Tag: mr p

  • Bapak-bapak! Mohon Dicatat, 6 Rekomendasi Variasi Bercinta Berdasarkan Bentuk Mr P

    Jakarta

    Bentuk penis atau Mr P selalu berbeda pada setiap orang, baik itu dari ukuran atau karakteristiknya.

    Tidak ada bentuk ataupun ukuran penis yang buruk, setiap penis memiliki keunikannya masing-masing. Penting untuk mengenali jenis penis yang dimiliki agar dapat menggunakannya secara maksimal saat bercinta. Apa itu penis?

    Dikutip dari Healthline, penis merupakan sebuah organ yang terbuat dari jaringan spons. Jaringan spons ini terisi oleh darah yang dapat menyebabkan terjadinya ereksi.


    Meski kelihatannya cukup sederhana, penis sebenarnya cukup kompleks. Penis terdiri dari kelenjar (kepala), korpus (batang), dan prepusium (kulup). Penis juga memiliki uretra atau tabung tipis tempat keluarnya air seni dan air mani.

    Bentuk Penis dan Rekomendasi Varian Bercinta

    1. Melengkung Ke Atas atau Pisang

    Seperti halnya pisang, saat ereksi bentuk penis ini melengkung sedikit ke atas.

    Memiliki bentuk penis melengkung ke atas memberikan keuntungan saat bercinta. Karena akan lebih mudah dalam menstimulasi G-spot, A-spot dan prostat.

    Gaya misionaris menjadi salah satu posisi bercinta yang pas tapi tetap sederhana yang dapat dilakukan oleh pria dengan bentuk penis pisang.

    2. Melengkung Ke Bawah atau Pisang Terbalik

    Penis seperti pisang terbalik memiliki bentuk sedikit melengkung ke bawah saat ereksi.

    Bentuk penis melengkung ke bawah memiliki keunggulan tersendiri, karena dapat mencapai titik-titik rangsang di sepanjang dinding depan vagina.

    Kunci untuk memanfaatkan lekukan ini adalah dengan membalikkan posisi tubuh pasangan agar lebih dekat dengan titik-titik rangsang tersebut, dan memasukkannya dari arah belakang.

    3. Bentuk C

    Penis seperti huruf C memiliki lekukan yang mencolok ke arah kanan. Bentuk penis ini memungkinkan untuk menstimulasi titik-titik rangsang seperti bentuk penis mirip pisang.

    Cobalah posisi T-bone, saat pasangan membentuk posisi menyerupai huruf “T.” Dalam posisi ini, satu pasangan berbaring telentang, sementara pasangan lainnya berbaring menyilang di atasnya pada sudut 90 derajat. Posisi ini memungkinkan penetrasi dari samping dan dapat memberikan sudut serta sensasi yang berbeda bagi kedua pasangan.

    4. Lurus

    Penis lurus memiliki bentuk yang hampir sama dari batang hingga kepala. Penis dengan bentuk ini memungkinkan pasangan bercinta dengan leluasa menggunakan berbagai cara, dan mempermudah pasangan mencapai zona sensitif seksual satu sama lain.

    5. Kerucut

    Penis ini memiliki bentuk seperti kerucut, dengan pangkal yang lebih tebal dan lebar lalu semakin menyempit ketika berada dekat dengan bagian kepala.

    Seperti bentuk penis lainnya, penis dengan bentuk kerucut memiliki keistimewaan. Kepala penis yang lebih sempit, membuatnya lebih mudah masuk ke dalam vagina. Dan pangkalnya yang lebih lebar memberikan lebih banyak rangsangan pada area vagina.

    6. Palu

    Seperti halnya palu, penis ini memiliki bentuk pangkal yang panjang dan tipis dengan kepala yang jauh lebih besar.

    Kepala yang tebal dan besar, mampu menstimulasi dinding vagina atau dubur, menciptakan gesekan yang akan terasa nyaman untuk kedua pasangan.

    Pilihlah posisi yang memungkinkan untuk merangsang klitoris atau lubang kencing pada saat yang sama untuk memudahkannya masuk. Posisi seperti misionaris dan cowgirl bisa menjadi posisi yang pas dan ramah untuk penis.

