Tag: Multicoin Capital

  • Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

    Penurunan harga Bitcoin yang brutal pekan lalu nampaknya masih sulit dilupakan, meski kini Bitcoin mulai membaik dengan berhasil menyentuh harga $6.137 atau setara dengan Rp100 juta.

    Salah satu yang menyebabkan harga Bitcoin turun drastis adalah ekonomi yang runtuh akibat pandemi virus covid-19. Tetapi, menurut perusahaan investasi crypto Multicapital ada alasan lain yang membuat pasar cryptocurrency dan harga Bitcoin hancur dalam waktu singkat.

    Pasar Cryptocurreny Miliki Struktur yang Lemah

    Menurut perusahaan itu, pasar cryptocurrency memiliki struktur yang lemah, seandainya tetap utuh, Bitcoin tidak akan mudah untuk siap kembali.

    “Jaringan Bitcoin dan Ethereum dalam bentuknya saat ini  tidak dapat beroperasi pada skala global, selama masa krisis, mereka menjadi sangat padat sehingga arbitrageur tidak dapat menjaga harga sejalan diberbagai tempat, menyebabkan dislokasi besar-besaran pada exchange individu,” kata Samani, Cofounder Multicoin Capital

    Ini artinya, karena jaringan Bitcoin dapat kewalahan pada saat penggunaan tinggi, ini dapat menyulitkan untuk memindahkan Bitcoin di antara exchange. Sebagai hasilnya,  pengguna mendapatkan banyak exchange dengan likuiditas kecil yang mengakibatkan fluktuasi harga menjadi liar.

    “Karena harga antar bursa menyimpang, arbitrageur benar-benar tidak dapat menyetorkan BTC pada BitMEX untuk membawa harga sejalan ,” kata Samani lagi.

    Pertukaran berjangka Bitcoin, BitMEX adalah salah satu silo perdagangan utama. Seperti yang dilaporkan Decrypt, $750 juta pada posisi buy tdari trader yang bertaruh harga Bitcoin akan naik dilikuidasi dalam satu hari, ketika harga turun. Selama crash, BitMEX menderita serangan DDoS dan mengalami pemeliharaan dan ini mungkin menyelamatkan Bitcoin dari kehancuran harga yang lebih parah.

    “Pada satu titik, hanya ada $ 20 juta tawaran yang tersisa di seluruh order book BitMEX dan lebih dari $200 juta long positions untuk dilikuidasi. Ini berarti harga BTC sempat jatuh ke $0 seandainya BitMEX tidak turun untuk ‘pemeliharaan, “ ujar Samani

    Menurutnya mengingat posisi sentral BitMex dalam struktur pasar crypto, pergerakan harga hari ini dapat menyebar ke exchange BTC yang lain, karena dengan harga BitMEX jatuh dan pengaruhnya besar pada penemuan harga, ini menyebabkan harga turun lebih rendah.

    Baca juga : 5 Hal Ini Buat Harga Bitcoin Turun Saat Krisis Global dan Pandemi

    Efek dari Penambang Bitcoin

    Penambang Bitcoin juga terpengaruh oleh harga. Ketika harga Bitcoin hancur, para penambang mematikan mesin mereka. Penurunan tingkat hash yang tiba-tiba ini, penghitungan daya menambang Bitcoin baru , menghasilkan blok baru yang lebih lama.

    “Beberapa penambang menutup rig mereka setelah leg pertama turun. Banyak lagi yang dilakukan selama leg kedua turun,” kata Samani.

    Ini membuatnya semakin sulit untuk mengirim crypto di antara exchange, membuat silo lebih jelas dan penurunan semakin parah.

    Hal yang bisa dipelajari dari penurunan harga yang parah pada Bitcoin dan crypto lainnya menunjukan jika infrastruktur pasar crypto masih belum matang, ada banyak ruang untuk diperbaiki dan memiliki banyak peluang untuk investasi.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

    Drama terbaru dalam dunia investasi kripto terjadi setelah Kyle Samani, salah satu pendiri dan figur publik dari Multicoin Capital.

    Seperti dilaporkan BeInCrypto pada Senin (9/2), Samani secara terbuka mengkritik proyek Hyperliquid (HYPE) hanya beberapa hari setelah pengumuman pengunduran dirinya dari firma modal ventura besar itu.

    Komentar tajam Samani, yang menyebut Hyperliquid sebagai sesuatu yang “salah dalam segala hal”, menarik perhatian luas di komunitas kripto karena berlawanan dengan data on-chain yang menunjukkan entitas terkait Multicoin justru telah mengakumulasi puluhan juta dolar HYPE sebelum kritik itu muncul.

    Baca Juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Mundur dari Multicoin dan Kecaman Publik

    Samani mengumumkan pengunduran dirinya dari Multicoin Capital pada 5 Februari 2026, menandai akhir hampir satu dekade kepemimpinannya sebagai co-founder dan tokoh penting dalam investasi aset kripto institusional.

    Dalam pernyataannya, Samani menegaskan bahwa ia akan tetap terlibat dalam kripto, khususnya dalam ekosistem Solana, sebagai bagian dari perannya sebagai Chairman di Forward Industries, sebuah entitas yang fokus pada pengembangan infrastruktur blockchain.

    Namun hanya tiga hari setelah pengunduran itu, Samani mengejutkan komunitas dengan kritik publik terhadap Hyperliquid, platform pertukaran perpetual futures yang dikenal karena likuiditas tinggi, biaya rendah, dan teknologi blockchain internalnya.

    Ia menuduh Hyperliquid memiliki sistem yang tertutup dan permissioned, mencerminkan model yang bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang selama ini diperjuangkannya.

    Spekulasi Konflik Internal dalam Multicoin

    Kritik Samani datang di tengah laporan bahwa beberapa wallet on-chain yang ditautkan ke Multicoin telah membeli lebih dari $40 juta token HYPE dalam satu bulan terakhir.

    Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Multicoin, informasi ini memicu spekulasi bahwa kesenjangan pandangan antara Samani dan tim investasi dapat menjadi salah satu pemicu perpisahan tersebut.

    Sementara Samani menekankan pentingnya desentralisasi yang tulen dan keterbukaan kode sumber, langkah Multicoin yang tampak agresif dalam mengakumulasi HYPE justru menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis: mencari profit tinggi dan eksposur likuiditas instan bahkan jika itu berarti memilih proyek dengan struktur yang agak terpusat.

    Terang saja, pernyataan Samani memunculkan perdebatan tentang strategi investasi terbaik dalam lanskap kripto saat ini.

    Idealisme Desentralisasi vs. Pragmatisme Profit

    Menurut para analis dari Tim Research Tokocrypto, peristiwa ini mengungkap dilema besar yang dihadapi banyak venture capital (VC) kripto.

    “Drama ini menyingkap dilema besar di kalangan Venture Capital (VC) kripto saat ini: Idealisme Desentralisasi vs Pragmatisme Profit.”

    Jika Multicoin berani bertaruh besar ($40M) pada HYPE meskipun ditentang oleh pendirinya sendiri, ini adalah sinyal High Conviction (keyakinan tinggi) dari institusi terhadap model bisnis Hyperliquid.

    “Di satu sisi, tokoh seperti Samani merupakan advokat kuat untuk infrastruktur blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi yang mengutamakan transparansi, partisipasi komunitas, dan nilai fundamental jangka panjang,” lanjut Tim Research Tokocrypto.

    Di sisi lain, strategi investasi seperti akumulasi HYPE oleh Multicoin menunjukkan bahwa institusi besar kini semakin bersedia mempertimbangkan proyek yang mampu menawarkan likuiditas tinggi dan adopsi pengguna nyata, meskipun struktur internalnya tidak sepenuhnya terbuka atau sepenuhnya terdesentralisasi.

    Bagi investor institusional, hal ini bisa dibaca sebagai sinyal keyakinan tinggi terhadap potensi pertumbuhan Hyperliquid.

    “Bagi investor ritel, ini bisa dibaca sebagai sinyal bullish untuk HYPE, karena institusi tampaknya bersedia mentolerir risiko sentralisasi demi mengejar likuiditas dan adopsi pengguna yang nyata,” tutup Tim Research Tokocrypto.

    Reaksi Komunitas Kripto

    Komentar Samani menuai beragam respons di komunitas. Beberapa pihak setuju dengan kritiknya dan mengajak diskusi soal standar desentralisasi yang “sejati”.

    Namun, ada pula yang justru membela Hyperliquid, menekankan bahwa proyek tersebut memberikan nilai nyata melalui likuiditas dan peluang trading yang kuat.

    Hal ini mencerminkan adanya pertentangan yang lebih luas di antara pelaku pasar mengenai apa yang sebenarnya merupakan “nilai fundamental” dalam proyek blockchain.

    Dampak terhadap Harga HYPE dan Industri Kripto

    Terlepas dari kritik publik, token HYPE tampaknya menunjukkan ketahanan yang relatif kuat di pasar, mencerminkan bahwa minat investor mungkin lebih dipengaruhi oleh peluang utilitas dan likuiditas daripada narasi reputasional semata.

    Sementara itu, perdebatan ini bisa membuka ruang untuk diskusi lebih luas tentang bagaimana investor, baik ritel maupun institusional, harus mengevaluasi proyek kripto di tengah lanskap yang terus berkembang.

    Baca Juga: Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

    Narasi yang Berlangsung

    Peristiwa di sekitar kritik Samani terhadap Hyperliquid tidak hanya menceritakan tentang satu individu atau satu proyek.

    Ini mencerminkan konflik ideologi dan strategi investasi yang lebih dalam dalam industri kripto: antara mereka yang melihat masa depan penuh dengan sistem desentralisasi yang murni, dan mereka yang mengejar efisiensi, adopsi, dan profit melalui pendekatan yang lebih pragmatis.

    Dengan spekulasi yang masih terus berkembang dan data on-chain yang terus dipantau, dinamika ini kemungkinan akan menjadi salah satu narasi kunci di pasar kripto sepanjang 2026.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com