dan injector cleaner. Buat pengerjaan, lokasi kami bisa memuat 5-8 mobil yang bisa dikerjakan bersamaan. Prosesnya pun singkat, misal penggantian oli hanya butuh 15 menit dan pekerjaan injector cleaner hanya 1 jam,” tukas Osmar.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Berapa Lama Charge Aki Motor? Segini Durasi dan Cara Isinya


    Jakarta

    Aki merupakan salah satu komponen penting dalam kendaraan. Saat ini aki terbagi menjadi dua jenis, yakni aki kering dan aki basah.

    Salah satu keunggulan dari aki kering adalah lebih mudah dalam perawatannya atau sering disebut maintenance free (MF). Selain itu, aki kering juga bisa di-charge ulang.

    Nah, banyak pengendara motor yang tak tahu kalau aki kering ternyata bisa di-charge. Lantas, nge-charge aki motor berapa lama? Simak durasi waktu pengisian dayanya dalam artikel ini.


    Charge Aki Motor Berapa Lama?

    Mengutip situs Planet Ban, normalnya aki motor memiliki tegangan antara 12,3 sampai 12,6 volt ketika mesin dalam keadaan mati. Saat mesin dinyalakan atau sedang dikendarai, tegangan akinya sekitar 13,7 hingga 14,2 volt.

    Kalau voltase aki motor berada di bawah 12,3 volt, maka bisa dipastikan aki sudah mulai tekor. Hal tersebut menjadi pertanda jika aki perlu di-charge ulang.

    Nah, waktu nge-charge aki motor bisa berbeda-beda. Hal itu tergantung dari kapasitas aki hingga jenis pengisian daya yang digunakan.

    Jika menggunakan metode pengisian cepat, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi aki motor 12 volt sekitar 30 menit hingga 1 jam. Apabila kamu menggunakan alat charge normal, proses pengisian dayanya bisa memakan waktu lebih lama, yakni sekitar 5-10 jam.

    Walau memakan waktu yang lama, tetapi lebih disarankan untuk menggunakan alat charge normal. Langkah ini dilakukan agar daya yang masuk ke aki dapat terisi secara maksimal sekaligus mencegah terjadinya overcharged.

    Cara Charge Aki Kering Motor

    Apabila aki kering sudah mulai habis atau tekor, sudah saatnya untuk melakukan charge ulang. Agar tidak salah dalam prosesnya, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Lepas atau copot aki kering dari sepeda motor terlebih dahulu.
    2. Kemudian, tentukan pengisian daya yang cocok untuk aki kering. Langkah ini dapat mencegah overcharging pada aki kering.
    3. Setelah itu, hubungkan aki kering dengan alat charge khusus aki. Pastikan posisi polaritasnya sudah tepat, yakni dengan menghubungkan terminal positif ke positif dan negatif ke negatif.
    4. Sesuaikan pengaturan charge dengan jenis aki kering. Saat ini, sudah tersedia banyak alat charge aki yang bisa mendeteksi jumlah pengisian secara otomatis.
    5. Pastikan tempat saat mengecas aki berada di area terbuka dan tidak dekat dengan bahan-bahan yang mudah terbakar.
    6. Tunggu aki kering selesai di-charge. Pastikan kamu memperhatikan proses pengisian ulang aki kering agar tidak terlalu lama.
    7. Jika sudah, lepaskan charger dari aki kering.
    8. Terakhir, lakukan pengujian aki kering yang telah di-charge ulang, apakah berhasil atau gagal.

    Jika aki kering berhasil di-charge ulang, maka kendaraan bisa dihidupkan kembali. Namun jika gagal, maka kendaraan masih sulit dinyalakan.

    Meskipun nantinya kendaraan bisa menyala, tapi hal tersebut tak akan bertahan lama karena aki kering sebenarnya sudah tekor. Jika terjadi hal seperti itu, satu-satunya cara adalah dengan membeli aki kering baru di toko-toko.

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Charge Aki

    Mengutip laman Wahana Honda, aki kering yang sudah lemah atau tekor masih bisa di-charge ulang. Namun dengan catatan, aki kering masih dalam kondisi sehat atau normal. Lalu, teknik pengecasannya harus menggunakan charger khusus aki.

    Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan charge aki kering, yaitu:

    • Selama sel-sel di dalam aki kering masih baik, maka aki bisa di-charge.
    • Aki dianjurkan di-charge karena setiap baterai (aki) pasti mengalami discharge. Discharge sendiri adalah berkurangnya tegangan aki ketika kendaraan tidak digunakan.
    • Apabila tegangan aki di bawah 12 volt maka dianjurkan untuk di-charge ulang.
    • Jika sel-sel aki kering masih dalam kondisi baik, biasanya setelah di-charge tekanan aki akan kembali normal.
    • Apabila kondisi aki tidak baik, meski bisa di-charge tetapi akan cepat tekor kembali.

    Demikian penjelasan mengenai durasi charge aki kering sepeda motor. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Cara Berkendara Motor Biar Hemat Bensin



    Jakarta

    Ada beberapa trik yang bisa dipraktikan agar penggunaan BBM pada sepeda motor lebih irit. Berikut caranya.

    Sepeda motor menjadi salah satu alat transportasi yang hemat dalam penggunaan bahan bakar. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa diterapkan agar konsumsi BBM bisa lebih hemat. Dengan begitu, biaya operasional kendaraan juga bisa direm.

    Nah berikut ini adalah 5 cara mengendarai motor agar lebih hemat bensin dikutip dari Directasia, Jumat (13/9/2024).


    Cara Hemat BBM Motor

    1. Pertahankan Kecepatan Stabil

    Mengendarai motor dengan kecepatan stabil adalah salah satu kunci utama untuk menghemat bahan bakar. Menggonta-ganti kecepatan secara mendadak atau sering melakukan pengereman akan memaksa mesin bekerja lebih keras. Hal tersebut tentunya menghabiskan banyak bensin. Usahakan untuk mempertahankan kecepatan konstan, terutama ketika berkendara di jalan raya atau jalan yang sepi. Idealnya, berkendara dengan kecepatan 40-60 km/jam bisa menjadi titik optimal untuk menghemat bahan bakar.

    2. Perawatan Rutin Kendaraan

    Perawatan motor secara berkala sangat penting agar mesin tetap dalam kondisi prima. Gantilah oli motor sesuai jadwal, bersihkan filter udara, dan pastikan kondisi busi tetap baik. Mesin yang terawat dengan baik akan bekerja lebih efisien, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih hemat. Selain itu, pastikan tekanan ban selalu sesuai standar pabrikan. Hal ini dikarenakan ban yang kurang angin akan meningkatkan gesekan dan memaksa mesin bekerja lebih keras.

    3. Hindari Beban Berlebihan

    Motor yang membawa beban berlebih akan memaksa mesin bekerja lebih keras, yang berarti lebih banyak bahan bakar yang dikonsumsi. Pastikan untuk tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan selama berkendara. Jika memang harus membawa barang, usahakan distribusi berat barang di motor seimbang agar mesin tidak terbebani secara berlebihan.

    4. Matikan Mesin saat Berhenti Lama

    Jika Anda berhenti di lampu merah yang durasinya lama atau sedang menunggu dalam antrean yang tidak bergerak, matikan mesin motor. Mesin yang dibiarkan menyala tanpa bergerak tetap akan mengkonsumsi bensin. Dengan mematikan mesin saat berhenti lama, Anda bisa menghemat bahan bakar hingga beberapa persen setiap harinya.

    5. Pilih Rute yang Efisien

    Mencari rute perjalanan yang lebih pendek dan lancar bisa membantu mengurangi konsumsi bahan bakar. Hindari jalan yang sering macet atau penuh dengan lampu merah. Aplikasi navigasi pada ponsel dapat membantu Anda menemukan rute yang lebih efisien dengan menghindari kemacetan dan jalan berliku. Semakin lancar perjalanan Anda, semakin hemat pula konsumsi bensin.

    Itulah 5 cara mengendarai motor agar lebih hemat bensin yang bisa Anda terapkan. Dengan menerapkan kelima cara di atas, Anda dapat menghemat bahan bakar motor dalam keseharian. Selain lebih hemat, berkendara dengan cara yang lebih efisien juga dapat memperpanjang umur mesin.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Penyebab Klakson Motor Tidak Bunyi dan Cara Memperbaikinya di Rumah


    Jakarta

    Klakson termasuk komponen penting pada sepeda motor. Komponen ini berfungsi untuk memberi peringatan atau isyarat kepada kendaraan dan pengguna jalan lain selama berkendara.

    Sebelum bepergian, hendaknya mengecek kondisi klakson. Adakalanya komponen ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga suaranya mengecil bahkan bunyi tidak terdengar sama sekali.

    Kalau hal ini terjadi, detikers tidak perlu buru-buru ke bengkel. Sejumlah komponen yang berkaitan dengan klakson dapat dicek terlebih dahulu dan ditangani sendiri selagi bisa. Ketahui penyebab klakson tidak bunyi dan cara mudah memperbaikinya di bawah.


    Penyebab Klakson Motor Mati

    Klakson yang tidak berbunyi bisa disebabkan banyak faktor. Mengutip laman Wahana Honda dan Suzuki, berikut sejumlah penyebab dan cara mengatasinya.

    1. Aki Melemah

    Aki merupakan sumber energi dari sistem kelistrikan motor. Aki menyuplai arus listrik agar komponen seperti starter, lampu, hingga klakson dapat menyala.

    Namun, aki yang bermasalah juga bisa mempengaruhi komponen lainnya. Contohnya, klakson menjadi tidak bersuara atau bunyinya tidak nyaring.

    Solusinya, aki dapat diisi ulang dayanya. Jika masalahnya serius, aki bisa diganti baru.

    2. Masalah pada Kabel Klakson

    Posisi kabel klakson yang tidak presisi dapat menyebabkan bunyi yang keluar tidak lantang. Kabel yang terlepas, putus, atau terbuka juga bisa mempengaruhi suara klakson.

    Bila kabel lepas, detikers dapat menyambungkannya kembali. Kalau bunyinya masih kurang terdengar atau melengking, kabel bisa diikat lebih kuat lagi.

    Namun jika kabel putus atau terkelupas, maka perlu diganti yang baru agar klakson dapat berfungsi dengan normal.

    3. Posisi Baut Platina Berubah

    Posisi baut platina yang terletak di bagian belakang klakson bisa berubah, contohnya saat motor melewati jalan tidak rata. Nah, posisi yang berubah ini dapat mempengaruhi kinerja klakson.

    Untuk mengatasinya, detikers bisa menyetel ulang baut platina dengan membuka mur pengunci menggunakan tang dan memutar baut tersebut memakai obeng. Tekan tombol klakson sambil memperbaikinya agar posisinya dapat presisi.

    4. Sakelar Klakson Kotor

    Cek saklar klakson dan lihat apakah kondisinya kotor atau tidak. Sakelar yang berkerak dan karatan mampu menghalangi arus listrik sehingga suara klakson bisa terdengar kecil bahkan tidak berbunyi.

    Solusinya, detikers dapat melepas sakelar dan membersihkannya menggunakan ampelas halus. Cairan anti karat boleh ditambahkan untuk mencegah karatan muncul kembali.

    5. Baut Klakson Kendur

    Baut klakson yang kurang dipasang dengan kencang bisa membuat bunyi yang keluar tidak terdengar lantang. Agar klakson berfungsi dengan baik, detikers dapat melepaskan baut dan memposisikan ulang dengan benar.

    Nah, itu tadi sederet penyebab Klakson motor tidak berbunyi dan cara memperbaikinya sendiri dengan mudah di rumah.

    (azn/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penting! Ini Dua Jenis Garansi Yamaha Nmax Turbo



    Jakarta

    Yamaha Nmax Turbo sudah menggunakan teknologi transmisi canggih bernama YECVT atau Yamaha Electric Continuously Variable Transmision. Untuk menjamin rasa aman konsumen terhadap teknologi baru tersebut, Yamaha memberikan dua jenis garansi. Apa saja?

    Sebelumnya perlu diketahui, YECVT adalah sebuah teknologi mutakhir yang dikembangkan oleh Yamaha Indonesia Motor Mfg. Tak seperti pendahulunya yang menggunakan CVT konvesional dengan roller, Nmax Turbo menggunakan jenis CVT Primary Sheave Assy tanpa roler yang telah tersambung pada komponen elektris di motor.

    Dari segi perawatan, YECVT pada Nmax Turbo diklaim juga jauh lebih unggul. Tidak seperti CVT konvensional yang harus diperiksa dan dirawat secara rutin pada saat servis berkala, YECVT bersifat free maintenance karena tidak menggunakan komponen roller, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, baik dari segi waktu maupun biaya pada saat perawatan.


    Jika perubahan rasio pada CVT konvensional harus disesuaikan dengan besaran rpm, maka hal itu tidak berlaku bagi YECVT pada Nmax Turbo. Melalui teknologi YECVT para bikers dapat mengubah rasio CVT-nya di berbagai rpm secara otonom sesuai kebutuhan mereka melalui fitur Y-Shift. Dengan begitu, pengendara bisa menyesuaikan rasio putaran mesin sesuai dengan pilihan Y-Shift yang dikehendaki untuk mendapatkan performa akselerasi maupun deselerasi secara cepat.

    Terkait masa garansi, Yamaha secara khusus memberikan 2 jenis garansi yang menguntungkan kepada seluruh konsumen Nmax Turbo. Garansi pertama, dua Tahun Garansi Kelistrikan Khusus, meliputi Motor Assy, Sensor Primary, Speed Sensor (Secondary), dan Transmission Control Unit Assy.

    Sementara garansi yang kedua adalah, tiga Tahun Garansi Mesin, yang meliputi komponen Camp Comp, Fixed Screw Assy, Sliding Screw Assy, dan juga Primary Sheave Assy.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com