Tag: olahraga populer

  • Makin Rame! Kumpul Lagi Bareng Komunitas Padel Hits Jakarta di Padel Connect


    Jakarta

    Olahraga Padel tengah populer dan menjadi pilihan banyak orang untuk menghabiskan waktu dengan aktivitas yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.

    Mudah dipelajari, penuh energi, dan selalu menghadirkan keseruan di lapangan, Padel menjadi tren baru di Jakarta yang sedang booming di kalangan komunitas olahraga.

    Bukan hanya soal permainan, Padel juga membuka kesempatan untuk menjalin pertemanan baru dan merasakan atmosfer kompetitif yang tetap fun.


    detikevent akan mengadakan event padel “Padel Connect” untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya sukses menciptakan turnamen seru bersama berbagai komunitas.

    Detail event “Padel Connect”

    • Waktu: Minggu, 28 September 2025
    • Lokasi: East Kemang Padel Court, Arimbi Space Kemang Timur 76, Jakarta Selatan
    • Waktu: Pukul 20.00-22.00 WIB

    Jangan lewatkan keseruannya! Event ini juga akan dihadiri oleh berbagai komunitas Padel populer di Jakarta, seperti:

    • Party Padel Club
    • BHM Padel Club
    • Padel Lord
    • Padak Club
    • Galacticos Padel Club

    Yuk, kumpul bareng komunitas Padel di Jakarta!

    Manfaatkan kesempatan ini sebagai ajang pemanasan sekaligus merasakan keseruan berkompetisi bersama komunitas Padel hits. Jangan lupa, nantikan juga turnamen Padel seru dan kompetitif persembahan detikevent yang akan segera digelar!

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Sejarah Padel: Dari Spanyol ke Dunia

    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Olahraga ini cukup diminati berbagai kalangan sebab teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan menyenangkan.

    Meskipun sekilas terlihat seperti tenis, padel memiliki keunikan sendiri, mulai dari aturan hingga peralatan yang digunakan.

    Bagi detikers yang penasaran asal mula olahraga padel, berikut detikSport telah merangkum sejarah terbentuknya. Yuk, disimak sampai selesai!


    Sejarah Berkembangnya Olahraga Padel

    Melansir dari situs padelflip, padel pertama kali diciptakan oleh Enrique Corcuera, seorang penggemar tenis. Pada tahun 1969, Enrique berencana membuat lapangan tenis di rumahnya namun tidak memiliki lahan yang cukup. Oleh karenanya, ia membuat lapangan versi yang lebih kecil, yaitu berukuran 20 x 10 meter yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter dan net di antaranya.

    Pada tahun 1970-an, Pangeran Alfonso dari Hohenlohe menghabiskan liburan musim panasnya di rumah Corcuera di Acapulco dan memutuskan untuk membangun lapangan padel di Andalusia.

    Selanjutnya, Julio Menditeguy memutuskan untuk mengimpor olahraga ini ke Argentina dan menjadi membangun lapangan padel pertama di Argentina.

    Pada tahun 1980-an, lapangan-lapangan padel mulai banyak di bangun di Brasil, Uruguay, Chili, Prancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Pada tahun 1988, asosiasi nasional pertama di dunia, “Asociacion Padel Argentino didirikan.

    Pada tahun 1990-an, Federasi Padel Internasional (FIP) didirikan di Madrid oleh Asosiasi Padel Argentina, Asosiasi Padel Spanyol, dan Asosiasi Padel Uruguay. Pada tahun 1997, di Barcelona, Spanyol, dan Argentina disepakati bahwa olahraga ini disebut Padel, dimana sebelumnya disebut Paddle.

    Pada tahun 2000, Kejuaraan Dunia Junior diadakan di La Plata, Argentina. Selama tahun-tahun tersebut, 7 federasi lainnya dibentuk, 6 federasi Eropa dan 6 federasi Australia. Pada tahun 2005, sirkuit padel profesional pertama lahir, yaitu Padel Pro Tour (PPT).

    Pada tahun 2013, PPT digantikan oleh World Padel Tour (2014-2023). Pada tahun 2018, Kejuaraan Dunia Senior pertama diadakan di Estepona, Malaga (Spanyol).

    Pada tahun 2021, FIP meluncurkan sirkuit Promises untuk putra dan putri kategori di bawah 14, 16, dan 18. Pada tahun 2024, sirkuit Premier Padel yang dikelola oleh FIP menjadi sirkuit profesional teratas di dunia dengan 24 turnamen di 16 negara. Dan hingga kini terdapat 87 federasi yang terafiliasi dengan FIP dan padel sudah dimainkan lebih dari 140 negara.

    Di Indonesia sendiri, padel sudah dikenal sejak tahun 2021. Olahraga ini semakin populer dan mendapat perhatian pada tahun 2024. Ketenaran padel bisa dilihat dari banyaknya lapangan padel di kota-kota besar hingga berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan Bali.


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ini Perbedaan Aturan, Raket, dan Lapangannya

    Jakarta

    Olahraga raket menjadi olahraga yang paling diminati berbagai kalangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beberapa jenis olahraga raket yang banyak digandrungi mulai dari pickleball, padel, hingga tenis.

    Meskipun sekilas terlihat mirip, ketiga olahraga ini memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi perlengkapan, ukuran lapangan, hingga aturan dasar.

    detikers perlu memahami perbedaan ketiganya agar bisa menentukan minat dan preferensi masing-masing. Berikut detikSport telah merangkum perbedaan olahraga pickleball, padel, dan tenis.


    Apa itu Pickleball, Padel, dan Tenis?

    Pickleball, padel, dan tenis memiliki sejarah dan pengertian yang berbeda-beda. Pickleball merupakan olahraga yang berasal dari Amerika Serikat pada abad pertengahan 1960-an. Olahraga ini dimainkan dengan lapangan seukuran bulu tangkis dengan jaring tenis yang dimodifikasi. Permainan ini dapat dimainkan secara ganda dan tunggal.

    Sementara itu, padel ditemukan pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera sebagai perpaduan antara tenis dan squash. Permainan ini dimainkan di ruangan tertutup dengan dinding kaca dan raket yang memiliki lubang kecil pada permukaannya.

    Tenis sendiri mulai populer pada abad ke-12 sebagai permainan bola tangan yang disebut dengan “jeu de paume” di Prancis dan biasa dimainkan oleh kaum bangsawan sebelum akhirnya menarik perhatian berbagai kalangan hingga sekarang. Permainan ini dimainkan di atas permukaan tanah berumput, tanah liat, atau lapangan keras.

    Ukuran Lapangan

    Perbedaan yang signifikan dapat dilihat dari ukuran lapangan. Pada pickleball, ukuran lapangan identik dengan lapangan bulu tangkis ganda yaitu 13,4 x 6,1 meter dengan area yang terbuka dan tanpa dinding.

    Sementara itu, tenis memiliki lapangannya yang lebih besar, yaitu sekitar 23,77 x 8,23 meter untuk tunggal dengan area yang terbuka. Untuk padel, ukuran lapangan dikelilingi oleh dinding kaca dengan ukuran sekitar 20 x 10 meter.

    Perlengkapan yang Digunakan

    Perlengkapan pada permainan pickleball, padel, dan tenis pada umumnya terdiri dari raket, bola, dan lapangan yang dibatasi oleh net. Namun perbedaan perlengkapan dapat dilihat dari jenis raket dan bola yang digunakan.

    Pada pickleball, raket didesain lebih padat dan tanpa senar, bolanya terbuat dari plastik berongga dan berlobang-lobang, berfungsi untuk menghasilkan pantulan yang lebih lambat, sesuai dengan aturan permainan dimana servis pada pickleball harus memantul sekali sebelum sampai ke area lawan.

    Sementara pada tenis, raket yang digunakan memiliki senar yang kencang dan besar, bolanya terbuat dari karet yang memungkinkan pantulan lebih tinggi dan cepat.

    Pada padel, raket yang digunakan lebih tebal dibandingkan pickleball, tanpa senar, dan memiliki lubang kecil. Bola pada padel hampir mirip dengan tenis, namun memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga menghasilkan pantulan yang lebih lambat dan pelan.

    Aturan Dasar Permainan

    Perbedaan yang signifikan juga terlihat dari aturan dasar masing-masing olahraga, terutama pada teknik servis yang digunakan. Pada pickleball, servis dilakukan harus secara underhand, tidak memantul, dan memiliki aturan khusus seperti The Kitchen, yaitu zona tujuh kaki yang dekat dengan net. Zona ini melarang pemain untuk memukul bola di zona tersebut dan bola harus memantul dua kali saat memulai servis.

    Sedangkan pada padel, servis juga dilakukan secara underhand dengan memantulkannya sekali ke lantai atau ke dinding untuk dikembalikan. Sementara pada tenis, servis dilakukan dari atas kepala (overhead) dengan kekuatan yang tinggi, tidak ada pantulan, dan hanya fokus pada kekuatan dan jangkauan ke area lawan.

    Itulah beberapa perbedaan signifikan dari ketiga olahraga raket, pickleball, padel, dan tenis. Bagaimana detikers, sudah bisa membedakannya dengan benar?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com