Tag: mual

  • Tomat dan Mentimun Bisa Terpapar Salmonella, Waspadai 5 Tanda Keracunannya


    Jakarta

    Salmonella merupakan bakteri berbahaya yang bisa terpapar di sayuran segar, seperti tomat dan mentimun. Waspadai paparannya dan kenali lima tanda keracunan bakteri Salmonella.

    Infeksi salmonella atau disebut salmonellosis merupakan kelompok bakteri pemicu diare dan infeksi di saluran usus manusia. Bakteri ini dapat hidup di saluran usus hewan yang ditularkan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan.

    Baru-baru ini di Amerika Serikat terjadi wabah Salmonella yang dikaitkan dengan kontaminasi lewat tomat dan mentimun.


    Dalam kebanyakan kasus, infeksi bakteri Salmonella akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, infeksi ini bisa menyebabkan daya tahan tubuh melemah pada bayi, anak kecil, dan lansia.

    “Kami melihat infeksi salmonella di unit gawat darurat secara rutin sebagai akibat dari makanan yang terkontaminasi serta wabah sesekali, seperti yang baru-baru ini menjadi berita utama dari tomat dan mentimun yang terkontaminasi,” kata Arjun Venkatesh, MD, ketua kedokteran darurat di Sekolah Kedokteran Yale, seperti dikutip dari Eat This Not That.

    “Langkah-langkah kesehatan masyarakat sangat penting untuk menjaga masyarakat agar aman dari keracunan makanan, baik dalam makanan yang dipesan di restoran maupun yang dibeli di toko kelontong,” paparnya.

    Berikut tanda-tanda awal terinfeksi bakteri Salmonella menurut Eat This Not That.

    1. Diare

    Salah satu gejala awal keracunan makanan biasanya diare. Diare bisa berupa tinja yang encer dan bisa berdarah atau mengandung lendir,” kata Dr. Venkatesh.

    Jika Anda melihat darah dalam tinja, Anda harus segera menghubungi dokter.

    2. Kram

    Gejala umum Salmonella lainnya adalah kram. Kebanyakan orang yang terinfeksi mengalami kram perut yang bisa parah.

    3. Mual

    Gejala awal keracunan makanan akibat Salmonella lainnya adalah merasa mual.

    “Jika tiba-tiba merasa mual dua hingga empat jam setelah makan Anda perlu memeriksanya,” kata Dr. Venkatesh.

    4. Muntah

    Keracunan makanan akibat Salmonella sering kali disertai muntah. “Ini adalah tanda khas keracunan makanan dan dapat berlangsung cukup lama,” kata Dr. Venkatesh. CDC menghimbau Anda untuk menghubungi dokter jika mengalami muntah lebih dari dua hari.

    5. Kehilangan Nafsu Makan

    Tanda lain dari salmonella adalah kehilangan nafsu makan atau tidak merasa lapar. Seseorang mungkin kehilangan nafsu makan selama berjam-jam atau berhari-hari setelah infeksi. Anda juga harus memperhatikan tanda-tanda dehidrasi.

    “Dehidrasi berarti tidak memiliki cukup cairan dalam tubuh. Jika Anda mengalami diare atau muntah, pastikan untuk minum banyak cairan,” kata CDC.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 5 Tanda Keracunan Bakteri Salmonella dari Tomat dan Mentimun

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Bercinta di Bulan Puasa, Awas Asam Lambung kalau Masih Kekenyangan!


    Jakarta

    Puasa di bulan Ramadan, bukan sekedar tidak makan dan minum. Berhubungan seks juga tidak diperbolehkan saat menjalani puasa. Jika ingin melakukan hubungan seks di bulan puasa, pasangan harus memperhatikan beberapa hal.

    Memilih waktu yang tepat saat berhubungan seks adalah cara yang dapat dilakukan oleh pasangan agar tidak mengganggu ibadah berpuasa. Berhubungan seks sebenarnya mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh karena seks dapat membakar kalori yang ada.

    Namun, melakukan hubungan seks dianjurkan setelah berbuka puasa dengan keadaan perut tidak kosong dan tidak penuh karena hal ini dapat memicu mual dan muntah. Maka dari itu, waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks adalah pukul 20.00, saat tubuh sudah berenergi kembali.


    Jika pasangan memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks setelah makan dengan keadaan perut yang penuh, maka hal ini dapat meningkatkan asam lambung sehingga timbul rasa terbakar pada perut dan dada.

    Dikutip dari berbagai sumber mengenai tips berhubungan seks saat bulan puasa:

    1. Memangkas durasi

    Sebenarnya, tubuh tidak cukup berenergi saat seharian berpuasa. Melakukan hubungan seks dipercaya dapat membakar kalori, maka dari itu dianjurkan untuk seks setelah buka puasa dan makanan telah turun yaitu pukul 20.00.

    Pasangan dianjurkan untuk melakukan hubungan seks dengan durasi yang cepat untuk mendapatkan jam tidur yang ideal. Meski dengan durasi singkat, tapi jika dilakukan dengan tepat tidak mengganggu kenyamanan saat berhubungan seks. Seks dengan durasi cepat juga karena tubuh harus beristirahat yang cukup untuk mempersiapkan sahur.

    2. Melakukan pemanasan

    Sebaiknya, pasangan melakukan kesepakatan mengenai posisi yang akan dilakukan saat berhubungan seks. Hal ini dapat membantu pasangan untuk orgasme lebih cepat dan seks yang efektif dapat membuat tubuh menjadi santai sehingga tidur pun akan lebih berkualitas. Beberapa posisi seks yang berpotensi mencapai orgasme dengan cepat yang dapat dilakukan oleh pasangan seperti posisi woman on top, misionaris, doggy style, dan standing sex.

    NEXT: Jangan lupa mandi wajib

    3. Menjaga asupan gizi

    Tubuh membutuhkan asupan gizi yang sama setiap harinya, saat sahur dan puasa dipastikan untuk mengkonsumsi asupan vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan serat saat buka maupun sahur dalam jumlah yang seimbang. Pemenuhan dalam asupan gizi inilah yang membantu meningkatkan energi saat berhubungan seks. Namun, perlu adanya konsultasi dengan dokter untuk memilih suplemen yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

    4. Kurangi kontak fisik dengan pasangan saat siang hari

    Melakukan kontak fisik dengan pasangan justru membuat gairah seks memuncak, hal ini menyebabkan puasa menjadi batal. Selain itu, kurangi obrolan yang memancing pasangan untuk bergairah dan pastikan pasangan untuk menjaga kesehatannya selama berpuasa.

    Saat siang hari, alihkan pikiran anda dengan melakukan ibadah yang dapat melipatgandakan pahala puasa seperti sholat sunnah atau membaca Al-Qur’an.

    5. Mandi wajib setelah berhubungan seks

    Setelah melakukan hubungan seks, mandi wajib adalah hal yang tidak diperbolehkan untuk ditunda, ketika pasangan menunda mandi wajib justru berujung pada lupa. Dalam menjalankan ibadah sholat dan puasa, tubuh harus dalam keadaan suci dan bersiap menjalani puasa sehari penuh.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 16 Cara Mengatasi Keputihan dengan Obat Alami, Herbal, dan Medis


    Jakarta

    Keputihan adalah hal lumrah pada tiap wanita. Saat vaginal discharge, daerah pribadi wanita mengeluarkan cairan yang bertujuan menjaga kelembaban, kebersihan, dan kesehatan areal tersebut.

    Sayangnya dengan berbagai faktor kerap terjadi keputihan abnormal yang ditandai aroma tidak sedap, berwarna, jumlah lebih banyak, nyeri, dan gatal. Bagaimana cara mengatasi keputihan? Ini penjelasannya

    16 Cara Mengatasi Keputihan dengan Herbal, Alami, Medis

    Tersedia beberapa opsi untuk mengatasi keputihan berlebihan. Sebelum menjatuhkan pilihan, pastikan telah berkonsultasi pada dokter sehingga diperoleh hasil terbaik


    A. Cara mengatasi keputihan dengan herbal dan alami

    Ketika tidak terjadi perbaikan, jangan segan untuk memeriksakan diri pada dokter. Selain pengobatan, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

    1. Minum Teh Fenugreek

    Dikutip dari Healthwire, teh fenugreek adalah salah satu cara mengatasi keuputihan dengan konsumsi herbal. Fenugreek atau kelabat sebetulnya adalah bumbu untuk makanan di wilayah Timur Tengah, India, dan Mesir.

    Teh fenugreek terbuat dari beberapa butir biji tanaman yang direbus dengan 500 ml air putih. Setelah air tersisa setengah dari sebelumnya, hasil rebusan bisa diminum dalam kondisi hangat

    2. Mengkonsumsi lady finger atau okra

    Okra yang tumbuh di wilayah Indonesia dikenal sebagai tumbuhan kaya nutrisi. Tidak heran jika salah satu manfaatnya adalah mengatasi keputihan tidak normal dengan cara alami.

    Bagi yang ingin mencoba cara ini, okra bisa direbus lebih dulu dalam air. Selanjutnya okra dihaluskan dan dicampur menggunakan mixer menjadi puree atau hidangan lain. Campuran okra sebaiknya dikonsumsi saat perut posong.

    3. Minum ramuan berbahan tulsi

    Tulsi atau kemangi suci adalah herbal dala kitan pengobatan Ayurveda. Di beberapa negara, tulsi digunakan sebagai bahan masakan sehingga selalu tersedia di dapur rumah tangga.

    Untuk mengatasi keputihan, daun tulsi dihaluskan lebih dulu lalu diperas airnya. Hasil perasan kemudian dicampur madu atau susu. Herbal tulis dipercaya dapat membantu memulihkan keputihan.

    4. Menggunakan air rebusan beras

    Cara mengatasi keputihan ini bisa dicoba bagi yang memasak nasi dengan cara merebus. Air rebusan beras yang diminum teratur dipercaya bisa membantu mengatasi vaginal discharge. Selain murah, metode ini dinilai cukup efektif.

    5. Menambahkan yogurt pada pola makan sehari-hari

    Yogurt mengandung bakteri sehat yang berperan penting menciptakan vagina sehat. Bakteri ini menciptakan lingkungan dengan tingkat keasaman seimbang sehingga keputihan menjadi normal.

    Riset menunjukkan, konsumsi yogurt meningkatkan mikrobiom dalam saluran pencernaan. Mikrobiom inilah yang mengurangi jamur penyebab keputihan abnormal pada wanita.

    6. Menggunakan minyak kelapa

    Minyak kelapa diperoleh dari daging kelapa yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya anti jamur yang menjadikannya cara mengatasi keputihan yang cukup efektif.

    7. Membersihkan area vagina dengan cairan daun jambu

    Daun jambu dipercaya sebagai cara mengatasi keputihan, dengan cairan berwarna kuning hijau dengan bau tidak sedap dan putih susu seperti keju. Cairan daun jambu digunakan teratur 2-3 kali sehari.

    Bahan yang digunakan adalah air mendidih dan beberapa lembar daun jambu biji. Daun direndam dalam air mendidih selama 3-5 menit sebelum digunakan untuk membersihkan area kewanitaan.

    8. Mengkonsumsi pisang

    Pisang bisa menjadi pilihan cara mengatasi keputihan alami. Buah ini mengandung serat untuk membantu wanita yang mengalami keputihan abnormal. Selain pisang yang telah matang, buah dan makanan sehat lain bisa digunakan untuk mengatasi vaginal discharge abnormal.

    9. Makan sawi putih, kubis, lemon, melon, dan delima

    Jenis makanan ini mampu menciptakan kondisi pH seimbang pada vagina. Dikutip dari Tua Saúde, makanan ini juga menyeimbangan keasaman dalam darah. Hasilnya flora alami tumbuh menciptakan vagina yang lebih sehat.

    10. Suplemen bawang putih

    Dikutip dari Medical News Today, suplemen bawang putih bisa menciptakan lingkungan vagina yang sehat. Bawang putih memiliki efek anti bakteri sehingga bisa membantu mengatasi keputihan berlebih.

    Efek bawang putih ini mirip metronidazole yang merupakan antibiotik oral. Sebagai catatan, bawang putih yang digunakan adalah sediaan oral bukan dalam bentuk mentah atau produk lain yang ditempatkan pada vagina.

    11. Minum Air Putih yang Cukup

    Ini adalah cara yang sangat mudah untuk mengurangi keputihan. Pasalnya, hal ini bisa membantu kamu mengatasi infeksi vagina dan dapat mengeluarkan racun dari tubuh.

    12. Jaga Kebersihan Vagina

    Sangat penting untuk menjaga kebersihan miss v kalian untuk menghindari atau mengatasi keputihan. Detikers bisa lakukan cara berikut untuk menjaga kebersihan vagina:

    • Rajin membersihkan dan lap hingga kering area genital
    • Gunakan pakaian dalam yang berbahan katun agar sirkulasi udaranya lebih baik
    • Saat menstruasi, jangan pakai celana dalam ya ketat ya!
    • Saat merasa area genital teriritasi, detikers bisa mengubah deterjen pencuci pakaian dalamnya ya!
    • Jangan terlalu sering berendam di air panas ya detikers
    • Hindari menggunakan pakaian dalam ketat saat tidur
    • Jangan pakai produk semprot pada vagina, tisu toilet yang berwarna yang diberi parfum, serta pembalut atau pantyliner yang mengandung deodorant ya detikers
    • Nah detikers, lebih baik membersihkan bagian kewanitaan dengan air mengalir dan diseka/dikeringkan. Lalu kamu sebaiknya mengusap dari depan ke belakang agar tidak memindahkan bakteri dari anus ke organ kewanitaan yang bisa menjadi penyebab keputihan.
    • Harus tetap jaga vagina agar kering dan jangan lembab ya detikers!

    B. Cara mengatasi keputihan dengan medis

    Alternatif cara ini hanya bisa diberikan sesuai resep dokter. Tentunya, dokter akan memberikan obat sesuai hasil diagnosa.

    1. Metronidazole

    Obat dengan bahan aktif ini biasanya tersedia dalam bentuk pil dan gel. Sebagai pengobatan topikal, gel dioles hingga bibir vagina. Selama perawatan wajib menghindari alkohol untuk mengurangi risiko sakit perut dan mual.

    2. Klindamisin

    Situs Mayo Clinic menjelaskan, bahan aktif ini tersedia dalam bentuk krim yang dioleskan hingga bibir vagina. Penggunaan krim klindamisin biasanya berefek pada penggunaan kondim lateks hingga tiga hari.

    3. Tinidazol

    Obat dengan bahan aktif ini biasa dikonsumsi secara oral sesuai resep dokter. Tinidazol sebagai alternatif cara mengatasi keputihan berisiko mengakibatkan mual dan sakit perut. Karena itu, wajib menghindari alkohol selama pengobatan.

    4. Secnidazole

    Bahan aktif ini adalah antibiotik yang biasanya diminum satu kali sehari. Obat ini diminum dengan cara ditaburkan dalam makanan lunak yang akan dikonsumsi. Makanan dengan taburan secnidazole harus habis paling lama 30 menit.

    Jadi, itu dia tips atau cara mengatasi keputihan untuk para wanita. Semoga selalu sehat ya detikers.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy