Tag: mrt

  • 8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Rumah Second


    Jakarta

    Membeli rumah tak harus dalam keadaan baru dan dari developer, tetapi bisa juga membeli bekas atau biasa disebut rumah second. Rumah ini bisa menjadi opsi bagi kamu yang ingin mencari hunian yang lebih terjangkau.

    Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan ada banyak keuntungan yang bisa didapat ketika membeli rumah second. Ia menjelaskan biasanya pemilik menjual rumahnya karena membutuhkan uang atau ingin pindah hunian, sehingga harga yang ditawarkan akan lebih murah dari pasaran.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli rumah second. Rumah yang sudah terpakai harus diperhatikan kelayakannya supaya tidak perlu menghabiskan terlalu banyak dana untuk perbaikan.


    Tips Beli Rumah Second

    1. Kondisi Rumah

    Jika ingin membeli rumah second, pastikan untuk datang langsung untuk survei kondisi bangunan rumah. Jangan sampai komponen utama seperti struktur rusak, sehingga harus membangun ulang rumah.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

    2. Kondisi Lingkungan

    Bukan hanya bangunan rumah, calon pembeli harus mencari tahu kondisi lingkungan rumah. Mulai dari keamanannya, seberapa sering terjadi pencurian, perampokan, dan pertikaian. Lalu, bagaimana hubungan antara tetangga dan RT/RW.

    Selain itu, perlu diketahui kalau rumah berpotensi atau kerap mengalami banjir. Salah satunya kalau lokasinya dekat aliran sungai.

    3. Listrik

    Perihal listrik, cari tahu apakah lingkungan rumah sering terjadi mati lampu. Kemudian, listrik yang digunakan prabayar atau pascabayar, yakni menggunakan token atau tidak. Penting juga mengetahui kalau ada tunggakan tagihan listrik yang dimiliki pemilik sebelumnya.

    4. Pengelolaan Lingkungan

    Selanjutnya, cari tahu biaya-biaya yang harus dibayar kalau tinggal di rumah tersebut, seperti iuran pengelolaan lingkungan. Lalu, cari tahu apakah ada masalah terkait pengelolaan yang biasa terjadi, seperti sampah sering kali tidak diambil hingga menumpuk.

    5. Akses dan Fasilitas

    “Lingkungannya itu dekat dengan fasilitas apa saja. Yang paling utama transportasi umum, dekat tol, atau sarana transportasi yang lain, (seperti) KRL, LRT, MRT, sarana belanja, (dan) sekolah,” katanya.

    Ia menyebut sekolah menjadi aspek paling utama. Sebaiknya rumah tidak terlalu jauh dari sekolah, serta pertimbangkan juga kualitas sekolahnya.

    6. Kelengkapan Surat

    Apabila sudah merasa senang dengan pilihan rumah, pastikan semua dokumen terkait jual-beli dan pemilikan rumah sudah lengkap dan asli. Konsultasikan dan periksa kelengkapan dokumen kepada notaris, seperti Akta Jual Beli (AJB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Lalu, ketahui kalau rumah yang dibeli berstatus waris atau tidak. Rumah bisa dikatakan berstatus waris pemilik terdahulu pasangan suami istri yang salah satunya telah meninggal dunia.

    “Kalau membeli rumah waris, itu harus ada akte waris. Tapi kalau membeli yang bukan statusnya waris itu lebih aman karena tidak membutuhkan ahli waris,” jelasnya.

    7. Pembayaran

    Selanjutnya, tentukan cara pembayarannya baik cash atau menyicil. Jika ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya memilih rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas.

    “Bank mau lokasi atau perumahan dari developer papan atas. Kalau bukan developer papan atas, bank tidak akan mengucurkan pinjaman karena rumah second, lebih selektif,” imbuhnya.

    8. Biaya Renovasi

    Terakhir, pertimbangkan dan persiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah. Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki atau ingin diubah pada rumah, misalkan untuk kamar mandi, lampu, dan kabel.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 Bulan Mei Akhirnya Cair, Cek Rekening!


    Jakarta

    Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Disdik DKI Jakarta) umumkan pencairan dana Kartu Jakarta Pintar atau KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 bulan Mei. Sudah cek rekening milikmu?

    Pencairan KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat, 4 Juli 2025 kemarin. Adapun jumlah penerima bantuan sebanyak 707.622 peserta didik.

    Sama seperti pencairan bulan-bulan sebelumnya, KJP plus bisa digunakan secara tunai dan nontunai. Namun, penggunaan tunai hanya bisa dipakai sebesar Rp 100 ribu setiap bulan.


    Penyelenggara KJP Plus berharap dana bantuan sosial tersebut bisa digunakan dengan bijak. Terutama penggunaan yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan peserta didik.

    “Yuk, cek saldo kamu dan gunakan dana KJP Plus dengan bijak untuk kebutuhan pendidikan!,” kata panitia KJP Plus dalam pernyataan tertulis dikutip dari postingan Instagram JakOne Mobile, Sabtu (5/7/2025).

    Besaran Dana KJP Plus Tahap I Tahun 2025 Bulan Mei

    Adapun besaran dana yang diterima murid setiap jenjangnya adalah:

    1. SD/MI

    • Dana personal per bulan: Rp 250 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 130 ribu

    2. SMP/MTs

    • Dana personal per bulan: Rp 300 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 170 ribu

    3. SMA/MA

    • Dana personal per bulan: Rp 420 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 290 ribu

    4. SMK

    • Dana personal per bulan: Rp 450 ribu
    • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 240 ribu

    5. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

    • Dana personal per bulan: Rp 300 ribu

    Cara Pengambilan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 Bulan Mei

    Pencairan dana langsung terkirim ke rekening Bank Jakarta masing-masing penerima. Untuk mengambil dana bantuan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni:

    1. Lewat teller

    • Datang ke Bank Jakarta lalu menuju teller bank.
    • Sebut keperluan ingin mencairkan dana KJP Plus.
    • Jika dana sudah masuk, siswa bisa mengambil tunai maksimal Rp 100 ribu dan sisa uang digunakan secara non-tunai.

    2. Lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

    • Datang ke ATM Bank Jakarta terdekat
    • Masukkan kartu ATM ke mesin dan ikuti tahapan untuk cek saldo rekening.
    • Jika sudah cair, siswa bisa mengambil uang tunai maksimal Rp 100 ribu dan sisa bantuan digunakan secara non-tunai.

    Dana KJP Plus baru bisa diterima jika penerima sudah menyelesaikan pembukaan rekening dan cetak buku tabungan beserta ATM untuk bisa menerima bantuan.

    Adapun tahapannya yakni:

    • Datang ke Bank Jakarta terdekat
    • Bank Jakarta akan membuka rekening, cetak buku tabungan, dan ATM
    • Bank Jakarta akan mengundang penerima baru untuk mengambil buku tabungan dan ATM jika prosesnya telah selesai
    • Setelah buku tabungan dan ATM diterima, akan dilakukan upload dana KJP Plus ke rekening penerima baru
    • Barulah murid bisa mengambil dana melalui teller ataupun ATM Bank Jakarta terdekat.

    KJP Plus Bisa Digunakan Kunjungi Tempat Wisata Edukatif

    Pada dasarnya, penggunaan dana KJP Plus hanya bisa ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, seperti:

    • Buku tulis
    • Buku gambar
    • Buku pelajaran
    • Alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus dan rautan
    • Alat gambar seperti macam-macam penggaris, pensil warna, spidol, cat/kertas warna, buku dan atau kertas gambar dan jangka
    • Alat dan atau bahan praktik
    • Seragam sekolah dan kelengkapannya
    • Sepatu dan kaos kaki sekolah
    • Tas sekolah
    • Pakaian olahraga sekolah
    • Buku pelajaran penunjang
    • Kudapan bergizi
    • Kacamata sebagai alat bantu penglihatan
    • Alat bantu pendengaran
    • Kalkulator scientific
    • USB flashdisk sebagai alat simpan data
    • Seragam pramuka dan kelengkapannya
    • Pembayaran kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dibiayai oleh Biaya Operasional Pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah
    • Komputer/Laptop

    Namun, kini banyak tempat wisata di Jakarta juga menerima KJP Plus. Sehingga, pelajar penerima KJP Plus bisa liburan ke tempat wisata edukatif secara gratis yang berlaku pada hari Sabtu, Minggu, hari libur nasional, dan momen libur sekolah.

    Daftar tempat wisata gratis yang bisa masuk dengan KJP Plus, adalah:

    1. Ancol Taman Impian (pantai ancol, ecopark, dan pasar seni ancol).

    2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (anjungan daerah dan museum).

    3. Taman Margasatwa Ragunan.

    4. Monumen Nasional (Monas).

    5. Museum Sejarah Jakarta.

    6. Museum Taman Prasasti.

    7. Museum MH Thamrin.

    8. MUseum Joang ’45.

    9. Museum Seni Rupa dan Keramik.

    10. Museum Tekstil.

    11. Museum Bahari.

    12. Museum Betawi.

    13. Rumah Si Pitung.

    14. Museum Arkeologi Onrust.

    15. Gratis untuk naik transportasi umum di Jakarta termasuk MRT.

    Cara Pakai KJP Plus Masuk ke Tempat Wisata Edukatif

    1. Bawa KJP Plus dan kartu pelajar yang masih berlaku serta sesuai dengan nama di kartu.

    2. Tunjukkan kartu di pintu masuk.

    3. Simpan bukti penggunaan (seperti tiket atau struk sebagai bukti).

    Itulah informasi terkait pencairan dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 bulan Mei. jangan lupa cek rekeningmu ya detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Apa di Taman Lapangan Banteng? Ini 6 Aktivitas Seru dan Cara Ke Sana


    Jakarta

    Jakarta memiliki banyak area terbuka cantik yang cocok untuk tempat rekreasi di akhir pekan, salah satunya Lapangan Banteng. Kawasan ini terkenal dengan Monumen Pembebasan Irian Barat yang menjulang tinggi di tengah dan sangat ikonik.

    Taman Lapangan Banteng termasuk landmark strategis di Jakarta. Lokasinya berada tidak jauh dari Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Menariknya, berbagai acara kerap digelar di sini sehingga banyak orang yang datang berkunjung.

    Selain itu, area Lapangan Banteng menjadi tempat yang pas untuk berolahraga. Terdapat lapangan bola dan jalur lari di sana. Makin penasaran dengan kawasan taman satu ini? Temukan informasi lebih lengkapnya di bawah.


    Ada Apa Saja di Taman Lapangan Banteng?

    Ada sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Lapangan Banteng, yakni sebagai berikut:

    1. Pertunjukan Air Mancur

    Jadwal Air Mancur Lapangan BantengWarga menyaksikan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan dan terbagi dalam tiga sesi, yakni pukul 18.30 WIB, 19.30 WIB dan 20.15 WIB, setelah dua tahun ditiadakan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.Pertunjukan air mancur di Lapangan Banteng. (Muhammad Adimaja/Antara)

    Ini adalah salah satu daya tarik utama dari Taman Lapangan Banteng. Show air mancurnya digelar hari Sabtu dan Minggu saja pada jam 18.30 dan 19.30. Pertunjukannya semakin meriah dengan berhiaskan lampu warna-warni yang menyala indah di malam hari.

    2. Berbagai Event Seru

    Lapangan Banteng jadi spot langganan berbagai hajatan event. Mulai dari festival makanan, bazar pernak-pernik, pameran tanaman dan satwa, hingga konser. Berbagai acara ini juga yang menarik warga berdatangan ke sana.

    Acara di Taman Lapangan Banteng selanjutnya yang akan diadakan yaitu Festival Raya Indonesia yang berlangsung selama 30 Agustus-1 September 2024. Pengunjung akan menemukan bazar makanan, mini zoo & pet show, sampai konser gratis.

    3. Area Bermain

    Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Kamu akan menemukan area bermain anak di Taman Lapangan Banteng. Di sini anak-anak bisa bermain papan seluncur, ayunan, hingga jungkat-jungkit. Orang tua pastikan tetap memperhatikan anak-anaknya yang sedang bermain di sana ya.

    4. Tempat Olahraga

    Taman Lapangan Banteng menjadi spot yang pas untuk berolahraga. Biasanya pengunjung akan jogging, jalan santai, atau berlari dengan mengitari area taman. Tak sedikit juga bermain sepak bola maupun bermain basket di lapangan khusus yang tersedia.

    5. Spot Foto

    Semenjak revitalisasinya selesai pada 2018 silam, Taman Lapangan Banteng semakin cantik. Hamparan rumput hijaunya dan deretan pepohonannya terlihat asri. Sejumlah tempat duduk juga disebar di beberapa titiknya.

    Di satu area terdapat spot payung warna-warni bergantungan yang sekelilingnya ditanam pohon palem. Tempat-tempat tersebut sering kali dijadikan spot foto andalan oleh para pengunjung.

    Lapangan Banteng beralamatkan di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Letaknya dekat dengan Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Monumen Nasional (Monas), sekitar 2 km saja.

    Lapangan Banteng dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, MRT, dan transportasi online. Kalau tertarik ke tempat rekreasi ini, simak cara ke Taman Lapangan Banteng dengan berbagai transportasi yang dikutip dari catatan detikcom berikut:

    – Cara ke Lapangan Banteng Naik KRL

    Untuk menuju Taman Lapangan Banteng menggunakan KRL, traveler dapat turun di Stasiun Juanda. Setelahnya, kamu bisa lanjut berjalan kaki berjarak kurang lebih 750 m dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Bisa juga memesan transportasi online menuju ke sana jika lelah berjalan.

    – Cara ke Lapangan Banteng Naik Transjakarta

    Pengguna Transjakarta dapat menaiki bus koridor 6H (Senen-Lebak Bulus) atau 1P (Blok M-Senen) untuk menuju ke sini. Nantinya kamu bisa turun di halte Lapangan Banteng 1, 2, 3, atau halte Kantor Pos Lapangan Banteng 3. Lanjut berjalan sebentar sampai ke area Taman Lapangan Banteng.

    – Cara ke Lapangan Banteng Naik MRT

    Lapangan Banteng juga dapat dijangkau dengan MRT. Nantinya traveler bisa turun di Stasiun Bundaran HI. Lanjut menaiki transportasi online berjarak sekitar 5 km dengan waktu tempuh kisaran 13 menit saja.

    Menghabiskan akhir pekan di Lapangan Banteng, Jakarta PusatLapangan Banteng di Jakarta Pusat. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Fasilitas Taman Lapangan Banteng

    Fasilitas umum yang tersedia di Lapangan Banteng sudah cukup lengkap. Terdapat mushola, toilet, pos keamanan, sentra UMKM, amfiteater, serta area bermain anak. Hamparan rumput hijau di bawah pohonnya cocok juga jadi spot piknik.

    Kamu juga tidak perlu khawatir kelaparan karena di sekeliling kawasan taman ini berjejer banyak pilihan kuliner yang siap mengganjal perut keroncongan.

    Nah, itu tadi informasi seputar Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat. Jadi, traveler tertarik berekreasi di sana nggak nih?

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini 4 Cara Mudah Pergi ke Bundaran HI dengan Kendaraan Umum


    Jakarta

    Bundaran Hotel Indonesia atau disebut juga Bundaran HI merupakan salah satu tempat ikonik di Jakarta. Tempat ini selalu ramai dalam momen tertentu, misalnya saat malam tahun baru atau car free day (CFD).

    Wisatawan dari dalam maupun luar negeri bisa mengunjungi Bundaran HI dengan menggunakan kendaraan umum, mulai dari KRL Commuter Line, TransJakarta, MRT, hingga LRT. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat Bundaran HI sangat mudah diakses.

    Lantas, bagaimana cara pergi ke Bundaran HI dengan menggunakan transportasi umum? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara ke Bundaran HI dengan Kendaraan Umum

    Ada banyak cara bagi travelers yang ingin berkunjung ke Bundaran HI dengan transportasi umum. Berikut moda transportasi yang bisa kamu gunakan untuk bisa sampai ke Bundaran HI:

    1. KRL Commuter Line

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan KRL Commuter Line. Bagi kamu warga Depok, Tangerang, ataupun Bekasi sudah bisa jalan-jalan ke pusat kota dengan mudah dan cepat.

    Untuk bisa sampai di Bundaran HI, travelers harus menaiki KRL tujuan Cikarang – Angke atau Cikarang – Kampung Bandan, kemudian turun di Stasiun Sudirman.

    Setibanya di Stasiun Sudirman, travelers perlu berjalan kaki sekitar 900 meter atau 15 menit untuk bisa sampai di Bundaran HI.

    2. TransJakarta

    Jika tidak mau berjalan kaki terlalu jauh, sebaiknya pilih moda transportasi TransJakarta (TJ). Sebab, ketika keluar dari halte TJ, kamu sudah disambut oleh Patung Selamat Datang yang berada persis di depannya.

    Caranya adalah dengan naik TransJakarta dan turun di Halte Bundaran HI Astra. Adapun sejumlah rute TJ yang berhenti di halte tersebut, yakni:

    • Rute 1: Blok M – Kota
    • Rute 6A: Ragunan – Balai Kota via Kuningan
    • Rute 6B: Ragunan – Balai Kota via Semanggi
    • Rute 9D: Pasar Minggu – Tanah Abang.

    3. MRT

    Selain menggunakan TransJakarta dan KRL, pilihan lainnya adalah dengan menaiki MRT. Sama seperti menggunakan TJ, detikers tak perlu berjalan kaki terlalu jauh karena MRT akan berhenti di Stasiun Bundaran HI Bank DKI.

    Adapun rute MRT saat ini baru hanya satu, yakni tujuan Lebak Bulus – Bundaran HI. Jadi, kamu bisa naik di stasiun MRT mana saja yang terdekat dari lokasi kamu, tapi pastikan mengarah ke Bundaran HI ya!

    4. LRT

    Cara lain untuk bisa sampai di Bundaran HI adalah menggunakan LRT. Bagi kamu warga Cibubur dan Bekasi yang ingin jalan-jalan ke pusat kota Jakarta, bisa banget mengandalkan transportasi umum yang satu ini.

    Untuk bisa sampai ke Bundaran HI, travelers harus menaiki LRT menuju Stasiun Dukuh Atas. Setelah itu, kamu perlu berjalan kaki sekitar 1,5 km atau 20 menit untuk bisa sampai di sana.

    Daya Tarik Bundaran HI

    Daya tarik utama dari Bundaran HI adalah karena menjadi salah satu ikon kota Jakarta. Selain itu, di tengah bundaran terdapat sebuah patung bernama Patung Selamat Datang.

    Mengutip situs Badan Sertifikasi Kadin DKI Jakarta, Patung Selamat Datang merupakan monumen sepasang manusia yang tengah menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung itu dibangun untuk menyambut para tamu negara dan atlet yang datang ke pentas olahraga Asian Games ke-4 pada 1962.

    Untuk bisa menikmati suasana di sekitar Bundaran HI, travelers disarankan naik ke anjungan Halte Bundaran HI. Setibanya di anjungan, kamu bisa melihat lanskap Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bertingkat yang keren dan estetik.

    Itu tadi penjelasan mengenai empat cara pergi ke Bundaran HI dengan menggunakan transportasi umum. Semoga dapat membantu travelers!

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Taman Cantik di Jaksel yang Gratis dan Dekat Halte, Tempat Piknik-Nongkrong


    Jakarta

    Jakarta Selatan punya banyak ruang terbuka hijau seperti taman yang bisa diakses gratis. Kawasan tamannya ditata rapi cantik serta dilengkapi fasilitas penunjang sehingga menarik banyak pengunjung datang.

    Di taman-taman ini, traveler dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari duduk-duduk santai, berfoto ria, berolahraga, bermain, hingga piknik seru bersama teman atau pasangan. Lantas, apa saja taman estetik yang gratis di Jakarta Selatan? Simak rekomendasinya di bawah ini.

    Taman Gratis di Jakarta Selatan

    Ada banyak taman indah di Jakarta Selatan yang tidak dikenai biaya tiket masuk alias gratis. Mengutip catatan detikcom, berikut deretannya:


    1. Tebet Eco Park

    Aktivitas pengunjung di Tebet Eco Park, Jakarta, saat Idul Adha 2023.Pengunjung piknik dan duduk santai di samping Infinity Link Bridge, Tebet Eco Park. Foto: Rumondang Naibaho/detikcom
    • Lokasi: Jl. Tebet Raya, Tebet
    • Jam Buka: Senin-Minggu, Sesi 1: 06.00-11.00 dan sesi 2: 13.00-18.00

    Kalau ingin duduk-duduk santai di bawah pohon, piknik seru, hingga bermain di playground, Tebet Eco Park bisa jadi pilihan. Infinity Link Bridge setinggi 6 meter yang menghubungkan taman utara dan selatan menjadi spot foto favorit di tempat ini.

    Taman di Tebet ini punya ruang hijau cukup luas yang ditata rapi dan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Di sekitar taman juga banyak ditemukan kafe, tempat makan, dan pedagang kaki lima yang bisa didatangi saat perut keroncongan.

    Tebet Eco Park bisa dijangkau dengan KRL dan bus Transjakarta. Traveler dapat turun di Stasiun Tebet, keluar di Plaza Barat, dan lanjut menaiki Mikrotrans Jak-18. Kalau naik Transjakarta pilih koridor 7D, 9, 9A, atau 13F dan turun di Halte Tebet Eco Park. Dilanjutkan berjalan kaki atau bersepeda dengan jarak sekitar 300 meter ke area taman.

