Tag: nasi

  • 6 Sisa Makanan yang ‘Haram’ Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Wastafel atau bak cuci piring harus selalu dijaga kebersihannya. Area ini tempat kita mencuci tangan dan membilas atau mencuci barang. Jangan sampai ada kotoran atau sisa makanan yang menghambat jalannya air sehingga air menggenang di permukaan.

    Sisa makanan yang dapat menghambat jalannya air bukan hanya dari kotoran padat, melainkan benda cair juga bisa menghambat dari dalam pipa. Biasanya hambatan dari dalam pipa dikarenakan terdapat penumpukan sampah atau kerusakan pada permukaan pipa.

    Dilansir Mr. Rooter, berikut beberapa sisa makanan yang tidak boleh dibuang di wastafel atau bak cuci piring.


    1. Sisa Tulang

    Sehabis makan sop, ayam goreng, atau ikan biasanya terdapat sisa tulang yang harus dibuang. Tulang ini berbeda dengan nasi, telur atau sayur yang bisa membusuk dan berubah lembut. Tulang membutuhkan waktu yang lama untuk berubah lunak.

    Benda yang keras apabila dibuang di tempat yang sempit seperti pipa wastafel dan bak cuci piring berisiko menyumbat saluran. Tempat yang tepat untuk membuang tulang adalah tempat sampah.

    2. Nasi, Mie, dan Pasta

    Setelah makan, biasanya ada sisa makanan yang sering lewat dibuang ke tempat sampah adalah sisa nasi, mie, dan pasta. Beberapa orang berpikir tidak masalah jika hanya 1-4 buah, tetapi sedikit apa pun nasi, mie, dan pasta yang terbuang ke pipa pembuangan wastafel tetap berisiko tersumbat.

    Sebab, ketiga macam sisa makanan tersebut dapat menyerap air dengan baik termasuk beberapa jenis cairan lain. Hal ini membuat sisa nasi, mie, dan pasta mudah lengket pada pipa pembuangan.

    3. Kopi Bubuk

    Pecinta kopi terutama yang bubuk, setelah menyesap habis, pasti terdapat sisa ampas kopi di permukaan cangkir tersebut. Sebaiknya ampas kopi tersebut dibuang di tempat sampah karena apabila dibuang ke saluran wastafel dan bak cuci piring dapat menyumbat jalan air.

    4. Air Panas

    Setelah merebus mie, masak air untuk kopi atau teh, sisa air panas jangan dibuang ke saluran pembuangan di wastafel. Air panas justru membuat saluran air meleleh dan penipisan dinding pipa.

    5. Minyak dan Lemak

    Selain air panas, sisa makanan berminyak dan berlemak juga penyebab paling fatal rusaknya pipa pembuangan di wastafel dan bak cuci piring. Minyak dan lemak susah hancur meskipun terus tersiram air. Selain itu, sisa makanan minyak dan lemak juga bisa menempel pada dinding pipa yang dapat mengeras dan menyumbat jalan air.

    Setelah memasak, kamu perlu berhati-hati saat mencuci alat masak terutama yang berminyak. Minyak dan lemak mudah menempel di dinding saluran air dan apabila terjadi penumpukan kotoran dapat menyebabkan saluran air tersumbat.

    6. Kulit Kentang dan Buah

    Sisa makanan padat lainnya yang harus dibuang di tempat sampah adalah kulit kentang dan buah. Kulit kentang dan buah sulit untuk terurai dan membusuk sehingga apabila terbuang ke dalam pipa saluran akan menyumbat saluran air.

    Itulah beberapa sisa makanan yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Mudah, Begini Perjalanan Diet Aurel Hermansyah yang Sukses Pangkas BB 15 Kg

    Jakarta

    Penampilan terbaru Aurel Hermansyah membuat warganet pangling. Pasalnya, wanita 26 tahun itu terlihat lebih langsing.

    Istri Atta Halilintar itu mengaku dirinya memang menjalani diet untuk menurunkan berat badan. Sampai saat ini, ia sukses menurunkan berat badan hingga 15 kg.

    Di awal proses penurunan berat badan, Aurel mengaku sempat salah metode diet. Hal itu membuatnya harus dirawat di rumah sakit karena penyakit asam lambungnya kambuh.


    “Kemarin aku salah dietnya. Aku punya asam lambung kumat sampai yang kayak lemas, nggak bisa makan, mual. Aku sok-sokan, ya sudah yuk diet, ternyata lambung aku nggak kuat, mual, badan menggigil,” tuturnya dalam program FYP Trans7.

    “Sekarang dietnya ke dokter gizi sama olahraga,” sambungnya.

    Aurel membagikan rahasia dietnya yang dapat memangkas bobot tubuhnya hingga 15 kg. Namun, ia memastikan cara diet setiap orang mungkin akan berbeda-beda.

    Meski diet, Aurel masih mengkonsumsi karbohidrat berupa nasi.

    “Nasi itu cuma tiga sendok makan, sama lauknya yang sehat-sehat saja,” ungkap Aurel.

    Dalam program dietnya, Aurel juga masih makan malam. Namun, menu yang dikonsumsi hanya protein saja, seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan.

    “Karena aku lagi diet, makan malam itu aku cuma boleh makan protein daging atau ikan-ikanan,” tuturnya dalam video TikToknya.

    Rajin Olahraga

    Selain mengatur pola makan, Aurel juga semakin rajin berolahraga pada malam hari. Olahraga yang dilakukan seperti pilates dan kardio.

    Menurutnya, saat ini masih lebih nyaman jalan kaki untuk membakar lemak daripada lari.

    “Aku paling jalan, nggak bisa lari. Aku belum kuat,” sambungnya.

    Melalui Instagram pribadinya, Aurel juga memperlihatkan kegiatan olahraga lainnya yang mulai digeluti. Ia terlihat mengangkat beban didampingi oleh pelatihnya.

    Meskipun sudah sukses memangkas berat badan hingga 15 kg, Aurel masih berusaha untuk menurunkannya lagi. Ia berniat ingin menurunkan 6 kg lagi.

    “Aku mau turunin 6 kg lagi, karena target aku, di bulan November nanti aku sudah nggak diet-diet,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Shindong ‘SUJU’ Buka-bukaan Sempat Pakai Obat Diet GLP-1, Tapi Nggak Ngefek

    Jakarta

    Penurunan berat badan selalu menjadi topik yang sensitif di industri hiburan. Dari diet ekstrem hingga kelelahan di pusat kebugaran, berbagai tren ini cukup umum di antara para idol.

    Namun, baru-baru ini anggota grup K-pop Super Junior, Shindong, buka-bukaan tentang perjalanan penurunan berat badannya. Ia menceritakan detail yang mengejutkan tentang diet yang dia jalani.

    Dalam episode terbaru dari acara ‘Problem Child in House’, ia berbicara tentang dietnya untuk menurunkan berat badannya. Shindong mengatakan telah berhasil menurunkan berat badan dari 116 kg menjadi 79 kg.


    Shindong memilih untuk hanya mengonsumsi nasi merah dan memadukannya dengan sedikit ikan teri yang dibungkus daun selada.

    Mengaku Pakai Suntikan Penurun Berat Badan

    Kemudian, Shindong juga mengakui bahwa ia juga mencoba suntikan penurun berat badan yang populer, Wegovy, yang mengandung hormon Glucagon-Like Peptide 1 atau GLP-1, yang saat ini populer untuk program diet.

    Saat berbicara tentang prosesnya, ia berbagi bahwa meskipun ia mencobanya dengan penuh harapan, suntikan itu tetap tidak efektif meski dengan dosis tinggi dan tak ada hasil yang nyata setelah digunakan.

    “Saya menerima suntikan secara bertahap. Saya mencoba hingga tujuh tahap, tetapi tidak ada efek,” beber Shindong yang dikutip dari Times of India, Minggu (6/7/2025).

    “Dokter berkata ‘mungkin sulit untuk makan karena pencernaan Anda tidak baik kan?’ Tetapi saya mencerna (makanan) dengan sangat baik,” sambungnya.

    Sebaliknya, Shindong akhirnya mengalami sesuatu yang disebut ‘efek yo-yo’. Kondisi itu membuat bertambah berat badan lebih banyak daripada yang ia turunkan.

    Selama wawancara, Shindong berbagi cerita pada suatu waktu soal kebiasaan makannya. Ia menghabiskan hampir 14.490.000 KRW atau sekitar 172 juta rupiah untuk mengorder makanan lewat aplikasi.

    Ketika ditanya tentang bagaimana seseorang dapat mencapai jumlah ini sebagai satu orang yang memesan satu hidangan, Shindong berbagi filosofinya. Jika seseorang memesan hidangan makanan, harus ada sesuatu untuk melengkapinya, seperti daging babi goreng dan sup atau rebusan.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Bantu Pangkas BB, Ini 5 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet

    Jakarta

    Nasi putih adalah makanan pokok yang sudah sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Tapi bagi orang-orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, nasi putih justru menjadi salah satu ‘musuh’ yang dijauhi.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, nasi putih mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menggagalkan diet. Dikutip dari laman resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram nasi putih dapat mengandung hingga 130 kalori.

    Belum lagi, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana yang dapat dengan mudah dicerna. Hal ini membuat tubuh menjadi cepat lapar, sehingga meningkatkan risiko overeating yang dapat membuat berat badan meningkat.


    Karenanya, para pejuang diet biasanya menghindari konsumsi nasi saat sedang program. Lantas, apa saja makanan pengganti nasi yang bisa membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat dan energi saat sedang diet? Berikut daftarnya.

    1. Ubi

    Ubi adalah salah satu makanan pengganti nasi yang kerap direkomendasikan untuk orang yang sedang diet. Selain mengandung karbohidrat, ubi juga kaya akan serat yang penting untuk menurunkan berat badan.

    Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Alhasil, nafsu makan menjadi lebih terkendali dan mencegah makan secara berlebihan. Hal inilah yang membantu proses penurunan berat badan.

    2. Singkong

    Sama seperti ubi, singkong juga kaya akan serat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, singkong juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti melindungi kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko sindrom metabolik.

    Namun, berhati-hatilah dalam mengolah singkong. Pasalnya, makanan ini mengandung zat glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dan menyebabkan keracunan. Karenanya, bersihkan singkong dengan baik terlebih dahulu sebelum dimasak.

    3. Quinoa

    Quinoa mungkin merupakan makanan pengganti nasi yang sudah tidak asing bagi para pejuang diet. Quinoa merupakan makanan berbentuk biji-bijian mirip kacang. Quinoa juga sering disebut sebagai ‘superfood’ untuk menurunkan berat badan loh.

    Pasalnya, quinoa mengandun berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari karbohidrat, lemak, hingga protein. Quinoa juga rendah gluten, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes atau pradiabetes.

    4. Nasi Merah

    Nasi merah kerap menjadi makanan pengganti nasi untuk diet. Salah satu alasannya karena nasi merah memiliki struktur yang sama dengan nasi putih, sehingga dapat memuaskan keinginan terhadap makanan tersebut.

    Nasi merah juga dapat melancarkan sistem pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ditambah lagi, nasi merah termasuk makanan rendah kalori, sehingga sangat cocok dikonsumsi orang yang sedang diet.

    5. Jagung

    Jagung juga dapat menjadi makanan pengganti nasi yang lebih menyehatkan. Pasalnya, jagung mengandung berbagai macam nutrisi, seperti vitamin B1, B3, B5, B9, vitamin C, serat, magnesium, dan fosfor.

    Jagung juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang signifikan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Diet Tapi Tetap Makan Nasi? Ini 3 Alternatifnya

    Jakarta

    Diet adalah aturan makan khusus untuk kesehatan. Salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Orang-orang yang berdiet biasanya mengontrol pola dan porsi makanan mereka.

    Salah satu makanan yang kerap dihindari saat berdiet adalah nasi. Mengutip Hello Doctor, nasi sering dihindari karena tinggi akan karbohidrat dan kalori. Karena rasanya yang hambar, nasi umumnya dimakan bersama berbagai lauk lain. Sehingga dalam satu porsi makanan berisi nasi dan lauk, kita cenderung mendapat asupan kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan.

    Bagi orang Indonesia yang terbiasa memakan nasi sebagai makanan pokok, menjalani diet tanpa nasi mungkin merupakan hal yang sulit. Namun jangan khawatir, ada berbagai alternatif diet yang bisa menurunkan berat badan meski tetap memakan nasi.


    Alternatif Diet Tetap Makan Nasi

    Jika detikers ingin berdiet tetapi tetap makan nasi, berikut beberapa alternatif diet yang bisa dicoba.

    1. Diet Rendah Lemak

    Mengutip Banner Health, ada beberapa jenis lemak dan tidak semuanya baik untuk tubuh. Misalnya, ada lemak jenuh yang terkandung dalam daging merah, keju, mentega, susu, dan lain-lain. Ada juga lemak trans yang rata-rata terbentuk dari makanan yang digoreng menggunakan minyak.

    Lemak jenuh dan lemak trans mampu meningkatkan kadar kolesterol sehingga sebaiknya detikers mengurangi makanan yang mengandung kedua jenis lemak tersebut.

    Tetapi, ada juga lemak yang baik untuk tubuh, seperti lemak tak jenuh yang terkandung alpukat, minyak zaitun, dan ikan salmon.

    Ketika menjalani diet rendah lemak, sebaiknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Roti, sereal, nasi, dan pasta juga boleh dikonsumsi. Daging dan susu tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilihlah bagian daging yang mengandung sedikit lemak, seperti daging ayam. Pilihlah juga susu atau yoghurt rendah lemak.

    2. Diet Vegan

    Diet vegan berarti tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan. Ini mencakup daging, susu, telur, keju, sampai madu. Protein tetap bisa didapatkan dari berbagai produk nabati seperti tahu, biji-bijian, dan susu kedelai atau susu almond. Tentu saja, nasi tetap bisa dikonsumsi.

    Mengutip Healthline, diet vegan sangat efektif dalam menurunkan berat badan sebab makanan yang dikonsumsi sangat rendah akan lemak dan tinggi akan serat, sehingga detikers akan merasa kenyang lebih lama. Selain mampu mengurangi berat badan, diet vegan mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

    3. Puasa Selang-seling (Intermittent Fasting)

    Ada alternatif diet lain bagi detikers yang tidak ingin membatasi jenis makanan yang bisa dimakan, yaitu puasa selang-seling atau intermittent fasting. Ada beberapa pola puasa yang populer, yaitu:

    • Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam sehari dan hanya boleh makan siang dan makan malam dalam periode 8 jam sisanya.
    • Metode eat-stop-eat: Tidak makan selama 24 jam setiap 1 atau 2 kali seminggu.
    • Diet 5:2: 2 kali seminggu, kurangi konsumsi kalori hingga 500-600 kalori sehari. Untuk 5 hari sisanya, detikers tidak perlu membatasi konsumsi kalori. Perlu diingat, 2 hari yang dipilih tidak boleh berturut-turut.
    • Warrior diet: Konsumsi buah dan sayur dalam porsi kecil pada siang hari, lalu makan kenyang pada malam hari.

    Intermittent fasting mampu mengurangi berat badan karena metode diet ini mengurangi konsumsi kalori keseluruhan. Tetapi ingat, diet ini tidak akan efektif jika detikers makan terlalu banyak demi mengkompensasi kalori yang dibatasi saat berpuasa.

    Perlu diingat juga bahwa metode diet ini tidak cocok untuk semua orang. Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, dan orang-orang yang underweight tidak disarankan mengikuti pola diet ini.

    Itu dia beberapa alternatif diet untuk menurunkan berat badan bagi detikers yang tetap ingin makan nasi. Namun, jangan lupa untuk tetap mengontrol porsi nasi yang dikonsumsi, ya! Perlu juga diingat bahwa tidak semua jenis diet cocok untuk semua orang. Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mengetahui jenis diet yang cocok untuk detikers.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Obesitas Berpotensi Sulit Hamil’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (fds/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Apa Benar Makan Nasi Bisa Bikin Batuk? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Karbohidrat utama yang dikonsumsi orang Asia, termasuk Indonesia adalah nasi. Namun, banyak isu menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Apa benar?

    Nasi merupakan salah satu karbohidrat utama masyarakat di negara Asia. Makanan pokok ini seringkali dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk.

    Banyak orang merasa puas ketika makan besar dengan menu utama nasi. Nasi memang mengenyangkan dan bisa menjadi sumber energi utama bagi tubuh manusia.


    Pasalnya, nasi putih merupakan karbohidrat kompleks yang akan diubah tubuh menjadi glukosa secara perlahan, kemudian menjadi bahan bakar tubuh.

    Namun, takarannya perlu diperhatikan. Terlalu banyak makan nasi putih sering dikaitkan dengan masalah peningkatan gula darah, mencegah penyerapan vitamin dan mineral, hingga memengaruhi metabolisme glukosa dalam tubuh.

    Selain itu, banyak juga perdebatan yang menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Namun, apakah benar nasi bisa berpengaruh terhadap penyakit flu dan batuk?

    Dr. Jamal A.Khan, seorang spesialis terapi sel dendritik di India, memberi penjelasan terkait hubungan antara nasi dan penyakit batuk.

    Untuk mengetahui apakah benar ada pengaruhnya atau tidak, simak penjelasannya seperti dilansir dari indianexpress.com (26/06/2024).

    1. Benarkah makan nasi bikin batuk?

    Hot cooked rice with steam rising.Ada gagasan menyebut makan nasi bisa bikin batuk. Apakah benar? Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    Selain air dingin atau es, banyak orang menghindari konsumsi nasi. Mereka menganggap sumber karbohidrat penambah energi ini menyebabkan mereka terserang flu dan batuk.

    Namun, Dr. Jamal A.Khan mengungkap jika nasi tidak menyebabkan atau memperparah batuk. Hal ini tidak seperti yang diyakini sebagian orang.

    Menurutnya nasi adalah bahan makanan yang menyehatkan. Tidak akan menyebabkan batuk dan alergi apapun. Beda dari gandum yang bisa menyebabkan alergi gluten pada sebagian orang.

    2. Apa hubungan nasi dan batuk?

    batukBanyak perdebatan terkait hubungan makan nasi dan batuk ini. Foto: Getty Images/PonyWang

    Dr. Shweta Bansal, konsultan senior pulmonologi dan pengobatan tidur dari Rumah Sakit Narayana juga menyebut kalau nasi tidak menyebabkan batuk.

    Namun, dalam beberapa kasus, batuk dapat disebabkan oleh alasan tertentu. Misalnya, jika nasi tidak dimasak dengan benar atau mengandung kontaminan. Hal itu berpotensi mengiritasi tenggorokan.

    Menghirup partikel nasi halus saat makan atau memasak juga bisa memicu batuk.

    Dr. Bansal juga menyatakan perlunya memperhatikan kebiasaan makan. Hindari makan nasi terlalu cepat karena bisa tersangkut di tenggorokan, dan dapat menyebabkan batuk.

    Namun, kejadian seperti ini jarang terjadi sehingga nasi pun dianggap sebagai makanan yang aman bagi kebanyakan orang.

    Sependapat dengan itu, Dr. Neeti Sharma, kepala ahli gizi Rumah Sakit Marengo Asia Faridabad menekankan pentingnya mengunyah secara perlahan.

    Dr. Neeti Sharma menyebut tidak ada hubungannya nasi dengan pilek dan batuk.

    “Jika sudah batuk, Anda perlu berkumur dengan baik dan membersihkan tenggorokan. Nasi tidak dapat menyebabkan batuk,” ujarnya.

    Hal yang harus diperhatikan saat makan nasi bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Hal yang perlu diperhatikan

    Nasi tergolong makanan yang lembut dan mudah ditelan.

    Oleh karena itu, Dr Sharma menunjukkan kondisi ketika seseorang sakit dan menikmati makanan hangat lembut, seperti nasi, maka hal itu tidak akan membuat tenggorokan sakit. Sebab, nasi mudah ditelan dan memberikan nutrisi yang menenangkan.

    Hal yang perlu diperhatikan adalah cara makannya. Disarankan makan nasi secara perlahan dan mengunyahnya dengan benar. Jangan ditelan begitu saja.

    Gagasan makan nasi menyebabkan batuk tidak didukung oleh penelitian ilmiah. Meskipun batuk dapat dipicu dari berbagai faktor, termasuk alergi dan infeksi pernapasan, tetapi tidak ada bukti menunjukkan konsumsi nasi secara langsung menyebabkan batuk.

    Namun, kepekaan dan alergi masing-masing individu harus selalu dipertimbangkan. Jika mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah makan nasi, sebaiknya konsultasi dengan ahli kesehatan untuk evakuasi dan mendapat panduan tepat.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • Makan Nasi Bikin Gemuk dan Berat Badan Naik, Apa Benar?


    Jakarta

    Banyak orang menghindari konsumsi nasi saat diet, karena dianggap dapat menaikkan berat badan. Namun, anggapan tersebut dinilai salah oleh beberapa ahli.

    Nasi merupakan makanan pokok di beberapa negara. Makanan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi ini ditakuti oleh beberapa orang. Apalagi mereka yang melakukan diet.

    Dilansir dari Food NDTV (20/5), ternyata anggapan nasi tak baik untuk diet ini adalah mitos. Hal ini dijelaskan oleh pelatih kebugaran, Simran dalam videonya di Instagram.


    Simran menjelaskan bahwa nasi tidak secara langsung dikaitkan dengan penambahan berat badan. Namun, jika mengonsumsi nasi secara berlebihan yang menyebabkan penambahan berat badan.

    Hot cooked rice with steam rising.nasi putih Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    Pelatih kebugaran ini juga menjelaskan cara menikmati nasi tanpa rasa bersalah. “Pertama-tama minumlah segelas air 10-12 menit sebelum duduk untuk makan siang atau makan malam,” ujarnya dalam video.

    Simran juga mengatakan kalau mengonsumsi nasi putih ini harus dilanjutkan dengan mengonsumsi salad atau sayuran lainnya. “Ikuti kontrol porsi dengan nasi dan konsumsi lebih banyak dal (olahan kacang),” jelasnya.

    Selain itu, Simran juga memberikan tips penting dalam mengonsumsi nasi saat diet. “Penting untuk makan secara perlahan dan menikmati makanan itu di setiap gigitan,” ujarnya.

    “Hindari menonton TV atau telepon sambil makan, ini akan mencegah makan berlebihan,” lanjut Simran.

    Simran juga mengungkapkan bahwa makan nasi tidak akan menyebabkan diabetes. Atur porsinya dan jangan makan berlebihan. Pastikan juga untuk mengubah pola hidup lebih aktif.

    “Berfokuslah untuk aktif, gerakkan tubuh, makan makanan seimbang, dan berhenti merasa takut dengan segala sesuatu yang dilihat di internet,” kata Simran.

    Annelie Vogt von Heselholt, selaku ahli diet juga menjelaskan kalau nasi tak buruk dikonsumsi saat diet. “Nasi, terutama nasi merah kaya serat, mangan, selenium, zat besi, magnesium, zinc, dan vitamin B. Serat secara khusus dapat membantu melancarkan pencernaan dan membantu rasa kenyang lebih lama,” ungkapnya seperti dikutip dari Men’s Health (22/7/2023).

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 3 Kombinasi Mi Instan yang Mesti Dihindari, Termasuk Tambahan Nasi

    Jakarta

    Jutaan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia, gemar menyantap mi instan. Harganya terjangkau, rasanya nikmat, hingga penyajian yang praktis menjadi alasan mi instan adalah favorit banyak orang.

    Tak jarang penggemarnya menyantap mi instan dengan ditambahkan nasi agar kenyang dan kerupuk sebagai side dish. Di warung-warung juga kini menjual menu mi instan dengan aneka topping seperti kornet, keju, hingga sosis.

    Padahal, tidak semua makanan dapat disantap bareng mi instan. Kombinasi mi instan dan makanan tertentu bisa membahayakan tubuh dengan meningkatkan risiko hipertensi atau darah tinggi hingga penyakit jantung. Lantas, makanan apa saja yang tidak boleh dimakan bersama?


    Kombinasi Mi Instan yang Harus Dihindari

    Hindari konsumsi mi instan bersamaan dengan makanan tinggi karbohidrat, lemak, dan asin. Berikut penjelasannya:

    1. Nasi

    Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, mi instan mengandung karbohidrat dalam jumlah besar. Dalam 1 porsi ramen instan menyediakan sekitar 27 gram karbohidrat, dilansir Healthline.

    Perlu dicatat, sebungkus ramen ada yang berisi 2 porsi. Sehingga orang yang menghabiskan sebungkus mi sekaligus berarti menyantap dua kali lipat jumlah karbohidratnya.

    Belum lagi jika mi instan dimakan bersama sepiring nasi. Alhasil, asupan karbohidrat yang disantap lebih banyak sebab nasi sama-sama berkarbohidrat tinggi. Kelebihan karbohidrat dapat memicu risiko obesitas, gangguan pencernaan, hingga diabetes.

    Selain nasi, hindari menyantap mi instan dengan makanan tinggi karbohidrat lainnya.

    2. Makanan Asin

    Mi instan tinggi sodium atau natrium. Jenis mineral tersebut paling banyak ditemukan dalam garam. Satu porsi ramen instan mengandung kisaran 861 miligram sodium. Jika memakan sebungkus ramen maka jumlahnya berlipat ganda.

    Apabila mi instan disantap bersama makanan asin tinggi natrium lainnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang terus melebihi batas normal berisiko mengalami hipertensi alias penyakit darah tinggi.

    Oleh karena itu, hindari menyantap mi instan bersamaan makanan tinggi natrium yang identik sangat asin seperti chiki, berbagai hidangan olahan (ultra processed food/UPF), serta makanan cepat saji (fast food).

    3. Makanan Berlemak

    Kandungan lemak dalam mi instan juga tinggi. Seporsi ramen instan menyediakan 7 gram total lemak dan 3 gram lemak jenuh. Beda hal jika mengkonsumsi sebungkus mi sekaligus yang berarti dua kali lipat jumlah lemak yang terkandungnya.

    Mengutip Mayo Clinic, lemak jenuh mampu meningkatkan kadar kolesterol ‘jahat’ (low-density lipoprotein/LDL) dan kolesterol ‘baik’ (high-density lipoprotein/HDL). Tingginya LDL dalam aliran darah bisa memicu risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

    Kombinasi Mi Instan yang Bisa Dipilih

    Jika ingin menyantap mi instan, pertimbangkan untuk menambahkan sayuran dan protein untuk membuat hidangan yang lebih menyehatkan.

    Sayuran segar bantu menambah nutrisi pada hidangan mi instan yang dimakan. Sayuran yang dapat dicampurkan seperti sawi hijau atau pakcoy, sawi putih, wortel, brokoli, jamur, hingga daun bawang.

    Karena mi instan rendah protein, bahan makanan seperti telur, ayam, ikan, atau tahu yang dicampurkan dapat menjadi sumber protein yang membuat kenyang lebih lama.

    (azn/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi Nasi hingga Pasta Ternyata Bagus untuk Kolesterol


    Jakarta

    Ternyata jenis biji-bijian yang selama ini dianggap buruk bagi kesehatan, justru bermanfaat untuk menyehatkan jantung dan kolesterol. Lantas, apa saja?

    Beberapa orang mungkin berpikir, konsumsi biji-bijian tertentu tidak baik untuk kesehatan. Padahal menurut ahli gizi Julie Pace, RDN, biji-bijian utuh merupakan bagian penting dari diet seimbang, terutama dalam hal kesehatan jantung dan pengelolaan kolesterol.

    Namun, jenis biji-bijian yang dimaksud dalam hal ini adalah biji-bijian ‘utuh’, tidak dimurnikan atau bukan olahan.


    Mengonsumsi biji-bijian utuh lebih sering daripada biji-bijian olahan terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (lipoprotein densitas rendah). yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

    Pace menyebut, biji-bijian utuh memungkinkan seseorang mengonsumsi lebih banyak serat, yang merupakan komponen utama untuk kesehatan jantung dan penurunan kolesterol.

    Lantas, jenis biji-bijian apa saja yang sebenarnya bermanfaat untuk kesehatan jantung dan kolesterol? Melansir eatingwell.com (3004/2024), berikut 4 rekomendasinya menurut ahli gizi.

    1. Oat

    Cereal grains and seeds,beans on sackcloth, agriculture products .job's tears ,corns ,soybeans ,oat flakes ,barley flakes ,pearls barley ,red beans ,Oat baik dikonsumsi karena memiliki manfaat untuk menyehatkan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/bookzaa

    Oat adalah serealla yang masih memiliki lapisan kulit ari serta bakal biji. Oleh karena itu oat sebenarnya menjadi biji sereal utuh yang lebih baik daripada beras.

    Oat utuh bermanfaat untuk kesehatan karena menjadi sumber beta-glukan terbaik, jenis serat larut yang menyehatkan jantung. Beta-glukan dalam oat terbukti secara signifikan mengurangi kadar kolesterol total dan kolesterol jahat pada orang yang memiliki kolesterol tinggi.

    Terdapat banyak cara berbeda untuk menyantap oat, termasuk menikmatinya dengan cara manis atau gurih.

    Untuk meningkatkan daya tahan, cobalah menambahkan satu bubuk protein favoritmu. Bisa juga oat utuh ini dicampur dengan telur atau keju cottage sebagai penambah asupan protein.

    Namun, perlu diingat, pilihlah oat utuh yang murni, tanpa melewati proses pemurnian atau penambahan bahan lainnya.

    2. Pasta

    Pasta gandumPasta gandum baik dikonsumsi dan baik untuk jantung Foto: iStock

    Pasta yang dimaksud menyehatkan adalah pasta gandum utuh yang kaya akan serat, bukan pasta putih olahan.

    Pasta gandum utuh mengandung serat yang berperan penting dalam mencegah lonjakan gula darah. Serat juga membantu mengurangi risiko gula berlebihan dalam aliran darah, untuk mencegah peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol.

    Kamu tetap bisa mengolah pasta ini menjadi makanan enak, seperti ditambah dengan potongan daging kalkun, daging merah, hingga saus tomat.

    Jenis makanan lain yang baik untuk kolesterol bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Roti gandum utuh

    Tips Memilih Roti Gandum yang Sehat dan Cocok Buat DietRoti gandum utuh juga baik untuk kolesterol. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Roti tawar bukanlah pilihan makanan yang baik. Sebagai gantinya, lebih baik memilih roti gandum utuh.

    Sheth mengungkap, “Saat memilih roti, cari roti gandum utuh atau roti yang dibuat dengan berbagai jenis biji-bijian utuh, untuk menyediakan serat dan nutrisi penting lainnya, guna mendukung kesehatan jantung dan memperbaiki kadar kolesterol.”

    Roti gandum utuh masih memiliki ari dari gandum yang menawarkan nutrisi penurun kolesterol.

    4. Nasi merah

    Meskipun nasi putih banyak dihindari ketika seseorang sedang diet, tetapi siapa sangka jenis biji-bijian ini ternyata menyehatkan jantung

    Namun, jenis nasi yang dipilih jangan nasi putih. Lebih baik pilih nasi merah yang dapat memberikan manfaat khusus, yang berhubungan dengan jantung.

    Nasi merah mengandung serat tambahan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat), sekaligus meningkatkan kesehatan jantung.

    Selain serat penurun kolesterol, beras merah juga mengandung senyawa tanaman disebut fitosterol yang terbukti mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL).

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Makan Mie Instan Pakai Nasi, Ini Efek Buruknya


    Jakarta

    Banyak orang suka makan mie instan ditambah nasi karena nikmat dan bikin lebih kenyang. Namun hindari paduan dua karbohidrat ini karena memberikan efek buruk seperti ini.

    Rasa mie instan yang nikmat dianggap banyak orang akan lebih memuaskan jika dimakan bersama nasi. Akhirnya mie instan yang sebenarnya sumber karbohidrat, malah dijadikan lauk.

    Namun kombinasi mie instan dengan nasi bukanlah menu menyehatkan. Mie instan sendiri sebenarnya makanan minim nutrisi. Makanan instan ini juga tinggi kalori.


    konsumsi mie instan untuk ibu hamilMie instan makanan minim nutrisi yang tidak sehat jika sering dikonsumsi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Selain itu, mie instan mengandung MSG dan natrium tinggi yang berdampak negatif pada kesehatan. Konsumsinya berisiko memicu penyakit jantung, kanker perut, dan sindrom metabolik.

    Memakan mie instan pakai nasi berarti menambah jumlah asupan kalori. Keduanya mengandung karbohidrat yang tinggi.

    Satu porsi mie instan umumnya mengandung 380 kalori dengan 54 gram (g) karbohidrat. Sementara satu centong nasi mengandung 270 kalori.

    Mengonsumsi keduanya dalam waktu bersamaan membuat Anda mengonsumsi ‘combo’ karbohidrat. Jika dijumlahkan, Anda bisa mengonsumsi 650 kalori dalam satu kali makan dengan sajian seperti ini.

    Selain itu, asupan karbohidrat berlebih juga bisa memicu kenaikan berat badan. Kelebihan karbohidrat akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak.

    Padahal, tubuh tak hanya membutuhkan karbohidrat. Ada banyak nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

    Hot cooked rice with steam rising.Makan nasi putih bersama mie instan hanya akan menambah asupan kalori dan karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    Alih-alih mencampurkannya dengan nasi, mie instan sebaiknya dikombinasikan dengan bahan-bahan yang lebih sehat seperti telur dan sayuran hijau.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul Padahal Enak, Kenapa Mie Instan Tidak Boleh Dimakan dengan Nasi?

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com