Tag: olah

  • Ajaib Serap Masukan Pengguna guna Hadirkan Inovasi Fitur & Produk


    Jakarta

    Ajaib terus berupaya untuk menghadirkan inovasi dalam sektor investasi digital. Adapun inovasi yang dihadirkan didasari dari masukan para pengguna agar layanan yang diberikan tetap relevan.

    Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana mengatakan melalui pendekatan baru yang lebih personal dan membumi, Ajaib baru ini menggelar forum tatap muka dengan para pengguna aktifnya.

    Dalam sesi ini, tim Ajaib dari berbagai divisi, mulai dari tim product hingga marketing, duduk bersama para pengguna untuk mendengarkan langsung cerita, tantangan, dan harapan mereka terhadap platform yang mereka gunakan sehari-hari.


    “Seringkali, jawaban atas pertanyaan besar dalam pengembangan produk justru datang dari percakapan yang sederhana dengan pengguna. Karena itu, kami merasa penting untuk hadir langsung, mendengar, dan benar-benar memahami kebutuhan mereka,” kata Juliana dalam keterangan tertulis, Jumat (8/8/2025).

    “Yang dibangun Ajaib bukan hanya sesi feedback biasa. Ini adalah ruang dialog dua arah, di mana pengguna bisa menyuarakan pendapat tanpa jarak, dan tim Ajaib bisa langsung menangkap insight yang tidak bisa didapat dari angka atau data dashboard semata,” sambungnya.

    Dia mengatakan yang diterima beragam mulai dari pengalaman pengguna, kebutuhan fitur baru, serta harapan akan edukasi keuangan yang lebih mendalam. Menurutnya, beberapa cerita yang muncul bahkan membuka perspektif baru tentang bagaimana produk Ajaib digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh berbagai kalangan untuk investasi.

    “Ajaib menegaskan bahwa sesi tatap muka ini hanyalah awal. Ke depan, pendekatan serupa akan menjadi bagian rutin dari strategi pengembangan produk dan komunitas,” jelasnya.

    Ajaib Foto: Dok. Ajaib

    Dia mengatakan pihaknya percaya bahwa keterlibatan langsung dengan pengguna adalah kunci untuk membangun platform investasi yang inklusif, relevan dan berdaya guna.

    “Bukan hanya soal mendengar, tapi juga soal menindaklanjuti. Setiap masukan yang kami terima akan kami olah dan tindak lanjuti dalam roadmap produk kami. Karena pada akhirnya, platform ini dibangun untuk pengguna, dan harus tumbuh bersama mereka,” tambah Juliana.

    Dia mengatakan dengan lebih dari 3 juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia, Ajaib menyadari bahwa kepercayaan tidak dibangun dalam semalam.

    “Namun melalui komitmen untuk selalu dekat dan terbuka terhadap suara pengguna, Ajaib terus meneguhkan langkahnya sebagai platform investasi digital pilihan generasi baru,” tutupnya.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harus Jujur, Personal, dan Bikin ‘Malu’



    Jakarta

    Menulis esai beasiswa sering kali menjadi tantangan besar bagi calon mahasiswa. Penulis sekaligus aktivis muda pendidikan, Abigail Limuria, menyampaikan kunci membuat esai yang baik bukan sekadar kalimat indah, tapi juga kejujuran dan sisi personal penulis.

    “Esai yang bagus itu tuh adalah esai yang menurut aku ya, yang merupakan teman-teman hampir malu tulisnya. Karena itu personal, dan benar-benar menggambarkan seseorang kayak apa sih,” ujar Abigail dalam acara The Future Festival yang diselenggarakan LPDP di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).

    Menurutnya, pendaftar harus bisa menempatkan diri sebagai reviewer. Dengan begitu, pelamar bisa menilai apakah esai yang ditulis memberi kesan kuat bagi pembacanya.


    “Nah itu tuh harus bisa taruh di posisi reviewer-nya juga gitu ya. Tapi lagi-lagi aku juga saranin, dalam menulis esai coba refleksi yang banyak, apa sih kehidupan teman-teman tuh yang masa-masa paling challenging untuk teman-teman. Atau misalnya pencapaian yang paling mengembangkan,” sarannya.

    Belajar dari Kegagalan dan Penolakan

    Abigail juga menekankan pentingnya menerima kegagalan dalam proses seleksi beasiswa atau masuk kampus. Rasa sakit akibat ditolak menurutnya justru bisa menjadi ‘otot mental’ yang melatih keberanian.

    “Semakin sering kita gagal, semakin kita terbiasa bangkit lagi. Justru kalau kita nggak pernah gagal, bisa jadi kita kurang berani mencoba hal-hal menantang,” jelas penulis buku Makanya, Mikir! itu.

    Bagi Abigail, kegagalan bisa dilihat sebagai “badge of honor”. Artinya, kegagalan adalah tanda keberanian seseorang melangkah keluar dari zona nyaman.

    Turunkan Ego, Siap Bertumbuh

    Di akhir sesi, Abigail menekankan pentingnya menurunkan ego saat menghadapi kegagalan melamar beasiswa. Ego yang terlalu tinggi menurutnya hanya bisa membuat penolakan terasa lebih menyakitkan.

    “Walaupun tentu keliru, pasti masih sakit, pasti menakutkan, pasti memalukan kadang-kadang. Tapi nggak lama ya, ini dari pengalaman aku juga, semakin ego aku tinggi, semakin ditolak dan gagal itu rasanya sakit,” kata Abigail.

    Abigail menegaskan, berpikir kritis, reflektif, dan jujur pada diri sendiri adalah bekal utama bagi pelajar. Prinsip itu juga yang mendukung penulisan esai beasiswa menjadi lebih berbobot

    “Jadi ketika kita menerima informasi, kita tidak langsung melakukan apa-apa, tapi kita bisa olah. Jadi kita ada pertanyaan yang selanjutnya tidak terlalu menarik. Dan di atasnya itu lagi adalah berpikir secara kreatif,” tutupnya.

    (cyu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer