Tag: mudik lebaran 2025

  • Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta untuk yang Nggak Mudik Lebaran 2025


    Jakarta

    Menjelang lebaran, orang-orang akan mudik ke kampung halamannya. Bagi kamu yang tetap berada di Jakarta dan nggak mudik, tenang aja karena masih banyak cara untuk menikmati waktu liburan.

    Jakarta menawarkan berbagai destinasi wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari taman hiburan, kebun binatang, hingga tempat bersejarah. Tempat-tempat tersebut bisa kamu eksplorasi bersama keluarga, teman, atau orang tersayang tanpa harus bepergian jauh.

    Rekomendasi Tempat Wisata untuk Libur Lebaran di Jakarta

    Berikut adalah pilihan tempat wisata untuk yang nggak mudik lebaran di Jakarta yang bisa dikunjungi:


    1. Ancol

    HTM Ancol hari ini banyak dicari pengunjung yang akan datang ke tempat wisata tersebut. Selama libur Lebaran, tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat.Ilustrasi pantai Ancol. Foto: Nahda RU/detikcom

    Ancol merupakan tempat rekreasi di Jakarta yang memiliki pantai, wahana permainan, dan berbagai spot menarik. Ancol buka setiap hari dan di hari libur nasional.

    Ada banyak pilihan aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini seperti mengunjungi Seaworld dan Ocean Dream Samudra, menikmati sunset di Pantai Ancol, hingga kulineran di sekitar pantainya.

    2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

    Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Foto: Grandyos Zafna

    TMII adalah destinasi wisata berupa kawasan konservasi dan pengembangan budaya. Di sini, pengunjung akan melihat bentuk miniatur kepulauan, anjungan daerah, bangunan dan arsitektur tradisional, kesenian daerah, hingga taman rekreasiuntuk hiburan lainnya.

    Berdiri di lahan seluas 150 hektar, TMII cocok untuk dijadikan tempat wisata untuk yang nggak libur untuk menikmati panggung seni, rekreasi, dan edukasi dari segala usia.

    Sejak Ramadan 2025, pihak TMII telah mengadakan promo hingga Lebaran. Edisi Ramadan tahun ini, TMII menghadirkan program bertajuk “Jelajah Cerita Ramadhan”.

    Program ini menyuguhkan banyak promo dan aktivitas menarik untuk menunggu waktu berbuka puasa.

    Warga ngabuburit dengan berpiknik di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (7/3/2025).Warga ngabuburit dengan berpiknik di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Foto: Agung Pambudhy

    Dilansir Antara, TMII sendiri menargetkan 500 ribu pengunjung selama Ramadhan hingga Lebaran 2025.

    “Target 500 ribu sampai Lebaran atau 3 hingga 30 Maret 2025, dan gongnya (puncaknya) saat Lebaran,” ujar Direktur Komersial TMII Ratri Paramita (07/03/2025) dikutip dari Antara.

    Ratri optimis target tersebut akan terlampaui, pasalnya setiap kali Lebaran TMII selalu penuh pengunjung. TMII juga sudah menyiapkan sejumlah festival untuk menyambut Ramadhan dan Lebaran.

    3. Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Zoo)

    Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi warga pada libur akhir pekan hari ini. Warga memanfaatkan momen libur panjang hari ini.Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi warga pada libur akhir pekan. Foto: Andhika Prasetia

    Taman Margasatwa Ragunan bisa jadi pilihan liburan lebaran di Jakarta selanjutnya. Mengutip situs resmi Ragunan Zoo Jakarta, taman binatang ini memiliki luas 147 hektar.

    Biasanya Taman Margasatwa Ragunan tetap buka di hari Lebaran. Ada sekitar 2.009 ekor satwa di sini, fasilitasnya terdiri dari pusat primata, taman refleksi, taman satwa anak, dan sarana rekreasi. Menjadikannya cocok untuk dijadikan destinasi wisata keluarga dan edukatif.

    4. Kota Tua Jakarta

    Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

    Kalau mau suasana klasik dan sejarah, Kota Tua Jakarta pilihannya. Di sini, kamu bisa jalan-jalan sambil melihat dan menikmati bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

    Para wisatawan mancanegara (wisman) berfoto bersama wisatawan lokal di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (8/7/2023). Pemerintah optimis target kunjungan wisman 8,5 juta orang akan tercapai di tahun ini. Salah satu indikatornya yakni angka kunjungan wisatawan naik di kuartal pertama 2023.Para wisatawan mancanegara (wisman) berfoto bersama wisatawan lokal di kawasan Kota Tua. Foto: Ari Saputra

    Kota Tua juga punya banyak museum, spot Instagramable, dan pilihan kuliner kaki lima. Makin seru kalau kamu coba nyewa naik sepeda ontel warna-warni di sana.

    5. Dunia Fantasi (Dufan)

    Ilustrasi dufanIlustrasi dufan Foto: Getty Images/Muhammad Arie

    Dufan letaknya masih di kawasan Ancol. Dufan bisa jadi pilihan tempat wisata yang wajib dikunjungi, buat kamu pecinta wahana seru.

    Di taman hiburan ini, kita bisa naik berbagai wahana ekstrem seperti Halilintar dan Hysteria. Ada juga wahana keluarga seperti Istana Boneka, Bianglala, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, pertunjukan seru dan atraksi tematik juga ada di sini.

    Libur panjang dimanfaatkan warga untuk berekreasi, salah satu destinasinya yaitu Dufan, Jakarta Utara. Sampai pukul 16.00 WIB, hari total sudah 8.000 pengunjung.Salah satu wahana di Dufan.. Foto: Rifkianto Nugroho

    Itu rekomendasi tempat wisata di Jakarta yang tetap buka yang bisa dikunjungi bersama keluarga dan kerabat, untuk menghabiskan libur lebaran.

    (khq/fds)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Mudik Pakai Motor Tidak Bisa Dilarang, Ini Tips Amannya



    Jakarta

    Sepeda motor masih menjadi salah satu alat transportasi favorit masyarakat Indonesia untuk menjalankan ritual mudik pada musim libur lebaran. Pemerintah mengimbau agar tidak mudik menggunakan sepeda motor lantaran banyak risikonya. Meski begitu, sulit melarangnya. Maka itu, buat para pemudik yang berencana menggunakan roda dua, simak tips amannya berikut ini.

    “Kalau dari kebijakan pemerintah kan sebenarnya tidak disarankan ya mudik pakai motor, demi keamanan. Tapi, kita juga tahu bahwa konsumen motor di Indonesia itu banyak populasinya, jadi kalau memang konsumen yang memilih untuk mudik menggunakan sepeda motor kita nggak bisa melarang,” kata Rifki Maulana selaku Public Relations, YRA& Community Manager PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. (YIMM) di sela-sela acara buka bersama Yamaha Indonesia di Jakarta, Jumat (21/3/2025).

    Karena tidak bisa dilarang, Rifki mengimbau kepada para pemudik bermotor supaya berkendara secara safety dan siap, baik dari segi kesiapan motor maupun kendaraannya itu sendiri.


    “Sebaiknya dipikirkan baik-baik dan juga dipersiapkan secara baik-baik, beberapa faktor yang paling utama. Yang pasti, pertama adalah fisik atau kesehatan pemudik tersebut, memastikan bahwa tidak dalam keadaan kurang sehat, kemudian juga sepeda motornya harus dalam kondisi prima sudah dilakukan servis, dari komponen rem, ban, oli dan lain-lain,” sambung Rifki.

    “Dan yang juga kami sarankan, kalau memang terpaksa mudik menggunakan sepeda motor, bisa menilai aspek fisik diri sendiri. Jadi kalau letih jangan sampai dipaksa. Contoh 2 jam adalah titik fatigue (lelah) pengendara ya, jadi setiap 2 jam kalau bisa istirahat,” ungkap Rifki.

    Selain itu perlu diperhatikan juga dari sisi kemampuan angkut. Pemerintah sebelumnya mengimbau kepada pemudik yang menggunakan motor, supaya membawa penumpang boncengan hanya satu orang saja, ini demi keamanan dan kenyamanan.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Mudik



    Jakarta

    Mudik lebaran adalah momen spesial bagi banyak orang. Namun, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan jika kendaraan tidak dalam kondisi prima. Maka itu, supaya mudik lebih nyaman dan aman, pastikan kendaraan siap menempuh perjalanan dengan melakukan servis dan pengecekan komponen penting sebelum berangkat. Apa saja ya komponen mobil yang perlu diperiksa sebelum digunakan untuk mudik?

    Dijelaskan Product Manager PT Denso Sales Indonesia (DSIA) Ivana Stella, ada empat komponen mobil yang harus dicek sebelum Anda melakukan perjalanan mudik. Empat komponen tersebut meliputi busi, AC, wiper, hingga klakson.

    1. Busi


    Pastikan mesin dalam kondisi prima dengan busi berkualitas. Perjalanan panjang membutuhkan performa mesin yang stabil. Salah satu komponen penting yang perlu dicek adalah busi. Busi yang bagus dan terawat bisa menghasilkan pembakaran sempurna, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta menjaga akselerasi tetap responsif. Dengan busi yang berkualitas optimal, kendaraan akan lebih bertenaga dan hemat BBM, sehingga perjalanan mudik semakin lancar tanpa kendala.

    2. Filter AC

    Udara kabin yang bersih bikin perjalanan lebih nyaman berjam-jam di dalam mobil. Tapi perjalanan bisa terasa melelahkan, terutama jika udara di dalam kabin tidak segar. Oleh karena itu, penting untuk mengganti filter AC kabin sebelum perjalanan jauh. Filter kabin atau filter AC harus mampu menyaring debu, polutan, dan bakteri sehingga udara di dalam mobil tetap bersih dan sehat. Dengan udara lebih segar, perjalanan akan terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang, terutama anak-anak, serta lansia.

    3. Wiper

    Pastikan visibilitas maksimal dengan wiper yang optimal. Hujan bisa datang kapan saja, terutama saat melewati jalur pegunungan atau daerah dengan curah hujan tinggi. Wiper yang aus atau tidak berfungsi optimal dapat mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Wiper harus memiliki daya sapuan yang presisi dan tahan lama, memastikan kaca depan tetap bersih dan visibilitas tetap terjaga. Jangan lupa cek cairan washer agar kaca tetap jernih saat melintasi area berdebu.

    4. Klakson

    Gunakan klakson yang jernih dan responsif untuk komunikasi di jalan saat mudik, jalanan akan dipadati kendaraan. Klakson menjadi alat komunikasi penting untuk memberi isyarat kepada pengendara lain. Klakson harus memiliki suara yang jelas dan responsif, membantu Anda berkomunikasi dengan pengendara lain secara lebih efektif. Gunakan klakson dengan bijak untuk memberi tanda, terutama saat melintas di jalur yang ramai atau menyalip kendaraan lain.

    “Jangan lupa untuk selalu servis kendaraan di bengkel resmi agar perjalanan lebih tenang, khususnya sebelum melakukan perjalanan mudik. Teknisi profesional dan produk asli akan memastikan kendaraan dalam kondisi terbaik. Saat ini DSIA memiliki jaringan 115 dealer & bengkel resmi, 21 jaringan dealer spareparts, dan 33 jaringan servis diesel di seluruh Indonesia,” ungkap Candra Sangkaya selaku Department Manager – Service Network DSIA.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Lupa Bawa Ban Cadangan saat Mudik, Ini Cara Menyiapkannya



    Jakarta

    Ingin mudik menggunakan mobil pribadi? Jangan lupa untuk membawa ban cadangan. Ban cadangan atau ban serep dibutuhkan saat salah satu ban utama mobil mengalami bocor. Lalu bagaimana cara menyiapkan ban cadangan mobil untuk perjalanan mudik?

    “Keselamatan berkendara bukan hanya soal cara mengemudi, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi darurat di jalan. Ban utama sebaiknya segera diganti dengan ban serep jika mengalami kebocoran yang tidak bisa ditambal, dinding ban sobek atau benjol, serta jika tekanan angin turun drastis secara tiba-tiba. Selain itu, jika tapak ban sudah aus hingga kedalamannya kurang dari 1,6 mm, ban kehilangan daya cengkeramnya dan berisiko selip, terutama di jalan basah. Dalam situasi seperti ini, ban serep menjadi solusi darurat yang memungkinkan pengendara melanjutkan perjalanan dengan aman,” ungkap National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, dalam keterangannya.

    Berikut adalah cara menyiapkan ban cadangan mobil yang benar:


    1. Periksa Tekanan Angin

    Tekanan udara harus tetap sesuai standar agar ban cadangan atau ban serep siap digunakan secara optimal ketika diperlukan. Karena jarang digunakan, tekanan angin ban serep bisa berkurang hingga 3% per bulan. Sebaiknya, isi tekanan 5-10 psi di atas standar dan periksa secara rutin setiap bulan.

    2. Bersihkan Secara Rutin

    Letak penyimpanan ban serep yang jarang diakses, terutama di bawah sasis, sering kali membuatnya tertutup debu dan kotoran. Maka bersihkan secara berkala sebulan sekali beserta peleknya untuk menghindari karat dan risiko kerusakan akibat binatang liar seperti tikus.

    3. Periksa Kondisi Tapak Ban

    “Periksa ban serep secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik seperti retak atau sobek. Jika saat memasukkan uang logam atau ujung jari ke dalam tapak ban kedalamannya kurang dari setengah, itu menandakan tapak ban sudah menipis, dan harus segera diganti. Ban yang sudah tak layak pakai dapat kehilangan daya cengkeram, meningkatkan risiko selip, serta mengurangi stabilitas kendaraan,” bilang Apri.

    4. Hindari Kecepatan Tinggi saat Pertama Kali Digunakan

    Ban serep umumnya lebih ringan dan memiliki spesifikasi berbeda dari ban utama. Oleh karena itu, hindari melaju lebih dari 80 km/jam saat pertama kali menggunakannya. Ban serep dirancang sebagai solusi darurat, bukan untuk penggunaan jangka panjang atau berkendara dengan kecepatan tinggi.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Menyiasati Rest Area Penuh di Libur Lebaran



    Jakarta

    Pada musim mudik lebaran, biasanya tempat peristirahatan atau rest area di jalan tol akan selalu penuh. Bahkan tak jarang pemudik perlu mengantre untuk mendapat lokasi parkir. Bagaimana cara menyiasati kondisi rest area penuh saat mudik lebaran?

    1. Ketahui Puncak Arus Mudik

    Pemerintah memperkirakan puncak mudik terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara puncak arus balik tanggal 5-7 April 2025. Artinya, jika lebih fleksibel, bisa menghindari tanggal tersebut karena dikhawatirkan rest area akan padat oleh pemudik.


    Pemerintah juga akan mengeluarkan pengaturan arus lalu lintas. Seperti one way di jalan tol yang tahun lalu diterapkan di Jalan Tol Trans Jawa antara Jakarta, hingga ke tol Semarang. Tahun ini, kebijakan tersebut bersama skema contraflow dan ganjil-genap akan kembali diterapkan. Pantau terus update-nya untuk kelancaran perjalanan.

    2. Masukkan Rest Area Dalam Rencana Perjalanan

    Masukkan rest area ke dalam rencana perjalanan dengan menyesuaikan kondisi kendaraan, bahan bakar, dan pengemudi. Dengan begitu, Anda sudah memperkirakan di rest area mana akan berhenti. Beberapa rest area menawarkan sarana hiburan seperti tempat wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga.

    3. Persiapkan Kondisi Mobil

    Mobil yang sehat membuat Anda tidak perlu khawatir sehingga tidak tergantung kepada rest area. Pastikan sudah mengecek kondisi ban hingga ban serep dan dongkrak, oli mesin dan transmisi, komponen kaki-kaki mobil, serta cairan pendukung mobil lainnya sebelum berangkat.

    4. Jaga Kondisi Fisik Pengemudi

    Alangkah baiknya jika ada 2 pengemudi mobil supaya dapat bergantian setiap 2 jam sehingga tidak mengandalkan rest area untuk istirahat. Namun jika hanya mengemudi sendiri, pastikan Anda sudah tidur minimal selama 6 jam sebelum berangkat sebagai antisipasi jika tidak dapat masuk rest area.

    5. Makanan dan Minuman Wajib Diperhatikan

    Rest area menyediakan kebutuhan makan dan minum, namun di masa mudik Lebaran pengunjungnya dapat membeludak dan menyulitkan, bahkan untuk sekadar mencari tempat parkir. Anda bisa menyiapkan kebutuhan logistik penumpang sebelum perjalanan, khususnya kalau mengajak anak atau lansia.

    6. Perhatikan Bahan Bakar

    Isi penuh bensin sebelum masuk jalan tol dan gunakan data di MID buat memperhitungkan penggunaan bahan bakar dalam perjalanan. Dengan begitu, bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk masuk ke rest area tanpa perlu khawatir kehabisan bensin.

    7. Manajemen Perjalanan dengan Baik

    Pemilihan waktu perjalanan memegang peran sangat penting, terutama buat ruas tol Jakarta hingga Semarang. Optimalkan aturan one way di jalan tol, jadi waktu perjalanan dapat dipangkas. Manfaatkan peta digital dan social media resmi untuk mengecek situasi lalu lintas terkini dan mencari rest area.

    8. Dilarang Berhenti di Bahu Jalan Tol!

    Kecuali darurat, jangan pernah berhenti di bahu jalan tol karena berisiko ditabrak dari belakang. Bagaimana kalau anak atau lansia tidak bisa menahan keinginan buang air kecil? Jika masih jauh dari rest area, tepikan mobil dan pastikan posisinya aman dengan memperhatikan garis marka jalan. Pasang rambu-rambu darurat seperti segitiga pengaman di belakang mobil dan nyalakan lampu hazard. Segera jalan begitu urusan selesai.

    9. Manfaatkan Pom Bensin Dekat Exit Tol

    Anda bisa memanfaatkan exit tol untuk mencari pom bensin di jalan raya terdekat dengan menggunakan aplikasi peta digital. Sambil isi bensin, Anda bisa leluasa beristirahat, ke kamar mandi, atau makan. Sempatkan tidur sekitar 30 menit kalau mengemudi sendiri, dan lanjutkan perjalanan ketika fisik sudah mulai bugar.

    “Rest area merupakan kebutuhan penting pemudik sehingga menjadi memicu kemacetan panjang, bahkan sampai ditutup sementara. Karena itu, Anda harus mempersiapkan mobil dengan baik supaya tidak tergantung rest area. Buat yang belum servis berkala atau mobilnya mengalami gangguan, bisa berkunjung ke Posko Siaga Auto2000 yang beroperasi 24 jam, sekaligus memberi waktu bagi penumpang untuk istirahat,” terang Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Selasa (1/4/2025).

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com