Tag: ohio state university

  • Mengapa Kita Suka Menangis saat Mengiris Bawang Bombai? Ternyata karena Ini



    Jakarta

    Mengiris bawang bombai seringkali membuat kita berderai air mata. Bukan karena sedih, ini karena kandungan yang ada pada bawang.

    Baik ditumis, dipanggang, atau mentah, bawang bombai adalah bahan pokok dalam banyak resep makanan. Namun, rasa bawang bombai ini harus dibayar dengan harga yang mahal: air mata. Tetapi, mengapa mengiris bawang bombai membuat kita menangis?


    Penyebabnya disebut faktor lakrimasi, suatu zat kimia yang mengiritasi saraf di kornea. Ketika bawang bombai utuh, sekelompok senyawa yang disebut sistein sulfoksida dipisahkan dari enzim yang disebut alliinase.

    Tapi, ketika kamu mengiris atau menghancurkan bawang bombai, penghalang yang memisahkan senyawa dan enzim tersebut rusak. Keduanya bergabung dan memicu reaksi, menyebabkan sistein sulfoksida menjadi asam sulfenat.

    Pada bawang bombai, terdapat dua kemungkinan keberadaan asam sulfenat. Pertama, ia dapat mengembun secara spontan dan menjadi senyawa organosulfur. Senyawa organosulfur inilah yang memberi bawang bombai aroma dan rasa yang kuat. Reaksi serupa terjadi pada bawang putih, itulah sebabnya ia juga memiliki rasa yang begitu tajam.

    Namun, kemungkinan kedua untuk asam sulfenat hanya terdapat pada bawang bombai dan beberapa jenisallium lainnya. Enzim lain, yang disebut sintase faktor lakrimasi, yang tersembunyi di dalam sel, berperan dan mengubah asamsulfenat menjadi faktorlakrimasi, yang dikenal oleh para ahli kimia sebagai propanethial S-oksida.

    Faktor lakrimasi adalah cairan yang mudah menguap, artinya ia berubah menjadi uap dengan sangat cepat. Begitulah cara zat tersebut mencapai mata dan mengiritasi saraf sensorik.

    “Mata Anda mulai berair untuk menghilangkan zat yang mengiritasi itu,” kata Josie Silvaroli, seorang peneliti di bidang pendidikan dan inovasi farmasi di Ohio State University dan penulis pertama studi tahun 2017 tentang faktor lakrimasi dalam Live Science, Senin (20/10/2025).

    Kemungkinan besar senyawa organosulfur yang memberi bawang bombai rasa yang kuat dan faktor lakrimasi yang memicu air mata berevolusi sebagai mekanisme pertahanan. Senyawa-senyawa tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangga, hewan, atau parasit yang dapat merusak tanaman bawang bombai.

    Cara Memotong Bawang Bombai Tanpa Menangis

    Silvaroli memberi beberapa tips agar kamu tidak perlu menitihkan air mata saat memotong bawang bombai. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Menggunakan kacamata pelindung

    2. Memotong dengan pisau tajam

    3. Jangan dinginkan bawang bombai

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Pria dan Wanita Memikirkan Seks dalam Sehari?


    Jakarta

    Beredar sebuah mitos yang menyebut pria lebih sering memikirkan soal seks dalam hidupnya. Bahkan disebut-sebut hal itu terjadi setiap tujuh detik, atau dalam satu jam pria memikirkan seks sekitar 514 kali. Bagaimana faktanya?

    Dikutip dari Men’s Health, pada tahun 2011, tim peneliti dari Ohio State University melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa sering pria dan wanita memikirkan seks dalam satu hari.

    Sampel penelitian terdiri dari 283 mahasiswa yang memikirkan soal seks, makanan, dan tidur selama seminggu. Setiap subjek uji diberikan alat yang bisa diklik, ketika masing-masing hal tersebut muncul di pikiran mereka.


    Rata-rata, para pria melaporkan memikirkan seks sebanyak 19 kali sehari, sementara para wanita melaporkan memikirkannya sebanyak 10 kali sehari. Angka-angka yang dipublikasikan dalam Journal of Sex Research menunjukkan bahwa pria memikirkan seks hampir dua kali lebih banyak daripada wanita.

    Namun, para peneliti juga menemukan bahwa sebenarnya tidak ada interaksi signifikan antara jenis kelamin partisipan dan jenis kognisi yang dilaporkan. Jadi, meskipun pria lebih sering memikirkan seks, mereka juga lebih sering memikirkan makanan dan tidur daripada wanita.

    Pada penelitian lain di tahun 2019, telah dilakukan survei pada 2.000 orang dewasa Amerika yang aktif secara seksual, tentang seberapa sering mereka berbicara soal seks.

    Sekitar 65 persen melaporkan bahwa mereka merasa nyaman berbagi kehidupan seks dengan orang lain. Bahkan, 29 persen di antaranya mengaku sangat nyaman akan hal itu.

    Orang lain yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan pasangan, sahabat, teman, rekan kerja, dan teman sekamar. Sementara itu, hanya sekitar 17 persen pria yang berbagi cerita seks dengan ibu dan 20 persen dengan ayah mereka.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy