Tag: mr p

  • Bentuk Mr P yang Menjadi Pertanda Penyakit, Waspadai Ciri-cirinya

    Jakarta

    Selama terjadi rangsangan seksual, penis akan memanjang dan kaku ketika darah mengalir ke ruang-ruang seperti spons di dalamnya. Namun, pada beberapa kasus bentuknya bisa cenderung ‘bengkok’.

    Biasanya hal ini disebabkan oleh anatomi penis pria yang berbeda. Bisa juga dipicu penyakit ‘Peyronie Disease’ yang berdampak pada ereksi menyakitkan.

    Penis yang sedikit melengkung ke kiri atau ke kanan saat ereksi merupakan hal yang umum terjadi. Namun, jika penismelengkung lebih signifikan hingga merasa sakit atau kesulitan saat berhubungan intim, hal ini harus diwaspadai.

    Mr P dapat mengalami fraktur saat berhubungan seks atau cedera akibat olahraga atau kecelakaan lainnya.


    Penyakit Peyronie, atau Peyronie’s Disease, terjadi ketika jaringan parut terbentuk di bawah kulit penis yang menyebabkan ereksi bengkok. Cedera penis dan operasi saluran kemih tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

    Dikutip dari National Health Service, kondisi ini bisa terjadi pada usia berapa pun, tetapi sebagian besar menyerang pria berusia di atas 40 tahun.

    Gejala Penyakit Peyronie

    • Terdapat area yang menebal atau benjolan keras (plak) di batang penis
    • Penis melengkung saat ereksi
    • Rasa sakit saat ereksi
    • Berkurangnya panjang atau ketebalan penis

    Beberapa pria dengan kondisi ini merasakan nyeri pada oenis mereka, sementara yang lain tidak merasakannya. Rasa sakit mungkin akan membaik seiring berjalannya waktu.

    Namun pada kasus yang parah, lekukan pada penis dapat membuat hubungan seks menjadi sulit, menyakitkan, atau bahkan tidak mungkin dilakukan. Penyakit Peyronie juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

    Penyebab Penyakit Peyronie

    Penyebab Peyronie’s disease belum diketahui secara pasti. Diperkirakan, kondisi ini kadangkala terjadi setelah cedera pada penis saat ereksi, seperti tertekuk saat berhubungan seks. Namun, kondisi ini dapat berkembang tanpa penyebab yang jelas sehingga faktor genetik dan lingkungan mungkin berperan di dalamnya.

    Tahapan Penyakit Peyronie

    Dikutip dari Cleaveland Clinic, penyakit Peyronie memiliki dua tahap, yakni akut dan kronis.

    Akut

    Tahap akut berlangsung antara enam dan 12 bulan. Selama periode ini, jaringan parut terbentuk di bawah kulit penis, menyebabkannya melengkung atau berubah bentuk. Rasa nyeri mungkin terasa saat Mr P ereksi atau lunak.

    Kronis

    Jaringan parut tidak lagi tumbuh selama tahap kronis. Kelengkungan pun tidak akan bertambah parah. Rasa sakit biasanya hilang selama fase kronis, tetapi kadang-kadang dapat berlanjut, terutama saat mengalami ereksi.

    Disfungsi ereksi (DE) dapat terjadi selama fase ini.

    Kapan Mengunjungi Dokter?

    Kunjungi dokter segera apabila melihat tanda-tanda atau mengalami gejala penyakit Peyronie. Perawatan dini akan memberi kesempatan terbaik untuk memperbaiki kondisi atau mencegahnya menjadi lebih buruk.

    Jika telah lama mengalami kondisi ini, temui dokter jika rasa sakit, kelengkungan, panjang, atau kelainan bentuk lainnya mengganggu diri atau pasangan.

    (Syifaa F Izzati/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Cara Memperbesar Mr P Secara Alami Tanpa Operasi

    Jakarta

    Bagi sebagian besar kaum pria, ukuran penis adalah sesuatu yang sangat penting. Pasalnya, ada sejumlah stereotip tentang ukuran penis yang masih dipercaya oleh banyak orang.

    Misalnya, banyak orang yang beranggapan pria dengan ukuran penis yang besar lebih ‘terampil’ soal urusan ranjang. Penis yang besar juga disebut-sebut dapat memberikan kepuasan seksual yang lebih besar saat bercinta. Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan tersebut, ukuran penis juga dapat memengaruhi tingkat kepercayaan seorang pria.

    Karenanya, tidak heran jika banyak pria yang sampai melakukan berbagai cara untuk memperbesar alat vitalnya, seperti operasi atau implan. Hanya saja, prosedur tersebut tidak sepenuhnya efektif dan berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan.


    Kendati demikian, ada loh cara untuk membuat Mr P tampak lebih besar tanpa harus menjalani prosedur medis. Mengejutkannya lagi, cara membuat penis tampak lebih besar juga tidaklah sesulit yang dibayangkan.

    Dikutip dari Men’s Health, berikut tips membuat penis tampak lebih besar yang dipaparkan oleh pakar urologi dan dokter bedah pelvis, dr Rena Malik.

    1. Mencukur bulu kemaluan

    Percaya atau tidak, memangkas bulu kemaluan merupakan salah satu trik yang bisa membuat penis tampak lebih besar. dr Malik mengungkapkan bulu kemaluan yang terlalu tebal dapat ‘menyembunyikan’ sebagian dari penis.

    “Hanya dengan memangkasnya, Anda bisa membuat penis tampak lebih panjang,” ujarnya.

    Perut buncit juga bisa membuat penis tampak lebih kecil. dr Malik menjelaskan jaringan ereksi pada penis terletak di dalam pelvis di belakang tulang kemaluan dan area perineal. Saat seseorang mengalami obesitas, maka lemak cenderung akan menumpuk di area tersebut sehingga membuat penis terlihat kecil.

    3. Mengelola stres

    Stres juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi ukuran penis. dr Malik mengungkapkan ketika seseorang merasa stres atau cemas, maka otot-ototnya akan berkontraksi dan membuat penis mengerut.

    Bila stres dan ansietas terkelola dengan baik, maka otot-otot tersebut akan menjadi rileks, sehingga bisa membuat penis tampak lebih panjang.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ramai-ramai Pria Coba ‘Jelqing’ untuk Perbesar Mr P, Pakar Soroti Bahayanya


    Jakarta

    Teknik untuk memperbesar alat vital tengah viral dan dicoba kaum Adam. Teknik ‘jelqing’ yang viral ini dilakukan dengan menarik-narik penis berulang kali untuk membuatnya terlihat lebih besar.

    Jelqing’ merupakan metode yang melibatkan penekanan kuat ibu jari dan telunjuk pada pangkal penis yang setengah tegak, dan mendorongnya ke depan. Gerakan yang diberikan pada penis akan menyebabkan robekan berukuran mikro di dalam jaringan penis yang membuat alat vital terlihat lebih besar.

    Namun, para dokter tidak menyarankan pria melakukan tren ini. Ahli urologi Dr Rena Malik menegaskan itu bisa menyebabkan kerusakan permanen pada penis.

    “Melakukan latihan semacam ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis. Teknik ini dapat menyebabkan mati rasa pada penis dengan merusak saraf pada penis,” jelas Dr Rena Malik yang dikutip dari New York Post, Kamis (1/2/2024).


    “Tren ini lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Dan juga dapat menyebabkan memar yang menyakitkan serta masalah pada arteri dan vena di area tersebut,” sambungnya.

    Sebuah postingan blog di situs pengobatan disfungsi ereksi Hims, yang diulas oleh Dr Mike Bohl, memperingatkan bahwa ‘jelqing’ juga dapat menyebabkan penyakit Peyronie. Kondisi ini menyebabkan ereksi terasa menyiksa karena penis akan terlihat melengkung,

    Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit Peyronie membuat penis menjadi menjadi bengkok dan pendek. Perubahan fisik pada penis seringkali menjadi lebih buruk dalam satu tahun pertama.

    Teknik jelqing bisa memicu kerusakan jaringan parut di penis sehingga memicu penyakit Peyronie. Penyakit ini dapat diobati dengan beberapa prosedur yang sama yang digunakan untuk pemanjangan dan penebalan penis.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 7 Makanan agar Mr P Tetap ‘Perkasa’, Biar Istri Makin Sayang

    Jakarta

    Penis adalah salah satu organ paling penting bagi seorang pria, terutama bagi yang sudah menikah dan berumah tangga. Sebab, penis merupakan organ paling utama untuk memuaskan istri lewat aktivitas seksual.

    Karenanya, kesehatan penis harus senantiasa dijaga. Jika sudah loyo dan mengalami gangguan, seperti disfungsi ereksi, dapat mengganggu kehidupan seksual pasutri dan berpotensi merusak keharmonisan hubungan.

    Kabar baiknya, menjaga kesehatan penis tidak sulit kok. Salah satunya dengan mengonsumsi sejumlah makanan yang dapat menyehatkan penis.


    Makanan yang Bisa Bikin Mr P Sehat dan Perkasa

    Dikutip dari situs Proactive Men’s Medical Center, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki makanan untuk menyehatkan penis di antaranya:

    • Dapat meningkatkan sirkulasi darah
    • Mengandung oksida nitrat, senyawa penting yang membantu melancarkan peredaran darah
    • Mengandung arginine, prekursor oksida nitrat

    Lantas, apa saja makanan yang memiliki kriteria tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

    1. Semangka

    Semangka mengandung senyawa bernama sitrulin, zat yang juga berperan sebagai prekursor oksida nitrat. Karenanya, mengonsumsi semangka dapat meningkatkan ereksi lantaran bisa merilekskan pembuluh darah, sehingga darah mengalir dengan lebih lancar ke penis.

    2. Sayuran berdaun hijau

    Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kaya akan oksida nitrat sehingga dapat membantu melebarkan pembuluh arteri dan melancarkan sirkulasi darah. Sebuah studi menemukan orang yang mengonsumsi sayur bayam yang disajikan dalam sup bersama dengan bawang, kaldu ayam, dan lada hitam dapat meningkatkan jumlah nitrat dalam tubuh secara signifikan.

    Selain bayam, sayuran berdaun hijau lain seperti kale dan arugula, juga dapat memberikan manfaat yang serupa bagi kesehatan penis.

    3. Ikan salmon

    Daging ikan salmon mengandung vitamin D tinggi yang sangat bermanfaat untuk menunjang kesehatan pembuluh darah. Dikutip dari situs Modern Heart and Vascular, vitamin D dapat memperkuat dinding pembuluh darah dan memungkinkan darah mengalir dengan lebih lancar sekaligus mengurangi risiko peradangan.

    Asupan vitamin D juga dapat mencegah disfungsi endotel, yakni penyempitan pada pembuluh darah yang membuat arteri, pembuluh darah, dan organ dalam tubuh tidak mampu mengedarkan darah dengan baik.

    4. Kacang-kacangan

    Beragam jenis kacang-kacangan, seperti almond, walnut, dan pistachio memiliki khasiat yang dapat membantu memelihara kesehatan pembuluh darah. Almond dan walnut merupakan sumber kolesterol HDL (high-density lipoprotein) yang dapat membersihkan kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dari pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya penyumbatan atau aterosklerosis.

    Sementara, pistachio kaya akan arginine yang dapat meningkatkan produksi nitrat oksida dalam tubuh dan memelihara kesehatan pembuluh darah.

    5. Jeruk dan blueberi

    Jeruk dan blueberi mengandung senyawa antioksidan bernama flavonoid yang berkhasiat dalam meningkatkan aliran darah. Hal ini membuat penis lebih mudah ereksi ketika menerima rangsangan.

    Kandungan flavonoid tersebut juga menjadikan jeruk dan blueberi sebagai ‘superfood’ bagi pengidap disfungsi ereksi. Studi yang dilakukan Oxford University menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan flavonoid dapat mengurangi risiko disfungsi ereksi sebesar 9-11 persen.

    6. Coklat hitam

    Sama halnya seperti jeruk dan blueberi, coklat hitam juga mengandung senyawa flavonoid yang dapat membantu menyehatkan pembuluh darah. Tapi perlu diingat, coklat hitam juga mengandung gula dan lemak sehingga konsumsinya harus dibatasi agar tidak meningkatkan risiko obesitas.

    7. Kopi

    Tak hanya makanan, beberapa minuman tertentu juga bisa membantu memelihara kesehatan penis. Salah satunya adalah kopi.

    Pasalnya, kandungan kafein dalam kopi dapat merilekskan otot penis sehingga darah dapat mengalir dengan lebih lancar pada area tersebut. Tak hanya itu, studi juga menyebutkan pria yang minum sekitar 170-375 miligram kafein setiap hari, atau 2-3 cangkir kopi, memiliki risiko mengalami disfungsi yang lebih rendah dibanding mereka yang jarang minum kopi.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Suami Harus Tahu! Ini Sederet Cara Ampuh untuk Memperbesar Mr P Secara Alami

    Jakarta

    Bagi sebagian besar kaum pria, ukuran penis adalah hal yang sangat penting. Sebab, ukuran alat vital kerap dikaitkan dengan ‘kejantanan’ di ranjang dan performa seksual. Semakin besar ukuran penis, konon semakin perkasa pria tersebut di tempat tidur.

    Meski teori tersebut sudah dibantah berkali-kali, anggapan tentang ukuran penis masih melekat di masyarakat. Tidak heran jika masih banyak pria yang mencari cara untuk membesarkan alat vital mereka.

    Tak jarang, obat-obatan menjadi opsi andalan untuk memperbesar ukuran penis. Apalagi, saat ini ada banyak obat pembesar penis yang dijual secara online. Padahal, khasiat obat-obatan tersebut belum tentu terbukti dan dijamin keamanannya.


    Alih-alih menggunakan obat yang tidak jelas, lebih baik mengandalkan cara alami untuk memperbesar ukuran alat vital pria. Apa saja?

    Cara Alami untuk Memperbesar Alat Vital Pria

    1. Mengonsumsi Bahan-bahan Herbal Tertentu

    Ada banyak bahan-bahan alami yang dipercaya dapat memperbesar ukuran alat vital pria. Mulai dari ginkgo biloba, ginseng merah, pasak bumi, safron, dan masih banyak lagi. Umumnya, bahan-bahan herbal tersebut bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis, sehingga penis menjadi terlihat lebih besar dan keras saat ereksi.

    Selain memperbesar ukuran, bahan-bahan alami tersebut juga disebut dapat meningkatkan gairah seksual, durasi ereksi, stamina, hingga kepuasan bercinta secara keseluruhan.

    2. Berolahraga

    Olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh. Siapa sangka, ternyata rutin berolahraga juga bisa memperbesar ukuran alat vital pria secara alami loh.

    Dikutip dari Lybrate, berolahraga secara teratur dapat memengaruhi ukuran penis secara signifikan, memanjangkan ukuran, serta meningkatkan kesehatan penis. Tak hanya itu, berolahraga juga dapat membantu meningkatkan aliran darah ke organ tubuh, termasuk ke penis. Hal ini tentunya dapat meningkatkan ereksi dan performa seksual.

    3. Berhenti Merokok

    Merokok adalah salah satu kebiasaan tidak sehat yang sayangnya digandrungi oleh banyak orang. Selain berdampak buruk untuk paru-paru, rokok ternyata juga bisa memengaruhi fungsi seksual.

    Pasalnya, zat dalam rokok dapat memicu penyumbatan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah ke organ tubuh, termasuk penis. Padahal untuk bisa ereksi, tubuh harus mengalirkan darah ke penis. Jika aliran tersebut terhambat, maka pria akan semakin sulit untuk ereksi, dan dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi.

    4. Jelqing

    Ada beberapa latihan tertentu yang dapat membantu memperbesar ukuran penis. Salah satunya adalah jelqing.

    Jelqing adalah teknik memijat khusus untuk ‘meregangkan’ otot penis. Tujuannya adalah untuk menciptakan sobekan pada jaringan otot penis, yang ketika pulih akan membuat penis semakin panjang dan tebal. Namun, tetap ada catatan, teknik ini cukup berisiko untuk asal dilakukan karena dapat menyebabkan iritasi pada penis jika memijat terlalu keras atau sering.

    5. Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

    Mungkin banyak bapak-bapak yang bertanya, apa sih kaitan antara mengonsumsi buah dan sayur terhadap ukuran penis? Dikutip dari Healthline, buah dan sayur umumnya memiliki sifat antiperadangan yang dapat melawan radikal bebas dalam pembuluh darah. Hal ini membuat aliran darah dalam tubuh semakin lancar, yang secara tidak langsung dapat membuat ukuran penis saat ereksi tampak lebih besar.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Cara Alami untuk Memperbesar Mr P, Aman Tanpa Rasa Sakit


    Jakarta

    Apakah Mr P yang besar lebih menjamin aktivitas seks yang lebih nikmat? Lantas jika ingin memperbesar Mr P dengan cara yang aman tanpa menggunakan obat-obatan dan metode operasi, bagaimana cara alaminya?

    Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kali muncul di benak pria. Pasalnya, data tren pencarian internet menunjukkan bahwa banyak pria melakukan pencarian perihal bagaimana mereka dapat memperbesar ukuran Mr P.

    Data dari Google Trends mengungkapkan bahwa pencarian untuk pembesar alat vital pria meningkat lebih dari 100 persen antara 2021 dan 2022, dikutip dari The Sun.


    Mengetikkan pertanyaan tersebut di Google mungkin akan memunculkan banyak pilihan pula. Beberapa pilihan, seperti ‘jelqing’ atau lotion dan pil, mungkin dapat membuahkan hasil atau malah berbahaya. Selain itu, terdapat pula opsi yang lebih berisiko, yakni operasi Mr P.

    Lantas, ada nggak sih cara memperbesar Mr P tanpa rasa sakit atau efek samping yang berbahaya? Jangan khawatir, ternyata ada caranya, lho!

    Menurut National Health Service (NHS UK), berikut adalah 3 cara sederhana dan tanpa rasa sakit untuk menambah ilusi Mr P yang lebih besar dan panjang.

    1. Hempaskan perut buncit

    “Banyak pria yang mengkhawatirkan ukuran penis mereka umumnya memiliki masalah citra tubuh secara keseluruhan,” ungkap Prof Kevan Wylie, seorang konsultan penyakit kelamin, kepada NHS.

    “Yang terjadi adalah mereka cenderung memfokuskan citra tubuh mereka yang buruk pada penis mereka,” sambungnya.

    Kelebihan berat badan dapat membuat pria merasa rendah diri dan memiliki citra tubuh yang buruk secara keseluruhan.

    Selain itu, perut buncit yang menggantung di atas Mr P dapat membuatnya terlihat lebih kecil. Walhasil, jika ingin kejantanan tampak lebih besar, hilangkanlah perut buncit dengan gaya hidup yang sehat.

    2. Pangkas rambut kemaluan

    Gundukan rambut kemaluan dapat membuat Mr P terlihat lebih kecil dari yang sebenarnya. Menjaga rambut di bawah sana dalam kondisi yang rapi dapat membuat Mr P lebih menonjol. Hal ini juga akan sangat membantu untuk membuatnya terlihat memiliki ukuran yang layak.

    3. Tingkatkan kebugaran

    Tak perlu diragukan lagi, jika seseorang merasa dirinya menarik, kehidupan seksnya pun akan mendapat manfaatnya.

    Untuk menjadi individu yang menarik secara fisik, memiliki tubuh yang bugar adalah kunci. Terlebih, menjaga kebugaran juga akan membuat seseorang nyaman dengan tubuhnya sehingga meningkatkan kepercayaan diri.

    Tidak perlu mendaftar keanggotaan gym yang mahal, mulailah menjadi bugar dengan aktivitas sederhana seperti jogging.

    Ketiga cara di atas tidak membuat Mr P membesar secara fisik, tetapi akan membuatnya tampak lebih besar. Jika benar-benar ingin memperbesar Mr P beberapa inci, konsultasikan dengan dokter tentang pilihan aman yang tersedia.

    Selain itu, cobalah temui ahli seperti psikolog jika sering merasa khawatir akan ukuran Mr P. Tak jarang, kekhawatiran ini berasal dari masalah kepercayaan diri yang mendalam.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Penyebab Penis Bengkok pada Pria, Kondisinya Bisa Sefatal Ini

    Jakarta

    Penis bengkok ke kiri atau ke kanan saat ereksi adalah hal normal yang bisa terjadi pada pria. Namun, di beberapa kasus, penyebab penis bengkok bisa dikarenakan penyakit yang tidak disadari.

    Ketika penis mendapat rangsangan seksual, aliran darah akan mengalir ke ruang seperti spons di dalam penis dan membuatnya ereksi. Jika aliran darah tersebut tidak mengalir secara merata ke ruang-ruang tersebut, dapat menyebabkan penis melengkung saat ereksi.

    Sebenarnya, penis sedikit melengkung saat ereksi adalah kondisi yang normal. Tapi apabila bengkoknya tidak wajar,dan disertai rasa nyeri atau sakit, bisa jadi pertanda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja kondisi yang bisa menyebabkan penis menjadi bengkok itu?


    Penyebab Penis Bengkok

    1. Cedera

    Cedera penis bisa terjadi saat melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau berhubungan seks. Salah satu jenis cedera yang bisa terjadi adalah patah penis.

    Patah penis berbeda dengan patah tulang, karena organ itu sendiri tidak memiliki tulang. Patah penis adalah kondisi ketika penis yang sedang ereksi tiba-tiba membengkok secara paksa atau tiba-tiba, sehingga menyebabkan trauma pada pembuluh darah.

    Patah penis biasanya terjadi ketika berhubungan seks, yakni ketika penis secara tidak sengaja keluar dari vagina dan ‘menabrak’ pelvis. Patah penis juga bisa terjadi apabila seorang pria terlalu agresif saat masturbasi.

    2. Peyronie

    Peyronie adalah kondisi ketika terjadi pembentukan jaringan parut, atau yang disebut juga dengan plak, pada sepanjang batang penis sehingga membuatnya bengkok saat ereksi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tapi umumnya lebih sering terjadi pada pria berusia 40 tahun ke atas.

    Peyronie dapat menyebabkan gejala yang cukup mengganggu, hingga bahkan membuat pengidapnya tidak bisa berhubungan seks. Gejala peyronie di antaranya rasa nyeri pada penis, penis membengkok secara tidak wajar, muncul penebalan di bawah lapisan kulit penis, serta perubahan ukuran dan ketebalan penis.

    Pengidap peyronie juga bisa saja mengalami disfungsi ereksi yang membuatnya kesulitan untuk ereksi atau mempertahankan ereksi.

    3. Gangguan Autoimun

    Penis bengkok juga bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti lupus, sindrom Sjogren, dan lain sebagainya. Pasalnya, penyakit autoimun dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan membuatnya menyerang jaringan yang ada dalam tubuh, termasuk penis. Hal inilah yang berpotensi menjadi penyebab penis bengkok saat ereksi.

    4. Kelainan Kolagen

    Kelainan kolagen umumnya terjadi karena faktor keturunan. Hal ini dapat menyebabkan pengerasan pada kolagen yang ada di jaringan parut dominan, sehingga menghambat aliran darah menuju penis. Kondisi inilah yang dapat membuat penis menjadi bengkok saat ereksi.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 10 Alasan Mr P Terasa Nyeri Setelah Berhubungan Intim


    Jakarta

    Rasa sakit saat atau setelah berhubungan seks pada pria adalah hal yang umum dan seringnya dapat diobati.

    Adapun penyebab penis terasa sakit setelah berhubungan intim dapat berkisar dari masalah saraf, kondisi kulit, hingga kecemasan.

    Rasa sakit akibat penyebab-penyebab tersebut dapat mempengaruhi kenikmatan seks, performa, bahkan menyebabkan seseorang kehilangan minat pada seks dari waktu ke waktu.


    Dikutip dari Health, berikut adalah 10 penyebab penis terasa sakit setelah bercinta.

    1. Penis bengkok

    Penyakit Peyronie, atau yang dikenal sebagai penis bengkok, adalah penyebab umum rasa sakit pada penis. Rasa sakit yang terjadi saat berhubungan seks dapat menjadi tanda awal kondisi ini.

    Penyebab penyakit Peyronie belum diketahui secara jelas, tetapi para peneliti menduga cedera penis atau penyakit autoimun dapat memicunya.

    2. Herpes genital

    Jika seseorang mengalami luka yang menyakitkan atau ruam melepuh pada alat kelamin, ia mungkin mengidap herpes. Infeksi menular seksual (IMS) yang umum terjadi dan dapat menyerang semua jenis kelamin.

    Herpes genital disebabkan oleh salah satu dari dua jenis virus herpes simpleks (HSV). HSV-2 adalah penyebab utama herpes genital, tetapi seseorang juga dapat tertular dari HSV-1, yaitu virus yang menyebabkan luka mirip sariawan di mulut.

    3. Peradangan kepala penis

    Pembengkakan pada kulup penis, yang disebut balanitis, sering kali disebabkan oleh infeksi, alergi, atau iritasi kulit lainnya. Salah satu gejala awalnya adalah penis terasa nyeri atau kemerahan pada kulit.

    Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang tidak disunat atau memiliki diabetes yang tidak terkontrol. Balanitis biasanya disebabkan oleh infeksi jamur meskipun infeksi virus dan bakteri juga dapat terjadi.

    4. Masalah saraf

    Olahraga yang melibatkan benturan pada selangkangan atau duduk dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan cedera pada saraf pudendal. Saraf ini berfungsi untuk menyuplai sensasi ke area genital.

    Hubungan seks yang menyakitkan adalah salah satu dari banyak kemungkinan gejala neuralgia pudendal, yaitu rasa sakit pada satu atau lebih area yang dipersarafi oleh saraf pudendal.

    5. Prostatitis

    Jika terasa sakit saat ejakulasi, hal ini sering kali merupakan tanda prostatitis atau peradangan pada prostat.

    Prostatitis dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di area sekitar anus, penis, testis, dan perut atau punggung bagian bawah. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk komplikasi saluran kemih dan infeksi menular seksual (IMS).

    6. Frenulum pendek atau ketat

    Frenulum adalah lapisan kulit di bagian bawah penis yang mengikat kepala penis ke kulup. Frenulum yang pendek atau ketat (frenulum breve) dapat menyulitkan kulup untuk ditarik kembali.

    Saat ereksi, jaringan yang ketat tersebut dapat memiringkan kepala penis ke bawah sehingga mengakibatkan ereksi yang menyakitkan.

    7. Kondisi kulit

    Orang dengan psoriasis, contohnya, dapat mengalami bercak bersisik pada alat kelamin mereka. Pada pria, ruam dapat muncul pada kelenjar, batang, testis, area kemaluan, bokong, perineum (area antara anus dan skrotum), dan semua lipatan kulit yang berdekatan.

    Selain itu, jika terlihat bercak-bercak putih tipis pada penis, seseorang mungkin menderita lichen sclerosis. Kondisi ini menyebabkan kulit tidak merata, perubahan warna, dan penipisan kulit. Orang dengan kondisi ini dapat mengalami robekat pada kulit penis saat berhubungan intim atau saat ereksi.

    8. Kulup yang ketat

    Jika tidak disunat, kulup, yang menutupi kepala penis, akan tertarik ke belakang saat ereksi. Ketika lipatan kulit tersebut tersangkut atau menyempit di ujungnya dan tidak dapat ditarik kembali, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit. Kondisi ini disebut fimosis.

    Fimosis lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak yang berjenis kelamin laki-laki. Pada orang dewasa, hal ini sering kali disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang mendasari atau cedera pada kulup.

    9. Ketegangan atau kecemasan

    Rasa sakit pada area genital juga dapat dikaitkan dengan stresor emosional. Satu studi menemukan bahwa pria dengan nyeri panggul memiliki tingkat kecemasan dan tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami nyeri sama sekali.

    10. Terlalu banyak berhubungan seks

    Penis akan terasa sakit jika seseorang melakukan hubungan seks lebih banyak dari biasanya. Namun, ketidaknyamanan karena alasan ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

    Temui penyedia layanan kesehatan jika mengalami gejala yang bermasalah atau terjadi secara terus-menerus. Gejala-gejala lainnya yang dapat terjadi meliputi perubahan pada air mani, keluarnya cairan, pembengkakan pada area genital, dan timbul benjolan atau lesi.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kenali Small Penis Syndrome, Banyak Dialami Pria yang Cemas Mr P Terlalu Kecil

    Jakarta

    Pengidap sindrom penis kecil tidak sesungguhnya memiliki Mr P yang kecil, tetapi mengalami kecemasan terus-menerus tentang ukuran Mr P mereka. Orang dengan kondisi ini khawatir bahwa ukuran genitalnya terlalu kecil atau menganggap orang lain akan mencemooh mereka karena ukurannya.

    Dikutip dari Medical News Today, beberapa dokter menyebut sindrom penis kecil sebagai gangguan dismorfik penis atau penile dysmorphic disorder (PDD). Adapun kondisi ini termasuk sebagai variasi dari gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD).

    Apa itu Sindrom Penis Kecil?

    Orang dengan sindrom penis kecil atau PDD tidak benar-benar memiliki Mr P yang kecil. Namum, mereka sangat cemas dengan ukuran Mr P mereka.


    Memiliki Mr P yang kecil sendiri bukanlah diagnosis medis. Terlebih, sangat jarang seseorang mengidap mikropenis hingga mengganggu fungsi seksual mereka.

    PDD adalah salah saju jenis BDD, yakni gangguan yang mendistorsi persepsi seseorang terhadap tubuhnya. BDD dapat memicu kecemasan yang luar biasa pada seseorang mengenai penampilannya.

    Orang dengan PDD merasa malu dan cemas dengan ukuran Mr P-nya. Mereka mungkin secara keliru percaya bahwa mereka memiliki mikropenis, bahkan ketika ukuran Mr P mereka normal.

    Gejala Sindrom Penis Kecil

    Perlu diketahui bahwa merasa khawatir sesekali akan ukuran Mr P merupakan hal yang umum pada pria, terutama jika mereka merasa tertekan akibat melihat alat kelamin pria yang lebih besar dalam pornografi.

    Namun, orang dengan sindrom ini secara obsesif mengkhawatirkan ukuran Mr P mereka.
    Beberapa gejalanya termasuk:

    • Terus-menerus membandingkan ukuran Mr P mereka dengan orang lain, termasuk yang diperlihatkan media
    • Meyakini bahwa Mr P-nya sangat kecil meskipun sebenarnya tidak
    • Memiliki persepsi yang menyimpang tentang ukuran Mr P
    • Memiliki penilaian yang sangat tinggi pada ukuran Mr P
    • Merasa malu minder dengan ukuran Mr P
    • Mengalami kesulitan berhubungan seks karena kecemasan tersebut
    • Berkurangnya fungsi seksual, termasuk dalam mengalami ereksi atau orgasme.

    Beberapa orang dengan sindrom penis kecil memiliki gejala gangguan dismorfik tubuh (BDD), seperti:

    • Terobsesi dengan penampilan
    • Perilaku berulang atau kompulsif yang berkaitan dengan penampilan, seperti dandan atau membeli pakaian
    • Tidak nyaman dengan penampilan
    • Depresi atau kecemasan tentang penampilan

    Meskipun tampak serupa, sindrom penis kecil bukanlah diagnosis medis, sedangkan dokter dapat mendiagnosis seseorang menderita BDD.

    Cara Mengatasi Sindrom Penis Kecil

    Jika merasa cemas atau khawatir dalam level yang ringan hingga sedang, mencari informasi tentang ukuran rata-rata Mr P atau bertanya kepada dokter tentang apa yang dianggap sebagai mikropenis dapat membantu.

    Jika seseorang khawatir tentang performa seksualnya, mereka mungkin akan merasa lebih nyaman dengan dukungan dan kepastian dari pasangan mereka. Pasalnya, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita heteroseksual merasa puas dengan ukuran penis pasangannya.

    Perawatan medis dapat membantu pria dengan BDD atau kecemasan tentang ukuran Mr P. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

    • Cognitive behavioral therapy (CBT)
    • Memahami dan mengatasi pemicu/trigger
    • Terapi seks atau konseling pasangan

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tak Seperti yang Dibayangkan, Ternyata Ini Ukuran Rata-rata Mr P Kata Dokter


    Jakarta

    Bagi pria, ukuran Mr P alias penis menjadi hal yang cukup diperhatikan. Namun, kebanyakan orang melebih-lebihkan ukuran rata-rata penis pria.

    Banyak yang mengklaim bahwa ukuran penis pria bisa mencapai sekitar 12 sentimeter, bahkan dalam kondisi ereksi. Untuk membuktikannya, seorang dokter bernama Jen Caudle menyajikan detail ukuran rata-rata penis yang sebenarnya.

    “Saya ingin memberikan sedikit pengetahuan tentang ukuran rata-rata penis yang sebenarnya,” kata dokter tersebut, dikutip dari New York Post.


    “Salah satu alasannya adalah karena menurut saya kebanyakan orang atau lebih tepatnya banyak orang berpikir bahwa rata-rata ukuran penis jauh lebih panjang dan lebih besar daripada yang sebenarnya,” sambungnya.

    Selain itu, menurutnya ada banyak tekanan masyarakat untuk melakukan hal tertentu demi mendapatkan ukuran penis yang ideal. Memang berapa ukuran rata-rata penis yang sebenarnya?

    “Ukuran rata-rata penis pada kondisi tidak ereksi adalah 3,6 inci (9 cm), dan ukuran rata-rata penis yang ereksi adalah 5,17 inci (13 cm). Apakah Anda tahu ini sebenarnya lebih pendek dari yang banyak orang bayangkan,” jelasnya.

    Meski begitu, Dr Caudle meminta agar para pria untuk tidak khawatir jika memiliki ukuran penis yang menurutnya tidak ideal. Pasalnya, ukuran penis seringkali tidak berhubungan dengan kenikmatan seksual saat bercinta.

    Menurutnya, hal terpenting dalam berhubungan seks adalah bagaimana kedua pasangan memberikan kenikmatan satu sama lain dan saling mendukung.

    “Yang penting adalah menjadi dirimu sendiri,” tegasnya.

    Mengetahui penjelasan dari Dr Caudle, banyak pria yang merasa terkejut dengan data tersebut. Mereka menyadari bahwa banyak orang yang memang terlalu melebih-lebihkan ukuran rata-rata penis seorang pria.

    Namun, ada banyak orang yang juga memiliki pendapat yang sama dengan Dr Caudle, bahwa ukuran penis tidak begitu penting.

    “Yooo aku di atas rata-rata (tapi aku masih minder),” tulis netizen.

    “Seperti halnya uang, yang penting adalah apa yang Anda lakukan dengannya,” sindir netizen lainnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy