Tag: Obligasi

  • Sberbank Luncurkan Obligasi Bitcoin di Rusia

    Sberbank, bank terbesar di Rusia, telah meluncurkan obligasi terstruktur yang dipatok pada harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Langkah ini menandai komitmen Sberbank untuk memperluas eksposur Rusia terhadap aset kripto, meskipun negara tersebut memiliki regulasi yang ketat terhadap cryptocurrency.

    Inovasi Keuangan di Tengah Regulasi Ketat

    Meskipun Bank Rusia telah mengeluarkan kebijakan yang membatasi penggunaan cryptocurrency, Sberbank berhasil mengembangkan produk keuangan yang memungkinkan investor domestik mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa melanggar regulasi yang ada.

    Obligasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak melibatkan transaksi langsung dengan cryptocurrency, tetapi tetap memberikan keuntungan yang terkait dengan fluktuasi harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 3 Juni 2025: Harga Bitcoin Perlahan Bangkit

    Struktur Obligasi dan Mekanisme Pengembalian

    Obligasi terstruktur ini menawarkan pengembalian yang bergantung pada dua faktor utama: harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Investor yang membeli obligasi ini akan menerima pembayaran berdasarkan kinerja kedua faktor tersebut selama periode tertentu.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa produk ini tidak memberikan hak kepemilikan langsung atas Bitcoin, melainkan eksposur terhadap pergerakan harga aset kripto tersebut.

    Peluang dan Risiko bagi Investor Rusia

    Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin ini memberikan peluang bagi investor Rusia untuk mendapatkan keuntungan dari potensi apresiasi harga Bitcoin tanpa harus terlibat langsung dalam pasar kripto yang masih dianggap berisiko tinggi oleh regulator.

    Namun, produk ini juga membawa risiko, terutama terkait dengan volatilitas harga Bitcoin dan fluktuasi nilai tukar USD/RUB. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam obligasi terstruktur ini.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Langkah Sberbank Menuju Masa Depan Keuangan Digital

    Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin ini merupakan bagian dari strategi Sberbank untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dan aset digital ke dalam layanan keuangan tradisional.

    Sebelumnya, pada tahun 2021, Sberbank telah meluncurkan ETF berbasis blockchain pertama di Rusia, yang memberikan eksposur kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi blockchain dan cryptocurrency.

    Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Sberbank untuk tetap berada di garis depan inovasi keuangan, meskipun menghadapi tantangan regulasi di pasar domestik.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 2 Juni 2025: Likuidasi Bitcoin Bisa Dorong Harga

    Inovasi dalam Batasan Regulasi

    Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin oleh Sberbank mencerminkan upaya bank terbesar di Rusia untuk mengakomodasi minat masyarakat terhadap aset kripto, sambil tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    Meskipun produk ini tidak memberikan akses langsung ke cryptocurrency, ia menawarkan cara bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Langkah ini dapat menjadi model bagi institusi keuangan lainnya yang ingin memasuki pasar aset digital tanpa melanggar batasan regulasi yang ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belum Terlambat! Ini Cara Ampuh Cegah Hidup ‘Kere’ di Masa Tua


    Jakarta

    Masa tua sering identik dengan penurunan produktivitas, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Karena itu, menyiapkan strategi keuangan sejak dini jadi kunci agar tetap tenang dan mandiri di usia tua.

    Salah satu yang bisa dilakukan adalah berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan profil risiko, mulai dari emas, reksa dana, obligasi, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Dengan pemilihan jenis investasi yang tepat, masa depan finansial Anda bisa lebih terjamin.

    1. Emas


    Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan tahan terhadap inflasi. Saat terjadi gejolak ekonomi, logam mulia ini justru sering mengalami kenaikan harga karena dianggap sebagai aset lindung nilai. Hal ini membuat emas tetap relevan untuk investasi jangka panjang.

    Kini, investasi emas pun semakin mudah dijangkau. Selain membeli emas fisik, masyarakat juga bisa berinvestasi lewat tabungan emas maupun emas digital dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Fleksibilitas ini menjadikan emas sebagai pilihan populer di kalangan investor.

    2. Reksa Dana

    Reksa dana merupakan instrumen investasi yang praktis dan cocok untuk pemula karena dikelola oleh manajer investasi. Investor cukup menanamkan modal, sementara pengelolaan portofolio akan dilakukan oleh pihak profesional. Modal awal yang dibutuhkan pun relatif kecil, mulai dari Rp100 ribu saja.

    Instrumen ini hadir dalam berbagai jenis, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga syariah. Dengan variasi tersebut, investor dapat memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.

    3. Obligasi

    Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan dengan imbal hasil berupa kupon. Investor akan menerima bunga secara rutin hingga jatuh tempo, sehingga instrumen ini menarik bagi mereka yang mencari pendapatan stabil. Risikonya pun lebih rendah dibandingkan saham.

    Jenis obligasi juga cukup beragam, mulai dari kupon tetap, kupon variabel, hingga zero coupon. Pemerintah bahkan menawarkan produk ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang bisa dibeli masyarakat. Dengan karakteristik tersebut, obligasi menjadi alternatif bagi investor yang ingin keuntungan lebih tinggi dibanding tabungan biasa atau deposito.

    4. SBN

    Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN dan pembangunan nasional. Produk ini mencakup Surat Utang Negara (SUN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. Dengan modal mulai Rp1 juta, masyarakat sudah bisa berpartisipasi dalam pembelian seri ritel.

    Keunggulan SBN sendiri terletak pada keamanannya karena pembayaran pokok dan imbal hasil dijamin negara. Tingkat imbalannya juga kompetitif dengan pembayaran rutin setiap bulan. Selain memberi keuntungan, membeli SBN berarti ikut mendukung pembangunan Indonesia.

    Supaya investasi makin cuan, dompet digital DANA menghadirkan promo menarik sepanjang 1-31 Agustus 2025. Ada diskon hingga Rp 80 ribu untuk transaksi emas, reksa dana, obligasi, e-SBN, dan isi saldo DANA+. Tak ketinggalan, ada juga diskon 80% untuk asuransi Xtra Protection yang bisa melindungi seluruh aset investasi.

    Berikut daftar promonya:

    • Beli emas di DANA dapat voucher eMAS sampai Rp80 ribu untuk pembelian kedua.

    • Investasi Reksa Dana di DANA diskon sampai Rp80 ribu.

    • Isi Saldo DANA+ diskon sampai Rp80 ribu.

    • Investasi e-SBN di DANA cashback sampai Rp80 ribu.

    • Investasi obligasi di DANA cashback sampai Rp80 ribu.

    • Beli asuransi Xtra Protection di DANA diskon sampai 80%.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, manfaatkan promo investasi di DANA sekarang juga dan bikin rencana keuanganmu lebih siap untuk masa depan.

    Tonton juga video “Reksadana Jadi Opsi Terbaik Untuk Investor Pemula Di Kondisi Market Saat Ini” di sini:

    (prf/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Mau Dompet Makin Tebal di Tahun Politik? 2 Investasi Ini Bisa Dicoba Biar Cuan


    Jakarta

    Sebagai tahun politik, 2024 dianggap sebagai tahun yang penuh ketidakpastian. Konflik Eropa Timur dan Timur Tengah diiringi dengan hadirnya Pemilu 2024 membuat kondisi perekonomian tidak stabil. Lantas, investasi apa yang cocok pada 2024?

    Ini dua rekomendasi investasi ala perencana keuangan Aidil Akbar di tahun politik 2024:

    Emas

    Emas masih jadi favorit masyarakat untuk berinvestasi. Banyaknya pilihan cara dalam berinvestasi emas dan harganya yang cenderung stabil membuat masyarakat percaya untuk memilih emas sebagai produk investasi.


    Aidil mengungkapkan bahwa emas, selain cocok bagi pemula, juga cenderung aman pada tahun politik. Sebab, Aidil meramal harga emas tidak akan turun meski guncangan isu dan kondisi sosial ekonomi terjadi di mana-mana.

    “Di Indonesia ‘kan tahun politik. Itu penuh dengan ketidakpastian. Cenderung orang asing nggak mau masuk dulu ke Indonesia. Bisa jadi, saham bisa turun karena asing cenderung nahan diri,” jelas Aidil kepada detikcom, Jumat (29/12/2023).

    Obligasi

    Tahun 2024 sebagai tahun politik dianggap Aidil tidak akan membawa cuan bagi yang berinvestasi di pasar saham. Ia melandasi pendapat ini dengan ramalan saham turun akibat perusahaan asing cenderung menahan diri melihat kondisi politik.

    Oleh sebab itu, Aidil sarankan agar berinvestasi di surat utang pemerintah atau obligasi. Ia meramal ada kemungkinan banyak obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Diimbangi dengan suku bunga yang tinggi, harapannya Anda bisa cuan pada akhir tahun nanti.

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com