Tag: neraka

  • Orang yang Pertama Keluar dari Neraka lalu Masuk Surga



    Jakarta

    Ada penghuni neraka yang kelak dikeluarkan darinya untuk dimasukkan ke surga. Peristiwa ini disebut terjadi ketika Allah SWT telah selesai memberikan keputusan di antara hamba-hamba-Nya.

    Hal tersebut dijelaskan melalui sebuah hadits dalam Shahih Muslim dari riwayat Abu Hurairah RA sebagaimana dinukil Ibnu Katsir dalam kitab An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir az Zaman (Mukhtashar Nihayah al Bidayah) yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan.

    Mulanya Abu Hurairah RA menceritakan bahwa para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW terkait apakah bisa melihat Allah SWT pada hari kiamat. Rasulullah SAW kemudian menjawab bahwa manusia akan melihat Tuhannya dengan jelas.


    Sahabat bertanya, “Ya Rasul Allah, apakah kita bisa melihat Tuhan kita pada hari kiamat?”

    Maka Rasulullah SAW balik bertanya, “Apakah kamu merasa samar ketika melihat bulan pada malam purnama?”

    Mereka menjawab, “Tidak, ya Rasul Allah.”

    Rasulullah SAW kembali bertanya, “Apakah kamu merasa samar ketika melihat matahari yang tidak terhalang awan?”

    Mereka menjawab, “Tidak.”

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Sesungguhnya kamu akan melihat-Nya dalam keadaan seperti itu.”

    Rasulullah SAW lalu menceritakan peristiwa yang terjadi pada hari kiamat nanti. Dikatakan, Allah SWT akan mengumpulkan seluruh umat manusia lalu berfirman, “Barang siapa yang dulu menyembah sesuatu, maka ikutilah dia.”

    Para penyembah matahari kemudian mengikuti matahari, para penyembah bulan kemudian mengikuti bulan, dan para penyembah berhala lainnya mengikuti berhalanya.

    Lalu, tinggallah sekelompok umat yang termasuk orang-orang munafik. Allah SWT mendatangi mereka dalam wujud yang tidak mereka kenal seraya berfirman, “Aku Tuhanmu.”

    Tetapi mereka menjawab, “Kami berlindung kepada Allah darimu. Biarlah kami tetap di sini, sampai Tuhan kami datang menemui kami. Jika Tuhan kami datang, kami pasti bisa mengenal-Nya.”

    Maka Allah SWT pun datang dalam wujud yang mereka kenal seraya berfirman, “Akulah Tuhanmu.”

    Mereka pun menjawab, “Engkaulah Tuhan kami.” dan mengikuti-Nya.

    Setelah menceritakan hal itu, Rasulullah SAW kemudian menceritakan tentang shirath (jembatan) yang dibentangkan di antara dua pinggir neraka Jahannam. Orang yang pertama kali melewatinya adalah Rasulullah SAW dan umatnya.

    Rasulullah SAW bersabda, “Pada waktu itu tidak ada yang berbicara kecuali para Rasul dan doa yang selalu mereka ucapkan pada waktu itu adalah ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah’!”

    Rasulullah SAW juga menceritakan bahwa dalam Jahannam muncul kait-kait seperti duri-duri pohon sa’dan. Kait-kait itu menyambar orang-orang sesuai amal mereka masing-masing. Oleh karena itu, ada manusia yang binasa karena perbuatannya dan ada yang berhasil melewatinya.

    Setelah Allah SWT selesai memberi keputusan di antara hamba-hamba-Nya, Allah SWT hendak mengeluarkan beberapa orang penghuni neraka yang dikehendaki-Nya atas rahmat-Nya. Dia memerintahkan para malaikat mengeluarkan orang yang-orang yang dulu tidak menyekutukan Allah SWT, yang mendapat rahmat-Nya. Mereka ini adalah orang yang mengucapkan “La Ilaha Illallah.”

    Para malaikat dapat mengenali orang yang dimaksud Allah SWT meskipun mereka berada dalam api. Dikatakan, malaikat mengenalnya dari adanya bekas sujud pada anggota tubuh mereka.

    Demikianlah Allah SWT mengeluarkan penghuni neraka dalam keadaan hangus. Menurut sabda Rasulullah SAW, mereka disiram air kehidupan (Maa’ Al-Hayat) dan mereka pun tumbuh bagaikan biji-biji yang tumbuh di antara sampah-sampah yang terbawa arus.

    Itulah golongan orang pertama yang keluar dari neraka lalu masuk surga atas rahmat-Nya. Mereka adalah orang-orang yang yang dulunya tidak menyekutukan Allah SWT.

    Abu Hurairah RA menceritakan riwayat yang cukup panjang terkait orang yang dikeluarkan dari neraka ini. Keputusan ini berlangsung hingga tinggallah seorang lelaki yang wajahnya menghadap ke neraka. Dia adalah penghuni neraka yang paling akhir masuk surga.

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bacaan yang Dipanjatkan ketika Muslim Lupa Doa Makan


    Jakarta

    Muslim dianjurkan untuk membaca doa sebelum, ketika dan setelah melakukan kegiatan. Begitu juga sebelum menyantap makanan.

    Perintah berdoa termaktub dalam surat Gafir ayat 60, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Menukil dari buku Makanan dan Minuman dalam Al-Quran susunan Mifta Novikasari, Allah SWT memerintahkan muslim untuk memilih makanan halal dan baik. Memakan makanan yang baik termasuk ikhtiar untuk menjaga tubuh dan kesehatan.

    Sementara itu, doa sebelum makan dibaca agar makanan yang dikonsumsi menjadi berkah. Namun, bagaimana jika muslim lupa membaca doa makan? Adakah bacaan lain yang harus diamalkan?

    Bacaan yang Diamalkan ketika Lupa Doa Makan

    Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul susunan Neni Nuraeni, berikut bacaan yang diamalkan ketika lupa melafalkan doa makan.

    بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

    Arab latin: Bismillahi awwalahu wa aakhirohu

    Artinya: “Dengan nama Allah SWT pada awal dan akhirnya.”

    Doa sebelum Makan: Arab, Latin dan Artinya

    Doa sebelum makan bisa dibaca muslim sebelum memasukkan makanan ke dalam mulut. Bacaannya adalah sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allâhumma bârik lanâ fî mâ razaqtanâ wa qinâ adzâban nâr, bismillâh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah keberkahan apa yang telah engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.” (HR Ibnu Sunni)

    Adab Makan dan Minum dalam Islam

    Ada sejumlah adab makan dan minum yang perlu diperhatikan muslim. Seperti apa? Simak bahasannya seperti yang dikutip buku Mukjizat Makanan dan Minuman Kesukaan Rasulullah SAW karya Mochammad Syahrowi Yazid.

    • Makan dan minum yang halal
    • Membaca basmalah dan doa sebelum makan
    • Menggunakan tangan kanan
    • Tidak meniup makanan dan minuman
    • Tidak berdiri ketika menyantap makanan atau minuman
    • Makan dan minum yang cukup

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 11 Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa selamat dunia akhirat adalah permohonan kepada Allah SWT untuk mendapatkan perlindungan, kebaikan, dan keberkahan, baik di dunia maupun akhirat. Bagi umat Islam, doa ini memiliki arti yang sangat penting, karena selain memohon keselamatan fisik dan rohani, juga mencakup permohonan agar terhindar dari segala keburukan.

    Doa selamat sering kali dibacakan setelah salat, atau dalam momen-momen khusus seperti tahlilan maupun doa bersama.

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    Yuk, simak kumpulan doa berikut untuk memperkuat permohonan kita kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk mengamalkannya setiap hari, agar selalu mendapatkan perlindungan di setiap langkah.


    1. Doa Selamat Dunia Akhirat Pertama

    Setelah mengetahui pentingnya memohon keselamatan di dunia dan akhirat, tentu kita ingin lebih memahami keutamaan dari doa selamat dunia akhirat.

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indal hisab.

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”

    2. Doa Selamat Dunia Akhirat Kedua

    Tidak hanya memohon keselamatan, doa selamat juga menjadi bentuk permohonan agar kita diberikan nikmat yang sempurna, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah bacaan doa yang bisa kita amalkan untuk mendapatkan nikmat dan keselamatan di dunia dan akhirat yang dikutip dari buku Al-Ma’tsurat Dan Doa-doa Pilihan yang disusun oleh Tim Kreatif Qultum Media.

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ وَعَافِيَةٌ فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ اذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابِ رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latinnya: Allahumma inni as’aluka salaamata fiddiin wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barakatan fir rizqi wa tawbatan qablal maut wa maghfiratan ba’dal maut, Allahumma hawwin ‘alaynaa fii sakaraatil mawt, wannajaata minan naar wal ‘afwa ‘indal hisaab. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idh hadaytanaa wahab lanaa mil ladunka rahmah, innaka antal wahhaab. Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan jasmani, tambahan ilmu, keberkahan dalam rezeki, dan taubat sebelum mati, serta ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami menghadapi sakaratul maut, selamatkan kami dari neraka, dan berikan ampunan saat hisab. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberikan petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    3. Doa Selamat Dunia Akhirat Ketiga

    Selain keselamatan, setiap muslim tentu mendambakan kebaikan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita pahami lebih dalam tentang doa selamat serta kebaikan dunia akhirat dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan kebaikan yang sempurna dari-Nya yang dikutip dari sumber sebelumnya.

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٌّ

    Latinnya: Allahumma ashlih lii diinii alladzi huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaaya allatii fiiha ma’aasyii, wa ashlih lii aakhiratii allatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khayr, waj’alil mauta raahatan lii min kulli syarr.

    Artinya: “Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan perbaikilah duniaku yang di dalamnya kehidupanku berlangsung, serta perbaikilah akhiratku yang di sana tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala keburukan.”

    4. Doa Selamat dari Tolak Bala

    Selain memohon keselamatan, doa juga menjadi cara kita untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bala atau musibah. Doa selamat dari tolak bala menjadi sarana untuk meminta agar Allah SWT menjauhkan kita dari segala marabahaya, bencana, dan kesulitan hidup.

    Berikut ini adalah doa selamat dari tolak bala yang bisa kita panjatkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bala yang dinukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan.

    اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةٌ وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Latinnya: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    5. Doa Selamat dari Rasa Dengki

    Rasa dengki atau iri hati adalah salah satu sifat yang dapat merusak hubungan antarmanusia dan mengganggu kedamaian hati. Untuk menghindari pengaruh buruk dari sifat ini, kita bisa memanjatkan doa selamat dari rasa dengki.

    Diambil dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kemenag RI, berikut ini adalah doa selamat dari rasa dengki yang bisa Anda amalkan.

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    Latinnya: Rabbanaa ighfir lanaa wa li-ikhwaaninaa alladziina sabaquunaa bil-iimaan, wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra’uufun rahiim.

    Artinya: “”Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

    6. Doa Selamat dari Bencana

    Doa selamat dari bencana adalah cara kita meminta agar terhindar dari berbagai bentuk bencana, baik yang bersifat alam maupun yang datang dalam bentuk lain. Dengan memanjatkan doa ini, kita berharap agar Allah SWT menjaga kita dan keluarga dari segala mara bahaya dan kesulitan.

    Berikut ini adalah Doa selamat dari bencana yang bisa kita amalkan untuk memohon perlindungan dari bencana yang dikutip dari buku Doa Harian Yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh yang diterbitkan oleh Tim Lentera Hati.

    مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Latinnya: Mà syaa Allah là quwwata illa billah

    Artinya: “Sungguh, atas kehendak Allah. Tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah.”

    7. Doa Selamat dan Keteguhan Iman

    Selain memohon keselamatan, penting bagi kita untuk selalu meminta kepada Allah SWT agar diberikan keteguhan iman. Doa selamat dan keteguhan iman membantu kita untuk tetap teguh dalam keyakinan, terutama saat menghadapi berbagai cobaan dan godaan hidup. Dikutip dari sumber sebelumnya, berikut adalah doa selamat dan keteguhan iman yang bisa kita panjatkan agar selalu diberikan keselamatan serta kekuatan iman yang kokoh.

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Latinnya: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idh hadaytanaa wahab lanaa mil ladunka rahmah, innaka anta al-wahhaab.

    Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi- Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia.”

    8. Doa Selamat untuk Orangtua

    Sebagai anak, mendoakan orangtua adalah salah satu bentuk bakti yang paling mulia. Doa selamat untuk orangtua tidak hanya memohon keselamatan bagi diri kita sendiri, tetapi juga untuk kedua orangtua yang telah membesarkan dan merawat kita dengan penuh kasih sayang. Berikut adalah doa yang bisa kita panjatkan agar orangtua kita selalu dalam lindungan-Nya yang dikutip dari sumber sebelumnya.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Latinnya: Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiira.

    Artinya: “Tuhan, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka, karena mereka telah mendidikku sewaktu aku masih kecil.”

    9. Doa Selamat Mengawali Perkara

    Setiap kali kita memulai sebuah urusan atau menghadapi sesuatu yang penting, sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa agar segala sesuatunya berjalan lancar dan diberi keselamatan. Berikut ini adalah doa selamat mengawali perkara yang bisa dipanjatkan saat hendak mengawali suatu perkara penting berdasarkan buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian tulisan Mahmud Asy Syafrowi.

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Latinnya: Bismillaahirrahmaanirrahiim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

    10. Doa Selamat Dari Tipu Daya

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang penuh dengan tipu daya, baik dari manusia maupun godaan setan. Untuk itu, memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa selamat dari tipu daya menjadi sangat penting. Berikut adalah doa yang bisa kita amalkan agar terhindar dari tipu daya dan fitnah yang dinukil sumber sebelumnya.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابٍ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِv

    Latinnya: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajaali wa a’uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati.

    Artinya: “Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dan dari siksa kubur dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah al-Masih al-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari cobaan kehidupan dan kematian.”

    11. Doa Selamat dari Pembenci

    Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana ia dihadapkan pada orang-orang yang tidak menyukainya atau bahkan membencinya. Doa selamat dari pembenci ini bertujuan untuk memohon perlindungan dari segala niat buruk dan fitnah yang mungkin datang dari mereka. Dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari yang disusun oleh Redaksi Qultum Media, berikut ini adalah doa-doa yang bisa diamalkan untuk memohon keselamatan dari pembenci.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

    Latinnya: Alloohumma innii a’uudzu bika min jahdil balaa’i wa darkisy syaqooi wa suu’il qodhoon wa syamaatatil a’daa`.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada- Mu dari musibah yang berat, dari kecelakaan yang menimpa, dari ketentuan yang jelek, dan dari kejahatan musuh.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Perilaku Menjaga Amanah Disebut Jujur, Ini Keutamaannya Menurut Hadits


    Jakarta

    Perilaku menjaga amanah disebut dengan jujur. Dalam Islam, banyak keutamaan yang terkandung dari sifat jujur bagi pelakunya.

    Orang yang jujur akan selalu berkata benar. Banyak dalil Al-Qur’an maupun hadits yang menyebut terkait sifat jujur, salah satunya pada surat Al-Ahzab ayat 70:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.”

    Menukil dari buku Keutamaan Etika Islam: Menjadi Manusia Berkarakter & Berkualitas yang ditulis Fajar Kurnianto, jujur akan membawa diri ke dalam kebaikan. Bahkan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa kejujuran menjadi syarat mutlak seorang pemimpin.

    “Tiada seorang yang diamanati oleh Allah memimpin rakyat kemudian ketika ia mati ia masih menipu atau membohongi rakyatnya, melainkan pasti Allah mengharamkan baginya surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sementara itu, amanah dimaknai sebagai suatu titipan yang benar-benar harus dijaga dan tidak boleh diingkari. Definisi amanah mencakup lingkup yang luas, tidak hanya dalam agama melainkan juga kehormatan, harta, badan, ilmu pengetahuan, rahasia, panca indra dan masih banyak lagi.

    Berikut beberapa keutamaan jujur yang disebutkan dalam hadits seperti dikutip dari buku 42 Hadits Metode Dakwah Nabi: Hadits dan Penjelasan tulisan Muhammad Nur Faqih.

    1. Menenangkan Hati

    Kejujuran membawa sifat tenang pada hati pelakunya. Rasulullah SAW bersabda,

    “Tinggalkanlah olehmu apa saja yang kamu ragukan dan beralihlah kepada yang tidak kamu ragukan. Sesungguhnya kejujuran itu ketenangan dan kedustaan itu kebimbangan.” (HR Tirmidzi)

    2. Diharamkan dari Neraka

    Muslim yang jujur akan diharamkan dari api neraka, ini sesuai sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Tiada seorang yang menyaksikan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah SWT dengan penuh kejujuran dari hatinya, kecuali diharamkan oleh Allah terhadap neraka.” (HR Bukhari)

    3. Golongan Ash Shiddiq

    Orang yang menjunjung tinggi kejujuran termasuk ke dalam golongan Ash Shiddiq atau orang jujur di sisi Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Hendaklah kalian menjamin padaku enam perkara, niscaya aku menjamin surga bagi kalian. Jujurlah apabila kamu berbicara, tunaikan janji apabila kalian berjanji, laksanakan apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan kalian dan jagalah tangan kalian.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

    4. Membawa Kebaikan

    Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya kejujuran itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa (pelakunya) ke surga dan orang yang membiasakan dirinya berkata benar(jujur) sehingga ia tercatat di sisi Allah sebagai orang yang benar, sesungguhnya dusta itu membawa pada keburukan (kemaksiatan) dan keburukan itu membawa ke neraka dan orang yang membiasakan dirinya berdusta sehingga ia tercatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Mendapat Keberkahan

    Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih selama keduanya belum berpisah, bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang , maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam urusan tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Amalan yang Tertolak dalam Islam Menurut Hadits, Hati-hati!


