Tag: nasi kebuli

  • 5 Ayam Goreng Arab dengan Rempah Timur Tengah, Harga Rp 20.000-an!


    Jakarta

    Bosan ayam goreng biasa? Ayam goreng ala Arab dengan bumbu Timur Tengah dan nasi kebuli patut jadi pilihan. Harganya mulai Rp 20.000-an saja!

    Ayam goreng Arab kini makin populer di Jakarta. Banyak gerai menghadirkan ayam bercita rasa gurih dengan bumbu rempah khas Timur Tengah ini. Teksturnya renyah di luar dan juicy di bagian dagingnya.

    Selain ayam goreng, beberapa gerai menawarkan nasi kebuli yang wangi dan kaya rempah sebagai pelengkap. Selain itu, ada camilan hingga minuman berbasis susu khas Arab.


    Harga yang ramah di kantong mulai dari Rp 20.000-an per porsi membuat santapan ini mudah dijangkau. Cocok untuk makan siang cepat, ngemil sore, atau kumpul santai bareng teman.

    Berikut 5 tempat makan ayam goreng crispy ala Timur Tengah di Jakarta:

    1. Zangos Chicken

    Ayam goreng crispy Timur Tengah di JakartaZangos Chicken Foto: Instagram/@zangos.id

    Zangos Chicken ada di kawasan Condet, Jakarta Timur, jadi spot makan ayam goreng favorit anak muda. Lokasinya mudah dijangkau, dekat pusat keramaian dan area parkir nyaman.

    Menu andalan seperti Zangos Crispy Chicken dan Spicy Wings dibanderol sekitar Rp 20.000-an per porsi. Rasa ayamnya gurih, renyah di luar, lembut di dalam, cocok buat makan siang murah meriah.

    Selain ayam goreng, tersedia French Fries dan minuman segar untuk melengkapi santapan. Untuk nasinya tersedia dua pilihan, ada nasi putih dan nasi Zangos yang lebih berempah.

    Zangos Chicken
    Jalan Raya Condet RT 001/ RW 03 no 54 kelurahan Batu Ampar, Jati, kecamatan Kramat, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
    Telepon: 0811-8115-244
    Jam buka: 9.00-23.00

    2. Almaz Chicken

    Almaz Fried Chicken hadir di berbagai titik dengan konsep ayam goreng berbumbu rempah Arab khas Saudi. Lokasinya mudah dijangkau, termasuk di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

    Menu favorit seperti paket Panas 2 dengan dua potong ayam goreng dan nasi kebuli dibanderol sekitar Rp 29.000. Rasanya gurih, rempah meresap hingga ke daging, renyah di luar tapi juicy di dalam, pas untuk lidah orang Indonesia.

    Selain ayam, tersedia sambal bawang dan saus garlic yang menambah cita rasa. Kombinasi bumbu rempah dan nasi kebuli membuat santapan terasa unik, lezat, dan tak kalah saing dengan ayam goreng dari luar negeri.

    Almaz Chicken
    Jalan Percetakan Negara No.20, RT.2/RW.1, Rawasari, Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570
    Jam buka: 08.00-22.00

    3. Mecca Fried Chicken

    Ayam goreng arab saudiMecca Fried Chicken Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mecca Fried Chicken dapat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sini kamu bisa mencicipi berbagai pilihan ayam goreng dengan paduan bumbu khas Timur Tengah.

    Menu andalan Mecca Crispy Chicken dan Spicy Wings dibanderol sekitar Rp 20.000-an per porsi. Tekstur ayamnya renyah di bagian luar dan juicy di bagian daging dalamnya.

    Paduan bumbu rempah khas Timur Tengah yang bikin setiap gigitan kaya rasa dan bikin ketagihan. Selain ayam, tersedia French Fries, Onion Rings, dan minuman segar yang melengkapi santapan.

    Mecca Fried Chicken
    Jalan Perjuangan Lt. 1, RT.11/RW.10, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12260
    Telepon: 0811-1224-460

    4. King Abbas Fried Chicken

    King Abbas Fried Chicken mudah ditemukan di Pasar Kemis, Tangerang. Di sini kamu bisa mencicipi ayam goreng gurih dengan bumbu kaya rempah yang meresap ke daging.

    Pilihan bumbunya ada Original dan Spicy, keduanya sama lezatnya. Kamu bisa menikmati ayam goreng dengan nasi biasa, nasi kebuli, atau kentang goreng sesuai selera.

    Harganya sekitar Rp 20.000-an per porsi. Minumannya juga unik, mulai dari soda Arab hingga Pink Lava yang menyegarkan tenggorokan.

    King Abbas Fried Chicken
    Jalan Raya Taman Walet (Kios Grand Batavia) Sindang Sari, Pasar Kemis, Tangerang.
    Jam buka: 06.00-22.00

    5. AlBaq Saudi Chicken

    Ayam goreng crispy Timur Tengah di JakartaAlBaq Saudi Chicken Foto: Instagram/@albaqsaudichicken

    AlBaq Saudi Chicken berlokasi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Dengan merogoh kocek senilai Rp 20.000 kamu bisa menikmati ayam goreng gurih yang bisa dipadu dengan nasi, kentang goreng, atau nasi kebuli.

    Camilannya juga menarik, seperti chicken & mashed potato fritters, Albaq nugget, fish nugget, dan french fries. Di sini menyajikan tiga pilihan saus untuk paduan makan ayam goreng.

    Mulai dari kurma, garlic mayo, dan sambal Saudi. Untuk minumannya tersedia piliha susu kurma yang manis dan menyegarkan.

    AlBaq Saudi Chicken
    Ruko Gaudia Home, Barat, Jl. Kyai H. Taisir No.3, RT.4/RW.11, Palmerah, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11480
    Telepon: 0858-8031-3923
    Jam buka: 10.00-21.00

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!


    Jakarta

    Iga bakar ini disebut sebagai iga bakar paling enak di Rawamangun. Untuk menikmatinya harus rela antre panjang bahkan sampai berjam-jam saking larisnya.

    Di tengah gempuran tempat makan iga bakar yang bermunculan di Jakarta, ada satu tempat makan iga bakar di kawasan Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namanya Iga Bakar Rawamangun yang sudah banyak diliput dan diulas oleh food vlogger hingga acara kuliner di stasiun televisi.

    Sekilas tempat makan yang satu ini tampak sederhana dengan gerobak besar di depannya. Tapi jangan salah, orang-orang rela antre berjam-jam demi bisa menyantap iga bakar kaki lima ini dengan nasi uduk kebulinya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.


    Harganya yang terjangkau dan ukuran iga sapinya yang jumbo membuat tempat makan ini tak pernah sepi. Bahkan dapat julukan sebagai iga bakar terenak di Rawamangun.

    1. Iga Bakar Kaki Lima yang Viral

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Iga Bakar Rawamangun pertama kali didirikan di era pandemi sekitar pertengahan tahun 2021. Saat itu konsepnya memang masih makanan rumahan dengan menu utama iga bakar yang disajikan dengan nasi kebuli.

    Menurut Gilang, salah satu pegawai yang bekerja di sini dari awal Iga Bakar Rawamangun dibuka konsepnya memang tempat makan kaki lima.

    “Kita buka memang pas pandemi, tapi belakangan pembelinya semakin banyak sejak masuk TikTok, Instagram dan YouTube. Kalau dulu pelanggan kami orang-orang yang tinggal di Rawamangun, tapi sekarang pengunjung datang dari mana-mana,” ungkap Gilang yang bertugas membakar iga bakar.

    2. Laku Ratusan Porsi Iga Bakar

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Kalau mau makan di sini memang harus sabar menunggu, karena semua makanan disajikan secara fresh. Panjangnya antrean semakin mengular dari jam buka yaitu jam 11.00 dan puncaknya di jam makan siang, pengunjung harus sabar menunggu makanan mereka 1-2 jam.

    “Kebanyakan pelanggan sudah pesan via WhatsApp dari pagi hari, jadi pas mereka datang ke sini makanannya sudah siap. Cuma memang antreannya panjang dari jam buka, jam makan siang terus nanti ramai lagi di jam makan malam,” sambung Gilang.

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Setiap harinya Iga Bakar Rawamangun menyiapkan 300 porsi iga bakar, dengan potongan iga sapi 250gr per porsinya. Meski tutup di jam 9 malam, tapi biasanya Iga Bakar Rawamangun tutup lebih cepat karena iga bakarnya sudah habis dari sore hari.

    3. Iga Bakar Empuk Terenak di Rawamangun

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Julukan iga bakar terenak di Rawamangun ini muncul dari para pelanggan yang ketagihan dengan iga bakar di sini. Meski seporsi iga bakar harganya Rp 40.000, tapi sepadan dengan ukuran iga 20 cm lebih, daging iga yang banyak dan teksturnya yang lembut dan mudah lepas dari tulang.

    Ternyata ada teknik sendiri yang membuat iga bakar di sini sangat lembut. Sebelumnya semua iga dipresto selama 10-15 menit hingga bagian dalam daging matang dan empuk. Kemudian baru iga dibakar dengan olesan bumbu kecap berempah yang sedikit encer, dengan racikan rahasia khas Iga Bakar Rawamangun.

    “Pas dibakar itu sebenarnya iga sudah matang karena dipresto. Jadi kita bakar iga gak lama, cuma sekitar lima menit saja sambil oles saus bumbunya,” lanjut Gilang.

    4. Nasi Uduk Kebuli Istimewa

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Salah satu ciri khas lainnya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain adalah iga bakar disajikan dengan nasi uduk kebuli, dengan bumbu kebuli yang medok namun sudah menyesuaikan dengan selera orang Indonesia.

    “Alasan kenapa di sini iga bakarnya pakai nasi uduk kebuli, karena kita ingin punya ciri khas sendiri yang membedakan Iga Bakar Rawamangun dengan tempat makan iga bakar lainnya. Nasi uduk kebuli di sini jadi yang paling cepat habis. Setiap harinya itu kita buat 12 liter nasi kebuli dan selalu habis dari siang,” ungkap Gilang.

    5. Iga Bakar dan Nasi Kebuli

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Harga seporsi nasi uduk kebuli di sini Rp 10.000. Cocok dipadukan dengan potongan iga bakar yang besar. Iga bakar di sini konsepnya iga bakar tradisional, jadi rasa dagingnya cendrung manis gurih. Disajikan dengan dua sambal kecap dan sambal tomat bawang yang cukup pedas.

    Nasi uduk kebulinya juga menambah cita rasa gurih sedap saat disantap dengan iga bakarnya yang aromanya menggugah selera. Jangan lupa pesan juga kuah sop iga dan tambahan tahu tempe seharga Rp 5.000 untuk jadi pelengkap nasi uduk kebuli dengan iga bakar jumbo ini.

    Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam!Iga Bakar Terenak di Rawamangun, Harus Rela Antre Berjam-jam! Foto: detikFood

    Bagi yang tertarik untuk mencicipi Iga Bakar Rawamangun, disarankan untuk datang sebelum jam makan siang agar antreannya tak terlalu panjang, selain itu menu makanannya masih lengkap. Tak hanya iga bakar, di sini ada menu lainnya seperti iga goreng, sop iga dan ayam bakar.

    Iga Bakar Rawamangun
    JL. Tawes No. 14 Rawamangun, Jakarta Timur.
    No Telp: 0811-933-299
    Jam Buka: 11.00 – 21.00 (Minggu tutup)
    Instagram: @igabakarrawamangun

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?


    Jakarta

    Nasi kebuli kini banyak ditawarkan dengan harga terjangkau, sekitar Rp 30 ribuan. Dari merek-merek nasi kebuli franchise populer, mana yang menunya paling nikmat?

    Nasi kebuli merupakan hidangan pengaruh Timur Tengah yang kini populer di Indonesia. Berupa beras biasa atau beras basmati yang dimasak dengan aneka rempah dan minyak samin atau mentega.

    Nasi kebuli berasal dari budaya Arab, khususnya Yaman yang merupakan tempat ‘kelahiran’ nasi kabsah dan nasi mandi. Di Indonesia, penyebaran nasi kebuli umumnya dibawa orang Arab yang tinggal dengan suku Betawi.


    Karenanya, nasi kebuli populer di kalangan warga Betawi. Bahkan ada beberapa rumah makan khusus nasi kebuli di kawasan yang dipadati orang-orang keturunan Arab dan Betawi.

    Belakangan ini, nasi kebuli juga banyak dijajakan dengan sistem franchise dimana beberapa merek populer mendominasi pasaran. Gerai nasi kebuli franchise ini menjamur di Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

    Mereka menawarkan nasi kebuli terjangkau, dengan harga mulai dari Rp 20 ribuan untuk lauk ayam panggang. Kalau mau kambing juga tersedia, tapi harganya bisa di atas Rp 50 ribu.

    detikfood mencicipi nasi kebuli dari 3 merek franchise populer di pasaran. Ketiganya menawarkan nasi kebuli dalam rentang Rp 20 ribu-30 ribu.

    Bagaimana tampilan dan cita rasanya?

    Nasi Kebuli Ijab Qabul

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Nasi Kebuli Ijab Qabul dibanderol sekitar Rp 33 ribu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Nasi Kebuli Ijab Qabul merupakan franchise asal Curug Wetan, Tangerang. Kini gerainya sudah ada sekitar 24 dengan persebaran 50% di Jabodetabek, 30% Jawa Timur, dan 20% Bali, seperti tercantum dalam Instagram @kebuli_ijabqabul.

    Jika beli langsung ke gerai, harga seporsi nasi kebuli mulai dari Rp 25 ribu untuk lauk ayam kecil. Kalau potongan ayam besar Rp 33 ribu, sementara di aplikasi ojek online harganya menjadi Rp 48.500.

    Kebuli Ijab Qabul juga punya nasi kebuli lauk sapi asap, kambing, salmon, hingga yang loyang untuk suguhan acara. Kami pun memesan Nasi Kebuli Ayam Besar (Rp 33 ribu) dari gerainya di Bangka, Kemang.

    Tampak nasi kebuli dikemas dalam kotak kertas hitam bertuliskan “Ijab Qabul Authentic Middle East Food”. Begitu dibuka, potongan paha ayamnya terlihat menggugah selera dengan warna cokelat muda mengilap dan ukuran yang benar-benar besar.

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Buliran nasi basmatinya terasa gurih berempah dengan tekstur agak berminyak. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Sementara nasinya berupa beras basmati berwarna kuning muda. Di antaranya terselip beberapa butiran rempah, termasuk lada hitam utuh. Nasi ini punya tekstur agak basah dan berminyak yang membuatnya tampak bersinar.

    Tekstur nasinya empuk dan lembut, meski dibuat dari beras basmati yang biasanya cenderung lebih keras. Aroma rempahnya tak terlalu kuat, tapi ternyata punya rasa gurih berempah yang nendang! Terlihat ada banyak kapulaga terselip.

    Nasi kebuli enak disantap dengan ayam panggangnya yang super smoky, gurih, dan juicy. Ayam ini juga sangat empuk, mudah dilepaskan dari tulangnya.

    Ijab Qabul memberikan pelengkap sambal yang porsinya cukup banyak. Teksturnya mirip sambal bawang dengan rasa pedas yang juga kuat, sesuai dengan selera umumnya orang Indonesia.

    Nasi Kebuli Abuya

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Nasi Kebuli Abuya dibanderol harga terjangkau, mulai dari Rp 20 ribuan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Kebuli Abuya bisa dibilang salah satu franchise nasi kebuli terpopuler saat ini. Di Instagram @kebuli.abuya, followers-nya sudah lebih dari 53 ribu.

    Cabangnya pun sudah puluhan di Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya di Tebet, tempat kami pesan di aplikasi ojek online. Harganya Rp 31 ribu per porsi, tapi kalau beli langsung sebenarnya lebih murah dengan kisaran Rp 20-25 ribu.

    Nasi Kebuli Abuya punya 2 pilihan ayam yaitu ayam panggang dan ayam rempah. Untuk battle ini, kami memesan Nasi Kebuli Ayam Rempah yang sama dengan nasi kebuli lain.

    Nasi Kebuli Abuya dikemas dalam kotak kertas. Nasinya memakai beras basmati, tapi punya warna cenderung kemerahan, bukan kuning.

    Di antara nasi terselip banyak rempah-rempah khas bumbu kebuli, seperti cengkeh, kapulaga, dan lada hitam. Lalu ada banyak potongan kismis, yang tidak kami temukan pada Nasi Kebuli Ijab Qabul.

    Secara tekstur, nasinya tak begitu empuk dan cenderung lebih kering. Buliran beras basmati-nya juga tampak banyak yang patah, tidak seperti pada Nasi Kebuli Ijab Qabul yang dominan utuh.

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Rasa nasi Kebuli Abuya cenderung lebih manis dengan tambahan banyak kismis. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Aroma dan rasa rempahnya tipe yang lembut sehingga bisa lebih nyaman dimakan dalam porsi besar. Namun, menurut kami, rasa nasinya sudah agak manis meski dimakan tanpa potongan kismis. Rasa ini kurang sesuai preferensi kami yang lebih menyukai gurih berempah untuk nasi kebuli.

    Ayam panggang rempahnya berukuran lebih kecil dengan warna cokelat muda. Teksturnya cukup empuk dengan rasa gurih kuat, tapi jejak rempahnya tak sekuat milik Kebuli Ijab Qabul. Aroma smoky-nya kurang tercium.

    Nasi kebuli ini juga dilengkapi seplastik kecil sambal. Teksturnya cenderung lebih basah dan rasanya tidak sepedas sambal bawang. Sepertinya memakai tomat dalam campurannya.

    Nasi kebuli ini sepertinya cocok untuk mereka yang lebih suka jejak rempah lembut dan pelengkap ayam dengan rasa gurih kuat. Untuk menu lainnya, Nasi Kebuli Abuya juga punya porsi nampan dan tambahan roti cane.

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu kelezatan Nasi Kebuli Yaman dan nasi kebuli favorit detikfood.

    Nasi Kebuli Yaman

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Seporsi nasi Kebuli Yaman Rp 30 ribu dengan pelengkap acar. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Kebuli Yaman juga tersebar di banyak titik. Popularitasnya di Instagram @kebuli_yaman juga tinggi dengan lebih dari 19 ribu followers.

    Kebuli Yaman berpusat di kawasan Pasar Kemis, Tangerang. Cabangnya sampai ke Cilegon, Depok, Bogor, hingga Bekasi. Kami memesan dari cabang Depok Sentosa.

    Di aplikasi ojek online, harganya Rp 44 ribu. Namun jika beli langsung, Paket Kebuli Ayam (Paha) hanya Rp 30 ribu.

    Sama seperti 2 nasi kebuli lain, Nasi Kebuli Yaman juga dikemas dalam kotak kertas. Dominasi warnanya kuning dan merah yang curi perhatian. Tertulis juga pilihan menu lain, seperti kebuli kambing dan iga sapi bakar di sini.

    Dari segi tampilan, Nasi Kebuli Yaman paling menarik. Buliran beras basmatinya kuning terang dengan selingan bulir warna oranye. Pelengkap ayam panggangnya juga besar dengan warna cokelat gelap dan taburan bumbu rempah.

    Pelengkapnya berupa satu cup kecil sambal dan seplastik kecil acar wortel dan mentimun. Pelengkap acar ini tidak dimiliki 2 nasi kebuli lain yang memberi nilai plus untuk Kebuli Yaman.

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Tekstur nasi kebulinya cenderung agak kering, tapi jejak rempahnya kuat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Soal rasa, nasi kebulinya memiliki aroma dan rasa rempah yang lumayan kuat. Levelnya di tengah, antara Nasi Kebuli Ijab Qabul yang paling kuat dan Nasi Kebuli Abuya yang cenderung lembut.

