Tag: ntu

  • Beasiswa S1 Singapura 2024, Bisa Gratis Kuliah Plus Penempatan Kerja



    Jakarta

    The Association of Banks in Singapore (ABS) membuka pendaftaran Beasiswa Dr Goh Keng Swee (GKS) sampai 25 Maret 2024 pukul 23.59, waktu Singapura. Siswa asal Indonesia bisa mendaftar beasiswa S1 ini.

    Beasiswa GKS dibentuk komunitas keuangan di Singapura untuk menghormati mantan Wakil Perdana Menteri Dr Goh Keng Swee. Dikutip dari laman resminya, ia dikenal atas jasanya dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Singapura sebagai salah satu pusat keuangan internasional bereputasi.

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi pelajar asal 15 negara Asia Pasifik, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Tiongkok, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.


    Penerima beasiswa GKS dapat digunakan untuk membiayai kuliah S1 di National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU) dan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Syaratnya, siswa juga mendaftar dan diterima di salah satu kampus tersebut.

    Beasiswa 4 tahun jenjang sarjana ini termasuk uang kuliah dan biaya wajib lainnya, tiket negara asal-Singapura PP, tunjangan pemeliharaan tahunan SGD 6500 (Rp 75,7 juta), tunjangan asrama, dan tunjangan satu kali SGD 200 (Rp 2,3 juta) setibanya di Singapura. Beasiswa ditinjau tiap tahun dan bergantung pada kinerja akademik awardee.

    Kandidat yang berhasil akan diminta untuk bekerja selama 3 tahun setelah menyelesaikan studi mereka. Penempatannya yakni di perusahaan yang disetujui di Singapura atau perusahaan berbasis di Singapura yang disetujui di negara asalnya.

    Syarat Beasiswa

    1. Siswa warga negara/pemegang paspor Brunei, Kamboja, Tiongkok, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam
    2. Memenuhi syarat masuk universitas tujuan untuk mengikuti ujian masuk
    3. Mendaftar ke NUS, NTU, SMU, atau SUTD sesuai tenggat waktu dan pedoman penerimaan universitas
    4. Memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat, prestasi akademik, dan kokurikuler (CCA) yang baik
    5. Sudah mengikuti Tes Bakat Skolastik (SAT) dalam 5 tahun terakhir, atau berencana untuk mengikuti SAT
    6. Hasil SAT harus sudah diserahkan paling lambat 25 Maret 2024

    Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran beasiswa S1 di Singapura ini bisa diakses di sini. Semoga berhasil, detikers!

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Beasiswa Prioritas LPDP, Gandeng Kampus Top Dunia



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP tahap 1 2024 telah dibuka Kamis (11/1/ 2024). LPDP membuka sebanyak 7 program beasiswa prioritas, yang termasuk dalam kategori Program Targeted.

    Beasiswa Prioritas merupakan program beasiswa yang memberikan kesempatan kepada pendaftar untuk dapat melakukan pendaftaran pada dua program sekaligus, yaitu pada program beasiswa kemitraan/kerja sama LPDP dan pada salah satu program Beasiswa Afirmasi/Beasiswa Targeted/Beasiswa Umum tujuan luar negeri.

    Program beasiswa ini disesuaikan dengan prioritas kebutuhan Indonesia saat ini. Selain itu, ada juga skema program kerja sama pendanaan (co-funding) misalnya dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise.


    LPDP menggandeng sejumlah kampus top dunia untuk menggelar program beasiswa prioritas seperti Nanyang Technological University (NTU), Singapura untuk program MBA dan program doktor.

    NTU merupakan salah satu kampus terbaik di Asia yang menduduki peringkat ke-26 QS World University Rankings 2024.

    Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan University of New South Wales (UNSW) untuk program doktor. UNSW merupakan kampus peringkat ke-19 versi QS World University Rankings 2024.

    Lantas, apa saja 7 beasiswa prioritas yang dibuka LPDP tahun 2024?

    7 Program Beasiswa Prioritas LPDP

    1. Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang bekerja di sektor publik untuk menempuh pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Durasi pembiayaan pendidikan yang akan dijalani mahasiswa paling lama 12 bulan.

    2. Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor

    Beasiswa ini dibuka khusus untuk pendidikan doktor di NTU Singapura pada program studi bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) dan non-STEM. Studi akan dibiayai dengan durasi paling lama 48 bulan.

    Ada 20 program studi yang dapat dipilih, di antaranya Chemical and Biomolecular Engineering; Communication and Information; Earth and Environmental Science; dan Public Policy & Global Affairs.

    3. Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master

    Beasiswa Kemitraan LPDP – Campus France merupakan beasiswa kerja sama antara LPDP dan Pemerintah Perancis pada jenjang master untuk bidang prioritas pembangunan Indonesia sesuai dengan keahlian pengetahuan yang dimiliki oleh universitas di Perancis. Adapun durasi pendanaan paling lama 24 bulan.

    Pelamar dapat memilih 52 prodi program magister di sejumlah kampus di Prancis. Seperti misalnya Master in Marine Technology – Hydrodynamics for Ocean Engineering di Ecole Centrale de Nantes; Master Cybersecurity di Institut Polytechnique de Paris; Master of Neuroscience di Université de Bordeaux.

    4. Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor

    Beasiswa LPDP – UC Davis Program Doktor merupakan program beasiswa kerja sama antara LPDP dan University of California Davis di Amerika Serikat untuk mendidik calon Doktor pada bidang Pertanian, Lingkungan, Teknik dan Pendidikan.

    Studi akan dibiayai dengan durasi paling lama 5 tahun. Ada 19 program studi yang tersedia untuk beasiswa ini seperti Atmospheric Science, Nutritional Biology, Biological System Engineering, dan Materials Science and Engineering.

    5. Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor

    Beasiswa LPDP – UNSW Australia merupakan program beasiswa kerja sama antara LPDP dan University of New South Wales di Australia untuk mendidik calon Doktor pada bidang energi terbarukan dan inovasi. Studi akan dibiayai selama maksimal 48 bulan.

    Ada 32 program studi yang bisa dipilih untuk beasiswa ini di antaranya Biochemistry & Molecular Genetics; Microbiology and Immunology; Physiology & Pharmacology; Information Systems, Technology and Management; dan Art, Design and Media.

    6. Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master

    Beasiswa Diktiristek – LPDP – OKP merupakan program Beasiswa kerja sama antara Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Diktiristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Nuffic Neso Indonesia.

    Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan fokus pada bidang yang relevan dan penting bagi pembangunan Indonesia dan sesuai dengan keahlian utama di sektor pengetahuan Belanda.

    Beasiswa ini khusus untuk pendidikan pada 34 bidang di sejumlah universitas di luar negeri. Di antaranya LLM Technology Law and Innovation di University of Groningen; MSc Spatial Planning di Utrecht University; dan MA Heritage Studies di Vrije Universiteit Amsterdam.

    Adapun durasi pendanaan studi melalui skema beasiswa ini paling lama 16 bulan.

    7. Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

    Beasiswa ini merupakan program kerja sama pendanaan (Co-Funding) antara LPDP dengan National University of Singapore (NUS) Enterprise, untuk mendidik calon pengusaha yang ingin meluncurkan usaha baru dan mengembangkan bisnis melalui bimbingan untuk pengembangan bisnis dan akses teknologi yang dimiliki NUS Enterprise serta peluang jaringan dan akses pasar.

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa jenjang pendidikan magister di National University of Singapore (NUS). Namun, khusus untuk program studi Master Science in Venture Creation bidang Kewirausahaan. Adapun durasi pendanaan studi bagi beasiswa ini paling lama 12 bulan, termasuk program magang.

    Pelamar untuk program beasiswa LPDP ini wajib melampirkan Rencana Bisnis atau Pegembangan Bisnis sesuai format LPDP.

    (pal/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Siap-siap, Beasiswa Indonesia – NTU Singapura Agustus 2024



    Jakarta

    Beasiswa Indonesia – NTU Singapore Talent Programme (INSTEP) akan dibuka pada Agustus 2024. Beasiswa ini digelar untuk program S2 Master by Coursework dan Master by Research di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

    Beasiswa Pemerintah RI ini merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan NTU. Beasiswa INSTEP menjadi bagian kerja sama RI-Singapura bidang pendidikan, riset, dan industri.

    Beasiswa INSTEP akan mendanai hingga 200 mahasiswa RI setiap tahun. Para alumnus NTU asal Indonesia diharapkan menjadi lulusan yang memahami budaya, tata kelola, dan peluang bisnis di Singapura dan Indonesia.


    Beasiswa ini juga melengkapi program penelitian kolaboratif bidang perubahan iklim dan pembangun berkelanjutan, Indonesia-NTU Singapore Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI). Fase pertama program kerja sama Kemendikbudristek, LPDP, dan NTU tersebut akan berlangsung selama 5 tahun.

    Usai upacara penandatanganan dan peluncuran beasiswa INSTEP, Kamis (6/6/2024), Kantor INSPIRASI di NTU juga secara resmi dibuka.

    Sebelumnya pada April 2024, NTU dan LPDP membuka dua beasiswa pascasarjana. Beasiswa Pascasarjana LPDP-NTU dibuka untuk jenjang S3, sedangkan beasiswa LPDP-NTU Fellows MBA dibuka untuk jenjang S2 Master of Business Administration (MBA) di Nanyang Business School.

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemendikbudristek, Abdul Haris mengatakan beasiswa INSTEP merupakan investasi bagi masa depan mahasiswa RI dan Indonesia sendiri.

    “Dengan membuka jalan bagi mahasiswa kita untuk melanjutkan pendidikan melalui program master, kita berinvestasi pada masa depan mereka sekaligus juga masa depan Indonesia,” katanya dalam peluncuran beasiswa, dikutip dari keterangan resminya.

    “Program ini akan menjembatani keberagaman budaya, mendorong inovasi, dan semakin memperkuat upaya transfer pengetahuan serta kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Singapura,” sambung Haris.

    Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto, Presiden NTU Profesor Ho Teck Hua, Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim, dan Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing hadir dalam peluncuran beasiswa INSTEP.

    Andin mengatakan dukungan LPDP atas beasiswa ini diharapkan bantu memberdayakan para akademisi Indonesia untuk menjadi katalis perubahan positif, mendorong inovasi dan kemajuan di bidang masing-masing setelah para pelajar RI kembali ke Indonesia.

    “Saya berharap program ini akan terus berkembang dan mendorong kolaborasi yang lebih besar antara negara kita, dengan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” ucap Andin.

    Presiden NTU Ho Teck Hua mengatakan beasiswa ini diharapkan menarik mahasiswa terbaik asal Indonesia untuk kuliah di kampusnya. Ia mencatat saat ini NTU memiliki 4.700 alumni asal Indonesia.

    “Kami yakin bahwa program ini akan menghasilkan lulusan-lulusan yang beragam dan kaya budaya yang mampu bekerja di bidang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Mereka akan menjadi duta masa depan untuk hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Singapura,” ucap Ho Tech Hua.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S3 di Universitas Top Singapura, Dapat Biaya Hidup Sampai Rp 32 Juta Per Bulan!



    Jakarta

    Agency For Science, Technology and Research (A*STAR) bekerja sama dengan lima universitas top Singapura resmi membuka beasiswa SINGA Singapura. Apa saja persyaratannya?

    Melansir dari laman resminya, Singapore International Graduate Award (SINGA) merupakan hasil kerja sama antara Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore (NUS), Singapore University of Technology and Design (SUTD), Singapore Management University (SMU), dan Singapore Institute of Technology (SIT).

    Beasiswa ini diberikan tanpa ikatan dinas kepada mahasiswa internasional yang berminat untuk meraih gelar doktor (PhD) atau EngD dalam bidang Sains dan Teknik di Universitas Singapura.


    Mahasiswa yang berminat dapat memilih untuk mengikuti pelatihan PhD atau EngD di lembaga penelitian A*STAR, NTU, NUS, SUTD, SMU, atau SIT. Setelah berhasil menyelesaikan riset, mahasiswa akan diberikan gelar PhD atau EngD oleh NTU, NUS, SUTD, SMU, atau SIT.

    Beasiswa SINGA dibuka untuk Ilmu Biomedis, Ilmu Komputasi dan Informasi, Teknik dan Teknologi, dan Ilmu Fisika. Adapun pendaftaran dibuka hingga 1 Desember 2024.

    Syarat Beasiswa SINGA

    1. Terbuka untuk lulusan internasional yang memiliki minat pada penelitian
    2. Kemampuan dalam bahasa Inggris lisan dan tulisan
    3. Laporan yang baik dari rekomendasi akademis

    Syarat Dokumen Beasiswa SINGA

    1. Transkrip akademik Sarjana dan/atau Magister.
    2. Dua surat rekomendasi
    3. Pelamar yang melamar ke supervisor/proyek NUS diharuskan untuk menyerahkan skor GRE dalam formulir aplikasi SINGA
    4. Untuk semua pelamar lainnya, kamu mungkin diminta oleh universitas untuk menyerahkan skor GRE yang memuaskan sebagai bagian dari persyaratan penerimaan universitas
    5. Hasil IELTS / TOEFL / SAT I & II / GATE bersifat opsional dan dapat diminta kemudian oleh universitas untuk penerimaan

    Cakupan Beasiswa SINGA

    Beasiswa ini menyediakan dukungan hingga 4 tahun untuk studi PhD, termasuk:

    • Biaya kuliah
    • Biaya hidup bulanan sebesar SGD 2.700 atau Rp 32 juta
    • Beasiswa tiket pesawat satu kali hingga SGD 1.500 atau Rp 17 juta
    • Gaji untuk tempat tinggal satu kali sebesar SGD 1.000 atau Rp 11 juta

    Tata Cara Daftar Beasiswa SINGA

    1. Telusuri Proyek Penelitian S3
    Kunjungi laman https://www.a-star.edu.sg/ untuk menelusuri proyek yang kamu minati.

    2. Siapkan dokumen yang diperlukan
    Selain syarat-syarat dokumen di atas, pendaftar juga wajib menyertakan:

    a. Paspor yang masih berlaku
    b. Foto ukuran paspor terbaru

    4. Transkrip dan Laporan
    Sebelum mengirim dokumen, pastikan kamu sudah menerjemahkan dokumen ke dalam bahasa Inggris.

    5. Pendaftaran

    Kumpulkan dokumen pendaftaran pada laman https://sms-applicant-app.a-star.edu.sg/. Kandidat terpilih akan diumumkan 12 minggu setelah penutupan pendaftaran

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa S3 SINGA dapat dicek melalui https://www.a-star.edu.sg/Scholarships/for-graduate-studies/singapore-international-graduate-award-singa. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Beasiswa S1-S3 dengan Tujuan Kampus di Asia Tenggara, Tertarik Daftar?



    Jakarta

    Menempuh pendidikan di luar negeri adalah impian banyak orang. Kini tak perlu jauh-jauh ke Eropa atau Amerika, karena sudah banyak beasiswa kuliah gratis dengan tujuan kampus di Asia Tenggara.

    Beberapa pemerintah negara di kawasan Asia Tenggara telah menyediakan langsung beasiswa bagi warga Indonesia. Begitu juga kampus-kampus di Asia Tenggara banyak yang tertarik menawarkan bantuan kuliah bagi pelajar di Tanah Air.

    Ada beberapa beasiswa dengan cakupan kampus di Asia Tenggara yang bisa dicoba detikers. Berikut informasi beasiswa-beasiswanya sebagaimana dikutip dari laman masing-masing penyedia:


    Daftar Beasiswa S1-S3 dengan Tujuan Kampus di Asia Tenggara

    1. Singapore International Graduate Award (Singa)

    Beasiswa Singapore International Graduate Award (Singa) berlaku bagi mahasiswa yang ingin fast track dari lulus S1 lanjut langsung S3. Ada banyak pilihan kampus yang bisa dipilih seperti Nanyang Technological University (NTU) hingga National University of Singapore (NUS).

    Adapun bidang penelitian doktoral yang tersedia mencakup bidang biomedical sciences, computing and information sciences, engineering and technology, dan physical sciences.

    Keuntungan penerima beasiswa Singa akan mendapatkan biaya kuliah secara penuh, biaya bulanan sebesar S$2.700, tunjangan kedatangan S$1.000, dan biaya tiket pesawat S$1.500. Jika detikers tertarik dengan beasiswa ini bisa pantau terus informasi pendaftaran pada laman https://www.a-star.edu.sg/Scholarships/for-graduate-studies/singapore-international-graduate-award-singa.

    2. Royal Thai Government Scholarship

    Beasiswa berikutnya dengan cakupan kampus di Asia Tenggara adalah Royal Thai Government Scholarship. Bantuan kuliah ini disediakan oleh Asian Institute of Technology.

    Jika detikers tertarik kuliah S2 atau S3 di Thailand maka beasiswa ini bisa jadi salah satu opsi. Pembiayaan beasiswa sudah termasuk biaya pendaftaran, akomodasi, dan biaya hidup.

    Untuk melihat persyaratan lebih lengkap tentang Royal Thai Government Scholarship detikers bisa mengunjungi laman https://ait.ac.th/financial/royal-thai-government-scholarships/ ya.

    3. Brunei Darussalam Government Scholarship

    Brunei Darussalam Government Scholarship berlaku untuk menempuh pendidikan di Universiti Brunei Darussalam (UBD), Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan, Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Universiti Teknologi Brunei atau Politeknik Brunei.

    Beasiswa akan menanggung biaya kuliah secara fully funded untuk jenjang D3-S1. Selain gratis kuliah, awardee juga akan menerima tunjangan pribadi BND$500,00, tunjangan makan BND$150,00, dan tunjangan buku tahunan sebesar BND$600,00.

    Syarat utama agar bisa mendaftar beasiswa ini harus berusia 18-25 tahun dan mempunyai nilai IELTS minimal 6 atau TOEFL PBT minimal 550. Terkait persyaratan lainnya bisa dilihat di https://ubd.edu.bn/admission/scholarship/.

    4. ASEAN Undergraduate Scholarship

    Apakah detikers ingin lanjut kuliah di National University of Singapore (NUS)? Beasiswa ini menyediakan pembiayaan kuliah khusus di kampus tersebut.

    NUS menyediakan kesempatan kuliah S1 gratis bagi warga di ASEAN lewat beasiswa ini. Mahasiswa akan memperoleh bantuan berupa tunjangan hidup tahunan sebesar S$5.800, tunjangan komputer S$1.750, dan tunjangan akomodasi tahunan S$3.000.

    Untuk bisa daftar beasiswa ini calon mahasiswa tidak boleh tengah mendapat beasiswa lain. Untuk lebih jelasnya, detikers bisa melihat informasi beasiswa di https://nus.edu.sg/oam/scholarships/.

    5. Malaysia International Scholarship (MIS)

    Beasiswa MIS disediakan bagi mahasiswa dari 38 negara Persemakmuran dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk Indonesia. MIS menyasar calon mahasiswa yang berminat meneruskan pendidikan S2 dan S3.

    Beasiswa ini menyediakan uang kuliah gratis dan tunjangan bulanan sebesar Rp5,2 juta setiap bulan. Persyaratan yang harus disiapkan mulai sekarang untuk daftar beasiswa ini salah satunya skor minimal 550 pada TOEFL atau 6,0 untuk IELTS.

    Untuk informasi dokumen hingga tata cara daftar, bisa dilihat lewat laman https://biasiswa.mohe.gov.my/INTER/index.php ya.

    6. DAAD In-Country/In-Region Scholarship Programme

    DAAD menyediakan kesempatan kuliah di beberapa kampus di Asia Tenggara bagi warga Indonesia. Cakupan beasiswa ini terdiri dari biaya kuliah, biaya hidup bulanan, tunjangan studi dan penelitian, dan tunjangan cetak skripsi akhir.

    Tujuan beasiswa ini adalah untuk meningkatkan partisipasi perempuan dan kelompok yang kurang beruntung serta memperkuat kapasitas organisasi, keuangan, dan personel lembaga mitra. Sehingga pelamar perempuan lebih diprioritaskan.

    Jika penasaran dan ingin mendaftar beasiswa ini, detikers bisa mengunjungi laman resminya di https://www.daad.de/en/information-services-for-higher-education-institutions/.

    Nah, itulah sederet beasiswa S1-S3 dengan tujuan kampus di wilayah Asia Tenggara. Kalau detikers tertarik daftar yang mana nih?

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Beasiswa Prioritas LPDP yang Bisa Dipilih, Pahami Sebelum Daftar!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2025 tahap 1 akan dibuka pada 17 Januari 2025. Sebelum daftar, detikers harus tahu dulu nih jenis-jenis beasiswa yang tersedia.

    Beasiswa ini disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beasiswa LPDP difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Beasiswa LPDP dibuka setiap tahun untuk studi jenjang magister/S2 dan doktoral/S3. Awardee bisa memilih melanjutkan studi di luar negeri maupun dalam negeri.


    Salah satu hal yang menarik dari beasiswa LPDP dibanding beasiswa lain adalah ragam jenisnya. Salah satunya adalah beasiswa prioritas.

    Apa Itu Beasiswa Prioritas LPDP?

    Pelamar beasiswa prioritas dapat mendaftar pada dua jenis beasiswa sekaligus. Selain mendaftar beasiswa prioritas, pelamar juga bisa mendaftar beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD).

    Ada enam PTUD yang bisa dipilih dalam beasiswa prioritas yakni Nanyang Technology University (NTU), National University of Singapore (NUS), Campus France, University of California Davis (UC Davis), University of New South Wales (UNSW), dan The Orange Knowledge Program (OKP).

    Fasilitas Penerima Beasiswa Prioritas LPDP

    Beberapa keuntungan memperoleh beasiswa prioritas LPDP antara lain:

    • Dana pendidikan untuk kebutuhan pendaftaran
    • Dana SPP (tuition fee)
    • Tunjangan buku
    • Penelitian tesis
    • Seminar internasional
    • Publikasi jurnal internasional
    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya hidup bulanan
    • Dana untuk mengikuti lomba internasional
    • Dana darurat jika dibutuhkan

    Jenis-jenis Beasiswa Prioritas LPDP

    1. Beasiswa Prioritas S2 OKP-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi-LPDP

    Beasiswa ini adalah hasil kerja sama ketiga lembaga bersama Nuffic Neso Indonesia. Tujuannya untuk mengoptimalkan sumber daya dan berfokus pada bidang yang relevan dan penting bagi pembangunan Indonesia.

    2. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-NTU

    Beasiswa ini diberikan bagi masyarakat termasuk PNS dan TNI atau Polri. Namun, beasiswa ini hanya berlaku untuk jenjang S2.

    Lulusan dari NTU pada beasiswa ini nantinya akan bergelar MBA. Selain menempuh pendudukan, para awardee juga akan dididik sebagai calon pemimpin dan profesional.

    3. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-NUS Bidang Kewirausahaan

    Beasiswa prioritas LPDP selanjutnya bekerja sama dengan NUS. Sasaran beasiswa ini adalah masyarakat Indonesia kecuali PNS, TNI dan Polri.

    Sebagaimana namanya, beasiswa ini bertujuan mendidik para calon pengusaha yang ingin memiliki usaha baru. Mereka akan dibimbing dan dapat memanfaatkan fasilitas pengembangan bisnis di NUS Enterprise.

    4. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-Campus France

    Beasiswa ini disediakan langsung oleh pemerintah Prancis. Pengadaan beasiswa bertujuan untuk membantu meningkatkan pembangunan di Indonesia.

    Para mahasiswa akan diberi pengetahuan oleh kampus. Mereka akan disiapkan juga sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

    5. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-UNSW

    UNSW bersama LPDP menawarkan beasiswa S3 bagi masyarakat Indonesia. Beasiswa ini bisa dicoba bagi yang tertarik dalam bidang energi terbarukan dan inovasi.

    6. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-NTU

    Beasiswa ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan ke jenjang doktor. Jenis beasiswa ini pun bisa diikuti bagi mahasiswa yang tertarik di bidang STEM maupun non-STEM.

    7. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-UC Davis

    Bagi yang berminat melanjutkan pendidikan S3 di bidang pertanian, lingkungan, teknik atau pendidikan maka beasiswa ini dapat menjadi pilihan yang tepat. Durasi pembiayaan beasiswa ini maksimal selama 5 tahun.

    Itulah beberapa jenis beasiswa prioritas LPDP yang bisa dicoba. Semoga informasinya bermanfaat ya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Beasiswa LPDP Kemenkeu RI yang Akan Dibuka 2025, Ada Banyak Pilihan


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) sudah mulai membuka pendaftaran beasiswa sejak 17 Januari 2025 lalu. Saat ini, beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted yang dibuka hingga 17 Februari 2025.

    LPDP menyebut ada banyak gebrakan baru pada program beasiswa LPDP tahap 1 tahun ini.

    “Ada banyak gebrakan baru lhoo di Program Beasiswa LPDP Tahap 1 tahun ini, termasuk penyesuaian skema seleksi pada Beasiswa Targeted Prioritas yang dapat di-bundling pendaftarannya bersama program Beasiswa Umum/Targeted/Afirmasi untuk tujuan luar negeri,” tulis LPDP RI, dikutip dari Instagram resmi pada Rabu (22/1/2025).


    Program Beasiswa LPDP yang Akan Dibuka pada 2025

    Detikers yang ingin melamar beasiswa LPDP, kalian bisa cek pilihan beasiswa yang akan dibuka pada tahun ini, yaitu:

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Prasejahtera
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Putra Putri Papua

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS/TNI/Polri
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Doktor Praktisi
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    • Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    4. Program Targeted Beasiswa Bundling

    Program ini menawarkan 9 jenis beasiswa kemitraan LPDP dengan program/kampus spesifik pada beragam tema studi prioritas pembangunan. Program Targeted Beasiswa Bundling memiliki skema pendaftaran dengan menggabungkan program beasiswa targeted prioritas bersamaan dengan salah satu program beasiswa lainnya (umum/targeted/afirmasi) untuk tujuan luar negeri.

    Inilah pilihan skema pendaftaran Program Targeted Beasiswa Bundling:

    • LPDP-National University of Singapore (NUS) Program Master in Venture Creation (MSVC) ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program MBA ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-NUS Business School Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of New South Wales (UNSW) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Campus France Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-Tsinghua University Program Master of Finance ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of Science and Technology (UST) Korea Program Master dan Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
    • LPDP-University of Dundee Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri

    5. Program Double/Joint Degree

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Parsial
    • Beasiswa Prasejahtera
    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Putra Putri Papua
    • Beasiswa PNS/TNI/Polri.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com