Tag: nasi putih

  • Berapa Jumlah Kalori Satu Piring Nasi Putih? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Nasi putih adalah makanan pokok yang tidak sulit ditemukan di berbagai belahan dunia, terutama Indonesia. Layaknya makanan lain, nasi putih mengandung kalori yang merupakan sumber energi.

    Seperti yang umum diketahui, tubuh memerlukan kalori dalam jumlah tertentu. Kekurangan atau kelebihan kalori akan berdampak buruk pada fungsi tubuh. Nah, berapakah kalori dalam dalam nasi putih dan apakah sesuai kebutuhan tubuh?

    Kalori Dalam Satu Piring Nasi Putih

    Satu piring dalam tulisan ini setara dengan 100 gram atau kira-kira dua centong nasi putih. Situs Kemenkes menjelaskan, tiga centong nasi putih setara 150 gram. Dikutip dari beberapa sumber, kandungan kalori nasi putih adalah:


    Menurut USDA

    Dalam 100 gram nasi putih terkandung kalori 130 kal. USDA menuliskan nasi putih sebagai beras putih.

    Jurnal Agroteknologi

    Dalam artikel berjudul Analisis Kandungan Karbohidrat, Glukosa, dan Uji Daya Terima pada Nasi Bakar, Nasi Panggang, dan Nasi Biasa yang ditulis oleh Kana Satria Arif Mukti, dkk, mengutip buku Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) karya MK Mahmud, dkk, dalam 100 gram nasi putih terkandung kalori 180 kal.

    Ahli Gizi

    Ayu Putri Ariani dalam buku berjudul Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan menjelaskan, sebanyak 100 gram nasi putih mengandung 175 kal.

    Kandungan lain dalam 100 gram nasi putih menurut USDA adalah 2,69 gram protein, lemak sebesar 0,28 gram, dan karbohidrat sebesar 28,2 gram.

    Mana yang Lebih Tinggi Kalori, Nasi Putih Atau Mi Instan?

    Dikutip dari situs Very Well Fit, setengah paket mi instan memiliki sekitar 190 kalori, 27 gram karbohidrat, dan 7 gram lemak total. Satu bungkus mi instan dapat mengandung sekitar 1.330 mg sodium.

    Kandungan kalori dalam mi instan juga dituliskan dalam sumber berikut

    Situs Pascasarjana Unair

    Dalam situs tersebut dijelaskan, satu bungkus mi instan mengandung kurang lebih kalori 350 kal. Satu bungkus dalam kondisi mentah setara dengan kurang lebih 80 gram.

    Situs FKM UIN Sumatra Utara

    Situs tersebut menjelaskan, satu bungkus mi instan seberat 85 gram mengandung kalori 380 kal.

    Repository Unissula

    Tulisan yang mengutip buku Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan menjelaskan, dalam 50 gram mi instan terkandung kalori 168 kal.

    Dengan penjelasan ini bisa diketahui total kandungan kalori dalam 100 gram mi instan. Secara umum, dalam 100 gram mi instan terkandung lebih banyak kalori dibanding 100 gram nasi putih.

    Mi instan memang bisa menjadi alternatif pengganti nasi, namun patut dipertimbangkan jumlah kalori dalam kedua hidangan tersebut. Dalam mi instan juga terkandung natrium dan lemak yang cukup tinggi serta rendah serat.

    Kalori Harian Setiap Orang dan Cara Menghitungnya

    Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2019 menjelaskan, secara umum kebutuhan kalori orang Indonesia adalah 2.100. Namun, kebutuhan kalori bisa dihitung secara detail bergantung kondisinya.

    Berikut ini cara menghitung kebutuhan kalori per hari dikutip dari situs Kemenkes:

    1. Ketahui tinggi badan dalam satuan cm

    2. Ketahui berat badan dalam satuan kg

    3. Ketahui berat badan ideal (BBI), dengan cara:

    BBI = (TB-100) – (10% dari hasil TB – 100)

    4. Ketahui Kebutuhan Kalori Basal (KKB), dengan cara:

    • Laki-laki: 30 kkal x BBI
    • Perempuan: 25 kkal x BBI.

    Contohnya, seorang wanita memiliki berat badan 60 kg dengan tinggi 165 cm. Lalu, berapa kalori harian yang ia miliki?

    BBI = (165-100) – (10% (165-100))

    BBI = 65 – 6,5 = 58,5

    KKB = 25 kkal x 58,5 = 1.462,5

    Maka, kalori harian yang dimiliki wanita tersebut adalah 1.462,5.

    Dengan penjelasan ini dapat diketahui jumlah kalori dalam nasi putih, serta seberapa banyak bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga bisa diketahui jumlah mi instan yang dikonsumsi sebagai pengganti kebutuhan kalori nasi putih.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Selebgram Ayu Puspa Sukses Turunkan BB 15 Kg dalam 6 Bulan, Rahasianya Simpel


    Jakarta

    Ayu Puspa menceritakan perjalanan dietnya berhasil menurunkan berat badan dari sebelumnya 64 kg hingga menjadi 49 kg dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Selebgram yang viral karena video Kim Seon Ho Smile Challenge itu menceritakan dirinya sempat mengalami kenaikan berat badan secara drastis.

    Berat badannya sempat melonjak dari 50 kg ke 64 kg hanya dalam waktu 2 bulan. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, salah satunya kebiasaan konsumsi minuman manis.

    “Puspa itu dari 64 itu ke 49 kg. Itu awalnya itu (naik) dari 50 ke 64 dalam 2 bulan, karena puspa kebanyakan minum teh manis gula, itu bikin naik sekitar 10 kg-an dalam waktu dua bulan. Gara-gara suka minuman manis, minuman yang instan-instan gitu,” kata perempuan berusia 30 tahun tersebut ketika ditemui detikcom di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025).


    Karena menyadari berat badannya naik drastis, Ayu Puspa memutuskan untuk menjalani diet sehat. Selama proses tersebut, ia fokus membatasi asupan gula, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kualitas tidur.

    Meski sedang diet, Ayu Puspa tetap mengonsumsi nasi putih, namun hanya sekali sehari. Ia mengaku belum bisa sepenuhnya lepas dari nasi putih.

    “Puspa tetap makan nasi tapi sehari paling sekali ya. Malamnya nggak makan. Kalau lapar, malam hari Puspa ganti pakai buah gitu ya, sama air putih, gimana caranya perut kenyang sama air,” ceritanya.

    “Akhirnya lama-lama terbiasa, terbiasa nggak makan. Jadi nggak kayak pengin makan terus,” tambah Ayu Puspa.

    Ia mengaku merasakan perubahan besar setelah berhasil menurunkan berat badan 15 kg. Ia merasa tubuhnya terasa lebih ringan dan tidak mudah capek.

    Hal ini membuatnya bisa lebih aktif untuk beraktivitas sehari-hari.

    “Badan yang jelas pasti ringan, kayak lebih fresh, nggak gampang capek. Terus jadi lebih fokus ya,” tandasnya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Diet Sambil Tetap Makan Nasi Putih? Bisa Kok, Begini Caranya

    Jakarta

    Nasi putih sering dianggap sebagai ‘musuh’ saat diet. Pasalnya, banyak orang yang beranggapan makan nasi putih dapat menggagalkan diet dan bahkan memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

    Nasi putih mengandung karbohidrat sederhana, yaitu jenis karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini membuat tubuh cepat lapar, sehingga mendorong keinginan untuk makan lebih banyak.

    Nasi putih juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga dapat dengan mudah menyebabkan kenaikan gula darah. Kedua faktor inilah yang dapat mengganggu program diet dan menghambat penurunan berat badan.


    Lantas, apakah seseorang yang sedang diet benar-benar harus stop makan nasi?

    Spesialis gizi dr Davie Muhamad, SpGK, mengungkapkan makan nasi putih selama diet tetap diperbolehkan. Pasalnya, nasi putih menyediakan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi.

    Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah porsi dan defisit kalori. Jadi, porsi nasi putih disesuaikan agar mencapai defisit kalori, sehingga mempercepat penurunan berat badan.

    “Jadi, nasi masih nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-beda,” ujar dr Davie kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Apa itu defisit kalori? Dikutip dari Healthline, defisit kalori adalah kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan jumlah yang masuk ke dalam tubuh.

    Jadi jika seseorang biasanya membutuhkan 1.800 kalori per hari, bisa dikurangi secara perlahan agar kebutuhan kalorinya menjadi 1.500 dan seterusnya.

    Tingkatkan Asupan Protein

    Selain memerhatikan jumlah karbohidrat dan kalori, dr Davie juga menekankan pentingnya asupan protein dan serat. Protein dibutuhkan untuk mempertahankan massa otot, sedangkan serat membantu melancarkan pencernaan.

    Keduanya juga dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, dua hal yang berkontribusi dalam penurunan berat badan.

    Berikut contoh pola diet seimbang dengan tetap makan nasi untuk sarapan, makan siang, dan malam:

    • Karbohidrat, seperti nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh

    dr Davie menambahkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Sebab, makanan tersebut cenderung tinggi kalori sehingga bisa menyebabkan peningkatan berat badan.

    “Kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” imbuhnya.

    Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sebagai selingan untuk mengontrol rasa lapar.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Berat Badan Turun dan Tetap Makan Nasi? Bisa-bisa Saja, Ini Kata Dokter Gizi


    Jakarta

    Seseorang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan kerap menghindari nasi. Pasalnya, banyak yang percaya mengonsumsi nasi putih dapat menghambat keberhasilan diet yang dijalaninya.

    Tidak mudah untuk menghindari nasi, terutama mengingat nasi putih merupakan makanan pokok sehari-hari di Indonesia. Beberapa orang bahkan belum benar-benar merasa kenyang jika belum makan nasi putih.

    Lantas, apakah benar nasi putih bisa menghambat proses menurunkan berat badan? Spesialis gizi dr Davie Muhamad, SpGK, mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, boleh-boleh saja makan nasi saat sedang diet untuk menurunkan berat badan, asalkan disesuaikan dengan kebutuhan kalori.


    “Jadi, makan nasi nggak masalah asal porsinya disesuaikan, tergantung tiap orang. Karena setiap orang itu kebutuhan kalorinya berbeda-beda,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    dr Davie menjelaskan prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah defisit kalori. Misalnya, jika seseorang biasanya membutuhkan 1.500 kalori per hari, maka bisa dikurangi secara perlahan menjadi 1.300 kalori.

    Kebutuhan kalori tersebut juga tidak harus serta merta dicukupi dalam satu kali makan. dr Davie mengatakan kebutuhan kalori per hari dapat dibagi menjadi beberapa porsi makan.

    “Kita ambil contoh, misalnya 1 hari diberikan 1.500 kalori. Itu nanti dibagi tiga kali makan, dan dua kali selingan,” tuturnya.

    Pentingnya Pola Diet yang Seimbang

    Selain mempertimbangkan karbohidrat, asupan gizi lain seperti protein dan serat juga harus dicukupi. Protein berfungsi untuk mempertahankan massa otot, sementara serat dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

    “Jadi lebih baik mencoba diet gizi seimbang yang sederhana, makannya tiga kali sehari, dan masih mengenyangkan. Karea kalau diet kita nggak boleh yang namanya kelaparan, nanti jadinya malnutrisi,” tegasnya.

    NEXT: Contoh Pola Diet dengan Tetap Makan Nasi

    Contoh Pola Diet dengan Tetap Makan Nasi

    Berikut pola diet dengan tetap mengonsumsi nasi putih saat makan pagi, siang, dan malam yang dianjurkan dr Davie:

    • Karbohidrat, misalnya nasi setengah porsi (setengah centong nasi atau 5-6 sendok makan)
    • Protein, bisa berupa daging ayam atau ikan dengan ukuran setengah telapak tangan 2 potong, bisa juga diganti dua butir telur (bisa dikombinasikan)
    • Lauk nabati, seperti tahu atau tempe sebanyak satu potong atau sekitar 50 gram
    • Serat, seperti sayur-mayur yang bervariasi sebanyak satu piring kecil atau mangkuk sedang penuh.
    • dr Davie juga menekankan pentingnya mengurangi makanan yang digoreng lantaran mengandung kalori tinggi.

    “Perlu diingat, dalam satu piring disarankan minim yang digoreng. Karena lemak atau yang digoreng-goreng itu tinggi kalori. Jadi kalau dari saya boleh saja ada yang digoreng tapi nggak semuanya,” ungkapnya.

    Tidak lupa, mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi buah-buahan yang kaya serat untuk mengontrol rasa lapar.

    “Nanti selingan utamanya buah-buahan bervariasi, tinggi serat, untuk membantu mengontrol rasa lapar kita. Ini biasanya dua jam setelah makan pagi (sekitar jam 10)dan jam 3 sore,” pungkas dr Davie.

    (ath/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Makan Nasi Bikin Gemuk dan Berat Badan Naik, Apa Benar?


    Jakarta

    Banyak orang menghindari konsumsi nasi saat diet, karena dianggap dapat menaikkan berat badan. Namun, anggapan tersebut dinilai salah oleh beberapa ahli.

    Nasi merupakan makanan pokok di beberapa negara. Makanan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi ini ditakuti oleh beberapa orang. Apalagi mereka yang melakukan diet.

    Dilansir dari Food NDTV (20/5), ternyata anggapan nasi tak baik untuk diet ini adalah mitos. Hal ini dijelaskan oleh pelatih kebugaran, Simran dalam videonya di Instagram.


    Simran menjelaskan bahwa nasi tidak secara langsung dikaitkan dengan penambahan berat badan. Namun, jika mengonsumsi nasi secara berlebihan yang menyebabkan penambahan berat badan.

    Hot cooked rice with steam rising.nasi putih Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    Pelatih kebugaran ini juga menjelaskan cara menikmati nasi tanpa rasa bersalah. “Pertama-tama minumlah segelas air 10-12 menit sebelum duduk untuk makan siang atau makan malam,” ujarnya dalam video.

    Simran juga mengatakan kalau mengonsumsi nasi putih ini harus dilanjutkan dengan mengonsumsi salad atau sayuran lainnya. “Ikuti kontrol porsi dengan nasi dan konsumsi lebih banyak dal (olahan kacang),” jelasnya.

    Selain itu, Simran juga memberikan tips penting dalam mengonsumsi nasi saat diet. “Penting untuk makan secara perlahan dan menikmati makanan itu di setiap gigitan,” ujarnya.

    “Hindari menonton TV atau telepon sambil makan, ini akan mencegah makan berlebihan,” lanjut Simran.

    Simran juga mengungkapkan bahwa makan nasi tidak akan menyebabkan diabetes. Atur porsinya dan jangan makan berlebihan. Pastikan juga untuk mengubah pola hidup lebih aktif.

    “Berfokuslah untuk aktif, gerakkan tubuh, makan makanan seimbang, dan berhenti merasa takut dengan segala sesuatu yang dilihat di internet,” kata Simran.

    Annelie Vogt von Heselholt, selaku ahli diet juga menjelaskan kalau nasi tak buruk dikonsumsi saat diet. “Nasi, terutama nasi merah kaya serat, mangan, selenium, zat besi, magnesium, zinc, dan vitamin B. Serat secara khusus dapat membantu melancarkan pencernaan dan membantu rasa kenyang lebih lama,” ungkapnya seperti dikutip dari Men’s Health (22/7/2023).

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Berapa Kalori Nasi Putih dan Mie Instan?

    Jakarta

    Kalori nasi putih dan mie instan termasuk tinggi sesuai peruntukannya sebagai makanan pokok. Buku Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan dari Putri Arini, mencatat jumlah kalori keduanya sebagai berikut:

    • Nasi putih (100 gram): 175 kalori
    • Mie Instan (50 gram): 168 kalori.

    Kalori mie instan sesungguhnya lebih tinggi daripada nasi putih. Apakah artinya nasi putih lebih baik untuk diet atau sebaliknya?

    Kalori Nasi Putih dan Mie Instan serta Kandungan Nutrisi Lainnya

    Dikutip dari Healthline, berikut informasi lengkap kandungan nutrisi nasi putih dan mie instan


    1. Nasi Putih (100 gram)

    • 123 kalori
    • 2,9 g protein
    • 30 g karbohidrat
    • 0,4 g lemak
    • 0,9 g serat
    • 1% folat dari RDI (angka kecukupan gizi yang dianjurkan)
    • 18% mangan dari RDI
    • 5% tiamin dari RDI
    • 13% selenium dari RDI
    • 12% niasin dari RDI
    • 1% zat besi dari RDI
    • 8% vitamin B6 dari RDI
    • 6% fosfor dari RDI
    • 4% tembaga dari RDI
    • 2% magnesium dari RDI
    • 2% seng dari RDI.

    2. Mie Instan (85 gram)

    • 188 kalori
    • 27 g karbohidrat
    • 7 g lemak total
    • 3 g lemak jenuh
    • 4 g protein
    • 0,9 g serat
    • 8,61 g sodium
    • 43% tiamin dari RDI (angka kecukupan gizi yang dianjurkan)
    • 12% folat dari RDI
    • 11% magan dari RDI
    • 10% zat besi dari RDI
    • 9% niacin dari RDI
    • 7% riboflavin dari RDI.

    Dengan jumlah yang lebih sedikit, kalori mie instan lebih tinggi daripada nasi putih. Jumlah kalori dalam mie instan bisa berubah bergantung pada jumlah dan bumbu pendukung.

    Kalori Nasi Putih dan Mie Instan, Mana yang Lebih Sehat?

    Total kalori dalam mie instan bisa makin tinggi seiring bahan dan bumbu lain yang digunakan. Kalori inilah yang berisiko mengakibatkan berat badan makin meningkat.

    Selain kalori, mie instan juga minim kandungan nutrisi lain serta tinggi garam. Karena itu, bagi yang sedang diet atau menerapkan pola hidup sehat sebaiknya jangan dulu makan mie instan.

    Sebagai catatan, pola hidup sehat dan keberhasilan diet hanya bisa dicapai dengan konsumsi makanan bergizi dan olahraga. Karena itu, pastikan konsumsi nasi putih secukupnya lengkap dengan sayur dan buah.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! Ini 5 Efek Samping Kebanyakan Makan Nasi Putih


    Jakarta

    Menjadi makanan pokok orang Indonesia, nasi putih sebenarnya punya risiko untuk kesehatan. Jika dikonsumsi berlebihan, maka lima efek samping untuk kesehatan berikut dapat terjadi.

    Banyak orang Indonesia merasa belum makan kalau belum menikmati nasi putih. Sumber karbohidrat ini berasal dari beras dan kerap dinikmati dengan berbagai lauk pendamping.

    Mengutip Healthline, berbeda dengan beras merah yang mengandung dedak yang kaya serat, kuman baik, dan endosperm yang kaya karbohidrat, nasi putih dihilangkan dedak dan kumannya, sehingga hanya menyisakan endospermnya.


    Kemudian diproses untuk meningkatkan rasa, memperpanjang masa simpan, dan meningkatkan khasiat masakan.

    Nasi putih bisa memberi manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam porsi aman. Namun waspadai efek sampingnya jika nasi putih dikonsumsi terlalu banyak.

    Ini 5 hal yang dapat terjadi:

    1. Meningkatkan risiko diabetes

    5 Tips Konsumsi Nasi Putih yang Aman untuk Penderita DiabetesKebanyakan makan nasi meningkatkan risiko diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

    Mengutip Eat This Not That, nasi putih mengandung indeks glikemik yang tinggi sehingga berpeluang lebih besar meningkatkan kadar gula darah.

    “Ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mengatur kadar gula darah,” kata ahli gizi Trista Best.

    Dietisian lainnya Mary Sabat mengatakan, memilih gandum utuh sebagai alternatif karbohidrat pengganti nasi putih lebih bermanfaat untuk kesehatan.

    “Mengkonsumsi nasi putih dalam jumlah sedang dan memadukannya dengan makanan kaya serat dapat membantu mengurangi efek ini [pada gula darah Anda].”

    2. Hanya memberikan sedikit nutrisi

    Dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, nasi putih lebih banyak diproses dan dihilangkan dedak dan kumannya, sehingga kandungan nutrisinya lebih rendah.

    “Proses pemurnian menghilangkan sebagian besar vitamin esensial, mineral, dan antioksidan yang ada di lapisan luar beras, dan dibandingkan dengan beras merah, yang mempertahankan nutrisi tersebut, nasi putih menawarkan lebih sedikit senyawa yang meningkatkan kesehatan,” ujar Sabat.

    Misalnya, beras merah tidak hanya mengandung lebih banyak serat dibandingkan nasi putih-3,5 gram pada beras merah dibandingkan 0,6 gram pada nasi putih-tetapi beras merah juga memiliki kadar mikronutrien lain yang lebih tinggi, termasuk zat besi, folat, dan magnesium.

    3. Picu risiko sindrom metabolik

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumKebanyakan makan nasi picu risiko sindrom metabolik. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Istilah “sindrom metabolik” mengacu pada sekelompok faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke.

    Melansir The Health Site, orang yang mengonsumsi nasi putih dalam jumlah banyak secara teratur memiliki peluang lebih tinggi terkena sindrom metabolik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

    Namun, hubungan antara penyakit ini dan penyakit jantung masih belum diketahui.

    Efek samping kebanyakan makan nasi ada di halaman selanjutnya.

    4. Sebabkan sembelit

    Salah satu perbedaan paling mencolok antara nasi putih dan jenis nasi lainnya adalah kurangnya serat.

    “Proses pemurnian nasi putih menghilangkan kandungan serat yang penting untuk kesehatan pencernaan dan menjaga rasa kenyang,” kata Best.

    Tanpa serat, efek samping nasi putih akan menjadi kurang mengenyangkan, sehingga berpotensi menyebabkan makan berlebihan atau kurang mengontrol ukuran porsi.

    “Asupan serat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit, dan dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu seperti kanker usus besar,” tambah Sabat.

    Jika Anda menggunakan nasi putih sebagai karbohidrat dalam makanan Anda, pastikan Anda menemukan cara lain untuk menambahkan serat, seperti sayuran, buah, atau kacang-kacangan.

    5. Tidak memenuhi pola diet seimbang

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumKebanyakan masih nasi bukan merupakan pola makan seimbang. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Efek samping makan nasi putih berlebihan lainnya adalah tidak sesuai dengan pola diet seimbang. Mengonsumsi terlalu banyak nasi atau makanan tertentu lainnya dapat membatasi asupan nutrisi beragam.

    Seiring waktu tubuh akan mengalami kekurangan seperti vitamin A, zinc, besi. Karena itu, penting untuk berdiskusi dengan dokter terkait porsi konsumsi nasi yang tepat.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Efek Samping Makan Nasi Putih Berlebihan, Bisa Bikin Diabetes”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Trik Makan Nasi Putih Agar Tak Bikin Gendut dan Berat Badan Naik


    Jakarta

    Nasi putih jadi kambing hitam kegagalan diet penurunan berat badan. Padahal nasi putih tetap aman dikonsumsi selama diet dengan 3 trik mudah ini.

    Nasi putih dan diet penurunan berat badan sering dipertentangkan. Rata-rata nasi putih atau beras putih dihindari dan diganti dengan beras merah dan beras coklat.

    Sebenarnya langkah ini tidak salah sebab menurut laporan Healthline, beras putih tinggi kandungan karbohidrat sederhana tetapi nyaris tak ada seratnya. Karbohidrat sederhana berkaitan dengan risiko obesitas dan penyakit kronis.


    Akan tetapi, beras putih merupakan salah satu makanan pokok sebagian besar penduduk dunia, termasuk Indonesia. Program diet bisa sulit dilakukan jika kamu tetap mencari beras merah atau cokelat padahal sulit dicari dan harganya relatif mahal.

    Oleh karena itu, ada beberapa trik konsumsi nasi putih agar tak bikin gendut atau berat badan naik meski sedang diet.

    Makan Nasi Pakai Kuah Air Putih, Pekerja Bangunan Ini Bikin Netizen SedihUkur porsi nasi putih tiap kali makan. Foto: Site News

    1. Ukur porsinya

    Porsi makanan adalah salah satu kunci diet. Nasi putih tidak akan menaikkan berat badan Anda jika porsinya tidak berlebihan. Jika biasanya makan satu piring penuh nasi putih, kurangi porsi jadi setengah atau kurang dari setengah porsi.

    Sebagaimana dilansir NDTV, hindari mengonsumsi makanan berkarbohidrat sebelum dan sesudah konsumsi nasi putih atau makan besar.

    Porsi pun bisa diakali dengan penggunaan piring atau mangkuk saji berukuran mini. Riset menunjukkan bahwa wadah makanan berukuran besar akan meningkatkan asupan terlepas apapun makanan atau minumannya.

    Sebaiknya, konsumsi nasi putih di piring atau mangkuk kecil untuk menghindari makan dalam porsi besar tanpa sadar.

    2. Banyak konsumsi sayur

    Karena merupakan karbohidrat sederhana, konsumsi nasi putih akan cepat membuat kamu lapar. Untuk menghindari hal ini, padukan dengan sayuran yang berlimpah.

    Sayuran tidak harus dalam kondisi mentah seperti pada olahan salad. Sayuran misal brokoli, kale, wortel juga sayuran lain yang dipanggang bersama minyak zaitun.

    Kemudian tambahkan porsi besar protein misalnya kacang merah, dada ayam tanpa lemak atau sup tahu.

    3. Perhatikan cara pengolahan

    Kadang kesalahan diet tidak pada pilihan bahan makanannya tetapi cara pengolahannya. Nasi putih tidak akan menyumbang kalori begitu besar jika tidak diolah menjadi nasi goreng, nasi uduk atau nasi kuning dengan santan.

    Penurunan berat badan tidak hanya soal pola makan tetapi juga aktivitas fisik. Berikan diri waktu untuk berolahraga dan tidak perlu sampai berpuasa untuk jenis makanan kesukaan. Kamu tetap bisa mengonsumsi kopi susu, kue, cheese cake atau dessert lain tapi dalam porsi moderat.

    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Cara Mengurangi Kadar Gula Dalam Nasi Putih


    Jakarta

    Nasi jadi sumber karbohidrat favorit orang Indonesia. Namun kini mulai dijauhi karena kandungan gula dalam nasi putih cukup tinggi.

    Banyak orang yang menjalani diet untuk turunkan berat badan atau mencegah penyakit kronis tak lagi mau mengonsumsi nasi putih. Nasi putih sudah diberi predikat penyebab kegemukan atau gula darah naik.

    Lalu bagaimana cara mengurangi kadar gula dalam nasi putih?


    Penderita diabetes seringkali menghindari konsumsi nasi putih karena angka indeks glikemik (GI) yang tinggi. Indeks glikemik yang tinggi membuat gula darah melonjak.

    Baca juga: 5 Makanan Alami Penurun Gula Darah dari Alpukat hingga Beras Merah

    Cara mengurangi kadar gula dalam nasi putih

    Mencegah gula berlebih yang masuk ke dalam tubuh bisa jadi langkah tepat untuk menghindari berbagai penyakit. Kamu bisa mengikuti berbagai cara mengurangi kadar gula dalam nasi putih berikut ini.

    1. Rendam beras sebelum dimasak

    Merendam beras selama beberapa jam sebelum dimasak bisa membantu mengatasi indeks glikemik tinggi di nasi. Mengutip Indian Express, merendam beras bisa membantu mengaktifkan pemecahan enzimatik pada kandungan pati di beras yang membuat karbohidrat kompleks menjadi gula yang lebih sederhana.

    Cara ini berpotensi mengurangi lonjakan gula darah saat nasi dikonsumsi. Nutrisi yang ada pun lebih mudah dicerna.

    Hot cooked rice with steam rising.Mendinginkan nasi sebelum dimakan dapat membantu menurunkan kadar gula darahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    2. Biarkan nasi hingga dingin setelah masak

    Sekelompok peneliti Polandia dari Poznan University of Medical Sciences mempelajari 32 pasien diabetes tipe 1.Mereka membandingkan kadar gula setelah makan dua makanan yang berbeda.

    Makanan pertama adalah nasi putih, sekitar 46 gram karbohidrat nasi segar. Makanan kedua dengan porsi yang sama, tetapi dibiarkan dingin di lemari es selama 24 jam, lalu dipanaskan kembali sebelum dimakan.

    Hasilnya, mengutip Business Insider, makan nasi yang didinginkan bisa menurunkan kadar gula secara signifikan dibanding nasi segar yang baru matang.

    3. Padukan dengan sumber nutrisi lain

    Mengutip Hindustian Times, seorang ahli gizi Bhuvan Rastogi mengatakan bahwa makan nasi putih dapat diseimbangkan dengan menambahkan protein dan serat yang akan membantu mencegah lonjakan gula darah.

    Contoh sederhananya, kurangi porsi nasi dan tambahkan porsi sayuran dan sumber protein agar nutrisi tetap tercukupi tanpa asupan karbohidrat berlebihan.

    Baca juga: Riders Manggung Bernadya, Buah hingga Camilan Wajib Ada!

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Fakta Konsumsi Nasi di Balik Mitos Bikin BB hingga Gula Darah Naik


    Jakarta

    Konsumsi nasi disebut cepat menaikkan berat badan. Namun, seorang ahli gizi mengungkap bahwa itu hanyalah mitos. Ini faktanya!

    Konsumsi nasi sering dihindari karena kandungan karbohidratnya dianggap dapat menaikkan berat badan. Banyak orang, terutama pelaku diet, akhirnya menghindari makan nasi.

    Namun, ahli gizi Nidhi Kakar asal India mengklarifikasi hal tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataan nasi menyebabkan berat badan naik adalah mitos belaka.


    Mengutip Food NDTV (02/07/25) berikut penjelasan ahli gizi mengenai nutrisi nasi:

    1. Apakah benar makan nasi bikin berat badan naik?

    White rice in bowlIlustrasi nasi putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

    Ahli gizi Nidhi menjelaskan konsumsi nasi tidak menyebabkan berat badan naik ataupun menyebabkan lemak perut. Itu semua tergantung dengan kalori yang diasup.

    Semakin banyak makan nasi, maka semakin banyak kalori yang diasup. Peluang berat badan bertambah akan terjadi jika kamu terlalu banyak makan nasi dan kurangnya aktivitas.

    2. Bolehkan penderita diabetes makan nasi?

    Nasi juga kerap dikaitkan dengan risiko diabetes karena kandungan gula di dalamnya. Namun, ahli gizi Nidhi menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar sama sekali.

    “Penderita diabetes tetap bisa memakan nasi, tapi dalam jumlah sedang. Akan lebih baik dipadukan dengan protein, lemak sehat, dan sayuran,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nasi mengandung energi, vitamin B, dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengonsumsi nasi juga bagus untuk mengatasi masalah pencernaan.

    Fakta tentang nasi putih ada di halaman selanjutnya.

    3. Nasi merah lebih sehat daripada nasi putih

    Rice red in bowl isolated on blue grey background has spoon close up, top view, Asian food and drink concept.Ilustrasi nasi merah. Foto: Getty Images/NNK

    Banyak pelaku diet yang beralih ke nasi merah untuk menggantikan nasi putih, karena dianggap lebih sehat. Namun, faktanya tidak demikian.

    Menurut ahli gizi Nidhi, tidak semua cocok dengan nasi merah. Sebagian orang merasa bahwa nasi merah lebih sulit dicerna karena mengandung serat dan antinutrisi.

    4. Apakah nasi dingin lebih sehat?

    Nasi dingin lebih sehat dibandingkan nasi hangat bisa jadi benar. Itu karena nasi dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi hangat.

    Mendinginkan nasi meningkatkan pati resisten, yang dicerna lebih lambat dan membantu mengatur gula darah. Kadar gula darah juga tidak akan naik terlalu cepat.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com