    2. Taman Langsat

    • Lokasi: Jl. Barito, Kramat Pela, Kebayoran Baru
    • Jam Buka: Setiap hari, 06.30-17.00 WIB

    Taman Langsat viral di media sosial sebagai lokasi piknik estetik dengan danau dipenuhi teratai cantik dan beberapa ekor bebek yang ke sana kemari.

    Area taman ini juga cukup luas dan dikelilingi banyak pohon tinggi yang rindang. Traveler dapat memilih spot piknik di bawah pohon atau di pinggir danaunya.

    Untuk ke sini dapat menaiki MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA. Keluar melalui pintu C ke arah Jalan Mahakam dan berjalan sekitar 9 menit untuk sampai di lokasi.

    3. Taman One Satrio Kuningan

    Warga menikmati suasana Imlek di One Satrio, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (23/1/2023).‘Taman Kota’ One Satrio di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Foto: Ari Saputra
    • Lokasi: Jl. Mega Kuningan Kav. E 1, Karet Kuningan, Setiabudi
    • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB

    Kawasan Mega Kuningan punya area terbuka dengan taman dan banyak tenant yaitu One Satrio. Tempat ini dilengkapi jogging track hingga playground untuk anak.

    Tidak seperti taman pada umumnya, area ini punya view gedung-gedung tinggi karena memang letaknya yang berada di tengah perkotaan. Cocok banget sebagai tempat rehat sejenak setelah seharian bekerja.

    Taman One Satrio bisa dijangkau dengan bus Transjakarta, KRL, MRT, maupun LRT. Naik KRL turun di Stasiun Tebet lanjut naik bus Transjakarta koridor 6D. LRT turun di Stasiun Kuningan dan jalan sedikit menuju lokasi. Kalau naik MRT turun di Stasiun Istora Mandiri lalu keluar dari pintu B. Jalan kaki sedikit dengan melewati pintu 7 GBK.

    4. Urban Forest Cipete

    Urban Forest CipeteUrban Forest Cipete Foto: Putu Intan/detikcom
    • Lokasi: Jl. RS Fatmawati Raya, Cilandak
    • Jam Buka: Setiap hari, 07.00-22.00 WIB

    Urban Forest Cipete memiliki ruang terbuka hijau yang mirip taman atau hutan kota. Kawasannya adem juga sejuk dengan pepohonan hijau yang rindang. Area rerumputannya bisa digelar alas duduk sebagai lokasi piknik.

    Sejumlah kafe dengan menu bervariasi bisa ditemukan di sini. Ada El Profesor dengan steak wagyunya, pizza ala Italia dari Solo Pizza, hidangan Jepang di Kohai Izakaya, hingga gelato dari Rivareno.

    Urban Forest Cipete dapat dijangkau menggunakan MRT dengan turun di Stasiun Cipete Raya. Keluar melalui pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya dan berjalan kaki sekitar 50 meter untuk sampai ke lokasi.

    5. Taman Literasi Christina Martha Tiahahu

    taman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina TiahahuTaman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Foto: Weka Kanaka/detikcom
    • Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru
    • Jam Buka: 24 Jam

    Taman Literasi terletak di kawasan Blok M. Traveler dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada di sana.

    Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai. Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini.

    Kalau mau ke sini, bisa gunakan MRT atau bus Transjakarta. Naik bus yang menuju Blok M dan turun di Halte Kejaksaan Agung. Keluar dari halte dan jalan sedikit untuk sampai di taman. Jika naik Mrt, turun di Stasiun Blok M BCA dan Taman Literasi tepat berada di bawahnya.

    6. Cibis Park

    Ingin melepas penat dari hiruk-pikuk dan rutinitas kerja. Warga Jakarta Selatan bisa coba datangi CIBIS Park, tempatnya yang nyaman cocok untuk bersantai di akhir pekan.Cibis Park di Cilandak, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Lugas Pribady
    • Lokasi: Jl. TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu
    • Jam Buka: Setiap Hari, 08.00-22.00 WIB

    Taman satu ini mirip One Satrio dengan dikelilingi banyak tenant makanan dan minuman yang menawarkan menu bervariasi. Pembedanya, terdapat kolam ikan koi di tengah Cibis Park. Traveler dapat memberi makan ikan dengan pakan yang dijual di sekitar kolam.

    Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas olahraga seperti jogging di track yang tersedia, bersepatu roda, maupun pound fit. Sekadar duduk santai di pinggir kolam sambil menikmati Semilir angin juga bisa dipertimbangkan.

    Untuk ke sini dapat menaiki bus Transjakarta rute Rambutan-Lebak Bulus lalu turun di Halte Ampera, terletak di depan Gedung TMT setelah lampu merah Cilandak. Jika naik KRL, turun di Stasiun Pasar Minggu lanjut gunakan Mikrotrans Jak 47 dan turun di depan Cibis Park.

    7. Taman Ayodia

    • Lokasi: Jl. Lamandau III, Kramat Pela, Kebayoran Baru
    • Jam Buka: 24 Jam

    Taman satu ini juga berada dekat dengan kawasan Blok M. Lokasinya bahkan bersebelahan persis dengan Taman Langsat, tetapi luas areanya lebih kecil.

    Taman Ayodia cocok banget sebagai tempat bengong, nongkrong, serta ngobrol bersama teman maupun pacar. Di sekitar taman juga terdapat banyak kuliner sehingga traveler bisa sekalian jajan mengisi perut.

    Tempat ini bisa dijangkau dengan menaiki MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA. Lanjut berjalan kaki sebentar untuk sampai di lokasi.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berburu Kaset Bekas di Blok M Square: Nostalgia Zaman Tap Radio



    Jakarta

    Jelajahi Blok M Square, surga kaset bekas di Jakarta. Di sana sekaligus menjadi tempat bernostalgia di tengah kesibukan ibu kota.

    Tepatnya di lantai bawah pusat perbelanjaan itu terdapat sebuah surga kecil bagi para kolektor kaset bekas. Tempat tersebut seolah menjadi mesin waktu yang membawa pengunjung kembali ke era kejayaan kaset pita, sebuah media yang kini digantikan oleh streaming digital.

    Memasuki kawasan Blok M Square lantai basement, penjual kaset bekas di Blok M Square, traveler akan langsung disambut oleh jejeran rak kayu yang dipenuhi kaset-kaset dari berbagai genre dan era.


    Dari musik pop Indonesia tahun 80-an hingga rock klasik Barat, semuanya tersusun rapi menunggu untuk ditemukan. Aroma khas plastik kaset yang usang bercampur dengan bau buku-buku lawas menciptakan suasana yang syahdu dan penuh kenangan. Para penjual di sini bukan sekadar pedagang biasa. Mereka adalah penjaga sejarah musik yang tahu detail tentang koleksi mereka.

    “Disini banyak banget ka, kaka suka genre apa nanti saya carikan. Ada kaset piringan hitam maupun kaset kompak, ada Indonesia maupun luar negeri ini salah satu karya musisi Dian Pramana Poetra enak banget di dengarnya,” ujar salah satu penjual sambil menunjukkan sebuah kaset dengan sampul berwarna biru.

    Kegiatan berburu kaset bekas di Blok M Square ibarat mencari harta karun. Setiap tumpukan kaset menyimpan kemungkinan untuk menemukan album-album langka atau bahkan rilisan yang sudah tidak diproduksi lagi. Beberapa pengunjung bahkan rela datang jauh-jauh dari luar kota demi berburu koleksi yang ternilai ini.

    “Saya datang jauh dari Cikarang, saya pun pecinta lagu-lagu lawas kalo dirumah lagi santai, seneng aja dengernya, soalnya dirumah masih ada tap radio juga sebelum dibeli bisa didengarkan secara langsung,” kata Dendi, salah satu pembeli kaset.

    Untuk berburu dan bernostalgia dengan kaset lawas di Blok M Square, traveler disarankan datang pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, karena beberapa gerai baru buka pada waktu tersebut. Akses ke lokasi ini juga sangat mudah.

    Traveler bisa menggunakan MRT dan turun di Stasiun Blok M BCA, kemudian berjalan menuju Little Tokyo. Lurus terus hingga menemukan Blok M Square. Masuklah melalui pintu UG yang dekat dengan jejeran stand makanan, lalu turun ke lantai 2 basement, dan traveler akan sampai di surga kaset lawas ini.

    Bagi para pengunjung, harganya juga cukup terjangkau. Sebuah kaset bekas bisa dibeli dengan harga yang bervariatif tergantung pada kelangkaan dan kondisinya. Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan daftar album favorit Anda dan nikmati petualangan berburu kaset bekas yang penuh kejutan di Blok M Square. Siapa tahu, Anda akan pulang dengan menemukan kenangan manis yang selama ini traveler cari!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jejak Pahlawan Maluku di Ruang Literasi Blok M



    Jakarta

    Dari kisah heroik pejuang Maluku hingga semangat literasi anak muda, sebuah ruang baca di Blok M menghadirkan pertemuan sejarah dan modernitas dalam satu napas. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

    taman itu terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 2, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Lokasinya strategis di kawasan Blok M yang dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

    Taman itu dirancang sebagai ruang publik yang menggabungkan nuansa hijau dengan kegiatan literasi. Ada juga fasilitas keren seperti perpustakaan terbuka, sampai kafe yang bikin taman ini hidup dengan berbagai aktivitas kreatif dan edukatif.


    Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

    “Di taman ini sering diselenggarakan acara, mulai dari workshop, ngobrolin buku, sampai pertunjukan seni atau konser ada di sini, biasanya ada di tengah taman pengunjung bisa duduk untuk menonton pertunjukan,” kata Muti, pemandu wisata dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan pada Kamis (25/9/2025).

    Sejarah Penamaan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Berdasarkan penjelasan dari Muti, pemandu wisata Sudin Parekraf Jakarta Selatan, nama taman ini diambil dari sosok pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu. Dia adalah pahlawan yang berani melawan penjajahan Belanda.

    Martha ditawan Belanda pada 1818. Saat ditawan Martha memilih tidak makan hingga akhirnya meninggal, dan jenazahnya bahkan dibuang ke laut.

    Atas keberaniannya, pemerintah menetapkan Martha Christina Tiahahu sebagai pahlawan nasional pada 1969. Semangat juang Marta Tiahahu menjadi filosofi taman ini, diharapkan dengan adanya taman ini, generasi muda berani berkarya dan belajar lewat literasi.

    Peresmian Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Dulu, taman ini bernama Taman Martha Tiahahu. Kemudian, saat kawasan Blok M direvitalisasi bersamaan dengan pembangunan Cakra Selaras Wahana (CSW), taman ini ikut direnovasi dan diresmikan pada 2021 oleh Gubernur Jakarta Anis Baswedan dengan nama barunya ‘Taman Literasi Martha Christina Tiahahu’.

    Gubernur terpilih Jakarta Pramono Anung berencana membuka sejumlah taman di Jakarta 24 jam. Warga berharap taman nantinya tidak dijadikan tempat tidur tunawisma seperti di luar negeri.Taman Literasi Blok M (Andhika Prasetia)

    “Taman ini sempat berganti nama, awalnya bernama Taman Martha Tiahahu terus diganti sama bapak Gubernur jadi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan harapan warga Jakarta bisa mengakses literasi walau sedang di Taman dan pembangunan taman ini berbarengan dengan CSW,” kata Muti.

    Di taman ini mayoritas ada kafe kopi. Kopi yang paling mahal adalah kopi gajah dari hasil fermentasi gajah. Harga satu cangkir kopi mencapai Rp 50 ribu.

    “Asal mula kopi itu berasal dari kambing yang menari-nari, awal mulanya ada pengembala kambing asal Ethiopia yang melihat kambingnya begitu semangat setelah memakan buah beri merah dari pohon kopi,” kata Muti.

    Rute Menuju Taman Literasi

    Berkunjung ke Taman Literasi, traveler bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut rute transportasi umum dan kendaraan pribadi yang berhasil detik travel dapatkan untuk detikers gunakan menuju Taman Literasi.

    TransJakarta:

    Jika traveler berangkat dari pusat kota Jakarta, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor 1, lalu turun di Halte Blok M, dan bisa berjalan kaki 450 meter menuju Taman Literasi. Jika traveler berangkat dari arah Tangerang Selatan, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor s21, lalu turun di Bus Stop Hotel Melawai dan berjalan 450 meter menuju Taman Literasi.

    MRT:

    Traveler bisa menggunakan MRT menuju Taman Literasi, lalu turun di Stasiun Blok M BCA, dan berjalan 350 meter menuju Taman Literasi.

    Kalau detikers dari Jakarta Pusat menuju Taman Literasi menggunakan kendaraan pribadi, detikers dapat menempuh perjalanan sepanjang 8,9 km melalui jalur arteri dengan melintasi Jalan Jenderal Sudirman.

    Taman Literasi Martha Christina Tiahahu bukan hanya ruang hijau untuk bersantai, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya. Dengan perpaduan sejarah, literasi, dan aktivitas kreatif, taman ini menjadi destinasi publik yang patut dikunjungi di Jakarta Selatan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Cara Pakai QRIS Tap Bayar Belanja, KRL, dan MRT Pakai HP Android

    Jakarta

    Mulai hari ini, 14 Maret 2025, masyarakat bisa menikmati kemudahan baru dalam bertransaksi. Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berbasis Near Field Communication (NFC) atau QRIS Tap yang memungkinkan pengguna cukup menempelkan HP ke mesin pembaca saat membayar belanja, KRLdan MRT.

    “Akan berlaku mulai 14 Maret 2025, bersamaan dengan launching QRIS Tap atau tanpa pindai,” kata Gubernur BI Perry Warjiyodikutip dari detikFinance.

    Apa Itu QRIS Tap?

    QRIS Tab adalah fitur terbaru dari QRIS yang memungkinkan pembayaran dengan cara menempelkan (tap) HP Android yang mendukung NFC (Near Field Communication) ke mesin pembaca QRIS. Fitur ini lebih cepat dan praktis dibandingkan dengan memindai kode QR.

    Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa QRIS Tap dirancang untuk menyederhanakan proses pembayaran. “Sistem ini tidak lagi memerlukan pemindaian atau scan barcode QRIS. Cukup tempelkan ponsel, transaksi selesai dalam hitungan detik,” ujar Filianingsih.

    Filianingsih menyebut, QRIS Tap ini merupakan inovasi digital yang telah menjadi bagian dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

    “QRIS Tap ini merupakan inovasi, jadi ini terobosan yang merupakan salah satu inisiatif dari Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan ini kita mendukung juga program transformasi digital dari pemerintah khususnya untuk transportasi,” ucap Filianingsih.

    QRIS Tap akan bisa digunakan di layanan transportasi seperti KRL, MRT dan Damri.Ke depan, BI memastikan terus memperluas kerja sama dengan operator moda transportasi lain dan industri lainnya untuk memastikan kelancaran implementasi sekaligus melakukan sosialisasi inovasi pembayaran QRIS Tap.

    Syarat Menggunakan QRIS Tab

    • HP Android memiliki fitur NFC.
    • Memiliki aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS dan NFC, seperti GoPay dan Dana atau aplikasi perbankan digital misalnya BRImo.
    • Pastikan saldo di aplikasi pembayaran digital Anda mencukupi.
    • Mesin pembayaran di merchant, stasiun KRL, atau MRT sudah mendukung QRIS Tab.
    QRIS TapQRIS Tap di Gopay Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Cara Menggunakan QRIS Tab

    1. Pastikan NFC Aktif: Buka menu “Pengaturan” di HP Android. Cari dan aktifkan fitur “NFC”.
    2. Buka Aplikasi Pembayaran: Buka aplikasi GoPay, Dana, LinkAja, atau aplikasi perbankan digital yang Anda gunakan. Pastikan kamu sudah login dan saldo mencukupi.
    3. Buka bagian QRIS. Pilih opsi QRIS Tap dan masukan memasukkan PIN atau menggunakan biometrik (sidik jari atau pemindaian wajah).
    4. Tempelkan HP ke Mesin Pembayaran: Dekatkan bagian belakang HP Android ke mesin pembaca QRIS Tab. Pastikan area NFC di HP menempel dengan baik.
    5. Konfirmasi Pembayaran: Layar HP Anda akan menampilkan detail transaksi. Periksa kembali nominal pembayaran dan konfirmasikan dengan
    6. Transaksi Selesai: Mesin pembayaran akan mengeluarkan struk atau notifikasi pembayaran berhasil.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ngulik Blok M Square, Kawasan Wisata Kuliner Paling Viral di Jaksel



    Jakarta

    Blok M Sqare adalah pusat perbelanjaan yang sangat ikonik di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Dengan gedungnya yang besar tepat di pintu keluar terminal, Blok M Square sangat mudah dikenali para pengunjung.

    Tulisan Blok M Square yang besar dengan ujung menara dan desain luar ikonik membuat gedung ini mudah dilihat pengunjung dari berbagai arah. Sehingga, pengunjung bisa menjadikan Blok M Square patokan sebelum mendatangi gang-gang dan area Blok M.

    Blok M SquareBlok M Square Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Detik travel sempat mengunjungi Blok M Square dalam Famtrip-Strolling Arround Blok M bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Secara umum, area Blok M mulai mengalami pembangunan besar-besaran di era Ali Sadikin menjabat Gubernur Jakarta pada 1966-1977.


    “Pada masa pemerintahannya, Ali Sadikin, berhasil membangun Kota Jakarta secara besar-besaran khususnya daerah Jakarta Selatan di area Blok M ini,” kata Muti yang ketika itu menjadi pemandu wisata.

    Ali Sadikin menginginkan Blok M dikelilingi wisata kuliner sesuai selera dan keinginan pengunjung. Harapan ini terwujud di era pembangunan Blok M saat ini yang terdiri dari beberapa distrik dengan aneka pilihan kuliner dan wisata lain.

    Termasuk area Blok M Square terletak di Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, Blok M Square dan kawasan Blok M secara umum telah menjadi destinasi wisata urban, mulai dari Stasiun MRT hingga kawasan pemukiman Kebayoran Baru.

    Beberapa spot di Blok M Square menjadi viral dan jadi incaran para pengunjung yang baru sekali atau telah beberapa kali ke Blok M. Berikut datanya dihimpun dari arsip detikcom:

    – Masjid Nurul Iman Blok M Square di lantai 7

    – Kampoeng Mainan di lantai 3

    – Kue subuh di upper ground

    – Bursa buku dan sentra musik di basement

    – Pujasera di basement antara lain:

    • Artirasa Cheesecake
    • Bakmi Piring
    • Haka Dimsum
    • Thai Baby
    • Maiku Cafe.

    Blok M Square biasanya ramai di hari libur, jam makan siang, atau selesai kantor. Buat detikers yang ingin beburu kuliner atau wisata viral, sebaiknya hindari jam-jam tersebut agar nyaman dan tidak perlu antri lama. Jangan lupa bawa uang tunai dan nontunai untuk mengantisipasi gangguan di sistem pembayaran.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute dan Akses Menuju Destinasi Wisata Petak Sembilan, Glodok


    Jakarta

    Kawasan wisata budaya dan kuliner Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat bisa diakses dengan kendaraan umum. Simak di sini informasinya.

    Akhir pekan belum mempunyai rencana liburan? Petak Sembilan di kawasan Pecinan Glodok bisa jadi pilihan menarik. Kawasan ini dikenal sebagai surga kuliner khas Tionghoa, lengkap dengan suasana pasar yang dipenuhi toko China.

    Bukan hanya menyuguhkan makanan lezat, Petak Sembilan juga menawarkan pengalaman berjalan di antara gang sempit dengan aroma dupa, jajanan tradisional, hingga toko Cina yang legendaris. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


    Masih bingung soal transportasi umum menuju ke sana? detikTravel sudah merangkum beberapa cara mudah menuju Petak Sembilan.

    Naik TransJakarta

    Perjalanan bisa dimulai dengan naik TransJakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di Halte Glodok. Setelah itu, lanjutkan berjalan kaki sekitar 250 meter menuju kawasan Pecinan Jakarta atau dikenal juga sebagai Chinatown.

    Setelah melewati gapura khas Tionghoa di pintu masuk, lanjutkan berjalan sekitar 50 meter hingga menemukan Gang Petak 9 di sisi kanan jalan. Bagi yang baru pertama kali datang, disarankan bertanya kepada warga sekitar, karena gang ini tidak memiliki papan nama resmi yang menandai sebagai Petak Sembilan.

    Naik KRL

    Alternatif lain adalah menggunakan KRL. Naik kereta menuju arah Kampung Bandan dan turun di Stasiun Duri. Dari sana, berjalan sekitar 100 meter ke Jalan Duri Utama 1, kemudian naik mikrolet M41. Turun di Jalan Kemenangan 1 dan lanjutkan berjalan sekitar 200 meter menuju kawasan Petak Sembilan.

    Naik MRT

    Moda transportasi modern ini juga bisa jadi pilihan. Turun di Stasiun Bundaran HI, lalu lanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta koridor 1 dan turun di Halte Glodok. Selanjutnya, cukup berjalan kaki menuju kawasan Pecinan untuk menemukan Petak Sembilan.

    Petak Sembilan bukan sekadar destinasi kuliner, tetapi juga tempat untuk merasakan atmosfer budaya Tionghoa yang masih terjaga di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Jadi, siapkan kamera dan selera makan terbaikmu, karena setiap sudutnya siap memanjakan mata dan perut!

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com