Tag: mudik lebaran

  • Ingin Istirahat, tapi Rest Area Membludak saat Arus Balik? Ini Tipsnya


    Jakarta

    Jutaan pengendara diprediksi akan balik ke ibu kota untuk setelah melakukan tradisi mudik menyambut hari raya Idul Fitri 2025. Nah, bukan hal baru jika di rest area kerap terjadi antre panjang, bahkan tidak sedikit pengendara yang tidak bisa memasukinya karena terlalu penuh.

    Untuk itu diharapkan pengendara lebih cermat dalam menghadapi situasi tersebut, agar bisa mengakalinya. Seperti tips yang disampaikan Auto2000. Penasaran, simak ulasannya berikut ini:

    1. Pelajari Kebijakan Pemerintah

    Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada 28-30 Maret 2025, sementara puncak arus balik pada 5-7 April 2025. Artinya, kalau waktu detikers lebih fleksibel, bisa menghindari tanggal tersebut karena dikhawatirkan rest area akan padat oleh pemudik.

    Pemerintah juga akan mengeluarkan pengaturan arus lalu lintas. Seperti one way di jalan tol yang tahun lalu diterapkan di Jalan Tol Trans Jawa antara Jakarta hingga Semarang. Tahun ini, kebijakan tersebut bersama skema contraflow dan ganjil-genap akan kembali diterapkan. Pantau terus update-nya untuk kelancaran perjalanan.


    2. Masukkan Rest Area Dalam Rencana Perjalanan

    Masukkan rest area ke dalam rencana perjalanan dengan menyesuaikan kondisi kendaraan, bahan bakar, dan pengemudi. Dengan begitu, detikers sudah memperkirakan di rest area mana akan berhenti. Beberapa rest area menawarkan sarana hiburan seperti tempat wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga.

    3. Persiapkan Kondisi Mobil

    Mobil yang sehat membuat detikers tidak perlu khawatir sehingga tidak tergantung kepada rest area. Pastikan sudah mengecek kondisi ban hingga ban serep dan dongkrak, oli mesin dan transmisi, komponen kaki-kaki mobil, serta cairan pendukung mobil lainnya sebelum berangkat.

    Solusi paling tepat adalah servis berkala di bengkel resmi seperti Auto2000 bagi pemilik mobil Toyota atau order layanan THS Auto2000 Home Service ke rumah. Tersedia program bengkel yang dapat dimanfaatkan untuk persiapan mudik Lebaran.Promo Kupon Servis Toyotadengan pilihan Kupon Ganti Oli atau Kupon General Check Up, danPaket SPONTAN(Siaga Kupon Perawatan) untuk mobil Toyota yang sudah tidak memiliki kuota free servis berkala.

    4. Jaga Kondisi Fisik Pengemudi

    Alangkah baiknya jika ada 2 pengemudi mobil supaya dapat bergantian setiap 2 jam sehingga tidak mengandalkan rest area untuk istirahat. Namun jika hanya mengemudi sendiri, pastikan detikers sudah tidur minimal selama 6 jam sebelum berangkat sebagai antisipasi jika tidak dapat masuk rest area.

    5. Makanan dan Minuman Wajib Diperhatikan

    Rest area menyediakan kebutuhan makan dan minum, namun di masa mudik Lebaran pengunjungnya dapat membeludak dan menyulitkan, bahkan untuk sekadar mencari tempat parkir. detikers bisa menyiapkan kebutuhan logistik penumpang sebelum perjalanan, khususnya kalau mengajak anak atau lansia.

    6. Perhatikan Bahan Bakar

    Isi penuh bensin sebelum masuk jalan tol dan gunakan data di MID untuk memperhitungkan penggunaan bahan bakar dalam perjalanan. Dengan begitu, detikers bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk masuk ke rest area tanpa perlu khawatir kehabisan bensin.

    7. Manajemen Perjalanan dengan Baik

    Pemilihan waktu perjalanan memegang peran sangat penting, terutama untuk ruas tol Jakarta hingga Semarang. Biasanya, makin mendekati hari Lebaran, arus lalu lintas akan padat. Optimalkan aturan one way di jalan tol sehingga waktu perjalanan dapat dipangkas. Manfaatkan peta digital dan social media resmi untuk mengecek situasi lalu lintas terkini dan mencari rest area.

    Kendaraan arus balik di tol Cikampek arah Jakarta semakin padat. Sejumlah pemudik memilih menepi di bahu jalan untuk istirahat imbas macet dan rest area penuh, Senin (15/4/2024)Ilustrasi – Kendaraan arus balik di tol Cikampek arah Jakarta semakin padat. Sejumlah pemudik memilih menepi di bahu jalan untuk istirahat imbas macet dan rest area penuh, Senin (15/4/2024) Foto: Rifkianto Nugroho

    8. Dilarang Berhenti di Bahu Jalan Tol!

    Kecuali darurat, jangan pernah berhenti di bahu jalan tol karena berisiko ditabrak dari belakang. Bagaimana kalau anak atau lansia tidak bisa menahan keinginan buang air kecil? Jika masih jauh dari rest area, tepikan mobil dan pastikan posisinya aman dengan memperhatikan garis marka jalan. Pasang rambu-rambu darurat seperti segitiga pengaman di belakang mobil dan nyalakan lampu hazard. Segera jalan begitu urusan selesai.

    9. Manfaatkan Pom Bensin Dekat Exit Tol

    detikers bisa memanfaatkan exit tol untuk mencari pom bensin di jalan raya terdekat dengan menggunakan aplikasi peta digital. Sambil isi bensin, detikers bisa leluasa beristirahat, ke kamar mandi, atau makan. Sempatkan tidur sekitar 30 menit kalau mengemudi sendiri, dan lanjutkan perjalanan ketika fisik sudah mulai bugar.

    “Rest area merupakan kebutuhan penting pemudik sehingga menjadi memicu kemacetan panjang, bahkan sampai ditutup sementara. Karena itu, harus mempersiapkan mobil dengan baik supaya tidak tergantung rest area. Buat yang belum servis berkala atau mobilnya mengalami gangguan, bisa berkunjung ke Posko Siaga Auto2000 yang beroperasi 24 jam, sekaligus memberi waktu bagi penumpang untuk istirahat,” terang Chief Marketing Auto2000, Yagimin.

    Posko Siaga Auto2000

    Bagian dari komitmen Auto2000 dari tahun ke tahun, terdapat 8 Posko Siaga Auto2000 yang akan beroperasi selama 24 jam nonstop dan tersebar mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bali. Berikut daftar lengkap Posko Siaga Auto2000 yang beroperasi antara 27 Maret – 6 April 2025:

    Sumatera

    1. Palembang : Pondok pindang & Sambal seruit sarwana Jl. Sriwijaya No. 16 Karya Jaya, Palembang

    2. Lampung : Rest Area 49 A Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

    Jawa-Bali

    1.Serang : Tol Merak-Jakarta Rest Area KM 68B

    2.Cikampek KM 57 : Tol Cikampek Rest Area KM 57

    3.Cikampek KM 62 : Tol Cikampek Rest Area KM 62B

    4.Cipali : Tol Cipali Rest Area KM 166A

    5.Situbondo : Rest Area Utama Raya Jl. Raya Banyuglugur – Situbondo

    6.Tabanan, Bali Warung Pantai, Jl. Raya Denpasar – Gilimanuk, Lalanglinggah, Kabupaten Tabanan

    Posko Siaga Auto2000 sanggup melayani kebutuhan servis berkala, ganti oli, dan perbaikan kendaraan ringan dengan waktu pengerjaan di bawah 2 jam. Jika ternyata kerusakan mobil membutuhkan penanganan lebih lanjut atau masuk kategori Service berat, maka disarankan untuk dibawa ke bengkel Auto2000 terdekat.

    (lth/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Atur Barang Bawaan dengan Aman, Saat Arus Balik ke Ibu Kota



    Jakarta

    Musim mudik Lebaran 2025 segera berakhir, nah buat detikers yang hendak balik ke ibu kota disarankan untuk tetap selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara.

    Akan tetapi tidak sedikit dari pemudik tetap membawa beban berat di dalam kendaraan saat hendak balik ke ibu kota untuk menjalankan rutinitas. Nah jika situasi itu terjadi, Auto2000 mengingatkan untuk selalu berhati-hati, dan lebih cermat sebelum berkendara.

    Berikut tips yang bisa dilakukan pengendara saat mengatur barang bawaan saat hendak balik ke ibu kota.


    1. Cek Kemampuan Angkut Mobil

    Setiap mobil memiliki payload atau beban maksimal orang dan barang yang bisa dibawa. Cek buku manual atau hitung load index ban, perkirakan berat total penumpang dan barang yang boleh dibawa. Meskipun hanya perkiraan, tapi dapat membantu mencegah mobil kelebihan muatan.

    2. Maksimalkan Bagasi Mobil

    detikers dapat meletakkan barang paling berat seperti koper besar di bagian dalam sisi tengah bagasi, terutama untuk bagasi terpisah. Selanjutnya, barang yang lebih ringan ke sisi kiri kanannya dengan posisi saling mengunci agar tidak mudah bergerak. Pakaian ganti untuk anak dapat dikemas dalam tas kecil untuk dibawa ke dalam kabin penumpang.

    Bagasi mobil sejenis MPV dan SUV lebih sulit kalau sampai penumpang duduk di bangku baris ketiga. Karena terbatas, detikers harus memprioritaskan barang apa yang ditaruh di bagasi. Mau tidak mau, sebagian barang akan dibawa ke kabin penumpang. Di sini roof box dapat dipakai untuk membantu tugas tersebut.

    Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Ngawi-Kertosono di kilometer 647, Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (30/3/2025). Pada H-1 Idul Fitri 1446 H arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalan tol tersebut dari arah Ngawi menuju ke Surabaya atau sebaliknya terpantau ramai lancar. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/foc.Ilustrasi sejumlah kendaraan melintas di ruas tol Ngawi-Kertosono di kilometer 647, Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (30/3/2025). Pada H-1 Idul Fitri 1446 H arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalan tol tersebut dari arah Ngawi menuju ke Surabaya atau sebaliknya terpantau ramai lancar. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/foc. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada

    3. Manfaatkan Roof Box Supaya Kabin Lega

    Jika ingin kabin yang bebas barang supaya anak bebas bergerak atau karena penumpang full, manfaatkan roof box di atap mobil. Jangan sekadar meletakkan barang di atap dan mengikatnya ke bodi mobil karena berisiko lepas dan mengenai mobil lain. Hati-hati ketika melewati portal jalan atau gerbang tol karena dapat tersangkut.

    4. Optimalkan Peletakan Barang di Kabin

    Jangan asal meletakkan barang di dalam kabin. Begitu terjadi sesuatu seperti mobil mengerem mendadak, ada risiko mencederai penumpang. Selain itu, dapat mengganggu kenyamanan penumpang khususnya anak-anak. Makanan dan minuman ringan serta mainan anak bisa diletakkan dalam wadah khusus.

    Manfaatkan rongga penyimpanan di pintu, konsol tengah, dasbor, dan di balik sandaran bangku untuk menyimpan barang kecil. Kolong bangku juga dapat diselipkan barang bawaan kecil. Supaya tetap nyaman, mobil dengan 2 baris bangku cukup diisi 4 orang formasi 2-2. Sementara untuk 3 baris bangku cukup diisi 6 orang formasi 2-2-2.

    Bagaimana detikers, mudah dimengerti kan? Buat detikers yang masih di jalan, Safe Trip dan jangan lupa berdoa ya.

    (lth/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Menggunakan Google Street View untuk Cek Rute Alternatif Mudik


    Jakarta

    Banyak pemudik mengandalkan Google Maps ketika melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024. Ada baiknya, pemudik juga mengandalkan Google Street View untuk memeriksa jalur yang akan dilalui.

    Ketika dalam situasi tertentu di mana rute utama mudik mengalami kemacetan, pemudik sering mencari jalur alternatif. Ini bisa menjadi reaksi spontan terhadap kemacetan yang terjadi atau bahkan sebuah strategi yang direncanakan sebelumnya untuk menghindari rute yang biasa dilalui.


    Agar dapat menghindari kemacetan, Google Maps biasanya menawarkan rute alternatif yang ditandai dengan garis abu-abu ketika rute utama berwarna merah karena kemacetan. Namun, sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti jalur alternatif tersebut, penting untuk memeriksa kondisi jalannya terlebih dahulu dengan menggunakan Google Street View. Ini bertujuan untuk memastikan apakah jalur alternatif tersebut dapat dilalui oleh kendaraan atau apakah kondisi jalannya baik dan tanpa gangguan.

    Google Street View memberikan representasi visual tentang lingkungan sekitar yang terintegrasi dengan Google Maps. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengevaluasi jalur yang akan mereka tempuh.

    Cara Menggunakan Google Street View

    Untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan Google Street View untuk memeriksa jalur alternatif saat melakukan perjalanan mudik, Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan Google Street View:

    1. Buka Google Maps dan Cari Jalan Alternatif

    Mulailah dengan membuka aplikasi Google Maps dan mencari rute alternatif yang ingin dijelajahi. Pastikan ponsel terhubung ke internet agar dapat menggunakan fitur ini.

    2. Letakkan Pin di Jalan Alternatif yang Ingin Dipelajari

    Setelah menemukan rute alternatif, mundurlah sedikit dari arah (direction) untuk menempatkan pin di jalan alternatif yang diminati. Google Maps akan menampilkan informasi lengkap tentang titik yang dipasang pin, termasuk foto thumbnail dari Street View.

    3. Pilih Foto dengan Label Street View

    Pilih foto yang memiliki label Street View dari lokasi yang dituju. Ini biasanya ditandai dengan ikon panah 360 derajat. Ketika telah memilih lokasi tujuan, alamat dan tombol navigasi akan muncul di bagian bawah peta.

    4. Buka Street View

    Di samping itu, terdapat foto thumbnail dengan tanda panah 360 derajat, menunjukkan ketersediaan Street View di lokasi tersebut. Klik foto Street View untuk melihat kondisi sekitar lokasi. Layar akan berubah menjadi tampilan foto 360 derajat yang memungkinkan untuk melihat sekitar.

    5. Bergerak di Street View

    Gunakan fitur Street View untuk menjelajahi sekitar lokasi. Anda dapat memutar gambar 360 derajat atau bergerak maju mundur sesuai dengan panah yang tersedia. Selain itu, Anda dapat memperbesar atau memperkecil tampilan dengan mencubit atau merenggangkan jari di layar ponsel.

    Perlu diingat bahwa Google Street View menampilkan rekaman kondisi jalan sebelumnya, bukan tampilan real-time. Namun, dengan memeriksa Street View, Anda dapat menilai apakah jalur alternatif layak untuk dilalui, termasuk apakah jalannya cukup lebar untuk kendaraan Anda.

    Pastikan untuk menjelajahi beberapa titik di sepanjang jalur alternatif yang dipilih. Jika kondisinya terlihat aman dan sesuai, Anda dapat dengan tenang mencoba jalur alternatif tersebut.

    *Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • 3 Cara Membuat Animasi Perjalanan Mudik Lebaran yang Menarik

    Jakarta

    Mudik Lebaran adalah tradisi tahunan yang dinantikan oleh banyak umat muslim untuk berkumpul bersama keluarga. Momen perjalanan mudik dari satu tempat ke tempat lain seringkali penuh dengan cerita menarik.

    Jika foto atau video di media sosial sudah biasa, kamu bisa membagikan pengalaman perjalanan mudik di media sosial dengan cara yang unik, yaitu dengan membuat animasi perjalanan. Hal ini bisa menjadi cara yang kreatif untuk membagikan perjalananmu ke media sosial.

    Cara Membuat Animasi Perjalanan Mudik Lebaran

    Ada beberapa aplikasi yang bisa dipakai untuk membuat aplikasi perjalanan. Mengutip laman TechPP, berikut di antaranya:


    Cara Membuat Animasi Perjalanan Mudik Lebaran via Travel Boast

    Melalui Travel Boast, pengguna bisa membuat peta rute perjalanan aplikasi, termasuk saat mudik lebaran. Aplikasi ini memiliki tagline “Show people your trip, itinerary or journey in a cool way”.

    Menurut laman Tech App, pengguna hanya perlu memasukkan detail, seperti negara asal, kota, tujuan dan lain sebagainya. Nantiya, Travelboast akan membuat video animasi dengan perjalanan tersebut.

    Ada sebanyak 100 moda transportasi yang bisa dipilih. Aplikasi ini bisa didownload melalui Android dan iOS. Caranya adalah sebagai berikut:

    1. Buka aplikasi TravelBoast di perangkat, klik Oke
    2. Pilih Start dan masukkan alamat awal perjalanan
    3. Klik Destination dan masukkan alamat tujuan
    4. Tarik rute perjalanan di peta untuk menyesuaikan jalur sesuai dengan keinginanmu
    5. Klik dan tahan ikon kendaraan untuk mengubah model kendaraan
    6. Klik Play untuk melihat preview video animasi
    7. Kamu bisa mengatur durasi video di Video Length dan ukuran kendaraan di ‘Model Size’
    8. Setelah selesai, klik Save Video to Camera Roll

    Cara Membuat Animasi Perjalanan Mudik Lebaran via Travel Animator

    Travel Animator juga memudahkan pengguna membuat peta perjalanan animasi yang seru. Pengguna juga bisa menyorot bagian-bagian penting dari perjalanan, seperti tempat-tempat yang dikunjungi, tempat-tempat penting, aktivitas, hingga tempat tersembunyi selama perjalanan.

    Kamu bisa memilih berbagai jenis kendaraan, seperti mobil sport, pesawat, helikopter, truk mini, dan lain sebagainya. Aplikasi ini memungkinkan kamu membagikan video yang telah dibuat ke media sosial. Secara umum, begini cara membuat animasi perjalanan dengan Travel Animator yaitu:

    1. Buka aplikasi Travel Animator
    2. Pilih Starting Point untuk menentukan awal perjalanan
    3. Pilih Destination Point untuk memilih tujuan
    4. Jika ingin menambah perhentian dalam rute perjalanan, klik Add Stops
    5. Klik Preview
    6. Dalam halaman Preview, kamu bisa mengubah durasi video dan memilih ukuran gambarnya
      -Klik Style untuk memberi opsi untuk memilih berbagai jenis model peta seperti Basic dan
      Overcast
      -Klik 1:1 untuk memilih rasio yang berbeda
      -Klik Country untuk menyoroti negara asal dalam video
      -Klip Unit untuk mengubah satuan dari mil ke km dan sebaliknya.

    7. Jika semua sudah pas, tekan tombol Export Video.

    Cara Membuat Animasi Perjalanan Mudik Lebaran via Travel Video Map Maker Boast

    Pilihan selanjutnya adalah aplikasi Travel Video Map Maker Boast. Seperti aplikasi animasi perjalanan lainnya, aplikasi ini memungkinkan kamu membuat rute perjalanan animasi dengan kendaraan yang bisa dipilih.

    Namun terkadang, aplikasi tersebut mengalami gangguan hingga harus restart perangkat. Setelah dinyalakan ulang, aplikasi berfungsi kembali. Dalam aplikasi ini, kamu bisa memilih berbagai moda transportasi.

    Lalu, masukkan rute dan berbagai perhentian selama perjalanan. Tekan tombol Start untuk membuat video peta rute perjalanan animasi. Terakhir, kamu bisa membagikan video perjalanan di media sosial.

    Aplikasi lain mungkin bisa digunakan untuk membuat animasi menarik selama perjalanan mudik Lebaran. Sebelumnya, detikers wajib mengetahui keamanan dan kompetensi aplikasi sesuai kebutuhan pengguna.

    (elk/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ini Cara Pakai Google Maps Offline Buat Mudik Lebaran 2025

    Jakarta

    Google Maps menjadi salah satu aplikasi populer sebagai penunjuk arah dalam perjalanan. Aplikasi ini seperti wajib diinstal para pemudik di masa Lebaran 2025 ini.

    Aplikasi ini bahkan bisa digunakan saat paket internet habis atau sinyal tiba-tiba hilang. Para pengguna bisa memanfaatkan Google Maps offline yang tidak perlu koneksi internet alias luar jaringan (luring).

    Cara Pakai Google Maps Offline

    Google Maps offline dapat digunakan dengan mengunduh peta terlebih dahulu. Saat tak ada sinyal, detikers bisa menggunakan peta tersebut sebagai dasar penunjuk arah.


    Berikut ini adalah cara pakai Google Maps offline yang telah dicoba tim detik.com:

    1. Buka Google Maps.
    2. Klik foto profil atau inisial nama di bagian paling kanan atas, di samping kolom pencarian.
    3. Pilih ‘Peta offline’.
    4. Pada pengaturan default, peta hanya bisa diunduh dengan koneksi WiFi. Jika ingin pakai koneksi data seluler, pilih tanda Settings di kanan atas, pilih Download preferensi > pilih Lewat jaringan seluler atau WiFi. Lalu simpan pengaturan.
    5. Kembali ke halaman Peta Offline. Klik ‘Pilih peta Anda sendiri’.
    6. Pilih area lokasi yang ingin diunduh. Semakin besar area yang dipilih, maka data yang diunduh juga akan semakin besar. Kapasitas HP yang dibutuhkan juga semakin besar.
    7. Pilih tempat penyimpanan, apakah di memori internal atau di eksternal.
    8. Setelah selesai mengunduh, kamu bisa menggunakan peta offline tersebut kapan saja untuk mencari petunjuk arah.

    Google Maps offline tidak memiliki fitur penunjuk arah untuk angkutan umum, jalur sepeda, atau jalan kaki. Google Maps offline juga tidak bisa memberi informasi kondisi lalu lintas, rute alternatif, atau panduan jalur.

    Cara Menghapus Peta Offline Google Maps

    Setelah mudik, detikers bisa menghapus peta offline di Google Maps tersebut. Caranya adalah sebagai berikut.

    1. Buka Google Maps
    2. Klik foto akun profil atau inisial nama di sebelah kanan kolom pencarian.
    3. Pilih menu ‘Peta offline’
    4. Klik titik tiga pada peta yang ingin dihapus. Pilih hapus.

    Detikers bisa mulai mengunduh peta sebelum berangkat mudik agar bisa digunakan setiap saat. Namun Google Maps offline sebaiknya hanya digunakan sebagai alternatif penunjuk arah. Pemudik disarankan tetap memilih Google Maps online untuk memaksimalkan penggunaan fitur.

    Beberapa fitur dalam Google Maps membantu pemudik merencanakan perjalanan yang aman, nyaman, dan tidak terlalu sering kena macet. Fitur tersebut antara lain menginformasikan kemacetan, mencari jalan bukan tol, dan menghindari jalur searah.

    (bai/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Cek CCTV Tol Online Buat Pantau Arus Mudik Real Time

    Jakarta

    Arus mudik Lebaran tak luput dari kemacetan, terutama pada waktu puncaknya. Supaya tidak terjebak macet, pemudik dapat mengecek CCTV tol online terlebih dahulu yang menayangkan kondisi lalu lintas ruas tol secara real time.

    Dengan memantau kamera pengawas tol sebelum keberangkatan, pemudik bisa mengambil jalan alternatif yang lebih lancar alih-alih ruas tol yang biasa dilalui. Demikian pemudik dapat bebas dari kemacetan. Simak cara cek CCTV tol real time di bawah ini.

    Cara Cek CCTV Tol Real Time Secara Online

    CCTV tol online dapat diakses untuk memantau lalu lintas arus mudik. Dilansir situs resmi Mudik Bina Marga, berikut langkah-langkahnya:


    • Akses portal Mudik Bina Marga melalui browser.
    • Gulir ke bawah dan pilih CCTV Tol pada kategori Informasi.
    • Ketik nama ruas tol yang ingin dipantau kondisi lalu lintasnya pada kolom, ketuk “Cari”. Bisa juga pilih ruas jalan tol secara manual pada daftar yang tertera di bawah kolom.
    • Klik “Melihat CCTV” pada ruas tol yang dipilih.
    • Ketuk CCTV bagian tol mana yang ingin dilihat kondisinya; gerbang tol (GT), KM tertentu, atau rest area sekitar.
    • Akan muncul pantauan lalu lintas tol secara real time.

    Dengan mengakses CCTV online, pemudik dapat menghindari ruas tol yang padat dan memilih alternatif jalan lain. Perjalanan mudik bisa lancar dan tidak terjebak kemacetan.

    Daftar CCTV Tol yang Dapat Dipantau

    Berikut sederet ruas tol yang kamera pengawasnya dapat diakses:

    • Tol Dalam Kota
    • Akses Tanjung Priok
    • Bakauheni – Terbanggi Besar
    • Bali
    • Balikpapan – Samarinda
    • Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
    • Belawan – Medan – Tanjung Morawa
    • BORR (Sentul Selatan – Simpang Semplak)
    • BORR (Sentul Barat – Simpang Yasmin)
    • Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit
    • Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran
    • Ciawi – Sukabumi (Ciawi – Cibadak)
    • Cibitung – Cilincing
    • Cikampek – Palimanan
    • Cileunyi – Sumedang – Dawuan
    • Cimanggis – Cibitung
    • Cinere – Jagorawi
    • Cipularang
    • Dalam Kota
    • Depok – Antasari
    • Gempol – Pandaan
    • Gempol – Pasuruan
    • Jakarta – Bogor – Ciawi
    • Jakarta – Cikampek
    • Jakarta – Tangerang
    • Jalan Layang MBZ
    • Jogja – Solo
    • JORR 2 (Kunciran – Cengkareng)
    • JORR 2 (Serpong – Cinere)
    • JORR 2 (Serpong – Kunciran)
    • JORR E (Bambu Apus – Rorotan)
    • JORR S
    • JORR W1
    • JORR W2 Utara (Kebon Jeruk – Ulujami)
    • JORR W2S (Pondok Ranji – Ulujami – Pondok Pinang)
    • JORR W2U (Ulujami – Kembangan)
    • Kanci – Pejagan
    • Kayuagung – Palembang – Betung (Kayuagung – Kramasan)
    • Kertosono – Mojokerto
    • Krian – Legundi – Bunder – Manyar (Krian – Legundi – Bunder)
    • Kualanamu – Tebing Tinggi
    • Kunciran – Serpong
    • Makassar Seksi 4
    • Manado – Bitung
    • Medan – Binjai
    • Mojokerto – Surabaya
    • Ngawi – Kertosono – Kediri
    • Padalarang – Cileunyi
    • Palembang – Indralaya
    • Palimanan – Kanci
    • Pandaan – Malang
    • Pasuruan – Probolinggo
    • Pejagan – Pemalang
    • Pekanbaru – Dumai
    • Pemalang – Batang
    • Pondok Aren – serpong
    • Sedyatmo
    • Semarang – Batang
    • Semarang – Demak Seksi 2 (Sayung – Demak)
    • Semarang A/B/C
    • Semarang – Demak
    • Semarang – Solo
    • Serang – Panimbang Seksi 1 (Serang – Rangkasbitung)
    • Serpong – Balaraja Seksi 1
    • Serpong – Cinere
    • Simpang Susun Waru – Bandara Juanda
    • Solo – Ngawi
    • Soreang – Pasirkoja
    • Soroja Integrasi
    • Surabaya – Gempol
    • Surabaya – Gresik
    • Tangerang – Merak
    • Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung
    • Ujung Pandang Seksi 1-3.

    Selain kamera pengawas ruas tol, CCT non tol juga dapat diakses melalui situs Mudik Bina Marga. Pemudik bisa memantau kondisi lalu lintas sejumlah ruas jalan di Tanah Air.

    (azn/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Tips Supaya Isi Dompet Nggak Kering Saat Mudik


    Jakarta

    Mudik Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan setiap tahunnya. Dalam momen ini keluarga dan kerabat berkumpul bersama.

    Namun, yang perlu diingat, pengeluaran berlebihan dan tak terduga justru terjadi. Untuk itu, perlu mengatur keuangan sebelum mudik Lebaran agar hemat dan aman. Berikut ini tips mengatur anggaran agar keuangan tetap terjaga selama mudik Lebaran:

    1. Membuat Daftar Rincian Biaya

    Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari mengatakan perlu mengetahui total pengeluaran selama mudik dan Lebaran. Dia pun mengingatkan untuk mengatur pengeluaran terlebih dahulu, mulai dari untuk kebutuhan sehari-hari, membayar utang jika punya, hingga untuk sedekah/zakat.


    Kemudian, baru pendapatan tersebut dialokasikan untuk pengeluaran mudik Lebaran. Dia menyebut buatlah rincian pengeluaran selama mudik lebaran.

    “Apa saja pengeluaran mudik dan lebaran? Ada transportasi, akomodasi, konsumsi, oleh oleh, perlengkapan ibadah, pakaian lebaran, rekreasi, THR orang tua dan keluarga, serta dana cadangan untuk jaga-jaga,” katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (21/3/2024).

    2. Cari Diskon Tiket atau Mudik Gratis

    Apabila uang yang dimiliki tidak cukup atau mepet, Teja mengatakan perlu menekan biaya pada pengeluaran lain agar lebih hemat, misalnya biaya transportasi.

    Anda bisa menyesuaikan kendaraan apa yang dipilih untuk mudik sesuai dengan anggaran. Alternatif lain, juga dapat mencari diskon tiket dan mendapat tiket atau mengikuti mudik gratis yang sering digelar pemerintah.

    “Cari alternatif yang sesuai budget. Atau pulang bawa mobil gabung saudara lain ramai-ramai,” jelasnya.

    Senada, Perencana Keuangan Andy Nugroho menyebut biaya transportasi dapat terlihat dari jauh-jauh hari. Dengan begitu, Anda dapat membuat besaran pengeluaran yang akan dibuat dan disesuaikan dengan anggaran.

    “Yang sudah bisa ditebak harganya itu semisal harga tiket moda transportasi yang kita pilih. Kalau naik kendaraan umum atau biaya bensin dan tol bila naik kendaraan pribadi,” katanya saat dihubungi detikcom.

    3. Menginap di Rumah Keluarga

    Akomodasi menjadi salah satu hal yang penting selama mudik Lebaran. Terkadang, biaya hotel atau penginapan membutuhkan anggaran yang besar. Apalagi jika menginap dengan jangka waktu lebih lama.

    Untuk itu, Teja menyarankan agar menginap di rumah kerabat atau orang tua agar tidak menambah biaya pengeluaran.

    “Nggak usah di hotel. Di rumah orang tua aja biar gratis,” jelasnya.

    4. Cari Destinasi Wisata yang Murah

    Biasanya, libur Lebaran tidak lupa untuk mengunjungi destinasi wisata di kampung halaman. Saat Lebaran, harga tiket masuk dapat melonjak daripada hari biasanya.

    Untuk itu, Andy menyebut dapat membuat estimasi anggaran sedari awal. Apabila dana terbatas, dia bilang lebih baik tidak usah mengunjungi tempat-tempat wisata.

    “Untuk budget jalan-jalan dan silaturahmi di kampung halaman, bila dana kita terbatas maka sebaiknya buat prioritas siapa saja yang akan kita datangi, atau skip datang tempat-tempat wisata,” katanya.

    Senada, Tejasari menyebut dapat mencari destinasi wisata yang gratis atau melihat pemandangan, seperti pantai.

    Selain itu, untuk konsumsinya dapat membawa bekal sendiri. Dengan begitu, biaya pengeluaran dapat diminimalisir.

    “Rekreasi kalau budget mepet cari yang gratisan lihat-lihat pemandangan. Konsumsi kalau bisa masak aja nggak usah banyak-banyak kulineran. Sesuai budget aja,” jelasnya.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com