    Tampak buliran beras basmatinya utuh sehingga jadi poin plus. Tekstur nasinya empuk dan lembut, tapi agak kering.

    Ayam panggang berempahnya juara! Ukurannya besar, teksturnya juicy, aromanya smoky, dan rasa gurih berempahnya meresap sampai ke serat-serat daging. Mirip dengan ayam panggang pada Nasi Kebuli Ijab Qabul.

    Pelengkap sambalnya tipe yang agak basah, mirip Nasi Kebuli Abuya. Sepertinya dibuat dengan campuran sedikit tomat. Rasa pedasnya juga tak terlalu kuat.

    Nasi kebuli paling lezat mantap

    3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Nasi Kebuli Ijab Qabul paling sesuai dengan selera kami. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Setelah mencicipi ketiganya, selera kami paling sesuai dengan Nasi Kebuli Ijab Qabul (Rp 33 ribu). Harganya memang paling mahal dibanding 2 lainnya, tapi kualitasnya sepadan.

    Dari segi nasi, basmatinya utuh dengan aroma dan rasa rempah yang sedap. Teksturnya yang agak basah dan berminyak pun menambah kenikmatan.

    Potongan ayam panggangnya juga besar, juicy, dan punya rasa smoky yang memuaskan selera. Ditambah lagi dengan sengatan sambal yang pedasnya kuat mirip sambal bawang.

    Namun bukan berarti 2 nasi kebuli lainnya tidak enak. Pada Nasi Kebuli Abuya, bisa jadi pilihan mereka yang lebih suka jejak rasa manis dan rempah lembut, serta rasa ayam panggang yang gurihnya kuat.

    Untuk Nasi Kebuli Yaman, rasanya juga enak secara keseluruhan. Kehadiran ayam panggangnya yang besar dan nikmat serta pelengkap acar, membuat nasi kebuli ini istimewa.

    Nasi Kebuli Ijab Qabul
    Jalan Bangka Raya Nomor 38 A (dekat CFC Bangka Raya), Jakarta Selatan

    Nasi Kebuli Abuya
    Jalan Tebet Timur Dalam Raya Nomor 57A, Tebet Timur, Jakarta Selatan

    Nasi Kebuli Yaman
    Jalan Sentosa Raya Nomor 22, Sukmajaya, Depok

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ngabuburit di Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja, Ada Apa Aja?


    Jakarta

    Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan salah satu tempat asyik buat ngabuburit. Bukan hanya berburu aneka takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga bisa melakukan aktivitas menarik lainnya.

    Yuk ketahui lebih jauh tentang Pasar Sore Ramadhan Kauman dalam artikel ini, lengkap dengan aktivitas menarik, hingga cara menuju ke sana.

    Mengenal Pasar Sore Ramadhan Tertua di Jogja

    Dikutip dari situs Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada banyak pasar kaget atau pasar tiban di bulan Ramadhan. Namun Pasar Sore Ramadhan Kauman adalah yang tertua di Jogja.


    Pasar ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Awalnya, pasar sore ini berdiri atas inisiatif warga Kauman yang antusias menyambut bulan puasa dengan kegembiraan.

    Berawal sedikit pedagang dengan tempat seadanya, kini jumlah penjualnya semakin banyak dan diatur oleh warga setempat. Berdasarkan catatan detikTravel, ada lebih dari 50 pedagang yang berjualan.

    Yang unik, lokasi pasar ini berada di gang kampung yang sempit. Jalannya hanya selebar tiga meter. Tentunya tempat itu akan sangat padat, tapi justru itulah yang membuatnya berbeda.

    Dilihat dalam akun Instagram @pasarsore_kauman, pasar ini sempat ditiadakan pada 2019 hingga 2022, kemudian kembali diadakan pada 2023. Pasar mulai buka pukul 14.00 WIB hingga magrib.

    Ada Apa Saja di Pasar Sore Ramadhan Kauman?

    Bukan hanya berburu takjil, ada hal menarik yang bisa sekaligus dilakukan jika traveler ingin ke sana. Apa saja?

    1. Berburu Kicak

    Tujuan utama datang ke Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja ini tentunya untuk berburu takjil. Namun kurang lengkap rasanya jika traveler tidak membeli kicak.

    Dikutip dari detikJogja, kicak adalah makanan yang terbuat dari ketan yang dihaluskan dari jadah, kelapa muda, nangka, dan gula. Kicak mungkin akan sulit ditemukan di luar bulan puasa, jadi kalian harus beli ini.

    Selain kicak, ada makanan lain yang juga banyak dicari, seperti carang gesing, gorengan, bothok, jenang saren, sampai nasi kebuli.

    2. Wisata Perkampungan Jogja

    Pasar sore ini berada di Kampung Kauman di kawasan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Di sana, detikers bisa menemukan rumah-rumah Jawa yang masih tradisional. Kalian bisa sambil berfoto-foto di kampung tersebut.

    Kampung Kauman juga dikenal sebagai kampung religi. Nama Kauman juga banyak dipakai di berbagai daerah sebagai kampung yang Islami. Nah, kalian bisa berwisata religi di sini, sambil mampir ke tempat bersejarah.

    Dilansir dari Portal Informasi Indonesia, nama kauman berarti tempatnya para kaum. Ada pula yang menyebut dari istilah qo’um muddin yang berarti pemuka agama Islam.

    Dari sini jugalah KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dilahirkan. Tak heran jika traveler akan melihat simbol matahari terbit yang juga merupakan simbol organisasi tersebut.

    3. Ibadah di Masjid Gede Yogyakarta

    Setelah berburu takjil, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Masjid Gede Yogyakarta yang tak jauh dari pasar sore. Kamu bisa bersantai sejenak sambil menunggu azan magrib.

    Di masjid ini biasanya juga disediakan makanan berbuka puasa gratis. Jika belum pernah ke sini, sebaiknya traveler menyempatkan mampir ke sini. Setelah berbuka, kalian bisa sekalian sholat magrib dan isya, atau sekalian sholat tarawih di sini.

    Lokasi Pasar Sore Ramadhan Kauman

    Pasar Sore Ramadhan Kauman dapat ditemukan dengan mudah. Lokasinya berada di Gang Pasar Ramadhan, Jalan Ahmad Dahlan, Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta,

    Jika detikers menuju ke Jogja naik kereta api, maka turunlah di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kalian bisa berjalan kaki sekitar 30 menit melewati Jalan Malioboro sambil menikmati suasana Jogja.

    Di ujung Jalan Malioboro, setelah tiba di Titik Nol Yogyakarta, beloklah ke kanan (barat) menuju Jalan Ahmad Dahlan. Lurus saja sampai melewati RS PKU Muhammadiyah dan Kantor Pengurus Pusat Aisyiyah. Gangnya ada di kiri jalan.

    Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan pasar tiban Ramadhan tertua di Jogja. Pasar tiban merujuk pada pusat jual beli yang hanya hadir di waktu tertentu. Detikers bisa datang lebih awal jika tak ingin berdesak-desakan di sana.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hidden Gem Bogor Favorit Turis Arab



    Bogor

    Pesona Danau Lido di Bogor tak hanya memikat wisatawan lokal, tapi juga sukses meluluhkan hati turis Timur Tengah. Dengan rakit kayu sederhana, mereka menyusuri danau sambil menyantap nasi kebuli dan shawarma-sebuah pengalaman unik yang kini jadi primadona wisata tersembunyi di selatan Bogor.

    Hanya sekitar 5 menit dari pintu keluar tol Cigombong, perahu rakit Danau Lido menjadi tempat wisata hidden gem Bogor. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang untuk berkeliling menikmati keindahan Danau.

    Namun di musim-musim tertentu, misalnya pertengahan tahun, Danau Lido justru penuh dengan turis timur tengah. Mereka berkeliling Danau Lido dengan perahu rakit sambil makan siang.


    “Tahun kemarin ada 627 pemandu yang membawa turis Arab ke sini,” kata Indra J Lesmana (35), ketua UMKM kluster perahu rakit Danau Lido yang kini menjadi binaan BRI.

    Angka itu memang fantastis, tapi sebenarnya sudah jauh berkurang. Di era kejayaannya sebelum pandemi, Danau Lido dapat mencatat 1.600 pemandu, satu kelompok bisa sampai 10 turis. Tak terbayang betapa ramainya Danau Lido saat itu.

    Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

    “Kebanyakan mereka bawa turis Arab dari Puncak, Sukabumi dan Cianjur,” dia menambahkan.

    Indra mengatakan bahwa turis-turis Arab sangat senang dengan atraksi ini. Mereka bisa makan sambil berkeliling danau dengan santai.

    Jumlah perahu rakit di Danau Lido sekitar 24 unit, warga sekitar memiliki dua atau tiga perahu sekaligus. Mereka menjadi mitra dari Rumah Makan Yuliana Lido (RMYL).

    Sebenarnya di sekitar danau ada beberapa rumah makan dengan konsep serupa, berkeliling danau dengan rakit. Namun perahu rakit itu tidak lagi dikelola oleh warga, melainkan swasta. RMTY menjadi satu-satunya restoran yang bermitra dengan kluster perahu rakit.

    Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

    Melihat banyaknya turis Arab, RMYL membuat menu khusus Arab. Isinya tak jauh beda dengan menu biasa hanya ada tambahan shawarma dan nasi kebuli yang khas timur tengah. Selain itu, papan penunjuk berbahasa Arab yang ada di seisi rumah makan mempertegas banyak tamu Arab singgah di sini.

    Zaman semakin berkembang, selain turis yang bertambah, kecanggihan teknologi disempurnakan dengan adanya digitalisasi. BRI mempermudah pembayaran perahu rakit dan rumah makan dengan kode QRIS.

    “Awalnya agak sulit, karena kebanyakan di sini kan orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai pada ngerti kalau anak-anak muda bayar itu pakai QRIS,” kata pria asli Cigombong itu.

    Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido gunakan QRIS (bonauli/detikcom)

    Pengecekan pembayaran perahu rakit pun semakin mudah karena terekam dalam sistem. Apalagi QRIS BRI bisa menerima pembayaran dari berbagai bank.

    Nurmawan (53) datang dari Depok hanya untuk menikmati ikan bakar Danau Lido yang terkenal tidak bau tanah atau lumpur. Benar saja, begitu tiba, ia memesan sekilo ikan nila bakar dengan nasi, lalapan dan sayur kangkung tumis. Awalnya ia ragu, karena porsinya terlihat besar. Mengunyah sambil melihat pemandangan membuat hidangan habis tak bersisa.

    “Memang betul enak, ikannya segar,” katanya.

    Ibu satu anak itu pun merasa tidak repot karena pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan QRIS BRI. Habis sampai Rp 200 ribuan, ia tak perlu repot memikirkan uang kembalian.

    Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

    Peran BRI di Danau Lido

    Fahmi Hidayat, pemimpin BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes), mengakui bahwa turis-turis yang datang ke Danau Lido adalah berkah sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

    “Tantangan yang kita lihat adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan,” ucapnya pada detikTravel, Jumat (21/3).

    BRI sedang mencoba untuk bekerjasama dengan ekosistem kluster perahu rakit Danau Lido. Dalam hal ini, Fahmi mengatakan bahwa BRI memberikan pendampingan seperti kursus bahasa Arab sederhana.

    Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

    “Minimal menyebutkan harga, tawar menawar atau bilang iya,” ujar dia.

    Wisata perahu rakit di Danau LidoPilihan menu arab di wisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

    Ia juga mengapresiasi RMYT yang menggunakan menu berbahasa Arab. Nasi kebuli yang masuk dalam daftar menu juga sangat didukung karena memberikan rasa ‘rumah’ saat mereka sedang jauh dari negaranya.

    “Memang ya karena konsumennya dari saudara-saudara kita dari Timur Tengah ya mau tidak mau ya minimal kebuli ada-lah gitu,” kata dia.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com