Tag: nyeri sendi

  • Ini 7 Tanda Kasur Lama Harus Diganti Biar Tidur Lebih Nyenyak


    Jakarta

    Kasur adalah alas tidur yang pasti ada di rumah. Bentuknya pun beragam ada yang memakai dipan atau alas kayu di bagian kaki, ada pula yang bisa digulung seperti karpet tetapi tetap empuk. Sama seperti barang lainnya, kasur memiliki masa pakai, tidak bisa memberikan kenyamanan selamanya.

    Apabila kamu tidak memperhatikan masa pakai tersebut, dikhawatirkan tulang belakang, sendi, dan berat badan bisa berpengaruh karena tidur yang tidak nyaman dan salah tidur. Lantas, bagaimana mengetahui kasur perlu diganti dengan yang baru?

    Melansir Nolah Mattress, pada Jumat (25/10/2024), berikut beberapa tanda kamu harus beli kasur baru dan membuang yang lama.


    1. Merasa Tidak Segar Saat Bangun

    Kasur yang sudah tidak nyaman dipakai dapat menyebabkan masalah kesehatan. Sebagai contoh kamu mengalami gangguan tidur sehingga kualitas tidurmu menurun. Kurang tidur dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Namun, kasur tentu bukan satu-satunya penyebab masalah kesehatan tersebut, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter jika ini menjadi masalah yang berkepanjangan.

    2. Tubuh Sering Terasa Nyeri

    Saat kamu tidur, tubuh sebenarnya dalam tahap relaksasi. Dengan begitu saat terbangun, tubuh kamu terasa lebih ringan dan bersemangat. Namun, apabila tubuh sering terasa kaku, nyeri, atau sakit bisa menjadi karena kasur kamu sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Ketika kasur sudah tua, kemampuannya untuk mengurangi tekanan dan menjaga agar tulang belakang tetap sejajar akan menurun.

    Hal ini dapat menyebabkan ketegangan di sekitar sendi, atau tulang belakang kamu mungkin melengkung. Jika kamu terus berada dalam posisi yang tidak nyaman sepanjang malam, kamu pasti akan bangun dengan rasa sakit dan nyeri.

    Perhatikan sinyal dari tubuh kamu. Jika rasa nyeri di pagi hari menjadi masalah yang sering terjadi, mungkin sudah saatnya untuk mengganti kasur kamu.

    3. Tidak Bisa Tidur

    Ada beberapa alasan insomnia, seperti stres, kurang tidur, perubahan hormon, dan kondisi medis. Oleh karena itu, insomnia saja belum cukup untuk meyakini kamu perlu kasur baru. Namun, jika kamu selalu gelisah di malam hari dan ketidaknyamanan fisik membuat kamu terbangun, mungkin kasur adalah penyebab utamanya.

    Sebuah kasur ideal harus memberikan kenyamanan yang optimal dengan mengurangi ketegangan di bagian tubuh yang sensitif. Sayangnya, tidak ada solusi yang tepat bagi siapapun dalam hal kenyamanan dan dukungan tidur karena tingkat kekencangan serta fitur yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis tubuh dan posisi tidurnya.

    Maka dari itu, saat kamu membeli kasur, pastikan untuk coba berbaring di atasnya dan konsultasikan ke ahli bagaimana menemukan kasur yang paling tepat dengan kebutuhan tubuh kamu.

    4. Perubahan Pada Persendian Tubuh

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kasur tidak memiliki ukuran yang sama untuk semua orang. Kebutuhan individu bervariasi berdasarkan berat badan, posisi tidur, dan kondisi kesehatan seperti sleep apnea, arthritis, osteoporosis, dan sciatica.

    Apabila terdapat perubahan signifikan pada kesehatan fisik atau kebiasaan tidur kamu , mungkin kamu memerlukan kasur baru yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

    Sebagai contoh, jika berat badan kamu bertambah, kamu mungkin ingin kasur yang lebih keras dengan penyangga yang lebih banyak. Atau, jika kamu mengalami nyeri sendi, tempat tidur dengan kontur dan pereda tekanan yang lebih baik dapat memberikan manfaat signifikan. Jika saat ini kamu memiliki keterbatasan mobilitas, kasur dengan tepi yang dapat digerakkan jauh lebih dibutuhkan.

    5. Usia Kasur

    Berapa lamanya kasur bertahan tergantung pada merek dan bahan yang digunakan. Sebagai contoh, kasur lateks alami sangat tahan lama dan dapat bertahan lebih dari sepuluh tahun jika dirawat dengan baik.

    Namun, umumnya kasur tidak bertahan selamanya, jika kasur kamu sudah berusia delapan tahun atau lebih, kemungkinan besar saatnya untuk menggantinya. Meskipun kamu merawat kasur dengan baik, faktor-faktor seperti keausan akibat penggunaan sehari-hari, kelembapan, keringat, tungau debu, dan lain-lain bisa menurunkan kualitas kasur.

    6. Terdapat Lekukan pada Kasur

    Kamu membutuhkan kasur dengan permukaan yang datar dan rata untuk mendapatkan dukungan tidur yang optimal dan penyokong berat tekanan yang tepat. Jika kasur kamu memiliki lekukan atau lubang yang tampak, sudah saatnya untuk menggantinya.

    Kasur busa memori yang murah sangat rentan terhadap tekanan, ketika busa mulai aus, ia kehilangan elastisitas dan tidak akan kembali ke bentuk semula meski sudah tidak ditekan. Di kasur pegas yang rusak sering kali menyebabkan lekukan pada permukaan kasur.

    7. Kasur Berdecit

    Ketika kasur pegas dan kasur hibrida mulai aus, pegasnya akan mulai mengeluarkan suara berderit. Saat pegas kehilangan ketegangan dan kekuatannya, mereka akan bergesekan saat tertekan oleh berat tubuh orang yang tidur. Kontak ini dapat menyebabkan suara berderit yang mengganggu setiap kali kamu mengubah posisi, sehingga mengganggu kualitas tidur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

    “Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

    Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


    Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

    “Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

    Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

    “Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

    Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

    “Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

    (dpy/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

    “Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

    Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


    Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

    “Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

    Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

    “Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

    Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

    “Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

    (dpy/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Hindari Makan 5 Makanan Ini Agar Tak Nyeri Sendi saat Udara Dingin


    Jakarta

    Musim hujan bisa meningkatkan sensitivitas pada sendi. Agar tidak memperparah kondisi, hindari mengonsumsi beberapa makanan ini.

    Tulang yang kuat dan sehat penting untuk kualitas hidup secara keseluruhan. Namun, di musim dingin, ketika suhu turun drastis, menjaga kesehatan tulang agak sulit.

    Kondisi cuaca tersebut seringkali meningkatkan peradangan sendi dan ini tentu tidak nyaman. Nyeri sendi bisa lebih parah jika kamu salah mengonsumsi makanan.


    Pasalnya ada beberapa makanan yang memang cocok dikonsumsi saat musim dingin, tetapi efeknya bisa memperparah nyeri sendi. Dikutip dari Times Now News (11/01/25) berikut 5 makanan yang harus dihindari.

    1. Daging olahan

    Muslim Makan Olahan Daging di Luar Negeri, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?Daging olahan mengandung bahan pengawet yang bisa menyebabkan nyeri sendi. Foto: Getty Images

    Daging olahan seperti, sosis, bacon, dan salami bisa menyebabkan nyeri sendi. Itu karena daging olahan mengandung bahan pengawet seperti nitrat.

    Nitrat itu terbentuk ketika protein dan lemak ditambahkan ke gula saat memasak dan dapat memicu stres oksidatif dan peradangan. Nah, peradangan itulah yang menyebabkan nyeri sendi.

    Selain itu, daging juga mengandung glikasi tingkat lanjut (AGEs) yang bisa memicu peradangan. Terutama bila daging merah yang dipanggang atau digoreng.

    2. Karbohidrat olahan

    Refined carbs atau karbohidrat olahan adalah karbohidrat yang telah melewati serangkaian proses pengolahan, sehingga kehilangan kandungan serat, vitamin, dan mineral.

    Karbohidrat olahan ditemukan dalam banyak makanan seperti roti putih dan kue kering. Makanan tersebut kaya akan indeks glikemik tinggi.

    Hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang pada akhirnya menyebabkan peradangan. Kondisi ini dapat mempengaruhi persendian dan kenaikan berat badan.

    Makanan yang harus dihindari untuk mencegah nyeri sendi ada di halaman selanjutnya.

    3. Minuman manis

    Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddyGula dapat memperburuk nyeri sendiri seiring berjalannya waktu. Foto: Getty Images/iStockphoto/tongpatong

    Minuman manis memang harus dihindari untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Minuman manis tidak hanya menyebabkan diabetes, tetapi juga memicu nyeri sendi.

    Ahli gizi mengatakan bahwa kandungan gula dapat memperburuk nyeri sendiri seiring berjalannya waktu. Selain itu, juga menyebabkan kelelahan.

    Kondisi tersebut yang akan membuat kamu lebih sulit untuk tetap aktif.

    4. Makanan yang digoreng

    Sensasi renyah pada makanan yang digoreng memang terasa lezat. Namun, di samping itu, makanan yang digoreng bisa menyebabkan nyeri pada area persendian.

    Gorengan mengandung lemak trans yang tidak sehat. Lemak tersebut yang menyebabkan peradangan, sehingga memperparah nyeri sendi dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

    Mulai dari penyakit jantung hingga diabetes. Karenanya disarankan untuk memilih metode memasak yang lebih sehat, seperti dipanggang atau menggunakan air fryer.

    5. Produk susu

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietProduk susu dapat menyebabkan sensitivitas terhadap kasein atau komponen protein utama pada susu. Foto: Getty Images/alvarez

    Produk susu, seperti susu, keju, dan krim merupakan makanan enak dimakan di musim dingin Namun, produk susu dan turunannya tersebut bisa menimbulkan masalah.

    Khususnya bagi kamu yang memiliki sensitivitas sendi. Para ahli gizi mengatakan bahwa produk susu dapat menyebabkan sensitivitas terhadap kasein atau komponen protein utama pada susu.

    Inilah yang menyebabkan peradangan dan memperparah gejala nyeri sendi. Pasalnya, pada sebagian orang, protein ini dapat mengiritasi jaringan di sekitar persendian.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Kopi Susu tanpa Gula Ternyata Ampuh Mengatasi Nyeri Sendi


    Jakarta

    Selain bisa meningkatkan cita rasa, kopi yang dicampur susu juga bermanfaat untuk kesehatan. Paduan tersebut ampuh mengatasi nyeri sendi.

    Kopi susu sangat digandrungi anak-anak muda. Tak heran jika sekarang semakin banyak brand kopi susu di Indonesia. Minum kopi susu pun kini menjadi gaya hidup.

    Meski begitu, kopi susu kerap dipandang sebelah mata. Campuran susu dinilai dapat merusak rasa kopi dan tidak sehat, karena menambah jumlah kalori.


    Namun, sebuah penelitian justru menemukan manfaat kopi susu untuk kesehatan. Dilansir dari Times of India (04/02/24) berikut penemuan para peneliti.

    1. Mengatasi pembengkakan

    Kopi susu tanpa gula ternyata bisa meredakan nyeri sendi.Kopi susu tanpa gula ternyata bisa meredakan nyeri sendi. Foto: iStock

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, kopi susu dapat mengurangi pembengkakan pada tubuh.

    Itu karena kopi dan susu sama-sama mengandung nutrisi penting. Susu mengandung asam amino dan kopi mengandung antioksidan yang disebut sebagai polifenol.

    Kombinasi kedua elemen tersebut mampu meredakan pembengkakan dan nyeri pada persendian yang biasa disebabkan oleh radang sendi, bakteri, atau trauma.

    2. Meningkatkan rasa kopi

    Alih-alih merusak rasa kopi, campuran susu justru dapat meningkatkan rasa kopi itu sendiri. Susu berperan menyeimbangkan pH asam pada kopi untuk mengurangi keasaman.

    Ini juga dapat menjadi solusi bagi penikmat kopi yang sensitif terhadap kafein. Kopi hitam kaya akan kafein, tetapi jika terlalu banyak dikonsumsi juga ada efek sampingnya.

    Tubuh akan sulit menyerap mineral dari makanan, seperti zat besi, kalsium, dan seng. Selain itu, juga mempengaruhi pola tidur. Karenanya kopi akan lebih baik jika dicampur susu.

    Manfaat kopi susu ada di halaman selanjutnya.

    3. Meningkatkan metabolisme

    Kopi susu tanpa gula ternyata bisa meredakan nyeri sendi.Kopi susu tanpa gula dapat meningkatkan metabolisme. Foto: iStock

    Lebih lanjut, penelitian mengungkapkan bahwa kopi susu dapat mengurangi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan meningkatkan metabolisme.

    Kopi susu juga mampu mengendalikan diabetes. Namun, ahli gizi menyarankan agar memperbanyak minum air putih, karena kopi dapat menyebabkan dehidrasi.

    Untuk mendapatkan manfaat tersebut, susu yang dianjurkan adalah susu full cream, bukan susu kental manis. Dianjurkan untuk tidak menambahkan gula atau pemanis lainnya.

    4. Siapa yang tidak boleh minum kopi susu?

    Meskipun banyak manfaatnya, tetapi bagi penderita intoleran laktosa tidak disarankan untuk minum kopi susu. Selain itu, orang yang sedang menurunkan berat badan juga tidak dianjurkan.

    Pasalnya secangkir kopi hitam umumnya mengandung 5 kalori. Jika ditambah susu paling tidak bertambah jadi 60 kalori. Jumlah itu akan terus bertambah jika dicampur pemanis.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Efek Tak Terduga Jika Pasutri Jarang Bercinta, Nomor 2 Paling Ditakutkan


    Jakarta

    Berhubungan intim adalah hal yang umum dilakukan bagi pasutri. Aktivitas seksual ini bahkan bermanfaat untuk meningkatkan keintiman bersama pasangan. Namun, beberapa faktor dan kondisi tertentu bisa membuat seseorang tidak lagi berhubungan intim. Apa yang akan terjadi jika seseorang jarang melakukan hubungan intim?

    Dikutip dari Vinmec, kurang atau tidak adanya seks dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa masalah dengan kehidupan, termasuk kesehatan. Berikut informasinya.

    1. Merasa cemas

    Seks menurunkan jumlah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai respons terhadap stres. Kehidupan seks yang aktif membuat Anda lebih bahagia sehat. Hal ini juga membantu mengurangi tingkat stres dalam hidup. Namun, seks yang sudah lama tidak dilakukan bisa meningkatkan rasa cemas dan stres.


    2. Jantung mungkin tidak bekerja dengan baik

    Penelitian menunjukkan orang yang berhubungan seks satu kali dalam sebulan atau kurang dari itu memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada mereka yang melakukannya dua kali seminggu atau lebih. Pasalnya, bercinta seperti ‘berolahraga’ yang bisa membuat tubuh lebih sehat secara fisik dan mental.

    3. Kehilangan memori

    Ini tidak seserius seperti lupa meletakkan barang-barang, tetapi bisa memengaruhi kehidupan seseorang. Itu karena seks berkaitan dengan ingatan, terutama jika berusia 50-89 tahun.

    4. Sistem kekebalan tubuh melemah

    Bercinta setiap minggu bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh daripada mereka yang jarang berhubungan seks. Hal ini dikarenakan bercinta bisa meningkatkan zat anti-bakteri yang disebut imunoglobulin A, atau IgA. Orang yang berhubungan seks lebih dari 2 kali seminggu memiliki kadar IgA lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berhubungan seks.

    5. Memengaruhi hubungan dengan pasangan

    Seks membantu ‘mengikat’ seseorang dengan pasangannya untuk waktu yang lama. Tanpanya, Anda mungkin kehilangan kepuasan dalam hubungan tersebut. Jarang berhubungan seks dapat mempersulit membangun kepercayaan dan pengertian kepada pasangan.

    6. Menurunkan kesehatan prostat

    Sebuah penelitian menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali sebulan lebih mungkin terkena kanker prostat daripada pria yang ejakulasi 21 kali sebulan. Namun, perlu diperhatikan bahwa berhubungan seks tanpa pelindung dan sering berganti-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS).

    7. Sulit tidur

    Selama berhubungan seks, wanita mendapatkan dorongan estrogen yang lebih tinggi yang membantu tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, tidak berhubungan seks dapat membatasi produksi hormon pemicu tidur seperti prolaktin dan oksitosin.

    8. Merasa lelah dan nyeri

    Hal ini terjadi karena wanita tidak mengalami orgasme yang menyebabkan tubuh melepaskan endorfin dan hormon lain. Hormon tersebut membantu meredakan sakit kepala, punggung, dan nyeri kaki. Mereka juga dapat membantu meredakan nyeri sendi dan kram menstruasi.

    9. Meningkatkan masalah seksual

    Beberapa penelitian menunjukkan pria yang berhubungan seks kurang dari 1 kali seminggu memiliki kemungkinan 2 kali lebih tinggi terkena disfungsi ereksi (DE), dibandingkan mereka yang aktif secara seksual setiap minggu.

    10. Menaikkan tekanan darah

    Jarang berhubungan seks berpotensi menaikkan tekanan darah. Hal ini karena seks dapat membuat seseorang merasa lebih baik dan mengurangi kecemasan, sehingga menjaga tekanan darah dalam kisaran normal.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy