Tag: nanyang technological university

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Ramai #KaburAjaDulu, Ini 7 Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI



    Jakarta

    Tagar #KabuAjaDulu ramai dibahas oleh anak muda di media sosial. Tagar ini menunjukan sebuah tren kuliah atau bekerja di luar negeri karena situasi di Indonesia tak sesuai dengan harapan mereka.

    #KaburAjaDulu ini juga dapat bermakna kesempatan bagi pelajar di Indonesia untuk pergi ke luar negeri beberapa lama misalnya untuk kuliah. Bagi detikers yang berniat belajar di luar negeri, sejumlah beasiswa ini tak mensyaratkan mahasiswa harus kembali ke Indonesia setelah selesai studi.

    Ada beasiswa apa saja? Melansir masing-masing laman resmi beasiswa, berikut daftarnya:


    Daftar Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI

    1. Global Korean Scholarship (GKS)

    Apakah detikers ingin menetap di Korea? Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) bisa jadi solusi agar bisa tinggal di sana sementara sekaligus melanjutkan kuliah.

    GKS menawarkan beasiswa untuk jenjang mulai dari D2, S1, S2 hingga S3. Komponen pembiayaan yang ditanggung beasiswa ini antara lain biaya daftar, biaya kuliah, uang saku tahunan sampai Rp 224 juta dan biaya kursus bahasa Korea selama satu tahun.

    Syarat daftar beasiswa ini yakni sebagai berikut:

    • Tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali jika melamar program R&D, International Organization program.
    • Sehat mental dan fisik.
    • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
    • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
    • Syarat lengkapnya bisa dilihat di sini https://www.studyinkorea.go.kr/ko/scholarship ya.

    2. Ministry of Education (MoE) Taiwan

    Kementerian Taiwan menawarkan beasiswa MoE Taiwan untuk jenjang S1, S2 dan S3. Awardee beasiswa ini dapat menerima bantuan pendidikan hingga NT$ 40.000/semester atau sekitar Rp 19,9 juta.

    Tak ada syarat usia dalam beasiswa ini. Lebih jelasnya berikut syarat yang harus dipenuhi pelamar:

    • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
    • Belum/tidak terdaftar belajar di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
    • Tidak mengikuti pertukaran pelajar antar universitas ketika nanti lolos.
    • Tidak pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
    • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah taiwan lebih dari lima tahun.
    • Tidak menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos.
    • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan pada waktu sebelumnya.

    3. MEXT Research Jepang

    Beasiswa MEXT Research Jepang ini bisa dicoba bagi yang ingin melanjutkan D4, S1 atau S2. Pendanaan berlaku hingga 2 tahun masa studi.

    Beasiswa MEXT ini bersifat fully funded. Awardee akan ditanggung biaya kuliahnya, tunjangan hidup. tiket pesawat hingga pengurusan visa pelajar.

    Namun, pelamar sebelumnya harus memenuhi syarat ini agar dapat lolos:

    • Mempunyai IPK minimal 3,2
    • Memilih jurusan yang sesuai dengan jenjang pendidikan sebelumnya
    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Siap belajar bahasa Jepang
    • Mempunyai skor TOEFL-PBT/ITP: minimal 543, TOEFL-iBT: minimal 72, IELTS: minimal 5.5, TOEIC L&R: minimal 785, TOEIC S&W: minimal 310, dan JLPT: minimal N2

    4. Singapore International Graduate Award (Singa)

    Beasiswa Singa disediakan oleh Agency for Science, Technology, and Research Singapore. Jenis beasiswa yang tersedia dapat memungkinan awardee melanjutkan studi S2 langsung ke S3.

    Adapun tujuan kampus yang bisa dipilih di beasiswa Singa antara lain
    Nanyang Technological University, The National University of Singapore, The Singapore University of Technology and Design dan The Singapore Management University.

    Apa saja syarat bisa ikut beasiswa Singa? Berikut di antaranya:

    • Mempunyai semangat dalam penelitian dan berprestasi secara akademik
    • Ijazah atau surat keterangan lulus S1 atau S2
    • Transkrip akademik S1 atau S2
    • Mempunyai paspor
    • Foto ukuran paspor terbaru berformat JPEG atau PNG
    • Dua surat rekomendasi (dikirim secara daring oleh pemberi rekomendasi)
    • Hasil GRE/IELTS/TOEFL/SAT I&II/GATE yang bisa diminta dari pihak kampus

    5. Turkiye Burslari

    Turki merupakan salah satu tujuan studi favorit mahasiswa Indonesia. Jika detikers ingin ke sana, maka beasiswa Turkiye Burslari bisa jadi pilihan.

    Cakupan pembiayaan beasiswa ini terdiri dari uang kuliah, uang saku per bulan, tiket pesawat hingga tempat tinggal. Ada empat jenis beasiswa yang tersedia yakni beasiswa S1, S2, S3 dan beasiswa riset.

    Beberapa syarat khusus berdasarkan jenjang dapat dilihat selengkapnya di sini ya https://www.turkiyeburslari.gov.tr/.

    6. Stipendium Hungaricum Scholarship Program

    Beasiswa ini sediakan oleh Director for Internationalisation of Higher Education Stipendium Hungaricum Programme. Beasiswa menawarkan bantuan pendidikan S1, S2, dan kursus pelatihan.

    Beasiswa ini menanggung biaya kuliah secara penuh dan tunjangan hidup bulanan. Jika ingin mendaftar beasiswa ini, pelamar harus memenuhi syarat umum ini:

    • Melakukan pendaftaran di laman registrasi.
    • Mengunggah foto terbaru pelamar.
    • Pelamar beasiswa parsial studi parsial harus menyatakan dengan jelas durasi (ditunjukkan dalam bulan) dan tanggal mulai (September atau Februari) studi yang mereka lamar.
    • Membuat motivation letter.
    • Mengunggah salinan pindaian bukti asli kemampuan berbahasa.
    • Sementara syarat khusus setiap jenjang bisa dilihat di sini https://apply.stipendiumhungaricum.hu/ ya.

    7. Ministry of Entrepreneurship and Tourism Romania

    Pemerintah Romania menawarkan kesempatan warga Indonesia belajar di negaranya lewat beasiswa ini. Salah satu hal yang berbeda dari beasiswa ini adalah pelamar tak disyaratkan minimal IPK dan tak perlu melampirkan skor TOEFL atau IELTS.

    Beasiswa ini menanggung biaya kuliah, biaya latihan bahasa selama satu tahun, biaya hidup bulanan, asrama, bantuan layanan kesehatan hingga biaya transportasi lokal.

    Jika detikers tertarik daftar beasiswa dari pemerintah Romania ini dapat mendaftar di sini ya https://jakarta.mae.ro/en/local-news/1310.

    Itulah beberapa beasiswa yang tak mewajibkan awardee kembali ke Indonesia. Ada yang menarik minatmu?

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Profil 9 Madrasah yang Masuk Daftar SMA Terbaik di Indonesia


    Jakarta

    Tak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, sejumlah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) juga menunjukkan prestasi gemilang di bidang akademik dan sains. Hal ini dibuktikan dengan masuknya sembilan MAN ke dalam daftar SMA terbaik di Indonesia.

    Peringkat ini disusun berdasarkan jumlah medali yang diraih para peserta didik dalam berbagai kompetisi, sebagaimana tercatat dalam data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang diakses pada 18 Juli 2025.

    Dari daftar 50 besar SMA sederajat peraih medali terbanyak di Indonesia, MAN yang termasuk di antaranya, yaitu:


    • MAN 2 Kota Malang (Posisi ke-10)
    • MAN Insan Cendekia Serpong (Posisi ke-12)
    • MAN 2 Pekanbaru (Posisi ke-15)
    • MAN 2 Kudus (Posisi ke-18)
    • MAN Insan Cendekia Gorontalo (Posisi ke-24)
    • MAN Insan Cendekia OKI (Posisi ke-31)
    • MAN Insan Cendekia Padang Pariaman (Posisi ke-34)
    • MAN 4 Jakarta (Posisi ke-35)
    • MAN Insan Cendekia Kota Batam (Posisi ke-49)

    Profil 9 Madrasah Terbaik di Indonesia

    Berikut ini profil madrasah yang berhasil masuk dalam Top 50 SMA sederajat terbaik di Indonesia berdasarkan jumlah medali terbanyak menurut kriteria SIMT Kemendikbud RI.

    1. MAN 2 Kota Malang

    Jumlah Medali: 454 medali
    Peringkat Nasional: #10

    Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Malang sebelumnya adalah Madrasah Aliyah Negeri 3 (MAN 3) Malang. Kepala madrasah saat ini adalah Drs.H. Samsudin, M.Pd, yang dilantik pada 1 Maret 2023, menggantikan Plt. Kepala sebelumnya.

    MAN 2 Kota Malang terkenal sebagai salah satu sekolah terbaik di Malang. Berdasarkan laman ltmpt.ac.id, sekolah ini menempati peringkat ke-19 secara nasional dan peringkat ke-2 di tingkat provinsi berdasarkan skor UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

    Tidak hanya menyabet prestasi skala nasional, MAN 2 Kota Malang juga meraih prestasi internasional. Mengutip situs resmi madrasah tersebut, delegasi MAN 2 Kota Malang berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang Korea Youth Summit (KYS) 2025 di Korea Selatan, untuk kategori Best Content Creator Award dan Best Male Costume serta Best Female Costume.

    Pada 2025 ini, MAN 2 Kota Malang berhasil mengantarkan sejumlah peserta didiknya lolos seleksi perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Nanyang Technological University, University of Sydney, Monash University, University of New South Wales, Wageningen University of Research, University of Queensland, University of Toronto (Scarborough), University of California-Davis, University of Western Australia, University of Adelaide, dan Macquarie University.

    Alamat: Jl. Bandung No.7, Penanggungan, Klojen, Kota Malang 65113
    Telepon: 0341-551357 / 0341-558333
    Website: https://man2kotamalang.sch.id

    2. MAN Insan Cendekia Serpong

    Jumlah Medali: 447 medali
    Peringkat Nasional: #12

    Didirikan pada tahun 1996 atas inisiatif Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie melalui program BPPT Science and Technology Equity Program (STEP), MAN Insan Cendekia Serpong awalnya dikenal sebagai SMU Magnet School, lalu berubah nama menjadi SMU Insan Cendekia dan akhirnya menjadi MAN Insan Cendekia pada tahun 2001 ketika pengelolaan resmi diserahkan kepada Kementerian Agama RI.

    Madrasah ini merupakan yang pertama dan saat ini merangkul sistem asrama penuh, kurikulum Merdeka, serta fasilitas moving class untuk mendukung pembelajaran IPTEK berlandaskan IMTAQ.

    Kepala madrasah saat ini adalah Dr.H. Abdul Basit, yang pernah menjabat Plt. dan kemudian dikukuhkan sebagai kepala tetap pada tahun 2021.

    Sebagai sekolah madrasah yang menempati posisi teratas dalam daftar Top 1000 LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi), MAN IC Serpong tidak pernah sepi dari prestasi.

    Dilansir dari laman ic.sch.id, salah seorang siswa MAN Insan Cendekia Serpong, Muhammad Anas Fathurrahman, berhasil meraih skor sempurna 1000 pada subtes Penalaran Matematika dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025.

    Selain itu, pada 2020, MAN IC Serpong mendapatkan skor rerata TPS UTBK sebesar 599,65, yang menjadi nilai tertinggi nasional, dengan skor puncak mencapai 715,49.

    Di kancah internasional, MAN IC Serpong juga berhasil mengukir sejumlah prestasi. Di antaranya Medali Emas dan Medali Perak dalam English for Speakers of Other Languages International Olympiad (ESOLIO) 2025 dan Honorable Mention dalam ajang Model United Nation (MUN) yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University Singapore 2025.

    Lulusan madrasah ini berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi di dalam maupun luar negeri, termasuk di antaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, hingga The University of Queensland Australia.

    Tidak hanya berprestasi di bidang ilmu pengetahuan umum, siswa MAN IC Serpong juga unggul dalam pendidikan agama dengan mencetak sejumlah penghafal Al-Qur’an.

    Alamat: Jl. Cendekia BSD Sektor XI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15310
    Website: https://ic.sch.id

    3. MAN 2 Pekanbaru

    Jumlah Medali: 340 medali
    Peringkat Nasional: #15

    MAN 2 Pekanbaru awalnya merupakan sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) sejak Juli 1960. Kemudian berubah menjadi PGAN 3 pada 1977, MAN 2 Pekanbaru pada 1992, hingga dicanangkan sebagai madrasah unggulan MAN 2 Model Pekanbaru pada 20 Februari 1998.

    Kepala madrasah MAN 2 Pekanbaru saat ini yaitu Ghafardi, S.Ag., M.Pd.I, yang menjabat sejak 2022.

    Madrasah ini berstatus Madrasah Unggulan Akademik Nasional berdasarkan SK Dirjen Pendis No. 1834/2021 dan telah berhasil meraih berbagai prestasi di kancah nasional maupun internasional.

    Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama RI, pada 2023, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru menduduki posisi kedua dalam daftar Top 10 SMA dan MA Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI), sebagai sekolah yang mengirimkan siswa terbanyak ke ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).

    Adapun di kancah internasional, tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru berhasil meraih medali perak pada World Science Engineering Environment Competition (WSEEC) tahun 2021.

    Alamat: Jl. Diponegoro No.55, Pekanbaru
    Telepon/WhatsApp: 0812-6644-4402 / 0877-9069-8177
    Email: man2kotapekanbaru@gmail.com
    Website: https://www.m2mpekanbaru.sch.id

    4. MAN 2 Kudus

    Jumlah Medali: 324 medali
    Peringkat Nasional: #18

    MAN 2 Kudus merupakan salah satu madrasah unggulan di Jawa Tengah yang telah dikenal luas, khususnya oleh masyarakat Kabupaten Kudus. Madrasah ini mulai beroperasi sejak alih fungsi dari PGAN pada tahun 1992 dan dikelola melalui dana pemerintah (DIPA) serta partisipasi orang tua siswa.

    Sejak berdiri, MAN 2 Kudus terus mengalami perkembangan, baik dari segi kepemimpinan maupun prestasi. Dukungan komite sekolah juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan dan kemajuan madrasah ini.

    Dilansir dari web.man2kudus.sch.id, prestasi siswa MAN 2 Kudus cukup membanggakan, di antaranya meraih penghargaan tingkat nasional dalam ajang pemilihan pelajar berprestasi serta menciptakan inovasi teknologi berupa aplikasi untuk mendukung program makan bergizi gratis, yang berhasil meraih medali emas di kompetisi riset tingkat nasional.

    Alamat: Prambatan Kidul, Kaliwungu, Kudus 59331
    Telepon: (0291) 431184
    Website: https://web.man2kudus.sch.id

    5. MAN Insan Cendekia Gorontalo

    Jumlah Medali: 305 medali
    Peringkat Nasional: #24

    MAN Insan Cendekia Gorontalo didirikan pada tahun 1996 sebagai bagian dari Program Penyetaraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (STEP) oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren, dan MAN IC Gorontalo menjadi salah satu madrasah yang lahir dari inisiatif tersebut bersama MAN IC Serpong.

    Sebagai madrasah berbasis sains dan teknologi, MAN IC Gorontalo juga unggul dalam bidang keagamaan dan seni. Prestasi siswanya mencakup juara 2 hafalan 100 hadits bersanad di ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH), serta juara 1 cabang komik digital pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten Bone Bolango.

    Alamat: Jl. Kasmat Lahay, Desa Moutong, Kab. Bone Bolango, Gorontalo
    Telepon: 0435-823692
    Email: humas@icg.sch.id
    Website: https://icg.sch.id

    6. MAN Insan Cendekia OKI

    Jumlah Medali: 281 medali
    Peringkat Nasional: #31

    MAN Insan Cendekia OKI merupakan madrasah berbasis asrama yang mengintegrasikan Pendidikan Agama Islam dengan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum dikembangkan di atas standar nasional, dikelola berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta didukung fasilitas dan tenaga pendidik yang berkualitas.

    Kehidupan di madrasah ini menekankan disiplin berbahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab) serta pembelajaran yang terpadu antara ilmu agama, sains, dan humaniora. Konsep ini bertujuan menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, dengan pendekatan integratif yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits.

    MAN IC OKI telah menorehkan prestasi internasional, di antaranya meraih medali emas dalam ajang riset di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan menjadi juara dalam lomba riset Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE). Madrasah ini mencetak lulusan yang unggul dalam akidah, berpikir luas, dan siap bersaing di tingkat global.

    Alamat: Jl. Lintas Timur, Desa Seriguna, Kec. Teluk Gelam, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
    Website: https://manicoki.sch.id

    7. MAN Insan Cendekia Padang Pariaman

    Jumlah Medali: 274 medali
    Peringkat Nasional: #34

    MAN Insan Cendekia Padang Pariaman merupakan madrasah berasrama di Sumatera Barat yang mengusung model pendidikan terpadu berbasis IPTEK dan IMTAK. Hadir sebagai bagian dari perluasan program MAN Insan Cendekia secara nasional, madrasah ini dirancang untuk mencetak generasi berprestasi dan berkarakter yang siap menjadi pemimpin masa depan.

    Dengan sistem pembelajaran berbasis sains dan nilai-nilai keislaman, MAN IC Padang Pariaman telah menunjukkan prestasi membanggakan. Dilansir dari laman resminya, tahun ini, sebanyak 26 siswa lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi, serta meraih medali emas dan perak dalam ajang internasional International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2025.

    Alamat: Jl. Pendidikan, Kenagarian Sintuk, Sintuk Toboh Gadang, Padang Pariaman, Sumatera Barat 25581
    Telepon: 0751-7006131
    Website: https://icpp.sch.id

    8. MAN 4 Jakarta

    Jumlah Medali: 271 medali
    Peringkat Nasional: #35

    MAN 4 Jakarta adalah madrasah negeri yang berada di Jakarta Selatan. Dilansir dari laman resmi Kemenag, madrasah ini berdiri pada tahun 1992 sebagai hasil alih fungsi dari PGAN 28, berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 64 Tahun 1992.

    Madrasah ini telah meraih banyak prestasi. Pada tahun 1998, MAN 4 Jakarta ditetapkan sebagai MAN Model untuk wilayah DKI Jakarta. Kemudian pada tahun 2008, ditetapkan sebagai Madrasah Standar Nasional (MSN). Lalu pada tahun 2010, MAN 4 Jakarta menjadi Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional (RMBI).

    Hingga kini, MAN 4 Jakarta tetap menjadi madrasah unggulan dengan akreditasi A. Pada tahun 2024, madrasah ini berhasil menyabet 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu pada Olimpiade Ekonomi, 1 medali perak dan 2 medali perunggu pada Olimpiade Matematika, serta 2 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu pada Olimpiade Geografi.

    Di kancah internasional, tim riset MAN 4 Jakarta berhasil meraih 7 medali emas dan 7 medali perak di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

    Alamat: Jl. Ciputat Raya No.5, RT.5/RW.8, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12310
    Website: https://man4jkt.sch.id

    9. MAN Insan Cendekia Kota Batam

    Jumlah Medali: 230 medali
    Peringkat Nasional: #49

    MAN Insan Cendekia Kota Batam berdiri berkat kerja sama antara Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota Batam, sebagai bagian dari pengembangan model pendidikan unggul seperti yang lebih dulu ada di Serpong dan Gorontalo.

    Perjuangan pendiriannya cukup panjang. Sejak 2004, berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan madrasah unggulan di Batam, namun baru terealisasi pada tahun 2014 dengan peletakan batu pertama, dan mulai beroperasi pada tahun 2016.

    Kini, MAN IC Kota Batam menjadi salah satu madrasah unggulan di Kepulauan Riau, dan dikenal luas berkat prestasi-prestasinya. Di antaranya juara 1 Olimpioade APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2023 tingkat Nasional dan medali perak OSN Bidang Biologi tingkat nasional 2023.

    Delegasi madrasah ini juga memborong 4 medali di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2023 yaitu medali emas di cabang Ekonomi, medali perak cabang Kimia, dan medali perunggu cabang Biologi dan Geografi.

    Alamat: Jl. Hang Lekiu, Sambau, Kec. Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau

    Website: https://maninsancendekiabatam.id

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com