    Jakarta

    Amalan yang tertolak adalah amalan yang tidak diterima oleh Allah SWT meski amalan itu terlihat baik. Dalam Islam, setiap ibadah harus sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadits.

    Rasulullah SAW telah memberikan banyak peringatan mengenai amalan-amalan yang bisa tertolak karena tidak memenuhi ketentuan syariat. Memahami apa saja yang bisa menyebabkan amalan kita tertolak menjadi penting agar ibadah tidak sia-sia.

    Lantas, apa saja contoh amalan yang tertolak dalam Islam? Simak selengkapnya untuk menghindari amalan yang sia-sia.


    Dalil tentang Amalan yang Tertolak

    Terdapat dalil yang menyebutkan bahwa amalan yang tidak sesuai dengan sunnah akan tertolak dan tidak diterima. Berikut adalah hadits yang membahas tentang amalan yang tertolak yang dinukil dari Hadits Arbain karya Imam Nawawi dari kitab Al-Wafi: Syarah Hadits Arbain Imam An-Nawawi tulisan Musthafa Dib Al-Bugha dan diterjemahkan oleh Muzayin

    Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمُ وَفِي رِوَايَةٍ لِلْمُسْلِمِ : مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدُّ

    Artinya: “Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah, Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang mengadakan hal yang baru dalam urusan (agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya, maka ia ditolak,” (HR Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan, “Siapa saja yang melakukan suatu amal yang bukan urusan (agama) kami, maka ia ditolak.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

    Penjelasan Hadits tentang Amalan yang Tertolak

    Hadits di atas adalah hadits urutan kelima dalam hadits Arbain. Hadits tersebut menyoroti perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat Allah SWT dan Rasul-Nya, atau dilakukan bukan untuk mengharapkan ridha-Nya, akan tertolak. Hadits ini juga menjelaskan bahwa inovasi atau hal baru dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya bukanlah bagian dari ajaran Islam. Oleh karena itu, setiap muslim harus memastikan amal perbuatannya selaras dengan ajaran agama yang murni.

    Seperti yang dikatakan oleh Imam An-Nawawi, hadits ini penting untuk dihafal oleh setiap muslim dan dijadikan dalil dalam menolak segala bentuk kemungkaran. Begitu pula dengan penjelasan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, yang menegaskan bahwa hadits ini adalah dasar prinsip Islam. Topik yang diangkat oleh hadits ini juga sangat luas, karena menjadi fondasi bagi dalil syar’i dalam setiap tindakan dan keputusan.

    Pesan dalam Hadits tentang Amalan yang Tertolak

    Hadits ini menyampaikan pesan penting mengenai konsep ittiba’ (mengikuti) dan menolak ibtida’ (mengada-adakan hal baru) dalam agama Islam.

    Ayat-ayat Al-Qur’an, seperti dalam surah Ali-‘Imran ayat 31 dan surah Al-An’am ayat 153, memperkuat prinsip ini, yakni kewajiban untuk mengikuti petunjuk yang sudah ada tanpa menambah atau mengurangi ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW.

    Itulah sebabnya, dalam salah satu khutbahnya, Rasulullah SAW menekankan bahwa sebaik-baiknya perkataan adalah Kitab Allah SWT dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW dan setiap bentuk inovasi dalam agama (bid’ah) akan membawa pada kesesatan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang dibuat-buat. Setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR Muslim) Dalam riwayat Baihaqi terdapat tambahan, “Dan setiap kesesatan berada di dalam neraka.”

    Amalan-amalan yang Tertolak

    Ketika amalan dalam ibadah tidak mengikuti aturan yang telah Allah SWT tetapkan, hal itu termasuk dalam kategori ibadah yang tertolak. Contoh-contoh perbuatan tersebut adalah amalan yang mengada-adakan sesuatu dalam agama, yang dikategorikan sebagai bid’ah. Sebagai contoh,

    1. Menyiksa diri sebagai bentuk pendekatan kepada Allah SWT

    2. Membuat syarat baru dalam ibadah haji

    3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara yang tidak diajarkan

    Dalam kehidupan sehari-hari, penting bagi setiap muslim untuk selalu berpedoman pada syariat dan menghindari amalan-amalan baru yang tidak diatur dalam agama. Amalan yang dilakukan tanpa bimbingan yang jelas dari Allah SWT dan Rasul-Nya hanya akan membawa pelakunya pada kebinasaan.

    Amalan-amalan yang Diterima

    Dalam kehidupan sehari-hari, muncul banyak situasi atau tindakan baru yang belum ada di masa Rasulullah SAW, namun tidak bertentangan dengan syariat. Amalan seperti ini diterima selama ada dalil dan ketentuan syara’ yang mendukungnya. Para sahabat Rasulullah SAW pun pernah menghadapi hal-hal baru dan mereka sepakat menerimanya karena tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

    Contoh amalan yang diterima yang paling terkenal adalah inisiatif untuk menyatukan Al-Qur’an dalam satu mushaf pada masa Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq dan penulisan ulang Al-Qur’an di masa Khalifah Utsman bin Affan. Kedua tindakan ini dilakukan untuk menjaga keaslian dan kelestarian Al-Qur’an di berbagai wilayah.

    Selain itu, penulisan ilmu seperti nahwu, tafsir, matematika, serta kajian-kajian ilmiah lainnya juga merupakan amalan yang diterima, karena bertujuan untuk memudahkan umat Islam dalam memahami agama dan menjaga kemakmuran umat manusia.

    Dengan demikian, amalan-amalan baru yang tidak bertentangan dengan syariat dan memiliki manfaat besar bagi umat, seperti inisiatif di bidang ilmu pengetahuan atau perlindungan agama, merupakan amalan yang diterima oleh Allah SWT.

    Jenis-jenis Bid’ah

    Dalam ajaran Islam, bid’ah terbagi menjadi dua jenis, yaitu bid’ah yang tercela dan bid’ah yang terpuji. Bid’ah yang tercela adalah segala amalan baru yang bertentangan dengan syariat Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga perbuatan tersebut dianggap sesat dan berbahaya. Sebaliknya, jika suatu amalan baru tetap sesuai dengan syariat dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, maka amalan tersebut termasuk dalam bid’ah yang terpuji.

    Menurut Imam Syafi’i, segala sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur’an, sunnah, dan ijma’ ulama adalah bid’ah yang sesat. Namun, jika hal baru tersebut membawa kebaikan tanpa menyalahi syariat, maka itu adalah bid’ah yang baik. Contoh yang terpuji adalah inisiatif sahabat untuk menyatukan Al-Qur’an dalam satu mushaf pada masa Khalifah Abu Bakar dan Utsman bin Affan.

    Di sisi lain, bid’ah yang tercela memiliki hukum makruh atau haram karena mengandung potensi bahaya atau merusak tatanan agama. Contoh bid’ah yang buruk adalah tindakan mengikuti aliran sesat yang mengabaikan hukum-hukum Allah SWT dan Rasul-Nya, atau mengkultuskan benda atau individu sebagai sarana mendapatkan berkah.

    Dalam sejarah, Rasulullah SAW pernah menegur para sahabat yang meminta untuk membuat pohon yang dianggap keramat, sebagaimana orang musyrik melakukan hal serupa dengan pohon berduri sebelum Perang Hunain. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tindakan seperti ini adalah perilaku yang meniru umat terdahulu yang tersesat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Allah Akbar. Sungguh inilah yang dikatakan oleh umat Nabi Musa, ‘Buatkanlah kami tuhan seperti mereka memiliki tuhan. Lalu Nabi Musa menjawab, ‘Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bodoh. Lalu apakah kalian akan melakukan apa yang telah dilakukan oleh umat sebelum kalian?”

    Terlepas dari semua itu, diterima tidaknya amal seseorang sepenuhnya merupakan hak Allah SWT. Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Doa agar Lolos Ujian CPNS dengan Nilai Memuaskan


    Jakarta

    Doa agar lolos ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bisa diamalkan muslim. Dengan membaca doa ini, muslim menyerahkan diri kepada Allah SWT setelah berusaha atau berikhtiar semaksimal mungkin.

    Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita berdoa kepada Allah SWT. Perintah berdoa tercantum dalam surah Al-Gafir ayat 60:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut beberapa doa yang dapat dibaca muslim agar lolos Tes CPNS seperti dikutip dari buku Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud susunan Achmad Al Firdaus serta buku Aktivasi Sabar karya Muhammad Robith.

    Kumpulan Doa agar Lolos Ujian CPNS

    1. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Pertama

    اللهُمَّ ارْزُقْنِي طَيْبًا وَاسْتَعْمِلْنِي صَالِحًا.

    Arab latin: Allaahummar zuqnii thayyiban wasta’milnii shaalihaa.

    Artinya: “Ya Allah, berilah rezeki yang baik kepadaku dan pekerjakanlah aku pada orang yang baik.”

    2. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Kedua

    رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

    Arab latin: Rabbi hab lii mulkan laa yanbaghii liahadin min ba’dii innaka antal wahhaabu.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, berikanlah padaku sebuah kerajaan yang tidak diberikan kepada seorang pun setelahku. Sesungguhnya Engkau Maha pemberi.”

    3. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”

    4. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Keempat

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَى وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

    Arab latin: Rabbi auzi’nii an asykura ni’matakal latii an’amta alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii bi rahmatika fii ‘ibaadakash shaalihiina.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap bersyukur atas nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kedua orangtuaku untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh.”

    5. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Kelima

    اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اسْتَوْدَعْتُكَ جَمِيْعَ مَا قَرَأْتُهُ فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ اِلَيْه

    Arab latin: Allahumma innistauda’tuka jami’a ma qoro’tu fardudhu ilayya ‘inda hajati ilaihi.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba menitipkan semua apa pelajaran yang telah hamba baca dan mohon kembalikan kepada hamba, pada saat hamba membutuhkannya.”

    6. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Keenam

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

    Arab latin: Allahumma innii as’aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

    7. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Ketujuh

    رَبَّنَا أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ.

    Arab latin: Rabbanaa anzilnii munzlan mubaarakan wa anta khairul munziliin.

    Artinya: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baiknya pemberi tempat.”

    8. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Kedelapan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Arab latin: Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR Tirmidzi)

    9. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Kesembilan

    Mengutip dari buku Doa Mengundang Rezeki: Sukses dalam Hidup, Berkah dalam Usaha karya Islah Susmian, muslim bisa memanjatkan doa dimudahkan urusan agar lolos tes CPNS. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Arab latin: Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa mala’ikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, malaikat-malaikat, serta seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu.” (HR Abu Daud)

    10. Doa agar Lolos Tes CPNS Versi Kesepuluh

    Kemudian, doa dimudahkan hajat juga dapat diamalkan muslim agar lolos tes CPNS. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa,

    لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، يَا قَدِيمُ يَا دَائِمُ يَا فَرْد ُيَا وَتْرُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ ُيَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

    Arab latin: Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziimi, yaa qadiimu yaa daaimu yaa fardu yaa watru yaa ahadu yaa shamadu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa dzal jalaali wal ikraami

    Artinya: “Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Dzat Yang Maha Dahulu, Yang Maha Kekal, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Ganjil, Yang Maha Esa, Tempat Bergantung, Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”

    Itulah beberapa doa yang dapat diamalkan muslim agar lolos tes CPNS. Semoga sukses!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Terhindar Dari Fitnah Dajjal, Yuk Baca Setiap Hari


    Jakarta

    Doa agar terhindar dari fitnah dajjal dapat diamalkan ketika Allah menghendaki kemunculan dajjal. Karena salah satu tanda-tanda kiamat adalah kemunculan dajjal.

    Mengutip buku Fitnah Dajjal dan Ya’juj Ma’juj karya Lilik Agus Saputro, hampir semua orang tidak dapat menghindari dahsyatnya fitnah dajjal. Tetapi ada satu pegangan yang mampu dimiliki seorang muslim yaitu iman.

    Disaat tersebut, hanya imanlah satu-satunya jimat untuk menangkal dajjal. Allah pun menjamin bahwa seseorang yang meninggal dengan membawa iman, berarti ia mendapat pahala yang tidak bisa diukur oleh apapun.


    Masih mengutip buku yang sama, mengenai wujud dajjal, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat. Walaupun banyak yang mengatakan dajjal masih keturunan Nabi Adam AS, tapi ada juga yang berpendapat dajjal bentuk simbolis akhir zaman.

    Dajjal menjadi salah satu tanda bahwa kiamat akan datang. Rasulullah Saw dalam hadits mengatakan,

    عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

    Artinya: “Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” (HR Muslim)

    Doa Terhindar Dari Fitnah Dajjal

    Adapun Doa-doa yang dapat dipanjatkan agar terhindar dari fitnah dajjal. Berikut ini beberapa doanya dikutip dari berbagai sumber:

    Doa agar Terhindar Fitnah Dajjal 1

    Mengutip buku Fitnah Dajjal dan Ya’juj Ma’juj karya Lilik Agus Saputro kembali, untuk mengantisipasi datangnya fitnah dajjal, Rasulullah mengajarkan agar senantiasa berdoa kepada Allah. Sebagaimana Abu Hurairah telah mengingatkan seluruh umat Islam agar membaca doa dipenghujung sholat, yaitu saat tasyahud akhir sebelum salam:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Arab latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wamin adzabilqabri wamin fitnatil mahya walmamati, wamin syarri fitnatil masihid-dajjal.

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal” (Hadits riwayat Imam Muslim dari Anas dan Abu Hurairah).

    2. Membaca Surat Al-Kahfi

    Mengutip Doa Dzikir Mohon Perlindungan dan Ketenangan Hati karya Darul Insan, surat Al-Kahfi atau Ashabul Kahfi adalah adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang ada dalam juz 15 dan awal juz 16. Surat Al-Kahfi termasuk dalam golongan surat Makkiyah, terdiri dari 110 ayat.

    Selain doa yang sebelumnya, umat Islam dapat membaca 10 ayat pertama surat Al-Kahfi agar terhindar dari fitnah dajjal. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa di antara kalian yang mendapati zamannya Dajjal, maka bacalah awal-awal surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim)

    Berikut bacaan surat Al-Kahfi ayat 1-10:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا (1) قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2) مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (3) وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (4) مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآَبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا (5) فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آَثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (6) إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا (7) وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا (8) أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آَيَاتِنَا عَجَبًا (9) إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)

    Bacaan latin: al-ḫamdu lillâhilladzî anzala ‘alâ ‘abdihil-kitâba wa lam yaj’al lahû ‘iwajâ. Qayyimal liyundzira ba’san syadîdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu’minînalladzîna ya’malûnash-shâliḫâti anna lahum ajran ḫasanâ. Mâkitsîna fîhi abadâ. Wa yundziralladzîna qâluttakhadzallâhu waladâ. Mâ lahum bihî min ‘ilmiw wa lâ li’âbâ’ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwâhihim, iy yaqûlûna illâ kadzibâ. Fa la’allaka bâkhi’un nafsaka ‘alâ âtsârihim il lam yu’minû bihâdzal-ḫadîtsi asafâ. Innâ ja’alnâ mâ ‘alal-ardli zînatal lahâ linabluwahum ayyuhum aḫsanu ‘amalâ. Wa innâ lajâ’ilûna mâ ‘alaihâ sha’îdan juruzâ. Am ḫasibta anna ash-ḫâbal-kahfi war-raqîmi kânû min âyâtinâ ‘ajabâ. Idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qâlû rabbanâ âtinâ mil ladungka raḫmataw wa hayyi’ lanâ min amrinâ rasyadâ.

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-nya al kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalkan 6 Doa Ini agar Dijauhkan dari Api Neraka


    Jakarta

    Neraka merupakan tempat siksaan bagi mereka yang mengingkari perintah Allah SWT dan bergelimang dosa. Selain dengan meningkatkan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, salah satu cara yang dapat umat Islam lakukan adalah berdoa.

    Berikut adalah 6 doa yang dapat diamalkan oleh seorang muslim agar dijauhkan dari panasnya api neraka.

    6 Doa agar Dijauhkan dari Api Neraka

    Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah 6 doa agar dijauhkan dari api neraka.


    1. Doa Memohon Perlindungan dari Api Neraka

    Mengutip buku Meraih Janji Allah dengan Salat Khusyuk yang ditulis oleh Siti Rahma, berikut adalah bacaan doa untuk memohon perlindungan Allah SWT dari api neraka, yang juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنْ النَّارِ

    Arab Latin: Allahumma Ajirni Minannari

    Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka.”

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila kamu selesai shalat Subuh maka ucapkanlah sebelum berbicara: “Allahumma ajirni minannar”, tujuh kali, karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada harimu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka, dan apabila kamu selesai shalat Magrib maka ucapkanlah sebelum berbicara, “Allahumma ajirni minannar”, tujuh kali, karena sesungguhnya jika kamu meninggal pada malammu itu niscaya Allah menulis bagimu perlindungan dari api neraka.”

    2. Doa Mohon Ampun dan Dipelihara dari Siksa Neraka

    Dikutip dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al Qurawy, berikut adalah bacaan doa untuk memohon ampunan Allah SWT dan dipelihara dari siksaan neraka.

    رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    Arab Latin: Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa qinaa ‘adzzaban naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    3. Doa agar Terhindar dari Api Neraka

    Merujuk sumber sebelumnya, ini adalah bacaan doa kedua yang dapat diamalkan agar terhindar dari api neraka.

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

    Arab Latin: Rabbanaa maa khalaqta haadzaa subhaanaka faqinaa ‘adzaaban naar. baathilaa,

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    4. Doa Memohon Surga dan Terhindar dari Api Neraka

    Menukil buku Doa Zikir Mohon Perlindungan dan Ketenangan Hati karya Darul Insan, berikut adalah bacaan doa agar mendapatkan tempat terbaik di surga dan dihindarkan dari api neraka.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَسْتَجِيْرُ بِكَ مِنَ النَّارِ.

    Arab Latin: Alloohumma innii as-alukal jannah, wa astajiiru bika minannaar.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu dan aku (mohon) perlindungan kepada-Mu dari api neraka.”

    5. Doa agar Dijauhkan dari Api Neraka dan Siksa Kubur

    Berikut adalah bacaan doa yang sering diamalkan oleh Rasulullah SAW, yang dikutip dari buku Kumpulan Doa’ Rasulullah SAW yang ditulis oleh Agus Supriatna.

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ القَبْرِ وَ مِن شَرِّ الْغِنَى وَ الفقر

    Arab Latin: Allahumma inni a’ūdzubika min fitnatin nāri wa ‘adzabil qabri wa min syarril gina wal faqri

    Artinya: Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya api neraka, siksa kubur, dan dari bahaya kekayaan dan kefakiran. (HR. Abu Daud 1542 dari Siti Aisyah)

    6. Doa agar Dijauhkan dari Api Neraka Jahanam

    Dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah, terdapat bacaan doa agar dijauhkan dari api neraka yang juga terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 65 dan 66,

    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاۖ ۝٦٥ اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ۝٦٦

    Arab Latin: Rabbanashrif ‘annâ ‘adzâba jahannama inna ‘adzâbahâ kâna gharâmâ. Innahâ sâ’at mustaqarraw wa muqâmâ

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami. Sesungguhnya azab itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya ia (Jahanam itu) adalah tempat menetap dan kediaman yang paling buruk.”

    Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam agar dijauhkan dari api neraka. Selain membaca doa-doa ini, jangan lupa iringi dengan melakukan amalan kebaikan lainnya ya!

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga, Apakah Kamu Salah Satunya?


    Jakarta

    Menjadi golongan yang dirindukan surga adalah harapan bagi setiap muslim yang ingin mendapatkan tempat mulia di akhirat. Disebutkan dalam sebuah hadits, surga merindukan empat golongan manusia.

    Surga disebut-sebut merindukan orang-orang dengan amalan tertentu, yang membuat mereka menjadi golongan istimewa di mata Allah SWT. Lantas, siapa saja yang termasuk dalam empat golongan yang dirindukan surga?

    Hadits tentang 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa surga memiliki rasa rindu kepada orang-orang istimewa. Ada empat golongan yang dirindukan surga karena amal dan kebaikan mereka. Berikut adalah haditsnya yang dikutip dari buku Risalah Ramadhan (Risalah dari Perjalanan Malam Ramadhan) tulisan Furqon Al-Kalam.


    Rasulullah SAW bersabda,

    الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِي الْقُرْآنِ, وَحَافِظِ النِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ

    Artinya: “Surga itu merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

    Penjelasan Hadits 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    Hadits tersebut menjelaskan tentang empat golongan yang dirindukan surga dan memberikan penjelasan yang mendalam tentang karakteristik orang-orang yang memperoleh keistimewaan tersebut. Berikut adalah penjelasan dari hadits mengacu pada sumber sebelumnya.

    1. Orang yang Membaca Al-Qur’an dengan Tekun (Taalil Qur’an)

    Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah mereka yang senantiasa mentilawahkan Al-Qur’an dengan tekun. Tidak hanya membaca, namun juga memahami dan mengamalkan ajaran di dalamnya. Pada hadits tersebut menggunakan kata talil Qur’an, yang berarti lebih dari sekadar pembaca biasa. Orang yang masuk golongan ini adalah mereka yang melibatkan hati dan pikiran dalam setiap tilawahnya, menjadikan Al-Qur’an pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga surga pun merindukan mereka.

    Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dan alasan mengapa umat Islam harus melakukannya. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya membaca Al-Qur’an seperti dikutip dari buku Jika Surga Neraka (tak Pernah) Ada tulisan Wawan Susetya:

    • Petunjuk hidup. Al-Qur’an adalah kalimat Allah SWT yang terakhir, menjadi pedoman dan tuntunan bagi umat manusia.
    • Relevan sepanjang masa. Ajaran Al-Qur’an tidak akan bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
    • Mudah dipahami. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa yang mudah dimengerti.

    2. Orang yang Menjaga Lisan (Wa Haafidzii Lisan)

    Orang yang menjaga ucapannya agar tidak berkata kasar, mencaci, atau menghina termasuk salah satu golongan yang dirindukan surga. Allah SWT mengaruniakan manusia dengan kemampuan berbicara, dan itu adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan baik. Dalam surah Al-Mu’minun ayat 3, disebutkan bahwa orang yang menjauhkan diri dari perkataan yang sia-sia dan tidak berguna adalah salah satu syarat untuk masuk Surga Firdaus.

    وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ

    Artinya: “Orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,”

    Mengontrol lisan memiliki makna yang dalam karena seseorang yang tidak mampu menjaga ucapannya bisa terjebak dalam perbuatan dosa seperti dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), atau hasud (dengki). Pepatah “diam itu emas” menegaskan betapa pentingnya berbicara hanya untuk kebaikan.

    Jika tidak mampu menjaga ucapan, seseorang bisa jatuh ke dalam sikap buruk yang merusak hati dan amalan, sehingga menjauhkan mereka dari rahmat Allah SWT dan surga.

    3. Orang yang Memberi Makan Mereka yang Kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an)

    Mereka yang senantiasa berbagi makanan kepada orang yang kelaparan termasuk dalam golongan yang dirindukan surga. Amal ini jika dilakukan dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT, dijanjikan akan dibalas dengan pahala yang melimpah di akhirat. Bahkan, memberi makanan kepada mereka yang berbuka puasa memiliki pahala setara dengan orang yang menjalankan puasa tersebut.

    Islam sangat menganjurkan umatnya untuk peduli terhadap mereka yang kelaparan dan kurang mampu, karena perhatian ini menjadi salah satu ibadah yang mendatangkan pahala besar. Di akhirat kelak, mereka yang menjalankan amal ini dengan penuh keikhlasan akan mendapat tempat istimewa di sisi Allah SWT, yakni surga.

    4. Orang yang Puasa Ramadan Penuh Keimanan (Wa Shooimiina Fi Syahri Ramadhan)

    Terakhir, golongan yang dirindukan surga adalah orang-orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan. Ramadan adalah bulan yang istimewa, seluruh kebaikan terkumpul, doa dikabulkan, dan dosa diampuni.

    Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa jika umatnya mengetahui keutamaan Ramadan, mereka akan berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadan, “Kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadan, niscaya mereka menginginkan agar sepanjang tahun bulan Ramadan.”

    Ketaatan dan keikhlasan dalam menjalani puasa selama bulan Ramadan membuat surga merindukan mereka, karena di bulan ini kebaikan, pengampunan, dan rahmat Allah SWT begitu melimpah. Doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, dosa yang dilakukan akan diampuni, dan ketaatan kepada Allah SWT bisa diterima.

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Saat Cuaca Panas Terik yang Diajarkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Cuaca panas terik di beberapa negara, terutama Indonesia, sering kali menghambat seseorang untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Karena, tenaga seseorang yang digunakan untuk beraktivitas ketika panas terik akan mudah cepat habis.

    Dalam kondisi ini, seseorang dianjurkan untuk menjaga kesehatannya dan memastikan tubuh terhidrasi dengan baik agar tidak mudah lelah. Selain itu, ada doa-doa yang dapat dipanjatkan umat Islam untuk memohon perlindungan saat beraktivitas di bawah paparan sinar matahari. Berikut adalah beberapa doa ketika cuaca sedang panas terik.

    Kumpulan Doa ketika Cuaca Panas Terik

    Berikut adalah beberapa doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi panas terik. Doa-doa ini dikutip dari kitab Al-Adzkar Imam Nawawi dan buku Kitab Doa Harian Rasulullah yang ditulis oleh A.R. Shohibul Ulum.


    1. Doa ketika Cuaca Panas

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اللَّهُمَّ أَنتَ اللَّهُ، لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ، أَنتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَهُ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَغَانَا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin, laa ilaaha illallaahu yaf’alu maa yuriid, allaahumma antallaah, laa ilaaha illaa anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqara’, anzil ‘alainal ghaytsa waj’al maa anzalta ‘alainaa quwwatan wa balaghan ilaa hiin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan semua yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya dan kami membutuhkanMu. Karena itu turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan.” (HR. Abu Daud)

    2. Doa ketika Panas Terik

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مَا أَشَدَّ حَرَّ هَذَا الْيَوْمِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ حَرِّ نَارِ جَهَنَّمَ

    Arab Latin: Lailahaillallah ma asyadda harra hadzal yaum, allaahumma innii a’uudzubika min harri naari jahannam

    Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah dahsyatnya panas hari ini, ya Allah lindungilah kami dari panasnya neraka Jahannam.” (HR. Ibnu As-Sunni)

    3. Doa ketika Kekeringan

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِيثًا هَنِيئًا مَرِيئًا غَدَقًا مُجَلَّلاً سَدًّا عَامًا طَبَقًا دَائِمًا، اللَّهُمَّ عَلَى الطَّرَابِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ، إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، اَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوْعَ وَالْعُرَى، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

    Arab Latin: Allahummasqina ghoitsan mughitsan hanî an marî an ghadaqan mujallalan sahhan âmman thabagan da ima, allahumma aladz-zhirabi wamanabitisy-syajari wabuthûnil awdiyah, allahumma inna nastaghfiruka, innaka kunta ghaffârâ, fa arsilis-sama a alaina midrârâ, allahummas qinal ghaitsa, walâ taj’alna minal qanithin, allahumma anbit lanaz-zar’a, wa `adirra lanadhdhar’a wasqinâ min barakaatis-sama’i, wa anbit lanâ min barakaatil ardhi, allahummar-fa’ ‘annal-jahda wal ju’a wal-‘urâ waksyif annâ minal balâ mâ là yaksyifuhú ghairuk

    Artinya: “Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang deras, sejuk, menyegarkan, airnya berlimpah, bermanfaat, kuat curahannya, menyeluruh, dan dalam waktu yang lama. Ya Allah, (turunkanlah) hujan di atas bukit-bukit, tempat tumbuhnya pepohonan, dan perut lembah. Ya Allah, kami memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, kirimkanlah kepada kami hujan yang deras. Ya Allah, siramilah kami dengan hujan dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa. Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman, suburkanlah air susu buat ternak kami, siramilah kami dengan sebagian dari berkah langit, dan tumbuhkanlah buat kami sebagian dari berkah bumi. Ya Allah, hilangkanlah dari kami kepayahan, kelaparan, dan kurang sandang; bebaskanlah kami dari malapetaka yang tiada seorang pun dapat membebaskannya selain Engkau.”

    4. Doa Memohon Diturunkan Hujan

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِيْئًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٌ عَاجِلا غَيْرَ آجِلٍ

    Arab Latin: Allahummas qinâ ghaitsan mughîtsan mari an mari’an nâfi’an ghaira dhârrin ajilan ghaira ajil

    Artinya: “Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang deras, menyejukkan lagi menyegarkan, bermanfaat dan tidak berbahaya, dengan segera tanpa ditangguhkan.” ( HR. Abu Daud)

    Itulah doa-doa yang dapat dipanjatkan saat menghadapi panas terik. Jika sedang mengalami cuaca panas terik, jangan lupa amalkan dan jaga kesehatan ya!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com