Tag: obesitas

  • 10 Makanan Penurun Berat Badan yang Mudah Dicari dan Cocok untuk Diet


    Jakarta

    Diet menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Diet yang benar bukan berarti hanya mengurangi porsi makan. Tetapi juga mengatur pola makan yang sehat dan baik. Kira-kira apa saja makanan penurun berat badan yang mudah dicari dan cocok untuk diet?

    Ada beberapa makanan penurun berat badan yang cocok untuk kamu jadikan menu diet. Makanan-makanan ini mengandung banyak gizi dan juga nutrisi yang baik dalam menurunkan berat badan. Berikut ini makanan penurun berat badan yang bisa secara efektif mendukung program diet kamu, dikutip dari laman Eating Well dan Eat This.

    Makanan Penurun Berat Badan

    1. Telur

    Telur adalah makanan yang kaya akan protein, mineral, dan vitamin. Mineral yang terkandung dalam telur antara lain riboflavin dan selenium. Oleh karena itu, telur cocok dijadikan sebagai makanan penurun berat badan. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2020 oleh International Journal of Environmental Research and Public Health.


    Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kandungan protein yang tinggi dalam telur bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, kamu tidak mudah lapar dan ngemil secara berlebihan, yang nantinya bisa memicu kenaikan berat badan.

    2. Kacang-kacangan

    Menghilangkan kebiasaan untuk ngemil adalah tantangan terbesar yang sulit dihindari saat sedang diet. Tidak perlu khawatir, ada alternatif lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menghilangkan kebiasaan ngemil.

    Kamu bisa memakan kacang-kacangan sebagai pengganti camilan agar lebih sehat. Kacang-kacangan mengandung protein dan serat yang cukup tinggi, kandungan ini berguna dalam membantu penurunan berat badan. Beberapa jenis kacang yang bisa digunakan antara lain kacang merah, kacang hitam, hingga lentil.

    3. Ikan

    Makanan penurun berat badan selanjutnya adalah ikan. Ikan banyak mengandung nutrisi penting, antara lain protein tinggi dan lemak sehat. Kandungan inilah yang bisa membantu kamu untuk merasa kenyang lebih lama.

    Jika kamu merasa kenyang, maka kamu akan membatasi asupan makanan dan mengurangi kebiasaan ngemil. Beberapa jenis ikan yang bisa kamu konsumsi untuk menurunkan berat yakni ikan salmon, ikan haring, dan ikan kod.

    4. Sayuran Hijau

    Sayuran hijau menjadi makanan penurun berat badan yang bisa kamu coba saat diet. Selain mudah untuk dicari, sayuran hijau mengandung banyak nutrisi. Sayuran hijau seperti bayam, sawi, dan kangkung mengandung tilakoid, yang bisa membantu mengenyangkan dalam waktu lama.

    Selain itu, sayuran hijau juga rendah kalori sehingga bagus dikonsumsi untuk menjalankan program diet. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sayuran hijau memiliki kandungan antioksidan dan mineral yang tinggi, berguna dalam membakar lemak di tubuh.

    5. Alpukat

    Kamu mungkin sudah tidak asing lagi menemukan alpukat ada pada semua menu diet, contohnya salad. Alpukat mengandung serat dan lemak yang baik dalam membantu menurunkan berat badan.

    Alpukat juga bisa membantu tubuh dalam menyerap vitamin penting yang larut ke dalam lemak. Tak hanya itu, mengonsumsi alpukat bisa membantu menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh. Namun, perlu diperhatikan untuk mengonsumsinya secara cukup dan tidak berlebihan.

    6. Gandum Utuh

    Sebagian orang mungkin berpikir, untuk menurunkan berat badan, mereka harus membatasi makanan seperti nasi, roti, dan pasta. Padahal mengonsumsi gandum utuh juga bisa membantu menurunkan berat badan loh!

    Kamu bisa mengonsumsi gandum utuh seperti beras merah dan oat. Gandum utuh memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi, sehingga bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama.

    7. Chia Seed

    Makanan penurun berat badan paling ampuh adalah yang mengandung serat. Serat berguna dalam membuat kamu merasa kenyang lebih lama, karena memperlambat proses pencernaan. Hal ini sangat penting dilakukan bagi yang ingin mengurangi kalori.

    Chia seed adalah makanan penurun berat badan yang cocok kamu konsumsi saat diet. Mengonsumsi chia seed kurang lebih 2 sendok makan, bisa memenuhi sekitar seperempat kebutuhan serat harian.

    8. Yoghurt

    Yoghurt menjadi makanan penurun berat badan yang cocok dikonsumsi saat diet. Yoghurt mengandung protein yang tinggi, sehingga membantu untuk merasa kenyang lebih lama.

    Yoghurt juga mengandung probiotik yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja usus. Namun, usahakan untuk mengonsumsi yoghurt yang rendah gula, agar menurunkan risiko terjadinya diabetes dan obesitas.

    9. Kentang Rebus

    Kentang memiliki kandungan gula yang rendah, sehingga baik dikonsumsi saat sedang diet. Kentang yang diolah dengan cara direbus, bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama.

    Hal ini tentu akan membantu kamu dalam mengurangi asupan makanan yang masuk, sehingga berat badan akan tetap terjaga. Kentang rebus juga mengandung kalium yang tinggi, berfungsi untuk mengontrol tekanan darah.

    10. Daging Sapi Tanpa Lemak

    Makanan penurun berat badan yang terakhir adalah daging sapi tanpa lemak. Menurut berbagai penelitian yang sudah dilakukan, daging sapi tanpa lemak memiliki kandungan protein tinggi. Namun, perlu diingat untuk mengonsumsinya secara cukup dan tidak berlebihan. Mengonsumsi daging sapi dapat membakar kalori sebanyak 80 sampai 100 kalori per harinya.

    Melalui penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa makanan penurun berat badan antara lain telur, kacang-kacangan, ikan, sayuran hijau, alpukat, gandum utuh, yoghurt, kentang rebus, dan daging sapi tanpa lemak. Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat!

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Jogging

    Jakarta

    Ada banyak manfaat yang bisa detikers dapatkan dari aktivitas lari pagi, khususnya bagi kesehatan. Apa saja?

    Lari pagi atau jogging punya sejumlah manfaat bagi tubuh dan mental. Selain meningkatkan stamina, manfaat lari pagi antara lain adalah mengurangi stres.

    Olahraga lari pagi juga terbilang relatif hemat waktu. Healthline menyebut, detikers tidak perlu berlama-lama lari pagi. Manfaat lari pagi sudah bisa didapat dengan durasi minimal 10 menit, dengan catatan dilakukan secara rutin.


    Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan

    Seperti dirangkum dari detikHealth dan detikBali, ada banyak manfaat lari pagi untuk kesehatan. Bukan cuma kesehatan fisik, tapi juga mental. Apa saja?

    1. Lari pagi bisa mengurangi stres

    Dengan lari pagi, suasana hati dan pikiran bisa menjadi lebih segar. Ini dikarenakan lari pagi dapat melepaskan hormon bahagia dan mengurangi level kortisol.

    2. Lari demi hindari potensi serangan jantung

    Saat detikers berolahraga, hormon kortisol bakal menjalankan fungsinya sebagai pengatur gula darah agar gula bisa diolah menjadi sumber energi.

    Kenapa hal itu penting? Pada saat hormon kortisol berlebih, tubuh akan menyimpan banyak lemak yang bisa memicu peningkatan berat badan dan obesitas yang jika terus dibiarkan, bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

    Dengan kata lain, jogging setiap pagi juga bikin detikers bisa menjaga kesehatan jantung. Pada saat jogging, jantung akan terus terpompa, meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh.

    Lewat olahraga lari, paru-paru juga akan terus bekerja untuk memasok oksigen tambahan yang dibutuhkan otot. Hal itu bisa membuat paru-paru menjadi lebih kuat.

    3. Lari pagi guna meningkatkan kinerja otak

    detikers bisa lebih fokus dalam melakukan aktivitas harian karena lari lagi dapat meningkatkan kinerja otak. Lari pagi rutin melancarkan sirkulasi darah ke otak, akibatnya jaringan frontal dan parietal pun semakin terhubung dengan kuat sehingga kemampuan kontrol diri dan daya ingat akan semakin baik.

    4. Lari pagi bikin tidur lebih nyenyak

    Aktivitas lari pagi membuat badan aktif sejak pagi hari sehingga berpotensi lebih segar di siang harinya. Hal itu, pada akhirnya berpeluang membantu detikers tidur lebih cepat dan nyenyak.

    Ilustrasi tidurLari pagi rutin bisa membuatmu tidur lebih nyenyak. Foto: Getty Images/fizkes

    5. Lari pagi menguatkan tulang

    Jika tidak pernah atau jarang olahraga, pada awalnya aktivitas lari pagi akan bikin badan detikers pegal-pegal. Tapi kalau terus dilakukan secara rutin, tulang dan otot bakal semakin kuat.

    Nah, tulang kuat akan bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, osteoarthritis, dan penyakit tulang lain. Tapi jika detikers merasa sakit yang tidak wajar karena olahraga lari, hentikan dulu aktivitas itu dan segera konsultasikan dengan ahlinya ya!

    Buat yang kesehariannya banyak duduk, olahraga fisik seperti lari pagi juga bisa menjaga fleksibilitas tulang belakang karena duduk lama dapat meningkatkan tekanan pada diskus (bantalan pelindung tulang belakang).

    6. Lari pagi untuk anti penuaan

    Melakukan jogging secara rutin membuat detikers berpotensi menghirup udara lebih segar dan paparan sinar Matahari yang masih kaya manfaat di pagi hari. Di saat bersamaan, kulit akan mendapat lebih banyak oksigen dan pasokan darah.

    Waktu terbaik lari pagi atau jogging

    Idealnya, lari pagi dilakukan secara rutin setiap hari. Tapi jika tidak bisa, detikers bisa mengusahakannya 3-4 kali dalam sepekan.

    Untuk pemilihan waktu, detikers bisa menyesuaikan dengan situasi-kondisi lingkungan masing-masing. Tapi disarankan agar olahraga lagi pagi dilakukan sebelum pukul 08.00 WIB atau 09.00 WIB.

    Hal itu dilakukan demi mendapatkan paparan terbaik dari sinar Matahari, yang merupakan sumber vitamin D. Sehingga, akan ideal jika lari pagi dilakukan mulai pukul 05.30 WIB atau 06.00 WIB. Tapi tetap waspada dan berhati-hati ya!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Cara Daftar dan Buat Akun SatuSehat Untuk Cek Kesehatan Gratis

    Jakarta

    Program cek kesehatan gratis (CKG) dimulai hari ini Senin (10/2/2025), serentak di seluruh puskesmas Indonesia, terkecuali bagi anak usia sekolah rentang 7 hingga 17 tahun. Inilah cara daftar dan buat akun SatuSehat untuk cek kesehatan gratis.

    Pemerintah menyesuaikan pemberian cek kesehatan gratis pada kelompok tersebut dengan periode ajaran baru Juli 2025.

    Program ini ditargetkan untuk 280 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp 4,7 triliun yang disiapkan pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Rabu 5 Februari 2025 lalu. Cek kesehatan gratis akan diberikan ketika masyarakat berulang tahun.


    Bagi yang berulang tahun, cek kesehatan bisa dilakukan mulai dari tanggal ulang tahunnya hingga sebulan berikutnya. Sementara itu, khusus untuk yang berulang tahun pada Januari, Februari, Maret, diperbolehkan melakukan cek kesehatan gratis hingga April 2025. Sebab, program ini baru berjalan pada pertengahan Februari.

    Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun

    Dilansir dari laman Kemenkes, berikut cara untuk mendaftar cek kesehatan gratis yang bisa dilakukan masyarakat. Masyarakat bisa memilih tanggal pemeriksaan sesuai keinginan, mulai tanggal ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.

    Berikut ini tiga cara daftar cek kesehatan gratis:

    1. Lewat Aplikasi SatuSehat

    • Unduh dan buka aplikasi SatuSehat Mobile di App Store atau Play Store
    • Login akun SatuSehat menggunakan email, nomor HP atau PIN
    • Klik “Periksa Kesehatan Gratis”
    • Klik “Tiket Pemeriksaan”
    • Klik “Buat Tiket Baru”, lalu isi dan lengkapi data diri
    • Selanjutnya, pilih jadwal dan lokasi pemeriksaan
    • Jika sudah, periksa kembali data dan klik “Simpan”
    • Pendaftaran berhasil dan mendapatkan tiket untuk ditunjukkan ke petugas saat pemeriksaan

    2. Lewat WhatsApp Kemenkes RI

    • Simpan nomor WhatsApp Kemenkes 0811 10500567
    • Ketik “Halo” atau “Hai” di kolom chat WhatsApp Kemenkes
    • Nanti akan Muncul pesan balasan, lalu klik “Cek Kesehatan Gratis”
    • Klik “Ya” untuk setuju melanjutkan pendaftaran
    • Plih ‘SatuSehat Mobile’ untuk mendaftar lewa aplikasi SatuSehat Mobile
    • Jika tidak punya aplikasi SatuSehat Mobile, klik “Tidak”, nanti akan diarahkan ke menu baru. Lalu ikuti langkah selanjutnya
    • Setelah itu tunggu untuk mendapatkan notifikasi tiket CKG untuk ditunjukkan saat pemeriksaan.

    3. Datang Langsung ke Puskesmas

    • Mendatangi puskesmas setempat dengan membawa KTP
    • Datangi langsung puskesmas terdekat sambil membawa KTP
    • Lalu, scan barcode daftar cek kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas
    • Isi formulir dengan lengkap
    • Kemudian, scan barcode skrining mandiri yang tersedia di puskesmas
    • Isi data yang diminta
    • Selanjutnya, tunggu sesuai antrian yang berlaku di puskesmas.

    Daftar Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun

    Berikut daftar apa saja yang diperiksa dalam program CKG yang disesuaikan dengan kategori usia, antara lain:

    1. Pemeriksaan untuk Bayi

    Deteksi dini pada bayi sangat penting, terutama untuk mencegah komplikasi serius. Beberapa penyakit yang bisa diperiksa, antara lain:

    • Hipotiroid kongenital
    • Penyakit jantung bawaan kritis
    • Hiperplasia adrenal kongenital
    • Defisiensi G6PD
    • Pertumbuhan dan perkembangan
    • Indera pendengaran dan penglihatan
    • Kelainan saluran empedu (hepar)
    • Gigi dan mulut

    2. Pemeriksaan untuk Balita dan Anak Pra-Sekolah

    Kategori usia ini dapat menjalani delapan jenis pemeriksaan yang berfokus pada pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan indera dan gigi. Beberapa di antaranya:

    • Indera pendengaran
    • Indera penglihatan
    • Talasemia
    • Gigi dan mulut
    • Pertumbuhan dan perkembangan fisik

    3. Pemeriksaan untuk Remaja (Hingga Usia 18 Tahun)

    Pada usia remaja, pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk memantau risiko penyakit kronis sejak dini. Jenis penyakit yang dapat diperiksa, antara lain:

    • Diabetes melitus
    • Hipertensi
    • Anemia
    • Talasemia
    • Kesehatan jiwa
    • Kebugaran dan obesitas

    4. Pemeriksaan untuk Dewasa (18-39 Tahun)

    Pemeriksaan pada usia dewasa mencakup 14 jenis penyakit dan kondisi kesehatan, termasuk risiko penyakit serius seperti kanker. Beberapa di antaranya:

    • Penyakit ginjal kronik
    • Faktor risiko jantung dan stroke
    • Diabetes melitus
    • Kanker payudara
    • Kanker leher rahim
    • Osteoporosis

    5. Pemeriksaan untuk Dewasa (40-59 Tahun)

    Pada usia ini, risiko penyakit degeneratif meningkat. Program ini menyediakan pemeriksaan untuk 18 jenis penyakit, di antaranya:

    • Kolesterol
    • Faktor risiko stroke
    • Penyakit ginjal kronis
    • Kanker usus besar
    • Paru-paru
    • Kesehatan jiwa

    6. Pemeriksaan untuk Lansia (60 Tahun ke Atas)

    Bagi lansia, pemeriksaan kesehatan mencakup hampir semua organ tubuh, termasuk deteksi penyakit kronis dan degeneratif. Beberapa pemeriksaan yang tersedia:

    • Diabetes melitus
    • Kolesterol
    • Penyakit jantung dan risiko stroke
    • Kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker usus
    • Osteoporosis
    • Geriatri (perawatan kesehatan khusus lansia)

    Program cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit lebih awal, sehingga bisa mencegah komplikasi yang lebih serius. Selain itu, deteksi dini juga membantu masyarakat menjalani gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

    Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatan secara gratis di Puskesmas atau klinik terdekat. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan mengikuti program ini!

    Semoga membantu!

    (jsn/fay)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Ternyata Simpel Banget! 5 Kebiasaan di Pagi Hari Ini Ampuh Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Bukan cuma perkara penampilan, kondisi kelebihan berat badan atau obesitas juga ditakutkan banyak orang lantaran bisa berkaitan erat beragam penyakit seperti serangan jantung, stroke, hingga obesitas. Tak heran, banyak orang mencari cara paling efektif untuk menurunkan BB.

    Menjaga asupan makanan sehari-hari dibarengi olahraga dan aktivitas fisik adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Di samping itu, ada sejumlah kebiasaan di pagi hari yang rupanya, bisa membantu mengusir obesitas.

    Terdengar simpel, tapi sebenarnya sejumlah kebiasaan pagi hari ini terbukti efektif membantu menurunkan berat badan. Dikutip dari Health Shots, berikut penjelasannya:


    1. Minum air hangat

    Salah satu penyebab utama obesitas yakni metabolisme yang lambat. Untuk menjaga metabolisme tetap terkendali, sebaiknya awali hari dengan meminum setidaknya satu hingga dua gelas air hangat saat baru bangun tidur.

    2. Berolahraga

    Melakukan aktivitas olahraga minimal 25 hingga 30 menit sehari amat berpengaruh untuk kesehatan tubuh. Olahraga ringan dapat membantu tubuh untuk mendapatkan energi optimal di pagi hari.

    Jika tidak punya cukup waktu untuk melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, cobalah beberapa gerakan simple di rumah.

    3. Berjemur di bawah sinar matahari

    Sinar matahari di pagi hari mengandung banyak vitamin D yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bukan hanya memberikan energi positif pada tubuh dan pikiran, vitamin D dapat membantu mengurangi berat badan.

    4. Jangan ‘skip’ sarapan

    Beberapa orang mungkin berpikir melewatkan makanan di pagi hari bisa bikin turun berat badan. Namun kebiasaan tersebut justru bisa berbahaya bagi tubuh, karena segala bentuk pola makan yang tidak memadai membuat tubuh kita lemah.

    Bahkan membiarkan perut kosong dalam waktu yang lama dapat membuat tubuh mengonsumsi lebih banyak makanan. Selain itu, melewatkan sarapan bisa mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi penting.

    5. Bikin jadwal makan seharian

    Setiap pagi, catatlah beberapa makanan yang akan dikonsumsi dalam satu hari. Dengan memperhatikan apa yang dimakan sepanjang hari, akan seseorang akan lebih mampu memilah makanan rendah kalori.

    Jika sudah direncanakan sebelumnya, kesehatan dan asupan nutrisi seseorang akan lebih terjaga.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Viral Pria Sukses Pangkas BB 45 Kg Meski Masih Makan Nasi, Ini Resep Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria di Depok membagikan kisahnya yang berhasil memangkas berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot tubuhnya 123 kg. Pria bernama M Azie Pangestu itu mengaku tetap mengonsumsi nasi meski tengah menjalani diet. Apa sih rahasianya?

    Azie bercerita awalnya mendapat motivasi untuk menjalani diet karena dirinya kerap kali bolak balik ke rumah sakit. Pada saat berat badan Azie mencapai lebih dari 100 kg, sejumlah penyakit pun datang menghampirinya.

    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempat kena asam urat juga,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).


    Dirinya juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain. Dari situlah, Azie memutuskan untuk serius menjalani diet dengan mengubah pola makan.

    Beberapa makanan yang dihindari Azie saat menjalani diet, yakni makanan manis, tepung, minyak, santan, hingga goreng-gorengan.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin melakukan olahraga. Setiap habis pulang kerja, pria yang saat ini berusia 27 tahun sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym. Dirinya melakukan olahraga angkat beban dan diakhiri olahraga kardio selama 45 menit.

    Usaha tak mengkhianati hasil, Azie berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu sembilan bulan. Tak hanya itu, kondisi dirinya saat ini juga membaik setelah mengidap penyakit tertentu imbas berat badannya saat itu.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    (suc/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Perjuangan Pria Depok Turunkan Berat Badan, Bobotnya Sempat Sentuh 123 Kg


    Jakarta

    Viral kisah M Azie Pangestu, seorang pria di Depok yang berhasil memangkas berat badan 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu kurang dari setahun. Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet.

    “Setelah 9 bulan gym dan mengubah pola makan, aku sudah turunkan bb sebanyak 45 kg dan bb sekarang 78 kg dari 123 kg,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    Berat badan berlebih yang dialami oleh Azie disebabkan karena pola hidup yang buruk. Sejak masuk kuliah pada 2014, Azie mengaku tak pernah berolahraga, bahkan sampai kurang lebih 8 tahun lamanya.


    Ditambah lagi, dirinya sering membeli cemilan yang tak sehat di minimarket, sering begadang, mengonsumsi makanan berminyak, hingga kerap minum manis seperti soda.

    “Suka banget ganyem (ngunyah), nggak pengen berhenti rasanya,” imbuhnya lagi.

    Imbas kebiasaan tersebut, berat badan Azie pun naik drastis hingga lebih dari 100 kg. Pada saat itu, dirinya kerap kali bolak balik ke rumah sakit lantaran mengalami kondisi tertentu.

    Azie juga mengaku kesulitan untuk mencari baju hingga tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain. Dari situlah ia memutuskan untuk serius menjalani diet.

    “Awal-awal diet agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” ucapnya.

    Adapun pola makan yang dijalani Azie bukan ‘memusuhi’ nasi. Melainkan menghindari makanan yang mengandung tinggi gula, tepung, minyak, santan, dan goreng-gorengan.

    Dirinya juga sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym setiap pulang kerja. Angkat beban dan olahraga kardio menjadi fokusnya saat menjalani diet. Setelah sembilan bulan mengubah pola makan dan rutin berolahraga, Azie berhasil menurunkan berat badan 45 kg dari 123 kg.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Kena Asam Urat Jadi Motivasi Diet Pria Depok, Dulu Obesitas Kini Berotot

    Jakarta

    Seorang pria di Depok bernama M Azie Pangestu baru-baru ini viral setelah membagikan kisah perjalanan dietnya. Berat badannya yang semula menyentuh 123 kg, berhasil dipangkas sebanyak 45 kg berkat diet sehat dan rutin berolahraga.

    Azie mengaku diet yang dijalani tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun menggunakan obat-obatan tertentu. Pria berusia 27 tahun itu justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.

    Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.


    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering banget bolak balik ke rumah sakit,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Azie justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan.

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin olahraga. Dirinya selalu menyempatkan diri untuk pergi ke gym setelah pulang kerja.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Lantas, apakah nasi merah bagus untuk diet?

    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, beberapa waktu lalu mengatakan kalori nasi merah sama seperti dengan nasi putih biasa. Bedanya, nasi merah memiliki lebih tinggi serat pangannya dibanding nasi putih.

    “Yang lebih penting itu lauk nya, bila semua di goreng, bersantan atau bumbu kacang, maka kalorinya meningkat,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/11).

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Cerita Pria Sukses Pangkas 59 Kg, Termotivasi Diet gegara Takut Mati Muda


    Jakarta

    Seorang pria menceritakan perjalanan dietnya yang berhasil menurunkan 59 kg, salah satunya berkat jalan kaki 10 ribu langkah sehari. Dia memutuskan menurunkan berat badan setelah dokter menyatakan dirinya mengidap pre diabetes.

    Joe Marro (38) di New York, Amerika Serikat, sudah obesitas hampir sepanjang hidupnya. Titik balik dia bertekad menurunkan berat badan ketika bobotnya hampir menyentuh 300 pound atau 136 kg yang membuatnya sulit beraktivitas.

    “Saya mencapai titik saat angka di timbangan hampir 300 pon (139 kg) dan saya harus melakukan sesuatu. Saya tidak ingin mati,” ujar Joe kepada TODAY.


    Selain risiko terkena diabetes, Joe juga memiliki masalah dengan tiroidnya, tingkat energi yang rendah, dan masalah pernapasan. Joe telah mencoba banyak jenis diet yang berbeda, tetapi ia selalu kesulitan.

    Begitu dia belajar cara makan dan berolahraga dengan cara yang mendukung kesehatannya, berat badannya turun 130 pon atau 59 kg. Beberapa cara yang dia lakukan adalah mengikuti kelas dengan fokus pada latihan interval intensitas tinggi (HIIT), kickboxing, dan angkat beban.

    Selain itu dia juga mengurangi ukuran porsinya dan menghitung kalori. Perubahan ini membantunya menurunkan berat badannya sebanyak 55 kg.

    Dia juga menyewa pelatih untuk berolahraga bersama dan membuat rencana latihan yang menantang dirinya sendiri. Saat ini dia menargetkan berjalan 10 ribu langkah sehari demi mempertahankan bobotnya.

    Perjalanan penurunan berat badan ini akhirnya membuatnya terbebas dari risiko diabetes yang selama ini membebaninya.

    “Saya baru saja menjalani pemeriksaan darah, dan kesehatan saya bersih dan tidak ada masalah. Dokter saya mengatakan tidak ada yang perlu saya perbaiki,” ujarnya.

    (kna/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Fakta-fakta Pria Depok Berhasil Pangkas BB 45 Kg, Sukses Diet Tanpa Musuhi Nasi


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal adalah impian bagi semua orang. Demi mencapai hal tersebut, tentunya membutuhkan usaha dan konsisten untuk menerapkan hidup sehat. Prinsip ini juga diterapkan oleh pria di Depok yang viral setelah berhasil memangkas berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg.

    Hal itu didapatkan usai dirinya konsisten menjalankan diet sehat dan rutin berolahraga.

    Motivasi Jalani Diet

    Pria bernama M Azie Pangestu mengaku menjalani diet tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun obat-obatan tertentu. Ia justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.


    Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.

    “Awal masuk kuliah 2014 itu aku udah nggak olahraga sama sekali sampai kurang lebih selama 8 tahun. Yang namanya olahraga udah males banget. Pola makan nggak beraturan sering banget beli cemilan di minimarket, begadang, makan2an berminyak, gorengan. Minum manis sama bersoda. Suka banget ganyem (ngunyah) nggak pengen berenti rasanya,” curhatnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering bgt bolak balik ke rumah sakit,” katanya.

    Tetap Konsumsi Nasi

    Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Ia justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan saat menjalani diet sehat.

    “Awal-awal agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” tutur Azie.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Rutin Olahraga

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin melakukan olahraga. Setiap habis pulang kerja, pria yang saat ini berusia 27 tahun sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym. Dirinya melakukan olahraga angkat beban dan diakhiri olahraga kardio selama 45 menit.

    “Sehabis olahraga aku makan buah-buahan aja sama telor rebus. Aku gym itu seminggu 5 kali,” imbuhnya.

    Kondisi Terkini

    Usaha tak mengkhianati hasil, Azie berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu sembilan bulan. Tak hanya itu, kondisi dirinya saat ini juga membaik setelah mengidap penyakit tertentu imbas berat badannya yang berlebih saat itu.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    Di sela-sela ceritanya, Azie juga memberikan saran bagi pejuang diet di luar sana untuk tetap semangat dan jangan terlalu terpaku dengan angka timbangan. Tetap konsisten jaga pola makan, olahraga, dan istirahat.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera