Tag: muhammad saw

  • 4 Sifat Mulia Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani


    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat Islam. Setiap ucapan dan tindakannya mencerminkan akhlak yang luhur dan nilai-nilai kebaikan yang sempurna.

    Meneladani sifat-sifat beliau bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci untuk meraih kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna. Bahkan, Allah SWT secara tegas memerintahkan kita untuk mencontoh akhlak beliau. Dalam surah Al-Ahzab ayat 21, Allah berfirman:

    لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ


    Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

    Keistimewaan akhlak Nabi Muhammad SAW juga ditegaskan dalam surah Al-Qalam ayat 4, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

    Sementara itu, dalam sebuah hadits riwayat Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia.”

    4 Sifat Nabi Muhammad SAW

    Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri dalam buku Pendidikan Karakter: Mengembangkan Karakter Anak yang Islami, mengatakan Rasulullah SAW memiliki akhlak yang bersumber langsung dari Al-Qur’an dan ketaatan penuh kepada Allah SWT. Di antara banyak sifat terpuji beliau, ada empat sifat utama yang dikenal sebagai sifat wajib para rasul. Apa saja itu?

    1. Shiddiq (Jujur dan Benar)

    Shiddiq berarti jujur atau benar. Sifat ini menunjukkan bahwa setiap perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW selalu dilindungi oleh Allah SWT. Beliau tidak pernah berbohong atau menipu. Kejujuran beliau adalah landasan utama dalam berinteraksi dengan siapa pun, menjadikan beliau pribadi yang sangat dipercaya.

    Dengan meneladani sifat shiddiq, kita diajarkan untuk selalu berkata dan bertindak sesuai kebenaran, baik dalam keadaan mudah maupun sulit.

    2. Amanah (Dapat Dipercaya)

    Sebagai seorang rasul, Nabi Muhammad SAW memiliki sifat mutlak, yaitu amanah atau dapat dipercaya. Beliau dipercaya oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalah suci kepada seluruh umat manusia.

    Beliau memegang teguh amanah ini dengan penuh tanggung jawab, tanpa pernah sedikit pun menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Sifat amanah ini mengajarkan kita untuk selalu menepati janji, menjaga kepercayaan orang lain, dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    3. Tabligh (Menyampaikan)

    Tabligh berarti menyampaikan. Nabi Muhammad SAW adalah utusan yang bertugas menyampaikan seluruh wahyu dari Allah SWT kepada umatnya. Beliau tidak pernah menyembunyikan atau mengurangi satu ayat pun.

    Sifat ini menjadi bukti kesetiaan beliau dalam menjalankan misi kenabian. Dari sifat tabligh, kita belajar pentingnya menyampaikan kebenaran, menyebarkan kebaikan, dan memberikan nasihat yang bermanfaat kepada orang lain.

    4. Fathanah (Cerdas)

    Fathanah adalah sifat cerdas atau memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kecerdasan Nabi Muhammad SAW tidak hanya terbatas pada pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan berpikir logis, memahami masalah, dan memberikan solusi terbaik.

    Sifat ini memungkinkan beliau untuk menghadapi tantangan dakwah yang berat dan memimpin umat dengan kebijaksanaan. Meneladani sifat fathanah berarti kita harus terus belajar, berpikir kritis, dan memanfaatkan akal sehat untuk menyelesaikan setiap persoalan dalam hidup.

    Dengan menerapkan keempat sifat mulia Nabi Muhammad SAW shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Akhlak ini akan membantu menciptakan masyarakat yang harmonis, penuh kejujuran, saling percaya, dan dipenuhi kebaikan.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW Penuh Doa dan Makna


    Jakarta

    Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen istimewa yang diperingati umat Islam setiap 12 Rabiul Awal. Lebih dari sekadar perayaan, Maulid Nabi adalah saat yang tepat untuk mengenang kembali keteladanan, akhlak mulia, dan perjuangan Rasulullah SAW.

    Tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada Jumat, 5 September 2025. Tanggal ini merujuk pada kalender Hijriah dari Kementerian Agama.


    100 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025

    Mengucapkan selamat dan membagikan doa di hari Maulid Nabi adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada beliau. Berikut adalah 100 ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh doa, makna, dan bisa Anda bagikan di media sosial atau kepada orang terdekat.

    Ucapan Singkat dan Penuh Makna

    1. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
    2. Selamat Maulid Nabi 1447 H.
    3. Maulid Nabi adalah saatnya meneladani akhlak Rasulullah.
    4. Mari perbanyak sholawat di hari kelahiran Nabi Muhammad.
    5. Damai selalu di hati, selamat merayakan Maulid Nabi.
    6. Semoga syafaat Nabi Muhammad menyertai kita.
    7. Ya Rasulullah, rindu kami padamu.
    8. Selamat merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
    9. Salam Maulid Nabi. Jadikan Nabi Muhammad teladan hidupmu.
    10. Syafaatmu kami nantikan, Ya Rasulullah.
    11. Peringatan Maulid Nabi, semoga kita semakin cinta pada Rasulullah.
    12. Selamat Maulid Nabi, semoga damai selalu menyertai.
    13. Maulid Nabi: saatnya tingkatkan iman dan takwa.
    14. Mari berselawat dan perbanyak kebaikan.
    15. Semoga kita termasuk umat yang dicintai Rasulullah.
    16. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, salam ukhuwah.
    17. Cahaya Rasulullah menerangi seluruh alam.
    18. Maulid Nabi: meneladani kesabaran dan keikhlasan Rasulullah.
    19. Ya Nabi salam ‘alaika, selamat Maulid Nabi.
    20. Mari teladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

    Ucapan Penuh Doa dan Harapan

    21. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapat limpahan berkah dan syafaat dari beliau.
    22. Di hari yang mulia ini, mari perbarui niat untuk mengikuti sunah Rasulullah SAW.
    23. Peringatan Maulid Nabi adalah pengingat bagi kita untuk terus berbenah diri. Selamat Maulid Nabi.
    24. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
    25. Selamat merayakan Maulid Nabi. Semoga Allah SWT memberkahi kita dengan cinta dan ampunan-Nya.
    26. Ya Allah, di hari kelahiran Nabi-Mu, bimbinglah kami agar selalu meneladani akhlak mulia beliau. Aamiin.
    27. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga di hari ini, hati kita dipenuhi rasa syukur atas karunia Islam.
    28. Mari jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan ibadah kita.
    29. Ya Rasulullah, semoga kami termasuk umatmu yang berhak mendapatkan syafaat di hari kiamat. Selamat Maulid Nabi.
    30. Di hari yang penuh berkah ini, semoga kita bisa semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajarannya.
    31. Selamat memperingati Maulid Nabi SAW. Semoga kita menjadi umat yang senantiasa meneladani akhlak dan ajaran beliau.
    32. Semoga selawat yang kita lantunkan di hari Maulid Nabi menjadi jembatan menuju surga-Nya.
    33. Mari jadikan Maulid Nabi sebagai pengingat untuk senantiasa berbuat baik dan menyebarkan kasih sayang.
    34. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita dikumpulkan bersama beliau di jannah-Nya.
    35. Ya Rabb, kuatkan iman kami, teguhkan hati kami, dan izinkan kami meneladani Nabi-Mu. Selamat Maulid Nabi.
    36. Maulid Nabi: mari perbanyak istighfar dan sholawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah.
    37. Selamat memperingati Maulid Nabi. Semoga hidup kita dipenuhi keberkahan layaknya teladan beliau.
    38. Semoga di hari Maulid ini, Allah memberikan kita hati yang bersih dan jiwa yang lapang.
    39. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus.
    40. Di hari kelahiran Nabi, mari kita renungkan kembali misi mulia beliau untuk seluruh alam.

    Ucapan dengan Kata-kata Mutiara Islami

    41. “Cintamu adalah panutan, ajarannya adalah petunjuk.” Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.
    42. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21) Selamat Maulid Nabi.
    43. “Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim) Selamat Maulid Nabi.
    44. “Ya Rasulullah, Engkaulah pelita yang menerangi kegelapan, Engkaulah mata air yang menyejukkan hati.” Selamat Maulid Nabi.
    45. “Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi untuk meneladani akhlak yang sempurna.”
    46. “Rasulullah adalah cinta yang tak pernah bertepi, teladan yang tak pernah usai.” Selamat Maulid Nabi.
    47. “Ya Rasulullah, Engkau adalah rahmat bagi semesta alam. Setiap langkahmu adalah pelajaran.”
    48. “Di hari kelahirannya, mari kita sambut dengan cinta dan doa, semoga kita bisa bertemu beliau di jannah.”
    49. “Maulid Nabi adalah bukti cinta Allah kepada alam semesta dengan mengutus Rasul termulia.”
    50. “Dunia ini indah karena ajaranmu. Akhirat indah karena syafaatmu.” Selamat Maulid Nabi.
    51. “Ya Nabi Muhammad, Engkau datang membawa cahaya, menghapus segala gelap jahiliyah.” Selamat Maulid Nabi.
    52. “Maulid Nabi: Mari bersama-sama merajut ukhuwah Islamiyah.”
    53. “Rasulullah mengajarkan kesederhanaan, mari kita amalkan dalam kehidupan.”
    54. “Jadikanlah hari ini sebagai awal untuk hijrah ke arah yang lebih baik.” Selamat Maulid Nabi.
    55. “Maulid Nabi adalah saatnya kita meresapi kembali ajaran tauhid dan akhlak mulia.”
    56. “Selamat Maulid Nabi SAW. Semoga kita diberi kekuatan untuk istiqamah di jalan-Nya.”
    57. “Cinta kepada Nabi Muhammad adalah cinta yang abadi.” Selamat Maulid Nabi.
    58. “Semoga kita bisa mengamalkan sunah Rasulullah dalam setiap sendi kehidupan.”
    59. “Jadikan Maulid Nabi sebagai penyemangat untuk meraih takwa.”
    60. “Maulid Nabi: Ajang refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih beriman.”

    Ucapan Menyentuh Hati dan Penuh Rindu

    61. Rindu kami takkan pernah sirna, Ya Rasulullah. Selamat Maulid Nabi.
    62. Setiap tahun kami merayakanmu, semoga cinta kami padamu semakin bertambah. Selamat Maulid Nabi.
    63. Ya Nabi, betapa rindunya kami pada pertemuan denganmu. Selamat Maulid Nabi.
    64. Maafkan kami yang sering lalai, semoga di Maulid Nabi ini, kami bisa lebih meneladani dirimu.
    65. Setiap detiknya, kami merindukanmu. Setiap langkahmu adalah inspirasi. Selamat Maulid Nabi.
    66. Ya Rasulullah, semoga kerinduan kami menjadi alasan bagi kami untuk bertemu denganmu.
    67. Selamat Maulid Nabi. Semoga rindu ini membimbing kami menuju jalan yang Engkau cintai.
    68. Ya Allah, izinkan kami meneladani Nabi-Mu dan merindukan pertemuan denganmu di surga.
    69. Maulid Nabi adalah saatnya bagi kita untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan Rasulullah.
    70. Di hari kelahiranmu, Ya Rasulullah, kami ingin menjadi umat yang bisa membanggakanmu.

    Ucapan untuk Media Sosial

    71. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Mari bersholawat! #MaulidNabi #NabiMuhammad
    72. Mari tingkatkan iman dan takwa, meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Selamat Maulid Nabi! #MaulidNabi2025
    73. Peringatan Maulid Nabi: momen untuk kembali pada ajaran Islam yang damai. #Rasulullah #Maulid
    74. Ya Nabi salam ‘alaika. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. #MaulidNabi
    75. Semoga kita semua mendapat syafaat di hari kiamat. Aamiin. #MaulidNabi #Selawat
    76. Mari kenang perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam. #MaulidNabi #Islam
    77. Cahaya Rasulullah menerangi seluruh alam. Selamat merayakan Maulid Nabi! #MaulidNabi2025
    78. Meneladani akhlak Rasulullah, kunci menuju keberkahan hidup. Selamat Maulid Nabi. #AkhlakRasulullah
    79. Selamat Maulid Nabi 1447 H. Jadikan Rasulullah sebagai teladan utama. #Maulid
    80. Di hari kelahiranmu, Ya Rasulullah, kami panjatkan doa dan selawat. #MaulidNabi #Doa

    Ucapan untuk Lingkungan Keluarga dan Teman

    81. Selamat Maulid Nabi, sahabatku. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.
    82. Ayah, Ibu, selamat Maulid Nabi. Mari kita ajarkan anak-anak kita tentang akhlak Rasulullah.
    83. Selamat Maulid Nabi, kawan-kawan. Semoga hari ini membawa keberkahan untuk kita semua.
    84. Semoga di hari yang mulia ini, keluarga kita selalu dilimpahi rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Selamat Maulid Nabi.
    85. Mari rayakan Maulid Nabi dengan penuh sukacita dan keimanan.
    86. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW untuk keluarga tercinta. Mari jadikan beliau teladan hidup.
    87. Semoga persahabatan kita semakin erat dengan meneladani ukhuwah Rasulullah. Selamat Maulid Nabi.
    88. Selamat Maulid Nabi, semoga kita selalu istiqamah dalam kebaikan.
    89. Di hari kelahiran Nabi, mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Selamat Maulid Nabi.
    90. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Selamat Maulid Nabi.

    Ucapan Puitis dan Penuh Kekaguman

    91. Ya Rasulullah, engkau adalah rembulan di kegelapan, bintang di malam kesunyian. Selamat Maulid Nabi.
    92. Cintamu mengalir seperti sungai, ajarannya sejuk seperti embun pagi. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.
    93. Setiap langkahmu adalah inspirasi. Setiap kata-katamu adalah hikmah. Selamat Maulid Nabi.
    94. Kami adalah umatmu yang merindu. Semoga di hari ini, rindu kami sampai kepadamu. Selamat Maulid Nabi.
    95. Di hatiku terukir namamu, Ya Rasulullah. Selamat merayakan Maulid Nabi.
    96. Maulid Nabi: Saatnya kita berselawat dan melukis senyum di wajah orang lain.
    97. Ya Rasulullah, kau datang membawa cinta, kau pergi meninggalkan kenangan yang takkan pernah pudar. Selamat Maulid Nabi.
    98. Di hari kelahiranmu, Ya Habibullah, kami panjatkan doa dan harapan agar bisa meneladanimu.
    99. Selamat Maulid Nabi. Semoga hidup kita dipenuhi keindahan akhlak beliau.
    100. Ya Nabi, namamu adalah doa, kehadiranmu adalah cahaya. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW Penuh Doa dan Makna



    Jakarta

    Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Rasulullah yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Tradisi ini banyak diperingati umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

    Masyarakat muslim Indonesia biasa merayakan Maulid Nabi SAW dengan beragam kegiatan seperti pembacaan sholawat, doa bersama, ceramah agama, hingga pembacaan sirah Nabi.


    Sejarah Singkat Maulid Nabi

    Dikutip dari buku Ahlussunnah Wal Jamaah (Edisi Revisi 2022): Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai karya A. Fatih Syuhud, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tidak pernah dilakukan pada era Rasulullah. Pada masa para sahabat pun tidak digelar perayaan Maulid Nabi SAW.

    Peringatan Maulid Nabi diperkirakan mulai berkembang pada masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah di Mesir sekitar abad ke-4 Hijriah. Dari sana, tradisi ini menyebar ke berbagai negeri muslim dengan bentuk dan cara perayaan yang berbeda.

    Di Indonesia, Maulid Nabi diperingati dengan acara keagamaan, seperti pembacaan Barzanji, Simthud Durar, Burdah, atau dzikir dan shalawat bersama. Semua bertujuan untuk memperbanyak ingatan kepada Rasulullah SAW serta mengambil teladan dari kehidupannya.

    Salah satu cara yang juga kerap dilakukan untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW ini juga dengan membagikan ucapan penuh doa dan makna.

    Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Berikut beberapa ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat dibagikan kepada sesama muslim sebagai bentuk doa.

    1. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa meneladani akhlaknya, menegakkan sunnahnya, dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari akhir.
    2. Ya Allah, jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk memperbaharui iman kami, membersihkan hati kami, dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW.
    3. Dengan penuh rasa syukur kami memperingati Maulid Nabi, semoga cahaya Islam senantiasa menerangi keluarga kita, membawa keberkahan dalam hidup, dan keselamatan di dunia serta akhirat.
    4. Selamat Maulid Nabi, semoga kita diberi kekuatan untuk menebarkan kasih sayang, kejujuran, dan kebaikan sebagaimana Rasulullah menebarkannya kepada seluruh umat manusia.
    5. Ya Allah, tanamkanlah dalam hati kami cinta yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga kami mampu mengikuti jejak langkahnya dalam setiap aspek kehidupan.
    6. Selamat memperingati kelahiran Rasulullah SAW, semoga doa dan shalawat kita menjadi penghubung yang mendekatkan kita dengan beliau di dunia hingga di akhirat kelak.
    7. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Nabi-Mu, agar kami menjadi umat yang selalu membawa rahmat bagi sesama.
    8. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam iman, sabar dalam ujian, dan ikhlas dalam beribadah.
    9. Di hari penuh berkah ini, mari kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar hati kita selalu terang, hidup kita penuh berkah, dan akhir hidup kita dalam ridha Allah.
    10. Ya Allah, jadikanlah Maulid Nabi ini sebagai pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada-Mu, dan memperbanyak amal saleh.
    11. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita senantiasa tergolong umat yang dicintai Rasulullah dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari perhitungan.
    12. Ya Allah, izinkan kami hidup dalam cahaya Al-Qur’an dan sunnah Nabi-Mu, mati dalam keadaan husnul khatimah, dan dikumpulkan bersama beliau di surga-Mu.
    13. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita jadikan hari ini sebagai titik awal untuk memperbaiki amal, memperkuat ibadah, dan memperbanyak doa.
    14. Semoga cinta kita kepada Rasulullah membimbing kita menuju jalan kebaikan, menjauhkan kita dari keburukan, dan mendekatkan kita kepada Allah SWT.
    15. Ya Allah, jadikanlah shalawat yang kami panjatkan sebagai penolong kami di hari kiamat, penerang di dalam kubur, dan jalan menuju surga-Mu.
    16. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga setiap langkah hidup kita selalu mengikuti teladan Rasulullah yang penuh kasih, sabar, dan keadilan.
    17. Ya Allah, jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sarana bagi kami untuk semakin bersyukur atas nikmat Islam dan iman yang Engkau anugerahkan.
    18. Selamat Maulid Nabi, semoga kita selalu istiqamah menjaga shalat, memperbanyak dzikir, dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
    19. Mari kita peringati Maulid Nabi dengan memperbanyak shalawat, karena shalawat adalah tanda cinta kita kepada Rasulullah sekaligus doa bagi keselamatan hidup kita.
    20. Ya Allah, dekatkanlah kami dengan Rasulullah SAW, baik di dunia dengan meneladani sunnahnya, maupun di akhirat dengan berkumpul bersama beliau di surga-Mu.
    21. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa menjadi umat yang jujur, amanah, dan selalu menebarkan kebaikan.
    22. Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami untuk mencintai Rasulullah dengan sepenuh jiwa, agar kami mampu meneladani beliau dalam akhlak dan ibadah.
    23. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita diberi keberkahan dalam usia, kesehatan, rezeki, serta keberlimpahan rahmat dari Allah SWT.
    24. Ya Allah, jadikanlah Maulid Nabi sebagai pengingat untuk selalu menjaga lisan kami dari keburukan, serta menghiasinya dengan doa dan shalawat.
    25. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kehidupan kita dipenuhi cahaya Islam, ketenangan iman, dan kemuliaan akhlak.
    26. Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari umat yang setia kepada Rasulullah, selalu menjaga shalat, zakat, dan amal kebaikan.
    27. Selamat memperingati Maulid Nabi, mari kita hidupkan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari, sekecil apapun amalan itu.
    28. Semoga dengan peringatan Maulid Nabi, Allah SWT memberikan keberkahan dalam keluarga, anak-anak yang saleh, serta hati yang selalu bersyukur.
    29. Ya Allah, masukkan kami ke dalam golongan umat Nabi Muhammad yang Engkau cintai, Engkau ampuni dosanya, dan Engkau muliakan di surga.
    30. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita kelak dipertemukan dengan Rasulullah di telaga kautsar.
    31. Ya Allah, jadikanlah shalawat yang kami panjatkan malam ini sebagai tabungan amal yang mendekatkan kami pada rahmat-Mu.
    32. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga hati kita semakin lembut, jiwa kita semakin tenang, dan hidup kita semakin penuh keberkahan.
    33. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk selalu sabar dalam ujian sebagaimana sabarnya Rasulullah dalam berdakwah.
    34. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tingkatkan rasa cinta kepada sesama sebagai wujud cinta kita kepada Rasulullah.
    35. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita berkat doa dan syafaat Rasulullah.
    36. Ya Allah, jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sebagai momen untuk mendidik hati kami agar selalu ikhlas, sabar, dan tawakal.
    37. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita mampu menjadi pribadi yang selalu memberi manfaat bagi orang lain.
    38. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sebagaimana Rasulullah membangun rumah tangganya dengan penuh kasih.
    39. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita dapat menjadi umat yang selalu membawa kebaikan di manapun kita berada.
    40. Ya Allah, karuniakanlah keberkahan dalam hidup kami berkat kecintaan kami kepada Nabi-Mu.
    41. Selamat Maulid Nabi, semoga Allah melindungi kita dari segala fitnah, musibah, dan keburukan zaman.
    42. Ya Allah, jadikanlah hati kami cinta kepada Al-Qur’an, rindu kepada sunnah, dan selalu tenang dengan mengingat-Mu.
    43. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga hidup kita dipenuhi rasa syukur dan sabar.
    44. Ya Allah, kuatkan iman kami agar selalu istiqamah sampai ajal menjemput.
    45. Selamat Maulid Nabi, semoga kita diberi husnul khatimah dan dipertemukan dengan Rasulullah di akhirat.
    46. Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat iri, dengki, dan sombong, serta hiasi hati kami dengan akhlak mulia sebagaimana Rasulullah.
    47. Selamat memperingati Maulid Nabi, mari kita jadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.
    48. Ya Allah, rahmatilah keluarga kami, berkahilah rezeki kami, dan kuatkan langkah kami dalam meneladani sunnah Rasulullah.
    49. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga cahaya shalawat menerangi hati, rumah tangga, dan kehidupan kita.
    50. Ya Allah, jadikanlah cinta kami kepada Rasulullah sebagai pengantar menuju cinta-Mu yang hakiki.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia


    Jakarta

    Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sarat dengan tradisi lokal yang beragam. Setiap daerah memiliki cara khas untuk mengekspresikan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, mulai dari pembacaan sholawat hingga festival rakyat yang meriah.

    Berikut adalah berbagai tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih lestari di berbagai daerah Indonesia.


    Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

    Tradisi Maulid Nabi digelar setiap 12 Rabiul Awal. Dirangkum dari arsip detikHikmah, berikut beberapa kegiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk memeriahkan momen Maulid Nabi Muhammad SAW:

    1. Tradisi Meuripee dan Kuah Beulangong di Aceh

    Di Aceh, perayaan Maulid Nabi dikenal dengan nama Meuripee. Tradisi ini dilakukan dengan cara masyarakat berpatungan membeli sapi yang kemudian dimasak bersama. Menu wajibnya adalah Kuah Beulangong, semacam kari daging yang dimasak dalam kuali besar.

    Selain sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga mempererat silaturahmi karena seluruh warga ikut dalam prosesi masak hingga makan bersama.

    2. Tradisi Bungo Lado di Sumatera Barat

    Masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Padang Pariaman, memiliki tradisi unik bernama Bungo Lado. Setiap keluarga membuat pohon hias yang diberi tanda daun merah menyerupai cabai. Pohon ini kemudian disumbangkan ke panti asuhan sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.

    Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, terutama di hari yang penuh keberkahan seperti Maulid Nabi.

    3. Grebeg Maulud di Yogyakarta dan Surakarta

    Di Yogyakarta dan Surakarta, tradisi Maulid Nabi dikenal dengan Grebeg Maulud. Acara ini dipusatkan di Keraton. Nantinya sultan beserta para abdi dalem membawa gunungan berisi hasil bumi dan makanan menuju Masjid Besar Kauman.

    Gunungan tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat karena diyakini membawa berkah. Tradisi ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi besar antara rakyat dengan sultan.

    4. Pembacaan Kitab Al-Barzanji di Jepara

    Di Jepara, Jawa Tengah, tradisi Maulid Nabi diisi dengan pembacaan kitab Al-Barzanji yang berisi syair pujian kepada Rasulullah SAW. Acara ini biasanya dilanjutkan dengan tausiyah, doa bersama, serta kegiatan sosial.

    Tradisi ini menunjukkan bagaimana nilai religius tetap dipertahankan dalam perayaan Maulid Nabi di tengah masyarakat pesisir.

    5. Bale Saji di Bali

    Meski Bali dikenal sebagai pulau mayoritas Hindu, umat Islam di sana juga memiliki tradisi khas Maulid Nabi yang disebut Bale Saji. Dalam tradisi ini, masyarakat mengarak hiasan berbentuk telur dan bunga dari kertas warna-warni.

    Telur dalam Bale Saji melambangkan kelahiran, sehingga sangat tepat dijadikan simbol untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    6. Perayaan Rammang-Rammang di Sulawesi Selatan

    Masyarakat Maros, Sulawesi Selatan, memperingati Maulid Nabi dengan cara unik: mengarak ratusan paket makanan menggunakan lebih dari 50 perahu di sepanjang sungai Rammang-Rammang.

    Acara ini dilengkapi dengan hiasan ribuan telur dan bisa dinikmati gratis oleh siapa pun yang hadir. Tradisi ini sekaligus bentuk rasa syukur atas sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

    7. Tradisi Maulid di Lombok

    Di Lombok, Maulid Nabi dirayakan dengan pembacaan sholawat Nabi dan syair Al-Barzanji. Selain itu, masyarakat juga mengadakan lomba serta arak-arakan mengelilingi kampung.

    Perayaan ini menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.

    8. Endhog-Endhogan di Banyuwangi

    Di Banyuwangi, Jawa Timur, tradisi Maulid Nabi dikenal dengan festival Endhog-endhogan. Ratusan telur ditancapkan pada batang pohon pisang (jodang) dan ancak (wadah berisi nasi serta lauk).

    Setelah diarak, jodang dan ancak dibawa ke masjid untuk dibacakan doa dan sholawat, lalu dibagikan kepada masyarakat. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dengan sesama.

    9. Keresan di Mojokerto

    Tradisi Maulid di Mojokerto disebut Keresan, yang berasal dari kata keres (pohon kersen). Tradisi ini mirip dengan panjat pinang, masyarakat harus memanjat pohon kersen untuk mengambil hadiah yang digantungkan.

    Selain meriah, tradisi ini juga menjadi hiburan rakyat dalam rangka menyemarakkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    10. Sebar Udikan di Madiun

    Masyarakat Dusun Sukarejo, Madiun, memiliki tradisi unik bernama Sebar Udikan. Dalam acara ini, uang koin senilai belasan juta rupiah disebar di halaman rumah warga.

    Peserta yang hadir akan berebut koin tersebut. Tradisi ini diyakini sebagai warisan nenek moyang yang mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dengan cara yang penuh sukacita.

    11. Tradisi Ketupat Sampang di Madura

    Di Madura, masyarakat memperingati Maulid Nabi dengan membuat ketupat dari daun kelapa. Ketupat ini kemudian dimasak dan dibagikan kepada warga sekitar.

    Selain sebagai simbol kebersamaan, ketupat juga melambangkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

    12. Baayun Maulid di Banjar, Kalimantan Selatan

    Tradisi khas Banjar dalam memperingati Maulid Nabi adalah Baayun Maulid. Kata baayun berarti mengayun, sehingga tradisi ini dilakukan dengan mengayun bayi dalam buaian sambil membaca doa dan sholawat.

    Makna tradisi ini adalah ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW serta doa agar anak-anak yang ikut dalam prosesi mendapat keberkahan.

    Tradisi Maulid Nabi di Indonesia tidak hanya sekadar perayaan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah, menjaga kearifan lokal, dan menanamkan nilai berbagi. Dari Aceh hingga Papua, tradisi ini menjadi bukti nyata betapa umat Islam di Nusantara mencintai Nabinya dengan cara yang penuh kreativitas dan kebersamaan.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025



    Jakarta

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, 12 Rabiul Awal 1447 H bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025.

    Hari besar ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia untuk mengenang kembali lahirnya Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah Islam. Di hari mulia ini umat Islam di Indonesia biasanya merayakan dengan menggelar acara tabligh akbar di masjid.


    Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025

    1. Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW 1

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Segala puji hanya bagi Allah SWT. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir pada:

    Hari/Tanggal : Jumat, 5 September 2025
    Waktu : Pukul 19.30 WIB – selesai
    Tempat : Masjid … (sebutkan lokasi)

    Acara akan diisi tausiyah oleh Ustaz (Sebutkan nama ustaz/ustazah).
    Semoga dengan kehadiran kita, semakin bertambah cinta kepada Rasulullah SAW.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Panitia Maulid Nabi Masjid … (sebutkan nama masjid)

    2. Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW 2

    UNDANGAN PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Dengan memohon rahmat Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dalam acara:

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M
    Hari/Tanggal : Sabtu, 6 September 2025
    Waktu : Ba’da Isya (19.30 WIB – selesai)
    Tempat : Masjid … (sebutkan lokasi)

    Susunan Acara:

    1. Pembukaan
    2. Pembacaan Maulid Simthud Durar
    3. Tausiyah oleh ustaz (sebutkan nama ustaz/ustazah)
    4. Doa bersama

    Kehadiran Bapak/Ibu sekalian sangat kami nantikan.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Panitia Maulid Nabi Masjid … (sebutkan nama masjid)

    3. Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW 3

    UNDANGAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

    “Barang siapa mencintai sunnahku, maka sesungguhnya ia mencintaiku. Dan barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.” (HR. Tirmidzi)

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i pada:

    Hari/Tanggal : Minggu, 7 September 2025
    Waktu : Pukul 19.00 WIB – selesai
    Tempat : Masjid … (sebutkan lokasi)

    Acara akan diisi tausiyah oleh Ustadz … (Sebutkan nama ustaz/ustazah)
    Mari kita bersama meneladani akhlak Rasulullah SAW.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Panitia Maulid Nabi Masjid … (Sebutkan nama masjid)

    4. Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW

    UNDANGAN PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1447 H

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Alhamdulillah, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kami mengajak seluruh jamaah dan masyarakat sekitar untuk hadir dalam acara:

    Hari/Tanggal : Selasa, 7 Januari 2025
    Waktu : Pukul 19.30 WIB – selesai
    Tempat : Masjid … (sebutkan lokasi)

    Acara:

    1. Pembacaan Sholawat Nabi
    2. Tausiyah agama oleh … (Sebutkan nama)
    3. Doa penutup

    Mari kita ramaikan acara ini sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Panitia Maulid Nabi Masjid … (sebutkan nama masjid)

    5. Contoh Undangan Maulid Nabi Muhammad SAW 5

    UNDANGAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M, dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir pada:

    Hari/Tanggal : Sabtu, 12 September 2025
    Waktu : Pukul 19.15 WIB – selesai
    Tempat : Masjid … (sebutkan lokasi)

    Tausiyah akan disampaikan oleh Ustaz (Sebutkan nama ustaz/ustazah)

    Semoga Allah SWT menjadikan acara ini penuh berkah dan memperkuat kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Panitia Maulid Nabi Masjid … (Sebutkan nama masjid)

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Sejarah Zakat di Periode Pra-Kenabian Rasulullah SAW



    Yogyakarta

    Zakat merupakan salah satu kewajiban yang telah disyariatkan dari beberapa nabi sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW.

    Di luar syariat yang diturunkan kepada Rasulullah SAW beserta umatnya, zakat sebenarnya telah disyariatkan kepada umat terdahulu yang hidup jauh sebelum Rasulullah SAW diutus ke muka bumi.

    Dilansir dari buku Zakat dalam Islam: Menelisik Aspek Historis, Sosiologis, dan Yuridis karya Khairuddin, kewajiban zakat telah disyariatkan kepada para nabi dan rasul terdahulu, di antaranya Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as.


    Bahkan, di masa Bani Israil atau umat Nabi Musa as., perintah menunaikan zakat telah disyariatkan. Demikian pula kepada umat Nabi Isa as., Ahli kitab diperintahkan untuk menunaikan zakat sebagai salah satu instrumen agama yang lurus.

    Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT dulunya mensyariatkan zakat kepada Nabi Ibrahim, kemudian diteruskan kepada anaknya. Selanjutnya diteruskan lagi kepada Nabi Musa atas Bani Israil, Nabi Isa, serta Ahli Kitab dan masing-masing umat mereka.

    Sejarah Zakat di Periode Pra-Kenabian

    1. Nabi Ibrahim dan Keturunannya

    Sejarah zakat di periode pra-kenabian disyariatkan kepada Nabi Ibrahim, lalu diteruskan kepada anaknya. Hal ini dijelaskan melalui Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 73, Allah SWT berfirman:

    وَجَعَلْنَٰهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِمْ فِعْلَ ٱلْخَيْرَٰتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّكَوٰةِ ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا عَٰبِدِينَ

    Artinya: “Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.” (QS Al-Anbiya’: 73).

    2. Nabi Ismail

    Selanjutnya, perintah menunaikan zakat disyariatkan kepada Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim as. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 54-55, Allah SWT berfirman:

    وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِسْمَٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا. وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا

    Artinya: “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk sholat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seseorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (QS Maryam: 54-55).

    3. Nabi Musa, Kaum Yahudi, dan Bani Israil

    Kepada Nabi Musa as. dan kaum yahudi atau Bani Israil, Allah SWT telah mensyariatkan perintah zakat. Bahkan, zakat dijadikan sebagai isi perjanjian yang mengikat mereka dengan Allah SWT. Hal tersebut termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 83 dan surat Al Maidah ayat 12. Dalam surat Al-Baqarah, Allah SWT berfirman:

    وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

    Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat, kemudian kami tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS Al-Baqarah: 83).

    Selanjutnya, dalam surat al-Maidah ayat 12 Allah SWT berfirman:

    وَلَقَدْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ ٱثْنَىْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَيْتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ وَءَامَنتُم بِرُسُلِى وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ فَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

    Artinya: “Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS Al-Maidah: 5).

    4. Umat Nabi Isa

    Dahulu, umat Nabi Isa as. pun memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat, sebagaimana perkataan beliau yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 31:

    وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

    Artinya: “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (QS Maryam: 31).

    5. Perintah kepada Ahli Kitab

    Dalam Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5, dijelaskan bahwa Ahli Kitab juga dikenai kewajiban zakat, Allah SWT berfirman:

    وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

    Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

    Dengan demikian, itulah sejarah zakat di periode pra-kenabian Muhammad SAW. Saat memasuki periode kenabian, zakat sudah disyariatkan sejak Rasulullah SAW tinggal di Makkah, tetapi sifatnya masih sangat umum. Setelah hijrahnya Nabi SAW ke Madinah, syariat zakat semakin lengkap dan menjadi kewajiban umat Islam hingga masa kini.

    Nah, bagi detikers yang ingin membayar zakat juga bisa cek hitungannya di Kalkulator Zakat DI SINI.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Sahabat Nabi Kaum Muhajirin yang Dukung Penuh Dakwah Rasulullah



    Jakarta

    Perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah sangatlah sulit karena kaum Quraisy enggan untuk menerima seruan serta ajakan dari Rasulullah SAW. Ancaman serta makian sering kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW beserta dengan para pengikutnya. Meskipun begitu, terdapat sepuluh sahabat Nabi kaum Muhajirin yang selalu mendampingi beliau.

    Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW lalu memutuskan untuk melakukan hijrah ke Madinah. Kaum muslimin yang hijrah dari Mekah ke Madinah disebut kaum Muhajirin, dinamakan kaum Muhajirin artinya ialah orang-orang yang berhijrah atau berpindah.

    Mengutip buku Agama Islam karya Hindun Anwar, berikut sepuluh sahabat Nabi kaum Muhajirin:


    1. Abu Bakar ash-Shiddiq
    2. Umar bin Khattab
    3. Bilal bin Rabah
    4. Amir bin Abdillah
    5. Abdul Rahman bin Auf
    6. Zubair bin Awwan
    7. Usman bin Affan
    8. Thalhah bin Ubaidillah
    9. Abu Huzaifah bin Utbah
    10. Ammar bin Yasir

    Semua sahabat Nabi SAW ini memiliki sifat baik yang bisa dijadikan suri tauladan. Misalnya saja Abu Bakar ash-Shiddiq yang rela untuk meninggalkan harta bendanya dan ikut membantu dalam perjuangan Rasulullah SAW.

    Hal ini turut diterangkan dalam surah Al Lail ayat 17-18 sebagaimana ditafsirkan oleh Kementerian Agama RI. Dikatakan, Abu Bakar ash-Shiddiq telah menggunakan hartanya untuk memerdekakan orang lemah dan perempuan yang masuk Islam yang membantu mereka.

    Allah SWT berfirman,

    وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ ١٧ الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ ١٨

    Artinya: “Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa, yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).” (QS Al Lail: 17-18)

    Di dalam buku Biografi 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga karya Sujai Fadil diceritakan, Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang yang menemani Nabi Muhammad SAW di gua ketika dikejar kaum Quraisy. Hal ini jelaskan dalam firman Allah SWT,

    اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٤٠

    Artinya: “Jika kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad), sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Makkah), sedangkan dia salah satu dari dua orang, ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka, Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Nabi Muhammad), memperkuatnya dengan bala tentara (malaikat) yang tidak kamu lihat, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu seruan yang paling rendah. (Sebaliknya,) firman Allah itulah yang paling tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At Taubah: 40)

    Bukan Abu Bakar ash-Shiddiq saja, semua para sahabat Nabi SAW masing-masing memiliki sifat terpuji yang dapat kita teladani.

    Kisah Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah

    Selanjutnya pada buku yang berjudul Agama Islam karya Hindun Anwar dikisahkan pula bahwa kedatangan Nabi Muhammad SAW ke Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun ke-13 dari masa kenabiannya. Rasulullah SAW beserta kaum Muhajirin mendapat sambutan yang hangat. Bahkan, penduduk Madinah menunjukkan rasa persaudaraan serta rasa kesetiakawanan yang sangat mendalam.

    Tidak hanya sampai di situ, segala keperluan kaum Muhajirin tersebut disediakan oleh para kaum muslimin di Madinah. Beberapa penduduk menyediakan makanan dan ada juga yang memberikan pakaian.

    Para penduduk Madinah menjamin keselamatan jiwa mereka dari gangguan dan ancaman, entah itu berasal dari kaum kafir Quraisy maupun dari suku Arab lainnya. Semua penduduk yang ada di Kota Madinah saling memberikan penawaran terhadap Rasulullah SAW untuk bermalam di rumahnya.

    Namun, beliau mengatakan bahwa akan berhenti dan singgah di tempat untanya berhenti. Kebetulan pada saat itu unta Rasulullah SAW berhenti di depan rumah Abu Ayyub al-Anshari, sehingga Rasulullah SAW memutuskan untuk singgah serta tinggal di rumah tersebut sampai rumah yang dibangun untuk beliau selesai.

    Atas dasar inilah, pada akhirnya Nabi Muhammad SAW menamakan penduduk Madinah dengan sebutan kaum Anshar. Kaum Anshar sendiri artinya yaitu kaum pemberi pertolongan.

    Itulah sahabat Nabi kaum Muhajirin dan kisahnya saat memutuskan untuk hijrah ke Madinah.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Rasulullah SAW Melakukan Hijrah ke Madinah



    Jakarta

    Saat melakukan penyebaran agama Islam di Makkah, Nabi Muhammad SAW selalu ditentang oleh kaum kafir Quraisy. Hingga akhirnya Rasulullah SAW melakukan hijrah dari tanah kelahirannya ke Madinah.

    Merujuk dalam buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Volume 1 karya Moenawar Khalil mengisahkan mengenai dakwah Nabi Muhammad SAW sewaktu di Makkah. Dikisahkan bahwa sudah sepuluh tahun Nabi SAW berdakwah dan bertabligh kepada penduduk asli Makkah.

    Sebagian dari mereka tidak mengindahkan dakwah dari beliau, bahkan mereka selalu mengejek, menghina, mendustakan, dan menganiaya beliau. Meskipun demikian, beliau tidak merasa putus asa dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang Rasul Allah SWT.


    Penduduk Kota Makkah yang mau mengikuti seruan beliau sebagian besar berasal dari orang-orang lapisan bawah, seperti orang miskin, budak, dan orang yang dipandang bodoh. Sedangkan orang yang berada pada lapisan atas yang mau mengikuti seruan beliau ialah kaum hartawan, bangsawan, orang-orang berpengetahuan, dan terpelajar.

    Rasulullah SAW Hijrah ke Madinah Atas Dasar Perintah Allah

    Selain itu Ridwan Abdullah Sani dalam bukunya Hikmah Kisah Nabi dan Rasul, menjelaskan bahwa selama tiga tahun lamanya Nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Hingga pada akhirnya Allah SWT mengizinkan Rasulullah SAW untuk berdakwah secara terang-terangan.

    Melihat Rasulullah SAW semakin bertambah pengikutnya membuat kaum kafir Quraisy sangat marah. Oleh sebab itulah, mereka menganiaya Rasulullah SAW. Misalnya saja Abu Jahal yang mengangkat batu besar dan hendak ditimpakan pada Nabi Muhammad SAW yang sedang melaksanakan salat di Masjidil Haram.

    Namun, Allah SWT tidak membiarkannya begitu saja. Maka Allah SWT mengirimkan Malaikat Jibril. Abu Jahal yang melihat Malaikat Jibril langsung gemetar, ketakutan, dan pucat pasi. Tidak berhenti sampai di situ saja, Rasulullah SAW juga pernah dilempari kotoran unta di atas pundaknya, mukanya ditaburi debu dan pasir ketika beliau pulang ke rumah.

    Bahkan leher Rasulullah SAW pernah dijerat oleh Uqbah bin Abi Muith menggunakan pakaiannya. Saat itu Nabi Muhammad SAW sedang melaksanakan salat hingga akhirnya Abu Bakar muncul dan mencengkeram pundak Uqbah dan menjauhkannya dari Rasulullah SAW.

    Anif Sirsaeba dalam bukunya Agar Kekayaan Dilipatkan dan Kemiskinan Dijauhkan juga menceritakan bagaimana kejamnya kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW beserta dengan para pengikutnya.

    Kaum kafir Quraisy juga mengancam akan membunuh dan mencincang hidup-hidup Nabi Muhammad SAW beserta dengan pengikutnya. Tak hanya itu, mereka juga diboikot dalam perniagaan dan perdagangan. Hingga membuat para pengikut Rasulullah SAW mengalami kesulitan dan tidak memiliki apa-apa.

    Mereka tak bisa berbuat apa-apa selain memasrahkan nasib dan keberlangsungan hidup kepada Allah SWT. Hingga pada akhirnya, Rasulullah SAW melakukan hijrah dari tanah kelahirannya menuju Kota Madinah atas dasar perintah Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 218,

    اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٢١٨

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Maka Rasulullah SAW beserta seluruh pengikutnya pun menuruti perintah Allah SWT. Mereka meninggalkan rumah dan kampung halaman serta mengumpulkan sisa-sisa kekayaan yang mereka miliki untuk diinfakkan dalam jalan Allah SWT.

    Benarlah janji Allah SWT, ketika mereka benar-benar telah hijrah di jalan-Nya, maka semakin dilimpahkan rezeki kepada mereka. Di Madinah kehidupan dan dakwah mereka semakin membesar bahkan kesuksesan, kemakmuran, keberhasilan, dan kejayaan mereka tersiar hingga ke Makkah.

    Itulah kisah mengenai Rasulullah SAW melakukan hijrah dari tanah kelahirannya menuju Kota Madinah atas dasar perintah Allah SWT.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Jemput Ramadan dengan Persiapan yang Matang



    Jakarta

    Ramadan merupakan bulan suci yang paling dinantikan oleh seluruh umat Islam. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, pahala yang didapatkan seorang muslim pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

    Ketika bulan Ramadan tiba, kita harus menjemputnya dengan baik. Saking mulianya Ramadan, para nabi bahkan merasa iri terhadap Nabi Muhammad SAW.

    Berkaitan dengan itu, Prof Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ada sebuah hadits yang menyebutkan jika nabi-nabi sebelum Muhammad diberi kesempatan hidup kembali, maka mereka ingin menjadi umat Rasulullah karena terdapat bulan penuh ampunan, yaitu Ramadan.


    Sebagai umat Rasulullah SAW, rasanya sayang apabila kita tidak bersungguh-sungguh untuk memanfaatkan bulan Ramadan. Terlebih pada bulan tersebut ada malam lailatul qadar, sebuah malam yang lebih istimewa dari seribu bulan.

    “Angka yang paling tinggi pada saat turunnya Al-Qur’an adalah seribu. Seandainya ada angka triliun, mungkin ayat itu berbunyi malam lailatul qadar lebih mulia daripada satu triliun tahun,” tutur Prof Nasaruddin dalam detikKultum detikcom, Kamis (23/3/2023).

    Ia menjelaskan, pada bulan Ramadan hampir semua peristiwa-peristiwa penting terjadi di bulan tersebut, seperti pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang ditandai dengan nuzulul Qur’an. Bahkan, dari segi sejarah pun banyak momen-momen yang terjadi di bulan Ramadan.

    “Kita bisa lihat dalam sejarah, Perang Badar terjadi dahsyat sekali dan dimenangkan Rasulullah pada bulan suci Ramadan,” tambah Prof Nasaruddin.

    Tak hanya itu, peristiwa kemerdekaan Indonesia juga berlangsung ketika bulan suci, tepatnya pada tanggal 9 Ramadan. Kemenangan kerajaan-kerajaan lokal di Indonesia juga banyak ditaklukan di bulan Ramadan.

    “Contohnya kerajaan Bone di Indonesia bagian timur, kerajaan besar, itu ditaklukan terakhir pada bulan suci Ramadan,” paparnya.

    Menurut Prof Nasaruddin, bulan Ramadan menentukan warna sejarah Islam. Karenanya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk lebih melakukan persiapan yang matang dalam menyambut bulan suci.

    Apalagi, di tahun ini kita bisa beribadah dengan maksimal karena pandemi COVID-19 telah usai. Untuk itu, Prof Nasaruddin mengimbau kaum muslimin untuk lebih memakmurkan masjid di bulan suci Ramadan 2023.

    “Mari kita menjadikan bulan suci Ramadan ini bulan penyelamat, saya sungguh sangat yakin bapak ibu sekalian sudah siap menjalani Ramadan tahun ini. Tidak ada Covid-19 yang menghalangi seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

    Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Menjemput Ramadan DI SINI.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan di Balik Keistimewaan Ibadah Malam Ramadan



    Jakarta

    Ramadan adalah bulan suci yang penuh keberkahan dan kemuliaan, terutama di malam hari. Bahkan pada bulan Ramadan terdapat malam yang lebih mulia dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar.

    Prof Nasaruddin Umar menjelaskan, peristiwa-peristiwa penting dalam Islam pun banyak yang terjadi di malam Ramadan, seperti turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Kejadian penting itu terjadi di malam ke-17 bulan Ramadan.

    “Pertanyaannya kenapa bukan di siang hari? Nah, itulah rahasia Allah SWT,” ujarnya dalam detikKultum detikcom pada Jumat (24/3/2023).


    Waktu malam, lanjut Prof Nasaruddin Umar, dalam Islam sangatlah esensial. Terlebih, manusia dianjurkan untuk bersujud di malam hari bukan siang hari.

    Allah SWT menetapkan malam hari untuk mendaki langit, sedangkan siang hari sebagai tempat menjadi khalifah yang baik. Ini disebabkan malam hari merupakan waktu yang paling baik untuk beribadah kepada Allah.

    Bahkan, salat pun banyak yang disyariatkan pada malam hari, seperti waktu Maghrib, Isya, hingga Tarawih. Ini disebabkan jika salat lebih banyak dilakukan di siang hari, maka kaum muslim lebih sulit fokus.

    “Coba kalau salatnya lebih banyak di siang hari, pasti jadi tidak khusyuk,” tambah Prof Nasaruddin Umar.

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Muzzammil ayat 6,

    إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا

    Arab latin: Inna nāsyi`atal-laili hiya asyaddu waṭ`aw wa aqwamu qīlā

    Artinya: “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan,”

    Prof Nasaruddin Umar mencontohkan ketika waktu Dzuhur tak jarang kaum muslim sulit fokus untuk salat karena pekerjaannya, seperti melihat tumpukan map di meja. Oleh karenanya, malam hari menjadi waktu yang paling bagus untuk beribadah.

    “Kapasitas manusia paling nikmat itu menjadi hamba di malam hari. Bisa basah sajadah karena air mata tobat, mengenang dosa-dosa di malam hari dan melakukan muhasabah,” paparnya.

    Muhasabah pun paling baik dilakukan di malam hari, sebab ketika malam emosi kita yang aktif. Lain halnya di siang hari yang lebih banyak mengandalkan akal.

    Selain itu, Prof Nasaruddin Umar juga mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan momentum malam-malam di bulan Ramadan dengan meratapi dosa-dosa lampau.

    Simak selengkapnya detikKultum Prof Nasaruddin Umar: Keutamaan Malam Suci Ramadan DI SINI.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com