Tag: nft

  • Simak! Ini 5 Koin Kripto yang Diramal Bawa Cuan di 2025


    Jakarta

    Tahun 2024 menandai dimulainya pertumbuhan pasar kripto. Hal itu didorong oleh peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum spot di Amerika Serikat, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat secara umum terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan tahun 2024 menandai dimulainya fase bullish yang telah membawa Bitcoin melewati level harga US$ 100.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

    “Outlook inflasi yang fluktuatif dan rencana The Fed yang akan lebih berhati-hati mungkin dapat menjadi penghambat reli yang akan terjadi di tahun depan, namun optimisme terhadap kebijakan pemerintah AS yang akan lebih akomodatif terhadap pasar dan industri kripto berpotensi menjadi katalis positif yang kuat, yang jika terjadi, berpotensi membawa Bitcoin melanjutkan kenaikan melewati level US$ 150.000,” kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).


    Selain Bitcoin, investor juga bisa memantau sejumlah aset kripto lainnya untuk mengoptimalkan portofolio di tahun depan. Beberapa sektor yang telah membuktikan relevansinya pada siklus-siklus pasar sebelumnya seperti DeFi, L1, NFT, Stablecoin, Memecoin, telah sedikit banyak menunjukkan potensi masih relevannya proposisi nilai yang mereka bawa.

    Berikut lima aset kripto yang menarik di 2025 menurut analis:

    1. Lido DAO (LDO)

    LDO berada pada posisi yang strategis di tengah potensi integrasi ETH staking dengan produk ETF Ethereum seiring dengan outlook regulasi crypto AS yang semakin positif.

    “Sepanjang tahun 2024, Lido telah membuktikan relevansinya sebagai platform lliquid staking yang profitable dengan pendapatan mingguan terendah berada di US$ 14,37 juta, sebuah angka yang cukup fantastis khususnya karena terjadi pada periode di mana hype terhadap Ethereum masih relatif tidak terlalu tinggi sepanjang tahun ini,” imbuh Fahmi.

    2. Ethereum (ETH)

    ETH berpotensi semakin diminati di fase bullish tahun 2025 nanti. Tidak hanya karena dominasi Ethereum sebagai platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, namun juga performa ekosistem Ethereum yang semakin akomodatif terhadap adopsi stablecoin.

    “Stablecoin menjadi salah satu motor distribusi likuiditas utama di fase bullish dengan tingkat penerimaan pengguna yang semakin meningkat. Pencapaian Ethereum pada akhir November lalu dengan menggeser Tron sebagai jaringan blockchain yang mengakomodasi suplai USDT terbesar turut memperkuat potensi Ethereum ke depan,” tambahnya.

    USDT sebagai stablecoin terbesar dengan kapitalisasi pasar hampir menyentuh US$ 150 miliar disebut telah menjadi salah satu penyumbang utama transaksi dan pendapatan di jaringan Tron sejak periode-periode awal kemunculannya karena biaya transaksi yang rendah dan performa blockchainnya yang baik.

    “Kini, pengembangan yang terjadi di Ethereum yang mampu menghadirkan performa dan biaya transaksi yang sama baiknya namun dengan potensi tingkat keamanan dan basis pengguna yang lebih tinggi, menjadi penantang yang serius untuk menangkap peluang di sektor stablecoin yang strategis tersebut,” katanya.

    3. USUAL

    USUAL menjadi salah satu aset crypto di sektor RWA dengan pertumbuhan adopsi tercepat sejauh ini. Posisi Usual sebagai platform RWA dan stablecoin terdesentralisasi membawa semangat origin Bitcoin sebagai sebuah aset dan platform publik yang tidak dikelola oleh entitas terpusat tertentu, sebuah keunikan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan proyek besar di sektor serupa saat ini.

    4. PNUT

    PNUT menjadi aset crypto bertema hewan dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar tercepat pada siklus kali ini. Kekuatan likuiditas yang tinggi dipadukan dengan naratif menarik serta asosiasi dengan beberapa figur berpengaruh membuat kepercayaan investor terhadap proyek meme coin ini berpotensi dapat semakin berkembang di tahun 2025.

    5. LINK

    LINK sebagai aset kripto utama di ekosistem infrastruktur Chainlink dianggap aset yang semakin strategis dengan semakin luasnya ekosistem teknologi Chainlink serta adopsinya. Kolaborasi dan keterlibatan Chainlink pada proyek-proyek besar oleh institusi-institusi strategis seperti Swift misalnya dapat berpotensi mengakselerasi adopsi dari teknologi yang dikembangkan secara signifikan.

    “Tahun 2025 menjadi tahun yang mungkin akan menandai capaian-capaian menarik dari hasil kolaborasi-kolaborasi tersebut yang berpotensi tidak hanya meningkatkan perhatian investor terhadap proyek ini namun juga meningkatkan permintaan organik terhadap aset kripto LINK,” imbuhnya.

    (aid/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Nike Digugat Imbas Penutupan Bisnis Aset Kripto


    Jakarta

    Nike digugat oleh sekelompok pembeli non-fungible token (NFT) bertema Nike dan aset mata uang kripto lainnya. Mereka mengklaim mengalami kerugian besar akibat penutupan tiba-tiba unit bisnis Nike tersebut.

    Gugatan itu diajukan pada Jumat (25/4) di pengadilan federal Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS). Penggugat yang dipimpin oleh penduduk Australia Jagdeep Cheema mengatakan penutupan mendadak unit RTFKT Nike pada Desember 2024 menyebabkan permintaan NFT mereka menurun.

    “Saya tidak akan pernah membeli NFT jika tahu bahwa token tersebut adalah sekuritas yang tidak terdaftar,” katanya dikutip dari Reuters, Minggu (27/4/2025).


    Nike, yang berkantor pusat di Beaverton, Oregon belum memberikan komentar terkait gugatan ini. Sementara itu, Phillip Kim, seorang pengacara untuk para penggugat juga menolak memberikan pernyataan.

    Status hukum NFT sendiri sampai saat ini masih menjadi perdebatan, di mana banyak kasus hukum mengenai apakah NFT dapat dikategorikan sebagai sekuritas di bawah hukum federal AS. Gugatan tersebut meminta ganti rugi yang tidak ditentukan lebih dari US$ 5 juta atas dugaan pelanggaran Undang-Undang perlindungan konsumen New York, California, Florida dan Oregon.

    Sebagai informasi, Nike mengakuisisi RTFKT pada Desember 2021. Pada saat itu Nike menyatakan bahwa merek fesyen tersebut menggunakan inovasi mutakhir untuk menciptakan koleksi generasi baru yang menggabungkan budaya dan permainan.

    Nike mengumumkan penutupan RTFKT pada 2 Desember 2024 telah selesai, sambil memproyeksikan bahwa inovasi yang diusung RTFKT akan terus berlanjut melalui banyak kreator dan proyek yang terinspirasi olehnya.

    (aid/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pengusaha Semringah, Aturan Ini Disebut Bikin Blockchain Diakui di RI


    Jakarta

    Platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax menyambut baik langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Hal itu dianggap jika pemerintah resmi mengakui teknologi blockchain sebagai bagian sah dari ekosistem ekonomi digital nasional.

    Dalam PP ini disebutkan blockchain secara eksplisit dalam kerangka hukum yang tercantum dalam Pasal 186, di mana blockchain disejajarkan dengan teknologi strategis lain seperti kecerdasan buatan (AI), sistem identitas digital, dan sertifikat elektronik.

    Dengan terbitnya PP 28/2025, pelaku usaha yang ingin membangun solusi berbasis blockchain kini memiliki dasar legal yang jelas. Untuk jenis usaha yang tidak bersentuhan langsung dengan sektor keuangan, seperti smart contract, Web3, NFT, dan DeFi non-keuangan, cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Standar


    Sementara bagi sektor yang menyentuh aspek keuangan seperti tokenisasi aset, stablecoin, hingga perdagangan aset kripto, tetap diwajibkan memperoleh izin khusus dari regulator seperti OJK. Pendekatan ini dinilai memberikan keseimbangan antara ruang inovasi dan perlindungan konsumen.

    “Ini bukan sekadar pengakuan, melainkan penegasan bahwa negara hadir untuk mendampingi pertumbuhan teknologi yang membawa transparansi, efisiensi, dan desentralisasi dalam berbagai lini kehidupan,” ujar Chairman Indodax, Oscar Darmawan dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7/2025).

    Oscar mengatakan, selama ini blockchain lebih sering diasosiasikan semata dengan aset kripto. Padahal, kekuatan utamanya justru terletak pada kemampuannya menciptakan infrastruktur kepercayaan yang independen dari otoritas pusat.

    “Regulasi ini membuka jalan untuk eksplorasi lebih luas dari distribusi bansos yang transparan hingga sistem rantai pasok pangan yang akuntabel,” jelasnya.

    Oscar juga mengapresiasi keberanian pemerintah mengklasifikasikan risiko kegiatan blockchain secara spesifik. Menurutnya, pendekatan berbasis risiko adalah langkah progresif yang akan membantu pelaku industri memahami posisi hukum sejak awal tanpa harus menavigasi birokrasi yang rumit.

    “Ini akan menurunkan hambatan masuk bagi inovator dan startup lokal. Banyak pengembang muda yang sebelumnya ragu memulai proyek karena ketidakjelasan regulasi. Dengan PP ini, mereka punya dasar hukum yang konkret, bisa mengakses perizinan secara daring, dan memiliki kredibilitas di mata investor,” lanjut Oscar

    PP 28/2025 juga mengatur pengawasan ketat terhadap pelaku usaha yang tidak aktif selama tiga tahun. Jika tidak ada kegiatan signifikan, izin usaha dapat dicabut secara administratif Ini menjadi pemicu bagi pelaku industri untuk terus menjaga keberlanjutan proyek dan tidak sekadar menciptakan solusi temporer.

    Meski begitu, Oscar mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membentuk roadmap pengembangan blockchain nasional yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

    “Regulasi hanyalah pintu awal. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama pemerintah, swasta, komunitas, akademisi untuk membangun ekosistem yang tumbuh dari bawah dan memecahkan masalah nyata di masyarakat,” ujarnya.

    Tonton juga Video: Google Prediksi Ekonomi Digital RI Capai USD 90 M Tahun Ini

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • 7 Aplikasi Crypto Terbaik dan Terpercaya di Indonesia 2025


    Jakarta

    Investasi crypto kini semakin diminati di Indonesia, baik oleh trader harian maupun investor jangka panjang. Namun, kesuksesan dalam berinvestasi tidak hanya bergantung pada strategi, melainkan juga aplikasi yang digunakan. Platform yang tepat akan memberikan keamanan lebih, biaya transaksi rendah, serta fitur yang sesuai dengan kebutuhan.

    Di Indonesia, ada sejumlah aplikasi crypto yang sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI sehingga aman dan legal. Dari banyaknya pilihan, berikut adalah tujuh aplikasi terbaik tahun 2025 yang bisa kamu coba.

    1. Reku


    Reku adalah salah satu aplikasi crypto terbaik di Indonesia yang sudah ada sejak 2018. Keamanan aplikasi Reku sudah terjamin karena sudah terdaftar BAPPEBTI dan diawasi oleh OJK. Ada beberapa kelebihan aplikasi Reku yang membuatnya unggul dari aplikasi lainnya, di antaranya :

    • Tampilan user friendly yang praktis untuk semua kalangan investor.
    • Bisa mulai dengan modal 5 ribu untuk beli bitcoin atau coin crypto lainnya.
    • Tersedia dua mode, yaitu Mode Lightning untuk pemula & Mode Pro untuk investor berpengalaman.
    • Mode Lightning memiliki tampilan yang lebih sederhana dan biaya transaksi gratis.
    • Mode Pro dilengkapi analisis dan informasi lengkap untuk investor memilih aset yang tepat dan biaya transaksi hanya 0,1%.
    • Aplikasi Reku juga menjadi aplikasi staking crypto pertama di Indonesia yang berizin BAPPEBTI & OJK.
    • Tersedia juga Reku Futures untuk futures trading crypto dengan leverage 25x.
    • Layanan CS 24 jam setiap hari yang terhubung langsung dengan tim, bukan robot.

    Tidak hanya itu, di Reku juga tersedia 800+ pilihan aset saham Amerika (AS) dari berbagai perusahaan ternama dunia seperti saham Google, Apple, NVIDIA, Grab, Coca-cola, SEA (induk perusahaan Shopee), Microsoft, Netflix, Toyota, Ford, Tesla, McDonalds, Disney, Spotify, Nike, Ferrari, Starbucks, dan Roblox. Semua saham tersebut bisa kamu beli dengan modal $1 saja.

    Untuk pemula, ada pilihan Reku Packs berupa paket investasi yang bisa kamu pilih sesuai profil resiko dan tujuan keuanganmu dengan imbal hasil yang lebih optimal. Beberapa packs yang terkenal seperti Magnificent 7 fund, Reku Crypto Blue Chip, Nancy Pelosi, dan masih banyak lagi.

    2. Tokocrypto

    Tokocrypto dikenal luas di Indonesia karena dukungan teknologinya dari Binance. Platform ini menawarkan akses ke banyak aset dengan likuiditas tinggi, serta memiliki TokoMall, marketplace NFT yang cukup populer. Bagi pengguna lokal, Tokocrypto juga memudahkan deposit dengan bank maupun e-wallet. Dengan biaya transaksi kompetitif dan antarmuka modern, Tokocrypto menjadi pilihan menarik bagi banyak investor.

    Namun, kelemahannya ada pada biaya penarikan yang dinilai sebagian pengguna lebih tinggi dibandingkan beberapa platform lokal. Selain itu, meskipun terhubung dengan Binance, fitur yang tersedia di Tokocrypto tidak selengkap exchange induknya, sehingga trader profesional mungkin merasa terbatas.

    3. Indodax

    Indodax merupakan pelopor crypto exchange di Indonesia. Resmi terdaftar di BAPPEBTI, Indodax menyediakan ratusan aset kripto dengan volume transaksi yang besar setiap harinya. Platform ini juga memiliki komunitas yang sangat aktif serta program edukasi untuk membantu pemula memahami dunia kripto. Dengan pengalaman panjang dan reputasi yang solid, Indodax tetap menjadi salah satu exchange utama di Indonesia.

    Di sisi lain, Indodax juga memiliki beberapa kekurangan. Tampilan aplikasinya dianggap kurang modern dibandingkan kompetitor baru. Untuk aset tertentu, terutama altcoin dengan volume rendah, likuiditas kadang tidak optimal sehingga spread melebar. Bagi pemula, banyaknya aset tanpa visual edukasi mendalam bisa membuat bingung.

    4. Luno

    Luno menjadi pilihan yang menghadirkan Luno Learn, program edukasi khusus yang membantu pengguna baru memahami dasar-dasar kripto. Selain itu, keamanan transaksi di Luno terjaga dengan baik, sementara proses deposit dan penarikan dana berlangsung cepat dan transparan.

    Sayangnya jumlah aset di aplikasi Luno masih sangat terbatas. Fokus mereka pada kesederhanaan membuat banyak altcoin tidak tersedia, sehingga pengguna yang ingin menjelajahi aset lebih luas perlu menggunakan aplikasi lain. Selain itu, biaya transaksi Luno relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaingnya.

    5. Triv

    Triv sudah beroperasi sejak 2015 dan kini menawarkan lebih dari 300 aset digital. Exchange ini mendukung layanan staking dan futures trading, sehingga bisa digunakan baik oleh investor pemula maupun trader berpengalaman. Spread yang rendah serta transaksi 24 jam penuh menjadi daya tarik tambahan.

    Legalitasnya pun terjamin karena terdaftar di BAPPEBTI. Antarmuka aplikasi Triv kadang dianggap kurang intuitif dibandingkan platform lain. Beberapa pengguna juga menilai layanan customer support masih bisa ditingkatkan dari segi kecepatan respons. Bagi trader aktif yang butuh eksekusi cepat, hal ini bisa menjadi kendala.

    6. Upbit

    Upbit Indonesia adalah bagian dari exchange global Upbit yang beroperasi resmi di Indonesia. Platform ini mendukung trading langsung dengan Rupiah, dan keamanannya terjamin melalui sistem multi-signature cold wallet serta notifikasi real-time. Dengan pengawasan BAPPEBTI. Meski begitu, fitur yang tersedia di versi Indonesia masih lebih terbatas dibandingkan aplikasi induknya.

    7. Binance

    Sebagai exchange global terbesar, Binance menawarkan fitur super lengkap mulai dari spot trading, futures, margin, staking, hingga NFT. Likuiditasnya yang sangat tinggi membuat transaksi berlangsung cepat tanpa hambatan. Dengan ekosistem luas, Binance banyak dipilih oleh trader berpengalaman yang ingin memaksimalkan peluang di pasar kripto global.

    Akan tetapi, kompleksitas Binance sering menjadi kendala bagi pemula. Banyaknya fitur membuat aplikasi terasa membingungkan untuk pengguna baru. Selain itu, karena bukan aplikasi lokal, beberapa metode pembayaran dan layanan pelanggan tidak sepraktis exchange Indonesia. Status regulasinya di Indonesia juga kadang menimbulkan pertanyaan karena operasinya tidak langsung di bawah entitas lokal.

    Ketujuh aplikasi crypto terbaik di Indonesia 2025 memiliki keunggulannya masing-masing. Tetapi kalau kamu cari aplikasi yang cocok untuk pemula, biaya transaksi rendah, keamanan terjaga dan bisa diversifikasi di aset saham Amerika, Reku adalah pilihan yang cocok untukmu. Download aplikasi crypto terbaik pilihanmu sekarang dan mulai berinvestasi dengan bijak!

    (akd/akd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Galeri NFT Pertama di Asia Tenggara Ada di Bali, Lho



    Badung

    Bali memiliki galeri Non Fungible Toke (NFT) pertama di Asia Tenggara, namanya Superlative Gallery. Galeri itu memamerkan 11.100 rangkaian NFT.

    Superlative Gallery adalah salah satu destinasi wisata baru yang wajib traveler kunjungi. Menjadi galeri NFT di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, Superlative Gallery menyajikan ratusan lukisan dengan format digital. Pameran bersifat temporer.

    Ikhsan Muttaqin, manager Superlative Gallery, menjelaskan Superlative Gallery berawal dari NFT Collection yang sedang booming di Indonesia. Superlative Gallery menyajikan NFT berbentuk karakter sejumlah 11.100 rangkaian NFT.

    “Superlative Gallery merupakan salah satu roadmap dari NFT itu sendiri. Ketika 11.100 NFT itu sudah terjual, langkah selanjutnya kita mendirikan Superlative Gallery ini di Bali. Jadi Superlative Gallery ini lahir dari NFT Collection kita,” kata Ikhsan.

    Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

    Superlative Gallery resmi dibuka pada Januari 2021 dan menjadi galeri indoor yang mewadahi seniman Indonesia dalam menggabungkan seni konvensional dan seni digital. Superlative Gallery juga sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar lebih jauh terkait NFT.

    Jika berkunjung ke sini, traveler dijamin nggak akan bosan. Setiap bulannya Superlative Gallery akan bekerjasama dengan seniman untuk mengadakan pameran di galeri ini. Tampilan dari Superlative Gallery akan berubah setiap bulannya tergantung dengan gaya dan konsep dari seniman

    “Kita per bulan rencananya akan punya pameran dengan konsep yang beda-beda, tergantung dari senimannya. Ada yang solo exhibition atau bisa collective exhibition, jadi jumlah karya dan konsep pameran tergantung dari senimannya. Jadi konsepnya tematik per bulan,” papar Ikhsan.

    Mulai dari 5 Januari hingga 5 Februari 2024 di Superlative Gallery traveler bisa menikmati solo exhibition dari salah satu seniman bernama Edi Bonetski dengan tajuk “Mata Garis”.

    “Sekarang kita lagi ada pameran dari salah satu seniman asal Tangerang bernama Edi Bonetski yang lahir dari seni konvensional. Kita ajak untuk melakukan pameran di sini. Kita kombinasikan antara seni konvensional dan seni digital, jadi ada beberapa lukisan dari Bang Edi yang kita jadikan NFT,” ujar Ikhsan.

    Jika traveler tertarik dengan salah satu karya yang ada di Superlative Gallery, traveler bisa langsung membeli karya seni lukisan atau digital tersebut.

    “Pengunjung yang tertarik dengan seni di sini, bisa langsung beli. Kalau tertarik dengan karya seni digital, nanti akan dibantu bagaimana cara membeli karya NFT. Kalau tertarik dengan seni fisik juga akan dijelaskan cara membeli dan harganya,” kata Ikhsan.

    Aktivitas Menarik di Superlative Gallery

    Superlative Gallery terdiri dari dua lantai. Di lantai satu traveler bisa berkeliling untuk melihat pameran karya lukisan digital atau konvensional dari seniman Indonesia.


    Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

    Tak hanya berkeliling saja, traveler bisa mendapatkan banyak spot foto instagramable di setiap sudut galeri. Spot foto terbaik adalah di ruangan video mapping, cantik dan instagramable banget. Saat ini Superlative Gallery memiliki 4 proyektor untuk video mapping.

    Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa naik ke lantai dua dan bersantai sambil menikmati kopi di Society Coffee dan melihat souvenir dari Superlative Gallery.

    “Untuk Society Coffee saat ini hanya menjual beverage, seperti kopi, coklat dan matcha. Menu andalannya bernama Society Coffee. Jadi pengunjung bisa ngopi sambil menikmati karya seni,” kata Ikhsan.

    Seniman yang melakukan pemeran di Superlative Gallery juga sering melakukan berbagai aktivitas yang bisa traveler coba. Ada talkshow, life painting session, merajut, dan berbagai kegiatan seru yang berbau seni.

    Seluruh informasi terkait aktivitas di Superlative Gallery bisa traveler simak di akun Instagram @superlativegallery.id.

    Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Superlative Gallery

    Galeri yang satu ini berlokasi di Jalan Raya Legian No.99, Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Superlative Gallery berjarak 8 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau sekitar 20 menit perjalanan.

    Mau keliling dan mendapat spot foto instagramable di Superlative Gallery tak akan membuat kantong bolong. Harga tiket masuk galeri saat weekdays dibandrol dengan harga Rp 35 ribu dan Rp 45 ribu saat weekend.

    Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

    “Biasanya kita suka ada bundling. Jadi kalau ada kegiatan seperti melukis bersama atau talkshow biasanya kita harga tiketnya bundling,” kata Ikhsan.

    Superlative Gallery buka setiap hari, untuk weekday mulai pukul 10.00 – 19.00 WITA dan saat weekend pukul 12.00 – 20.00 WITA. Setiap harinya galeri ini bisa dikunjungi 70 hingga 80 orang. Tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Superlative Gallery.

    Traveler yang berkunjung diharapkan mematuhi peraturan yang ada, seperti keep clean, no smoking, no flash, no drink and food, don’t touch, no pets, no weapon, dan respect others.

    Bagi traveler yang kepo dengan seni NFT, Superlative Gallery menjadi pilihan yang sip untuk traveler kunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngabuburit Beda di Pangandaran Sambil Petik Melon Inthanon



    Pangandaran

    Ngabuburit menunggu azan Maghrib di Pangandaran bisa diisi dengan kegiatan yang berbeda, yaitu memetik buah melon langsung dari pohonnya.

    Aktivitas ini bisa dinikmati di kebun melon milik Tuslam, yang berlokasi di Dusun Sukanegara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Kebun melon ini menggunakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) yang dikembangkan oleh Tuslam di halaman belakang rumahnya.

    Saat Ramadan, kebun melon milik Tuslam ramai dikunjungi warga, terutama karena sedang memasuki panen raya. Uniknya, ia sengaja tidak memanen seluruh melon yang sudah matang, sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi memetik sendiri langsung dari pohonnya.


    Kebun milik Tuslam memiliki luas 130 meter persegi dengan populasi 150 tanaman melon jenis Inthanon. Ia pun berharap kebun ini bisa menjadi destinasi agrowisata baru di kampungnya.

    Tuslam, mengungkapkan bahwa kebun melon ini berawal dari hobinya dalam bertani.

    “Awalnya hanya hobi, tapi kemudian saya coba menanam melon secara hidroponik. Alhamdulillah hasilnya bagus,” tuturnya.

    Sebagai lulusan jurusan pertanian, ia ingin menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya sekaligus berbagi pengalaman dengan masyarakat sekitar.

    Tuslam juga memiliki visi untuk mengembangkan kebunnya sebagai destinasi agrowisata dan edukasi, di mana pengunjung tidak hanya bisa membeli, tetapi juga memetik melon langsung dari pohonnya.

    “Awalnya hanya iseng, tapi saya berpikir bahwa hobi itu harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

    Tuslam menjelaskan bahwa kebun melon miliknya baru berjalan selama satu tahun, tetapi dalam lima bulan pertama sudah dua kali panen.

    “Dari awal tanam hingga panen hanya butuh waktu sekitar dua bulan. Dalam satu pohon, hanya dipertahankan satu buah agar kualitasnya terjaga,” jelasnya.

    Melon jenis Inthanon yang ia budidayakan tergolong langka di pasaran. Selain memiliki rasa yang sangat manis, melon ini juga dikenal dengan aromanya yang harum dan teksturnya yang renyah.

    Kebun melon ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada bulan Ramadan. “Setiap hari selalu ada pengunjung, mulai dari pagi, siang, hingga sore hari,” ujar Tuslam.

    Pengunjung Tahu dari Media Sosial

    Meski luas lahannya terbatas, kebun ini mampu menghasilkan buah melon yang cukup melimpah. Ika Umika, seorang pengunjung asal Kalipucang, mengaku mengetahui kebun ini dari media sosial dan tertarik untuk datang.

    “Saya dapat info dari media sosial, katanya bisa memetik melon segar langsung dari pohonnya,” ujar Ika.

    Menurutnya, melon merupakan buah favoritnya karena rasanya yang manis dan segar, terutama untuk hidangan berbuka puasa.

    Hal serupa juga dirasakan oleh Rifda, yang mengetahui kebun melon ini dari status WhatsApp temannya.

    “Saya melihat teman update sedang memetik melon disini, jadi saya langsung datang. Kebetulan lokasinya masih dekat dengan rumah,” kata Rifda.

    Kebun Melon Tuslam Menghasilkan Cuan

    Dari hasil panen, Tuslam mengaku bisa memperoleh pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya operasional.

    “Jika dirata-ratakan, penghasilan per hari bisa mencapai Rp 1 juta lebih. Alhamdulillah, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama menunggu panen berikutnya,” katanya.

    Namun, penghasilan yang lumayan itu dia dapatkan ketika kebun melonnya mengalami musim panen.

    “Kebetulan Ramadan ini pun waktunya panen,” ucapnya.

    Untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman memetik sendiri, harga satu buah melon dengan berat 1 kg adalah Rp 35 ribu. Sementara dalam sehari kebun Tuslam mampu menjual sekitar 30 kg melon yang dibeli langsung oleh pelanggan.

    “Alhamdulillah, saat ini lebih banyak yang membeli langsung ke kebun,” ucapnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com