Tag: Musik

  • Tips Bikin Tampilan iPad Jadi Lebih Segar

    Jakarta

    iOS 18 (dan juga iPadOS 18) sudah dirilis sejak beberapa bulan lalu, dan salah satu fitur utamanya adalah kustomisasi home screen. Nah tak ada salah kita memperbarui tampilan iPad untuk menyambut Tahun Baru 2025.

    Di iPadOS 18, kita bisa memindahkan aplikasi dan widget ke bagian mana pun layar. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk mempersonalisasi tampilan Home Screen dan Lock Screen pada iPad Anda:

    1. Kustomisasi Home Screen

    Atur Tata Letak Sesuai Keinginan. Anda bisa memindahkan aplikasi dan widget ke bagian mana pun di layar, misalnya untuk membingkai wallpaper yang ada pakai.


    • Letakkan aplikasi dan widget di lokasi strategis pada setiap halaman. Caranya adalah dengan tekan dan tahan ikon aplikasi samai muncul menu pilihan.
    • Kemudian pilih edit home screen, saat ikon aplikasi sudah bergoyang, anda bisa memindahkan ikon tersebut.
    • Anda juga bisa mengelompokkan aplikasi-aplikasi tertentu dalam sebuah folder. Cara membuatnya adalah dengan menyeret ikon aplikasi ke ikon aplikasi lain yang mau dikelompokkan.
    • Biarkan wallpaper Anda lebih menonjol dengan mengatur jarak aplikasi dan widget secara estetis.

    Anda juga bisa mengamankan aplikasi tertentu agar hanya bisa dibuka menggunakan Touch ID ataupun Face ID.

    • Lindungi Privasi Anda: Kunci aplikasi tertentu menggunakan Face ID, Touch ID, atau kata sandi agar aman dari akses tidak sah. Caranya adalah dengan pilih aplikasi yang mau dikunci, pencet dan tahan aplikasi tersebut, pilih “Perlukan Face ID”, dan pilih “Perlukan Face ID”.
    • Sembunyikan Aplikasi Sensitif: Pindahkan aplikasi ke folder tersembunyi yang terkunci untuk menjaga informasi tetap pribadi dan tidak muncul di pencarian atau notifikasi. Caranya sama seperti mengunci aplikasi dengan Face ID, namun pada langkah terakhir, pilih “Sembunyikan dan Perlukan Face ID”.
    • Aplikasi yang disembunyikan ini bisa diakses di folder “Tersembunyi” yang ada di bagian “Perpustakaan App”.

    2. Kustomisasi Lock Screen

    Personalisasi Wallpaper dan Tampilan Waktu

    • Pilih wallpaper yang mencerminkan kepribadian atau foto favorit Anda. Caranya dengan tekan dan tahan pada mode Lock Screen sampai muncul tanda + di bagian bawah layar. Tekan tombol + untuk membuat Lock Screen baru.
    • Ubah font waktu untuk sentuhan unik pada tampilan Lock Screen Anda.

    Hubungkan Fokus ke Lock Screen

    • Gunakan Mode Fokus: Sesuaikan notifikasi dengan kebutuhan Anda, seperti Do Not Disturb, Work, atau Sleep.
    • Aktifkan Fokus Otomatis: Hubungkan mode Fokus ke Lock Screen tertentu agar pengaturan Fokus aktif setiap kali layar itu digunakan.

    Tambahkan Widget ke Lock Screen

    • Letakkan widget di sisi kiri Lock Screen untuk akses cepat ke informasi penting, seperti cuaca, kalender, alarm, atau level baterai.
    • Gunakan Widget Interaktif: Selesaikan tugas langsung dari widget, seperti menyalakan lampu, memutar musik, atau menandai pengingat sebagai selesai.

    (asj/rns)



    Sumber : inet.detik.com

  • Bosan Bunyi Alarm iPhone Itu-itu Aja? Begini Cara Ganti Suaranya!


    Jakarta

    Bagi pengguna iPhone, bunyi alarm bawaan mungkin terasa membosankan setelah didengar berulang kali. Untungnya, Apple menyediakan opsi untuk mengubah suara alarm sesuai keinginanmu. Tak hanya memilih dari daftar nada dering yang tersedia, kamu juga bisa menggunakan lagu favorit dari koleksi musikmu.

    Penasaran bagaimana caranya? Simak panduan lengkap dari detikinet berikut ini:

    1. Buka Aplikasi Jam

    Langkah pertama, buka aplikasi “Jam” yang ada di iPhone-mu. Aplikasi ini biasanya memiliki ikon jam analog berwarna putih dengan latar belakang hitam.


    2. Pilih Tab “Alarm”

    Di bagian bawah layar, terdapat beberapa tab seperti “Jam Dunia”, “Alarm”, “Stopwatch”, dan “Timer”. Pilih tab “Alarm” untuk melihat daftar alarm yang sudah kamu atur.

    3. Edit Alarm yang Ingin Diganti

    Jika ingin membuat alarm baru, tekan tombol “+” di pojok kanan atas.

    Jika ingin mengubah alarm yang sudah ada, tekan tombol “Edit” di pojok kiri atas, lalu pilih alarm yang ingin diubah.

    4. Pilih “Suara”

    Di menu pengaturan alarm, kamu akan menemukan opsi “Suara”. Tekan opsi ini untuk membuka daftar suara alarm yang tersedia.

    5. Pilih Suara Alarm Baru

    Nada Dering: Di sini kamu bisa memilih berbagai macam nada dering bawaan iPhone.

    Pilih Lagu: Jika ingin menggunakan lagu dari koleksi musikmu, pilih opsi “Pilih Lagu”. Kamu akan diarahkan ke aplikasi Musik untuk memilih lagu favoritmu.

    6. Simpan Pengaturan

    Setelah memilih suara alarm yang diinginkan, tekan tombol “Simpan” atau “Kembali” di pojok kanan atas untuk menyimpan pengaturan.

    Mudah, kan? Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa mengganti suara alarm iPhone sesuai selera. Selamat mencoba!

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Menyaksikan Tari Kecak di Jakarta? Bisa di Mana dan Kapan?



    Jakarta

    Tari Kecak adalah pertunjukkan unik yang menggabungkan seni drama dan tari. Berkisah tentang kisah cinta segitiga, Tari Kecak bisa dinikmati di luar Bali.

    Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh dua tokoh, yakni penari asal Bali bernama Wayan Limbak dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Tari Kecak yang terinspirasi dari tradisi Sanghyang itu pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an.

    Setelah itu, Wayan Limbak mempopulerkan tarian ini. Hal ini ia lakukan saat berkeliling dunia bersama dengan rombongan penari Bali dari sanggarnya. Hingga saat ini, Tari Kecak menjadi kesenian yang dapat dinikmati oleh banyak orang.


    Biasanya, tarian ini dilakukan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

    Mereka menyerukan “cak cak cak” sambil mengangkat kedua lengan. Pada satu segmen, mereka menirukan adegan saat barisan kera membantu Rama dalam pertempuran melawan Rahwana yang menculik Dewi Sita.

    Suara “cak cak cak” itu pula yang menjadi musik pengiring tarian yang membuat pertunjukan semakin magis. Sesekali, terdengar pula suara kerincingan yang diikatkan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh dalam epos Ramayana.

    Cerita Ramayana yang menjadi inti dari Tari Kecak melambangkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Kemenangan Rama di akhir cerita menjadi pesan bahwa kebaikan pada akhirnya akan selalu mengalahkan kejahatan, memberikan harapan dan optimisme bagi para penonton.

    Setiap gerakan yang dilakukan oleh penari juga memiliki makna yang sangat penting. Selain itu, Tari Kecak juga diyakini sebagai sebuah ritual untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit.

    Tari Kecak di Jakarta

    Tari Kecak kini bisa dinikmati di Jakarta, tempat wisata yang menggelarnya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Pertunjukan tersebut diadakan secara rutin setiap bulan di Panggung Budaya Amphitheater, yang berlokasi dekat Istana Anak-Anak Indonesia.

    Berlangsung pada pekan keempat setiap bulan, baik Sabtu maupun Minggu, Tari Kecak dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati tari kecak secara gratis, hanya dengan membeli tiket masuk TMII.

    Untuk bisa menikmatinya, pengunjung diminta untuk datang lebih awal, sekitar dua jam sebelum pertunjukan di mulai. Panggung Budaya Amphitheater memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga perlu sedikit usaha untuk dapat menikmati pertunjukan ini.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Post, Surga Bagi Pencinta Buku Indie, di Pasar Santa



    Jakarta

    Bagi para pecinta sastra, deretan rak kayu berisi buku-buku memiliki daya tarik tersendiri. Di era banyaknya toko dan buku digital, Post A Living Room & Press tetap memberi ruang nyaman bagi siapa saja yang rindu pada pengalaman membaca buku fisik.

    Terletak di lantai dua gedung Pasar Santa, Jakarta Selatan, toko buku ini sudah berdiri sejak tahun 2014 dan masih eksis hingga saat ini.

    Berbeda dari toko buku lain, Post hanya menjual buku-buku baru, mulai dari karya penerbit independen, penulis lokal, hingga internasional. Koleksi yang tersedia juga beragam, mulai dari buku-buku fiksi hingga nonfiksi, termasuk karya penulis ternama seperti Aan Manshur dan Pramoedya Ananta Toer.


    “Bedanya kita cuma jual buku baru, nggak ada buku bekas. Jadi kualitasnya terjamin. Genrenya ada fiksi dan nonfiksi, tapi yang paling banyak dijual di sini itu buku indie,” ujar Putri, penjaga Post A Living Room Bookshop & Press, beberapa waktu lalu.

    Buku berbahasa Inggris dan buku terjemahan menjadi buku paling banyak dicari pengunjung.

    “Biasanya pengunjung nyari buku terjemahan atau buku-buku impor yang nggak ada di toko lain,” dia menambahkan.

    Selain koleksi yang eksklusif, suasana hangat Post membuat siapa saja betah berlama lama disana. Diiringi musik dari lagu lagu indie memberikan kesan homey yang nyaman.

    Menariknya, sejak berdiri pada 2014, Post banyak menggandeng penulis penulis lokal untuk menerbitkan buku dalam usaha penerbitan Post Press. Sejauh ini sudah ada 10 buku yang diterbitkan, termasuk satu buku kolaborasi penulis berjudul “Museum Teman Baik” yang dapat dibeli di toko Post secara langsung maupun toko digital postpress melalui kanal Tokopedia.

    Melalui lini penerbitannya ini, Post memberi kesempatan bagi para penulis lokal untuk turut mengembangkan karyanya.

    “Post Press nantinya mengkurasi sendiri untuk pilihan karya dari penulis-penulis lokal, biasanya nanti akan dihubungi atau diumumkan,” kata Putri.

    Pengunjung Post A Living Room & Press datang dari berbagi kalangan, mulai dari anak muda, mahasiswa, hingga orang tua yang mencari bacaan santai selepas kerja. Bahkan toko ini menjalin hubungan baik dengan para pengunjung yang sudah mengikuti perkembangan Post sejak dulu.

    Post a living room & press menjadi ruang baca bagi para pecinta sastra. Buka setiap Senin-Jum’at pukul 14.00-19.00 WIB dan khusus Sabtu-Minggu buka mulai pukul 12.00-19.00 WIB. Toko ini biasanya ramai dikunjungi pengunjung saat akhir pekan atau saat jam pulang kerja.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Banyak Atraksi Seru, Kental Budaya Lokal Bali



    Jakarta

    Kala mendengar kata Bali pasti yang terpikir adalah pantai dan pantai memang jadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berada di pulau indah ini. Tapi cobalah aktivitas baru dan menarik lainnya kala berkunjung ke Bali.

    Contohnya ke Trans Studio Theme Park Bali. Beberapa waktu lalu detikTravel berkesempatan untuk berkunjung ke sana. Berbeda dengan Trans Studio yang ada di kota-kota lainnya, karena di sini unsur budaya lokalnya sangat kental.

    Inilah yang menjadi pengalaman berbeda saat berkunjung ke Trans Studio Theme Park Bali. Kekentalan budaya Bali bisa langsung terasa sesaat setelah gerbang masuk loket Trans Studio Theme Park Bali.


    Wahana pertama adalah Bali Senses. Sebuah ruangan imersif yang menampilkan berbagai ornamen budaya Bali yang sangat indah, dengan paduan warna, gambar, dan suara dari musik khas Bali memberikan pengalaman awal yang sungguh menakjubkan.

    General Manager Trans Studio Theme Park Bali, I Nyoman Sutarjana, menyampaikan diadopsinya budaya Bali dalam area Trans Studio Theme Park Bali ini tiada lain sebagai representasi dari Bali itu sendiri. Katanya banyak wisatawan ke Bali itu mencari pengalaman terkait alam dan budayanya, maka dari itu pihaknya coba untuk mengakomodir hal-hal tersebut dengan sesuatu yang berbeda.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Bali Senses di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Trans Studio Bali itu kan salah satu destinasi wisata yang ada di Bali lah. Nah karena kita tahu bahwasannya Bali dikunjungi banyak wisatawan, termasuk mancanegara dan domestik,” kata Nyoman Sutarjana kepada detikTravel, Senin (17/11/2025).

    “Nah mereka yang datang ke Bali itu kan pasti mencari: pertama itu nature, kemudian culture. Untuk itu konsep dari Trans Studio Bali juga mengadopsi dari keinginan wisatawan tersebut, sehingga menggabungkan wahana yang juga berbasis dengan culture,” ujar Nyoman Sutarjana.

    Trans Studio Theme Park Bali ini memiliki 16 wahana dengan tiga pertunjukan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Tentunya ada beberapa wahana yang paling jadi primadona pengunjung saat berada di sini.

    detikTravel pun penasaran dan langsung mencoba Flying Over Indonesia. Sebuah keseruan yang tiada tara karena menjadi kali pertama menjajal pengalaman berkeliling Indonesia hanya dengan duduk di kursi.

    Trans Studio Theme Park BaliWahana Flying Over Indonesia di Trans Studio Theme Park Bali. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Pengunjung akan diajak untuk terbang berkeliling Indonesia, tentunya dengan paduan adrenalin yang cukup untuk membuat jantung berpacu cepat. Tetapi semua kepanikan itu akan tertutup dengan rasa kagum melihat destinasi-destinasi Indonesia yang ada di wahana tersebut.

    Selain Bali Senses Flying Over Indonesia, terdapat beberapa wahana lain, seperti Boomerang Coaster, Formula Kart, iFly, Frank House, Ninja Course, Kids Play Ground, dan Lucky Tree Climber.

    Kemudian, ada Illusion House, Forbbiden Temple, Bat Glider, Werewolf World, City of Dead, dan Road Rage.

    Sementara untuk pertunjukannya, Trans Studio Theme Park Bali punya Temple Raider Stun Show, Dream Parade Festival, dan Gayatri Show. Untuk pertunjukan Gayatri Show, ceritanya diadaptasi dari budaya dan cerita lokal Bali. Sehingga pengunjung akan diajak lebih mengenal budaya Bali dari cara yang menyenangkan.

    “Gayatri adalah cultural show. Itu menceritakan bagaimana kehidupan orang Bali dari lahir sampai mereka menikah, termasuk juga lifestyle, kemudian bagaimana mereka hidup di pedesaan yang damai dan indah,” ujar Nyoman Sutarjana.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Galungan Lebih Seru dengan Wahana & Show Spektakuler di Trans Studio Bali!



    Denpasar

    Perayaan Galungan & Kuningan selalu menjadi waktu istimewa bagi masyarakat Bali. Setelah rangkaian sembahyang di pura dan kunjungan ke rumah keluarga, banyak semeton Bali yang mencari aktivitas menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

    Jika kamu sedang mencari destinasi liburan keluarga yang seru, nyaman, dan penuh hiburan, Trans Studio Theme Park Bali bisa jadi pilihan terbaik tahun ini.

    Libur Indoor yang Nyaman & Tetap Seru

    Tidak perlu khawatir panas atau hujan, Trans Studio Theme Park Bali menawarkan pengalaman liburan menyenangkan di dalam ruangan. Lokasinya yang strategis di pusat Denpasar membuatnya mudah dijangkau oleh keluarga dari berbagai daerah Bali.


    Dengan 16 wahana dan 3 pertunjukan spektakuler, theme park ini menyajikan hiburan lengkap untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

    Flying Over Indonesia: Sensasi Terbang yang Tidak Ditemukan di Tempat Lain

    Salah satu wahana unggulan yang wajib dicoba adalah Flying Over Indonesia (FOI). Wahana ini menawarkan sensasi terbang virtual keliling nusantara, memperlihatkan pemandangan Indonesia dari sudut yang menakjubkan.

    Pengalaman imersif ini hanya ada di Trans Studio Theme Park Bali, menjadikannya salah satu atraksi yang paling diburu selama liburan.

    Selain FOI, terdapat pilihan wahana menarik lainnya, seperti:

    • Formula Kart untuk kamu yang ingin merasakan adu cepat di lintasan.
    • Boomerang Coaster yang memacu adrenalin.
    • Wahana keluarga dan anak yang seru serta aman.
    • Pertunjukan Spektakuler, Termasuk Drama Kolosal Bali
    • Jangan lewatkan 3 show utama, salah satunya Gayatri Show, yang menggabungkan drama kolosal, musik, dan estetika tradisi Bali dalam satu panggung megah. Pertunjukan ini menjadi pengalaman budaya yang memukau sekaligus edukatif bagi keluarga.

    Promo Khusus Galungan & Kuningan

    Untuk membuat liburan semakin terjangkau, Trans Studio Theme Park Bali menghadirkan promo spesial selama 17-30 November 2025:

    KTP Bali

    Rp 125.000 (weekday & weekend)
    Promo spesial: Rp 105.000 per tiket, minimal pembelian 2 tiket

    KTP Nasional

    Rp 135.000 (weekday)
    Rp 155.000 (weekend)

    Trans Studio Theme Park Bali destinasi ideal bagi keluarga yang ingin tetap hemat tanpa mengurangi keseruan liburan.

    Cara Beli Tiket

    Pembelian tiket dapat dilakukan dengan mudah melalui:

    Saatnya membuat momen Galungan & Kuningan 2025 lebih berkesan. Trans Studio Theme Park Bali berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 440, Denpasar Barat, Bali.
    Dengan wahana lengkap, show spektakuler, hingga promo spesial, Trans Studio Theme Park Bali menawarkan pengalaman liburan yang tak hanya seru, tetapi juga penuh kehangatan untuk semua anggota keluarga.
    Ngiring semeton Bali, rayakan Galungan lebih seru di Trans Studio Theme Park Bali!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • IKJ Bakal Tinggalkan TIM dan Pindah ke Kota Tua, Begini Sejarah Kampus Seni Itu



    Jakarta

    Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan akan dipindahkan ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi kawasan bersejarah tersebut agar kembali hidup sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata ibu kota.

    Rencana itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau Kawasan dan Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Kota Tua, Jakarta Barat, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, pada Sabtu (18/10/2025).

    Saat ini, kampus IKJ berada di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Kawasan ini merupakan bekas kediaman Raden Saleh, pelukis terkemuka di era kolonial Belanda.


    Menurut Pramono kehadiran para seniman dari IKJ akan menjadi penggerak utama kreativitas di kawasan Kota Tua ini.

    “Secara prinsip kenapa IKJ kita pindahkan, karena tempat yang heritage seperti ini memerlukan banyak talenta seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sini. Saya yakin ruang kreativitasnya akan lebih baik, lebih luas,” ujar Pramono seperti dikutip dari detiknews.

    Sejarah IKJ

    Lahirnya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tak bisa dilepaskan dari pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM) sebuah gagasan visioner dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, sosok yang dikenal sebagai arsitek modernisasi ibu kota.

    Pada masa itu, Jakarta tengah haus akan keberadaan pusat kesenian terpadu yang bisa menjadi wadah bagi kreativitas dan ekspresi budaya warganya. Kawasan Kebun Binatang Cikini, yang dahulu merupakan rumah pelukis maestro Raden Saleh, kemudian direvitalisasi menjadi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) pada tahun 1968.

    Sejak saat itu, Cikini menjelma menjadi poros baru bagi kehidupan seni Jakarta sebagai tempat seniman, penulis, musisi, dan perupa berinteraksi, berpameran, serta berpentas.

    Dikutip dari laman IKJ, dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta. Melalui serangkaian diskusi antara para seniman senior dan pemerintah daerah, lahir kebutuhan akan pusat pendidikan seni kreatif-modern yang mampu mencetak generasi seniman muda dengan dasar keilmuan yang kuat.

    Para seniman kala itu meyakini PKJ TIM merupakan lokasi ideal untuk pembelajaran dan penyemaian seni. Di sana, berbagai pameran dan pertunjukan berkualitas kerap digelar, sementara seniman besar dari dalam dan luar negeri sering berbagi pengetahuan melalui lokakarya dan diskusi seni. Namun, agar pembinaan seni berlangsung lebih terarah, dibutuhkan wadah pendidikan yang terstruktur dan disiplin.

    Menjawab kebutuhan itu, pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 tentang pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD). Lembaga ini menaungi enam akademi, yaitu Teater, Tari, Musik, Film, Seni Rupa, dan Seni Sastra. Dalam perjalanannya, Akademi Seni Sastra tak pernah dibuka.

    Dalam keputusan tersebut disebutkan, LPKD secara materiil bertanggung jawab kepada Gubernur DKI Jakarta, sementara secara idiil berada di bawah naungan Dewan Kesenian Djakarta (DKD).

    Seiring meningkatnya minat calon mahasiswa dan padatnya kegiatan seni di TIM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian membangun kampus baru di sebelah gedung utama TIM. Pembangunan rampung pada 26 Juni 1976, bertepatan dengan ulang tahun ke-6 LPKJ, dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto. Kampus tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap.

    Sepuluh tahun setelah berdiri, Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo mengusulkan agar institusi tersebut disesuaikan dengan ketentuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadi perguruan tinggi resmi. Pada 23 Februari 1981, lembaga tersebut resmi berganti nama menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Fatwa Haram Sound Horeg, Ketua MUI Pusat: Ini Upaya Cegah Mafsadah



    Jakarta

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram terkait sound horeg. Sebagaimana diketahui, kehadiran sistem audio dengan ukuran besar itu memunculkan suara yang sangat keras dan kerap kali mengganggu ketertiban umum.

    Fatwa dari MUI Jatim ini mendapat dukungan dari MUI Pusat. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh turut memberi tanggapannya.

    “Saya dapat memahami fatwa (sound horeg haram) tersebut sebagai bagian dari upaya mencegah mafsadah dan gangguan yang merugikan masyarakat juga untuk melindungi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis saat dihubungi detikHikmah, Rabu (16/7/2025).


    Lebih lanjut, Prof Niam menyampaikan bahwa segala hal yang mendatangkan gangguan serta mafsadah harus dicegah. Dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mafsadah artinya kerusakan, kebinasaan, atau akibat buruk yang menimpa seseorang (kelompok) karena perbuatan atau tindakan pelanggaran hukum.

    Guru Besar Bidang Ilmu Fikih itu juga menuturkan apabila sarana sound horeg digunakan untuk kepentingan kebaikan maka diizinkan.

    “Sebaliknya, jika sarana ini digunakan untuk kepentingan kebaikan dan tidak mendatangkan mafsadah, ya dibolehkan,” sambungnya.

    Terpisah, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jatim KH Sholihin Hasan menjelaskan bahwa MUI Jatim menerima surat permohonan fatwa yang berasal dari anggota masyarakat mengenai sound horeg di Jawa Timur.

    “Bahwa kami menerima laporan dan aduan dari masyarakat soal sound horeg yang banyak mudaratnya di tengah masyarakat,” katanya seperti dilansir dari detikJatim.

    Masyarakat juga meminta MUI Jatim mengeluarkan fatwa terkait sound horeg. Tak sampai di situ, MUI Jatim turut memberi rekomendasi ke pemerintah terkait pembatasan sound horeg.

    Selama proses pembuatan fatwa, Sholihin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggandeng ahli kesehatan telinga, hidung, tenggorokan (THT), Pemprov Jatim, dan ahli desibel terkait volume suara.

    “Dan dari kesimpulannya, semua menyatakan bahwa sound horeg lebih banyak mudaratnya. Kami sudah gandeng ahli kesehatan hingga ahli soal desibel musik, semua menyatakan demikian,” terangnya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com