Tag: mr p

  • Pakar Ungkap Ukuran Ideal Mr P yang Bikin Wanita Terasa ‘Melayang’


    Jakarta

    Bagi kaum pria, ukuran Mr P atau penis menjadi hal yang sangat penting. Hal ini termasuk masalah yang sensitif dan sering diperdebatkan bagi banyak pria.

    Ukuran penis dianggap berkaitan dengan harga diri atau berpengaruh pada durasi saat berhubungan seks. Bahkan, banyak yang beranggapan ukuran penis juga mempengaruhi kepuasan pasangannya.

    Memang berapa sih ukuran penis yang disukai wanita?


    Untuk mengetahuinya, tim ilmuwan dari University of New Mexico dan University of California melakukan studi yang melibatkan 75 wanita dengan usia antara 18 hingga 65 tahun. Mereka diminta untuk memilih antara 33 model 3D dari penis saat ereksi dalam berbagai ukuran.

    Dikutip dari laman Mensxp, hasilnya menunjukkan bahwa 6,3 inci atau sekitar 16 cm adalah panjang penis yang sempurna. Menurut penelitian, wanita lebih menyukai ukuran penis yang berbeda untuk situasi yang berbeda juga.

    Ahli urologi dan pakar seks Dr Rena Malik pun ikut menanggapi pertanyaan kuno soal apakah ukuran penis itu penting atau tidak saat bercinta.

    “Sebagian besar wanita benar-benar membutuhkan rangsangan klitoris untuk mencapai klimaks. Tapi, banyak juga wanita yang tidak mencapai orgasme hanya melalui penetrasi vagina,” katanya yang dikutip dari Men’s Health, Rabu (9/8/2023).

    “Penetrasi vagina bisa sangat menyenangkan, dan beberapa wanita bisa mengalami orgasme melalui seks vaginal, tapi itu jauh lebih jarang,” lanjutnya.

    Dr Malik menjelaskan bagi wanita yang sangat sensitif terhadap rangsangan vagina dan leher rahim mungkin membutuhkan ukuran penis yang lebih panjang. Menurut mereka, itu akan lebih memuaskan karena bisa dengan mudah menjangkau dan merangsang area tersebut.

    Namun, di sisi lain bagi wanita yang kurang responsif, mungkin ukuran penis bukan menjadi hal yang terlalu penting lagi.

    “Di sisi lain, wanita yang kurang responsif terhadap rangsangan penis pada vagina dan leher rahim mungkin akan lebih sulit mencapai orgasme vagina. Oleh karena itu, bagi mereka, ukuran penis mungkin kurang penting,” jelasnya.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, Dr Malik menegaskan pentingnya stimulasi klitoris. Itu merupakan cara yang jitu dan konsisten untuk mencapai orgasme yang tidak memerlukan penis dengan ukuran panjang dan tebal tertentu.

    Maka dari itu, dia mendorong agar para pasangan suami istri lebih terbuka tentang apa yang mereka sukai dan membuatnya nyaman saat berhubungan seks.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bikin Kaum Adam jadi Insecure di Ranjang, Begini Cara Mengatasi Mikropenis


    Jakarta

    Bagi sebagian pria, ukuran Mr P amat memengaruhi tingkat kepercayaan dirinya. Apalagi soal urusan ranjang, semakin besar ukuran Mr P maka semakin tinggi pula kepercayaan diri seorang pria dalam memuaskan pasangan.

    Karena itu, tidak heran jika pria dengan mikropenis sering minder jika berbicara soal urusan ranjang. Meski ukuran organ vital tidak memengaruhi fungsi reproduktifnya, memiliki Mr P yang panjang dan tebal merupakan sebuah ‘kebanggaan’ yang secara tidak langsung bisa mendongkrak kepercayaan diri dan performa saat sedang berhubungan seks.

    Lantas, apakah mikropenis bisa diatasi? Dikutip dari Very Well Health, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.


    1. Operasi Pembesaran

    Salah satu cara yang paling umum adalah dengan melakukan operasi pembesaran atau yang disebut juga dengan phalloplasty. Ada beberapa metode yang bisa digunakan, misalnya dengan melakukan prosedur pelepasan ligamen yang membuat Mr P ‘berdiri’ saat ereksi.

    Dengan melepaskan bagian tersebut, akan menciptakan ilusi Mr P tampak lebih panjang dan besar. Selain prosedur tersebut, pembesaran Mr P juga bisa dilakukan dengan implan atau filler, yang tentunya dilakukan sesuai arahan dokter.

    2. Terapi Hormon

    Jika mikropenis ditemukan pada usia yang masih sangat muda, maka metode terapi hormon bisa digunakan. Pada prosedur ini, anak akan diberi suntikan hormon testosteron intramuskular (M) yang dapat membantu meningkatkan ukuran organ vitalnya.

    Terapi ini umumnya efektif pada anak yang masih berusia di bawah tiga tahun. Meski begitu, penelitian menunjukkan anak usia delapan tahun masih bisa mendapatkan benefit dari terapi ini.

    NEXT: Psikoterapi dan konseling

    3. Psikoterapi dan Konseling

    Mikropenis tidak melulu harus diatasi secara fisik. Karena kondisi ini biasanya berdampak pada kepercayaan diri, maka terapi psikis dan konseling bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

    Berkonsultasi dengan psikolog atau konselor kesehatan mental dapat membantu pengidap mikropenis mengatasi perasaan malu, atau kecemasan yang mungkin muncul akibat kondisinya. Selain itu, pendekatan seperti ini juga bisa membantu meningkatkan pandangan terhadap diri sendiri dan kualitas hidup secara menyeluruh.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Bapak-bapak Penasaran ‘Size’ Ideal Mr P? Ternyata Begini Cara Mengukurnya

    Jakarta

    Memiliki penis berukuran besar menjadi dambaan banyak kaum adam. Bahkan, tidak sedikit yang mau melakukan segala cara demi memiliki hal tersebut.

    Tapi, sebenarnya seberapa besar penis yang ideal itu? Bagaimana cara mengukurnya?

    Ternyata, mengukur penis tidak bisa asal menggunakan meteran saja. Anda harus memposisikan meteran itu di tempat yang tepat agar hasil pengukurannya akurat. Berikut langkah-langkahnya:


    1. Posisikan meteran di pangkal penis dalam keadaan sedang ereksi
    2. Tekan area tulang kemaluan sampai sedalam yang Anda bisa, sampai menyentuh tulang kemaluan
    3. Dari area tulang kemaluan tersebut, tarik meteran hingga ujung penis dan ukur

    Adakah Cara Menambah Ukuran Penis?

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, banyak pria yang mau melakukan segala cara demi bisa memiliki penis berukuran besar. Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan ukuran penis yang didambakan.

    Salah satu cara yang paling sering dan ‘aman’ untuk dilakukan adalah dengan menggunakan pompa khusus untuk penis. Namun perlu diingat, efektivitas alat ini berbeda-beda pada setiap orang, dan beberapa pakar bahkan mengklaim alat ini sama sekali tidak efektif untuk memperbesar ukuran alat vital.

    Cara kedua adalah dengan melakukan prosedur medis, seperti operasi, implan, dan filler. Selain biaya yang terbilang mahal, operasi pembesaran penis biasanya memiliki risiko dan kemungkinan terjadinya komplikasi.

    Metode lain yang bisa dilakukan adalah dengan pijat khusus untuk meregangkan penis. Pijat peregangan itu bertujuan untuk menciptakan sobekan pada jaringan otot penis. Setelah jaringan-jaringan itu beregenerasi, maka akan membentuk otot baru yang membuat penis tampak lebih panjang.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Lama Khasiat Tisu Magic Bertahan? Begini Faktanya


    Jakarta

    Hubungan seks yang berkualitas seringkali menjadi salah satu cara untuk menjaga kerekatan hubungan pasutri. Untuk mendapatkannya, para pria kerap mencari cara agar bisa tahan lama untuk memberikan kenikmatan bagi istrinya saat bercinta.

    Banyak hal yang biasa dilakukan untuk membuat Mr P alias penis tahan lama, mulai dari mengkonsumsi makanan tertentu, suplemen, hingga menggunakan tisu magic. Tisu magic merupakan tisu sekali pakai yang bisa membuat penis menjadi lebih ‘kebas’ saat bercinta.

    Tisu magic mengandung benzocaine, yaitu anestesi lokal yang bisa memberikan efek kebas saat diusapkan ke kulit. Tapi, khasiat tisu magic berapa lama sih bertahannya?


    Dikutip dari Healthline, penelitian terkait tisu magic ini diterbitkan dalam Journal of Urology. Namun, terkait khasiat tisu magic berapa lama bisa bertahan sejauh ini belum ada angka yang cocok di setiap kasus.

    Dalam studi itu, disebutkan bahwa pria yang menggunakan tisu magic selama dua bulan mampu meningkatkan waktu ejakulasi menjadi rata-rata 4 menit. Durasi itu lebih lama jika tidak memakai tisu magic, yaitu sekitar di bawah dua menit.

    Namun, khasiat tisu magic berapa lama bisa bertahannya itu tergantung dari beberapa faktor, seperti:

    Area Pemakaian Tisu Magic

    Kebanyakan tisu magic dimaksudkan hanya untuk pada bagian kepala penis, sehingga pria biasanya masih memiliki sensasi di batang penis. Diketahui, kepala penis memiliki ujung saraf paling banyak, jadi cara ini bisa mengurangi sensasi hubungan seksual secara signifikan.

    Jika tisu magic digunakan untuk mengusap atau menyeka seluruh penis, dari kepala hingga batang, dapat membuat pria lebih tahan lama saat berhubungan seks. Hal ini karena khasiat tisu magic yang mematikan saraf dari atas ke bawah.

    Waktu Mulai Menggunakan Tisu Magic

    Jika pria berejakulasi dalam 30 detik atau kurang, tisu magic mungkin akan bertahan membuat sensasi ‘mati rasa’ selama 30 hingga 60 detik lagi. Hal ini secara teknis masih dianggap ‘prematur’, tetapi dapat menghasilkan kepuasan seksual yang lebih besar bagi pasutri.

    Terkait berapa lama waktu yang dibutuhkan tisu untuk bekerja dan berapa lama tisu tersebut bertahan akan sangat bergantung pada tisu yang digunakan. Namun umumnya, proses ini memerlukan waktu beberapa menit untuk bekerja, dan diperkirakan akan bertahan selama 1 hingga 2 jam.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Nggak Perlu Insecure! Ini 5 Posisi Bercinta Paling Cocok buat Mr P Kecil


    Jakarta

    Banyak pria yang tidak percaya diri lantaran ukuran Mr P-nya relatif kecil. Padahal, ukuran bukanlah suatu masalah yang harus dikhawatirkan karena ukuran tidak ada hubungannya dengan tingkat kepuasan di ranjang. Asalkan, pria tahu benar cara memanfaakannya dengan percaya diri.

    Perlu diingat bahwa Miss V sendiri memiliki jumlah ujung saraf yang terbatas, terlebih dibandingkan dengan klitoris. Jadi, penetrasi yang dalam seharusnya tidak menjadi satu-satunya fokus dalam bercinta.

    Namun, jika ingin memaksimalkan Mr P dengan ukuran yang kecil, terdapat beberapa posisi yang memungkinkan penetrasi lebih dalam dan memuaskan dibandingkan posisi lainnya. Dikutip dari Healthline, berikut adalah posisi-posisinya.


    1. A leg up

    Posisi ini membuat kaki tidak menghalangi terjadinya penetrasi kontak secara penuh. Posisi ini juga memberikan kedua pihak akses yang mudah ke klitoris untuk mendapatkan kenikmatan maksimal.

    Untuk melakukannya, pasangan wanita berbaring telentang dan menyampirkan satu kaki di bahu pasangannya. Pasangan pria mengangkangi kaki lainnya dan memasukinya.

    Letakkan bantal di bawah pinggul jika diperlukan untuk membantu mengangkat vagina agar lebih mudah dimasuki.

    2. Doggy style

    Doggy style telah terbukti karena memberikan penetrasi yang lebih dalam dengan pemandangan yang seksi.

    Pasangan wanita merangkak sementara pasangan pria berlutut dan memasukinya dari belakang. Untuk penetrasi yang lebih dalam lagi, pasangan wanita dapat menurunkan kepala dan dadanya ke tempat tidur sambil melengkungkan punggungnya.

    3. Cowgirl

    ‘Vulva on top’ atau yang lebih dikenal sebagai ‘cowgirl’ dimulai dengan pasangan pria berbaring telentang sementara pasangan wanita naik menghadap ke arahnya.

    Posisi ini memungkinkan penetrasi yang paling dalam dan pasangan yang berada di atas dapat memastikan Mr P tetap berada di dalam dengan menggunakan menggesekkan dari sisi ke sisi, bukan hanya berkerak ke atas dan ke bawah.

    Next: Face to face dan pile driver

    4. Face to face

    Posisi face to face atau bertatap muka membuat semua bagian tubuh yang paling seksi bersentuhan. Posisi ini juga memungkinkan terjadinya kontak mata dan memudahkan dalam bercumbu.

    Untuk melakukan posisi ini, pasangan pria duduk di ujung tempat tidur atau kursi. Pasangan wanita mengangkangi pangkuan pasangannya untuk melakukan penetrasi.

    5. Pile driver

    Posisi ini memerlukan kelenturan tubuh yang kebih dan alat pembantu seperti karpet atau selimut di lantai.

    Pada posisi ini, wanita berbaring telentang dan mengayunkan kaki ke atas dan ke belakang di atas kepala sehingga kaki berada sedekat mungkin dengan lantai. Selanjutnya, pasangan pria berjongkok di atas dan memasukinya, berjongkok untuk mendorong masuk dan keluar.

    (Syifaa F. Izzati/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Sederet Perubahan yang Terjadi pada Penis Seiring Pertambahan Usia

    Jakarta

    Seperti halnya bagian tubuh lain, penis tentu akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perubahan ini mencakup pada aspek penampilan, fungsi dan potensi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

    Sebagian besar perubahan umumnya normal dan tidak memerlukan perhatian medis. Namun, dalam banyak kasus, penis berubah karena dipengaruhi oleh kondisi tubuh, seperti berkurangnya sirkulasi, perubahan hormonal, perubahan sifat kulit, dan faktor lainnya.

    Kondisi Penis Saat Usia Lanjut

    Setelah penis berhenti tumbuh saat usia tua, plak pada penis mulai terbentuk di arteri dan kadar testosteron mulai turun, perubahan pada penis pun mulai bisa terlihat.


    Pada kondisi lain, penyusutan penis dapat terjadi seiring bertambahnya usia, namun hal ini tidak mempengaruhi fungsi penis dan tidak perlu ditangani dengan pengobatan medis.

    Atrofi testis atau istilah untuk menyebut penyusutan testis juga merupakan bagian normal dari penuaan. Kondisi ini dibarengi dengan hilangnya elastisitas kulit di seluruh tubuh. Penis kemudian akan terlihat kendur dan terlihat lebih keriput seiring bertambahnya usia.

    Penurunan aliran darah juga dapat mencerahkan warna penis di kemudian hari.

    Fungsi Seksual

    Seiring bertambahnya usia, perubahan fungsi seksual akan terjadi, terutama dalam frekuensi dan sifat ereksi.

    Ketidakmampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi cukup lama untuk memuaskan pasangan, atau disfungsi ereksi (DE), lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

    Pada usia lanjut, penis akan cenderung menjadi kurang sensitif selama bertahun-tahun. Itu berarti, seseorang di usia tua lebih banyak membutuhkan waktu untuk menerima rangsangan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Lama Normalnya Mr P Kuat ‘Berdiri’?


    Jakarta

    Durasi ereksi saat berhubungan seks pada pria relatif bervariasi. Lamanya ereksi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti rangsangan seksual, kesehatan fisik, dan emosional.

    Normalnya, ereksi terjadi ketika aliran darah ke penis meningkat. Hal ini menyebabkan penis mengeras dan membesar, memungkinkan penetrasi dan hubungan seksual yang memuaskan.

    Saat berhubungan seksual, durasi ereksi yang cukup untuk mencapai gairah seksual sekitar 3 sampai 7 menit. Namun, perlu diperhatikan durasi ereksi demi mencapai kenikmatan saat berhubungan seks dapat beragam, tergantung pada kebutuhan seseorang.


    Ereksi juga bisa terjadi setelah ejakulasi. Kondisi ini disebut dengan periode refraktori, yaitu periode ketenangan seksual pada pria. Durasi refraktori rata-rata 15 sampai 35 menit dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia, kesehatan, tingkat kelelahan, dan faktor-faktor psikologis.

    Di luar itu, pria juga mengalami ereksi tanpa rangsangan, kondisi ini terjadi secara fisiologis selama tidur. Durasi ereksi tanpa rangsangan ini, umumnya berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit per kejadian. Dengan demikian, ereksi tanpa rangsangan tidak berlangsung lebih lama daripada ereksi dengan rangsangan.

    Jika seseorang mengalami ereksi yang berlangsung lebih dari 3 hingga 4 jam, barulah dianggap tidak normal. Kondisi itu disebut dengan priapismus, yaitu merupakan keadaan darurat medis, lantaran dapat merusak jaringan penis.

    Penting untuk diingat bahwa setiap pria memiliki keunikan dan variasi dalam pola ereksi dan durasinya. Jika seseorang memiliki kekhawatiran terhadap ereksi, baik terkait durasi atau adanya masalah kesehatan seksual, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter.

    (Agisna Riawan/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dokter Bicara Kemungkinan Lutut ‘Kopong’ gegara Keseringan Masturbasi


    Jakarta

    Masturbasi atau onani adalah cara untuk mendapat rangsangan dengan menyentuh area sensitif atau organ vital. Aktivitas ini guna memenuhi dan memuaskan gairah seksual pada seseorang. Meski tergolong normal, masturbasi sering diperdebatkan manfaat dan efek sampingnya.

    Pria yang terlalu sering melakukan masturbasi biasanya akan mudah merasa lelah. Selain itu, keseringan masturbasi selama ini juga sering dikaitkan dengan lutut yang sering kaku dan timbul bunyi ‘krek’. Masyarakat awam menyebutnya lutut ‘kopong’.

    Bagaimana Faktanya?


    Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) Prof Dr dr Ferdiansyah, SpOT(K) menjelaskan kekeliruan yang beredar mengenai masturbasi dan kaitannya dengan lutut kopong.

    “Lutut kopong ini istilah yang salah ya sebenarnya, nggak ada lutut kopong,” kata dr Ferdiansyah.

    Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu juga menyebut istilah yang pas untuk menjelaskan kondisi tersebut adalah osteoporosis.

    “Jadi lutut itu, misalkan ada kelainan, kalau sudah menua disebut namanya osteoporosis, atau kalau ada kelemahan biasanya karena nggak olahraga. Jadi antara masturbasi dan lutut kopong tidak ada hubungannya sama sekali,” tegas dia.

    Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Untuk mencegah kondisi ini, obat-obatan, pola makan sehat dan olahraga menahan beban dapat membantu mencegah pengeroposan tulang atau memperkuat tulang yang sudah lemah.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Cara Bikin Mr P Tak Gampang Loyo dan Tetap Gagah, Nomor 1 Wajib Dilakukan!


    Jakarta

    Sulit mempertahankan ereksi pada pria disebut juga disfungsi ereksi. Kondisi ini terjadi ketika penis tidak bisa mempertahankan ereksi atau bahkan tidak bisa ereksi sama sekali. Selain menurunkan rasa percaya diri pria, disfungsi ereksi juga dapat mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan.

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di American Journal of Medicine, 85 persen pria pemilik penis berusia antara 20 dan 39 tahun mengatakan bahwa mereka ‘selalu’ atau ‘hampir selalu’ bisa mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Sementara 15 persen pria di puncak kehidupan mereka mengalami kesulitan menjadi keras, setidaknya sesekali.

    “Secara umum, ereksi yang buruk disebabkan oleh salah satu dari lima hal, penurunan aliran darah, kadar hormon yang tidak normal, obat-obatan, fungsi saraf yang tidak normal, dan yang terakhir adalah komponen mental,” jelas Dr Justin Houman, MD, ahli urologi bersertifikat dan spesialis kesehatan seksual dan reproduksi pria.


    Lalu, bagaimana cara agar penis tetap kekar dan gagah meski berhubungan seks selama beronde-ronde?

    1. Perbanyak Olahraga

    Ahli urologi di klinik Cleveland, Ryand Berglund, MD, mengatakan aliran darah adalah kunci ereksi yang sehat. Salah satu cara mendorong aliran darah agar tetap lancar adalah olahraga, misalnya senam aerobik.

    Selain membuat tubuh tetap bugar, olahraga juga dapat membangun oksida nitrat tubuh, yang membantu mempertahankan ereksi.

    “Pengendara sepeda yang menghabiskan waktu lama di kursi sepeda mereka mungkin mengalami lebih banyak masalah dengan disfungsi ereksi (ED),” kata Erin Michos, MD, seorang profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.

    “Hal ini karena bersepeda dapat menekan arteri pudenda yang mengalirkan darah ke penis. Menggunakan jok sepeda khusus (split-seat) bersamaan dengan mengenakan celana pendek khusus dapat membantu mencegah DE,” tutur Ingber yang dikutip dari Men’s Health, Minggu (23/7/2023).

    2. Berhenti Merokok

    Sebuah literatur 2015 menemukan bahwa perokok berisiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi daripada daripada yang bukan perokok. Ada juga beberapa bukti bahwa merokok mempengaruhi kekuatan ereksi dan ukurannya.

    “Selain merusak pembuluh darah, merokok dapat merusak jaringan penis itu sendiri, membuatnya kurang elastis dan mencegahnya meregang,” kata Direktur pengobatan seksual di Rumah Sakit Alvarado di San Diego, Irwin Goldstein, MD.

    3. Minum Kopi

    Sebuah studi oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kafein setara dengan 2-3 cangkir kopi per hari, lebih kecil kemungkinannya mengidap disfungsi ereksi daripada mereka yang lebih suka bangun dengan minuman bebas kafein.

    4. Lebih Banyak Berjalan

    Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa pria yang berjalan hanya 2 mil sehari memiliki tingkat masalah ereksi setengah dari pria yang tidak banyak bergerak. Goldstein menjelaskan ini termasuk dua puluh menit jogging atau 30 menit latihan angkat beban.

    “Apa yang baik untuk kesehatan jantung Anda baik untuk pembuluh darah ke penis Anda,” tambah Houman.

    Endapan yang menyumbat atau memperkeras arteri penis juga dapat melemahkan ereksi. Semakin banyak berolahraga, semakin sehat, bersih, dan fleksibel lapisan tersebut.

    “Pria cenderung menganggap arteri mereka sebagai pipa sederhana yang dapat tersumbat, tetapi ada lebih banyak hal yang terjadi daripada itu,” kata Laurence Levine, MD, ahli urologi di Chicago’s Rush-Presbyterian Medical Center.

    “Lapisan pembuluh darah itu adalah area yang sangat aktif secara biologis di mana bahan kimia dibuat dan dilepaskan ke aliran darah,” lanjutnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kisah Pria dengan Kondisi Mikropenis, Frustrasi Sampai Malu Pakai Kondom

    Jakarta

    Seorang pria memiliki penis berukuran kecil atau disebut mikropenis. Pada kondisi ini, penis berukuran lebih kecil dibanding ukuran penis normal pada umumnya. Pria tersebut adalah Ant Smith (50), seorang penyair asal London Timur.

    Dikutip dari The Sun, penyair itu menulis syair berjudul ‘Shorty’ dan menggunakan humornya untuk mengatasi masalah yang sering kali tabu tentang bagian pribadi pria, termasuk ukuran rata-rata penis. Pasalnya, ia seringkali merasa malu lantaran penisnya berukuran jauh lebih kecil dibandingkan penis milik pria pada umumnya.

    Tak disangka, puisi buatannya itu mendapat tanggapan yang luar biasa dari para pria yang memiliki pengalaman serupa tetapi sebelumnya malu untuk mengungkapkannya.


    Pada 2015, ia kembali menjadi sorotan ketika mengadakan pesta internasional di London bernama Small Penis Party sebagai bagian dari film dokumenter tentang masalah tersebut.

    Ia menyatakan telah menghabiskan lebih dari 30 tahun hidupnya mengkhawatirkan ukuran penisnya, tetapi tidak diketahui apakah penis Smith adalah yang terkecil di dunia.

    “Tumbuh dewasa itu sangat memalukan bagi saya. Dengan tinggi sekitar 3,5 inci (8,8 cm) itu tidak terlalu kecil tetapi tampak jauh lebih kecil daripada orang lain. Saya diejek di sekolah dan itu membuat saya sangat sadar diri sehingga saya tidak berhubungan seks sampai saya berusia 21 tahun.” kata Smith.

    “Saya akan merasa malu jika kondom terlepas karena penis saya terlalu kecil untuk tetap memakainya. Itu bukan sesuatu yang bisa Anda diskusikan secara terbuka dengan teman-teman Anda,” sambungnya.

    Smith mengatakan banyak yang mengaitkan ukuran penis dengan seberapa ‘pria’ orang tersebut. Menurutnya itu adalah omong kosong. Istrinya pun meyakinkan Smith bahwa meski kecil, ukuran tersebut tidak ada bedanya.

    “Saya mengatasi masalah ini dengan humor dan menulis puisi tentang keinginan kecil saya yang disebut ‘Shorty,’ ” ungkapnya.

    Selain puisi tersebut, ia juga menulis buku tentang pengalamannya berjudul The Small Penis Bible. Buku tersebut berisi kisah nyata hidup Smith yang dibumbui humor. The Small Penis Bible juga disebut menjawab segala sesuatu tentang kecemasan ukuran penis, pembesaran penis, dan hidup dengan penis kecil.

    NEXT: Apa itu sebenarnya mikropenis?

    Mengenal Mikropenis

    Dikutip dari Cleveland Clinic, mikropenis adalah istilah medis untuk penis yang kecil, tetapi berstruktur normal. Faktor hormonal atau genetik dapat menyebabkan kondisi ini. Selama tidak ada masalah kesehatan lain, mikropenis dapat berfungsi normal. Pengidap mikropenis masih bisa buang air kecil (kencing) dan ereksi.

    Mikropenis sangat jarang terjadi. Kondisi ini memengaruhi sekitar 0,6 persen pria di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, sekitar 1,5 dari 10 ribu bayi lahir dengan mikropenis.

    Tenaga medis menentukan ukuran mikropenis dengan panjang penis yang diregangkan (SPL). Cara yang tepat untuk menetapkan SPL adalah dengan meregangkan penis dengan lembut, pegang dekat dengan tubuh dan ukur dari ujung ke pangkal penis. Orang dikategorikan mengidap mikropenis jika panjangnya kurang dari 2,5 standar deviasi di bawah rata-rata. Misalnya:

    Rata-rata panjang penis yang diregangkan (SPL) untuk pria dewasa adalah 5,25 inci (13,3 cm). SPL 3,67 inci (9,3 cm) atau kurang menunjukkan mikropenis dewasa.

    SPL rata-rata untuk bayi baru lahir adalah 1,4 inci (3,5 cm). SPL 0,75 inci (1,9 cm) atau kurang menunjukkan mikropenis bayi.

    Perawatan mikropenis yang paling umum adalah terapi testosteron dan pembedahan. Pria dari segala usia dapat melakukan perawatan ini. Peluang keberhasilan lebih besar jika kondisi mikropenis ini terdeteksi sejak dini dan beroleh penanganan sedini mungkin.

    (Celine Kurnia/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy