Tag: olahraga lari

  • Jangan Langsung Lari! 8 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Parah!

    Jakarta

    Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga, termasuk lari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah cedera parah saat lari.

    Gerakan pemanasan dapat membantu aliran darah semakin lancar, sehingga otot-otot lebih mudah digerakkan dan tidak kaku. Selain itu melakukan pemanasan sebelum berlari juga memberikan daya tahan yang lebih lama dibandingkan tidak pemanasan sama sekali.

    Mengutip dari Student Research Journal, pemanasan (warming up), memberikan manfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Secara fisiologis, pemanasan membuat suhu tubuh meningkat dan dapat memperlancar kinerja otot. Sementara secara psikologis, mental cenderung lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik.


    Nah, bagi detikers yang rutin berolahraga lari, dianjurkan untuk selalu melakukan pemanasan dengan benar. Berikut detikSport telah merangkum 8 gerakan pemanasan yang bisa diterapkan untuk mencegah cedera.

    1. Dynamic Pigeon Pose

    Gerakan pemanasan yang pertama yaitu dynamic pigeon pose. Gerakan ini bertujuan untuk meregangkan otot-otot lutut, pinggul, hingga bokong. Pada umumnya, pemanasan ini dapat dilakukan sebanyak 5-8 kali.

    Berikut tata cara melakukan gerakan pemanasan ini:

    • Posisikan tubuh duduk dan lipat lutut kanan ke depan.
    • Kaki direntangkan ke belakang dengan posisi lurus.
    • Putar tubuh secara perlahan dengan mengangkat tangan kanan ke belakang telinga kanan.
    • Putar tubuh ke kiri sehingga siku dapat menyentuh tubuh.

    2. Calf Raise

    Calf raise merupakan salah satu gerakan pemanasan yang bertujuan untuk meregangkan otot betis, sehingga dapat efektif digunakan saat berlari. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 12-15 kali.

    Adapun tata cara gerakan calf raise yaitu:

    • Berdiri di tepi tangga sehingga telapak kaki berada di tangga dan tumit menggantung di tepi.
    • Kedua tangan berpegangan pada railing untuk menjaga keseimbangan.
    • Angkat telapak kaki dengan jari-jari kaki lalu turunkan tumit sehingga turun di bawah tangga dan tubuh dapat merasakan otot-otot betis meregang.
    • Tahan peregangan selama beberapa saat.

    3. Hip Circles

    Hip circles atau latihan otot pinggul bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Gerakan ini dapat dilakukan selama 60-10 kali. Berikut tata cara melakukannya:

    • Posisikan tubuh berdiri tegak kemudian tangan berada di pinggul dan kaki dibuka selebar pinggul.
    • Gerakkan pinggul melingkar seperti bermain hula-hoop.
    • Selama melakukan gerakan, berhenti sejenak di depan, belakang, kiri, dan kanan dalam lingkaran.

    4. Hip Flexor Stretch

    Hip flexor stretch merupakan gerakan yang bertujuan untuk melatih otot paha dan betis, sehingga lebih dinamis saat berlari. Berikut langkah-langkahnya:

    • Posisikan tubuh dengan menekuk lutut ke depan sekitar 90 derajat.
    • Luruskan kaki belakang dan rasakan peregangan pada bagian depan paha belakang.
    • Lakukan walking lunge dengan lutut depan sekitar 90 derajat.
    • Posisikan lutut depan tetap sejajar dengan jari-jari kaki.
    • Tangan diangkat ke atas kepala dan tahan selama beberapa detik.
    • Ulangi gerakan dengan bergeser ke depan saat mengangkat tangan ke atas, lalu turunkan lagi saat sampai di posisi awal.

    5. Walking Lunge

    Walking lunge bertujuan untuk meregangkan otot utama yang bekerja saat berlari, seperti otot paha dan pinggul. Biasanya, gerakan ini dilakukan sebanyak 10 sesi. Berikut tahapannya:

    • Posisikan tubuh dengan kaki rapat.
    • Ambil langkah panjang ke depan dengan kaki kanan.
    • Lutut depan ditekuk sekitar 90 derajat.
    • Lutut belakang ditekuk hingga menyentuh lantai.
    • Tahan posisi tersebut selama beberapa detik.
    • Ulangi gerakan dengan kaki kiri.

    6. Quadriceps

    Gerakan pemanasan selanjutnya yaitu quadriceps. Gerakan ini berfungsi meregangkan otot paha depan dan samping, hingga mencegah cedera. Quadriceps sangat tepat dilakukan, khususnya bagi pelari yang melalui medan terjal.

    Berikut langkah-langkah pemanasannya:

    • Tubuh berdiri tegak dan kaki ditarik ke belakang menggunakan tangan.
    • Selipkan panggul dan tulang kering ditarik ke arah paha.
    • Lutut tetap mengarah ke bawah saat gerakan berlangsung untuk melindungi sendi.

    7. Bent-Knee Forward Swing

    Gerakan pemanasan yang dianjurkan selanjutnya yaitu bent-knee forward swing. Gerakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan otot fleksor pinggul agar bergerak dengan dinamis. Berikut tata cara melakukannya:

    • Ayunkan kaki ke arah depan lalu tekuk hingga membentuk sudut 90 derajat.
    • Ayunkan kaki kembali ke arah belakang lalu luruskan.
    • Ulangi gerakan sebanyak 10 kali secara bergantian pada kaki kanan dan kiri.

    8. Arm Circles

    Arm circles bermanfaat untuk melatih otot bahu, dada, dan punggung atas yang digunakan saat lari. Berikut tata cara gerakannya:

    • Buka lengan sejajar dengan bahu.
    • Lakukan gerakan memutar ke depan dan ke belakang secara bergantian.
    • Ulangi gerakan selama kurang lebih 30 detik.

    Demikianlah beberapa gerakan pemanasan sebelum lari untuk mencegah cedera parah. Gerakan-gerakan tersebut dapat dilakukan dengan rutin agar olahraga lari semakin efektif. Semoga membantu ya, detikers!

    Multi ethnic group of young  women exercise outdoor, next to the river. They are wearing sport clothing, running, stretching, celebrate and support each other.Ilustrasi berlari. Foto: iStock

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Cara Mulai Olahraga Lari untuk Pemula, Konsistensi Jadi Kunci

    Jakarta

    detikers punya rencana menggeluti hobi olahraga lari tapi masih ragu-ragu memulai? Yuk simak bagaimana caranya. Yang pasti, konsistensi jadi kunci!

    Lari relatif menjadi olahraga yang praktis untuk dilakukan. Kian menarik karena banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga yang satu ini, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik.

    Sebagai awalan, untuk memulai, yang dibutuhkan adalah keinginan untuk bisa berolahraga lari secara konsisten. Artinya, bukan cuma ikut-ikutan atau kena FOMO di tengah merebaknya tren lari.


    Nah, itu mengapa konsistensi menjadi kunci cara mulai olahraga lari untuk pemula. Butuh konsistensi untuk bikin olahraga lari menjadi sesuatu yang detikers lakukan sebagai kebutuhan, alias dilakukan dengan rutin.

    Sehubungan dengan itu, bagaimana sih caranya agar bisa menumbuhkan konsistensi itu? Tenang, ini ada beberapa hal yang bisa detikers lakukan!

    Tips Lari agar Konsisten bagi Pemula

    1. Buat goals/target

    Sebelum melakukan olahraga lagi, ada baiknya detikers menyusun terlebih dulu goals atau target yang hendak dicapai. Bisa diawali dengan beberapa hari ke depan, lalu beberapa pekan ke depan, sampai beberapa bulan ke depan.

    Untuk pemula, goals ini bisa dibuat dengan simpel dulu. Misalkan, diawali dengan target sederhana “aku ingin berlari rutin setiap hari selama satu minggu ke depan!”.

    Jika konsistensi sudah mulai tertanam, dari situ detikers bisa membuat goals berikutnya semisal akan berlari sejauh 2 kilometer bulan depan, lalu 4 kilometer di bulan berikutnya, dan seterusnya.

    2. Susun sendiri jadwalmu

    Perkara waktu acapkali juga menjadi kendala dalam urusan konsistensi. Di tengah kesibukan, terkadang tidak mudah mencari waktu luang untuk bisa konsisten berlari.

    Untuk itu, detikers bisa mencoba buat jadwal lari yang sesuai dengan aktivitas keseharian. Di awal-awal, bisa saja dibuat sebanyak dua kali dalam seminggu dengan jarak/target tertentu.

    Nah, jika sudah terbiasa, detikers perlahan-lahan bisa membuat penyesuaian lebih lanjut dalam jadwal itu demi menciptakan konsistensi.

    3. Jalan santai dulu

    Bagi detikers yang terbilang jarang beraktivitas fisik, memulai olahraga lari untuk pemula berpotensi bikin tubuh “kaget”. Untuk itu terkadang diperlukan fase penyesuaian/transisi terlebih dulu.

    Hal itu bisa detikers lakukan dengan mencoba berjalan santai dulu. Cara ini dapat “menyiapkan” fisik, terutama tubuh bagian bawah, untuk lebih siap menempuh jarak yang lebih jauh.

    Apalagi bisa dibilang aktivitas jalan santai ini termasuk ke dalam pemanasan sebagai peregangan kaki. Jika tubuh dirasa sudah siap, detikers bisa menambah kecepatan secara perlahan.

    4. Cari teman

    Bagi pemula, konsistensi menjalani olahraga lari juga bisa tumbuh manakala ada “teman barengan”. Bisa saja teman yang sama-sama ingin memulai olahraga lari, atau yang sudah punya jam terbang lebih banyak.

    Berteman dengan orang yang sudah sering berlari bukan cuma bisa tempat menggali motivasi. detikers juga jadi bisa bertanya-tanya tentang saran lari yang aman dan nyaman.

    Seiring waktu, detikers juga bergabung dengan komunitas lari yang banyak ditemukan di kota-kota besar.

    5. Niat kuat, jangan cari Alasan

    Dalam memulai olahraga lari untuk pemula, detikers harus terlebih dulu punya niat agar bisa konsisten. Untuk itu, cobalah hindari memunculkan alasan-alasan yang membuat detikers batal berlari.

    Memang, sih, mendapat waktu luang di tengah kesibukan terkadang bikin mager alias malas gerak. Tapi detikers harus punya niat kuat untuk menepikan pikiran-pikiran semacam, “rebahan dulu deh, larinya bisa nanti…”.

    Ingat, jika kamu sudah memiliki goals yang ingin dicapai maka konsistensi adalah kuncinya. Lawan rasa malas dan alasan-alasan yang membuatmu mengurungkan niat untuk lari.

    (krs/nds)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Event Lari yang Wajib Masuk List Kamu di Bali: KedokteRUN 2025

    Jakarta

    Olahraga lari kini bukan hanya soal menjaga kesehatan, tapi juga sudah menjadi tren gaya hidup yang digemari banyak orang. Dari komunitas pelari di kota besar hingga event maraton berskala internasional, setiap ajang lari selalu menghadirkan cerita dan pengalaman baru.

    Di antara banyak pilihan, hadir satu kegiatan spesial yang siap menyemarakkan kalender olahraga tahun ini, yaitu KedokteRUN 2025, ajang lari sejauh 7 km yang akan berlangsung di Singaraja, Bali, pada Minggu, 14 September 2025.

    KedokteRUN 2025 digelar dalam rangka merayakan ulang tahun Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Selain menghadirkan kompetisi yang menantang, event ini juga ingin menyampaikan pesan penting tentang gaya hidup sehat, kebersamaan, dan sportivitas. Bukan hanya sekadar lomba lari, KedokteRUN adalah momen untuk menyatukan energi positif dari para peserta.


    Kenapa Harus Ikut KedokteRUN 2025?

    Ada beberapa alasan kenapa kamu wajib ikut ajang lari sejauh 7 km ini

    Rute Unik di Singaraja

    Berlari di KedokteRUN bukan hanya soal menguji fisik, tapi juga pengalaman menikmati keindahan kota Singaraja. Rute yang dipilih melewati kawasan yang sarat dengan nilai budaya lokal, memberikan nuansa berbeda dari ajang lari lainnya.

    Momen Perayaan Ulang Tahun Fakultas Kedokteran Undiksha

    KedokteRUN menjadi bagian dari perayaan ulang tahun, sehingga atmosfernya akan lebih meriah. Kamu bisa merasakan semangat kebersamaan dari mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat yang ikut terlibat.

    Olahraga yang Menyehatkan

    Lari sejauh 7 km termasuk kategori jarak menengah yang ideal untuk semua level, baik pemula maupun pelari berpengalaman. Selain melatih stamina, lari juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, pernapasan, hingga menjaga kebugaran tubuh.

    Kompetisi dengan Podium Pemenang

    Untuk kamu yang ingin menantang diri, tersedia podium bagi peserta tercepat. Ini menjadi kesempatan untuk unjuk kemampuan sekaligus membawa pulang kebanggaan.

    Detail Acara KedokteRUN 2025

    • Hari, Tanggal: Minggu, 14 September 2025
    • Waktu: 04.30 – 08.45 WITA
    • Lokasi: Gedung Fakultas Kedokteran Undiksha (Jl. Udayana No. 11, Singaraja, Buleleng, Bali)

    Untuk kamu yang mencari ajang lari sejauh 7 km yang seru, sehat, dan penuh makna, KedokteRUN 2025 adalah pilihan tepat.

    Daftar segera agar kamu tidak melewatkan kesempatan untuk merayakan momen istimewa ini bersama komunitas pelari dan masyarakat Singaraja. Yuk, persiapkan sepatu terbaikmu dan jadilah bagian dari perayaan sehat penuh energi! Daftar sekarang juga melalui detikEvent.

    (krs/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pantau Kalori, Pace, dan Progress Harian

    Jakarta

    Lari menjadi olahraga yang produktif sekaligus menyenangkan. Namun, sering kali para penggiat olahraga lupa untuk merekam aktivitas lari.

    Dengan adanya kemajuan teknologi, aktivitas lari sudah bisa direkam dan tercatat melalui aplikasi lari. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau kalori, melacak rute, pace, hingga progress harian

    Agar pengalaman berlari detikers semakin berkesan, berikut beberapa rekomendasi aplikasi lari terbaik 2025 versi detikSport.


    Strava: Run, Bike, Hike

    Salah satu aplikasi lari yang cukup populer di media sosial yaitu aplikasi Strava. Aplikasi ini menawarkan fitur melacak rute, kecepatan, hingga jarak lari.

    Keunikan dari aplikasi strava yaitu fitur sharing, yang memungkinkan detikers dapat berbagi pengalaman dan pencapaian ke berbagai media sosial, seperti instagram. Dengan begitu, para pengikut dapat melihat dan mengikuti perkembangan dan progress lari.

    NRC (Nike Run Club: Running Coach)

    Bagi detikers yang ingin mendapatkan sesi latihan lari, Nike Run Club dapat menjadi pilihan yang menarik. Aplikasi ini memiliki fitur pelatihan dari pelatih profesional kepada pemula yang ingin mempelajari olahraga lari.

    Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan berbagai macam program olahraga lari, mulai dari latihan rutin sehari-hari hingga latihan untuk pertandingan.

    Runkeeper

    Selain NRC, Runkeeper juga menawarkan program latihan yang dapat kita sesuaikan dengan tujuan masing-masing, misalnya untuk menurunkan berat badan, menjaga stamina, hingga persiapan lari marathon.

    Uniknya, aplikasi ini dilengkapi dengan notifikasi berupa reminder bagi penggunanya agar tetap konsisten dalam latihan agar progres dapat terlihat.

    Adidas Running App

    Bagi detikers yang mulai merancang program latihan serius, Adidas Running App dapat menjadi pilihan. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau performa hingga membandingkan hasil.

    Adidas Running App memiliki statistik lengkap dan fitur khusus bagi penggunanya agar tergabung dalam komunitas global. Komunitas ini nantinya akan berbagi terkait progres dan tantangan yang dihadapi selama latihan.

    Tak hanya itu, detikers juga dapat memantau detak jantung, pace, kalori terbakar, hingga kondisi kesehatan melalui aplikasi ini.

    Pacer Pedometer: Step Tracker

    Bagi detikers yang hobi lari atau jalan, Pacer Pedometer bisa menjadi pilihan yang tepat. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melacak berbagai aktivitas olahraga.

    Berbagai fitur yang ditawarkan mulai dari melacak status lari, langkah harian, kalori, berat badan, hingga aktivitas lainnya.

    Itulah beberapa aplikasi lari yang bisa detikers gunakan agar menjadikan pengalaman lari semakin efektif. Jangan lupa di-install ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com