    (sao/sao)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ngilu, Dokter Ungkap Penampakan ‘Irisan Mr P’ Lewat Mikroskop


    Jakarta

    Seorang dokter asal Inggris baru-baru ini bikin heboh setelah ia menjelaskan seperti apa irisan tipis penis melalui mikroskop.

    Dokter bedah terkemuka bernama dr Karan Raj dari National Health Service UK (NHS), memposting video ulang yang diunggah oleh akun Adolfo Sanchez Blanco, PhD di TikTok, menampilkan gambar irisan penis berwarna merah mudah dan kemudian diperbesar menggunakan mikroskop.

    “Dagingnya terdiri dari tiga silinder. Satu dan dua adalah corpora cavernosa,” ucapnya dikutip dari New York Post.


    @dr.karanr Microscopic findings @Adolfo Sánchez-Blanco, Ph.D ♬ original sound – Dr Karan Raj

    Corpora cavernosa adalah dua silinder terbesar dan mengalir di batang penis. dr Raj menjelaskan bahwa mereka terisi darah selama ereksi.

    dr Raj kemudian memperbesar gambar tersebut lebih jauh lagi dan memperlihatkan corpora cavernosa yang menampung pembuluh darah kecil, menyerupai cabang, untuk mengangkut darah saat gairah.

    “Ruang kecil antara pembuluh darah dan spons penis adalah kunci perluasan misil cinta,” ujarnya.

    “Silinder ketiga yang lebih kecil yang terlihat pada gambar penis yang diperbesar adalah corpus spongiosum, yang menampung uretra,” ucapnya.

    Raj menambahkan, silinder ini juga bisa terisi darah saat ereksi sehingga menekan uretra.

    Oleh karena itu, jelasnya, pria lebih sulit buang air kecil saat penisnya ‘kaku’ atau ereksi.

    (suc/naf)



    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Bikin Mr P Sulit ‘Berdiri’


    Jakarta

    Disfungsi ereksi menjadi kondisi yang dapat menurunkan rasa percaya diri kaum pria. Selain itu, disfungsi ereksi juga akan memengaruhi hubungan seksual, serta menjadi salah satu tanda adanya penyakit tertentu.

    Pria yang mengalami disfungsi seksual biasanya akan ditandai dengan ciri-ciri umum seperti tidak ereksi di pagi hari, tidak ereksi saat akan berhubungan intim, atau ukuran Mr P yang terlihat makin mengecil.

    Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo SpU(K), PhD mengatakan mereka yang mengalami disfungsi ereksi tentu ada yang salah pada tubuhnya. Baik akibat dari kolesterol tinggi hingga fungsi ginjal atau lever terganggu, atau sekadar masalah psikis.


    dr Ponco melanjutkan penanganan pasien dengan disfungsi ereksi tidak bisa dilakukan secara cepat. Perlu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

    “Sebagian besar orang kalau sudah mengalami disfungsi ereksi tadi, pinginnya berobatnya itu cepat dan efektif. Sayangnya pengobatannya itu nggak bisa cepat, dan seringkali nggak efektif. Harus dicari masalahnya ada di mana,” ujar dr Ponco saat The 4th Siloam Urology-Nephrology Summit 2024, di Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2024).

    dr Ponco menambahkan, ada beberapa kebiasaan sehari-hari para laki-laki yang tanpa disadari justru bisa mengundang kondisi disfungsi ereksi. Pertama adalah kebiasaan merokok.

    “Untuk mencegah atau membalikkan tadinya disfungsi ereksi jadi nggak adalah satu jauhi asap rokok. Vape sama rokok, sama saja. Sama-sama jahat,” katanya dr Ponco.

    Setelah itu memilih makanan atau minuman yang tidak sehat. Baik itu yang manis-manis atau yang berminyak, sehingga menyebabkan obesitas.

    “Kedua harus menurunkan berat badan (obesitas). Terus makanannya manis, gorengan yang banyak. Nah, itu menyebabkan disfungsi ereksi,” katanya.

    Selanjutnya, sedentary lifestyle atau gaya hidup yang malas untuk bergerak. Para laki-laki yang jarang berolahraga, akan memperbesar kemungkinan dirinya mengalami gangguan seksual.

    “Ketiga olahraga,” kata dr Ponco.

    Olahraga paling simpel menurut dr Ponco yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menyembuhkan kondisi ini adalah jalan kaki.

    “Minimal 10 ribu langkah sehari, sekitar satu setengah atau dua jam. Kalau bilang nggak ada waktu, harus diadain waktunya,” kata dr Ponco.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Mr P Ogah Berdiri, Impotensi atau Cuma Lagi Banyak Pikiran? Begini Dokter Memeriksanya


    Jakarta

    Disfungsi ereksi atau impotensi bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa bersifat psikogenik seperti stres karena banyak pikiran atau organik yang disebabkan faktor fisik.

    Mr P yang enggan untuk ‘berdiri’ ini ternyata bisa didiagnosis penyebabnya dengan salah satu metode bernama RigiScan. Melalui pemeriksaan ini, penis akan dipasangkan alat yang terdiri dari ‘cincin’ untuk menilai kemampuan ereksi pria pada saat tidur.

    Perwakilan Asri Urology-Nephrology Center (AUC) dr Holy Sarah Gita dari Rumah Sakit Siloam Asri mengatakan RigiScan dapat membantu pria untuk menemukan penyebab pasti mengapa Mr P miliknya tidak mau berdiri.


    “Ketika seorang pria mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi, tetapi penyebabnya tidak jelas, RigiScan dapat membantu menentukan apakah disfungsi tersebut disebabkan oleh faktor psikologis atau fisik,” ujar dr Holy kepada detikcom, Selasa (27/8/2024).

    Selain itu, RigiScan juga bisa membantu untuk mengukur ereksi nokturnal atau ereksi alami pria selama tidur. Hal ini merupakan indikator penting dari fungsi ereksi yang sehat.

    Dibandingkan dengan metode lain, RigiScan menurut dr Holy memiliki beberapa keunggulan. Seperti dapat menyediakan data lebih objektif dan akurat.

    “RigiScan menyediakan data objektif tentang kekakuan dan durasi ereksi, terutama selama tidur yang tidak dapat diperoleh melalui wawancara atau pemeriksaan fisik saja,” kata dr Holy.

    “Selain itu pemeriksaan ini bersifat non-invasif dan dapat digunakan dalam pengaturan alami, seperti di rumah pasien saat mereka tidur. Ini memberikan informasi tentang ereksi nokturnal,” sambungnya.

    Keakuratan RigiScan ini, lanjut dr Holy karena adanya sensor yang diletakkan di pangkal dan bagian tengah penis. Selain itu, RigiScan juga mencatat berapa lama kekakuan atau ereksi berlangsung.

    Tidak ada persiapan khusus pada pasien jika ingin melakukan RigiScan. Menurut dr Holy, pasien hanya membutuhkan tidur yang cukup dan berkualitas.

    “Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan sebelum menjalani pemeriksaan RigiScan. Pasien hanya perlu tidur yang cukup dan berkualitas,” kata dr Holy.

    “Memakai pakaian yang nyaman dan tidak ketat, menghindari konsumsi alkohol dan stimulan lainnya, serta menghindari konsumsi obat-obatan yang mempengaruhi fungsi ereksi atau kualitas tidur,” tutupnya.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Terungkap! Segini Ukuran Mr P Ideal yang Disukai Wanita Menurut Survei


    Jakarta

    Ukuran penis kerap menjadi topik yang sensitif bagi kaum pria. Pasalnya, ukuran alat vital sering dikaitkan dengan ‘keperkasaan’ di ranjang.

    Sebagian pria percaya semakin besar ukuran penis, semakin ‘jago’ pula kemampuan bercintanya. Namun, apakah wanita juga menginginkan pasangan dengan ukuran alat vital yang besar?

    Ternyata tidak juga. Sebuah survei terbaru menemukan wanita lebih menyukai ukuran penis yang biasa-biasa saja.


    Dikutip dari New York Post, survei yang dilakukan oleh ZipHealth terhadap 800 wanita heteroseksual menemukan kebanyakan wanita menganggap penis dengan panjang 5,5 inci (sekitar 13,9 cm) dan lingkar 4,5 inci (sekitar 11 cm) sebagai ukuran ideal.

    Sebagai informasi, rata-rata ukuran panjang penis pria adalah sekitar 5,17 inci (sekitar 13 cm) dan lingkar 4,59 inci (sekitar 11,6 cm). Artinya, kebanyakan pria tidak perlu cemas dengan ukuran ‘kejantanannya’ saat memuaskan pasangan di ranjang.

    Meski wanita puas dengan ukuran penis yang normal, pria punya keyakinan berbeda. Banyak pria menginginkan ukuran penis yang lebih besar.

    Survei yang dilakukan ZipHealth kepada 100 orang pria menemukan kebanyakan dari mereka ingin memiliki penis dengan ukuran panjang 6,5 inci (sekitar 16 cm) dan lingkar 5,5 inci (13,9 cm).

    Spesialis kedokteran keluarga dr Jen Caudle mengatakan ada beberapa faktor yang memicu munculnya anggapan kalau ukuran penis besar lebih baik.

    Pertama, karena kebanyakan orang mengira rata-rata ukuran penis jauh lebih panjang dan lebih besar dari yang sebenarnya. Kedua, adanya tekanan sosial yang menuntut pria dan wanita untuk memenuhi kriteria tertentu.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ereksi ‘Uhuy’ Pagi Hari Ganggu Persiapan Sahur? Dokter Punya Tips Menjinakkannya


    Jakarta

    Kaum pria punya siklus hormonal yang memicu nocturnal penile tumescence (NPT), yakni ereksi ‘spontan’ yang bisa muncul tanpa rangsang apapun di pagi hari. Terjadi begitu saja tanpa bisa dikendalikan.

    Pada hari biasa, hal ini normal-normal saja dialami. Namun di bulan puasa, ereksi yang tidak diharapkan seperti ini kerap bikin tidak nyaman saat harus menjalankan berbagai aktivitas termasuk menyiapkan sahur.

    Apakah ada cara yang efektif untuk menjinakkan ereksi spontan semacam ini? Sebenarnya ada, akan tapi pakar disfungsi ereksi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU lebih menyarankan untuk melihat hal itu dari sisi positifnya.


    “Jujur, kalau itu wajib ada. Itu normal banget bagi laki-laki,” kata dr Akbari dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (15/3/2024).

    Jalan terbaik, siram air dingindr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU – Urolog

    “Begitu itu nggak ada, siap-siap mohon maaf ya, itu tanda-tanda awal untuk disfungsi ereksi,” tambahnya.

    Dalam pemeriksaan disfungsi ereksi, dr Akbari menyebut bahwa pertanyaan pertama yang akan disampaikan ke pasien adalah ada tidaknya ereksi di pagi hari. Berbagai penelitian mengatakan, tanda-tanda disfungsi ereksi kerap diawali dengan hilangnya ereksi di pagi hari.

    Namun jika memang dirasa cukup mengganggu, sebenarnya bisa-bisa saja dikendalikan. Bisa dengan mengalihkan pikiran ke hal-hal lain, atau jika perlu bisa dengan sedikit ‘paksaan’ terhadap Mr P yang sedang berdiri.

    “Jalan terbaik, siram air dingin,” saran dr Akbari.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Posisi Bercinta Pemilik Mr P Kecil, Tetap Bisa Bikin Istri Terpuaskan

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, ukuran penis dianggap sebagai faktor yang memengaruhi kepuasan bercinta. Konon, semakin besar ukuran penis maka semakin besar pula kenikmatan yang dirasakan saat bercinta.

    Terlepas betul atau tidaknya pernyataan itu, faktanya memang banyak pria yang sensitif soal ukuran penis. Apalagi bagi mereka yang memiliki ukuran penis yang terbilang kecil atau di bawah rata-rata. Hal tersebut kerap memengaruhi kepercayaan diri dalam memuaskan pasangan di ranjang.

    Namun, ukuran penis tidak harus menjadi penghalang saat memadu kasih dengan pasangan. Dengan melakukan hubungan intim pada posisi tertentu, pria dengan Mr P yang kecil juga masih bisa memberikan kepuasan kepada pasangan. Dikutip dari Men’s Health, berikut posisi bercinta untuk pria dengan penis kecil yang dapat memberi kenikmatan maksimal.


    1. Doggy Style

    Sebuah survei mengungkapkan bahwa doggy style merupakan gaya bercinta yang paling disukai banyak pasangan. Selain tidak sulit untuk dilakukan, doggy style diklaim dapat memberikan penetrasi yang lebih dalam, sehingga kenikmatan bercinta jadi makin maksimal.

    Untuk melakukan doggy style, istri hanya perlu berlutut sambil menopang tubuh dengan telapak tangan atau siku, sementara suami melakukan penetrasi dari belakang. Suami bisa memegang pinggul, pinggang, atau bahkan meremas payudara istri dari belakang untuk menambah rangsangan. Jika istri mengizinkan, suami juga bisa sedikit menjambak rambut istri untuk semakin menambah intensitas.

    2. Face-Off

    Face-off adalah posisi bercinta yang cocok untuk pria dengan penis berukuran kecil. Alih-alih penetrasi, posisi ini lebih mengutamakan gerakan saat penis berada di dalam vagina. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan pasangan untuk berciuman dan merangsang titik sensitif, sehingga semakin menambah gairah.

    Untuk melakukan posisi ini, suami hanya perlu duduk di kursi, sofa, atau pinggir kasus. Kemudian, istri ‘menduduki’ suami untuk melakukan penetrasi. Suami kemudian bisa mengontrol tempo dengan memegang dan menggerakkan pinggul istri.

    3. Little Dipper

    Posisi ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam serta akses untuk merangsang klitoris. Pakar terapi seks, Ian Kerner, PhD, mengungkapkan klitoris memiliki ujung saraf yang lebih banyak dibanding vagina, namun jarang mendapat rangsangan lewat posisi bercinta yang standar.

    “Karena itu posisi yang memungkinkan rangsangan klitoris dan penetrasi vagina yang dalam (seperti Little Dipper) idea bagi orang-orang dengan penis yang kecil,” ujarnya.

    Untuk melakukan posisi ini, istri perlu duduk di atas suami untuk bisa melakukan penetrasi. Kemudian, suami mengangkat tubuhnya sambil bertumpu pada kasur, sofa, atau kursi tempat sandaran. Jika dilakukan dengan benar, maka pasutri yang melakukan posisi ini sekilas terlihat seperti huruf T.

    4. Cowgirl

    Ada banyak alasan mengapa posisi cowgirl kerap dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Mulai dari memberikan rangsangan terhadap klitoris, hingga memungkinkan istri untuk mengetahui dan menemukan titik rangsangan pada tubuhnya sendiri. Belum lagi beragam variasi yang bisa memberikan sudut penetrasi yang berbeda, membuat cowgirl selamanya menjadi salah satu posisi favorit bagi banyak pasutri.

    Untuk melakukan posisi ini, suami hanya tinggal berbaring telentang di kasur atau lantai. Istri kemudian bisa ‘menaiki’ tubuh suami untuk melakukan penetrasi. Jika posisi ini dirasa kurang pas, coba lakukan variasi, seperti squatting cowgirl, untuk memungkinkan penetrasi yang lebih dalam serta akses rangsangan klitoris yang lebih banyak.

    5. G-Whiz

    Ada dua alasan mengapa posisi G-Whiz memuaskan untuk dilakukan. Pertama, pinggang istri sedikit terangkat pada posisi ini, sehingga memungkinkan suami untuk mengendalikan intensitas penetrasi. Kedua, posisi ini memungkinkan suami maupun istri mengeksplor sisi dominan dan submisifnya, sehingga membuat aktivitas seksual menjadi lebih erotis.

    Untuk melakukan posisi ini, istri perlu berbaring di tempat tidur atau lantai. Lalu, naikkan kedua lutut hingga sejajar dengan dada, sehingga pinggul menjadi sedikit terangkat. Saat melakukan penetrasi, suami juga bisa menyandarkan kedua kaki istri ke dadanya untuk menambah kedalaman sudut penetrasi.

    6. Flatiron

    Flatiron bisa dibilang sebagai salah satu variasi doggy style. Jika doggy style lebih menekankan pada kedalaman penetrasi, flatiron lebih fokus pada gesekan antara penis dan dinding vagina saat penetrasi.

    “Karena pinggang wanita berada dalam posisi yang lebih tertutup ketimbang terbuka, maka gesekan pada dinding vagina menjadi lebih besar,” tutur pakar terapi seks dan keluarga, Holly Richmond, PhD.

    Untuk melakukan posisi ini, istri terlebih dulu berbaring tengkurap di atas kasur atau permukaan yang datar. Kemudian, sambil sedikit mengangkat pinggul istri, suami melakukan penetrasi dari belakang. Pada posisi ini, istri bisa merapatkan kedua kakinya, sehingga menciptakan sensasi dinding vagina yang lebih sempit. Agar lebih nyaman, istri juga bisa menempatkan bantal di bawah perut sebagai penyangga.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Cara Alami Mengatasi Mr P Loyo, Tak Harus Minum Obat Kuat

    Jakarta

    Performa seksual seorang pria kerap diasosiasikan dengan kemampuan penisnya untuk ‘berdiri maksimal’ dan mempertahankan ereksi. Banyak yang percaya, penis yang ‘tangguh’ dapat memberikan kepuasan bercinta yang lebih maksimal.

    Karenanya, tidak heran jika pria merasa risih ketika penisnya loyo dan tidak bisa perform dengan maksimal. Alhasil, segala cara dilakukan untuk mengembalikan ‘keperkasaan’. Salah satunya dengan mengonsumsi obat kuat.

    Namun, obat kuat tak harus selalu menjadi solusi mengatasi penis yang loyo. Ada sejumlah cara alami yang bisa dilakukan para pria untuk mengatasi penis yang loyo.


    Mengatasi penis yang loyo

    Dikutip dari WebMD, berikut kiat untuk mengatasi penis loyo yang bisa diterapkan.

    1. Menjaga asupan makanan sehari-hari

    Salah satu cara paling sederhana untuk mengatasi penis yang loyo adalah dengan menjaga pola makan sehari-hari. Terutama, mengurangi kebiasaan makanan yang tidak baik untuk kesehatan jantung.

    Pasalnya, makanan yang tidak baik untuk jantung juga dapat menyebabkan gangguan ereksi. Ini karena makanan-makanan tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh arteri koroner, yang mana juga menimbulkan dampak terhadap aliran darah ke penis. Akibatnya, penis tidak bisa ereksi dengan sempurna karena kekurangan suplai darah yang dibutuhkan.

    Beberapa kebiasaan makan yang dapat memicu hal tersebut di antaranya jarang mengonsumsi buah dan sayuran, terlalu banyak mengonsumsi gorengan, makanan berlemak, dan makanan olahan.

    2. Mempertahankan berat badan ideal

    Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit yang memengaruhi fungsi ereksi penis. Misalnya, diabetes tipe 2.

    Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan pada saraf di seluruh tubuh. Jika kerusakan terjadi pada saraf yang menyokong penis, maka dapat memicu disfungsi ereksi. Karenanya, penting menjaga berat badan tetap ideal sehingga mengurangi risiko terkena penyakit yang dapat memicu disfungsi ereksi.

    3. Menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap stabil

    Seiring waktu, tekanan darah dan kolesterol tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Jika kerusakan terjadi pada pembuluh yang menyuplai darah ke penis, maka hal ini dapat berujung pada disfungsi ereksi.

    Karena itu, pastikan untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mengetahui kadar kolesterol dan tekanan darah, sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

    4. Mengurangi konsumsi minuman beralkohol

    Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan organ hati, saraf, dan mengganggu keseimbangan hormon seks pada pria. Semua hal tersebut dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan membuat penis menjadi loyo di ranjang.

    5. Berolahraga secara rutin dan teratur

    Ada beragam jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah penis loyo. Misalnya, berlari, berenang, dan latihan aerobik lainnya.

    Tapi ingat, perhatikan pula jenis olahraga yang dilakukan. Olahraga yang memberikan tekanan besar pada perineum, area antara skrotum dan anus, dapat memengaruhi pembuluh darah dan saraf yang menyokong penis dan memicu terjadinya disfungsi ereksi.

    6. Hindari posisi bercinta yang riskan

    Percaya atau tidak, beberapa kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh cedera saat melakukan aktivitas seksual. Karena itu, tidak perlu tergesa-gesa saat melakukan aktivitas seksual, dan hindari posisi bercinta yang berisiko.

    7. Berhenti merokok

    Ada sejumlah cara rokok memengaruhi kemampuan ereksi penis. Pertama, merokok dapat menyebabkan kerusakan dan penyumbatan pada pembuluh yang mengalirkan darah ke penis. Alhasil, penis tidak dapat ereksi maksimal meski sudah terangsang.

    Tak hanya itu, kandungan nikotin dalam rokok juga dapat membuat pembuluh arteri menyempit, sehingga menghambat aliran darah ke penis.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 8 Cara Agar Mr P Kuat Ereksi, Bikin Tahan Lama di Ranjang


    Jakarta

    Kebanyakan pria akan merasa kurang percaya diri jika tidak bisa memuaskan pasangan saat bercinta. Rasanya frustasi dan memalukan jika merasa tidak punya kendali atas tubuh Anda sendiri, terutama dalam hal seks.

    Terutama saat penis susah ereksi yang kuat, keras, dan bisa tahan lama. Tidak heran jika masalah ereksi kerap dikaitkan dengan stres dan kecemasan.

    “Secara umum, ereksi yang buruk disebabkan oleh salah satu dari lima hal: penurunan aliran darah, kadar hormon yang tidak normal, pengobatan, fungsi saraf yang tidak normal, dan yang terakhir adalah komponen mental,” jelas ahli urologi sekaligus spesialis kesehatan seksual dan reproduksi pria, Dr Justin Houman, MD.


    Tetapi, masih ada banyak cara untuk mengatasinya. Berikut beberapa tips yang bisa membantu ereksi penis tahan lama:

    1. Kurangi Stres

    Dikutip dari Men’s Health, tingkat stres mungkin berkontribusi pada performa suami di ranjang. Hingga akhirnya itu bisa menyebabkan stres.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang memiliki tingkat stres tinggi lebih sering mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, kinerja seksual terlihat meningkat setelah protokol manajemen stres diterapkan pada para partisipan.

    Ini tidak pernah semudah kedengarannya, namun mengambil langkah untuk menghilangkan stres dapat membuat ereksi bisa lebih tahan lama.

    2. Senam Kegel

    Ahli urologi dan penasihat medis Promescent, Robert Valenzuela, MD, mengatakan otot dasar panggul berperan dalam aktivitas seksual. Kontraksi otot dasar panggul (disebut Kegel) membantu meningkatkan tekanan penis dan kekakuan penis.

    Sederhananya, senam Kegel yaitu kontraksi dan pelepasan otot dasar panggul dapat membantu memperkuat ereksi.

    3. Perhatikan Pola Makan

    Makanan yang buruk bagi jantung ternyata juga buruk bagi penis. Ini masuk akal, karena karena jantung dan penis bergantung pada aliran darah agar dapat berfungsi dengan baik.

    Menurut sebuah penelitian pada tahun 2020, pola makan Mediterania yang mencakup buah-buahan, biji-bijian, lemak yang menyehatkan jantung seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun, anggur merah, dan sayuran adalah awal yang baik.

    “Hubungan antara pola makan Mediterania dan peningkatan fungsi seksual telah terbukti secara ilmiah,” Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual di Rumah Sakit Alvarado di San Diego.

    4. Jangan Lupa Olahraga

    Menurut ahli urologi di Klinik Cleveland, Ryan Berglund, MD, aliran darah adalah kunci ereksi yang sehat, dan tidak ada yang mendorong aliran darah seperti olahraga aerobik. Tidak hanya membuat tetap bugar, tetapi juga membangun oksida nitrat tubuh, yang membantu mempertahankan ereksi.

    5. Berhenti Merokok

    Berdasarkan literatur tahun 2015 menemukan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena disfungsi ereksi dibandingkan populasi pemilik penis lainnya. Ada juga beberapa bukti bahwa merokok mempengaruhi kekuatan dan ukuran ereksi.

    “Selain merusak pembuluh darah, merokok juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan penis itu sendiri, sehingga kurang elastis dan mencegah peregangan,” kata direktur pengobatan seksual di RS Alvarrado, San Diego.

    6. Minum Kopi

    Kopi ternyata bisa membantu ereksi bisa semakin tahan lama. Sebuah studi yang dilakukan oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston menemukan, pria yang mengonsumsi kafein setara dengan 2-3 cangkir kopi per hari lebih kecil kemungkinannya untuk menderita disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang lebih suka bangun dengan minuman bebas kafein.

    7. Sering Jalan Kaki

    Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan pria yang berjalan kaki hanya 3 km sehari memiliki tingkat masalah ereksi yang lebih rendah. Endapan yang menyumbat atau mengeraskan arteri penis juga dapat melemahkan ereksi.

    “Pria cenderung menganggap arteri mereka sebagai pipa sederhana yang bisa tersumbat, padahal sebenarnya ada lebih dari itu,” kata Laurence Levine, MD, ahli urologi di Rush-Presbyterian Medical Center di Chicago.

    Lapisan pembuluh darah tersebut merupakan area yang sangat aktif secara biologis di mana bahan kimia dibuat dan dilepaskan ke dalam aliran darah. Semakin banyak berolahraga, semakin sehat, bersih, dan fleksibel lapisan tersebut.

    8. Tidur yang Cukup

    Setiap malam saat tidur, pria mengalami ereksi selama tiga hingga lima jam. Seseorang mungkin memperhatikan fenomena ini saat terakhir kali buang air kecil pada jam 4 pagi.

    Tidak hanya untuk meningkatkan tenaga, tidur yang cukup juga bisa menjaga agar penis tetap ternutrisi dengan darah yang mengandung oksigen.

    “Secara teori, semakin banyak ereksi di malam hari, jaringan ereksi Anda akan semakin fleksibel. Dan itu dapat membantu menjaga ereksi tetap kuat seiring berjalannya waktu,” jelas Goldstein.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Ciri Mr P Sehat, Salah Satunya Dilihat dari Warnanya


    Jakarta

    Penis merupakan salah satu organ paling penting bagi pria. Karenanya, kesehatan penis harus senantiasa dijaga agar fungsinya tidak terganggu.

    Pertanyaannya, seperti apa indikator penis yang sehat itu? Mungkin banyak yang mengira penis yang sehat adalah yang mampu mempertahankan ereksi atau ejakulasi. Namun, ciri-ciri penis sehat lebih dari itu.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri penis sehat yang harus diketahui kaum pria.


    1. Ada atau tidaknya benjolan

    Kesehatan penis salah satunya dapat dilihat dari tampilan luar penis itu sendiri. Dikutip dari Time of India, benjolan di penis bisa bermacam-macam jenisnya. Meski kebanyakan tidak berbahaya, beberapa benjolan bisa mengindikasikan penyakit tertentu.

    Benjolan bisa disebabkan oleh penyumbatan pada kelenjar kelenjar sabaceous. Hal ini dapat memicu kista, yakni kantung jaringan berisi nanah atau cairan. Kebanyakan kista akan hilang dengan sendirinya, tapi ada juga yang bisa menjadi lebih parah dan menimbulkan rasa sakit.

    2. Tingkat kelengkungan

    Saat ereksi, penis mungkin akan melengkung ke kanan atau kiri. Sebenarnya ini adalah hal yang normal. Namun, jika penis terlalu melengkung, maka bisa menjadi tanda penyakit, salah satunya Peyronie.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, penis yang normal memiliki derajat kelengkungan 5-30 derajat.

    3. Warna penis

    Umumnya, penis yang sehat memiliki warna sama dengan kulit tubuh. Kendati demikian, beberapa orang juga bisa memiliki warna penis satu atau dua tingkat lebih gelap atau lebih terang dari warna kulitnya. Penis normal juga bisa memiliki warna yang sedikit kemerahan atau kecoklatan.

    Namun, perubahan warna yang terjadi tiba-tiba, seperti bertambah gelap atau terang, perlu diwaspadai. Sebab, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi penyakit, termasuk kanker penis.

    4. Cairan yang keluar

    Selain urine, penis juga mengeluarkan cairan saat ejakulasi. Umumnya, cairan tersebut berwarna putih susu atau agak kekuningan. Namun, warna dan teksturnya dapat berubah karena beberapa faktor, seperti makanan atau obat-obatan.

    Selain saat buang air kecil dan ejakulasi, cairan yang keluar dari penis dapat menjadi indikasi beragam kondisi, seperti penyakit menular seksual, peradangan, ataupun infeksi saluran kemih.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy