Tag: olahraga raket

  • Olahraga Hits yang Lagi Naik Daun di Indonesia

    Jakarta

    Belakangan ini, padel menjadi olahraga hits yang tengah naik daun di Indonesia. Berbagai kalangan menyukai olahraga ini, mulai dari remaja, karyawan, hingga publik figur.

    Ketenaran padel sudah naik semenjak banyak para selebriti dan influencer menyenangi olahraga ini dan membagikannya di media sosial. Hingga kini, olahraga hits tersebut masih digemari masyarakat dengan banyaknya komunitas dan lapangan padel yang berdiri di berbagai daerah. Namun, tahukah detikers, apa sebenarnya olahraga padel?

    Berdasarkan sejarahnya, olahraga ini sudah populer di kalangan masyarakat Meksiko pada tahun 1980-1990.


    Padel sering dinilai mirip dengan olahraga lainnya seperti tenis dan squash. Meskipun begitu, olahraga yang tengah booming ini ternyata memiliki kekhasannya sendiri, terutama pada alat dan perlengkapan yang digunakan.

    Apa Itu Olahraga Padel?

    Padel adalah sejenis olahraga raket yang berupa gabungan antara tenis dan squash. Olahraga ini biasanya dimainkan secara doubles atau dua pasangan dengan lokasi bermain berupa lapangan tertutup yang ukurannya lebih kecil dari lapangan tenis.

    Mengutip dari Lawn Tennis Association (LTA), persamaan antara tenis dan padel hanya pada penilaiannya saja, sisanya banyak terdapat perbedaan. Lapangan padel dirancang untuk 4 pemain dengan ukuran sekitar 25% lebih kecil dari lapangan tenis.

    Tempo permainan olahraga ini juga disesuaikan dengan ukuran lapangannya yang lebih kecil. Oleh karenanya, padel akan sulit jika dimainkan secara tunggal.

    Sejarah Singkat Terbentuknya Olahraga Padel

    Mengutip dari detikEdu. Olahraga padel pertama kali ditemukan di Meksiko dengan seorang penggemar tenis bernama Enrique Corcuera pada 1969.

    Pada masa itu, Enrique bersama istrinya tidak mempunyai lahan yang cukup luas untuk membangun lapangan. Oleh karenanya, ia mulai merancang lapangan tenis versi kecil dengan ukuran 20 x 10 meter di belakang rumahnya, di Puerto de Acapulco, Guerrero, Meksiko.

    Lapangan yang dibuat Enrique ini kini dianggap sebagai lapangan padel pertama. Olahraga tersebut pun dinamai “paddle Corcuera” yang dalam bahasa Spanyol berarti dayung atau raket Corcuera.

    Pada awal 1970-an, olahraga padel sudah tersebar di beberapa negara seperti Spanyol, Argentina, Uruguay, Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat. Olahraga ini dipopulerkan oleh Pangeran Alfonso dari Hohenlohe-Langenburg, Spanyol yang menghabiskan waktu liburannya bermain padel bersama Enrique.

    Pada 1998, terbentuklah asosiasi padel nasional pertama bernama “Asociación Padel Argentino” yang kemudian mengadakan kompetisi pada Januari 1998 di Mar del Plata, Buenos Aires.

    Selang beberapa tahun kemudian, asosiasi internasional padel didirikan dengan nama International Pdel Federation (IPF) di Madrid, 21 Juli 1991.

    Pada tahun 2000-an, kejuaraan padel mulai digelar di berbagai negara dengan kelompok umur yang berbeda-beda. Hingga kini, padel sudah dimainkan oleh puluhan juta orang dari ratusan negara di seluruh dunia.

    Aturan Cara Bermain Padel

    Sebelum detikers mulai bermain padel, perlu dipahami terlebih dahulu aturan sistem permainan padel, berikut beberapa hal yang perlu diketahui.

    • Jumlah pemain pada olahraga padel terdiri dari dua tim dengan masing-masing diisi oleh dua orang.
    • Lapangan padel berukuran 20 x 10 meter.
    • Permainan diawali dengan memukul bola ke area servis lawan melewati net dan memantul sebelum mengenai dinding.
    • Jika bola mengenai dinding tanpa memantul terlebih dahulu, maka pihak lawan mendapatkan poin.
    • Sistem penilaian padel menggunakan skema 15-30-40.
    • Apabila terjadi deuce, setiap tim perlu merebut dua poin untuk menang.

    Demikianlah ulasan lengkap mengenai olahraga padel, mulai dari sejarah hingga aturan bermainnya. Semoga membantu detikers yang mulai menekuni olahraga hits ini, ya!

    Sejumlah warga tengah berolahraga Padel di Padel Arena Jakarta, Rabu (3/7/2025). Olahraga padel tengah populer di kalangan masyarakat, khususnya di Jakarta. Padel kini masuk dalam kategori jasa kesenian dan hiburan, dikenai pajak 10 persen.Olahraga padel yang lagi naik daun di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna/detikcom

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Apa Itu Padel? Olahraga Unik yang Lagi Viral di Kalangan Seleb dan Ekspat!

    Jakarta

    Terdapat beragam olahraga yang menarik dan seru untuk dimainkan di dunia. Salah satunya yang kini sedang digandrungi para selebriti dan ekspat adalah padel.

    Olahraga viral ini sekilas mirip dengan permainan tenis dan squash. Namun, perbedaannya terletak pada ukuran lapangan, sistem bermain, hingga alat yang digunakan.

    Apa sebenarnya olahraga padel? Nah, untuk memahami lebih lanjut, detikers dapat menyimak uraiannya berikut ini.


    Pengertian Olahraga Padel

    Mengutip dari Jurnal Environmental Research and Public Health, padel merupakan olahraga raket yang dimainkan di lapangan berukuran 20 x 10 meter, dipisahkan oleh net di tengah, dan dibatasi oleh kaca dan kisi-kisi tempat bola memantul.

    Meskipun dinilai mirip dengan tenis, padel memiliki ukuran lapangan sepertiga lebih kecil dari tenis. Selain itu, peralatan yang digunakan juga berbeda. Tenis menggunakan raket senar dengan pegangan lebih panjang, sementara raket padel memiliki bantalan dengan gagang pendek yang memiliki inti busa dan bagian luar berupa fiberglass.

    Selain dari segi perlengkapan, teknik bermain padel dan tenis juga berbeda. Padel merupakan olahraga yang dimainkan dengan skema ganda, berbeda dengan tenis yang bisa dimainkan secara tunggal.

    Sejarah Singkat dan Penemu Olahraga Padel

    Mengutip dari situs resmi International Padel Federation (IPF), olahraga padel sudah populer sejak tahun 1960-an. Penemu olahraga padel pertama kali adalah seorang penggemar tenis yang berasal dari Meksiko bernama Enrique Corcuera.

    Pada awalnya, Enrique mulai merancang lapangan tenis versi mini yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter. Kemudian, ia dan istrinya mulai mengembangkan peraturan untuk olahraga tersebut yang pada masa itu dinamai “paddle Corcuera” atau raket Corcuera.

    Seiring perkembangannya, padel mulai dimainkan di berbagai negara dan memiliki ajang internasionalnya sendiri. Pada tahun 1991, asosiasi internasional padel didirikan dengan nama International Padel Federation (IPF) di Madrid.

    Perlengkapan Olahraga Padel

    Sebelum mulai bermain, sebaiknya detikers menyiapkan segala perlengkapan olahraga padel. Berikut ketentuannya.

    1. Raket padel
      Berbeda dengan tenis, raket padel tidak menggunakan senar, melainkan bentuknya solid dan memiliki lubang-lubang kecil untuk mengurangi hambatan udara.
    2. Bola padel
      Meskipun terlihat sama dengan bola tenis, bola padel memiliki permukaan kasar agar tidak licin saat memantul ke raket atau dinding.
    3. Sepatu khusus padel
      Berbeda dengan olahraga lainnya, sepatu padel ternyata memiliki ketentuan sendiri. Sepatu padel dirancang dengan sol herringbone yang mampu menyokong kaki ketika bermain di lapangan rumput sintetis.
    4. Pastikan detikers memilih sepatu dengan bahan yang ringan dan fleksibel untuk memudahkan pergerakan selama bermain.
    5. Pakaian olahraga padel
      Pakaian olahraga yang digunakan saat bermain padel sebaiknya memilikii bahan yang ringan, lentur, dan mudah menyerap keringat.
    6. Grip untuk raket padel
      Grip atau pegangan pada raket berfungsi memberikan cengkeraman ekstra dan mampu menyerap keringat. Penggunaan grip pada raket dapat meningkatkan kenyamanan selama bermain.
    Padel Connect 2Aktivitas seru olahraga Padel. Foto: Brandcomm

    Manfaat Olahraga Padel

    Selain banyak digemari, olahraga padel ternyata juga memiliki segudang manfaat, baik untuk kesehatan hingga kerja sama tim. Berikut beberapa di antaranya:

    • Intensitas gerakan yang cukup tinggi dapat meningkatkan kesehatan jantung.
    • Membantu meningkatkan daya koordinasi tubuh, terutama mata dan tangan.
    • Melatih kerja sama tim karena dimainkan dengan skema ganda.
    • Membantu menurunkan berat badan karena pergerakannya dapat membakar kalori dengan baik.

    Demikianlah ulasan lengkap mengenai pengertian, sejarah, hingga manfaat bermain olahraga padel. Bagaimana, detikers tertarik untuk mencoba olahraga satu ini?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Padel Vs Tenis, Mana yang Lebih Seru dan Bikin Keringetan?


    Jakarta

    Padel menjadi salah satu olahraga yang banyak diminati masyarakat belakangan ini. Dibandingkan olahraga tenis yang sekilas mirip, bedanya apa sih?

    Padel merupakan olahraga raket yang dimainkan di lapangan tertutup dan dikelilingi oleh dinding. Meskipun sekilas mirip dengan tenis, padel memiliki keunikan tersendiri, mulai dari lapangan, teknik bermain, hingga peralatan yang digunakan.

    Nah, di antara kedua olahraga ini, detikers mungkin bertanya-tanya, padel vs tenis lebih seru dan sehat mana? Agar semakin paham, yuk, simak penjelasan mengenai perbedaannya berikut ini.


    Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa perbedaan antara padel dan tenis.

    1. Ukuran Lapangan

    Perbedaan yang signifikan antara padel dan tenis dapat dilihat dari ukuran lapangannya. Lapangan padel sepertiga lebih kecil dibandingkan dengan tenis, dan biasanya tertutup dan dikelilingi oleh dinding. Ukuran lapangan padel yaitu 20 x 10 meter.

    Berbeda dengan tenis, ukurannya lebih besar dengan ukuran panjang 23,77 x 8,23 meter untuk pertandingan tunggal, dan 23,77 x 10,97 meter untuk pertandingan ganda.

    Lapangan tenis bervariasi, mulai dari lapangan rumput asli, rumput sintetis, lapangan keras, hingga tanah liat.

    2. Raket

    Raket yang dipakai pada tenis dan padel juga berbeda, meskipun sekilas terlihat sama. Raket padel lebih pendek dan permukaannya padat terbuat dari bahan komposit, seperti sert karbon dan karet EVA. Permukaan ini berfungsi untuk mengurangi hambatan udara dan meningkatkan fleksibilitas ketika bermain.

    Sebaliknya, raket pada tenis memiliki gagang yang lebih panjang, ukuran kepala lebih besar, dan permukaannya memiliki senar yang bertujuan untuk memukul bola lebih kencang.

    3. Teknik Bermain

    Dari segi aturan dan teknik bermain, padel dan tenis memiliki perbedaan yang cukup jelas. Pada olahraga padel, permainan dimulai dengan servis bawah (underhand) dan bola wajib memantul sebelum masuk ke area lawan.

    Sementara itu, aturan bermain tenis lebih tegas. Bola tidak boleh menyentuh atau memantul dari dinding. Jika memantul, tidak dihitung sebagai poin.

    Teknik ayunan raket pada keduanya juga berbeda. Padel menekankan kontrol tenaga dan arah saat memukul bola. Sementara pada tenis, teknik yang sering kali dilihat yaitu backswing dan full swing, dimana ayunan tenis jelas terlihat lebih kuat.

    4. Bola yang Digunakan

    Selain raket, bola pada padel dan tenis juga memiliki komposisi yang berbeda. Bola padel dirancang lebih lembut dengan tekanan yang rendah, sehingga pantulannya lebih pelan dan panjang.

    Sebaliknya, bola pada tenis memiliki tekanan yang tinggi dan pantulan yang lebih kuat, sehingga cocok digunakan pada lapangan luas.

    5. Manfaat Kesehatan

    Baik padel maupun tenis, keduanya sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun perbedaan intensitas bermain tenis lebih mengedepankan kesehatan alat gerak seperti sendi, lutut, hingga pergelangan kaki. Tenis didominasi gerakan yang mendadak dan perubahan arah yang cepat.

    Sementara itu, gerakan padel didominasi oleh gerakan yang lebih lembut tanpa adanya risiko cedera berlebihan. Padel sangat cocok dijadikan sebagai olahraga rutin karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

    Itulah beberapa perbedaan tenis dan padel, mulai dari teknik bermain, alat yang digunakan, hingga manfaatnya bagi kesehatan. Nah, jadi detikers lebih menyukai olahraga yang mana?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Biar Cepat Jago, Ini 10 Tips Bermain Padel yang Harus Kamu Coba!

    Jakarta

    Olahraga padel semakin diminati di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadiran olahraga raket ini tidak hanya menarik perhatian para penggiat olahraga, namun juga pemula yang ingin belajar.

    Mengutip dari Jurnal Environmental Research and Public Health, padel merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua pasang pemain mengikuti sistem penilaian tenis, namun dimainkan di lapangan kaca sintetis tertutup sehingga memungkinkan bola memantul di dinding samping dan belakang.

    Bagi detikers yang baru pertama kali mencoba olahraga ini, padel bisa saja terasa sulit. Namun, dengan memahami aturan dasar, cara servis, hingga membaca arah bola, detikers dapat meningkatkan performa bermain bahkan mampu menaklukkan lawan.


    Untuk itu, berikut beberapa tips bermain padel yang wajib dicoba, khususnya bagi pemula.

    1. Memahami Aturan Dasar Padel

    Aturan dasar padel wajib dipahami dengan baik untuk mencegah kekeliruan selama bermain. Berikut beberapa aturan dasar dalam bermain padel:

    • Sistem penilaian padel sama dengan olahraga tenis, yaitu menggunakan urutan skor 15, 30, dan 40. Tim yang menang pada dua set dinyatakan berhasil dalam permainan. Jika terjadi deuce, maka pertandingan harus terus berlanjut hingga ada yang mendapatkan dua poin secara berturut-turut.
    • Teknik servis padel dimulai dari sisi kanan atau kiri lapangan. Saat melakukan servis, bola diarahkan ke kotak servis lawan dan memantul satu kali sebelum dikembalikan. Jika bola memantul dua kali, maka lawan mendapatkan poin.

    2. Gunakan Pegangan Continental Grip

    Cara memegang raket juga menjadi aspek penting untuk menaklukkan lawan dalam olahraga padel. Detikers dapat menggunakan pegangan continental grip, yaitu posisi tangan seperti berjabat tangan dengan raket. Posisi ini dinilai efektif dalam melakukan berbagai pukulan, seperti servis hingga smash.

    3. Memahami Posisi Selama di Lapangan

    Selain cara memegang raket, posisi tubuh di lapangan juga menjadi penentu kemenangan. Selama bermain, detikers perlu menghindari area tengah karena akan sulit untuk bertahan atau menyerang.

    Posisikan tubuh sedikit maju ke net setelah servis atau berhasil memukul bola. Dengan posisi ini, peluang menyerang lebih kuat dibandingkan bertahan di posisi belakang.

    4. Menguasai Pantulan Bola di Dinding

    Kondisi lapangan padel yang tertutup dengan dinding dapat dimanfaatkan dengan mempelajari pantulan bola. Pemula dapat belajar membaca pantulan bola untuk bertahan atau menyerang. Strategi ini membuat permainan lebih seru dan dinamis.

    Sejumlah warga tengah berolahraga Padel di Padel Arena Jakarta, Rabu (3/7/2025). Olahraga padel tengah populer di kalangan masyarakat, khususnya di Jakarta. Padel kini masuk dalam kategori jasa kesenian dan hiburan, dikenai pajak 10 persen.Olahraga Padel sedang digandrungi. Foto: Grandyos Zafna/detikcom

    5. Andalkan Kontrol Daripada Kekuatan

    Padel merupakan olahraga yang mengandalkan kontrol dibanding kekuatan. Dalam bermain, detikers dapat lebih fokus pada akurasi dan menjaga bola tetap hidup dalam rally. Dengan begitu, olahraga padel terasa lebih efektif dan dapat meningkatkan kemampuan pemula.

    6. Menyiapkan Peralatan yang Sesuai

    Peralatan yang tepat juga menjadi aspek penting dalam bermain padel. Pastikan detikers memilih raket yang sesuai dengan gaya bermain serta sepatu yang ringan dan nyaman. Beberapa perlengkapan seperti grip dan tas padel juga dibutuhkan agar lebih praktis.

    7. Jaga Koordinasi dengan Tim

    Padel merupakan olahraga yang dimainkan secara ganda, sehingga komunikasi dan koordinasi suatu tim sangat menentukan jalannya permainan. Detikers dapat mengkoordinasikan siapa yang menerima bola tertentu agar tidak menimbulkan kebingungan. Kerja sama tim yang baik juga membantu permainan lebih lancar dan rapi.

    8. Melatih Pergerakan Kaki

    Selain teknik servis yang benar, padel juga membutuhkan respon yang sigap dan tepat. Untuk itu, detikers perlu melatih pergerakan kaki agar lebih lincah dan siap menutup ruang dan menerima pantulan dinding.

    detikcom didukung penerbit Erlangga mempersembahkan Padel Connect 2025. Bertempat di East Kemang Padel Court, Minggu (21/9/2025), Padel Connect 2025 diikuti berbagai komunitas padel populer Jakarta, yaitu Padel Disco, Casaloca Padel, GiJoe Padel, dan Tuesday Padel Club.Main padel. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

    9. Latihan dengan Pelatih Profesional

    Beberapa lapangan padel biasanya menyediakan kursus atau pelatihan mengenai permainan padel, khususnya bagi pemula. Kesempatan ini dapat membantu detikers untuk meningkatkan kemampuan dan mempelajari teknik bermain secara lebih rinci.

    10. Menjaga Sportivitas Selama Bermain

    Selain koordinasi, sportivitas juga menjadi aspek utama dalam permainan padel. Detikers tetap dapat bermain dengan menyenangkan, namun tetap menjunjung tinggi aturan dan etika permainan. Sportivitas yang baik memberikan pengalaman berharga dan koneksi yang positif antar sesama pemain.

    Demikianlah beberapa tips bermain padel yang cocok bagi pemula. Semoga dapat membantu detikers dalam menyiapkan diri sebelum mulai bermain.

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Apa Itu Pickleball? Olahraga Raket yang Sedang Viral di Indonesia

    Jakarta

    Pickleball menjadi salah satu olahraga yang cukup berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia. Olahraga ini mirip seperti tenis namun lebih mudah dimainkan, sehingga sangat cocok dimainkan oleh segala usia.

    Uniknya, pickleball merupakan perpaduan dari olahraga populer seperti tenis, badminton, dan pingpong. Hal ini membuat teknik bermain pickleball terasa mudah dan seru untuk dimainkan. Permainan ini dapat dilakukan secara tunggal atau ganda.

    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai olahraga pickleball, detikers dapat menyimak panduan lengkapnya berikut ini.


    Apa Itu Pickleball?

    Mengutip dari Jurnal Aksara Raga, pickleball merupakan salah satu jenis olahraga yang menggabungkan permainan tenis, badminton, dan tenis meja. Olahraga ini dimainkan dengan pemukul dan bola plastik yang berlubang dengan ukuran lapangan kira-kira sepertiga lapangan badminton dan dipisahkan oleh net.

    Salah satu perlengkapan dalam pickleball adalah bola yang terbuat dari plastik/karet yang berlubang. Desain ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan bola saat dipukul, sehingga laju bola dapat melambat dan pemain dapat melakukannya tanpa harus merasa kesulitan.

    Menariknya, pemain dalam permainan pickleball menggunakan permainan campuran “mixer”. Jenis pengaturan ini memastikan bahwa pemain yang menang dan kalah terus-menerus dapat berbaur dengan pemain yang berbeda sambil memberikan lebih banyak kesempatan kepada peserta lainnya untuk bermain.

    Pickleball termasuk ke dalam olahraga yang simple dan menyenangkan, sehingga cocok dimainkan oleh berbagai kalangan. Olahraga ini tidak hanya memiliki manfaat secara fisik namun juga secara psikologis. Permainan pickleball dapat menumbuhkan rasa senang dan gembira bagi para pemainnya saat bersosialisasi dan menjalin komunikasi dengan pemain lain.

    Aturan dan Cara Bermain Pickleball

    Sebelum memahami aturan dan cara bermain pickleball, detikers perlu mengetahui beberapa aturan dalam permainan pickleball, yaitu:

    • Servis: Bola pertama yang dipukul memantul ke area permainan lawan.
    • Dink: Bola yang dimainkan pendek memantul ke area ‘kitchen’.
    • Long Dink: Bola di area baseline dikirim ke area ‘kitchen’.
    • Earne: Bola yang dipukul dengan cara “volley” dengan kaki tanpa menyentuh area ‘kitchen’.
    • ATP: Bola dikirim ke area permainan lawan melalui pinggir net.

    Adapun aturan dasar dan cara bermain yang harus diikuti setiap pemain pickleball sebagai berikut:

    1. Servis pada pickleball dilakukan secara underhand (dari bawah) dan dari sisi kanan lapangan, diarahkan secara diagonal ke area servis lawan.
    2. Tim lawan harus menerima servis dengan membiarkan bola memantul terlebih dahulu sebelum mengembalikannya.
    3. Poin didapatkan oleh pihak yang melakukan servis. Satu poin diperoleh jika lawan gagal mengembalikan bola, bola yang dipukul keluar lapangan, tidak membiarkan bola servis memantul, memukul bola di zona yang dilarang, atau bola terkena lawan.
    4. Jika servis berhasil, maka pemain yang sama dapat melanjutkan servis dari sisi lapangan yang berlawanan. Jika gagal, maka servis berpindah ke pasangannya.
    5. Pada pertandingan tunggal, posisi servis ditentukan oleh jumlah poin yang dimiliki. Pemain melakukan servis dari sisi kiri jika poin ganjil, dan dari sisi kanan jika poin genap.
    6. Skor dituliskan mengikuti format tiga angka, misalnya 1-0-1 yang berarti memiliki 1 poin, lawan 0 poin, dan 1 merupakan giliran server pertama.
    7. Permainan berakhir jika salah satu tim mencapai 11 poin dan selisih minimal dua poin. Dalam sekali pertandingan, skor permainan pickleball bisa mencapai 15 atau 21 poin.

    Demikianlah penjelasan terkait pengertian olahraga pickleball dan cara memainkannya. Selamat mencoba ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Berapa Harga Raket Pickleball? Ini Tips Memilihnya

    Jakarta

    Pickleball merupakan olahraga raket yang memadukan permainan badminton, tenis, dan tenis meja. Perlengkapan utama dalam permainan ini meliputi bola plastik berlobang dan raket pickleball.

    Raket pada permainan pickleball umumnya berbentuk persegi panjang, tidak boleh memiliki bagian yang menonjol dan permukaan yang terlalu reflektif karena dapat mengganggu penglihatan lawan.

    Pada artikel kali ini, detikSport telah mengulas panduan lengkap mengenai jenis raket pickleball, lengkap dengan harga dan cara memilihnya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Jenis Raket Pickleball dan Fungsinya

    Pada umumnya, raket pickleball memiliki spesifikasi dengan panjang maksimum 43,18 cm dan lebar maksimum 25,4 cm. Tidak ada ketentuan mengenai batasan ketebalan dan berat raket pickleball.

    Detikers dapat menemukan raket pickleball dengan harga yang bervariasi. Menurut beberapa marketplace, harga raket pickleball dibanderol mulai harga Rp289.900 – Rp1.999.000.

    Sebelum mulai membeli raket, detikers perlu memperhatikan merk, model hingga cap “USA Pickleball Approved” yang tertera. Berikut beberapa jenis raket pickleball dan fungsinya yang bisa menjadi pilihan detikers.

    1. Honolulu Sword & Shield J2NF

    Jika detikers mencari raket pickleball dengan titik fokus yang besar dan tepat, maka Honolulu Sword & Shield J2NF dapat menjadi pilihan. Raket ini memiliki permukaan yang nyaman dan pantulan yang konsisten. Permukaan raket dilengkapi dengan fiberglass yang memungkinkan detikers dapat merespon dengan cepat.

    2. Six Zero Black Opal

    Six Zero Black Opal memiliki desain yang kuat dan bertenaga, memungkinkan pemain dapat meningkatkan daya dorong yang signifikan saat memukul bola. Permukaan raket yang premium dapat menghasilkan topspin yang serta kekuatan memukul dan akurasi yang baik.

    3. Bread and Butter Loco

    Bread and Butter Loco memiliki kelebihan dalam menyingkirkan bola serta putaran yang mengagumkan. Raket ini ideal digunakan saat memberikan putaran backhand roll dan servis.

    4. Vatic Pro V-SOL Pro

    Jika detikers menginginkan pukulan yang cepat dan spin yang impresif, Vatic Pro V-SOL Pro dapat menjadi pilihan yang menarik. Raket ini memiliki desain yang mengesankan hampir mirip seperti loco, yaitu kemampuan topspin yang luar biasa saat digunakan.

    5. CRBN TruFoam Genesis 4

    CRBN TruFoam Genesis 4 sangat cocok bagi detikers yang menginginkan raket tahan lama dan bertenaga. Raket ini dilengkapi dengan bagian permukaan dari fiberglass pop untuk menciptakan permainan yang agresif dan cepat.

    Cara Memilih Raket Pickleball

    Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli raket pickleball yaitu mulai dari berat, dimensi, bahan, dan kontrol. Berikut beberapa tips yang bisa detikers ikuti dalam memilih raket pickleball:

    • Kekuatan: Kekuatan atau power mengacu pada seberapa keras dan cepat pemain dalam memukul bola. Pemain profesional biasanya lebih memilih raket yang lebih berat dan terbuat dari permukaan fiberglass yang memberikan bobot dan kepadatan ekstra untuk menciptakan pukulan yang kuat.
    • Kontrol: Kontrol merupakan teknik memukul bola dengan presisi. Bagi pemula, sebaiknya memilih raket yang ringan dan terbuat dari bahan permukaan serat karbon sehingga mudah untuk membidik bola.
    • Spin: Spin merupakan perputaran bola di udara setelah pemain memukul bola. Teknik ini dapat menyulitkan lawan untuk memukul bola kembali sehingga berpotensi mendapatkan poin. Detikers dapat memilih jenis raket dengan permukaan berpasir dan bertekstur untuk menghasilkan topspin dan backspin.
    • Inti: Material yang terdapat di dalam raket pickleball yang disebut sebagai inti dapat mempengaruhi kekuatan dan kontrol pukulan. Pastikan detikers memilih inti yang terbuat dari polimer dan polipropilena yang membantu membatasi getaran dan mendistribusikan energi dengan baik saat memukul bola.
    • Sweet spot: Memukul dengan sweet spot atau bagian tengah raket dapat menghasilkan daya pantul yang lebih besar. Untuk itu, detikers dapat memilih raket dengan sweet spot yang lebih besar agar lebih mudah dimainkan.

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com