Tag: Neo

  • Prediksi 5 Crypto Berpotensi Cuan Pekan Ini

    Pasar crypto masih terlihat hijau dengan hampir seluruh anggotanya mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir.

    Apresiasi ini masih terus di pimpin oleh Bitcoin yang saat ini masih terus bergerak naik menuju $60.000 atau Rp847 Juta.

    Sehingga dalam artikel ini akan dibahas lima dari beberapa mata uang crypto yang berpotensi memberikan kalian cuan di pekan ini.

    1. Bitcoin

    Mata uang crypto pertama yang patut dilirik untuk mencari keuntungan pada pekan ini adalah Bitcoin.

    Saat ini Bitcoin masih terlihat bergerak naik dan sedang berada di $55.000 setelah terkoreksi dari titik tertingginya pada sekitar $58.300.

    Baca juga: Bitcoin Sentuh Rp739 Juta, Adopsi Investor Institusional Terus Meningkat

    Apresiasi ini terjadi akibat beberapa sentimen positif yang berasal dari investor institusional dengan berlanjutnya pembelian mata uang crypto ini.

    Kabar terbaru berasal dari MicroStrategy dan juga Grayscale yang terlihat berencana dan sedang menambah muatan Bitcoinnya.

    bitcoin
    Grafik 4 Jam Bitcoin

    Dari sisi teknikal nampaknya saat ini Bitcoin masih terus bergerak naik sejak awal Februari 2021, dan belum terlihat melemah kembali.

    Namun setelah menyentuh harga tertingginya, saat ini koreksi nampak masih kuat yang terlihat dari beberapa indikator sehingga tujuan berada di sekitar $55.000.

    Jika naik kembali, saat ini batas atas utama yang perlu ditembus kembali adalah $56.600 sebelum melewati $58.100 dan menuju $60.000 yang bertepatan dengan titik 161,8% Fibonacci.

    Baca Juga: Bobby Lee: Bitcoin US$200 Ribu Akhir 2021

    2. Ethereum

    Bersama apresiasi Bitcoin, umumnya Ethereum akan ikut serta, dan korelasi tersebut masih terbukti benar dengan harganya yang menyentuh daerah atas $2.000 pertama kali dalam sejarah.

    Apresiasi ini disebabkan oleh tiga sentimen yaitu pertumbuhan sektor DeFi yang bergerak di jaringan ETH, kontrak futures yang digemari institusi, dan juga peningkatan dalam staking Ethereum.

    Semua hal tersebut menunjukkan bahwa investor percaya terhadap Ethereum dalam jangka panjang yang membuat sentimen terhadapnya naik secara signifikan.

    Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa Ethereum juga sedang mengalami koreksi yang membuat kesempatan baik untuk membeli.

    ethereum
    Grafik 4 Jam Ethereum

    Saat ini beberapa indikator juga mendukung koreksi yang kemungkinan akan menuju daerah $1.800. Jikanaik kembali, kemungkinan besar target selanjutnya berada pada $2.100 untuk pekan ini.

    3. Polkadot

    Selain kedua pemain besar tersebut, Polkadot (DOT) juga dapat menjadi perhatian untuk pekan ini. Hal ini disebabkan sentimen positif yang berada di sekitarnya.

    Dua hal utama adalah pembelian Exchange Traded Product (ETP) Polkadot atau semacam reksadana Polkadot yang meningkat oleh investor institusional.

    Selain itu sentimen positif kedua adalah perkembangan pembaharuan sistem yang nampaknya semakin cepat untuk penerbitan parachain barunya.

    Dari sisi teknikal pergerakan DOT juga terlihat sedang terkoreksi setelah menyentuh harga tertingginya di sekitar $42.

    polkadot
    Grafik 4 Jam Polkadot

    Kemungkinan besar tujuan saat ini berada di sekitar $35 hingga $34 sebelum naik kembali menyentuh harga tertinggi barunya.

    Pekan ini kemungkinan besar tujuan selanjutnya adalah pada beberapa batas atas utama yang telah dilewati sebelumnya dan kemudian menyentuh $43 pekan ini.

    4. Aave

    Aave juga menjadi salah satu mata uang crypto yang layak dilirik akibat banyaknya analis yang memprediksi bahwa Aave akan naik pekan ini.

    Salah satu sentimen positif utama adalah pencapaiannya yang didapatkan dari pendapatan pinjaman dan juga jumlah deposit jaminan yang mencapai nilai tertinggi pekan lalu.

    Baca juga: Aave Naik 76% Seminggu, Adopsi Institusional Bertambah

    Aliran dana ini membuktikan bahwa ketertarikan terhadap protokol pinjaman ini terus meningkat yang mendorong harga mata uang cryptonya juga naik secara signifikan.

    aave
    Grafik 4 Jam AAVE

    Dari sisi teknikal, saat ini Aave sedang berkonsolidasi di antara $454 dan $428 setelah keluar dari pergerakan depresiasi beberapa hari terakhir.

    Hal ini menandakan adanya potensi apresiasi bersama beberapa sentimen positif di sekitarnya. Target berikutnya jika bergerak naik ada pada daerah sekitar $500 hingga $550 pekan ini.

    5. Neo

    Neo menjadi crypto terakhir yang terlihat positif untuk pekan ini akibat setelah menyentuh harga tertingginya saat ini pergerakan masih terlihat baik.

    Walau sedang terkoreksi, secara garis besar, pergerakan harga Neo masih positif yang membuat adanya kesempatan beli yang baik.

    Sentimen positif di sekitar Neo saat ini adalah pembaharuan sistemnya dan beberapa adopsi baru yang nampaknya telah menarik perhatian mayoritas pasar.

    neo
    Grafik 4 Jam Neo

    Dari sisi teknikal Neo saat ini terlihat terkoreksi namun masih dalam pergerakan naik yang kemungkinan akan menuju $47,6 sebagai kesempatan untuk membeli.

    Jika kembali naik, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada $54,9 yang merupakan harga tertinggi sebelumnya.

    Pada pekan ini, kemungkinan target berada pada $59 hingga $62 yang berdekatandengan titik 161,8% Indikator Fibonacci.

    Beberapa mata uang crypto lain yang dapat diperhatikan juga adalah BNB, CAKE, ADA, LINK, SUSHI, UNI, dan XRP yang hari ini akan melaksanakan sidang penentuan.

    *Disclaimer

    Seluruh pandangan yang ditulis dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis pribadi penulis. Keuntungan dan kerugian yang dialami dari analisis ini bukan merupakan tanggung jawab Coinvestasi akibat keputusan investasi murni berasal dari investor.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NEO dan GAS Naik Dua Digit Usai Program Insentif APY 50% Diluncurkan

    Harga aset kripto NEO dan GAS mencatat lonjakan tajam masing-masing sebesar 13% dan 30% dalam 24 jam terakhir, didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan di bursa Korea Selatan, Upbit, serta peluncuran program insentif Neo Bond.

    Menurut data pasar, volume perdagangan pasangan NEO/KRW di Upbit mencapai $54,4 juta, sementara GAS/KRW melonjak hingga $134,6 juta. Kedua aset ini menempati posisi teratas dalam daftar aset digital dengan pergerakan terbesar hari ini.

    Kenaikan ini terjadi setelah keduanya mengalami tekanan signifikan dalam dua minggu terakhir. NEO sempat turun 44% antara 24 Maret dan 2 April, sementara GAS kehilangan 32% nilainya dalam periode yang sama.

    Pendorong Lonjakan Harga

    Lonjakan harga tersebut bertepatan dengan peluncuran program Neo Bond oleh Neo Foundation pada 5 April lalu. Program ini menawarkan hasil tahunan (APY) sebesar 50% bagi pemegang NEO yang bersedia mengunci aset mereka selama 30 hari. Selain itu, program ini menjamin harga minimum $5 per token saat jatuh tempo.

    Pergerakan harga Gas (GAS/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Gas (GAS/USDT) pada Kamis, 10 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Program Neo Bond dirancang untuk menstabilkan pasar melalui penguncian sukarela token, serta mendorong kepercayaan investor. Neo Foundation telah menyiapkan dana sebesar 1 juta NEO dalam dompet multi-tanda tangan untuk mendukung likuiditas dan pembayaran obligasi, dengan transparansi penuh yang dapat diverifikasi publik.

    Data dari Upbit juga menunjukkan bahwa lonjakan harga GAS didorong oleh permintaan ritel yang signifikan dari pasar Korea. Lebih dari 60% volume perdagangan global NEO berasal dari pasangan KRW, sementara GAS/KRW menyumbang hampir 70% volume global.

    Baca Juga:: NEO dan GAS Naik Dua Digit Usai Program Insentif APY 50% Diluncurkan

    Keterkaitan NEO dan GAS

    Meski GAS berfungsi sebagai token utilitas untuk biaya operasional jaringan Neo, pergerakan harganya sangat berkorelasi dengan NEO. Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson, GAS mencatat korelasi positif sebesar 0,94 dengan NEO dalam satu tahun terakhir, dan naik menjadi 0,96 dalam satu bulan terakhir.

    Kenaikan harga ini memberikan sinyal kuat terhadap efektivitas program insentif Neo Bond dalam mengembalikan kepercayaan pasar dan meredam volatilitas yang sebelumnya melanda kedua aset tersebut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gereja Ayam Pasar Baru Tempat Ibadah Kelas Menengah-Bawah di Era Kolonial Belanda



    Jakarta

    Di era kolonial Belanda, warga kelas menengah dan bawah pemeluk protestan tidak leluasa beribadah. Salah satu gereja yang membuka pintu untuk kelompok itu adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’.

    Sekretaris Pengurus ‘Gereja Ayam’, Yosie, menjelaskan kepada detikTravel, Kamis (29/8/2024) gereja itu dulu merupakan kapel kecil. Kapel itu dibangun pada tahun 1900.

    “Dulu gereja itu di zaman Belanda untuk golongan menengah ke atas di Gereja Immanuel yang di depan (Stasiun) Gambir itu untuk golongan menengah ke atas. Tapi kalau untuk golongan menengah ke bawah itu ya di sini,” kata Yosie.


    Seiring berjalannya waktu, jemaat yang beribadah di kapel itu semakin banyak. Kapel tersebut kemudian digeser, dari yang awalnya berada di area belakang gereja, kini ke tempat saat ini berdiri di Jalan Samanhudi No.12, Jakarta Pusat.

    “Mulanya ini nggak di sini, letaknya di belakang gedung ini mulanya hanya sebuah kapel. Tapi karena makin lama makin banyak orangnya jadi pindah ke sini dibuatnya 1913,” kata Yosie.

    Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Bangunan gereja yang bergaya campuran Italia dan Portugis ini disebut Neo Romani yang dibangun oleh arsitek Belanda bernama Ed Cuypers dan Hulswit. Penamaan ‘Gereja Ayam’ sendiri tercetus dari sebutan masyarakat sekitar, karena di atas gereja ini terdapat ornamen berbentuk ayam.

    Yosie mengatakan ornamen tersebut merupakan alat penunjuk arah angin yang dirancang pada saat itu. Sayangnya, penunjuk arah angin berbentuk ayam ini sudah tidak berfungsi lagi. Kini ornamen ayam tersebut sudah menjadi ikon gereja ini.

    Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau 'Gereja Ayam' di Pasar Baru, Jakarta PusatGereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB Pniel) atau ‘Gereja Ayam’ di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Ini dikenalnya dengan ‘Gereja Ayam’ itu kan kita di atas itu ada ayam. Zaman dahulu ayam itu dipergunakan sebagai alat penunjuk arah mata angin, tapi di dalam lingkungan masyarakat sekitar sini karena lihat ada ayam di atas situ jadi dikenal ini dengan ‘Gereja Ayam’,” kata Yosie.

    Peninggalan-peninggalan masa lampau di ‘Gereja Ayam’ ini masih terjaga, bahkan bangku-bangku di dalam gereja masih bangku dari tahun 1913. Terdapat pula Alkitab berbahasa Belanda pemberian ratu Belanda, Sophian Fredrika Mathilda pada tahun 1855.

    Adapun bejana baptis yang sudah berumur lebih dari 300 tahun. Tampak bangun dari luar pun tak ada yang berubah signifikan dari pertama dibangun, ‘Gereja Ayam’ juga sudah ditetapkan menjadi cagar budaya pada tahun 2015.

    (iah/iah)



    Sumber : travel.detik.com