Tag: nasi padang

  • Rendang dan Tunjang Hot Plate Enak di RM Padang Deddy Corbuzier


    Jakarta

    Kenikmatan masakan Padang dengan sentuhan modern bisa ditemukan di restoran Padang milik Deddy Corbuzier. Ada tunjang hot plate hingga rendang berempah sedap di sini!

    Selain aktif di dunia hiburan, Deddy Corbuzier juga dikenal sebagai pengusaha sukses, termasuk dalam bidang kuliner.

    Setelah memiliki minimarket Korea dan kafe, Deddy baru-baru ini juga membuka restoran Padang bernama Gadang Barubah di Pollux Mall, Cikarang.


    Konsep restoran Padang ini cukup menarik karena menawarkan hidangan autentik tetapi penyajiannya lebih modern.

    Banyak masakan Padang yang bisa dicoba, mulai dari yang populer. seperti rendang, ayam gulai, ayam pop, sampai menu unik, seperti gulai tunjang disajikan dalam hot plate. Harganya menunya mulai dari Rp 12.000 an sampai yang termahal sekitar Rp 130.000 an.

    DetikFood menyambangi Gadang Barubah untuk merasakan suasana restorannya dan mencicipi langsung menu masakan Padang di restoran ini. Begini rasanya!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Gadang Barubah
    Alamat Main Gate, Mall Cikarang, Jl. Raya Cikarang – Cibarusah, Pasirsari, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530 Pollux, Lantai GF, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
    No Telp 0896-5166-7693
    Jam Operasional Setiap hari pukul 10.00 – 22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 12.000- Rp 130.000
    Tipe Kuliner Masakan Padang
    Fasilitas
    • Area indoor
    • Area outdoor
    • Smoking area
    • AC
    • Private Room

    1. Restoran Padang konsep modern

    Gadang BarubahGadang Barubah merupakan restoran Padang dengan gaya penyajian modern. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Restoran Padang yang buka Desember 2024 ini menawarkan konsep yang berbeda dari restoran Padang lainnya.

    Menurut Deddy Corbuzier, Gadang Barubah lebih dari sekadar restoran karena merupakan bentuk dari perayaan rasa, tradisi, dan inovasi.

    Diketahui artis ini melakukan riset selama kurang lebih tiga tahun untuk menciptakan cita rasa sempurna. Deddy juga menggandeng para chef terbaik untuk memastikan makanan yang disajikan tetap punya rasa autentik Minang.

    Selain masakan, area makannya juga dibangun dengan konsep restoran Padang ‘premium’.

    Terdapat dua gedung terpisah yang jadi area makan. Gedung utama punya area indoor khusus untuk non smoking, tetapi area teras outdoornya bisa untuk smoking.

    Area indoornya luas, didesain dengan perpaduan interior warna oranye, putih, beige, dan maroon yang memanjakan mata. Kurang lebih ada 10 meja yang masing-masing bisa ditempati oleh 4 sampai 5 orang.

    Gadang BarubahBegini kondisi bagian dalam dari restoran Padang Gadang Barubah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bangunan di depan area utama juga indoor dan luas, tetapi dikhususkan untuk mereka yang merokok.

    Gadang Barubah juga punya area private room yang tak kalah nyaman. Bisa dipakai kalau ada meeting atau kumpul keluarga.

    Saat detikFood sambangi Minggu sekitar pukul 13.30, restorannya dipenuhi dengan rombongan keluarga. Sampai-sampai kami perlu masuk daftar tunggu dan menunggu kurang lebih 20 menit sampai meja kami siap. Beruntungnya semua menu masih lengkap dan pelayanannya juga cepat.

    2. Pilihan lebih dari 60 lauk

    Gadang BarubahLauknya disajikan dalam conveyer seperti di restoran sushi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Gadang Barubah menawarkan kurang lebih 62 lauk khas Minang autentik dengan sentuhan modern.

    Penyajiannya unik, karena lauk pauknya tersusun rapi di conveyer belt seperti yang sering ditemui di restoran sushi.

    Semua lauk pauk juga disajikan dalam bentuk porsian dan dikemas dalam plastik wrapped sehingga lebih aman dan bersih.

    Kalau datang ke sini, kamu bisa menunjuk langsung lauk yang diinginkan atau minta disajikan di meja.

    Gadang BarubahNamun, bisa juga minta disajikan di meja seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk penyajian di meja, total lauknya akan disesuaikan dengan besar atau kecilnya meja. Kalau sedang bersama rombongan 4 sampai 5 orang, kurang lebih akan disajikan 22 jenis lauk. Jika kurang, bisa minta ke pegawai. Bisa juga melihat daftar menu dan harga di buku menu.

    Kenikmatan rendang hingga tunjang hot plate bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Ayam gulai dan rendang berbumbu sedap

    DetikFood mencoba beberapa menu favorit yang ditawarkan Gadang Barubah.

    Sebagai pelengkap, kami pesan nasi putih. Namun, ada juga opsi nasi rames yang sudah dilengkapi dengan sayuran dan sambal atau nasi merah.

    Kalau pesan nasi putih, kamu perlu pesan sayuran dan sambal secara terpisah.

    Gadang BarubahBisa pesan nasi rames atau nasi putih tambah lauk pauk seperti ini, Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pilihan sayurnya beragam, mulai dari gulai daun singkong tumbuk, gulai nangka, terong sambalado, dan daun singkong rebus biasa. Pilihan sambalnya juga bermacam-macam, ada sambal hijau, sambal kentang hati, sambal petai, sambal paru bakar, hingga sambal cumi.

    Seporsi nasi kami lengkapi dengan sayur daun singkong (seporsi Rp 18.000), ayam gulai (Rp 28.000/potong), rendang (Rp 33.000/potong), dan sambal hijau (Rp 17.000/porsi).

    Nasi putih di restoran Padang ini ada di tengah-tangah, tipenya tidak sampai ambyar, tetapi juga tidak pulen. Dimakan dengan daun singkong yang tak pahit dan siraman bumbu gulainya saja sudah enak.

    Kami disajikan potongan ayam gulai bagian dada dengan kuah gulai yang sangat royal berwarna oranye cerah.

    Gadang BarubahAyam gulainya tidak boleh dilewatkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu gulainya punya tekstur yang kental, creamy, dengan perpaduan gurih dan pedas dengan sentuhan rempah ringan. Ada jejak rasa sedikit asam seperti tomat yang melekat pada bumbu gulai ini.

    Meskipun bagian dada, tetapi tekstur dagingnya empuk dan bumbunya juga meresap sampai ke dalam daging.

    Gadang BarubahRendangnya memang tidak begitu empuk, tetapi bumbunya medok berempah dan meresap sampai dalam daging. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Rendangnya juga tak kalah enak. Dibalut bumbu merah basah yang medok dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas berempah yang dominan dari rempah kapulaga. Rasa pedasnya juga menurut kami lebih dominan pedas lada, bukan pedas cabai merah.

    Tekstur dagingnya memang tidak begitu empuk, tetapi tidak juga sampai kering. Masih terasa tekstur serat-serat dagingnya ketika dikunyah.

    4. Ayam pop dan tunjang hot plate yang tak kalah sedap

    Selain ayam gulai, bisa juga pesan ayam pop yang tidak kalah nikmat. Tekstur ayam popnya juga sama, masih empuk dan juicy.

    Dimakan tanpa sambal, tercecap rasa dominan santan yang gurih lebih ke manis. Semakin sedap dicocol ke sambal ayam popnya yang tidak begitu pedas, lebih dominan manis. Karena pakai petai, jejak rasa petainya juga tercecap di lidah.

    Gadang BarubahAyam popnya juga bisa dicoba karena rasanya tak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Uniknya di sini ada gulai tunjang yang disajikan dengan hot plate seharga Rp 39.000. Sebelum dinikmati, bumbu gulai creamy akan disiram terlebih dahulu ke piring hot plate.

    Tekstur tunjangnya lembut, tidak alot. Saat dimakan, tunjangnya langsung terasa meleleh di mulut.

    Karena penyajiannya dalam hot plate, menurut kami rasa bumbu gulainya juga lebih kuat, lebih gurih, dengan sentuhan smokey yang membuatnya semakin nikmat.

    Gadang BarubahSalah satu yang paling unik adalah tunjang hot plate ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Masih banyak lauk pelengkap lainnya yang bisa dicoba, mulai dari telur barendo, ikan bilis sambal hijau, sampai olahan paru.

    Kalau tertarik makan di Gadang Barubah, bisa mampir langsung ke Main Gate, Mall Cikarang, Jl. Raya Cikarang – Cibarusah, Pasirsari, Cikarang Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530 Pollux, Lantai GF, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530. Buka setiap hari pukul 10.00 – 22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Warung Asli Batusangkar Ini Punya Ikan Bilis dan Sambalado Tanak Jengkol


    Jakarta

    Di antara kuliner viral di Blok M, ternyata ada warung nasi Padang ‘hidden gem’. Menawarkan berbagai lauk autentik khas daerah Batusangkar.

    Belakangan ini Blok M, Jakarta Selatan menjadi sentra kuliner kekinian. Berbagai jenis jajanan pun bermunculan satu per satu dan selalu ramai diantre pelanggan.

    Mulai dari donat, es krim, roti, cheese cake, dan masih banyak lagi. Namun, tahukah kamu bahwa di antara jajanan viral tersebut terselip warung nasi Padang yang autentik rasanya.


    Namanya adalah RM Sumanik Batusangkar yang bertempat di Pujasera Blok M Square blok G. Sesuai dengan namanya, pemilik warung nasi Padang itu berasal dari Desa Sumanik, Batusangkar, Sumatera Barat.

    1. Puluhan lauk setiap hari

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar punya puluhan lauk setiap hari. Foto: detikcom/Riska Fitria

    RM Sumanik Batusangkar ini merupakan milik wanita yang akrab disapa Uni Eni. Namun, sang anak yang bernama Hajrina Janati juga turut membantu setiap hari.

    Hajrina Janati atau yang akrab sebagai Uni Rina mengatakan bahwa warung makannya sudah berdiri sejak tahun 90-an. Sejak awal buka, warungnya sudah bertempat di Blok M.

    Uni Rina menyebutkan bahwa ada puluhan lauk yang tersedia setiap hari di warung makannya. Beberapa di antaranya merupakan lauk khas desa asalnya, Sumanik.

    2. Belut dan ikan bilis goreng dari sungai

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar punya menu ikan belut. Foto: detikcom/Riska Fitria

    “Lauk khas desa Sumanik itu ya tunjang, ikan bilis, ikan asap, belut goreng itu khasnya. Sambalado tulang itu benar dari Batusangkar, tapi kita gak menyediakan,” tutur Uni Rina.

    Lebih lanjut, Uni Rina mengatakan bahwa ikan bilis tak pernah terlewatkan di warung nasi Padang yang berasal dari Batusangkar. Biasanya ikan bilis diambil dari sungai Singkarak.

    “Ikan bilis itu selalu ada pasti, kalau di desa kita biasanya diambil dari danau Singkarak. Ikannya kecil-kecil terus digoreng kering aja udah enak,” tuturnya.

    Kelezatan RM Sumanik Batusangkar ada di halaman selanjutnya.

    3. Dilengkapi karapuak cagau

    RM Sumanik BatusangkarSeporsi nasi Padang di RM Sumanik Batusangkar dilengkapi dengan karapuak cagau. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Dalam seporsi nasi Padang di sini dilengkapi dengan daun singkong rebus, sambal merah, bumbu rendang, dan karupuak cagau. Karupuak cagau adalah keripik singkong.

    “Kalau di desa kita sebutnya karupuak cagau atau kalau di sini keripik singkong. Keripik singkongnya digoreng dipakein samba merah, udah enak jadi pendamping,” tutur Uni Rina.

    4. Pakai lauk tunjang yang kenyal

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar menawarkan menu tunjang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk lauk utama yang jadi andalan adalah tunjang (Rp 30.000). Tunjangnya memiliki ukuran yang besar. Teksturnya kenyal, lembut, dan tidak amis.

    Disajikan dengan kuah gulai yang medok bumbunya. Teksturnya tidak begitu kental, tetapi rasa bumbunya medok. Atau bisa juga pakai belut goreng (Rp 25.000).

    Belutnya kecil-kecil dan digoreng kering, sehingga teksturnya renyah. Rasanya gurih, enak dipadukan dengan sambal merah yang harum dan sedikit pedas.

    Ada juga ikan asap (Rp 25.000) yang tak kalah lezat. Ikan asap tersebut menggunakan jenis ikan baun yang diambil dari rawa-rawa. Aromanya smokey, gurih dan teksturnya renyah.

    5. Sambalado tanak jengkol jadi menu wajib

    RM Sumanik BatusangkarRM Sumanik Batusangkar tersedia sambalado tanak jengkol. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain ikan bilis, warung nasi Padang dari daerah Batusangkar juga tak pernah terlewatkan dengan sambalado tanah jengkolnya.

    Sesuai namanya, ini merupakan jengkol yang dimasak pakai sambalado. Menurut Uni Rina, sambalado tanak jengkol ini selalu dicari pelanggannya.

    Jengkolnya empuk dan tidak berbau. Rasanya seperti kentang dan pedas dengan paduan sambalado yang berminyak.

    RM Sumanik Batusangkar ini buka setiap hari Senin-Sabtu, mulai dari pukul 10:00-18:00. Disarankan untuk datang awal waktu agar tidak kehabisan lauk favorit.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Tempat Makan Nasi Padang Paling Enak di Bintaro, Lauknya Bikin Kalap!


    Jakarta

    Di sekitar Bintaro banyak tempat makan nasi Padang yang menunya terkenal enak. Selain itu, pilihan lauknya juga beragam dengan harga mulai dari Rp 3.500.

    Nasi Padang selalu menjadi pilihan makanan yang pas ketika lapar melanda. Rumah makan nasi Padang pun tersebar luas di beberapa kawasan di Jakarta, termasuk di Bintaro.

    Di Bintaro ada banyak rumah makan nasi Padang yang populer sejak dulu. Lauk pauk yang ditawarkan cukup komplet dan beragam dengan rasa bumbu rempah khas yang menggugah selera. Harga lauk pauknya juga dibanderol mulai dari Rp 3.500 an saja.


    Beberapa tempat makan nasi Padang ini juga memiliki rating yang tinggi di ojek online. Berikut rekomendasi 7 tempat makan nasi Padang enak di Bintaro.

    1. RM Ngarai Indah Masakan Padang

    RM Ngarai Minang dikenal menawarkan cita rasa nasi Padang yang lezat. Rumah makan ini juga mendapat penilaian bintang 5/5 di aplikasi ojek online.

    Mereka punya paketan nasi dengan satu macam lauk. Pilihan lauknya beragam ada sate udang, dendeng basah, rendang, ayam balado merah, dan masih banyak lagi.

    Lauk cumi isi telurnya juga terkenal enak. Punya cita rasa bumbu yang medok. Bahkan mereka punya lauk tempe pangek yang harganya hanya Rp 3.500.

    Kalau tertarik bisa mampir ke Jl. Pd. Kacang, Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan.

    2. Sari Rendang

    RM Padang di BintaroSari Rendang termasuk salah satu restoran Padang yang terkenal enak di Bintaro. Foto: tangselife.com

    Kalau mau makan nasi Padang dengan konsep restoran modern, bisa mampir ke Sari Rendang. Bangunannya terbilang megah dan bersih. Lauk yang ditawarkan juga tak kalah beragam.

    Pilihannya mulai dari aneka sate, aneka ayam, seafood, sampai aneka menu daging, seperti dendeng lambok, paru goreng, sampai rendang pedas.

    Sebagai pelengkap bisa pesan sayurannya yang terdiri dari pilihan ubi tumbuk atau brokoli bawang putih. Kisaran harga menu di restoran ini mulai dari Rp 15.000 saja.

    Lokasi tepatnya bisa ditemukan di Jl. Pd. Betung Raya No.134, Pd. Betung, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15221.

    3. Resto Padang SSS

    RM Padang di BintaroKalau makan di restoran Padang ini dijamin puas karena lauknya beragam dan enak-enak. Foto: instagram @restopadangsss

    Pengunjung dijamin puas kalau makan di restoran Padang satu ini. Sebab mereka menawarkan lebih dari 100 menu makanan dan minuman. Tak heran selalu menjadi andalannya warga Bintaro.

    Beberapa menu yang ditawarkan juga jarang ditemukan di tempat lain. Misalnya burung punai goreng, gulai ikan tenggiri, sayur urap, hingga puyuh balado.

    Lauk seperti ayam pop, rendang, dendeng, atau kikil juga tetap bisa dicoba. Harga menu per lauknya dibanderol mulai dari Rp 17.000.

    Kalau tertarik bisa mampir ke Jl. Murai I Blok J4 No.11, Bintaro Sektor Satu. Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia 12330.

    4. RM Putra Minang

    RM Padang di BintaroRM Putra Minang di cabang Pondok Ranji jadi salah satu yang punya masakan dengan rasa konsisten dan bumbu mlekoh. Foto: tangsellife.com

    RM Putra Minang menjadi salah satu primadona di Bintaro. Restoran Padang ini pun memiliki rating 4,8/5 di aplikasi ojek online.

    Cabangnya mungkin ada banyak, tetapi kalau di ojek online bisa memilih cabang Pondok Ranji. Cabang di sini terkenal punya rasa yang paling konsisten dengan bumbu lauk yang mlekoh.

    Lauk yang tersedia cukup beragam, mulai dari ayam pop, bebek cabe ijo, ayam gulai, nila bakar, rendang, babat gulai, dan masih banyak lagi.

    Di aplikasi ojek online harga lauknya dibanderol mulai dari Rp 13.000 saja.

    Lokasi tepatnya yaitu Jl. Bintaro Utama 5 Blok EB1 No.75, Pd. Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412.

    5. Telaga Sari

    RM Padang di BintaroRumah Makan Padang ini juga bisa dicoba, Punya pilihan lauk beragam dan harga terjangkau. Foto: Google Review / Vinca Amalia

    Telaga Sari juga jadi andalan warga Bintaro. Dikenal punya cita rasa bumbu yang medok dengan rasa gurih berempah yang pas.

    Dengan harga Rp 20 ribuan sudah bisa menikmati nasi bungkus dengan satu macam lauk di sini. Rendang, kikil, hingga ayam bakar menjadi lauk favorit banyak orang.

    Tetapi mereka juga punya variasi lauk lainnya, seperti ayam gulai, ayam goreng, gulai cincang, limpa, tongkol gulai kuning, dan masih banyak lagi.

    Harga per lauknya dibanderol mulai dari Rp 10.000 an.

    Rumah makan Padang ini bisa ditemukan di Jl. Ceger Raya No. 52B, Bintaro, Tangerang.

    6. Sari Indah

    RM Padang di BintaroBegini tampilan sepiring nasi Padang dari restoran Sari Indah di Bintaro. Menarik bukan? Foto: instagram @yudabustara

    Restoran nasi Padang premium juga bisa ditemukan di Bintaro. Salah satunya Sari Indah yang setiap harinya selalu ramai pembeli. Ciri khas makanan di sini yaitu lauknya ditutup dengan plastik wrapping sehingga kualitasnya tetap terjamin.

    Menu paling andalan di sini yaitu rendang, dendeng balado, ikan asam pade, sambal jengkol hingga telur dadar.

    Kamu bisa memesannya per lauk atau paket nasi bungkus dan nasi box. Kisaran harganya mulai dari Rp 18.000.

    Jika tertarik Sari Indah berlokasi di Jalan Kesehatan Raya No.27 Bintaro Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia.

    7. RM Putri Minang

    Rumah makan Padang ini juga termasuk yang populer di antara warga Bintaro karena punya cita rasa otentik.

    Kalau ke sini bisa pesan menu hemat yang harganya dibanderol mulai dari Rp 40 ribuan. Satu paketnya terdiri dari nasi rendang dan kerupuk kulit.

    Nasi ayam bakar, nasi dendeng basah, dan nasi ayam gulai di sini juga tidak kalah nikmat. Apalagi dimakan bareng kerupuk kulit dan siraman kuah gulainya.

    Rumah Makan Putri Minang bisa ditemukan di Jl. RC. Veteran Raya No.16, RT.10/RW.10, Bintaro, Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Nasi Padang Favorit Warga Bekasi, Harganya Mulai Rp 10 Ribu Saja!


    Jakarta

    Di Bekasi ada tempat makan nasi Padang yang jadi andalan warga sekitar. Menunya nasi Padang dengan lauk berbumbu medok dan harga terjangkau. Berikut rekomendasinya!

    Nasi Padang selalu menjadi makanan favorit banyak orang Indonesia. Sepiring nasi putih dengan aneka macam lauk dan siraman kuah berbumbu rempah ini memang menggugah selera. Porsinya juga komplet, jadi selalu bisa bikin perut kenyang.


    Ada banyak tempat makan nasi Padang di berbagai daerah. Misalnya di Bekasi, kamu juga bisa menemukan tempat makan nasi Padang enak. Beberapa nasi Padang juga sudah jadi langganan warga Bekasi karena rasa dan harga yang sepadan.

    Berikut 5 tempat makan nasi Padang yang jadi favorit warga Bekasi:

    1. RM Guci Indah

    Tempat makan nasi Padang di BekasiTempat makan nasi Padang di Bekasi satu ini jadi langganan banyak orang. Foto: Google Review / wawan – yustinus juniawan Nugroho

    Rumah makan Padang ini memang sudah menjadi langganan banyak warga Bekasi sejak dulu.

    Mereka menawarkan masakan Padang yang tidak pelit bumbu dan pilihan lauknya juga terbilang komplet.

    Namun kalau mau makan di sini lebih baik datang agak awal atau sebelum makan siang. Kalau setelah makan siang biasanya lauknya sudah banyak yang habis.

    Ada beberapa macam menu andalan, mulai dari Gulai Kepala Kakap, Jengkol Balado, hingga Dendeng Balado.

    Mereka juga punya menu Ayam Pop yang dimasak menggunakan resep turun temurun. Penyajiannya juga unik karena kamu akan diberi kuah terpisah yang rasanya gurih. Ada juga sambal yang cenderung pedas segar.

    Rumah makan ini juga punya beberapa lauk tambahan, seperti Tahu Asam Pedas, Telur Gulai, atau Terong Balado yang harganya dibanderol mulai dari Rp 10.000 saja.

    Kalau tertarik bisa mampir langsung ke RM Padang Guci Indah di Jl. Burangrang Raya No. 212, Bekasi Selatan, Bekasi.

    2. RM Pondok Citra

    Tempat makan nasi Padang di BekasiRM Pondok Citra juga dikenal enak karena bumbu masakannya medok dan sedap. Foto: Google Review / Alfin Daely

    RM Pondok Citra juga menjadi salah satu favoritnya warga Bekasi.

    Nasinya agak berbeda dari restoran Padang lain karena di sini cenderung lebih pulen. Namun bumbunya tetap medok dan terasa kuat.

    Salah satu menu andalan di sini yaitu Cincang Kambing yang gurih dan kaya rempah. Selain itu mereka juga punya menu lain, seperti Telur Ikan, Spesial Kepala Kakap, Tongkol Goreng, Spesial Rendang, telur bulat, dan masih banyak lagi. Harga lauknya dibanderol mulai dari Rp 13.000 an.

    Tetapi kalau tidak mau ribet bisa pesan menu paket mereka yang harganya mulai dari Rp 19.000 sudah termasuk nasi komplet dengan lauk perkedel.

    RM Pondok Citra bisa ditemukan di Jl. Burangrang Raya No.214, RT.006/RW.011, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17144.

    3. RM Putra Minang

    Tempat makan nasi Padang ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Cabangnya banyak dan sering jadi langganan banyak orang, termasuk di cabang Bekasi.

    Lauk yang tersedia cukup beragam, mulai dari Bebek Cabe Ijo, Ayam Gulai, Nila Bakar, Babat Gulai, sampai Ayam Pop.

    Mereka juga punya lauk Gulai Cincang hingga Belut Goreng renyah. Semakin enak dinikmati dengan nasi, sambal, sayuran, dan bumbu kuah nasi Padangnya.

    Harga lauk di rumah makan ini dibanderol mulai dari Rp 18.000 an saja.

    Salah satu cabangnya di Jl. Raya Kp. setu Rt, 02/ Rw, 01 Bintara Jaya Bekasi barat, kota bekasi, jawa barat, Id 17133 ( depan Indomaret bintara 9).

    4. Masakan Padang Surya Rasa

    Tempat makan nasi Padang di BekasiDengan modal Rp 16 ribuan sudah bisa makan nasi Padang enak dan puas di sini. Foto: Google Review / Heru Handoko

    Dilihat dari aplikasi ojek online, restoran Padang satu ini mendapat ulasan bintang 4.9 dari 5. Banyak warga Bekasi suka dengan rasa bumbunya dan harganya yang terjangkau.

    Dengan modal Rp 16.500 saja sudah bisa menikmati paket nasi Perkedel. Sepiringnya terdiri dari nasi putih, perkedel, sayur, sambal, dan daun singkong kuah.

    Selain itu mereka juga punya lauk lain, seperti Paru, Ayam Bakar, Ayam Goreng, Ayam Pop, Ikan Tongkol, Telur Gulai, dan masih banyak lagi. Harga menu lauknya pun dibanderol mulai dari Rp 8.000 saja.

    Jika tertarik bisa mampir langsung ke Jl. Pekayon Raya No. 77, Bekasi Selatan, Bekasi.

    5. RM Simpang Raya Bekasi

    Tempat makan nasi Padang di BekasiNasi Padang di sini punya lauk beragam dengan rasa bumbu meresap ke dalam. Foto: Instagram @simpangrayabekasi

    Kenikmatan masakan Padang di rumah makan ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Bumbunya meresap dengan rasa yang tidak terlalu pedas.

    Menu andalan di sini yaitu Rendang, Ayam Pop, Dendeng Batokoh, hingga Gulai Otak.

    Pilihan sayurannya juga lengkap. Selain Sayur Nangka, mereka juga punya sayur Jantung Pisang, Terong Teri, Pare, sampai Bunga Pepaya.

    Rumah makan Padang ini juga punya pilihan minuman dan dessert beragam. Mulai dari Es Cianjur, Sop Durian, dan masih banyak lagi.

    Harga menu lauknya dibanderol mulai dari Rp 12.000 saja.

    Lokasinya bisa ditemukan di Jl. Jenderal Sudirman No. 1, Bekasi Selatan, Bekasi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Perjuangan Mencari Kuliner Halal di Toraja, Nasi Padang Jadi Jawaban



    Rantepao

    Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk non Muslim, mencari makanan halal di Toraja jadi ‘PR’ bagi traveler beragama Islam. Tapi jangan takut, ada nasi Padang.

    Ya, mencari makanan halal di Toraja memang susah-susah gampang. Namun seiring perkembangan pariwisata dan masuknya pendatang, serta kebutuhan akan makanan halal, sekarang sudah banyak tempat makan di Toraja yang menyediakan makanan halal.

    Dari sekian banyak pilihan kuliner, nasi Padang jadi pilihan yang ‘aman’ bagi wisatawan. Secara rasa dan selera, nasi Padang pasti masuk ke semua kalangan.


    Ada banyak tempat makan yang menjual nasi Padang di Toraja. Salah satunya adalah Rumah Makan Ranah Minang yang beralamat di Jalan Pongtiku Nomor 5 C, Rantepao, Toraja Utara.

    Di rumah makan ini, sudah terkenal akan nasi Padangnya yang ‘cocok’ di lidah. Pantas jika pengunjung silih berganti mendatangi rumah makan ini.

    detikTravel pun mencoba beberapa menu yang tersedia di RM Ranah Minang. Ada udang goreng, peyek ikan lure atau ikan teri, serta ikan cerede alias ikan kecil-kecil yang dimasak balado dengan potongan tempe.

    Tak butuh waktu lama, makanan yang dipesan oleh detikTravel sudah terhidang di meja makan. Dari penampakannya, cukup menggiurkan.

    Begitu dicoba, ternyata benar, rasa nasi Padang di rumah makan ini cocok di lidah. Perpaduan rasa asin, gurih dan pedas begitu terasa di lidah. Enak!

    Untuk harga yang dibanderol, rasanya cukup sepadan dengan banyaknya porsi yang diberikan. Per porsi nasi padang dengan aneka lauk berkisar Rp 25.000 saja.

    Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan nasi Padang sebagai pilihan yang ‘aman’, karena sudah pasti kehalalannya untuk dikonsumsi selama liburan. Berbekal sepiring nasi Padang, kami pun siap melanjutkan perjalanan untuk menjelajahi keindahan budaya dan alam Toraja.

    Simak terus keseruannya ya!

    Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengenal Nagari Kapau, Kampung yang Menjadi Asal-usul Nasi Kapau


    Jakarta

    Bagi travelers pecinta kuliner, tentu sudah tidak asing dengan nasi kapau. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang lezat di mulut. Maka tak heran kalau banyak pecinta nasi kapau dari berbagai daerah di Tanah Air.

    Jika kamu warga Jakarta, kalian bisa mencoba nasi kapau autentik yang terletak di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Bertepatan di samping fly over, berjejer penjual nasi kapau yang menyuguhkan puluhan lauk yang menggugah selera.

    Namun, banyak yang mengira kalau nasi kapau berasal dari Padang. Sebab, nasi kapau ataupun nasi padang memang sama-sama dari Sumatera Barat.


    Namun, nasi kapau sendiri berasal dari sebuah kampung kecil bernama Nagari Kapau. Penasaran dengan kampung yang menjadi asal-usul nasi kapau? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Mengenal Nagari Kapau, Asal Mula Hadirnya Nasi Kapau

    Nagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. Jaraknya sekitar 4 kilometer dari ibu kota kecamatan dan 74 kilometer dari ibu kota kabupaten.

    Sebenarnya, tak ada yang begitu spesial dari kampung ini. Lanskap alam yang indah dan hijau menjadi pemandangan umum seperti nagari-nagari atau kampung lainnya di Tanah Minang. Hal ini wajar karena sebagian besar lanskap kampung ini adalah sawah.

    Gerbang penanda masuk Nagari KapauNagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. (detikTravel)

    Luas Nagari Kapau tercatat 5,54 kilometer persegi atau 5,78 persen dari luas wilayah Kecamatan Tilatang Kamang. Mengutip e-jurnal Kecamatan Tilatang Kamang dalam Angka oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam, jumlah penduduk nagari yang terdiri dari 12 jorong (kampung) tercatat sebanyak 3.129 jiwa pada 2019.

    Sebagian besar penduduk Nagari Kapau berprofesi sebagai petani. Namun, ada juga yang menjadi pedagang, terutama penjual makanan. Akan tetapi jumlahnya terbilang sedikit.

    Meski tak banyak masyarakat yang berprofesi sebagai penjual makanan, tetapi makanan yang paling terkenal dari nagari tersebut adalah nasi kapaunya. Hebatnya, nasi kapau justru tersebar hingga ke berbagai daerah di Tanah Air karena terkenal akan kelezatannya.

    Penggunaan nama nasi kapau dipakai oleh para pedagang generasi pertama. Hal ini dilakukan untuk membedakan nasi mereka dengan nasi padang lainnya. Kemudian, nama tersebut terus dipakai oleh setiap pedagang yang benar-benar berasal dari Kapau atau memiliki hubungan kekerabatan dengan Nagari Kapau.

    Meski terkenal hingga ke pelosok daerah, tetapi penjual nasi kapau di Nagari Kapau sendiri sangat sedikit, hanya ada tujuh tempat makan. Itu pun dengan tampilan rumah makan yang sederhana.

    Ciri Khas dari Nasi Kapau

    Salah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. Namun, nasi kapau tak langsung terkenal di masyarakat karena berkembang secara bertahap.

    Pada akhir 1960-an, gulai kapau mulai dijajakan ke kampung-kampung atau diletakkan dalam periuk di atas senggan rotan yang dijunjung di kepala. Sejatinya, keunikan dari nasi kapau adalah penampilan makanannya yang berbeda dari hidangan lainnya.

    Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSalah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

    Tak seperti di restoran, setiap lauk atau gulai nasi kapau akan ditempatkan dalam panci besar yang bersusun-susun tinggi ke atas, lalu diletakkan di antara bangku tempat para pembeli makan dengan si penjual.

    Untuk menyendok atau mengambil gulai juga unik karena menggunakan sendok dari batok kelapa bertangkai panjang. Soalnya, di antara susunan panci-panci gulai tersebut ada yang terlalu jauh jika dijangkau tangan tanpa alat bantu.

    Hebatnya, penyajian nasi kapau saat ini tidak ada perbedaan dari zaman dahulu. Puluhan lauk akan ditaruh di wadah, lalu disusun bertingkat dengan posisi penjual yang lebih tinggi dari pembeli.

    “Kemudian masyarakat makan berguyub bersama. Pedagang dan penikmat makanan juga saling berinteraksi,” kata sejarawan kuliner Indonesia, Fadly Rahman beberapa waktu lalu.

    Fadly mengungkapkan, nasi kapau diyakini sudah ada sejak abad ke-19, tepatnya saat zaman kolonial Belanda. Jejaknya lalu beriringan dengan tradisi merantau dan berdagang di kalangan masyarakat Minang. Kala itu, para wanita yang ditinggal suaminya merantau, mendirikan usaha rumah makan.

    Mereka menawarkan nasi dan aneka lauk khas Minang, tetapi ada beberapa jenis lauk yang hanya ada di Kapau, seperti gulai kapau dan tambusu. Selain dijual di wilayah Kapau, para wanita ini juga membuka warung cukup jauh dari wilayah asalnya. Fadly menyebut ada banyak warung nasi kapau yang berdiri di Pasar Payakumbuh pada 1911.

    Mengenai ciri khas tampilan nasi kapau yang disusun bertingkat, travelers bisa melihatnya di kedai-kedai nasi kapau di Pasar Lereng Kota Bukittinggi, jaraknya sekitar 8 kilometer dari Nagari Kapau. Tempat itu dikenal dengan nama Los Lambuang dan disebut-sebut sebagai surganya nasi kapau di Bukittingi.

    Mengutip arsip berita detikFood, kata Los Lambuang diibaratkan sebagai food court di dalam sebuah mall. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, kata ‘Los’ berarti lorong dan ‘Lambuang’ berarti lambung.

    Salah satu kedai nasi kapau yang cukup terkenal di sana adalah Kedai Nasi Kapau Uni Lis. Ia telah berjualan nasi kapau sejak tiga generasi. Penikmat nasi kapau buatan Uni Lis kebanyakan juga datang dari para pesohor ternama di Tanah Air.

    “Yang paling khas itu ya tambunsu. Tidak semua penjual nasi di Sumatra Barat yang ada tambunsunya. Hanya ada di nasi kapau,” ujar Nurfida, salah satu karyawan Kedai Nasi Kapau Uni Lis.

    Perbedaan Nasi Kapau dengan Nasi Padang

    Beberapa orang menganggap nasi kapau dan nasi padang adalah hal yang sama. Sebab, cita rasa dari kedua makanan tersebut mirip-mirip sehingga dianggap sama saja.

    Padahal, nama nasi padang biasa digunakan oleh pemilik rumah makan yang umumnya dari Sumatera Barat, terutama dari kota Padang. Sementara itu, nasi kapau memang digunakan oleh penjual makanan dari daerah Nagari Kapau.

    Pedagang menyiapkan nasi kapau pesanan pengunjung di Los Lambuang Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (18/6/2023). Kawasan Los Lambuang yang merupakan lokasi wisata kuliner di kota Jam Gadang itu ditetapkan pemerintah daerah setempat sebagai zona dengan kuliner yang memenuhi kriteria halal, aman, dan sehat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YUBeragam menu di nasi kapau (Iggoy el Fitra/Antara)

    Jika travelers berjalan-jalan ke Los Lambuang di Bukittinggi, kamu akan menemukan banyak penjual lapau nasi kapau yang punya keunikan tersendiri. Keunikan yang pertama adalah pada nama nasi kapaunya, yakni hampir seluruh penjual nasi kapau selalu menggunakan nama ‘Uni’ untuk menamai lapaunya.

    “Hampir seluruhnya pakai nama Uni. Ada Uni Pit, Uni Lis dan lain sebagainya,” ujar Pakar Kuliner Minang, Reno Andam Suri.

    Lalu, keunikan lainnya juga terdapat pada warna lapau. Reno mengatakan lapau nasi kapau di Los Lambuang semuanya berwarna biru. Sebab, biru adalah warna kebanggaan masyarakat Bukittinggi.

    Kemudian, terdapat aturan tidak tertulis mengenai penggunaan label ‘Kapau’ pada nama lapau di Los Lambuang. Jadi, hanya pedagang yang berasal dari Nagari Kapau yang boleh menamai lapaunya dengan label ‘Kapau’.

    Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSedap…. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

    Ingin mencoba nasi kapau, tapi bingung saat memilih lauknya? Pastikan travelers memesan gulai kapau yang sangat khas dengan warna kunyitnya. Rasanya gurih dan lumayan pedas dapat menambah kenikmatan saat makan.

    Sayur gulai sendiri terdiri dari potongan nangka muda, rebung, kol, pakis, kacang panjang, dan jengkol. Semuanya berada dalam kuah yang tidak terlalu kental.

    Menu wajib lainnya dari nasi kapau adalah gulai tunjang atau kikil, serta usus yang merupakan campuran telur dan tahu yang dilumatkan. Selain itu, ada masakan lain yang juga menggugah selera, seperti dendeng balado, ayam gulai, hingga ayam rendang.

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ada Benarnya, Bukti Ilmiah Sebut Makan Pakai Tangan Lebih Menyehatkan


    Jakarta

    Makan menggunakan tangan seringkali dianggap kuno atau kurang higienis di era modern yang serba praktis. Padahal, tradisi ini telah dilakukan berabad-abad pada berbagai budaya, termasuk Indonesia. Menariknya, sejumlah ahli menilai kebiasaan sederhana ini justru punya manfaat kesehatan, baik dari pencernaan hingga metabolisme tubuh.

    Penjelasan ahli bedah NHS di Inggris, Dr Karan Rajan, makan menggunakan tangan mendorong kita untuk lebih pelan dan sadar ketika menikmati makanan. Sentuhan jari pada makanan dapat merangsang indera peraba, penglihatan, hingga penciuman, sehingga proses makan terasa lebih utuh. Hal ini dapat membuat otak lebih cepat mengenali rasa kenyang, mengurangi risiko makan berlebihan, sekaligus meningkatkan kesehatan cerna.

    Tak hanya itu, paparan mikroba dalam jumlah kecil yang tidak berbahaya dari tangan yang bersih diyakini dapat melatih sistem imun. Dengan kata lain, praktik sederhana ini dapat memberi latihan alami pada usus untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Hasilnya tubuh tidak hanya mendapat asupan nutrisi yang lebih baik, tetapi juga daya tahan yang lebih kuat.


    Tapi benarkah klaim tersebut punya bukti ilmiah? Mari ditelusur satu persatu.

    Bukti Ilmiah yang Mendukung

    Beberapa klaim Dr Rajan ternyata punya dasar ilmiah. Salah satunya terkait kebiasaan mengunyah lebih lama.

    Penelitian Department of Food Science and Technology, University of California menunjukkan mastikasi atau proses mengunyah dapat meningkatkan aliran air liur dan sekresi enzim amilase yang penting untuk memecah karbohidrat. Artinya, makan dengan ritme lebih lambat memang membantu kerja pencernaan lebih maksimal.

    Selain itu, studi terbaru di Journal Eating Behaviors menemukan bahwa makan dengan tempo lambat bisa menurunkan jumlah asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang. Hal ini mendukung klaim bahwa makan dengan penuh kesadaran dapat membantu mencegah makan berlebihan.

    Selain itu, tahun 2021 dalam European Journal of Nutrition melaporkan bahwa kecepatan makan mempengaruhi metabolisme. Mengunyah lebih lama dan memperlambat proses makan terbukti membantu respon insulin lebih baik dan menstabilkan lonjakan gula darah setelah makan, serta rasa kenyang

    Namun, perlu diketahui bahwa pernyataan makan dengan tangan secara alami memperlambat mengunyah makanan lebih lama, belum ada penelitian ilmiah yang mendukung. Bisa jadi makan dengan alat makan juga bisa memperlambat proses mengunyah makanan. Maka diperlukan studi yang membandingkan kedua hal tersebut.

    Hipotesis yang Perlu Diteliti Lebih Lanjut

    Meski begitu, tidak semua klaim Dr Rajan sudah terbukti secara ilmiah. Ada beberapa yang masih berupa hipotesis dan perlu adanya riset lebih lanjut.

    Misalnya, klaim bahwa makan dengan tangan bisa memberi “latihan kecil” pada sistem imun karena adanya paparan mikroba tidak berbahaya. Hingga kini, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti pengaruh makan pakai tangan terhadap keseimbangan mikrobiota usus atau imunitas tubuh.

    Lebih Baik Mana, Makan Pakai Tangan atau Alat Makan?

    Perdebatan tentang lebih baik makan pakai tangan atau menggunakan alat makan seperti sendok dan garpu sebenarnya tidak mempunyai satu jawaban pasti. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, jika dilihat dari aspek kesehatan, kebersihan, maupun budaya.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menggunakan alat makan cenderung lebih higienis, terutama ketika fasilitas cuci tangan terbatas. Pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penyakit diare dan infeksi pencernaan sebelum makan. Beberapa studi menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia soal mencuci tangan sebelum makan, terutama pada praktik cuci tangan yang benar. Sehingga dalam konteks ini, alat makan bisa berfungsi sebagai “pelindung” antara mikroba yang ada di tangan dengan makanan yang akan dikonsumsi.

    Sementara itu, makan dengan tangan memiliki nilai budaya yang kuat di Indonesia serta dipercaya meningkatkan pengalaman sensorik dan kedekatan emosional dengan makanan. Dari sisi psikologis, riset tentang mindful eating juga mengaitkan keterlibatan kesadaran penuh saat makan dengan konsumsi yang lebih lambat, meski belum ada penelitian yang secara langsung membandingkan tangan dan sendok.

    Melihat kondisi di Indonesia, pilihan yang paling efektif dan bermanfaat bergantung pada kondisi. Dalam tradisi atau acara keluarga, makan pakai tangan bisa memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan pengalaman makan yang lebih personal.

    Namun, di tempat umum atau lingkungan dengan sanitasi kurang terjamin, penggunaan alat makan jelas lebih disarankan. Intinya tetap sama yaitu menjaga kebersihan tangan, mencuci dengan sabun, dan memastikan makanan dalam kondisi higienis.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied