Tag: NYSE

  • Teucrium Luncurkan ETF XRP, Janjikan Cuan 2 Kali Lipat

    Teucrium Investment Advisors resmi meluncurkan Teucrium 2x Long Daily XRP ETF dengan simbol XXRP di bursa NYSE Arca.

    Sebagai pembeda, ETF XXRP ini dirancang untuk memberikan dua kali lipat dari kinerja harian token XRP besutan Ripple.

    Apa Itu ETF XXRP?

    ETF XXRP adalah produk investasi yang menggunakan leverage untuk menggandakan pergerakan harian harga XRP.

    Ini berarti, jika harga XRP naik 5% dalam sehari, ETF ini bertujuan memberikan kenaikan 10%. Sebaliknya, jika harga XRP turun 5%, ETF ini akan mengalami penurunan 10%.

    Mekanisme ini memungkinkan potensi keuntungan yang lebih tinggi, meski secara bersamaan juga meningkatkan risiko kerugian yang lebih besar.

    Performa Hari Pertama

    Di hari peluncurannya pada 8 April 2025, lebih dari 215.000 saham ETF XXRP diperdagangkan, menunjukkan minat yang kuat dari para trader.

    Namun, pada hari yang sama, harga XRP mengalami penurunan sekitar 5% menjadi $1,84, sementara ETF XXRP mengalami penurunan sekitar 13%.

    Secara tidak langsung, hal ini mencerminkan sensitivitas tinggi produk leveraged terhadap volatilitas pasar.

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peringatan dan Risiko

    Sal Gilbertie, CEO Teucrium, menekankan bahwa ETF ini ditujukan untuk trading jangka pendek dan cocok untuk kondisi pasar yang volatil.

    Namun, dia juga memperingatkan bahwa produk leveraged membawa risiko signifikan karena eksposur pasar yang diperbesar.

    Pasalnya, penurunan penggunaan XRP juga dapat meningkatkan volatilitas harga lebih lanjut.

    Cara Berinvestasi di ETF XXRP

    Bagi investor yang tertarik, ETF XXRP dapat dibeli melalui platform broker yang mendukung perdagangan di NYSE Arca.

    Beberapa platform populer termasuk Ally Invest, Charles Schwab, eTrade, Fidelity, Interactive Brokers, Robinhood, dan SoFi.

    Namun perlu dicatat, sangat penting untuk memahami bahwa investasi dalam ETF leveraged seperti XXRP memerlukan pemahaman yang mendalam tentang risiko yang terlibat dan disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.

    Implikasi bagi Pasar Kripto

    Peluncuran ETF XXRP menandai langkah signifikan dalam integrasi aset kripto ke dalam produk investasi tradisional.

    Meskipun SEC belum menyetujui ETF spot XRP, kehadiran produk leveraged ini menunjukkan minat yang meningkat terhadap aset digital di kalangan investor institusional dan ritel.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa produk seperti ini membawa risiko tinggi dan memerlukan strategi investasi yang hati-hati.

    Dengan demikiam, ETF XXRP menawarkan peluang bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga XRP dengan potensi keuntungan yang diperbesar.

    Namun, dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi datang pula risiko yang lebih besar.

    Pada akhirnya, investor tetap harus mempertimbangkan profil risiko mereka dan melakukan due diligence sebelum berinvestasi dalam produk seperti XXRP.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock dan NYSE Dorong Adopsi Staking ETF Ethereum

    BlackRock dan NYSE Arca tengah mendorong adopsi produk ini untuk meningkatkan daya tarik bagi investor institusional melalui Staking ETF Ethereum.

    Sebagaimana dikutip dari Ambcrypto para Minggu (23/3), Staking ETF Ethereum adalah produk investasi yang memungkinkan pemegang ETF mendapatkan imbal hasil tambahan dari staking Ethereum (ETH).

    BlackRock dan Dukungannya terhadap Staking ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar dunia, meyakini bahwa ETF Ethereum tanpa fitur staking masih kurang optimal.

    Kepala Aset Digital BlackRock, Robbie Mitchnick, menegaskan bahwa staking dapat meningkatkan imbal hasil dan selaras dengan mekanisme proof-of-stake Ethereum.

    Proposal NYSE Arca untuk ETF Staking

    Bukan hanya BlackRock, NYSE Arca telah mengajukan proposal ke Securities and Exchange Commission (SEC) untuk memungkinkan staking pada Bitwise ETF Ethereum.

    Jika disetujui, langkah ini akan merevolusi ETF berbasis Ethereum dengan menghadirkan pendapatan tambahan dari staking rewards.

    Tren Staking Ethereum yang Terus Berkembang

    Data terbaru dari Dune Analytics menunjukkan bahwa Kraken dan Blockdaemon memimpin pertumbuhan staking ETH.

    Sementara Coinbase mengalami arus keluar besar. Platform seperti Lido, stakefish, dan Upbit tetap mempertahankan aliran staking yang stabil.

    Potensi Dampak bagi Investor dan Pasar ETF

    Jika staking ETF Ethereum mendapat persetujuan, investor dapat menikmati keuntungan ganda, eksposur harga Ethereum dan pendapatan pasif dari staking.

    Produk ini dapat menarik lebih banyak investor institusional yang mencari instrumen investasi kripto dengan imbal hasil tambahan.

    Tantangan Regulasi

    Meski menjanjikan, regulasi masih menjadi hambatan utama. SEC selama ini cenderung berhati-hati terhadap produk investasi kripto, terutama yang melibatkan staking.

    Persetujuan proposal NYSE Arca dapat menjadi preseden bagi pengembangan produk berbasis Ethereum lainnya.

    Staked ETH ETF berpotensi menjadi terobosan besar dalam dunia investasi Ethereum.

    Dengan dukungan BlackRock dan NYSE Arca, serta tren staking yang terus meningkat, produk ini bisa membuka peluang baru bagi investor. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan regulator.

    _________________

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Dukung Staking untuk ETF Ethereum

    BlackRock, salah satu manajer aset terbesar di dunia, menunjukkan minat kuat terhadap mekanisme staking untuk ETF Ethereum.

    Robert Mitchnick, Kepala Aset Digital BlackRock dalam wawancara dengan Theblock, menyatakan bahwa staking dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya tarik Ethereum ETF di pasar.

    Menurut Mitchnick, semua ETF Ethereum yang diluncurkan sebelumnya tidak memiliki fitur staking.

    Padahal, staking dapat meningkatkan potensi keuntungan bagi investor melalui yield tambahan.

    Jika mekanisme ini disetujui, diharapkan lebih banyak investor tertarik untuk berinvestasi di produk ETF Ethereum.

    NYSE Arca Ajukan Perubahan Aturan

    Bersamaan dengan optimisme BlackRock, NYSE Arca mengajukan perubahan aturan yang memungkinkan Bitwise Ethereum ETF untuk melakukan staking.

    Langkah ini diikuti oleh beberapa pemain besar lainnya, seperti Grayscale, 21Shares, dan Fidelity, yang juga mengajukan proposal serupa.

    Dengan adanya pengajuan ini, diharapkan regulator seperti SEC dapat memberikan izin bagi ETF Ethereum untuk memperoleh keuntungan tambahan dari staking.

    Saat ini, SEC di bawah kepemimpinan baru tampak lebih terbuka terhadap inovasi di sektor aset kripto.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Keuntungan bagi Investor

    Jika SEC menyetujui mekanisme staking untuk ETF Ethereum, para penerbit dana dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil staking tanpa harus menjual aset utama mereka.

    Hal ini akan meningkatkan daya tarik ETF Ethereum sebagai instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

    Meski demikian, masih terdapat tantangan teknis dan regulasi yang harus diselesaikan sebelum mekanisme ini dapat diterapkan sepenuhnya.

    Namun, jika berhasil, langkah ini dapat menjadi perubahan besar dalam ekosistem investasi kripto.

    Perbandingan dengan ETF Bitcoin

    Meskipun ETF Ethereum telah menarik investasi miliaran dolar, pencapaiannya masih jauh di bawah ETF Bitcoin.

    Sebagai contoh, ETF Ethereum milik BlackRock memiliki aset kelolaan sekitar $2,3 miliar, sedangkan ETF Bitcoin milik perusahaan yang sama mencapai hampir $48 miliar.

    Dengan diperbolehkannya staking, ETF Ethereum berpotensi mendapatkan momentum baru untuk mengejar ketertinggalan dari ETF Bitcoin dan menarik lebih banyak investor institusional maupun ritel.

    Adanya dorongan dari BlackRock dan langkah proaktif dari NYSE Arca menunjukkan bahwa pasar ETF Ethereum sedang menuju perubahan besar.

    Jika staking diperbolehkan, ETF Ethereum dapat menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan bagi investor.

    Keputusan SEC dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penentu bagi masa depan ETF Ethereum di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • IPO BitGo Resmi Melantai NYSE, Saham Sempat Terbang Lalu Melemah

    Perusahaan kustodian aset kripto BitGo resmi melantai di Bursa Saham New York (NYSE) pada 22 Januari 2026 dengan kode ticker BTGO. Langkah ini menjadikan BitGo sebagai perusahaan aset kripto besar pertama yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2026, sekaligus membuka akses baru bagi investor ritel untuk mendapatkan eksposur ke industri kripto tanpa harus memiliki aset digital secara langsung.

    Dilaporkan BeInCrypto, saham BitGo dibuka di level US$22,43 atau melonjak 24,6% dibanding harga IPO US$18. Pada awal perdagangan, saham bahkan sempat menyentuh US$24,50 atau naik sekitar 36%. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama.

    Saham BTGO ditutup di US$18,49, hanya 2,7% di atas harga penawaran, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah koreksi harga bitcoin yang telah turun sekitar 29% dari rekor tertingginya. Dengan pergerakan tersebut, valuasi BitGo diperkirakan berada di kisaran US$2,2 miliar.

    IPO BitGo

    Baca juga: NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Minat terhadap IPO ini tergolong sangat tinggi. Penawaran saham BitGo tercatat mengalami kelebihan permintaan hingga sekitar 13 kali lipat. Perusahaan bersama pemegang saham lama melepas sekitar 11,8 juta saham dan berhasil menghimpun dana sebesar US$212,8 juta, dengan Goldman Sachs dan Citigroup bertindak sebagai penjamin emisi utama. Analis menilai debut BitGo menjadi penanda penting bahwa pasar IPO aset kripto mulai kembali terbuka setelah sempat melambat pada kuartal keempat tahun lalu akibat penutupan pemerintahan AS.

    Didirikan pada 2013, BitGo dikenal sebagai pelopor teknologi wallet multi-signature dan kini berkembang menjadi penyedia layanan kustodian institusional, broker utama, serta layanan trading di lebih dari 100 negara. Perusahaan ini juga bertindak sebagai custodian untuk USD1, stablecoin milik World Liberty Financial, proyek aset kripto yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Presiden AS Donald Trump. Peran kustodian yang teregulasi dinilai krusial dalam menjembatani keuangan tradisional dengan aset digital, khususnya bagi investor institusional.

    Pada Desember lalu, BitGo memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency untuk bertransformasi menjadi bank nasional. Status tersebut berpotensi memungkinkan perusahaan beroperasi secara nasional sebagai bank, sekaligus memperkuat infrastruktur masuknya modal institusional ke pasar kripto. Perluasan layanan kustodian yang teregulasi dinilai dapat mengurangi hambatan bagi institusi dan meningkatkan likuiditas serta stabilitas pasar dalam jangka panjang.

    Dari sisi kinerja, BitGo termasuk perusahaan kripto yang telah mencatatkan profitabilitas. Perusahaan membukukan laba bersih US$156,6 juta sepanjang 2024 dan US$35,3 juta untuk sembilan bulan pertama 2025. Pendapatan juga melonjak signifikan dari US$1,9 miliar menjadi US$10 miliar secara tahunan. Meski demikian, BitGo mengakui bahwa sumber pendapatan utamanya masih sangat bergantung pada volatilitas pasar aset digital, termasuk dari aktivitas trading, staking, dan langganan.

    Risiko regulasi juga masih menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Pemungutan suara Komite Perbankan Senat AS terkait Clarity Act ditunda setelah Coinbase menarik dukungan akibat perbedaan pandangan antara bank dan perusahaan kripto mengenai produk yield stablecoin. Meski begitu, CEO BitGo Mike Belshe menyatakan optimisme bahwa perubahan regulasi dalam setahun terakhir telah membuka partisipasi seluruh institusi keuangan, sehingga memperluas potensi pasar perusahaan secara signifikan.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Pendiri Binance Changpeng “CZ” Zhao menilai rencana New York Stock Exchange (NYSE) untuk meluncurkan platform sekuritas ter-tokenisasi sebagai kabar yang sangat bullish bagi industri kripto dan bursa aset digital. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman resmi NYSE terkait pengembangan platform perdagangan saham berbasis blockchain.

    Dalam unggahan di platform X, CZ menyebut bahwa langkah NYSE tersebut akan membawa dampak positif bagi ekosistem kripto secara keseluruhan, termasuk bagi crypto exchange. NYSE sebelumnya mengumumkan tengah membangun platform untuk perdagangan dan penyelesaian (settlement) sekuritas yang ditokenisasi secara on-chain, dengan tetap menunggu persetujuan regulator.

    Baca juga: Tak Main-main! Korea Selatan Siap Kuasai Pasar Tokenisasi Global

    NYSE Tokenisasi Saham

    Berdasarkan siaran pers NYSE, platform ini dirancang untuk memungkinkan perdagangan saham dan exchange-traded funds (ETF) selama 24 jam penuh, tujuh hari seminggu, dengan penyelesaian instan. Saham-saham terkait kripto, seperti Circle (CRCL), juga akan tersedia di platform tersebut. Selain itu, pendanaan berbasis stablecoin akan diintegrasikan sehingga investor dapat bertransaksi menggunakan stablecoin.

    Dilaporkan Coingape, NYSE juga membuka peluang kolaborasi multi-chain. Sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain yang dikembangkan diklaim akan mendukung berbagai jaringan blockchain untuk kebutuhan settlement dan kustodi. Pengumuman ini muncul beberapa bulan setelah terungkap bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mempertimbangkan untuk mengizinkan perdagangan saham on-chain berdampingan dengan aset kripto.

    Sebelumnya, pada Desember lalu, SEC juga dikabarkan telah memajukan proses yang memungkinkan peluncuran perdagangan sekuritas ter-tokenisasi di Nasdaq. Langkah Nasdaq tersebut berpotensi menghadirkan perdagangan 24 jam untuk saham-saham kripto seperti Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), dan Robinhood (HOOD).

    Selain CZ, analis pasar Adam Livingston turut menyebut pengumuman NYSE ini sebagai sentimen bullish. Ia menyatakan bahwa pembelian Bitcoin berpotensi meningkat secara signifikan sebagai dampak dari adopsi tokenisasi sekuritas oleh bursa tradisional.

    Langkah Positif Buat Pasar Kripto

    Dari sisi industri, eksekutif Ripple Reece Merrick menyebut rencana tokenisasi NYSE sebagai langkah “besar”. Ia menyoroti kemampuan platform tersebut dalam menghadirkan perdagangan saham dan ETF 24/7, perdagangan saham fraksional, serta penyelesaian instan melalui modal yang ditokenisasi.

    Pandangan serupa disampaikan Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, yang menyebut langkah NYSE sebagai tahap penting bagi tokenisasi saham. Menurutnya, nilai utama tokenisasi terletak pada self-custody, penyelesaian berbasis blockchain, transfer peer-to-peer, serta akses langsung ke ekosistem decentralized finance (DeFi).

    Thorn menambahkan bahwa keterlibatan lembaga kliring dan bursa dalam interaksi dengan saham ter-tokenisasi merupakan bentuk “penutupan siklus” yang krusial bagi industri keuangan digital. Sejumlah bursa kripto besar, termasuk Coinbase, juga diketahui tengah mengembangkan layanan sekuritas ter-tokenisasi.

    Sementara itu, CEO Robinhood Vlad Tenev menyinggung bahwa token saham saat ini sudah tersedia bagi pengguna Robinhood di Uni Eropa, namun belum di Amerika Serikat. Ia pun menegaskan bahwa sudah saatnya AS memimpin dalam kebijakan kripto global.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Arca Kantongi Izin SEC, Perdagangan Opsi Multi-Aset Kripto

    Regulator pasar modal Amerika Serikat kembali mengambil langkah progresif dalam integrasi aset kripto ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Cryptobriefing menyebut, Securities and Exchange Commission (SEC) resmi menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan NYSE Arca untuk mencatat opsi atas trust berbasis komoditas yang memegang beberapa aset kripto sekaligus.

    Keputusan ini menandai pergeseran penting dari kebijakan sebelumnya yang hanya mengizinkan produk berbasis satu aset (single-asset trust).

    Dengan aturan baru ini, pasar kini membuka jalan bagi produk multi-asset trust, yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap beberapa kripto dalam satu instrumen sekaligus.

    Baca Juga: SEC Menyerah? Regulasi Kripto Tak Lagi Keras

    Evolusi Produk Kripto Terstruktur

    Langkah ini mencerminkan evolusi signifikan dalam pengembangan produk kripto terstruktur. Sebelumnya, investor yang ingin melakukan hedging atau strategi derivatif harus berurusan dengan aset tunggal seperti Bitcoin atau Ethereum secara terpisah.

    Kini, dengan adanya opsi berbasis multi-asset trust, investor dapat mengelola risiko dan eksposur secara lebih efisien dalam satu produk.

    Ini sangat relevan bagi institusi yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam mengelola portofolio kripto mereka.

    Namun demikian, akses terhadap produk ini tidak dibuka secara bebas. SEC tetap menerapkan standar yang ketat untuk memastikan hanya aset kripto yang matang dan likuid yang dapat masuk ke dalam trust tersebut.

    Syarat Ketat untuk Setiap Aset

    Dalam aturan baru ini, setiap aset kripto yang ingin dimasukkan ke dalam trust harus memenuhi sejumlah kriteria penting.

    Salah satu syarat utama adalah memiliki nilai pasar harian rata-rata minimal US$700 juta selama periode 12 bulan.

    Selain itu, aset tersebut juga harus terhubung dengan pasar derivatif yang memiliki surveillance-sharing agreement dengan NYSE Arca.

    Mekanisme ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan mencegah manipulasi pasar, yang selama ini menjadi perhatian utama regulator.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun SEC mulai membuka ruang inovasi, pengawasan tetap menjadi prioritas utama.

    Dampak bagi Investor dan Industri

    Persetujuan ini membawa implikasi besar bagi investor, khususnya institusi. Dengan hadirnya opsi multi-asset, strategi hedging menjadi lebih fleksibel dan efisien.

    Investor tidak lagi perlu membuka posisi terpisah untuk setiap aset, melainkan dapat mengelola risiko dalam satu instrumen terintegrasi.

    Selain itu, produk ini juga membuka peluang diversifikasi yang lebih luas tanpa harus keluar dari kerangka regulasi yang ketat.

    Ini menjadi nilai tambah penting, terutama bagi institusi yang memiliki batasan kepatuhan dalam berinvestasi di aset kripto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan pasar derivatif kripto.

    “Ini ekspansi regulasi yang penting karena pasar opsi untuk produk multi-asset memberi investor kanal hedging dan eksposur yang jauh lebih fleksibel dengan guardrail yang tetap ketat. Dampaknya jelas positif buat legitimasi produk kripto terstruktur, tapi akses tetap disaring keras sehingga cuma aset besar dan cukup matang yang bisa lolos,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa manfaat utama dari kebijakan ini adalah peningkatan legitimasi, bukan sekadar ekspansi akses.

    Seleksi Ketat, Pasar Lebih Kredibel

    Meskipun membuka peluang baru, aturan ini secara tidak langsung juga menyaring aset kripto yang dapat berpartisipasi.

    Hanya aset dengan kapitalisasi besar, likuiditas tinggi, dan infrastruktur pasar yang matang yang berpotensi memenuhi kriteria.

    Hal ini berpotensi memperkuat dominasi aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum dalam produk-produk keuangan terstruktur.

    Di sisi lain, aset dengan kapitalisasi kecil atau likuiditas rendah kemungkinan besar akan tetap berada di luar radar produk institusional.

    Namun, pendekatan ini justru dapat meningkatkan kredibilitas pasar secara keseluruhan. Dengan standar yang jelas dan pengawasan yang ketat, risiko manipulasi dan ketidakstabilan dapat ditekan.

    BacaJuga: NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Menuju Integrasi yang Lebih Dalam

    Persetujuan SEC terhadap opsi multi-asset trust di NYSE Arca menjadi sinyal bahwa integrasi antara pasar kripto dan keuangan tradisional semakin dalam.

    Produk-produk yang sebelumnya dianggap kompleks kini mulai mendapatkan tempat dalam kerangka regulasi yang jelas.

    Bagi industri kripto, ini adalah langkah maju menuju adopsi yang lebih luas, khususnya di kalangan institusi. Sementara bagi regulator, ini menunjukkan pendekatan yang semakin adaptif terhadap inovasi, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

    Ke depan, perkembangan ini berpotensi membuka jalan bagi lebih banyak produk turunan berbasis kripto yang lebih kompleks, namun tetap berada dalam pengawasan yang terstruktur dan transparan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Siapkan Settlement Blockchain: Era Baru Wall Street?

    New York Stock Exchange (NYSE) semakin serius menjajaki pemanfaatan teknologi blockchain dalam infrastruktur pasar modal.

    Namun berbeda dengan narasi disruptif yang sering melekat pada kripto, pendekatan yang diambil justru bersifat evolusioner: bukan mengganti sistem lama, melainkan “melapisinya” dengan teknologi baru.

    Berdasarkan laporan CoinDesk, NYSE tengah mengeksplorasi sejumlah inovasi penting, termasuk settlement real-time atau near real-time, perpanjangan jam perdagangan, hingga interoperabilitas antara aset yang ditokenisasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma di level institusional. Jika sebelumnya pertanyaan utamanya adalah “apakah blockchain akan digunakan?”, kini bergeser menjadi “bagaimana blockchain diintegrasikan tanpa mengganggu sistem yang sudah berjalan.”

    Baca Juga: Cerita Pendek Bitcoin dengan Bakkt dan NYSE

    Integrasi, Bukan Disrupsi

    Alih-alih melakukan overhaul total terhadap infrastruktur keuangan, NYSE tetap mempertahankan komponen inti seperti clearing terpusat, perlindungan investor, serta kerangka regulasi yang sudah mapan. Blockchain diposisikan sebagai lapisan tambahan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas.

    Langkah ini dianggap lebih realistis, mengingat kompleksitas sistem pasar modal global yang telah terbangun selama puluhan tahun. Integrasi bertahap memungkinkan inovasi tanpa memicu risiko sistemik yang besar.

    Salah satu fokus utama adalah settlement transaksi yang lebih cepat.

    Saat ini, proses penyelesaian transaksi saham masih membutuhkan waktu (T+1 atau lebih), sementara blockchain berpotensi memangkasnya menjadi hampir instan. Efisiensi ini bisa berdampak besar pada likuiditas dan pengurangan risiko counterparty.

    Tokenisasi Jadi Kunci

    Selain settlement, NYSE juga melihat potensi besar pada tokenisasi aset.

    Dengan mengubah aset tradisional menjadi token digital di blockchain, perdagangan bisa menjadi lebih fleksibel, transparan, dan bahkan dapat diakses di luar jam pasar konvensional.

    Interoperabilitas antara aset tokenized dan sistem lama menjadi aspek krusial. Ini memastikan bahwa inovasi tidak menciptakan fragmentasi, melainkan justru memperluas fungsi dari infrastruktur yang sudah ada.

    Pendekatan ini juga membuka peluang untuk memperpanjang jam perdagangan, bahkan menuju pasar yang beroperasi hampir 24/7, tanpa harus membangun sistem baru dari nol.

    Perspektif Industri: Diam-Diam Tapi Signifikan

    Tim riset dari Tokocrypto menilai strategi ini sebagai bentuk adopsi institusional yang sangat signifikan, meski tidak terlihat revolusioner di permukaan.

    “Ini jelas adopsi level institusional karena pesan dari NYSE bukan lagi ‘apakah blockchain dipakai’, tapi ‘bagaimana blockchain dipasang tanpa merusak mesin Wall Street yang sudah berjalan.’ Pendekatan seperti ini jauh lebih berbahaya buat sistem lama justru karena ia tidak revolusioner di permukaan, tapi perlahan membuat tokenisasi terasa normal dan tak terhindarkan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, pendekatan “diam-diam” ini justru berpotensi mempercepat normalisasi blockchain di dunia keuangan. Ketika teknologi diintegrasikan tanpa gesekan besar, resistensi dari pelaku industri cenderung lebih rendah.

    Dampak Jangka Panjang

    Jika strategi ini berhasil, dampaknya bisa sangat luas. Blockchain tidak lagi dipandang sebagai alternatif sistem keuangan, tetapi sebagai bagian integral dari infrastruktur yang ada.

    Hal ini juga bisa menjadi sinyal kuat bagi regulator dan institusi lain untuk mengikuti jejak serupa. Dengan tetap mempertahankan kerangka regulasi, adopsi blockchain bisa berjalan lebih harmonis tanpa menimbulkan ketidakpastian hukum.

    Di sisi lain, pendekatan ini juga memperkuat narasi bahwa masa depan keuangan bukanlah “tradisional vs kripto”, melainkan kombinasi keduanya.

    Baca Juga: NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Langkah NYSE menunjukkan bahwa evolusi teknologi finansial tidak selalu harus bersifat disruptif. Integrasi bertahap blockchain ke dalam sistem lama justru bisa menjadi strategi paling efektif untuk mendorong adopsi massal.

    Dengan fokus pada efisiensi, interoperabilitas, dan stabilitas, NYSE tampaknya sedang membangun fondasi baru bagi pasar modal—tanpa harus meruntuhkan yang lama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com