Tag: NON-FUNGIBLE TOKEN

  • Influencer Crypto Ini Menyatakan 3 NFT Utama untuk Menjadi Miliarder

    Jumat lalu, 19 Maret 2021, salah satu analis dan influencer crypto bernama Ben Armstrong membicarakan tentang tiga Non-Fungible Token (NFT).

    Ia menyatakan bahwa tiga crypto NFT ini dapat menghasilkan Miliaran Rupiah untuk para investor melalui videonya di Youtube.

    3 NFT Berpotensi Miliaran Rupiah

    1. Ethernity Chain (ERN)

    Pendiri dari Ethernity Chain menyatakan secara resmi bahwa Ethernity Chain adalah platform berorientasi pada komunitas NFT.

    Selain itu, ERN juga berfokus pada penciptaan NFT langka dan beberapa kartu koleksi yang diciptakan oleh beberapa seniman terkenal.

    ERN didirikan pada Blockchain Ethereum dengan tujuan menciptakan kumpulan NFT yang lebih luas, memberikan penghargaan pada kolektornya, serta meningkatkan dana untuk tujuan amal.

    Sehingga, ERN bertujuan tidak hanya menguntungkan konsumennya namun juga menguntungkan dalam aspek sosial.

    Selain itu, melalui aplikasi DeFinya, para pemilik Token ERN dapat melakukan farming, staking, dan berpartisipasi dalam pemungutan suara, semua melalui NFT tersebut.

    NFT ini dapat dimiliki melalui pembelian maupun lelang, dimana keuntungannya akan diberikan kepada badan amal, menurut pihak Ethernity Chain.

    Baca juga: Crypto Ini Berencana Mengadopsi NFT Melalui Blockchain

    Menurut Armstrong, token ini menjadi salah satu token yang didukung proyek dengan potensi jangka pendek dan jangka panjang yang cukup baik. Ia mengatakan,

    “Ethernity masih tergolong baru akibat baru diterbitkan dalam pekan lalu. Jika sama seperti Chiliz dan ECOMI, ERN dapat naik hingga 40 kali lipat.”

    Ethernity Chain juga didukung oleh beberapa tokoh ternama seperti keluarga kembar Winklevoss yang dapat menjadi sentimen positif untuknya.

    2. ECOMI (OMI)

    ECOMI menjadi salah satu NFT yang direkomendasikan akibat pertumbuhannya yang didukung oleh tujuannya untuk menjadi pemimpin di dunia koleksi barang digital.

    Proyek ini memberikan jasa platform perdagangan barang koleksi digital dan juga perlindungan terhadap barang koleksi digital melalui aplikasi VE-VE.

    Proyek ini melihat NFT dan barang koleksi digital sebagai aset terbaru yang memberikan kepemilikan intelektual terhadap aset untuk menjadi alur pendapatan terbaru.

    Armstrong menyatakan bahwa OMI telah naik sekitar 46.000% dalam satu tahun terakhir dan sudah memiliki aplikasi aktif bernama VE-VE yang bergerak dengan crypto OMI.

    Hingga saat ini, OMI telah memiliki banyak produk dan rekan kerja sama yang baik sehingga dapat menjadi sentimen positif untuk OMI. Ia menyatakan bahwa,

    “Hati-hati saat ingin membeli proyek NFT ini, namun saya percaya bahwa ECOMI masih memiliki ruang untuk naik dalam nilainya.

    Baca Juga: Karena Manchester City, Aset Kripto CHZ Naik 1400 Persen?

    3. Chiliz (CHZ)

    Chiliz menjadi proyek NFT yang direkomendasikan oleh Armstrong. Hal ini disebabkan Chiliz menjadi mata uang crypto untuk produk dan jasa berbasis blockchain.

    Proyek ini ingin meningkatkan kenyamanan konsumen dalam interaksinya dengan NFT dan juga untuk adopsinya dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh adopsinya adalah untuk sosialisasi artis dengan para penggemarnya, alternatif untuk alat pembayaran produk konvensional, dan beberapa adopsi lainnya.

    Saat ini fokus utama Chiliz masih tertuju pada bidang olahraga dan bidang hiburan dengan menggunakan alat berbasis blockchain.

    Armstrong juga merekomendasikan NFT ini karena ia merasa bahwa Chiliz menjadi platform yang baik untuk NFT. Ia menyatakan,

    “NFT platform ini telah naik dalam ketenarannya, yang menjadi sentimen positif untuknya, namun juga menjadi sentimen negatif secara bersamaan.”

    Dalam satu tahun terakhir, CHZ telah naik sekitar 128 kali lipat, namun terdapat risiko jika ingin melakukan pembelian  saat ini.

    Tapi, Armstrong percaya bahwa proyek ini masih akan naik lebih tinggi, namun akan terkoreksi terlebih dahulu.

    Secara keseluruhan, ia percaya bahwa tiga crypto terkait NFT ini dapat naik secara signifikan, dan dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menilik Masa Depan NFT (Non-Fungible Token)

    Non-Fungible Token (NFT) kembali populer di industri blockchain-aset kripto. NFT yang merepresentasikan karya digital desainer grafis, Mike “Beeple“ Winkelmann laku terjual seharga US$69 juta (Rp994 milyar). Bagaimana masa depannya?

    NFT sebenarnya sempat berjaya lewat CryptoKitties pada tahun 2017 silam. Namun, tahun 2021 adalah awal baru dari NFT yang kelak menjadi sektor bisnis yang besar.

    Bayangkan saja, nilai NFT pada tahun 2018 mencapai US$40,96 juta, menjadi US$338,04 juta pada tahun 2020.

    NFT menggunakan teknologi blockchain yang dapat menghubungkan identitas digital yang unik dengan aset digital yang tidak dapat direplikasi.

    Baca Juga: Arcane Research: Investor Terus Beli Bitcoin

    Selain itu, NFT juga memberikan akses bagi penggunanya untuk memperoleh koleksi aset digital yang unik, yang kemudian dapat dibeli, dijual, atau pun digunakan untuk keperluan investasi masa depan.

    Hampir semua NFT dibuat melalui Ethereum di bawah standar ERC-721. Inti dari fitur unik NFT adalah “Non-Fungibility” atau “ketidaksepadanan”. Maksudnya adalah aset itu unik dan tidak sepadan dengan aset meskipun serupa yang lain.

    what is nft

    Lonjakan pencarian berdasarkan kata kunci “NFT” dan “Non-Fungible Token” di Google. Sumber: Google Trends.Contoh, saham BBCA itu bersifat fungible atau sepadan. Jika kita ingin menukarkan saham BBCA untuk saham BBCA yang lain, nilainya akan tetap sama, sedangkan setiap NFT itu unik (non-fungible).

    NFT begitu popular di industri gaming, dapat dipergunakan sebagai aset digital, ideal untuk dalam perannya melawan pencurian identitas, yang kemudian mengundang lebih banyak kolektor tradisional untuk menjadi bagian dari dunia aset digital, di mana merupakan contoh dari kegunaan NFT di dunia nyata.

    Selain itu, NFT juga mempunyai kelebihan untuk dapat ditransfer, tapi tetap dapat mempertahankan keasliannya (mustahil untuk membuat tiruannya), serta kemampuan untuk dapat melakukan pencatatan pasti atas hak kepemilikan dari pemilik NFT itu sendiri.

    Karena NFT dengan cepat meningkatkan popularitasnya, saat ini begitu banyak toko daring NFT yang bersaing untuk menjadi platform yang paling dominan.

    Untuk lebih detailnya, kami akan membahas toko daring NFT yang popular, yakni Opensea, Nifty dan NBA Topshot.

    Opensea
    Opensea tergolong perintis, yang juga merupakan pasar peer-to-peer terbesar berdiri di atas infrastruktur blockchain.

    Di Opensea, pengguna dapat membeli dan menjual NFT mereka melalui smart contract. Opensea sendiri pertama kali didirikan pada Januari 2018 oleh Alex Attalah dan Devin Finzer.

    Opensea juga pada saat itu berhasil mendapatkan US$4 juta lewat donasi, dan baru-baru ini juga berhasil memperoleh pendanaan senilai US$2,1 juta, dipimpin oleh Animoca Brands, Stanford StartX dan David Padzan dari MetaMask.

    Pada seri pendanaan sebelumnya, Opensea didukung oleh Ycombinator, Founders Fund, Coinbase Ventures, 1Confirmation, BlockStack dan juga Blockchain Capital.

    NBA Top Shot
    NBA Top Shot bukan perusahaan yang didirikan oleh NBA (National Basketball Association). Ia dirintis oleh Dapper Labs perancang game dan NFT CryptoKitties dan akhirnya mendapatkan dukungan dari NBA.

    nba top shoot

    NBA Top Shot fokus pada barang-barang digital “digital highlight” dari dunia basket NBA itu sendiri.

    Kolektor dapat membeli NBA highlights (berupa cuplikan video, animasi dan lain-lain) tersebut dengan membeli paket digital yang dijual di toko NBA Top Shot, atau lewat lelang.

    Baca Juga: Zilliqa Luncurkan Entitas Ekosistem Bisnis, Harganya Terbang

    Terdapat lima tingkatan dari koleksi NBA Top Shot itu sendiri, yaitu:

    • Common (1.000 salinan): Koleksi highlights ini dapat dibeli dari Common Packs, dengan harga dimulai dari US$9.
    • Rare (150-999 salinan): Koleksi highlights ini dapat dibeli di Rare Packs dan tingkatan ke atas, dimulai dengan harga US$22. Satu paket ini terdiri dari tujuh common highlights dan satu rare highlights.
    • Legendary (25-99 salinan): Koleksi highlights ini dapat dibeli di Legendary Packs, dimulai dengan harga US$230. Paket ini terdiri dari enam common highlights, tiga rare highlights, dan satu legendary highlight.
    • Platinum Ultimate (3 salinna): Koleksi highlight ini hanya tersedia melalui lelang.
    • Genesis Ultimate (1 salinan): Koleksi highlight ini hanya tersedia melalui lelang.

    NBA Top Shot sendiri mempunyai perjanjian bagi hasil antara NBA dan NPBA dengan Top Shot.

    Untuk setiap transaksi NBA highlight di Top Shot terdapat 5 persen biaya yang dikenakan. Biaya yang dikenakan ke pembeli ini nanti akan dibagi untuk NBA, NPBA, dan juga Top Shot.

    Nifty Gateway
    Di Nifty Gateway NFT bisa dibeli menggunakan kartu kredit dan aset kripto ETH. Didirikan oleh dua bersaudara Duncan dan Griffin Cock Foster pada tahun 2018, setahun kemudian diakuisisi oleh pendiri bursa aset kripto Gemini, yaitu Cameron dan Tyler Winklevoss.

    Berkat pengaruh Gemini, Nifty Gateway kini tampil lebih eksklusif, karena sejumlah seniman ternama, seperti Trevor Jones menjual karya seninya di sana.

    Nifty Gateway membebankan 5 persen untuk biaya jasa, dan membebankan 10 persen (tidak tetap, dapat berubah dengan rentang antara 5- 50 persen) sebagai komisi untuk para seniman.

    Tolak Ukur Penting

    Tabel di atas menunjukkan volume dan jumlah pengguna setiap bulan mulai Oktober 2020 hingga Februari 2021.

    Dapat kita lihat, volume dan pengguna meningkat pesat pada awal Januari 2021. Pada tahun 2020, Opensea merupakan pemimpin di toko daring NFT. Namun sejak 2021, NBA Top Shot berhasil merebut posisi tersebut.

    Opensea dan NBA Top Shot sekarang masih menguasai toko NFT, sedangkan toko lain belum mampu mengungguli, baik dari sisi volume dan penggunanya.

    Data per 10 Maret 2021 menunjukkan jumlah volume NFT bernilai lebih dari US$500 juta. Angka itu tak termasuk volume dari rumah lelang Christie.

    nft marketplace

    NFT paling mahal dan berhasil terjual saat ini melalui lelang masih dipegang oleh Beeple. Ia berhasil menjual karya digitalnya yang berjudul “Everydays – The First 5000 Days” senilai US$69 juta, lewat rumah lelang Christie.

    Seni digital “Everydays, the First 5,000 Images” karya Mike “Beeple “Winkelmann.

    Waspada Terhadap Tren Pasar
    Beberapa hari terakhir, Messari menyatakan bahwa sejumlah toko NFT membebankan biaya kepada pelanggannya di bawah rata-rata, dibandingkan toko daring biasa seperti Ebay, Fartech, RealReal dan lain-lain.

    Memang membandingkan toko daring NFT dengan yang tradisional tak cukup adil. Namun, angka-angka yang ada setidaknya sebagai data umum dan yang tak kalah penting.

     

    Soal biaya logistik, toko daring tradisional, yang didominasi barang-barang fisik, jelas berbiaya lebih tinggi daripada digital goods di toko daring NFT. Maka, toko daring NFT/ NFT marketplace memiliki keunggulan lebih dari segi biaya kirim.

    Inilah yang menjadi faktor penentu kapitalisasi pasar NFT berkembang sejak 2018, dari US$40,96 juta menjadi US$338,04 juta pada tahun lalu.

    Kami percaya NFT secara konsep dan bisnis berpotensi terus tumbuh di masa depan dan siap mendisrupsi bisnis tradisional, khususnya terkait digital goods.

    Belum lagi NFT bisa mendobrak bisnis properti, kekayaan intelektual dan aset fisik lain yang bisa dipresentasikan secara digital agar bisa diakses secara global.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Tidak dapat dipungkiri, kehadiran NFT merupakan angin segar bagi dunia industri kreatif. Mulai dari seni rupa dan ilustrasi, musik, hingga game pun beralih untuk mengadopsi NFT. Salah satu penyebab NFT punya banyak penggemar adalah karena memungkinkan para kreatornya untuk mendapatkan biaya royalti yang terus mengalir. Kok bisa? Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Menghapus Sistem ‘Beli-Putus’ dengan NFT

    Jika membahas mengenai koleksi seni konvensional, seniman hanya akan merasakan hasil penjualan karya seni tersebut dari penjualan pertama. Saat pembeli menjual kembali dan terjadi pembelian kedua, seniman tidak lagi mengantongi apapun. Selain hasil penjualan, seniman juga seringkali kesulitan untuk melacak keberadaan karya seni tersebut. Hal inilah yang lebih dikenal dengan sistem ‘beli-putus’.

    Sistem ‘beli-putus’ tersebut dihapus dengan kehadiran teknologi NFT atau Non-Fungible Token. NFT merupakan sebuah token yang bisa digunakan untuk merepresentasikan suatu hal yang unik, umumnya adalah konten digital seperti seni digital dan musik. Karena unik, NFT hanya bisa dimiliki oleh satu pemilik saja alias otentik.

    Kehadiran NFT tentunya membawa banyak perubahan ke arah yang lebih positif, terutama bagi industri seni. Pasalnya, seniman yang menjual karya seni dalam bentuk NFT art akan mendapatkan treatment khusus yang pastinya menguntungkan. Salah satunya adalah memungkinkan para seniman untuk mendapatkan biaya royalti tiap kali NFT art tersebut terjual. 

    Dengan NFT, seniman atau kreator bisa merasakan adanya apresiasi dalam bentuk penghasilan secara terus-menerus atas satu buah karya seni yang diciptakan, meski karya seni tersebut sudah berkali-kali pindah tangan. Selain itu, tiap karya seni yang dijadikan NFT juga akan secara otomatis memiliki kredensial dari kode unik sehingga tidak bisa diduplikasi.

    Oleh karena itu, sudah mulai banyak seniman rupa dan ilustrator yang hijrah dan menjajaki dunia NFT. NFT membuat para seniman lebih merasa bahwa karyanya “menghasilkan” dan mempunyai value lebih. Hal ini tentu disebabkan oleh adanya jaminan biaya royalti, kode unik yang menciptakan karya menjadi orisinil, dan aktivitas jual-beli yang lebih praktis lewat NFT marketplace, salah satunya TokoMall.

    Baca Juga: Cara Mudah Membuat NFT Dan Rekomendasi Platform Untuk Pemula

    Bagaimana Konsep Biaya Royalti dalam NFT?

    Jadi, konsep biaya royalti dalam NFT berarti sejumlah persentase yang diberikan pada kreator NFT tiap kali NFT miliknya terjual di pasar, tidak hanya pasar pertama saja. Royalti dalam NFT ini akan tercatat secara otomatis di dalam blockchain dengan smart contract

    Namun, apakah konsep biaya royalti NFT berbeda dengan konvensional?

    Jawabannya adalah sangat berbeda. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, konsep biaya royalti dalam NFT tentunya berbeda dengan biaya royalti konvensional yang biasa ditemukan di industri kreatif. Jika biasanya seniman konvensional hanya akan mendapat penghasilan dari penjualan pertama, maka dengan biaya royalti dalam NFT, penghasilan seniman atas karya seni tersebut bisa terus mengalir dari setiap penjualan.

    Kini, seniman tidak perlu khawatir akan perlunya mengeluarkan karya sebanyak-banyaknya agar penjualan ikut meningkat. Karena hanya dengan satu karya yang tentunya unik dan berkualitas, kolektor akan berebut untuk mendapatkannya dan seniman akan terus menerima jatahnya berupa persentase biaya royalti dari setiap penjualan tersebut.

    Cara Royalti Bekerja bagi Kreator NFT

    Nah, kreator dapat mengaktifkan pilihan royalti pada saat upload atau minting NFT. Pilihan royalti maksudnya berupa persentase penghasilan bagi kreator atas penjualan NFT kedua dan seterusnya. Persentase royalti ini juga kisarannya beragam, lho. Berkisar mulai dari 10% hingga 25%, tergantung dengan keinginan kreator dan menyesuaikan juga dengan ketentuan yang dimiliki marketplace tempat minting NFT.

    Setelah NFT art Anda berhasil di-minting dan terjual, NFT art Anda akan menghasilkan sejumlah penghasilan sesuai dengan persentase yang Anda pilih sebelumnya. Proses pengaktifan royalti ini juga akan dilakukan secara otomatis dikarenakan address Anda sudah tercatat di metadata token dan tidak dapat diubah, sehingga Anda hanya tinggal duduk manis dan menerima pembayaran biaya royalti.

    Praktik biaya royalti pada NFT ini tidak hanya berlaku pada NFT art saja, tetapi juga pada NFT music dan NFT game. Sudah banyak musisi dan developer game ikut terjun memamerkan karya dan item-nya dalam bentuk NFT. Sehingga, konsep royalti NFT ini tidak terbatas dan dapat dinikmati oleh kreator dari berbagai kalangan, selama menerbitkan karya miliknya dalam bentuk NFT.

    Oh iya, para kolektor yang membeli suatu NFT keluaran kreator juga akan mendapatkan exposure, lho. Dikarenakan para kolektor telah ikut serta dalam verifikasi keaslian dari NFT yang mereka beli. NFT tersebut juga bisa dijadikan aset dan dipamerkan, ataupun dijual kembali dengan harga yang bersaing. Win-win solution, bukan?

    Itu dia penjelasan mengenai konsep biaya royalti NFT beserta cara kerjanya bagi para kreator. Kemunculan biaya royalti dalam NFT ini memang terbukti membawa harapan baru bagi para pegiat industri kreatif yang sempat terpuruk akibat pandemi. Apakah Anda salah satunya? Yuk, segera minting karya seni Anda dalam bentuk NFT di mall.tokoscape.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

    Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

    Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

    Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

    Cara Kerja Rarible

    aplikasi nft marketplace rarible

    Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

    Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

    OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

    Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

    Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

    Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

    Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

    Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

    Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

    Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

    1. Bored Ape Yacht Club

    nft bored ape 5673

    Source: Bored Ape Yacht Club #5673

    Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

    Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

    2. MOAR by Joan Cornella

    nft mora kreasi joan cornella

    Source: https://joancornella.fwenclub.com/

    Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

    3. Adidas Originals: Into the Metaverse

    nft adidas untuk metaverse

    Source: adidas Originals

    Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

    4. RTFKT – MNLTH

    nft brand fashion rtfkt

    Source: RTFKT – MNLTH

    Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

    5. Arcade Land

    nft arcade land

    Source: Arcade Land Mega #16

    NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

    Cara Membuat NFT di Rarible

    tampilan dari rarible

    Source: Rarible

    Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

    1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
    2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
    3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
    4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
    5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
    6. Lengkapi deskripsi NFT
    7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
    8. Tentukan persentase biaya royalti
    9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
    10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
    11. NFT berhasil dibuat

    Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk Ketahui 4 Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT!

    Istilah “NFT” semakin dekat dengan kehidupan masyarakat terutama di Indonesia. Hal ini banyak dipicu oleh fenomena “Ghozali Everyday” yang sangat harum beberapa waktu ke belakang, di mana seseorang bernama Ghozali berhasil meraup banyak keuntungan dengan menjual hasil selfie atau swafoto dirinya menjadi NFT. Sebenarnya, apakah dengan NFT kita sudah pasti mendapatkan cuan? Dan bagaimana cara menghasilkan uang lewat NFT?

    Eits, sebelum itu, perlu diingat bahwa cuan dari NFT tidak selalu bisa diperoleh dalam waktu yang amat singkat, ya, karena hanya segelintir orang yang mengalaminya. Selain dengan nilai keunikan yang terdapat pada  NFT, hal tersebut juga didorong dengan aspek keberuntungan. Jadi, amat keliru apabila Anda terjun ke NFT hanya untuk mencari keuntungan belaka.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak sekali aspek yang memengaruhi suatu proyek NFT diminati bahkan dicari oleh banyak kolektor. Ambil saja contoh “Ghozali Everyday”, di mana pada saat booming masih sedikit kreator yang mengangkat tema selfie sebagai NFT miliknya. Hal inilah yang membuat NFT tersebut semakin unik dan mendorong banyak orang untuk ikut mengoleksi. Oleh karena itu, sebelum terjun ke NFT, diperlukan pemahaman dan strategi yang matang agar Anda bisa menghasilkan uang lewat NFT yang Anda terbitkan.

    Yuk, baca terus artikel ini untuk penjelasan lebih lengkapnya!

    3 Karakteristik NFT

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi NFT.

    Sebelum membahas mengenai karakteristik NFT, alangkah baiknya untuk memahami apa sebenarnya NFT. 

    NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token, yang berarti token yang bisa dimiliki oleh seseorang dan bisa merepresentasikan kepemilikan seseorang atas hal tertentu. Hal yang dimaksud ini beragam jenisnya, mulai dari yang paling umum yaitu NFT Art, NFT Game, hingga NFT Music.

    Jika ingin penjelasan lebih mendalam tentang NFT, smart contract, sejarah NFT hingga teknologinya, silahkan tonton sebentar video di bawah ini:

    https://www.youtube.com/watch?v=175ukKELF08

    Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

    Sekilas, NFT terlihat tidak istimewa. Padahal, NFT jauh berbeda, lho, tidak seperti gambar berformat .jpg yang bisa diunduh dan dimiliki tiap orang, misalnya. Untuk lebih jelasnya, kenali 3 karakteristik NFT berikut ini yuk!

    1. Unik dan langka

    Pertama, karakteristik NFT yang paling menjadi ciri khas adalah unik dan langka. Bagaimana tidak, sebab masing-masing NFT yang terdaftar di blockchain memiliki kode khusus yang bisa menunjukkan informasi mengenai siapa kreator, kapan pertama kali di-minting, hingga siapa pemiliknya saat ini. Karakteristik inilah yang membuat NFT istimewa, dikarenakan hanya akan terdapat satu item di dunia dan tidak bisa dihapus maupun diduplikasi.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    2. Satu kesatuan

    Karakteristik NFT selanjutnya adalah satu kesatuan yang masih berhubungan dengan karakteristik pertama. Hal ini merujuk kepada item NFT yang sifatnya tidak bisa dipecah ke dalam beberapa bagian, sehingga tiap orang yang memiliki NFT pasti memilikinya secara utuh alias sepenuhnya. Dengan karakteristik ini juga, NFT tidak bisa dijual ataupun dibeli sebagian.

    3. Tidak bisa ditukar langsung dengan uang

    Karakteristik yang terakhir adalah NFT tidak bisa ditukar langsung dengan uang. Jadi, Anda tidak bisa menukar NFT baik dengan dengan mata uang fiat maupun aset kripto di platform yang sama. Aset kripto hanya bisa digunakan sebagai alat tukar NFT, sehingga apabila seorang kreator menjual koleksi NFT miliknya, Anda sebagai kolektor bisa membelinya dengan sejumlah aset kripto.

    Meski tidak bisa ditukar secara langsung dengan uang, sebenarnya kreator bisa memaksimalkan nilai NFT yang diciptakan, di mana menjadi salah satu cara menghasilkan uang lewat NFT. Alhasil, kreator berkesempatan memperoleh pendapatan yang berlebih. 

    Namun, bagaimana cara memaksimalkan NFT agar bisa menghasilkan lebih banyak cuan? Para kreator, wajib simak caranya berikut ini!

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT dengan Memaksimalkan Karya

    Cara Menghasilkan Uang Lewat NFT

    Ilustrasi cuan dari NFT.

    1. Buat karya yang original dan berbeda

    Cara pertama adalah dengan membuat karya yang original dan memiliki visual yang berbeda dengan NFT kebanyakan. Cara ini terbukti bisa membawa banyak keuntungan, seperti yang terjadi pada visual artist FEWOCIOUS yang berhasil menjual doodle berciri khas ke dalam bentuk NFT dan menjadikan dirinya sebagai salah satu kreator dengan pendapatan terbesar dari NFT saat ini.

    Cara ini tidak hanya bisa diaplikasikan pada NFT Art, tetapi juga pada NFT Music dan NFT Game, nih. Misalnya pada NFT Music, Anda bisa menggunakan beat buatan Anda sendiri dan untuk NFT Game, Anda bisa mencari ide baru dan unik yang bisa dituangkan ke dalam game play. Memiliki karya yang asli dan unik sangat bisa meningkatkan nilai tambah NFT Anda.

    2. Sambungkan dengan royalti NFT

    Apakah Anda sudah tahu bahwa NFT dapat disambungkan dengan royalti, sehingga Anda sebagai kreator bisa terus memperoleh sejumlah pendapatan setiap kali NFT milik Anda terjual di pasar? Nah, cara ini bisa dijadikan alternatif untuk menghasilkan uang lewat NFT. Pasalnya, biaya royalti ini juga lah yang membedakan karya seni konvensional yang masih menggunakan sistem “beli-putus”.

    Royalti ini bisa Anda sambungkan pada saat proses minting berlangsung dengan jumlah persentase hingga 10% dari harga NFT Anda di pasar. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu hingga NFT Anda terjual dan nantinya royalti secara otomatis akan dikirim ke wallet Anda, sesuai dengan jumlah persentase yang Anda pilih.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    3. Minting di platform besar

    Ilustrasi TokoMall.

    Ilustrasi TokoMall.

    Jika sebelumnya berfokus pada karya, cara yang satu ini sifatnya lebih teknis, nih, yaitu dengan melakukan minting di platform yang besar. Selain karena platform besar memiliki reputasi yang baik dan terjamin keamanannya, Anda juga berkesempatan untuk membuat karya NFT Anda menjadi lebih dikenal khalayak luas, seperti yang dimiliki TokoMall.

    Kok bisa?

    Sebab, rata-rata platform atau marketplace NFT besar memiliki fitur yang lebih unggul jika dibandingkan dengan marketplace yang kecil dan kurang jelas asal usulnya. Selain itu, NFT Anda juga cenderung akan lebih mudah ditemukan karena akan ada banyak sekali kolektor NFT yang ‘berburu’ koleksi di marketplace besar. 

    Beberapa marketplace besar juga memungkinkan Anda untuk menyambungkan akun Anda dengan media sosial lho, sehingga jangkauan NFT Anda tidak terbatas pada marketplace saja. Jadi, lebih besar pula kemungkinan NFT Anda terjual dan menghasilkan uang.

    4. Lakukan promosi

    Cara terakhir adalah cara yang wajib dilakukan selepas minting, yaitu melakukan promosi atau shilling. Dalam pasar konvensional, promosi sudah terbukti banyak membantu meningkatkan penjualan. Hal yang sama juga dapat terjadi di dunia NFT. Promosi yang dilakukan terhadap NFT milik Anda akan membuat NFT Anda dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Bahkan, bisa jadi Anda menemukan kolektor yang sedang secara spesifik mencari karya seni dengan aliran yang Anda gunakan.

    Nah, shilling ini tidak hanya bisa dilakukan di media sosial saja, lho. Tetapi Anda juga bisa melakukan shilling di komunitas NFT, baik yang global maupun nasional. Lewat komunitas, Anda juga bisa menjalin koneksi dengan banyak kreator juga kolektor. Jika beruntung, bisa saja kolektor tersebut tertarik dengan NFT yang Anda tawarkan dan berujung menghasilkan uang.

    Memang, cara menghasilkan uang lewat NFT tidak bisa dilakukan secara instan dan perlu waktu. Namun, selama Anda melakukannya dengan telaten, perlahan NFT karya Anda akan menemukan kolektornya dan menghasilkan sejumlah uang ke wallet Anda, sang kreator. 

    Yuk, mulai minting NFT pertamamu di TokoMall dan jangan lupa untuk gabung dengan komunitas NFT TokoMall di Discord dan Telegram!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ekonomi Kreatif: Pahami Arti dan Hubungannya Dengan NFT

    Meski Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya menghilang, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan geliat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2022 mengalami peningkatan sebesar 5,01%. Peningkatan tersebut tentunya didukung oleh beberapa sektor ekonomi tanah air. Salah satunya adalah ekonomi kreatif.

    Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia belakangan ini memang semakin menjanjikan.  Menurut laporan Bekraf OPUS Ekonomi Kreatif Outlook 2019, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional mencapai angka 7,44% dan diproyeksikan akan terus naik. Bahkan, kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

    Lantas, bagaimana NFT dapat membantu perekonomian kreatif Indonesia? Simak penjelasannya!

    Apa itu Ekonomi Kreatif dan Cirinya?

    Istilah ekonomi kreatif pertama kali dicetuskan seorang penulis, John Howkins, dalam buku berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas (2001). Menurut Howkins, pada awal 2000-an muncul suatu gelombang ekonomi baru yang berbasis ide dan kreativitas. Hal ini didasari oleh fakta bahwa pada 1997, produk HKI (Hak Kekayaan Intelektual) menjadi barang ekspor utama Amerika Serikat.

    Masih dari buku yang sama, ekonomi kreatif digambarkan sebagai suatu proses penciptaan nilai sebagai hasil dari ide. Itu artinya, pemikiran pun, jika diolah dengan tepat, bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

    Sedangkan menurut blueprint Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015, sektor ekonomi ini disebut sebagai sebuah “era baru ekonomi yang menekankan pada informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dari SDM sebagai faktor produksi utama”.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif adalah kegiatan perekonomian yang berasal dari ide, pikiran, dan kreativitas suatu pihak yang dijadikan sebagai landasan utama dalam menghasilkan suatu produk berupa barang atau jasa yang bernilai.

    Adapun ciri-ciri dari penerapan ekonomi kreatif yang telah kami rangkum antara lain:

    1. Kreativitas adalah ciri utama dari ekonomi kreatif;
    2. Mudah diganti karena terus adanya kreasi dan inovasi yang terus dilakukan sesuai dengan perkembangan aktivitas ekonomi dan zaman. Tentu hal ini dilakukan agar hal tersebut bisa diterima dengan baik oleh pasar dan konsumen;
    3. Ide adalah hal utama. Ide adalah hal selalu berkaitan dengan proses kreasi dan inovasi;
    4. Kerja sama antar pihak sangat dibutuhkan.

    3 Faktor Pendorong Ekonomi Kreatif

    Secara garis besar, ekonomi kreatif digerakkan oleh kreativitas manusia. Ide dan gagasan kreatif menjadi faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Mereka yang sukses dalam sektor ekonomi ini adalah mereka yang mampu berpikir kreatif dan berbeda dari para pesaingnya.

    Namun, di samping kreativitas, ternyata ada juga faktor lain yang mendorong perekonomian kreatif, di antaranya:

    1. Kemajuan teknologi

    Agar ide dan gagasan yang ditemukan bisa benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan, maka diperlukan teknologi. Semakin maju teknologi, maka semakin mudah ide tersebut untuk direalisasikan. Namun, jika tidak ada dukungan teknologi, maka ide kreatif pun akan sulit terwujud.

    2. Keahlian SDM

    Seperti yang telah disebutkan, ekonomi kreatif sangat bergantung pada SDM. Tanpa SDM, maka tidak akan mungkin ada pemikiran kreatif. Agar pemikiran tersebut tidak hanya sebatas rencana, SDM harus memiliki keahlian yang mendukung.

    3. Kemudahan akses

    Terakhir, sektor kreatif tidak akan mungkin berkembang tanpa adanya akses menuju informasi. Dengan mempelajari informasi terkini, SDM akan lebih mudah menghasilkan serta mengembangkan gagasan kreatif mereka.

    Apa Saja Contoh Ekonomi Kreatif?

    Di Indonesia sendiri, terdapat total 17 subsektor kreatif. Cakupannya pun bisa dibilang cukup menyeluruh, yaitu sbb.

    1. arsitektur, 
    2. desain interior, 
    3. kuliner, 
    4. musik, 
    5. pengembang permainan, 
    6. fesyen, 
    7. desain produk, 
    8. fotografi, 
    9. desain komunikasi visual, 
    10. film animasi dan video, 
    11. seni rupa, 
    12. televisi dan radio, 
    13. periklanan, 
    14. seni pertunjukan, 
    15. aplikasi, 
    16. penerbitan, 
    17. Kriya

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahkan terbuka dengan berbagai kemungkinan yang ada. 

    Nih, berikut kami sampaikan sedikit contohnya:

    1. Fashion

    Tren berpakaian yang terus berubah-ubah dari masa ke masa membuat terus berinovasinya bidang ini. Selalu saja ada yang berbeda dari tahun ke tahun mengenai pakaian yang banyak dicari ataupun dipakai oleh orang biasa hingga fashionista

    Salah satu contoh bisnis kreatif yang sudah sukses di Indonesia adalah I Wear Up yang lahir atas gagasan Diana Rikasari, seorang fashion designer asal Jakarta. Dengan desain produk yang unik, colorful, serta youthful membuat I Wear Up menjadi salah satu brand fashion kebanggaan Indonesia yang menarik hati pecinta fashion dalam negeri. Terlebih I Wear Up selalu membagikan makna positive vibes di tiap produk-produk mereka. 

    1. Kuliner

    Kebutuhan pangan selalu dibutuhkan oleh manusia. Makanya tak heran kalau bidang kuliner merupakan contoh ekonomi kreatif karena selalu saja ada inovasinya. Mulai dari kombinasi bahan, hingga kombinasi makanan kekinian yang dicampur dengan makanan tempo dulu bisa ditemui.

    Mari kita ambil contoh Lunch For My Husband sebagai salah satu bisnis kreatif di bidang kuliner. Bisnis makanan rumahan milik pasangan suami istri, Mawarid Rolansyah dan Yori Atira ini menawarkan produk sandwich yang dikemas dengan latar belakang menu western. Terbaru, mereka tengah menggodok menu sandwich yang terinspirasi dari menu nasi Padang, lho! Kira-kira bakal gimana yah perpaduan cita rasa barat dan asli Indonesia ini?

    1. Kriya

    Tak bisa dipungkiri kriya asal Indonesia patut diacungi jempol. Bahkan tak sedikit kriya asal Indonesia yang bisa memasuki pasar internasional. Salah satunya, Jewel Rocks Bijoux yang merupakan brand perhiasan asal Bali milik Imelda Widjaja. Yang menjadi ciri khas dari perhiasan ini adalah material yang digunakan berasal dari batu mulia. Tak sedikit pula beberapa produk mereka yang terinspirasi dari kekayaan alam maupun budaya Indonesia. 

    Kerennya lagi, brand lokal  ini resmi diundang oleh L’Adresse Paris Agency untuk menampilkan karya mereka di Paris Fashion Week 2022, lho! Di sana Jewel Rocks Bijoux memamerkan 10 desain terbaru yang saat itu belum launching di Indonesia serta koleksi best seller mereka. 

    Penerapan Ekonomi Kreatif dengan NFT

    contoh ekonomi kreatif

    Salah satunya datang dari dunia digital, tepatnya NFT (non-fungible token). Inovasi NFT diperkirakan dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi sektor kreatif, terlebih kini dunia telah memasuki era digital. Melalui Bidang Industri dan Investasi, Kemenparekraf tengah mendorong para pelaku usaha yang bergerak di industri kreatif dan pariwisata untuk memanfaatkan NFT.

    Terlebih, dari perspektif tertentu, NFT juga bisa melindungi hak-hak pelaku industri kreatif. Misalnya pada subsektor musik, NFT bisa dijadikan sertifikat digital yang membuktikan kepemilikan karya seorang musisi. Hal ini akan melindungi mereka dari kejahatan seperti pembajakan.

    Baca juga: Cara Membuat NFT Art yang Mudah dan Menjual

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa NFT bisa masuk ke sektor ekonomi kreatif karena sekarang dunia tengah memasuki era digital. NFT yang memiliki format digital tentu sangat relevan dengan situasi saat ini.

    Yuk, bantu perekonomian kreatif Indonesia melalui NFT! Kini, Anda bisa memamerkan sekaligus menjual karya NFT dengan mudah melalui TokoMall, pelopor marketplace NFT di Indonesia. Lewat TokoMall, Anda tak hanya bisa melakukan transaksi NFT, tapi juga membantu pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air, terutama di bidang digital. Untuk memulai, silakan klik di sini



    Sumber : news.tokocrypto.com