Tag: nawasana

  • Brand Hijab dan Modest Nawasana Rilis Koleksi Denim Hingga Floral

    Jakarta

    Awal tahun 2024, jenama lokal hijab dan modest fashion Nawasana menggelar peragaan busana tunggal perdana. Seperti apa koleksinya?

    Nawasana merupakan brand lokal yang digawangi Octaviana sebagai Chief Executive Officer/Creative Director. Sebelum membocorkan koleksi terbaru Nawasana, Octaviana berbagi kisah soal awal mulai brandnya eksis di dunia fashion.

    Octaviana mengatakan awalnya Nawasan ada di Metro Department Store sejak tahun 2016. Perkembangan teknologi semakin canggih, membuat Nawasana melebarkan pangsa pasar melalui online.


    “Berprosesnya waktu, dunia online semakin pesat dan kita harus mengikuti perkembangan tersebut. Presentase penjualan itu lebih banyak online. Karena pasar online dan offline itu berbeda. Walaupun mungkin pertimbangan selain eksistensi untuk peluang pasarnya ada di pasar online,” ungkap Octaviana saat konferensi pers fashion show Garden Reveire Raya 2024 Collection, Rabu (10/1/2024) di The Half Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta.

    Brand hijab dan modest fahsion redy-to-wear, Nawasana baru saja menggelar peragaan busana tunggal perdana.Brand hijab dan modest fahsion redy-to-wear, Nawasana baru saja menggelar peragaan busana tunggal perdana. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Octaviana yang dulunya bekerja di dunia perbankan ini memutuskan tahun 2024 waktunya memulai gebrakan terbaru. Brand yang sudah berdiri sejak 2014 ini pertama kali dikenal dengan ciri khas hijab segi empat yang dicetak digital dan bernuansa wastra. Lalu berkembang ke produk women ready-to-wear dan koleksi family set. Setelah 10 tahun berkarya, Octaviana merilis koleksi bertema Garden Reverie.

    “Awalnya kita itu terinspirasi dari keindahan taman-taman yang ada di berbagai negara yang masing-masing mempunyai kecantikan tersendiri di setiap musimnya. Dari keindahan tersebut, kita mencoba menuangkan ide-ide melalui desain dan karyanya untuk dijadikan tema kali ini yang artinya taman impian atau Garden Reverie,” kata Octaviana.

    Koleksi Nawasana di half patiunusFoto Octaviana, Chief Executive Officer/Creative Director Nawasana. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    Koleksi Garden Reverie terdiri dari 62 look yang dipamerkan dalam tiga sequence fashion show. Diasty Hardhikaputri sebagai Brand Manager Nawasana menuturkan setiap setiap koleksi busana memiliki cerita tersendiri.

    “Yang menarik banyak karena masing-masing punya cerita. Untuk acara fashion show ini yang pertama itu Maliha banyak explore dari bahan denim. Bagaimana explore denim yang karakternya kuat kita padukan dengan bahan yang lembut seperti organza. Memberikan koleksi yang balance dan lebih feminin,” jelasnya.

    Alasan menggunakan denim, Octaviana mengaku mengikuti tren denim mulai naik ke permukaan. “Balik lagi apakah kita mengikuti tren? Ternyata bahan denim akan naik di 2024 tetapi tetap mengikuti gaya Nawasana. Kita sudah punya ide untuk denim. Aku coba jalan di beberapa mall dan banyak koleksi denim tapi bukan full denim. Saya juga melihat desainer di luar negeri mengeluarkan koleksi denim. Koleksi denim yang kami lakukan inline dengan tren mode berikutnya,” tambahnya.

    Koleksi Nawasana di half patiunusKoleksi Nawasana di The Half Patiunus. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    Pada sequence The Signature, Nawasana mengeksplorasi bahan, motif dan segi produksinya. Koleksi signature Nawasana di-recycle dengan gaya yang berbeda dan tampilan lebih mewah serta glamour.

    Kemudian sequence yang ketiga adalah koleksi utama khusus menyambut Lebaran 2024, Garden Reverie. Koleksinya sebagian besar satu set, ada untuk wanita, pria hingga anak-anak yang menggali tema bernuansa floral.

    “Saya tambahkan kami sedang mengexplore dari koleksi sebelumnya, yaitu bahan tile embro, organza embro dan di sini kita ada tambahan yang polosnya kita embos sendiri. Ada bahan monogramnya Nawasana,” terang Octaviana.

    Koleksi Nawasana di half patiunusKoleksi Nawasana. Foto: Mohammad Abduh/detikcom.

    Ocataviana menjelaskan pada peragaan busana tunggal perdananya dia ingin menuangkan ide dan kebebasan berekspresi dalam bentuk karya. Dia tidak terlalu mempertimbangkan selera pasar.

    “Lebih kepada kebebasan ekspresi dan bebas bereksperimen. Dengan ada model tumpuk, gelombang dan bervolume. Kemudian dipadu padankan motif tenun dan floral. Ditambah dengan detail payet dan bordir. Muncul akan lebih cantik dan berekspresi,” ungkapnya.

    Selain itu, dari segi bahan Octaviana menjabarkan Nawasana bukan menggunakan bahan yang sudah tersedia di pasar. Ia membuat sendiri bahan dari awal sehingga koleksinya tidak sama dengan yang ada di pasaran.

    “Kita tidak membeli bahan yang ada. Motif dan fabricnya kita develope sendiri sejak beberapa bulan yang lalu. Ada bordiran yang mempunyai monogram logo kami,” lanjut wanita berhijab itu.

    “Untuk motif memang pada awalnya punya mimpi untuk motif heritage awalnya. Sudah produksi beberapa memang bagus dan sambutan pasarnya. Namun, kita tidak bisa menggaet semua pangsa pasar. Kita padu padankn motif heritage dengan floral sehingga lebih cantik ternyata. Sampai saat ini koleksi kita masih ada heritagenya,” sambungnya lagi.

    (gaf/eny)

    Sumber : wolipop.detik.com

    Alhamdulillah muslimah sholihah hijab اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Satria SP
  • Cottonink Studio, Kienka, Hingga Muda Rilis Koleksi Raya di MUFFEST 2025

    Jakarta

    Lima brand modest fashion lokal menyuguhkan karya terbaru mereka di Muslim Fashion Festival 2025. Fashion show yang berkolaborasi dengan Wardah itu menghadirkan koleksi menyambut Ramadhan dan Lebaran 2025.

    Gelaran Muslim Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ diadakan mulai 20 hingga 23 Februari 2025 di JCC, Senayan. Acara yang digagas oleh Indonesian Fashion Chamber ini menghadirkan lebih dari 130 desainer dan brand lokal dengan mengusung tema Connecting In Style.

    Kali ini ada lima brand yang menghadirkan koleksi terbaru menjelang Ramadan 2025, antara lain Cottonink Studio, Muda Official, Kienka, Nawasana, dan Rasya Syahira. Seperti apa koleksinya?


    1. Cottonink Studio

    Muslim Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari  20 hingga 23 Februari 2025 di JICC.Gelaran Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari 20 hingga 23 Februari 2025 di JICC. Foto: Dok. Wardah.

    Cottonink Studio yang didirikan oleh Ria Sarwono dan Carline Darjanto memperkenalkan koleksinya berjudul Bloom in the Dunes. Koleksi ini untuk menyambut datangnya Ramadan dan Lebaran 2025.

    Koleksi Bloom in the Dunes memiliki detail bunga bernuansa elegan yang feminin dan berani. Memadukan tradisi dan modern, koleksi eksklusif ini menghadirkan pakaian bersiluet fluid yang dirancang untuk segala acara mulai dari buka puasa bersama teman dan keluarga hingga perayaan Idul Fitri.

    Carline Darjanto sebagai CEO & Creative Director Cottonink, menjelaskan koleksi ini banyak mengambil inspirasi dari lanskap Arab yang indah, terlihat pada sentuhan motif bunga dan aplikasi tabrak motif yang harmonis, dominasi warna netral yang lembut serta teknik embroidery yang intricate dan atraktif.

    Koleksi Cottonink Studio hadir dalam balutan pilihan warna khas Ramadan yang lembut dan menenangkan seperti putih, biru dan merah muda.

    “Kita memberikan koleksi Cottonink Studio Raya untuk wanita yang lebih dinamis dan keluasaan di bulan Ramadan. Kita ingin menjadi teman untuk wanita Indonesia berkegiatan yang elegan dan mudah dipadu padankan,” ucap Carline saat konferensi pers.

    Carline menuturkan koleksi Bloom in the Dunes bisa memberikan kesan agar wanita Indonesia bisa mengekspresikan diri sesuai dengan kepribadian.

    “Aku rasa memilih baju sesuai dengan personal color ini penting kalau salah warna itu membuat kita tidak bisa tampil maksimal. Untuk koleksi ini bentuknya sangat cantik dan spesial dan dipakai dengan mudah vest layering memang penting banget era fungsional dan dipakai lama. Baju itu untuk mempercantik dan semakin percaya diri,” jelasnya.

    2. Muda Official

    Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari  20 hingga 23 Februari 2025 di JICC.Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari 20 hingga 23 Februari 2025 di JICC. Foto: Dok. Instagram @muda.official.

    Brand Muda Official menampilkan koleksi terbaru Mawarna yang terinspirasi kain wastra Bali. Pendiri brand Muda, Asty Saputry dan Yuliana mengungkapkan, mengambil inspirasi koleksi dari sembilan kota di Bali mulai dari Badung hingga Buleleng.

    Kain yang menjadi ciri khas masing-masing kota di Bali diolah menjadi pattern yang lebih modern dan sarat akan makna. Diana Roza Fransisca selaku Marketing Communication & PR Partnership Muda Official mengungkapkan arti dibalik koleksi tersebut.

    “Mawarna itu artinya penuh warna tujuannya untuk menuju kebahagiaan perlu banyak warna di dalamnya. Ada banyak macam warna dan mengambil dari Bali filosofi kehidupan di Bali. Memang untuk mencapai kebahagiaan ada hubungan manusia, alam dan Sang Pencipta,” jelas Diana.

    Lebih lanjut Diana mengatakan, seperti halnya hidup yang penuh warna, memberikan kesan tersendiri. Dan dari setiap keharmonisan warna kehidupan ini puncaknya adalah kebahagiaan. Untuk mencapai kebahagiaan itu perlu adanya hubungan yang baik dengan Sang Pencipta, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar kita. Seperti halnya filosofi kehidupan Bali Tri Hita Karana atau dalam muslim Hablum minallah hablum minannas.

    Diana mengungkapkan tantangan Muda Official dalam merilis koleksi Mawarna, terletak pada pemilihan bahan. “Tim desain Muda bilang kerumitan ada di pemilihan kain bisa memberikannya sesuatu yang sederhana tapi orang bisa melihatnya menjadi statement. Maka dari itu kita mengambil wastra jadi ada cerita lewat pattern. Ada tambahan emblishment payet dan embroidery pada busananya namun tetap etnik,” lanjut Diana.

    3. Kienka

    Muslim Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari  20 hingga 23 Februari 2025 di JICC.Gelaran Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari 20 hingga 23 Februari 2025 di JICC. Foto: Dok. Wardah.

    Brand yang didirikan oleh Helda Amalia dan Deilla Andanti Nazar ini dikenal dengan koleksi printing dengan nuansa pastel yang feminin. Kali ini, Keinka meluncurkan koleksi spesial Lebaran berjudul Dreamscapes.

    Amanda Larasati sebagai Head of Production Kienka menjelaskan detail koleksi Dreamscapes pada hadirnya lace yang mewah. Dreamscapes bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga gambaran perjalanan panjang Kienka dari awal merintis hingga sukses yang selama ini berkembang.

    “Dreamscapes adalah impian yang kami wujudkan dengan penuh cinta dan dedikasi. Berawal dari seutas mimpi dengan setiap tetes tekad dan cinta sampai satu demi satu mimpi itu terwujud setelah 9 tahun perjalanan Kienka. Kienka adalah bukti bagaimana seutas mimpi menjadi nyata,” jelasnya.

    Amanda menuturkan desain Dreamscapes menampilkan kesan sosok wanita yang beranjak dewasa. “Dreamscapes untuk wanita berhijab agar tak hanya memakai busana yang monoton dan diharapkan wanita bisa memilih gaya busana yang beragam. Ciri khas desain yang elegan, Kienka mengambil sisi wanita yang beranjak dewasa dengan menambah detail double lace yang feminin dan elegan,” lanjutnya.

    4. Nawasana

    Muslim Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari  20 hingga 23 Februari 2025 di JICC.Acara Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari 20 hingga 23 Februari 2025 di JICC. Foto: Dok. Wardah.

    Jenama lokal hijab dan modest fashion Nawasana hadir di Muffest+ 2025. Brand ini dinaungi oleh Octaviana sebagai Chief Executive Officer/Creative Director Nawasana.

    Dalam kesempatan konferensi pers Muffest+ 2025, Florensia Prihandini selaku Marketing & Creative Manager Nawasana menuturkan Nawasana membawakan koleksi berjudul Bwanna dan Svarna.

    Koleksi Bwanna dan Svarna merupakan koleksi signature dari Nawasana. Keduanya terinspirasi dari kekayaan motif etnik Nusantara. Koleksi Bwanna merupakan gambaran dari pola motif Sumba, yang berpadu dengan kecantikan alam pantai Bwanna, Nusa Tenggara Timur. Demikian juga dengan koleksi Signature Svarna, terinspirasi dari motif etnik Sumba, dan warna emas yang melambangkan keindahan alam Nusantara yang berkilauan, sesuai dengan dominasi warna emas dalam koleksi Svarna.

    Koleksi Signature Bwanna dan Svarna juga memadukan warna-warna lembut dan motif floral khas Nawasana. Bernuansa kemakmuran dan keindahan bumi Nusantara, mengajak wanita Indonesia untuk berekspresi dalam elegansi. Floren berharap semoga generasi muda bisa menggunakan koleksi wastra Nusantara dalam berbagai kegiatan.

    5. Rasya Shakira

    Muslim Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari  20 hingga 23 Februari 2025 di JICC.Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai dari 20 hingga 23 Februari 2025 di JICC. Foto: Dok. Wardah.

    Terakhir ada Rasya Faisal sebagai desainer dari Rasya Shakira mengungkapkan koleksi yang dihadirkan di MUFFEST+ terinspirasi dari keindahan salah satu taman di London yaitu New Forest.

    Detail bunga yang berwarna lembut sesuai DNA Rasya Syahira. Busana yang ditampilkan classy, elegan, dengan perpaduan warna-warni yang lembut dan konsep desain mewakili perempuan yang feminim namun kuat.

    “Ada enam koleksi yang terinspirasi dari taman di London dan mengambil warna Rasya Shakira yang feminin dan klasik. Perbedaan Rasya Shakira selama 18 tahun kita membuat satu desain hanya satu baju. Selain itu warnanya unik jadi pilih warna agak sulit supaya orang melihatnya warna yang anti,” pungkas Rasya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com