Tag: OJK

  • Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Bunga Floating dan Bunga Tetap di KPR


    Jakarta

    Pada saat membeli rumah dengan sistem KPR, pasti bank membebankan bunga pada setiap tagihan pembayarannya. Terdapat 2 jenis bunga yang dikenakan untuk debitur KPR yakni bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

    Kedua jenis bunga ini tidaklah sama. Bagi kamu yang belum bisa membedakan kedua jenis bunga KPR ini, berikut perbedaan bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

    1. Suku Bunga Tetap (fixed)

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Seperti namanya, suku bunga tetap (fixed) atau suku bunga flat merupakan tingkat bunga yang nilainya tetap alias tidak berubah. Biasanya bunga KPR bisa berubah-ubah karena mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), kebijakan bank, dan tren bunga pasar.


    Namun, suku bunga ini tidak diterapkan dari awal hingga akhir masa cicilan, melainkan ada batasan waktunya. Biasanya beberapa tahun di awal cicilan dimulai.

    Sebagai contoh, apabila nasabah yang mengambil KPR mendapatkan bunga tetap selama 2 tahun, maka nasabah akan membayar nominal bunga yang sama selama 2 tahun awal cicilan. Namun, mulai tahun ke-3 nasabah akan dikenakan bunga mengambang (floating) atau sesuai dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan.

    Suku bunga satu ini memberikan keuntungan bagi debitur dengan nilai cicilan yang tetap. Debitur dapat menyiapkan tagihan dengan nominal yang sama dalam tahun-tahun pertama pembayaran. Tidak terpengaruh dengan naik-turunnya kondisi perekonomian dan tingkat suku bunga yang ditetapkan perbankan.

    2. Suku Bunga Mengambang (floating)

    Berkebalikan dengan bunga tetap, suku bunga mengambang (floating) merupakan suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik dan begitu pun sebaliknya.

    Biasanya, suku bunga mengambang mulai berlaku dalam kurun beberapa tahun setelah nasabah menyicil KPR. Bisa pula setelah masa suku bunga tetap selesai. Besaran bunga yang dibayarkan pun ditentukan oleh pihak bank. Tenang saja, perubahan suku bunga dari bank ini tidak terjadi setiap hari, tetapi dalam kurun 6-12 bulan sekali.

    Keuntungan dari suku bunga mengambang (floating) apabila tren bunga kredit sedang menurun. Hal ini dikarenakan sifat bunga mengambang yang memang dipengaruhi oleh suku bunga di pasaran. Jadi saat bunga kredit sedang turun, debitur bisa mendapat bunga yang rendah sesuai penurunan yang terjadi. Akan tetapi, jumlah cicilan bisa kembali naik jika suku bunga pasar dalam tren naik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting buat yang Baru Beli Rumah, Segini Biaya Urus Balik Nama Sertifikat



    Jakarta

    Membeli sebuah hunian seperti rumah harus mempersiapkan segala sesuatunya. Tidak hanya uang, tapi juga mempersiapkan syarat dokumen legalitasnya seperti sertifikat kepemilikan rumah.

    Sertifikat ini penting dan harus segera diurus ketika membeli rumah maupun mendapatkan warisan. Ini penting dilakukan agar terhindar dari konflik yang berkaitan dengan kepemilikan tanah atau bangunan.

    Saat melakukan proses balik nama sertifikat tanah, ada beberapa syarat dan biaya yang harus kamu penuhi. Bila kamu belum tahu, ayo kita simak penjelasannya di bawah ini.


    Siapa yang Bertanggung Jawab Mengurus BBN?

    Dilansir dari laman Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bea Balik Nama (BBN) merupakan biaya yang dikenakan kepada pembeli ketika proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual.

    Dalam prosesnya, bila kamu membeli rumah lewat perantara developer, biasanya biaya balik nama ini diurus oleh developer. Sebaliknya, bila kamu membeli rumah secara mandiri, biasanya biaya tersebut akan diurus sendiri.

    Syarat Pengajuan Proses Balik Nama Sertifikat Rumah

    Dalam prosesnya, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi sebelum mengajukan balik nama sertifikat rumah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), berikut diantaranya yaitu:

    1. Surat kuasa (jika dikuasakan)
    2. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa jika dikuasakan yang sudah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas
    3. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
    4. Sertifikat asli
    5. Akta Jual Beli (AJB) dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
    6. Fotokopi KTP dan para pihak penjual-pembeli atau kuasanya
    7. Izin pemindahan hak jika di dalam sertifikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apabila telah diperoleh izin dari instansi yang berwenang

    Fotokopi surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) dan Pajak Bumi bangunan (PBB) tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya. Nantinya, penyerahan bukti SSB (BPHTB/bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) serta bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

    Cara Hitung Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah

    Biaya BBN cenderung bervariatif, namun biasanya besaran biaya BBN akan dihitung berdasarkan rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi.

    Dilansir dari salah satu situs jual beli properti, biaya balik nama sertifikat rumah bisa dihitung berdasarkan nilai tanah dari rumah tersebut. Berikut caranya.

    Rumus Hitung Biaya Balik Nama sertifikat rumah:

    Biaya Balik Nama sertifikat rumah = Nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (per meter persegi) / 1.000.

    Sebagai contoh, asumsikan bahwa kamu mempunyai tanah seluas 100 m2. Apabila harga tanah tersebut per meter perseginya Rp 1 juta, maka biaya administrasinya adalah sebagai berikut:

    Rp 1.000.000 x 100 / 1.000 = Rp 100.000.

    Dengan itu, bila luas tanah yang kamu beli adalah 100 m2, biaya BBN yang harus dibayarkan adalah Rp 100.000.

    Perlu diperhatikan, selain Biaya Balik Nama sertifikat rumah, ada juga biaya lainnya yang harus kamu bayar selama proses berlangsung. Diantaranya yaitu:

    • Biaya penerbitan AJB (umumnya berkisar 0,5-1% dari total nilai transaksi).
    • Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Biasanya berkisar 5% dari Dasar Pengenaan Pajak (NPOP-NPOPTKP).
    • Biaya pengecekan sertifikat tanah (Biasanya sebesar Rp 50 ribu per sertifikat).

    Biasanya lama proses balik nama sertifikat rumah ini adalah 14 hari hingga 3 bulan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Pilih KPR Terbaik Sesuai Gaji, Cicilan Nggak Bikin Sesak Nafas



    Jakarta

    Membeli rumah lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memang jadi solusi populer, tapi salah pilih skema bisa bikin keuangan sesak napas. Makanya, penting banget memilih KPR yang sesuai gaji dan kemampuan finansial.

    Dilansir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti biar cicilan tetap aman dan ramah di kantong.

    1. Jangan Tergiur Bunga Rendah

    Bunga rendah memang terlihat menggiurkan, apalagi kalau budget kamu terbatas. Tapi, cek dulu skema bunganya. Pastikan kamu paham apakah bunga tersebut bersifat tetap (fixed) atau akan berubah setelah periode tertentu. Kalau ragu, kamu bisa mengecek menu Suku Bunga Dasar Kredit di situs resmi OJK.


    2. Hitung Kemampuan Finansial

    Sebelum menentukan rumah yang akan dibeli, pastikan cicilan KPR sesuai kemampuan. OJK menyarankan alokasi keuangan seperti ini: 10% untuk dana sosial, 20% untuk investasi/tabungan, 30% untuk cicilan atau utang, dan 40% untuk kebutuhan sehari-hari.

    Idealnya, cicilan KPR nggak lebih dari 30% total penghasilan, untuk mengantisipasi risiko kenaikan bunga yang bisa membuat cicilan membengkak.

    3. Cek Kredibilitas Developer

    Jangan lupa periksa rekam jejak pengembang. Cari tahu berapa lama mereka berkecimpung di dunia properti, jumlah proyek yang sudah selesai, dan kualitas bangunannya. Kamu juga bisa mengecek legalitasnya lewat aplikasi Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG) di situs https://sireng.pu.go.id yang dikelola Kementerian PUPR. Ini penting supaya rumah yang dibangun sesuai standar hunian layak.

    Dengan langkah ini, kamu bisa lebih tenang dalam memilih KPR, tanpa takut terjebak cicilan yang bikin pusing di tengah jalan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Boy Thohir Harap Ada Beasiswa LPDP Padanan ke USC



    Jakarta

    Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi (Boy) Thohir mengumumkan beasiswa S2 Administrasi Bisnis di University of Southern California (USC) sedang buka pendaftaran dalam program TAMBA & SAMBA Scholarship hingga 31 Agustus 2024. Boy berharap ke depannya beasiswa ini bisa menjadi program padanan (matching) beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    Boy Thohir menjelaskan, sejak 2023, keluarga Thohir dan keluarga Soerjadjaja mengucurkan dana beasiswa masing-masing senilai USD 1 juta (Rp 16 miliar) untuk 5 tahun, dengan total USD 2 juta untuk 5 tahun. Dana ini disalurkan melalui beasiswa Thohir & Alumni USC Indonesia (AUSCI) MBA (TAMBA) Scholarship serta Soerjadjaja AUSCI MBA (SAMBA) Scholarship.

    Ia menambahkan, para awardee TAMBA & SAMBA Scholarship diharapkan menjadi calon pemimpin Indonesia berwawasan internasional yang berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Namun karena keterbatasan dana, masing-masing jenis beasiswa tersebut hanya dapat membiayai 1 mahasiswa per tahun.


    “Kita komit untuk 5 tahun ke depan. Unfortunately karena mahal banget, kita cuma sanggup setahun 1 (mahasiswa); TAMBA 1, SAMBA 1. Jadi setiap tahun kita kirim 2 (mahasiswa). Selama 5 tahun, kita berharap 10 orang (mahasiswa),” ucap Boy di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

    Di sisi lain, ia mengatakan, pihak USC saat ini membuka peluang lebih banyak pelajar asal RI untuk kuliah di kampus swasta elite tersebut. Untuk itu, ia berharap dapat bekerja sama dengan LPDP untuk menyediakan beasiswa LPDP matching program.

    “Saya pengen–saya sebetulnya udah minta waktu ke LPDP (untuk bicara), karena kalau bisa saya berharap dari LPDP kan dana kelolaannya banyak, jadi saya berpikir kalau bisa ya apa nanti ada yang dari LPDP mungkin itu yang saya bilang matching program. Kalau misalnya kita (TAMBA & SAMBA Scholarship) kirim 2 (mahasiswa), LPDP ngirim 2 (mahasiswa),” ucap Boy.

    “Nanti kita yang bantu pengurusan (pendaftaran) di USC-nya karena USC tuh susah banget gitu loh. Jangankan yang beasiswa, kita-kita aja yang mau sekolah mau masuk, mau bayar, itu nggak gampang masuknya. Kayak ke UI, ke ITB, deh orang mau masuk, mau bayar aja kan nggak bisa gitu karena sekolahnya memang top banget,” sambungnya.

    Boy mengaku saat ini belum jadi bertemu dengan pihak LPDP. Ia berharap ada pembicaraan lanjut dengan untuk mengadakan beasiswa LPDP matching program MBA di USC.

    “Udah bicara, kemarin itu sebenernya udah mau ketemu. Tapi terus (belum jadi). Mungkin nanti minggu depan saya temuin. Tapi sebetulnya dari LPDP sendiri juga banyak yang mengirim beasiswa ke Amerika kan. Tapi belum, yang MBA ini belum nih,” ucapnya.

    “Insya Allah mungkin kalau nanti mereka bisa match gitu, paling nggak kita kirim 2 (mahasiswa), nanti LPDP kirim 2 (mahasiswa). Jadi kan bisa 4 (mahasiswa). Kalau 4 (mahasiswa), (dalam) 5 tahun kan 20 orang gitu. Saya berharap 20 orang itu yang creme de la creme dari Indonesia sehingga nanti waktu mereka kembali ke Indonesia bisa ikut bersama-sama kita membangun bangsa,” sambung Boy.

    Boy berharap beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship dan padanannya dalam beasiswa LPDP nanti mendukung generasi muda dan calon pemimpin Indonesia memiliki wawasan global sehingga bisa bersaing dengan pemuda dan pemimpin terdidik di negara tetangga.

    “Kita sebagai negara kan mau tidak mau juga competing with other countries. Terutama kita harus akuin lah bahwa salah satu yang cukup advance itu kan negara tetangga kita Singapura, udah kecil, tapi kita lihat dari susunan kabinetnya juga semua pasti itu kalau nggak dia (lulusan) Oxford, dia semua segala macam background education-nya hebat-hebat,” ucapnya.

    “Nah kita sebagai negara kan mau nggak mau harus compete sama mereka gitu. Nah jadi kita berharap tentunya ke depan ini nanti mereka-mereka yang sudah lulus (seperti itu). Bukan gimana-gimana, teman-teman bisa Google, memang kalau education sampai hari ini seluruh dunia mengakui bahwa Amerika itu leading, universitas-universitasnya itu memang hebat-hebat,” imbuhnya.

    Awardee Juga Wajib Kembali ke Indonesia

    Boy mengatakan para awardee TAMBA & SAMBA Scholarship juga menerima dukungan uang kuliah penuh, tunjangan hidup, dan ongkos PP Indonesia-AS. Setelah 1 tahun studi, awardee juga wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia selama minimal 5 tahun seperti penerima beasiswa LPDP, jika tidak ingin kena sanksi.

    “Ada syarat harus balik. Kenapa? Karena tujuan utama kita semua atau tujuan utama saya dan Pak Edwin (Soerjadjaja), saya pengennya mereka balik, mereka bisa membangun bangsa ini gitu sama-sama. Jadi memang ada perjanjian antara kita dengan penerima beasiswa, ada perjanjian yang mengikat,” ucapnya.

    “Kalau nggak salah nanti ya mungkin ada dendanya atau segala macam, tapi intinya kita dan saya yakin mereka juga komit, karena mereka kan bukan, sorry to say, undergraduate gitu kan; yang ke sana (kuliah di luar negeri) terus nggak mau balik lagi. Ya mustinya enggak lah,” sambungnya.

    Peluang Berkontribusi di Indonesia

    Boy mengakui sejumlah kualifikasi awardee beasiswa terkadang tidak cocok dengan perusahaan di Indonesia. Namun, ia mendapati kenyataannya berbeda dengan awardee beasiswa MBA ini. Sebab, di samping sudah punya pengalaman dan posisi relatif penting di instansi dan bisnis, pelamar beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship jadi memiliki nilai tambah yang cocok sekembalinya ke Tanah Air.

    “Ini beda. Kenapa? Karena yang dikirim, contoh, batch pertama itu ada tiga orang (awardee). Dua dari Bank Mandiri, satu dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Pajak. Secara logika, pasti Bank Mandiri akan me-retain mereka karena kalau sudah 6 tahun kerja kan mungkin levelnya juga udah lumayan, bukan di bawah banget. Begitu dapat titel lebih tinggi, Master, plus pengalaman di LA selama setahun, dengan semua pola pikir yang berubah, menurut saya sudah hampir pasti Bank Mandiri dan Dirjen Pajak akan me-retain mereka,” ucapnya.

    “Yang Bang Mandiri saya bicara dengan Pak DJ gitu, Pak Dirutnya Bank Mandiri, Pak Darmawan Junedi, mereka appreciate sekali gitu, ‘Pak Boy terima kasih gini-gini nanti kalau mereka udah balik, jangan diambil ya, Pak, Bu.’ Karena menurut saya, nggak mungkin lah mereka mau melepaskan,” imbuhnya.

    Ia berharap, awardee beasiswa ini juga dapat berkontribusi sebagai bagian pemerintahan setelah menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

    “Dan saya bersyukur salah satu yang kita kirim kemarin dari Ditjen Pajak. Saya pengen nanti dari government, misanya dari selain Bank Mandiri, karena saya melihat, kenapa nggak sih nanti mungkin ada lulusan dari IBEAR yang nanti bisa balik menjadi atau berperan di regulator, di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), atau di Ditjen Pajak, atau di Kementerian Keuangan. Saya berharap bahwa future leaders ini, yang membedakannya itu, pengalaman di sana (USC) yang kita nggak dapet,” ucapnya.

    Sementara itu, Boy juga menyatakan alumni beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship yang tidak dapat kembali ke instansinya setelah lulus akan diterima berkarier di jejaring Alumni USC Indonesia (AUSCI).

    “Bila Bank Mandiri ataupun institusi-institusi lain yang berhasil mengirimkan karyawannya nggak bersedia, kita di network-nya AUSCI itu akan sangat welcome. Karena kalau istilah saya tuh, ini barang jadi nih, bukan yang masih nggak jelas gitu, kalau ini pasti akan dibutuhkan,” ucapnya.

    “Dan banyak sekali itu (alumni yang mau menerima). Nanti bisa dilihat list-nya. Mereka-mereka yang lulus dari IBEAR (MBA USC) itu semua udah jadi orang di seluruh dunia gitu,” sambung Boy.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • OJK Minta Emak-emak Jangan Berharap Pada Anak buat Hari Tua, Ini Alasannya

    OJK Minta Emak-emak Jangan Berharap Pada Anak buat Hari Tua, Ini Alasannya


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan para ibu-ibu untuk memberi beban terhadap anaknya untuk mengurus diri mereka di hari tua. Sebab, hal itu bisa menciptakan generasi sandwich yang ‘terjepit’ antara tanggung jawab merawat orang tua dan anak-anak mereka kelak.

    Oleh sebab itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, menyarankan para ibu-ibu untuk mempersiapkan masa pensiun masing-masing.

    “Kalau kita sudah menyekolahkan anak, jangan berharap ‘anak-anak yang nanti menyokong hidupku nanti kalau tua.’ Kalau iya, dari keinginan anak sendiri, alhamdulillah. Karena itu cara mereka berbakti dan mengumpulkan pahala, tapi kita sendiri harus siap,” kata Kiki, sapaan karibnya, di Gedung Perpustakaan Nasional Salemba, Senen Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2024).


    Oleh sebab itu OJK mencoba mendorong agar para ibu-ibu bisa berdaya dan mandiri secara finansial. Sejumlah caranya, seperti membuka usaha sendiri maupun berinvestasi di berbagai instrumen keuangan.

    Tapi, ia mengatakan bahwa para ibu-ibu juga tidak harus merasa wajib memiliki usaha di usia tua. Sebab, ada cara lain agar para ibu-ibu bisa mandiri secara finansial yakni dengan berinvestasi.

    “Kalau nggak punya bakat bisnis nggak apa-apa, bisa investasi di emas, reksadana, dan macem-macem, itu silahkan belajar. Jadi kita semua yuk, mumpung masih kuat, berjiwa muda, Insyaallah kita bisa menyiapkan masa depan lebih baik,” ujar dia.

    Simak juga Video ‘OJK Bongkar 288 Pinjol Ilegal Terbaru’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Calon Orang Tua Wajib Tahu! Ini 5 Tips Kelola Keuangan yang Efektif

    Calon Orang Tua Wajib Tahu! Ini 5 Tips Kelola Keuangan yang Efektif


    Jakarta

    Kehadiran buah hati memang membawa kebahagiaan sekaligus tanggung jawab finansial baru. Calon orang tua harus merencanakan keuangan dengan cermat agar kebutuhan keluarga terpenuhi dengan baik.

    Menghadapi kelahiran buah hati tentu memerlukan persiapan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari persalinan, suplemen dan vitamin, MPASI, baby sitter, imunisasi, perawatan bayi lainnya, hingga rencana pendidikan anak di masa depan, semuanya perlu diperhitungkan dengan baik.

    Agar tidak menghadapi masalah finansial, pasangan baru sebaiknya mempersiapkan strategi keuangan sejak dini, bahkan sebelum kelahiran sang buah hati.


    Strategi Perencanaan Keuangan untuk Calon Orang Tua

    Pasangan muda perlu merencanakan mekanisme pengelolaan keuangan untuk memastikan masa depan finansial keluarga yang aman dan stabil. Jika masih bingung, berikut beberapa strategi yang bisa diikuti:

    1. Menghitung dan Mempersiapkan Biaya Persalinan

    Biaya persalinan adalah salah satu prioritas utama yang harus dipersiapkan oleh calon orang tua baru. Buat estimasi biaya persalinan untuk persalinan normal hingga persalinan caesar. Estimasi biaya ini tentu akan berbeda-beda tergantung dari pilihan rumah sakit dan kelas kamarnya.

    Pastikan kamu sudah berdiskusi dengan pasangan mengenai pilihan-pilihan dalam proses persalinan ini ya. Jangan lupa juga untuk siapkan dana darurat persalinan, untuk kondisi-kondisi tak terduga yang membutuhkan tambahan biaya.

    Nah, untuk kamu pasangan yang bekerja, kamu juga bisa memaksimalkan tunjangan kelahiran anak yang biasanya diberikan oleh perusahaan. Pelajari kebijakannya dan cari informasi lebih lanjut mengenai tunjangan kelahiran anak yang disediakan oleh tempat kamu bekerja.

    Misalnya seperti rumah sakit rekanan, limit penggantian biaya persalinan, hingga manfaat lainnya yang tersedia. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat pada perencanaan keuangan kamu dan keluarga.

    2. Buat Skala Prioritas Kebutuhan Anak dan Keluarga

    Strategi perencanaan keuangan selanjutnya untuk kamu calon orang tua baru adalah membuat skala prioritas untuk kebutuhan anak. Biaya pertama yang harus kamu prioritaskan adalah kebutuhan dasar anak, contohnya baju, popok, dan susu.

    Prioritaskan juga kebutuhan nutrisi dan gizi untuk anak dan ibu, seperti makanan dan suplemen. Biaya yang harus kamu prioritaskan selanjutnya adalah kebutuhan rumah tangga lainnya.

    Agar kamu dan pasangan fokus pada tujuan keuangan, susun prioritas anggaran ini secara detail, demi terhindar dari pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

    3. Pertimbangkan Asuransi untuk Keluarga

    Asuransi bisa menjadi salah satu langkah bijak yang bisa dipertimbangkan calon orang tua baru untuk finansial yang lebih stabil. Ada beberapa jenis asuransi yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan keluarga, seperti asuransi jiwa hingga asuransi kesehatan.

    Asuransi akan memberikan ketenangan pikiran dan perlindungan finansial bagi calon orang tua baru dari risiko kesehatan yang tidak terduga yang bisa datang kapan saja. Dengan asuransi, kamu juga bisa membantu kestabilan finansial anak di masa depan.

    4. Tak Perlu Selalu Beli Baru, Manfaatkan Barang Preloved

    Kamu tak melulu harus membeli perlengkapan bayi baru, agar lebih hemat kamu bisa loh memanfaatkan barang secondhand berkualitas yang biasanya dijual dengan harga lebih murah, misalnya stroller, mainan anak, hingga high chair atau kursi makan anak.

    Di zaman sekarang ini, membeli barang secondhand bukanlah hal yang tabu. Pasalnya, banyak sekali barang preloved yang justru berkualitas. Dengan membeli barang preloved atau second hand, kamu mungkin bisa mendapatkan perlengkapan bayi dengan setengah harga.

    Hal ini bisa menjadi opsi menarik, mengingat seiring pertumbuhan bayi, beberapa barang mungkin menjadi tidak relevan lagi. Nah, daripada menghabiskan budget besar, cobalah untuk sesekali berbelanja barang preloved ya!

    5. Mulai Buat Rencana Jangka Panjang

    Ketika menjadi orang tua baru, tentunya kebutuhan si Kecil di masa sekarang harus bisa terpenuhi dengan baik. Namun, hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan yaitu kebutuhan di masa depan, misalnya pendidikan anak dan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengelola keuangan dengan efektif agar bisa mencapai tujuan jangka panjang.

    Kamu harus pandai memilah dan memilih mana saja kebutuhan prioritas yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Terkadang kita harus menghadapi kebutuhan mendesak. Sebagai solusi, kita bisa mengurangi pengeluaran untuk berhemat atau mencari penghasilan tambahan.

    Alternatif lain adalah memanfaatkan berbagai metode pembayaran dan promo menarik, salah satunya opsi paylater. Paylater menawarkan fleksibilitas pembayaran, tetapi harus dipilih dengan cermat.

    Pilihlah layanan paylater yang resmi dan aman, seperti SPayLater dari PT Commerce Finance, yang telah berizin dan diawasi OJK. Dengan penggunaan bijak, SPayLater membantu memenuhi kebutuhan mendesak sambil menjaga stabilitas keuangan dan mendukung tujuan jangka panjang.

    Selain praktis untuk transaksi online dan offline, SPayLater menawarkan berbagai tenor cicilan fleksibel, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan lainnya.

    SPayLater juga menawarkan promo menarik seperti diskon hingga Rp500.000 dan bebas biaya penanganan untuk pembayaran SPayLater Bayar QRIS, yang berlangsung pada 18 November hingga 31 Desember 2024. Solusi ini mempermudah pengelolaan keuangan untuk kebutuhan saat ini dan rencana masa depan, seperti biaya pendidikan anak.

    Nah, Sekarang, para orang tua baru tidak perlu bingung dalam mempersiapkan finansial untuk menyambut kelahiran si Kecil. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, kebutuhan persalinan dan perlengkapan bayi bisa terpenuhi. Selain itu, mereka juga bisa menabung untuk dana pendidikan anak dan kebutuhan penting lainnya di masa depan.

    (akn/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Dear Anak Muda, Simak Tips Ini buat Putus Mata Rantai Generasi Sandwich


    Jakarta

    Generasi Sandwich menjadi persoalan yang dihadapi banyak keluarga saat ini. Kondisi ini biasa dialami oleh seseorang yang banyak menyisihkan penghasilannya untuk orang tua dan anak. Pada titik tertentu, kondisi ini akan membawa tantangan besar bagi kesiapan finansial seseorang.

    Namun begitu, ada banyak cara untuk memitigasi kondisi tersebut terjadi di kemudian hari. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun resmi Instagram yang dikelolanya @sikapiuangmu memberikan tips untuk menghindari himpitan generasi sandwich.

    Pertama, seseorang perlu memetakan prioritas keuangan. Hal itu penting dilakukan untuk memisahkan kebutuhan harian mendesak yang perlu dipenuhi dengan keinginan yang sifatnya sementara.


    “Buat kategori pengeluaran yang mendesak dan yang bisa ditunda, urutkan berdasarkan urgensi,” tulis unggahan @sikapiuangmu, Minggu (9/2/1015).

    Kedua, perlunya menyiapkan dana darurat dan dana pensiun. Hal ini perlu dilakukan dengan cara menyisihkan dana darurat dengan dana harian atau tabungan jangka panjang. Idealnya, 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

    Jika memiliki waktu bertahun-tahun sebelum pensiun, seseorang perlu menggunakan waktu ini untuk menabung atau berinvestasi untuk menghindari risiko generasi sandwich di masa mendatang.

    Ketiga, memiliki asuransi dan proteksi. Seseorang perlu menyiapkan diri untuk berasuransi yang ditujukan untuk biaya pengobatan yang tidak membebani keuangan keluarga. Begitu juga asuransi jiwa dan proteksi lainnya yang perlu segera disiapkan untuk mengurangi risiko finansial yang besar.

    Keempat, mulai melakukan komunikasi terbuka dengan keluarga. Langkah ini perlu dilakukan untuk memberi gambaran tentang kondisi finansial kepada orang tua dan pasangan. Dalam hal ini seseorang perlu membahas hal-hal prioritas dan apa saja pengeluaran yang dapat diubah maupun efisiensi.

    “Cari solusi bersama seperti pembagian tanggung jawab dengan anggota keluarga lainnya dalam memenuhi kebutuhan,” imbau OJK.

    Adapun risiko besar dari kondisi generasi sandwich berupa kerentanan finansial yang melempar seseorang pada posisi yang sulit menabung dan berinvestasi untuk masa depan. Selain itu, kondisi terhimpit akan menekan emosional dan finansial yang memicu stres.

    Risiko besar lain dari himpitan ini juga akan terus berulang lantaran tidak adanya rencana finansial yang dibangun. Karenanya, seseorang perlu segera menyiapkan keuangan sedini mungkin untuk menghindari kondisi sandwich ini.

    “Mulai atur keuangan dari sekarang agar lebih siap menghadapi tantangan ini,” tulis unggahan tersebut.

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Simak! Tips Supaya Hidup Tenang Tanpa Dikejar Cicilan Utang


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk tidak telat membayar pinjaman. Menurut OJK, mengajukan pinjaman sebenarnya tidak salah selama dilakukan secara bijak.

    Namun, pinjaman bisa menjadi masalah jika diajukan tanpa siap melakukan pembayaran. Oleh karena itu, OJK mengimbau masyarakat untuk bijak mengelola utang agar hidup lebih tenang.

    “Nggak ada yang salah sama pinjaman. Yang jadi masalah itu kalau nggak siap bayar. Yuk, bijak kelola utang biar hidup tenang,” tulis akun Instagram Layanan Konsumen dan Pengaduan OJK @kontak157, Minggu (29/6/2025).


    OJK meminta agar memperhatikan kembali tujuan pengajuan pinjaman. Terdapat tiga tujuan yang diklasifikasikan OJK terkait dengan tujuan pinjaman, yaitu yang pertama adalah untuk dana darurat.

    Kebutuhan ini contohnya adalah memperbaiki motor yang rusak atau mogok hingga membayar biaya rumah sakit. Kedua, pinjaman yang bersifat konsumtif seperti beli gadget baru atau nonton konser.

    Ketiga, pinjaman yang bersifat produktif seperti untuk modal usaha hingga membeli perlengkapan kerja. Yang terpenting dari ketiga itu, kata OJK, adalah menghitung cicilan dan mengenali kemampuan sebelum mengambil pinjaman.

    “Hidup bisa tetap nyaman tanpa dikejar tagihan. Hitung cicilan, kenali kemampuan, baru ambil pinjaman,” tutup OJK.

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya