Tag: mr p

  • 5 Cara Hilangkan Rasa Sakit pada Mr P Usai Bercinta, Aman dan Anti Repot!

    Jakarta

    Beberapa pria mengeluhkan rasa sakit pada area Mr P setelah bercinta, misalnya karena ada luka atau lecet. Seringkali menjadi pertanyaan, lantas bagaimana cara yang aman untuk mengatasi nyeri ini? Apakah cukup didiamkan saja, atau ada trik yang bisa dicoba agar Mr P tak nyeri lagi?

    Memang jika didiamkan, nyeri pada Mr P ini bisa mempengaruhi cara berjalan atau duduk. Namun tak perlu cemas, rasa sakit pada Mr P usai berhubungan seks bisa diatasi dengan beberapa cara. Dikutip dari The Health Site, inilah berbagai cara untuk meredakan rasa sakit pada penis setelah berhubungan intim:

    1. Istirahat

    Tidak diragukan lagi, langkah pertama untuk meredakan nyeri pada Mr P seusai bercinta adalah dengan beristirahat. Ketika penis terasa nyeri seusai berhubungan seks, berikan waktu rehat setidaknya 24 hingga 36 jam.


    2. Kompres air dingin

    Menggunakan waslap atau sapu tangan yang dicelupkan ke air dingin dapat meredakan rasa sakit pada Mr P. Mulailah dengan mengusap penis secara perlahan hingga rasa sakitnya berkurang.

    3. Berendam di air hangat

    Merendam penis ke dalam air hangat menjadi salah satu cara mudah untuk meredakan rasa nyeri. Penggunaan air hangat, pasti akan mengendurkan berbagai otot Mr P sehingga bisa meredakan rasa sakit setelah berhubungan seks.

    4. Hindari penggunaan pakaian ketat

    Untuk membantu mengatasi rasa sakit pada penis setelah berhubungan seks, sebaiknya hindari penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat. Pasalnya, luka lecet mungkin semakin terasa sakitnya jika tergesek pakaian ketat.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Awas, 5 Kebiasaan Sepele yang Tak Disangka Bisa Bikin Mr P ‘Menciut’

    Jakarta

    Bagi kebanyakan pria, ukuran penis adalah sesuatu yang sangat memengaruhi kepercayaan diri, termasuk untuk urusan seks. Pasalnya, ada stereotip bahwa semakin besar ukuran penis, maka semakin mudah pula untuk memuaskan pasangan saat bercinta. Tak hanya itu, banyak juga yang percaya kalau wanita lebih suka dengan pria yang memiliki ukuran alat vital yang besar.

    Namun, penis ternyata juga bisa menyusut dan mengecil loh. Faktanya, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa mengurangi ukuran alat vital pria. Umumnya, hal ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Apa saja sih?

    Kebiasaan yang Bisa Bikin Mr P Menciut

    1. Jarang Makan Buah dan Sayur

    Buah dan sayur mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah antioksidan, zat yang turut menunjang kesehatan alat reproduksi.


    Antioksidan dapat membantu memelihara kesehatan pembuluh darah dan melindunginya dari efek radikal bebas. Sebagaimana yang diketahui, untuk bisa ereksi penis harus mendapat aliran darah. Jika aliran darah ke penis terganggu akibat masalah di pembuluh darah, maka hal ini bisa menyebabkan disfungsi ereksi yang bisa membuat ukuran penis ‘menyusut’ saat ereksi.

    2. Sering Makan Junk Food

    Kebiasaan lain yang dapat membuat penis menciut adalah keseringan mengonsumsi junk food. Rata-rata, junk food diolah dengan menggunakan bahan-bahan yang tinggi kalori, garam, lemak jenuh, dan kolesterol. Zat-zat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, sehingga secara tidak langsung memengaruhi fungsi seksual pria.

    Garam, misalnya. Garam atau sodium merupakan zat utama yang dapat memicu darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah ke bagian tubuh, termasuk penis, menjadi terhambat.

    Selain garam, lemak dan kolesterol yang terkandung dalam junk food juga bisa memicu terjadinya penumpukan dalam pembuluh darah yang bisa menghambat aliran darah.

    3. Jarang Berolahraga

    Olahraga memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kesehatan pembuluh darah. Karenanya, orang yang jarang berolahraga sangat rentan mengalami masalah pada pembuluh darah, yang bisa berujung ke gangguan ereksi.

    Pasalnya, orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki sirkulasi darah yang tidak baik, serta rentan mengalami penyumbatan pembuluh darah. Jika dikombinasikan dengan kebiasaan makan junk food serta jarang mengonsumi buah dan sayur, hal ini tentunya bisa sangat berdampak pada kesehatan organ reproduksi pria.

    4. Merokok

    Sudah bukan rahasia lagi kalau merokok bisa memicu gangguan kesehatan. Selain bisa menyerang paru-paru dan jantung, efek samping merokok juga bisa membuat ukuran penis menciut loh.

    Pasalnya, kandungan nikotin dan zat kimia yang ada dalam rokok bisa memicu terjadinya penumpukan lemak atau plak pada pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi terhambat. Hal inilah yang bisa membuat penis kesulitan untuk ereksi meski mendapat rangsangan seksual.

    5. Jarang Membersihkan Gigi

    Sebuah studi menemukan kalau kesehatan mulut dan gigi ternyata sangat berpengaruh terhadap organ vital pria. Studi yang dilakukan pada 2012 itu mengungkapkan orang yang jarang menggosok gigi dan membersihkan mulut memiliki risiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi yang membuat ukuran penis menciut.

    Pasalnya, bakteri yang menumpuk di mulut ternyata bisa berpindah ke dalam tubuh dan memicu peradangan pada pembuluh darah. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, maka dapat menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah yang kemudian memicu terjadinya disfungsi ereksi.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasta Gigi Bisa Perbesar Mr P Secara Alami, Mitos atau Fakta?

    Jakarta

    Tak sedikit pria yang ingin memiliki ukuran penis yang besar. Pasalnya, ukuran penis sering dianggap sebagai tolak ukur ‘keperkasaan’ seorang pria dalam berhubungan seks.

    Karenanya, tidak heran jika banyak pria yang tidak segan-segan melakukan berbagai macam cara demi memiliki organ vital yang besar. Berbagai macam metode pun dicoba, mulai dari melakukan prosedur medis hingga menggunakan bahan-bahan alami, termasuk pasta gigi.

    Percaya atau tidak, ada sejumlah orang yang meyakini kalau pasta gigi dapat memperbesar penis secara alami. Bahkan, tutorial meramu pasta gigi untuk memperbesar penis juga dapat ditemukan di pencarian online. Tapi, apa benar pasta gigi bisa digunakan untuk memperbesar alat vital pria? Simak berikut ini.


    Pasta Gigi untuk Perbesar Penis, Mitos atau Fakta?

    Jawabannya adalah mitos! Pasta gigi tidak bisa digunakan sebagai obat untuk memperbesar penis. Pakar urologi Paul C Thur, MD, menjelaskan pasta gigi justru bisa membahayakan jika dioles ke kulit penis.

    “Pasta gigi mengandung bahan kimia, pemutih, dan berbagai macam minyak, seperti peppermint, yang pedas dan bisa membakar kulit yang sensitif,” jelasnya, dikutip dari Healthline, Kamis (28/12/2023).

    Lebih lanjut, Thur mengatakan jika jaringan kulit penis mengalami kerusakan, maka dapat menyebabkan selulitis atau infeksi bakteri yang berpotensi serius.

    “Pada beberapa kasus, ini bisa menyebabkan kecacatan, seperti luka di penis. Hal tersebut dapat membuat penis kehilangan kemampuan merasakan rangsangan,” imbuhnya.

    Selain itu, mengoleskan pasta gigi ke penis juga bisa berdampak buruk pada pasangan wanitanya. Pasalnya, bahan kimia dan zat pemutih yang terkandung dalam pasta gigi bisa menempel di vulva atau dinding vagina sehingga memicu terjadinya iritasi.

    Cara Memperbesar Penis Secara Alami

    Meski pasta gigi tidak bisa digunakan sebagai obat pembesar alat vital, ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk memperbesar penis secara alami. Berikut beberapa yang bisa dicoba:

    1. Diet

    Terkadang, proporsi tubuh yang tidak seimbang bisa membuat penis tampak lebih kecil dari ukuran sebenarnya. Karena itu, dengan memiliki berat dan ukuran badan yang ideal bisa membuat penis tampak lebih besar.

    Selain itu, orang yang menjalani diet kerap dituntut mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan kalium. Kalium atau potasium dapat membantu menjaga keseimbangan dan kesehatan hormon, termasuk hormon yang berpengaruh pada pertumbuhan penis.

    2. Bawang Putih

    Bawang putih memiliki banyak sekali khasiat bagi pria, termasuk untuk urusan seksualitas. Bahan alami ini dapat meningkatkan hormon testosteron yang memengaruhi gairah seksual. Tak hanya itu, bawang putih juga bisa meningkatkan jumlah sperma, sehingga secara tidak langsung bisa meningkatkan kesuburan.

    Bawang putih juga bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi. Kandungan L-arginin yang ada pada bawang putih dapat meningkatkan kadar oksida nitrat yang bisa meningkatkan peredaran darah dalam tubuh, termasuk ke penis.

    3. Ginkgo Biloba

    Selain bawang putih, bahan herbal lain yang bisa dikonsumsi untuk menunjang fungsi seksual pria adalah ginkgo biloba. Ginkgo biloba merupakan tanaman yang sejak lama dipercaya sebagai obat kuat alami oleh masyarakat China dan Korea.

    Mengonsumsi ginkgo biloba dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh, termasuk penis, sehingga diyakini bisa memperbesar ukuran penis saat ereksi.

    4. Berhenti Merokok

    Rokok tidak hanya menyebabkan gangguan pada paru-paru dan jantung saja. Efek samping rokok juga bisa memicu disfungsi seksual dan memengaruhi ukuran penis saat ereksi.

    Ini disebabkan oleh kandungan kimia yang ada dalam rokok. Bahan-bahan kimia tersebut dapat memicu terbentuknya plak atau penumpukan lemak pada pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah dalam tubuh, termasuk yang menuju penis, menjadi terhambat. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penis sulit untuk ereksi.

    Jadi dengan berhenti merokok, maka secara tidak langsung akan berkontribusi pada kesehatan seksual dan memperbesar ukuran penis.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sederet Penyebab Ukuran Mr P Menyusut, Salah Satunya gegara BB Naik

    Jakarta

    Pernah mendengar bahwa ukuran Mr P bisa menyusut? Hal itu rupanya bukan cuma mitos, melainkan betul-betul bisa terjadi lho. Beragam kemungkinan penyebabnya pun bisa dijelaskan secara medis.

    Pada dasarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi penyusutan ukuran Mr P. Salah satu yang paling ditemukan kasusnya, yakni gaya hidup tidak sehat. Pasalnya, kebiasaan buruk seperti merokok dan malas berolahraga dapat meningkatkan risiko hipertensi serta obesitas. Kedua kondisi ini tentu mempengaruhi ukuran penis.

    Selain itu kebiasaan merokok juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah di semua bagian tubuh, yang salah satunya dapat membatasi ereksi.


    Bukan hanya itu, inilah beberapa penyebab terjadinya penyusutan penis dikutip dari Verywell Health:

    1. Penuaan

    Beberapa kondisi terkait penuaan dapat memengaruhi ukuran penis yang mengalami ereksi. Salah satunya berkenaan dengan kadar testosteron, yang umumnya menurun satu persen setiap tahun ketika pria berusia 30 tahun ke atas. Meski tak terlalu memengaruhi ereksi, tapi penurunan ini membuat penis tampak lebih kecil dan melemah.

    2. Kenaikan BB

    Lemak berlebih pada tubuh sebenarnya tidak benar-benar mengubah ukuran penis. Namun obesitas dapat mengubah persepsi ukuran penis, ketika sebagian atau seluruh bagian vital ini tertutup oleh lipatan kulit dan penumpukan jaringan lemak di sekitar pangkal penis.

    3. Operasi prostat

    Secara sengaja ataupun tidak, beberapa jenis operasi dapat menyebabkan penyusutan ukuran penis. Termasuk prostatektomi radikal yang mengangkat seluruh prostat pada pengidap kanker prostat. Perkembangan jaringan parut yang menempel di sekitar pangkal penis, mengakibatkan hilangnya ukuran penis hingga 15 persen.

    4. Penyakit peyroni

    Penyakit yang satu ini bisa menyebabkan lekukan pada penis tidak normal. Penyakit peyronie sering dialami oleh orang yang berusia di atas 40 tahun. Tak hanya bisa mengakibatkan disfungsi ereksi, kondisi ini juga membuat penis menyusut hingga 1 cm karena retraksi jaringan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Makanan Tinggi Vitamin yang Bikin Pria Subur, Kualitas Sperma Makin ‘Jos’


    Jakarta

    Pola dan asupan makan tentu penting untuk diperhatikan oleh pasutri yang tengah mendambakan kehamilan. Pasalnya, beberapa makanan tertentu bisa mempengaruhi kualitas sperma, yang tentunya juga mempengaruhi kesuburan dan peluang kehamilan.

    Dikutip dari Nova IVF Fertility, sama halnya dengan organ lain, sistem reproduksi bergantung pada suplai nutrisi dan vitamin. Makanan dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Dalam hal ini, semakin baik produksi testosteron, semakin ideal juga jumlah sperma, motilitas (kemampuan sperma bergerak efisien) serta kualitas sperma.

    Ada banyak makanan yang dapat meningkatkan jumlah sperma. Berikut beberapa makanan terbaik untuk meningkatkan kesuburan pria.


    1. Telur

    Telur kaya akan protein dan bisa melindungi sperma dari kerusakan radikal bebas sekaligus meningkatkan motilitas. Nutrisi yang ada dalam sel telur membantu produksi sperma yang lebih kuat dan sehat juga meningkatkan kesuburan.

    2. Bayam

    Asam folat sangat penting untuk perkembangan sperma yang sehat. Sayuran berdaun kaya akan asam folat, seperti bayam adalah suplemen yang ideal. Kadar asam folat yang lebih tinggi juga mengurangi jumlah sperma abnormal dalam air mani sehingga meningkatkan peluang keberhasilan penetrasi sperma ke dalam sel telur.

    3. Pisang

    Vitamin A, B1, dan C dalam pisang membantu tubuh meningkatkan produksi sel sperma yang lebih sehat. Jumlah sperma juga bergantung pada vitamin ini. Pisang juga mengandung enzim langka yang dikenal sebagai Bromelain yang bisa mencegah peradangan serta membantu tubuh meningkatkan kualitas dan jumlah sperma.

    4. Asparagus

    Asparagus merupakan sayuran yang tinggi vitamin C dan memiliki sejumlah efek positif pada sperma. Sayur ini bisa melawan radikal bebas dan melindungi sel testis, sekaligus meningkatkan kualitas sperma dan motilitas.

    5. Dark Chocolate

    Cokelat hitam mengandung asam amino bernama L-Arginine HCl yang terbukti berkontribusi terhadap jumlah dan volume sperma lebih tinggi. Konsumsi dalam porsi tertentu dapat membantu produksi sperma sampai batas tertentu.

    Selain itu, makanan yang kaya akan zinc berperan besar dalam produksi sel sperma. Kacang-kacangan dan daging merah adalah contoh makanan yang tinggi zinc. Sebaliknya, kondisi kekurangan zinc dapat menyebabkan penurunan motilitas sperma sehingga menurunkan kesuburan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Segini Ukuran Normal Mr P Laki-laki Indonesia, Sebesar Apa Sih?

    Jakarta

    Penasaran berapa ukuran normal Mr P laki-laki di Indonesia? Ukuran penis memang menjadi hal yang krusial bagi banyak pria. Sebab, ukuran penis sering dikaitkan dengan ‘keperkasaan’ dan performa seksual.

    Meski ukuran penis dan performa seksual sama sekali tidak memiliki kaitan, stereotip tersebut sudah sangat melekat. Karenanya, banyak pria yang merasa minder jika memiliki penis berukuran di bawah ‘rata-rata’.

    Padahal, ukuran penis dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetik. Maka dari itu, tidak aneh jika ukuran normal penis pria berbeda-beda di setiap negara. Lalu, bagaimana dengan ukuran rata-rata di Indonesia?


    Sebuah studi yang dipublikasikan oleh World Data menganalisa rata-rata penis pria dari hampir 90 negara. Adapun peringkatnya ditentukan oleh panjang penis ketika dalam kondisi ereksi.

    Penelitian tersebut mengungkapkan pria Indonesia memiliki rata-rata ukuran penis sekitar 11,67 cm. Bagaimana perbandingannya dengan negara lain?

    Sayangnya, Indonesia masuk dalam peringkat terbawah bersama sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Kabar baiknya, rata-rata ukuran penis pria Indonesia adalah yang terpanjang dibandingkan pria-pria di negara Asia Tenggara. Berikut rinciannya:

    1. Indonesia – 11,67 cm
    2. Singapura – 11,53 cm
    3. Malaysia – 11,49 cm
    4. Vietnam – 11,47 cm
    5. Thailand – 11,45 cm
    6. Filipina – 10,85 cm
    7. Myanmar – 10,7 cm
    8. Kamboja – 10,04 cm

    Sebagai catatan, daftar dari World Data tidak mencantumkan rata-rata ukuran penis pria dari Brunei Darussalam, Laos, dan Timor Leste.

    Negara Mana yang Memiliki Ukuran Mr P Terpanjang?

    Lalu, negara mana dengan rata-rata ukuran penis pria terpanjang? Peringkat teratas jatuh kepada Ekuador dengan rata-rata ukuran penis 17,61 cm, diikuti oleh Kamerun, Bolivia, Sudan, Haiti, Senegal, Gambia, dan Kuba. Berikut daftar 10 negara dengan rata-rata ukuran penis terpanjang:

    1. Ekuador 17,61 cm
    2. Kamerun 16.67 cm
    3. Bolivia 16.51 cm
    4. Sudan 16,47 cm
    5. Haiti 16,01 cm
    6. Senegal 15, 89 cm
    7. Gambia 15,88 cm
    8. Belanda 15,87 cm
    9. Kuba 15,87 cm
    10. Zambia 15,78 cm

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Nggak Perlu Obat Kuat, 8 Cara Alami Ini Sukses Perpanjang Durasi Ereksi

    Jakarta

    Ereksi loyo merupakan masalah yang cukup sering dialami pria. Terlebih, hal ini dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan, masalah hubungan, atau hal lain yang harus diperhatikan.

    Untuk itu, ereksi yang kuat dapat diperoleh dengan memperhatikan kebiasaan pola makan, olahraga, serta komunikasi dengan pasangan.

    Dikutip dari Healthline dan Medical News Today, berikut adalah 8 tips untuk menguatkan ereksi tanpa obat-obatan.


    1. Buka Obrolan dengan Pasangan

    Berbicara dengan pasangan adalah satu-satunya cara untuk mengomunikasikan apa yang seseorang rasakan dan alami. Gunakan waktu ini untuk berdiskusi terbuka tentang kecemasan, ketidakpuasan, atau bahkan kebosanan yang mungkin terjadi dalam kehidupan seks saat ini.

    Pasalnya, faktor emosional dan psikologis dapat mempengaruhi performa seksual. Jika tidak ada kondisi kesehatan fisik yang mendasari pengaruh fungsi ereksi, faktor mental dan emosional mungkin menjadi penyebabnya.

    Berbicara dengan pasangan tentang masalah apa pun dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi dan meringankan stres yang dialami seseorang.

    2. Mencoba Hal Baru

    Cobalah hal-hal baru dengan pasangan. Faktanya, untuk mendapatkan kepuasan seksual, penetrasi tidak perlu terjadi. Eksplorasi pendekatan baru terhadap seks dapat mempengaruhi ereksi secara positif.

    Sebagai contoh, berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu menguatkan ereksi seseorang:

    • Mencoba posisi-posisi baru
    • Melakukan role-play
    • Menjelajahi zona sensitif seksual tubuh lainnya, seperti telinga, leher, dan paha bagian dalam
    • Jangan terlalu berfokus pada performa, tetapi pada sensasi yang menyenangkan

    3. Santap Makanan Bergizi

    Makanlah lebih banyak buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Nutrisi dalam makanan-makanan tersebut membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis.

    Pasalnya, aliran darah ke penis yang lancar adalah kunci untuk ereksi yang sehat dan konsisten.

    Berikut adalah beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi:

    • Buah yang tinggi antioksidan dan antosianin, seperti bluberi
    • Makanan yang sarat vitamin B12, seperti tempe
    • Makanan dengan L-arginin, seperti oatmeal

    4. Konsumsi Kafein

    Hal ini adalah kabar baik untuk pecinta kopi dan teh. Faktanya, suatu tinjauan tahun 2005 menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan aliran darah dan merilekskan otot. Hal ini membantu pria untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

    Cobalah untuk meminum kopi hitam, teh tanpa pemanis, dan minuman berkafein tanpa pemanis.

    5. Tidur Cukup dan Berkualitas

    Tidak mendapatkan tidur yang cukup, terutama jika mengalami sleep apnea dan gangguan tidur lainnya, telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko disfungsi ereksi.

    Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa kekurangan tidur juga dapat membuat seseorang lebih mungkin memiliki plak di arteri, atau aterosklerosis.

    Hal ini dapat mempengaruhi sirkulasi, dan pada masanya membuat seseorang lebih sulit mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

    Memastikan kualitas tidur yang baik dapat membantu mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi dan meningkatkan fungsi seksual. Seseorang dapat meningkatkan kualitas tidurnya dengan menjaga jadwal tidur tetap konsisten, membuat lingkungan tidur yang gelap, tenang, dan pada suhu yang nyaman, serta menghindari penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur.

    6. Kurangi Stres

    Stres melepaskan kortisol, hormon yang membantu mengatur tekanan darah dan sistem peredaran darah. Kadar kortisol yang tinggi dapat mengganggu produksi testosteron, yang sangat penting untuk menjaga libido, produksi sperma, dan fungsi seksual secara keseluruhan.

    Stres kronis dapat memengaruhi sistem reproduksi pria dan dapat menyebabkan:

    • Perubahan dalam produksi testosteron, yang menyebabkan penurunan dorongan atau hasrat seks
    • Disfungsi ereksi

    Berikut adalah cara untuk mengelola dan mengurangi stres yang dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi:

    • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
    • Mendapatkan kualitas tidur yang baik setiap malam
    • Mencoba teknik relaksasi dan mindfulness
    • Menulis jurnal
    • Mendengarkan audio dan dapat membuat hati gembira

    7. Kurangi Merokok!

    Nikotin dan bahan kimia lainnya dalam vaporizer, rokok, cerutu, dan produk lainnya dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi keefektifan oksida nitrat.

    Adapun oksida nitrat membuka pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan lebih mudah saat ereksi. Merusak keefektifannya dapat membuat pria lebih sulit untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

    Semakin dini seseorang berhenti, semakin rendah risiko dirinya mengidap disfungsi ereksi secara keseluruhan.

    8. Olahraga Ringan

    Penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa ketidakaktifan fisik dapat berdampak negatif pada fungsi ereksi.

    Hanya dengan berolahraga selama 20 menit per hari dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu manajemen berat badan, yakni dua faktor kunci dalam kesehatan ereksi secara keseluruhan.

    Luangkan waktu untuk berjalan kaki atau jogging, atau lakukan gerakan-gerakan berikut ini:

    • Plank
    • Push-up
    • Sit-up
    • Squat
    • Burpees

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Khusus Kaum Adam! Mr P Bisa Patah, Salah Satunya karena Berhubungan Intim


    Jakarta

    Mr P ‘patah’ atau fraktur penis sering kali terjadi dalam film, tetapi bisakah berhubungan intim benar-benar mematahkan organ intim pria?

    Mr P pria memang tidak memiliki tulang, tetapi hal tersebut tidak menghilangkan risiko terjadinya fraktur di bawah sana.

    Meskipun bukan patah seperti yang terjadi pada tulang lainnya, fraktur penis merupakan kondisi di mana terdapat robekan pada jaringan Mr P.


    “Karena penis tidak memiliki tulang, penis pria yang sedang ereksi (dan hanya ereksi) dikatakan patah ketika ia mengalami robekan pada jaringan penis ketika mengalami kekuatan eksternal yang kuat yang tidak dapat ditahannya,” jelas urolog Dr Aditya Pradhan, dikutip dari Healthshots.

    Faktanya, sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam European Medical Journal mendeskripsikan fraktur penis sebagai cedera pada lapisan fibrosa yang melindungi jaringan ereksi dan saluran tertutup untuk ereksi. Hal ini terjadi akibat trauma tumpul pada Mr P ketika ereksi berlangsung. Kondisi ini pun dapat melibatkan uretra dan jaringan yang mengelilinginya.

    Lantas, bagaimana berhubungan intim dapat menyebabkan fraktur penis?

    Mr P memiliki tiga saluran silinder yang dilindungi oleh lapisan fibrosa. Dari ketiga saluran ini, salah satunya adalah uretra, yang merupakan saluran untuk mengeluarkan air seni.

    Dua saluran lainnya bertanggung jawab untuk ereksi yang akan membengkak seperti balon akibat peningkatan aliran darah yang disebabkan oleh gairah seksual. Dalam keadaan ini, saluran menjadi kaku dan tidak dapat menerima terlalu banyak kekuatan atau tekanan.

    Jika Mr P tertekan terlalu keras selama hubungan seksual, jaringan dan saluran pada area tersebut akan pecah sehingga menyebabkan terjadinya fraktur pada Mr P.

    Goyangan yang kuat pada bagian Mr P selama hubungan intim dan masturbasi juga dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini. Selain itu, mencoba melakukan penetrasi saat Mr P tidak sepenuhnya ereksi juga dapat menyebabkan cedera.

    Posisi Seks yang Bisa Menyebabkan Mr P Patah

    Posisi seks tertentu juga berisiko menyebabkan kondisi ini, lho. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research menemukan bahwa 41 persen partisipannya mengalami cedera Mr P saat mencoba melakukan hubungan intim dengan posisi rear-entry.

    Dr Pradhan juga menyebut bahwa posisi lainnya yang membuat Mr P menekuk secara tidak wajar dan mendapat tekanan yang berlebihan juga dapat menyebabkan fraktur penis.

    “Posisi apa pun yang membuat Mr P harus menekuk secara tidak wajar dapat mencederai dan dapat menyebabkan fraktur penis. Jika pasangan wanita berada di atas dan seluruh berat badannya berada di area Mr P maka itu juga bisa menjadi penyebabnya,” jelas Dr Pradhan.

    Adapun tanda-tanda terjadinya fraktur penis, termasuk:

    • Terdengar suara retakan secara tiba-tiba saat berhubungan seks
    • Mr P menjadi lembek dan terasa sangat menyakitkan
    • Mr P mungkin terasa tegang dan bengkak
    • Terasa sakit saat buang air kecil dan mungkin terdapat darah pada air seninya

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Mr P Patah

    Segera kunjungi dokter jika kondisi tersebut terjadi. Pasalnya, satu-satunya cara untuk mengobati kondisi ini adalah melalui tindakan operasi.

    Semakin cepat kondisi ini ditangani, semakin cepat pemulihan Mr P, serta semakin kecil pula kemungkinan terjadinya kerusakan permanen dan kemandulan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 10 Penyebab Mr P Sakit Setelah Berhubungan Intim


    Jakarta

    Rasa sakit setelah berhubungan intim seringkali dikeluhkan oleh para wanita. Namun pada beberapa kasus, pria juga merasakan sakit setelah bercinta. Umumnya, apa penyebabnya?

    Rasa sakit yang dialami pria pasca bercinta ini dapat mempengaruhi kenikmatan kala bercinta, performa, hingga penurunan libido. Walhasil, penting untuk memahami penyebab rasa sakit yang muncul, kemudian memberikan penanganan tepat.

    Adapun penyebab rasa sakit ini bisa disebabkan oleh masalah saraf, kondisi kulit, hingga kecemasan. Dikutip dari Health, berikut adalah sederet kemungkinan penyebab Mr P sakit setelah bercinta:

    1. Mr P bengkok

    Penyakit Peyronie, juga dikenal sebagai Mr P bengkok, adalah penyebab umum nyeri pada Mr P setelah bercinta. Penyebab pastinya belum diketahui dengan jelas, tetapi para peneliti menduga cedera penis akut atau kronis atau penyakit autoimun dapat menyebabkan kondisi ini.


    2. Herpes genital

    Luka yang menyakitkan atau ruam yang melepuh pada alat kelamin bisa dipicu oleh penyakit herpes, infeksi menular seksual (IMS) yang umum terjadi dan dapat menyerang semua jenis kelamin.

    Herpes genital disebabkan oleh salah satu dari dua jenis virus herpes simpleks (HSV). HSV-2 adalah penyebab utama herpes genital, tetapi seseorang juga dapat tertular dari HSV-1, virus yang sama yang menimbulkan, cold sore, yakni lesi atau lepuhan pada kulit seperti sariawan, di mulut.

    3. Ujung Mr P yang membengkak

    Pembengkakan pada kulup Mr P, yang disebut balanitis, sering kali disebabkan oleh infeksi, alergi, atau iritasi kulit lainnya. Salah satu gejala awalnya adalah Mr P terasa nyeri atau kulit kemerahan.

    Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang tidak disunat atau memiliki diabetes yang tidak terkontrol. Meskipun balanitis dapat disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, infeksi jamur adalah penyebab yang sering terjadi.

    4. Masalah saraf

    Seseorang yang rutin berolahraga yang melibatkan tekanan pada selangkangan atau duduk dalam waktu lama, seperti bersepeda, bisa jadi mengalami cedera pada saraf pudendal, yakni saraf pemberi sensasi pada area genital.

    Hubungan seksual yang menyakitkan adalah salah satu dari banyak kemungkinan gejala neuralgia pudendal, rasa sakit di satu atau beberapa area yang dipersarafi oleh saraf pudendal.

    5. Prostatitis

    Rasa sakit saat ejakulasi sering kali merupakan tanda prostatitis, yaitu peradangan pada prostat. Prostatitis dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan di dalam atau di sekitar anus, penis, testis, dan perut bagian bawah atau punggung.

    Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk komplikasi saluran kemih dan infeksi menular seksual (IMS).

    6. Frenulum Pendek atau Ketat

    Frenulum adalah lapisan kulit di bagian bawah Mr P yang mengikat glans (kepala penis) ke kulup. Frenulum yang pendek atau ketat, yang dikenal sebagai frenulum breve, dapat mempersulit kulup untuk ditarik kembali.

    Ketika seseorang mengalami ereksi, jaringan yang kencang itu dapat memiringkan kepala Mr P ke bawah, mengakibatkan ereksi yang menyakitkan dan rasa sakit saat berhubungan intim.

    7. Masalah kulit

    Sebagai contoh, orang dengan psoriasis dapat mengembangkan bercak bersisik pada alat kelamin mereka. Pada pria, ruam dapat muncul pada kepala Mr P, batang Mr P, testis, area kemaluan, bokong, perineum (area antara anus dan skrotum), dan semua lipatan kulit yang berdekatan.

    Selain itu, jika terdapat bercak putih tipis pada Mr P, seseorang mungkin menderita sklerosis lichen. Ini adalah kondisi yang menyebabkan kulit tidak merata, berubah warna, dan tipis. Orang dengan kondisi ini bisa mengalami robekan pada kulit Mr P saat berhubungan intim atau saat ereksi.

    8. Ketegangan atau Kecemasan

    Nyeri pada area genital juga dapat dikaitkan dengan pemicu stres emosional. Studi menemukan bahwa pria dengan nyeri panggul memiliki tingkat kecemasan dan kekhawatiran yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami nyeri panggul.

    9. Kulup yang ketat

    Kulup, bagian yang menutupi kepala Mr P jika tidak disunat, akan tertarik ke belakang saat ereksi. Ketika lipatan kulit tersebut tersangkut atau menyempit di ujungnya dan tidak dapat ditarik kembali, hal ini dapat menyebabkan rasa sakit. Kondisi ini disebut fimosis.

    Fimosis lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak berjenis kelamin laki-laki saat lahir. Pada orang dewasa, hal ini sering kali disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang mendasari atau cedera pada kulup.

    Krim steroid dan peregangan kulup yang lembut dapat diresepkan. Pada kasus yang berulang, sunat disarankan.

    10. Terlalu Banyak Berhubungan Seks

    Jika seseorang melakukan hubungan seks lebih banyak dari biasanya, Mr P mungkin akan terasa sakit. Ketidaknyamanan jenis ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Masalah Fisik-Psikis akibat Kebanyakan Masturbasi, Nggak Boleh Disepelekan!


    Jakarta

    Sering mendengar bahwa orang yang kebanyakan yang masturbasi berisiko mengalami gangguan fisik hingga psikis? Rupanya, hal itu bukan mitos belaka. Secara medis, seseorang memang tidak dianjurkan terlalu banyak melakukan masturbasi. Kenapa tuh?

    Meskipun tidak ada jumlah yang pasti perihal seberapa sering masturbasi boleh dilakukan, masturbasi tidak menjadi masalah hingga mulai mempengaruhi kehidupan secara negatif.

    Lantas, apa sih dampak yang bisa timbul akibat seseorang kebanyakan masturbasi? Dikutip dari Men’s Health dan New York Post, berikut adalah 6 dampak fisik dan psikologisnya:


    1. Melukai diri sendiri

    Seorang ahli urologi di Southern Illinois University Dr Tobias Köhler mengatakan bahwa beberapa pria terlalu sering melakukan masturbasi hingga mereka secara tak sengaja melukai diri mereka sendiri.

    Cedera ini bisa bersifat ringan, misalnya berupa lecet pada kulit. Atau kondisi yang lebih serius seperti penyakit Peyronie, yakni penumpukan jaringan parut pada batang penis yang bisa diakibatkan terlalu banyak tekanan saat melakukan masturbasi.

    2. Pekerjaan terganggu

    Jika seseorang tidak dapat menyelesaikan tugas karena tidak dapat fokus dan selalu memikirkan masturbasi, saat itulah hal tersebut menjadi masalah.

    Sebagai contoh, apabila seseorang rutin menonton film porno di tempat kerja atau terlambat menghadiri rapat karena melakukan masturbasi di kamar mandi, artinya masturbasi telah mengganggu kesehariannya.

    3. Hubungan sosial terganggu

    Kebiasaan masturbasi seseorang berpotensi menjadi masalah apabila hubungan sosial mereka terganggu. Misalnya, seseorang rela membatalkan rencana dengan seorang teman karena lebih memilih tinggal di rumah dan bermasturbasi. Tentu hal ini menjadi masalah yang perlu dikhawatirkan jika telah memiliki efek negatif yang jelas pada hubungan seseorang.

    4. Kehidupan seks yang terganggu

    Dr Köhler menjelaskan, beberapa pria yang terlalu sering bermasturbasi cenderung menggunakan satu jenis rangsangan tertentu, misalnya kategori film porno tertentu yang digabungkan dengan gerakan tangan tertentu. Ketika tiba saatnya bagi mereka untuk benar-benar berhubungan seks, mereka tidak dapat menemukan kenikmatan yang sama.

    Pada dasarnya, jika seseorang menonton film porno yang sama atau menggunakan gerakan tangan yang sema setiap kali bermasturbasi, hal itu mengajarkan otak dan tubuh untuk melakukan hal yang sama terus menerus.

    Walhasil, masturbasi dapat menyebabkan masalah serius ketika berhubungan seks dengan pasangan di kehidupan nyata, baik dalam hal mempertahankannya maupun ereksi.

    “Jika itu terjadi, Anda memiliki masalah yang perlu diatasi,” kata Dr Köhler.

    5. Kesulitan menahan diri

    “Salah satu kriteria utama dari semua jenis kecanduan adalah hilangnya kendali,” kata Dan Drake, seorang terapis kecanduan seks bersertifikat dan konselor klinis.

    Sama seperti perokok atau penjudi yang bermasalah, jika seseorang tidak dapat menghentikan kebiasaannya ketika ia menyadari bahwa hal itu di luar kendali, maka masturbasi telah menjadi suatu masalah.

    Terlepas dari itu semua, ada kalanya masturbasi bukanlah pilihan yang baik. Sebagai contoh, Dr Köhler dan rekan-rekannya menemukan bahwa melakukan masturbasi setiap hari selama dua minggu dapat mengurangi jumlah sperma seorang pria hampir 50 persen.

    “Jika Anda dan pasangan sedang berusaha untuk hamil, masturbasi dapat merusak peluang Anda,” jelasnya.

    Yang Harus Dilakukan Ketika Masturbasi Sudah Menjadi Masalah

    Terapis Drake mengatakan bahwa ada dua teknik utama untuk mengatasi masalah ini, yakni stop masturbasi sama sekali atau mengurangi frekuensinya.

    Cobalah kedua teknik tersebut. Jika tidak berhasil, temuilah ahli untuk membantu mengatasi permasalahan ini.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy