Tag: Nasdaq

  • Nasdaq Ajukan Spot ETF SUI ke SEC

    Bursa Nasdaq baru saja mengajukan permohonan resmi ke SEC untuk mendaftarkan ETF spot SUI, bekerjasama dengan 21Shares.

    Hal ini menjadi langkah penting bagi investor tradisional yang ingin berinvestasi langsung di token SUI, native asset dari blockchain Sui.

    Langkah Resmi: Pengajuan Formulir 19b-4

    Nasdaq mengajukan dokumen Form 19b-4 untuk ETF SUI spot pada 11 Juni 2025, menandai dimulainya proses evaluasi regulator.

    Ini menyusul Formulir S‑1 yang telah diajukan sebelumnya oleh 21Shares pada April. SEC nantinya akan melakukan review selama maksimal 240 hari, dengan keputusan akhir diharapkan paling lambat 18 Januari 2026.

    Baca Juga: Sui Network: Pemulihan Dana Disetujui, Cetus Raih Rekor

    📊 Dukungan Institusional & Impresi Awal Pasar

    • Produk ETF SUI milik 21Shares di Euronext Paris dan Amsterdam telah mengelola dana lebih dari $300 juta.
    • Sejak Q4 2024, institusi seperti Franklin Templeton, Ant Financial, VanEck, Grayscale, dan Canary Capital juga menunjukkan minat besar pada SUI.
    • Pengakuan resmi dari SEC memperkuat sinyal bahwa Sui layak mendapatkan perhatian investor institusional.

    Mekanisme ETF: Transparansi & Penyimpanan Aman

    ETF ini dirancang sebagai instrumen pasif yang hanya memegang spot-token SUI, tanpa leverage atau derivatif.

    Penilaian nilai aset bersih (NAV) harian diacu pada harga SUI dolar AS dan dikawal oleh lembaga kustodian seperti BitGo dan Coinbase Custody.

    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Dampak terhadap Harga & Likuiditas

    • Setelah konfirmasi dokumen 19b-4, terjadi peningkatan optimisme pasar terhadap SUI.
    • Harga SUI saat ini berada di kisaran $3,48–$3,66, dengan market cap sekitar $11–$12 miliar dan volume harian mendekati $1–$1,3 miliar, mencerminkan aktivitas trading yang aktif .
    • Sebelumnya, Cointelegraph memperkirakan potensi rally hingga +100% (double dari level sekarang) jika momentum ETF solid—targetnya bisa mencapai $7,56.

    Risiko & Durasi Proses Regulasi

    • Timeline SEC: SEC dapat memakan waktu hingga 240 hari untuk menyetujui atau menolak pengajuan ETF; keputusan final diperkirakan Januari 2026.
    • Kajian serupa: Canary Capital juga mengajukan ETF SUI sebelumnya, namun sempat mengalami delay.
    • Area hukuman: SEC sebelumnya mengajukan pertanyaan terhadap leverage dan sistem kustodian, dan pasar bisa mengalami reaksi volatil jika terjadi penundaan.

    Konsekuensi untuk Ekosistem Sui

    • Akses Investor Tradisional: ETF memungkinkan pembelian SUI melalui akun broker yang sudah mapan, mempermudah institutional entry.
    • Likuiditas & Teknologi: Penetrasi institusi diprediksi mendongkrak likuiditas on-chain, staking, dan penggunaan infrastruktur Sui dalam DeFi, gaming, dan NFT.
    • Benchmark Global: Setelah sukses di bursa Eropa, listing di AS akan memperkuat legitimasi SUI sebagai aset Layer-1 berkinerja tinggi.

    Baca Juga: Sui Terpukul Usai Serangan Siber Rugikan Ratusan Juta Dolar

    Pengajuan Nasdaq-21Shares ETF SUI menandai babak baru adopsi crypto institusional, dengan potensi besar untuk meningkatkan kredibilitas, likuiditas, dan harga token SUI.

    Meskipun proses SEC bisa berlangsung hingga awal 2026, dukungan dari ETP Eropa dan investor besar menjadikan skenario termaksud realistic.

    Jika disetujui, ETF ini bisa membuka akses luas bagi investor besar dan memperkuat ekosistem Sui sebagai blockchain kelas dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Turun 26,62%, Terburuk Dalam Siklus Bull Market

    Kabar kurang menyenangkan datang dari Bitcoin yang tengah menghadapi penurunan terbesar dalam siklus Bull Market saat ini.

    Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan sebesar 26,62% dari puncaknya di $109.500, yang sekaligus menandai koreksi terdalam dalam siklus bull market.

    Meskipun signifikan, penurunan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan koreksi pada siklus sebelumnya, seperti penurunan 83% pada 2018 dan 73% pada 2022.

    Analisis Korelasi dengan Nasdaq 100

    Menurut analisis dari ‘ecoinometrics’, terdapat korelasi antara kinerja Bitcoin dan Nasdaq 100.

    Ketika Nasdaq 100 berada di bawah rata-rata return tahunannya, pertumbuhan Bitcoin cenderung melambat dan berisiko mengalami koreksi lebih dalam.

    Saat ini, Nasdaq 100 sedang menunjukkan performa datar secara year-on-year, yang berpotensi menghambat pemulihan harga Bitcoin.

    Strategi Investasi Korporasi dan Dampaknya

    Perusahaan seperti Strategy, yang dikenal karena investasi besar mereka dalam Bitcoin, menghadapi tantangan akibat penurunan harga ini.

    Antara 31 Maret dan 6 April, Strategy tidak menambah kepemilikan BTC mereka. Data dari Strategytracker menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah menginvestasikan $35,65 miliar dalam Bitcoin, dengan return sekitar 17% selama lima tahun terakhir.

    Level Support dan Indikator Teknis

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknis, Bitcoin menguji rata-rata pergerakan eksponensial 50-minggu (50-W EMA) untuk pertama kalinya sejak September 2024.

    Penutupan mingguan di bawah indikator ini sebelumnya menandai awal dari pasar bearish. Level support penting saat ini berada di $74.000, dengan zona permintaan antara $65.000 dan $69.000, yang juga bertepatan dengan puncak harga pada 2021.

    Indeks Kekuatan Relatif (RSI) dan Prediksi Analis

    Di sisi lain, RSI mingguan Bitcoin mencapai nilai terendah 43 sejak Januari 2023. Dalam beberapa kasus sebelumnya, RSI pada level ini memicu pemulihan harga. Namun, pada 2022, ketika RSI turun di bawah 40, pasar bearish mendominasi.

    Analis anonim, Rekt Capital, memperkirakan bahwa harga Bitcoin mungkin mencapai titik terendah antara harga saat ini hingga sekitar $70.000 berdasarkan tren RSI harian.

    Dengan demikian, penurunan harga Bitcoin saat ini mencerminkan tantangan dalam siklus bull market, dengan faktor eksternal seperti kinerja Nasdaq 100 dan strategi investasi korporasi memainkan peran penting.

    Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk memantau indikator teknis dan level support utama guna membuat keputusan investasi yang tepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Terjun Bebas di Bawah $77.000 Efek Tarif 104% ke China

    Pada 8 April 2025, harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, diperdagangkan di bawah $77.000.

    Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tarif sebesar 104% pada impor dari China, yang meningkatkan ketegangan perdagangan global.

    Pengumuman tarif tersebut memicu volatilitas di berbagai aset berisiko. Indeks S&P 500 dan Nasdaq awalnya mencatat kenaikan intraday sekitar 4%, namun kemudian kehilangan sebagian besar keuntungan tersebut.

    Menurut laporan Cryptobriefing pada Rabu (9/4), Bitcoin mengikuti pola serupa. Meski sempat melonjak di atas $80.000, namun pada akhirnya turun di bawah level $77.000.

    Sebelum penerapan tarif, Presiden Trump mengadakan pembicaraan dengan sekutu seperti Korea Selatan dan Jepang, yang sempat memicu optimisme pasar.

    Gedung Putih melaporkan bahwa hampir 70 negara telah menghubungi AS untuk mencari kesepakatan perdagangan. Namun, Trump menegaskan bahwa tarif 104% pada impor China akan tetap diberlakukan mulai 9 April.

    China menanggapi dengan keras, berjanji untuk “berjuang hingga akhir” dan menolak apa yang mereka sebut sebagai “pemerasan AS,” menunjukkan kecilnya kemungkinan kompromi.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak Kebijakan Trump

    Dalam skala yang lebih luas, dampak ekonomi dari eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

    Goldman Sachs meningkatkan probabilitas resesi AS menjadi 45%, mengutip kondisi keuangan yang semakin ketat dan ketidakpastian perdagangan yang meningkat.

    Sementara itu, JPMorgan memperkirakan Federal Reserve akan memulai serangkaian pemotongan suku bunga mulai Juni 2025, dengan satu pemotongan pada setiap pertemuan dan tambahan pemotongan pada Januari, membawa batas atas suku bunga kebijakan menjadi lebih rendah.

    Penurunan Bitcoin ini juga mempengaruhi saham terkait kripto. MicroStrategy, yang dikenal karena kepemilikan Bitcoinnya yang signifikan, mengalami penurunan saham hampir 5%.

    Saham Coinbase Global, bursa kripto utama, turun sekitar 2%, sementara Mara Holdings, perusahaan penambangan Bitcoin, merosot lebih dari 4%.

    Selain itu, pasar saham AS mengalami penurunan tajam karena ketidakpastian seputar langkah tarif Presiden Trump.

    Indeks S&P 500 turun 1,6%, Dow Jones kehilangan 320 poin, dan Nasdaq jatuh 2,1%. Kanada memberlakukan tarif balasan 25% pada impor mobil AS, sementara negara lain seperti China, Thailand, Sri Lanka, dan Indonesia memulai pembicaraan perdagangan atau mengajukan keluhan.

    Harga minyak global juga anjlok, dengan Brent crude turun 2,29% menjadi $62,74 dan minyak mentah AS jatuh ke $59,58 per barel.

    Saham energi seperti Occidental Petroleum dan ExxonMobil mengalami penurunan signifikan. Sementara itu, emas mengalami rebound setelah penurunan sebelumnya.

    Klaim Sepihak

    Di tengah gejolak ini, Presiden Trump mengklaim bahwa tarif tersebut memperkaya AS sebesar $2 miliar per hari.

    Namun, para pemimpin politik, termasuk perdana menteri Inggris dan Italia, mendesak negosiasi daripada memikirkan pembalasan untuk Trump.

    Sentimen publik AS cenderung negatif terhadap tarif China, dan imbal hasil Treasury meningkat, mencerminkan kegelisahan pasar.

    Potensi Pemulihan

    Sementara itu, beberapa analis melihat potensi pemulihan di pasar kripto. Meskipun Bitcoin mengalami penurunan, kinerjanya masih lebih baik dibandingkan indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing turun sekitar 11% sejak 2 April, sementara Bitcoin hanya turun 7% dari puncaknya sebelum pengumuman tarif.

    Analis menyarankan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset signifikan yang responsif terhadap peristiwa ekonomi seperti halnya pasar tradisional.

    Secara keseluruhan, pengumuman tarif baru oleh pemerintahan Trump telah memicu ketidakpastian signifikan di pasar keuangan global, mempengaruhi berbagai kelas aset termasuk saham, komoditas, dan mata uang kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Resmi Masuk Nasdaq Crypto US Settlement Price Index

    Nasdaq meluncurkan Nasdaq XRP Settlement Price Index (NQXRPS), sekaligus menandai tonggak penting bagi XRP dalam dunia keuangan digital.

    Indeks ini bertujuan untuk menyediakan harga penyelesaian yang transparan dan dapat diandalkan untuk produk terkait XRP, memfasilitasi pengembangan instrumen keuangan terstruktur seperti ETF dan derivatif berbasis XRP.

    Apa Itu Nasdaq XRP Settlement Price Index?

    NQXRPS adalah indeks satu aset yang dirancang untuk memberikan harga penyelesaian bagi produk terkait XRP.

    Indeks ini dihitung menggunakan mekanisme berbasis pertukaran dengan bobot multi-sumber, memastikan representasi harga XRP yang akurat dan transparan.

    Dengan adanya indeks ini, investor dan institusi keuangan dapat memiliki acuan harga yang stabil dan dapat diandalkan untuk transaksi dan produk keuangan berbasis XRP.

    Baca Juga: Analisis Harga XRP: Uji Ketahanan di Level $2,20

    Dampak terhadap Pasar XRP

    Pencatatan NQXRPS di Nasdaq memberikan legitimasi tambahan bagi XRP di mata investor institusional.

    Hal ini membuka peluang bagi pengembangan produk keuangan terstruktur seperti ETF dan derivatif yang dapat menarik lebih banyak modal institusional ke dalam ekosistem XRP.

    Selain itu, transparansi harga yang ditawarkan oleh indeks ini dapat mengurangi volatilitas harga XRP, meningkatkan kepercayaan investor, dan memperluas adopsi XRP di pasar global.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Langkah Menuju Adopsi Institusional

    Pencatatan NQXRPS juga bertepatan dengan perkembangan positif lainnya bagi XRP.

    Pada Maret 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan “Crypto Reserve” yang mencakup XRP, bersama dengan Bitcoin, Ethereum, Solana, dan Cardano.

    Ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap XRP sebagai aset kripto yang kredibel dan strategis.

    Selain itu, beberapa perusahaan investasi besar, seperti 21Shares, telah meluncurkan produk investasi berbasis XRP di bursa saham Eropa, meningkatkan aksesibilitas XRP bagi investor institusional dan ritel.

    Baca Juga: Cek Harga XRP Hari Ini

    Prospek Masa Depan XRP

    Dengan pencatatan NQXRPS, pengakuan dari pemerintah AS, dan peluncuran produk investasi berbasis XRP, masa depan XRP terlihat cerah.

    Langkah-langkah ini membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di sektor keuangan tradisional dan digital.

    Namun, tantangan regulasi dan persaingan dari aset kripto lain tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

    Investor dan pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengeksplorasi potensi XRP sebagai aset investasi dan alat pembayaran digital di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Development Corp. dan Bonk Kolaborasi Strategis di Solana

    DeFi Development Corp. (DFDV), perusahaan teknologi properti berbasis kecerdasan buatan yang terdaftar di Nasdaq, mengumumkan kolaborasi dengan Bonk (BONK), salah satu memecoin terkemuka di jaringan Solana.

    Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur jaringan Solana melalui pengelolaan bersama node validator dan strategi pembakaran token BONK.

    Kolaborasi untuk Memperkuat Jaringan Solana

    DFDV dan Bonk akan bekerja sama dalam mengelola node validator Solana, dengan tujuan meningkatkan jumlah stake yang didelegasikan dan berbagi imbalan yang diperoleh.

    DFDV akan menangani operasional harian node validator, sementara Bonk akan berperan dalam mempromosikan node tersebut dan melibatkan komunitasnya untuk menarik lebih banyak stake.

    “DFDV dan BONK adalah pemimpin di kategori masing-masing. Dengan bergabung, kami dapat memanfaatkan posisi unik dan kesadaran merek satu sama lain,” ujar Parker White, CIO dan COO DeFi Development Corp.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Alchemy Akuisisi Pengembang Solana, DexterLab

    Strategi Pembakaran Token BONK

    Sebagai bagian dari kolaborasi ini, sebagian dari imbalan yang diperoleh dari node validator akan digunakan oleh Bonk untuk membeli dan membakar token BONK.

    Langkah ini bertujuan untuk mengurangi pasokan token dan berpotensi meningkatkan nilai token BONK di pasar.

    “Kemitraan validator ini adalah langkah alami dalam misi Bonk untuk memberdayakan komunitas kami dan mempercepat adopsi Solana,” kata Nom, kontributor inti Bonk sebagaimana dikutip dari Decrypt pada Minggu (18/5).

    Pertumbuhan Aset dan Harga Saham DFDV

    DFDV telah secara agresif memperluas kepemilikan aset digitalnya, dengan membeli lebih dari 172.000 SOL awal pekan ini, meningkatkan total kepemilikannya menjadi lebih dari $100 juta dalam bentuk Solana.

    Sebagai hasil dari strategi ini dan kolaborasi dengan Bonk, harga saham DFDV melonjak lebih dari 74% pada hari Jumat, mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar $156,99.

    Secara keseluruhan, saham DFDV telah meningkat lebih dari 3.100% sepanjang tahun ini.

    Langkah Strategis Menuju Desentralisasi

    Kolaborasi antara DFDV dan Bonk mencerminkan tren yang berkembang di mana perusahaan tradisional dan proyek kripto bekerja sama untuk memperkuat infrastruktur blockchain.

    Dengan menggabungkan sumber daya dan komunitas, kedua entitas ini berharap dapat mempercepat adopsi Solana dan menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan.

    “Kemitraan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur terdesentralisasi Solana, tetapi juga menciptakan standar baru tentang bagaimana token komunitas dapat berkembang dan mempertahankan ekosistem mereka,” tambah Nom.

    Baca Juga: Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

    Kolaborasi antara DeFi Development Corp. dan Bonk menandai langkah penting dalam integrasi antara perusahaan tradisional dan proyek kripto.

    Dengan fokus pada penguatan jaringan Solana dan strategi pembakaran token, kemitraan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BTCS yang Terdaftar di Nasdaq Gandakan Eksposur ke Ethereum

    BTCS Inc., perusahaan blockchain yang tercatat di Nasdaq (kode saham: BTCS), mengumumkan langkah strategis besar dengan meningkatkan eksposur terhadap Ethereum (ETH) melalui kesepakatan pembiayaan senilai $57,8 juta.

    Dilaporkan Cointelegraph, pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas operasi staking dan node validator, sekaligus memperkuat posisi BTCS sebagai pemain publik terkemuka yang terlibat aktif dalam infrastruktur Ethereum.

    Langkah ini dipimpin oleh perusahaan investasi ATW Partners, yang menyediakan pendanaan melalui skema obligasi konvertibel. BTCS akan menggunakan dana tersebut untuk membeli ETH dalam jumlah besar dan membangun sumber pendapatan berulang dari jaringan Ethereum.

    “Kami menjalankan strategi yang disiplin untuk meningkatkan eksposur Ethereum kami dan mendorong pendapatan berulang melalui staking dan operasi pembangunan blok,” ujar Charles Allen, CEO BTCS.

    Baca juga: Mengapa Harga Ethereum Melejit dalam 7 Hari Terakhir?

    Obligasi Konversi: Saham BTCS Diposisikan untuk Lonjakan

    Dalam tahap awal, BTCS menerbitkan obligasi konvertibel senilai $7,8 juta, dengan opsi penarikan tambahan sebesar $50 juta tergantung pada kesepakatan lanjutan. Obligasi ini memiliki:

    Harga konversi tetap $5,85 per saham, jauh di atas harga pasar BTCS yang saat ini sebesar $1,99 per 13 Mei. Jangka waktu dua tahun dengan suku bunga tahunan 6%. Sementara iut, opsi investor untuk membeli 1,9 juta saham tambahan di harga $2,75 selama lima tahun ke depan.

    Melalui mekanisme ini, BTCS tidak hanya mendapatkan modal segar, tetapi juga mempertahankan potensi upside besar jika saham mereka terapresiasi seiring pertumbuhan sektor Ethereum.

    Fokus Nasdaq terhadap Ethereum Meningkat

    Sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Nasdaq, keputusan BTCS untuk menumpuk Ethereum menjadikannya sebagai salah satu dari sedikit entitas publik di AS yang secara terbuka mengadopsi strategi akumulasi aset digital, serupa dengan pendekatan MicroStrategy terhadap Bitcoin.

    Langkah ini mencerminkan semakin besarnya minat institusional terhadap Ethereum, terutama setelah jaringan ini mengalami lonjakan harga ETH sebesar 42% pasca pembaruan Pectra baru-baru ini. Kapitalisasi pasar ETH bahkan sempat melampaui valuasi perusahaan besar seperti Coca-Cola dan Alibaba.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    BTCS juga sebelumnya menggunakan protokol DeFi Aave untuk memperoleh dana dan membeli ETH, meski jumlah spesifik tidak diungkapkan.

    Dengan dukungan pendanaan baru dan posisi yang kuat di pasar publik melalui Nasdaq, BTCS tampaknya siap memainkan peran penting dalam infrastruktur Ethereum. Keputusan ini juga menandai pergeseran tren yang lebih luas: masuknya perusahaan publik ke dalam ekosistem Ethereum tidak hanya sebagai investor, tapi juga sebagai pelaku teknis melalui staking dan validasi jaringan.

    Baca juga: Ethereum Catat Rekor Volume Stablecoin $908 Miliar


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


    Jakarta

    Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

    Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

    Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


    Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

    “Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

    Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

    Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

    Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

    Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

    Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

    ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

    (shc/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Beri Promo Biaya Transaksi 0%


    Jakarta

    Ajaib Alpha, bagian dari Ajaib Group resmi meluncurkan fitur investasi saham perusahan Amerika Serikat (AS). Peluncuran ini bertepatan dengan kondisi pasar saham AS yang sedang mengalami momentum positif.

    Selain investasi di berbagai saham Amerika Serikat, investor juga dapat berinvestasi di aset global lainnya, termasuk kripto dan futures dalam satu aplikasi investasi global. Hal yang menarik, Ajaib Alpha menghadirkan promo biaya transaksi 0%.

    “Setelah menjadi pilihan jutaan investor saham Indonesia dan aset kripto, Ajaib kini menghadirkan akses investasi ke pasar saham Amerika Serikat sebagai bagian dari produk derivatif keuangan melalui aplikasi investasi global Ajaib Alpha. Dengan fitur ini, investor dapat mengakses saham-saham perusahan terkemuka di dunia seperti NVIDIA, Tesla dan Google. Hal ini sesuai dengan misi Ajaib untuk menyambut generasi baru ke layanan keuangan modern,” kata Co-Founder dan CEO Ajaib Group Anderson Sumarli dalam keterangan tertulis, Selasa (4/2/2025).


    Anderson menambahkan Ajaib Alpha melalui berbagai program edukasi yang dijalankan, akan terus berupaya meningkatkan literasi keuangan dan investasi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selain Ajaib Alpha, Ajaib Group juga menyediakan akses investasi ke instrumen seperti reksadana, saham dan obligasi melalui aplikasi Ajaib. Harapannya, dengan akses investasi yang semakin lengkap serta didukung layanan aman serta program literasi, generasi muda Indonesia semakin dekat dalam mewujudkan impian finansial mereka

    Sementara itu, Financial Expert Ajaib Ratih Mustiko memaparkan sepanjang tahun 2024, Indeks Nasdaq naik +29%, S&P 500 menguat +23%, dan Dow Jones Industrial Average +13%. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

    “Kebijakan ekonomi Presiden Trump, seperti tarif impor, insentif pajak hingga suku bunga rendah, juga turut mendorong optimisme pasar kedepan. Oleh karena itu, ini saat yang tepat bagi investor Indonesia untuk mempertimbangkan investasi di saham AS. Diversifikasi ke pasar saham AS juga membantu investor meningkatkan potensi keuntungan dan mengelola risiko,” terangnya.

    Ajaib Alpha menawarkan berbagai keunggulan untuk investasi saham AS, antara lain:

    • Biaya Transaksi 0%: Nikmati kemudahan berinvestasi saham AS dengan promo biaya transaksi 0%.
    • Tersedia Lebih Dari 600+ Pilihan Saham: Ajaib Alpha menyediakan akses ke lebih dari 600 saham perusahaan-perusahaan terkemuka di AS, termasuk Meta, Amazon dan Apple. ● Investasi Mulai Dari 1 USD: Investor dapat memulai investasi dengan modal yang terjangkau, mulai dari 1 dolar AS.
    • Aman dan Berizin: Ajaib telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sehingga keamanan dana dan aset investor terjamin.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan investasi saham AS di Ajaib Alpha, pengguna dapat mengunjungi situs web resmi Ajaib Alpha atau unduh aplikasi Ajaib Alpha melalui Play Store dan App Store.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Tembus Rp 1,82 M, Ini Pemicunya


    Jakarta

    Harga bitcoin terus meroket. Per hari Kamis, harganya telah berada di level US$ 112 ribu atau sekitar Rp 1,82 miliar (kurs Rp 16.300). Jumlah itu telah mencapai rekor tertinggi baru.

    Meskipun terlihat ada reli kenaikan harga, kenaikan mata uang kripto ini dinilai terjadi lebih lambat dari biasanya. Kenaikan harga didorong oleh meningkatnya kepemilikan institusional atas aset digital dan adopsi perusahaan terhadapnya.

    Meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China serta penurunan peringkat utang negara AS oleh Moody’s juga telah mendorong kenaikan alternatif penyimpanan seperti bitcoin.


    “Pergerakan bitcoin didorong oleh campuran momentum positif, meningkatnya optimisme seputar regulasi kripto AS, dan minat berkelanjutan dari pembeli institusional,” kata Kepala Penelitian CoinShares James Butterfill, dilansir dari CNBC, Jumat (23/5/2025).

    Bitcoin biasanya berkorelasi dengan pasar ekuitas, khususnya Nasdaq yang sarat teknologi. Pergerakan bitcoin dan saham yang berbeda bisa jadi merupakan hasil dari investor yang mencari alternatif penyimpanan nilai.

    Data Bitcoin Treasuries menyatakan sejak awal tahun, jumlah bitcoin yang dimiliki oleh perusahaan publik telah tumbuh 31% menjadi sekitar US$ 349 miliar. Itu terdiri dari 15% dari total pasokan bitcoin.

    Presiden AS Donald Trump serta raja kripto David Sacks telah mendorong agenda pro-kripto di AS. Hal ini juga telah mendukung pasar untuk bitcoin.

    Minggu ini, Senat AS memberikan suara untuk memajukan undang-undang kripto pertama, yang akan menciptakan kerangka regulasi. Trump mengatakan bahwa dia ingin melihat regulasi kripto di mejanya dan siap ditandatangani pada bulan Agustus sebelum Kongres memasuki masa reses.

    Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Imbas Gejolak Timur Tengah, Bitcoin Diklaim Jadi Incaran Ketimbang Emas


    Jakarta

    Kripto diklaim menjadi target investasi di tengah situasi panas timur tengah yang mempengaruhi ekonomi dunia. Salah satunya adalah Bitcoin.

    Vice President INDODAX, Antony Kusuma mengatakan di tengah memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan Israel serta kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed), Bitcoin tetap bertahan di level US$ 104.000.

    Sementara itu, harga emas global justru tergelincir 2,5% dari harga US$ 3.420 pada 13 Juni 2025 turun ke US$ 3.335 pada 20 Juni 2025, setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga tinggi dan memperlambat laju pemangkasan dalam beberapa tahun ke depan.


    “Bitcoin (BTC) mencatat harga penutupan di kisaran US$ 104.000 dalam beberapa hari terakhir, bahkan saat indeks saham global seperti Nasdaq mengalami tekanan dan inflasi kembali menjadi kekhawatiran utama. Ketegangan meningkat setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan mendukung rencana serangan ke fasilitas nuklir Iran, meskipun belum mengeluarkan keputusan final,” terangnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6/2025).

    Antony menyebut, pelaku pasar cenderung mencari aset alternatif yang mampu bertahan dari tekanan makro. Namun yang mengejutkan, harga emas yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai justru melemah.

    Hal ini terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%-4,50% dan memberi sinyal bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan secara bertahap hingga 2027, tergantung perkembangan data ekonomi dan inflasi.

    Menurut dia, ketahanan Bitcoin dalam situasi penuh tekanan ini menunjukkan transformasi besar dalam pola pikir investor global terhadap aset digital.

    “Ini bukan sekadar soal harga. Ini tentang bagaimana pasar global kini mulai menempatkan Bitcoin sebagai salah satu poros dalam peta strategi aset dunia. Ketika bank sentral semakin bersikap ketat dan geopolitik makin tidak pasti, investor mencari instrumen yang netral secara politik, terbuka, dan tidak bisa dimanipulasi. Bitcoin menjawab semua itu,” ujar Antony.

    Ia menambahkan bahwa tren investasi terhadap Bitcoin kini mulai menunjukkan pendekatan yang lebih matang.

    “Kami melihat adanya peningkatan minat dari investor, termasuk sebagian institusi, yang tidak lagi hanya melihat Bitcoin sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.

    Antony menekankan bahwa harga Bitcoin tetap bisa dipengaruhi oleh sentimen pasar yang muncul akibat kebijakan moneter global atau ketegangan geopolitik.

    “Namun, berbeda dengan mata uang fiat yang peredarannya bisa ditambah sesuai keputusan bank sentral, suplai Bitcoin bersifat tetap, sehingga memberi nilai protektif terhadap inflasi jangka panjang,” tambahnya.

    Kondisi saat ini memperlihatkan realita bahwa instrumen-instrumen tradisional seperti emas bisa tertekan oleh kebijakan suku bunga, sementara Bitcoin justru mampu menunjukkan ketahanan dalam tekanan yang sama.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com