Tag: nitrogen

  • 5 Penyebab Rumput Halaman Menjadi Berwarna Coklat, Salah Satunya Jamur


    Jakarta

    Rumput yang hijau dan subur seringkali menjadi ciri kesehatan dan keindahan sebuah taman atau halaman. Namun, tidak jarang rumput secara perlahan berubah warna menjadi coklat.

    Kondisi ini tentunya mengurangi daya tarik visual tanaman dan menandakan adanya masalah. Perubahan warna itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apa saja?

    Penyebab Rumput Halaman menjadi Coklat

    Beberapa penyebab rumput halaman menjadi coklat di antaranya kurang air atau cuaca yang panas, penyakit dan jamur, hingga air seni hewan peliharaan. Menurut laman Neave Group dan Today’s Home Owner begini penjelasannya.


    1. Kurang Air atau Cuaca Panas

    Setiap jenis rumput membutuhkan air yang cukup untuk bisa tumbuh. Kekeringan atau cuaca yang sangat panas bisa menghalangi rumput mendapat cukup air dari tanah.

    Oleh sebab itu, siram halaman seminggu sekali atau dua kali sebulan atau bahkan lebih sering jika kamu tinggal di daerah rawan kekeringan. Cara termudahnya adalah menggunakan penyiram otomatis.

    2. Kutu Busuk

    Kutu busuk menjadi penyebab utama rumput coklat. Hewan ini akan memakan rumput dengan menghisap sari tanaman dan menyuntikkan cairan ludah ke daun dan batang.

    Hal ini menghalang air dan makanan sehingga membuat rumput mati. Kutu busuk paling aktif dalam kondisi panas, kering, dan cerah.

    Pertama-tama halaman akan terlihat layu, menguning, dan akhirnya coklat. Bercak-bercaknya akan terus membesar, meski sudah dilakukan penyiraman secara teratur.

    3. Terlalu Banyak Pupuk, Air, atau Keduanya

    Penggunaan pupuk yang tepat untuk rumput halaman akan memberikannya nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan untuk tumbuh.

    Menyiram halaman memang penting untuk menjaganya tetap sehat. Namun, terlalu banyak pupuk, air, atau keduanya bisa menyebabkan rumput berwarna coklat.

    Oleh sebab itu, perhatikan seberapa sering kamu memberikan pupuk pada rumput dan menyiraminya dengan air. Masalah kecoklatan pada rumput ini termasuk bercak-bercak besar yang berubah menjadi coklat.

    4. Penyakit dan Jamur

    Puluhan penyakit dan jamur bisa membuat rumput halaman menjadi coklat. Penyiraman yang sedang berlangsung dan sering menyebabkan kelembaban tinggi menyebabkan ada jamur di mana-mana.

    Untuk mencegah adanya penyakit pada rumput, hindari memotongnya terlalu rendah. Siram dengan benar, dan pastikan halaman memiliki drainase yang memadai.

    5. Air Seni Hewan Peliharaan

    Air seni hewan peliharaan juga bisa menjadi masalah bagi rumput karena bisa menyebabkannya menjadi berwarna coklat dengan cepat. Air ini mengandung nitrogen dalam kadar yang tinggi.

    Nitrogen adalah nutrisi utama untuk halaman yang sehat. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak bisa membuat rumput menjadi coklat dan akhirnya mati.

    Itulah sejumlah penyebab rumput halaman berubah menjadi coklat. Semoga artikel ini bisa membantumu.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ban Motor Baru Nggak Boleh Diisi Nitrogen, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Nitrogen belakangan banyak dipilih para pengendara. Tapi benarkah angin nitrogen sebaiknya tak diisi untuk ban motor baru? Mitos atau fakta ya?

    Nitrogen kerap menjadi pilihan utama para pemilik kendaraan. Bukan tanpa alasan, nitrogen disebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan tekanan angin biasa. Di sisi lain, pengisian tekanan nitrogen pun kian mudah ditemukan. Di beberapa SPBU, sudah banyak terdapat pengisian nitrogen. Namun kabarnya tekanan nitrogen sebaiknya tak digunakan pada ban motor baru. Benarkah demikian? atau hanya sekadar mitos?

    Ban Baru Jangan Diisi Nitrogen?

    Melansir laman Wahana Honda, ban motor baru sebenarnya boleh-boleh saja diisi dengan nitrogen. Tapi, pengisian nitrogen itu tak direkomendasikan setelah pemasangan. Setidaknya ada tiga alasan utama ban motor baru tak direkomendasikan menggunakan nitrogen di awal. Pertama, ban baru masih dalam tahap penyesuaian dan membutuhkan waktu agar kompon karetnya mengembang sempurna. Untuk itu, penggunaan angin biasa dinilai lebih fleksibel untuk menyesuaikan tekanan dalam proses pengembangan tersebut.


    Kedua, jika ban baru langsung diisi nitrogen tanpa mengosongkan angin biasa, sisa kandungan oksigen dan uap air justru dapat mengurangi manfaat nitrogen. Campuran udara biasa dengan nitrogen itu justru membuat tekanan kurang stabil. Kalaupun mau mengisi nitrogen, ada baiknya kosongkan dulu tekanan angin ban, barulah diisi sepenuhnya dengan nitrogen.

    Ketiga, ban baru cenderung mengalami perubahan tekanan lebih cepat karena kompon karetnya menyesuaikan dengan velg dan kondisi jalan. Ini bisa mempengaruhi performa berkendara.

    Buat kamu yang mau mengisi nitrogen pada motor baru, disarankan bisa dilakukan setelah 100-200 km pemakaian. Ini menunggu ban lebih stabil sehingga lebih efektif bila menggunakan nitrogen. Pastikan sebelum mengisi nitrogen, tekanan angin ban sebelumnya dikuras. Dengan begitu, manfaat nitrogen jadi lebih optimal. Jadi ban baru boleh saja langsung menggunakan nitrogen. Namun agar lebih efektif, sebaiknya gunakan tekanan angin biasa lebih dulu.

    Keunggulan Menggunakan Nitrogen

    Nitrogen memang memiliki sejumlah keunggulan bila digunakan pada ban. Nitrogen memiliki struktur yang lebih bagus dibandingkan angin biasa karena tidak mudah keluar dari karet ban. Tidak seperti gas oksigen yang mudah keluar dari ban walaupun prosesnya sedikit demi sedikit.

    Saat mengisi ban dengan angin biasa, pergerakan kendaraan akan terasa lebih berat akibat adanya proses pemuaian di dalam ban. Sementara jika diisi dengan angin nitrogen ban jadi lebih ringan dan akselerasi jadi mudah. Molekul dalam nitrogen tidak mudah menguap karena panas, sehingga ban kendaraan tidak mudah kempis. Nitrogen juga menjaga temperatur lebih baik.

    Saat ban diisi dengan nitrogen lalu dipacu dalam kecepatan tinggi, temperatur ban tidak naik melonjak terlalu tinggi. Ban akan tetap dingin dengan suhu yang aman, sehingga ban jadi lebih awet.

    (dry/lua)



    Sumber : oto.detik.com