Tag: nilai tukar

  • Pakai Cara Ini Agar Investasi Dollar Kamu Lebih Menguntungkan!

    Sekarang ini tersedia banyak pilihan investasi. Mulai dari yang konvensional seperti investasi emas hingga investasi dollar yang masih banyak diminati masyarakat karena menguntungkan dan caranya mudah.

    Perjalanan Nilai Tukar Dollar ke Rupiah Saat Pandemi

    Situasi pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia tentu berpengaruh bagi perekonomian, salah satunya berdampak pada nilai pertukaran dollar ke rupiah. 

    Nilai tukar dollar ke rupiah saat pandemi mengalami fluktuasi cukup besar karena ketidakpastian yang terjadi, terlebih seiring dengan kebijakan beberapa negara yang memberlakukan lockdown.

    Hal ini terlihat jelas pada nilai tukar rupiah terhadap dollar yang melemah hingga mencapai Rp16,482 pada 25 Maret 2020. Kondisi tersebut terjadi berbarengan dengan penemuan kasus pertama COVID-19 yang menghebohkan masyarakat Indonesia.

    Dalam periode April hingga Mei 2020, nilai tukar usd to idr menunjukkan tren penguatan secara perlahan dan kembali ke kisaran Rp14,740 per dollar AS pada 31 Mei 2020. Jika melihat satu tahun kemudian, yaitu pada periode 30 Mei 2021, posisi rupiah berada di level Rp14,285 dan dipastikan akan terus berfluktuasi seiring dengan kondisi ekonomi dan politik yang terjadi.

    Investasi Konvensional dengan Dollar

    Sebagai mata uang yang berpengaruh pada perdagangan dan perekonomian global, investasi konvensional dengan dollar masih menjadi primadona masyarakat. Beberapa investasi konvensional yang kerap dilakukan adalah:

    • Membeli dan Menyimpan Dollar Cash

    Membeli dollar secara cash kemudian menyimpannya dan menjual kembali saat waktu yang tepat adalah cara mudah dan menguntungkan. Jika seseorang membeli dollar pada tahun 1998 saat harganya di kisaran Rp6,000, maka Ia akan mendapat keuntungan berlipat karena saat ini harga dollar mencapai Rp,14,000-an.

    Untuk menghindari pembelian dollar AS palsu, Anda bisa melakukan transaksi di tempat resmi, seperti bank dan money changer.

    • Menabung Dollar di Bank 

    Selain menyimpan secara tunai, Anda bisa menabung dollar AS di bank. Tentu cara ini lebih aman dan mengurangi risiko kerusakan fisik. 

    Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk menabung dollar di bank, Anda bisa mencari bank dengan kurs jual rendah dan kurs beli tinggi. Dengan begitu Anda berpotensi mendapat keuntungan lebih tinggi dan jangan lupa untuk terus update informasi nilai tukarnya.

    USDT: Investasi Modern Dollar x Kripto

    Selain investasi dollar dengan dua cara di atas, Anda bisa melakukan investasi modern dengan membeli USDT.

    Apa, sih, USD itu?

    USDT atau Tether adalah aset digital berbasis blockchain yang merupakan representasi dari dollar AS. 1 Tether (USDT) memiliki harga di kisaran 1 dollar AS dan cenderung memiliki pergerakan yang stabil. 

    Tujuan USDT sendiri adalah untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi finansial. USDT bisa digunakan untuk melakukan transaksi peer-to-peer secara global dengan harga yang relatif murah dan tentunya aman.

    Selain itu, USDT memungkinkan pengguna untuk menyimpan, mengirim, dan menerima dollar AS dalam bentuk token digital melalui teknologi blockchain-nya.

    Berikut Cara Beli USDT dengan Rupiah!

    Jika ingin memiliki USDT, Anda bisa kok membelinya dengan rupiah! Karena di Indonesia, aset kripto sudah dianggap sebagai aset yang sah untuk diperdagangkan di bursa efek berjangka. Selain itu, pada survei yang dilakukan Tokocrypto, USDT adalah aset kripto favorit yang paling banyak dibeli di Tokocrypto, kemudian diikuti dengan BTC dan ETH.

    Nah, berikut cara membeli USDT dengan mudah di Tokocrypto

    1. Buat wallet kripto. Jika Anda belum memilikinya, pastikan untuk mendaftarkan diri pada exchange yang diawasi langsung oleh BAPPEBTI seperti Tokocrypto
    2. Pastikan untuk melewati proses KYC dengan persyaratan yang telah ditentukan, ya! Proses verifikasi ini bertujuan untuk menghindari tindakan pencucian uang dan kejahatan lainnya
    3. Usai verifikasi, masukkan deposit pada akun Tokocrypto minimal  Rp50,000
    4. Setelah dana yang di-transfer masuk dalam bentuk BIDR (stablecoin berbasis Rupiah dengan nilai 1 BIDR = Rp1), Anda sudah bisa melakukan pembelian USDT!

    Ternyata membeli USDT bisa menjadi alternatif investasi dollar yang menguntungkan, ya! 

    Terpenting adalah selalu ketahui keuntungan dan risiko saat trading serta investasi aset kripto, ya! Harganya yang fluktuatif menyebabkan investasi pada aset kripto termasuk ke dalam high risk and high return

    Untuk memulai menabung bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.

    Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Kembali Melejit, Pecah Rekor Lagi!


    Jakarta

    Sejak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat, nilai tukar kripto terus mengalami lonjakan. Bahkan harga Bitcoin yang menjadi patokan bursa perdagangan kripto terus melejit hingga di atas Rp 1,4 miliar per koin.

    Menurut data dari Coin Market Cap, Minggu (17/11) harga Bitcoin mencapai US$ 91.235 atau setara Rp 1.444.250.050. (kurs Rp 15.830). Memecahkan rekor harga Bitcoin sebelumnya yang mencapai US$ 89.000 atau Rp 1.412.786.000.

    Kondisi ini membuat kripto menjadi salah satu primadona pilihan untuk trading dan investasi. Namun seiring peningkatan minat terhadap aset digital ini, memilih aplikasi trading kripto yang tepat menjadi sangat penting.


    Tidak hanya memperhatikan jumlah aset yang tersedia, tetapi juga fitur-fitur yang mumpuni serta lisensi resmi yang dimiliki aplikasi tersebut harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih platform jual beli kripto.

    Sebab aplikasi berlisensi ini memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam setiap transaksi, sehingga pengguna dapat berinvestasi dengan lebih percaya diri. Melansir dari keterangan resmi platform investasi Pluang, berikut 5 aplikasi trading kripto terlengkap di Indonesia:

    1. Pluang

    Dirikan pada 2019 oleh Claudia Kolonas dan Richard Chua, platform Pluang menawarkan investasi multi-aset dan trading dengan lebih dari 11 juta pengguna di Indonesia. Platform ini Pluang menyediakan akses ke lebih dari 1000 pilihan aset, termasuk Aset Kripto, Saham AS, ETF, Emas Digital dan Reksa Dana.

    Keberagaman ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dari berbagai latar belakang, baik investor pemula maupun profesional untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

    Di luar itu, keamanan dan legalitas di Pluang juga sangat diutamakan. Pluang telah resmi memperoleh lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dan menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan lisensi tersebut.

    Lisensi ini adalah bentuk perlindungan bagi investor, memastikan bahwa perdagangan aset kripto di Pluang telah resmi dan memenuhi ketentuan perizinan dari Bappebti. Lisensi ini juga menunjukkan bahwa Pluang telah memenuhi standar operasional dan teknologi yang handal, memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya.

    2. Pintu

    Pintu merupakan aplikasi yang fokus pada kemudahan penggunaan, khususnya untuk investor pemula di dunia kripto. Platform ini menawarkan lebih dari 300 koin kripto sebagai pilihan bagi penggunanya.

    Salah satu fitur unggulan Pintu termasuk Web3 yang merupakan crypto wallet yang menggunakan teknologi multi-party computation (MPC) untuk memudahkan pengguna mengakses berbagai aplikasi. Hal ini mendukung beberapa jaringan blockchain termasuk Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon dan lain sebagainya serta mengelola aset crypto dan NFT dengan aman dengan pelengkap lapisan keamanan tambahan Firewall.

    3. Indodax

    Sebagai salah satu platform kripto terbesar dan tertua di Indonesia, Indodax menawarkan lebih dari 410 pilihan koin kripto dengan volume perdagangan harian yang tinggi. Indodax dikenal dengan fitur Pro yang menawarkan pengalaman trading yang lebih mendalam, serta dukungan integrasi dengan Trading View dan Web Trading untuk analisis harga yang lebih akurat.

    Indodax juga menawarkan program Indodax Prioritas, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Fitur unggulan lainnya termasuk Crypto Earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto yang disimpan.

    4. Tokocrypto

    Tokocrypto merupakan aplikasi trading kripto yang berkolaborasi dengan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Platform ini menawarkan lebih dari 340 koin kripto, menjadikannya salah satu platform terlengkap di Indonesia.

    Beberapa fitur unggulan Tokocrypto termasuk Crypto Earn, Order Book, serta dukungan untuk Advanced Order dan Web Trading. Tokocrypto juga menawarkan program Tokocrypto VIP, yang memberikan biaya transaksi lebih rendah bagi pengguna prioritas.

    5. Reku

    Reku adalah platform kripto yang menawarkan lebih dari 175 koin kripto dan dikenal dengan layanan Reku VIP OTC, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas.

    Reku dilengkapi dengan fitur Packs yang memudahkan pengguna khususnya investor pemula untuk membeli aset-aset saham pilihan dalam satu kategori, serta fitur Crypto Staking, yang memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari aset digital mereka.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Beli Bitcoin Sejak 2010? Selamat Kamu Sudah Jadi Miliarder Hari Ini!


    Jakarta

    Bitcoin (BTC) menjadi salah satu instrumen investasi kripto yang digandrungi warga Indonesia. Hingga April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 35,61 triliun dibandingkan Maret Rp 32,45 triliun.

    Harga BTC naik signifikan jika ditarik sejak 2010 hingga saat ini. Pada awal kemunculannya, harga satu BTC dipatok sebesar US$ 0,05815 pada 14 Juli 2010. Lantas berapa cuan yang diraup investor kripto untuk kepemilikan satu koin BTC?

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, Senin (4/8), harga BTC menguat 0,03% beberapa waktu terakhir. Salah satu koin kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini juga menguat 0,73% sepanjang 24 jam terakhir.


    Meski begitu, BTC terkoreksi 4,40% sepekan terakhir. BTC hari ini berada di harga US$ 114.396,76 dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 2,27 triliun. Jika ditarik 15 tahun terakhir, maka mata uang kripto ini tumbuh lebih dari 38 juta persen.

    Kemudian jika dikonversi dengan nilai tukar rupiah hari ini sebesar Rp 16.394, investor memiliki kekayaan sekitar Rp 1,87 miliar untuk kepemilikan satu keping BTC.

    Sementara untuk jenis koin lainnya juga terus menggeliat hingga perdagangan hari ini. Ethereum (ETH) misalnya, kembali menguat ke harga US$ 3.535,76 setelah anjlok pada perdagangan sebelumnya, Minggu (3/8). Kemudian untuk XRP berada di harga US$ 2,97 dan BNB di posisi US$ 753,57.

    Sementara itu, Indonesia saat ini tengah memperbaiki tata kelola pengawasan kripto. Teranyar, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyerahkan sepenuhnya wewenang terkait pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Peralihan ini ditandai dengan penandatangan adendum berita acara serah terima (BAST) yang dilakukan Bappebti dan OJK di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (30/7). Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang (UU) Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK) sekaligus memperluas lingkup pengawasan OJK. Peralihan ini dipercaya dapat memperkuat dasar ekosistem aset keuangan digital.

    Simak juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com

  • Tips Pilih Investasi yang Kasih Cuan di Tengah Gonjang-ganjing Ekonomi Global


    Jakarta

    Kondisi ekonomi dunia masih dilanda ketidakpastian. Melihat keadaan tersebut, investor perlu menimbang kembali produk investasi yang dipilih untuk meminimalisir kerugian.

    Seperti diketahui, ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lama atau higher for longer. Kemudian, perang di Timur Tengah masih terus memanas dan kemungkinan konflik besar dapat terjadi.

    Head of Research BCA Sekuritas Andre Benas mengatakan di tengah kondisi global yang tidak pasti, emas masih menarik untuk menjadi instrumen investasi. Menurutnya, harga emas yang terus naik di tengah tensi global politik menjadi salah satu bukti emas tidak terpengaruh.


    “Kalau dari beberapa bulan terakhir kita lihat gold hampir naik US$ 2.400 per troy ounce karena impact dari global political tension. Walaupun ada global political tension turun, emas masih bertengger di sekitar US$ 2.300,” kata Andre dalam acara Sharing dan Peningkatan Wawasan, Jakarta, Senin (15/7/2024).

    Dia memperkirakan harga emas akan terus meroket hingga tahun depan. Pasalnya, kondisi politik global yang masih memanas, terutama di Amerika Serikat (AS) dan ada negara yang membeli emas dengan masif, seperti India.

    Di sisi lain, nilai emas juga tidak berpengaruh pada nilai tukar mata uang apapun, termasuk suku bunga acuan dari Bank Sentral AS. Apalagi The Fed tidak menunjukkan keadaan menurunkan suku bunga. Melihat hal itu, dia bilang emas menjadi pilihan investasi yang baik.

    Dia juga bilang saat ini akses membeli emas juga semakin mudah. Banyak gerai toko emas di ritel bahkan masyarakat juga dapat beli emas secara digital.

    Higher for long term masih ada. Ekonomi AS masih tumbuh 2-3% dengan inflasi sekitar 3%, kita lihat ya gold is good asset. Karena inflasi nggak mungkin bisa turun balik ke periode 2013, di mana yg suku bunga 0,25%. Karena situasi itu, gold menjadi salah satu pilihan investasi ke depannya,” jelasnya.

    Kemudian, dollar AS juga bisa menjadi pilihan investasi yang baik. Apalagi saat ini nilainya terus menguat terhadap mata uang di dunia.

    Dia menyebutkan membeli dolar AS menjadi pilihan yang paling sederhana untuk investasi di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil seperti sekarang. Dia juga menyebut nilai tukar dolar AS akan semakin kuat setiap tahunnya.

    “Dari saya kuliah sampai sekarang, lulus kuliah 2009, dulu dolar AS Rp 8.000- Rp 9.000 berarti dalam hampir lima belas tahun dobel ya. Dan setiap tahun kondisinya, diferensiasinya hampir 10-15%. Jadi, menurut saya pegang dolar AS strategi cukup bagus untuk investasi di situasi seperti ini,” terangnya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com