Tag: old shanghai sedayu city

  • Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai


    Jakarta

    Di kawasan Old Shanghai, Jakarta ada banyak jajanan kaki lima dengan tampilan modern dan kekinian yang menarik. Dari kue cubit hingga bakso goreng.

    Old Shanghai merupakan salah satu tempat wisata kuliner terbaru di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur. Wisata kuliner ini dibangun dan dikembangkan oleh Agung Sedayu Group.

    Dengan konsep wisata kuliner semi outdoor dan semi indoor, totalnya ada puluhan gerai makanan yang bisa dicoba di sini. Tak ketinggalan jajaran kuliner kaki lima yang dikemas apik dan modern di Old Shanghai.


    Berikut enam rekomendasi makanan, camilan hingga dessert enak yang bisa ditemukan di Old Shanghai.

    1. Baso Goreng Goki

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Penggemar jajanan gurih bisa coba Baso Goreng Goki yang ada di dalam Old Shanghai. Di sini menjual bakso goreng halal yang menggunakan campuran ayam dan udang.

    Per porsinya sekitar Rp 40.000 terdiri dari lima buah bakso goreng ukuran sedang. Tekstur bakso goreng di sini renyah dan gurih, apalagi dicocol dengan saus sambalnya yang khas. Dijamin bikin nagih!

    2. Cortners

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Tak jauh dari gerai Baso Goreng Goki, ada Cortners yang spesialis menyajikan jajanan kaki lima modern. Di sini menjual beragam camilan dari hottang, waffle dengan es krim, crispy chicken sampai churros.

    Selain itu di sini ada menu andalannya yaitu Cempedak Goreng harganya Rp 23.000 saja sudah dapat cocolan gula aren yang legit. Oh ya, gorengan cempedak di sini digoreng dadakan jadi dijamin masih panas saat dimakan.

    3. Kedai Kue Cubit

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Bagi yang mau nostalgia dengan jajanan klasik dari era 90an, bisa ke Kedai Kue Cubit yang masih satu deretan dengan Cortners. Gerai ini menjual berbagai rasa kue cubit dengan topping kekinian seperti Nutella, Lotus Biscoff, Skippy dan masih banyak lagi.

    Kalau ingin cicip semua rasanya bisa coba Kue Cubit Mix isi 12 dengan aneka topping yang berbeda. Harganya Rp 35.000 per porsi, bisa pesan matang atau setengah matang.

    4. Gerobak Ku

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Kalau ingin makan kenyang dan hemat di dalam Old Shanghai, tak perlu khawatir di sini banyak makanan dengan harga terjangkau. Salah satunya kedai Gerobak Ku menawarkan rice bowl dengan lauk yang minimalis.

    Salah satunya ada menu Gohyong Asam Manis dengan nasi seharga Rp 25.000 yang mengenyangkan. Bisa juga pesan Ayam Jagung dengan Kentang goreng seharga Rp 25.000 yang tak kalah enak.

    5. Halo Meals

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Kalau masih belum kenyang, ada gerai Halo Meals yang memiliki menu unik dan berbeda dari yang lain. Di sini mengusung konsep rice bowl, tapi yang menarik menunya ada ayam goreng hitam yang menggunakan charcoal.

    Menu yang wajib dicoba ada Rice Bowl Matah (Rp 45.000), lalu ada camilan Cumi Hitam Crispy Balado (Rp 35.000) yang rasanya unik. Oh ya porsi kedua makanan ini juga royal dan bisa disantap untuk 1-2 orang lho.

    6. Teh Kotjok

    Ini 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old ShanghaiIni 6 Jajanan Kaki Lima Kekinian yang Enak di Old Shanghai Foto: detikFood

    Puas ngemil dan makan enak sambil keliling di Old Shanghai, waktunya menyegarkan dahaga dengan yang manis-manis. Di Old Shanghai ada gerai Teh Kotjok yang lagi hits dan diminati di sana.

    Menu Teh Kotjok dengan cincau dan buah leci ini harganya kisaran Rp 24.000 saja. Proses pembuatan teh yang dikocok membuat rasa manis cincau hingga lecinya menyatu dengan sempurna.

    Semua gerai makanan di Old Shanghai rata-rata beroperasi dari jam 10.00 – 21.30. Semua pembayaran sudah bisa menggunakan QRIS jadi aman kalau mau jajan di sini. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bukan Negeri China, Ini Old Shanghai di Jakarta Timur yang Asyik buat Ngonten



    Jakarta

    Butuh tempat foto dengan latar bangunan-bangunan khas Negeri Tirai Bambu? Atau butuh tempat baru yang memiliki banyak pilihan makanannya? Old Shanghai bisa jadi tujuan tersebut, tempat ini memiliki konsep yang unik dan bisa memberikan kesan yang menarik saat berkunjung ke sini.

    Berada di kawasan Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Old Shanghai jadi tujuan baru masyarakat Jakarta untuk berburu kuliner dengan nuansa khas China. Fasad bangunan-bangunan di kawasan itu menjadi daya tarik.

    Arsitektur ala bangunan tradisional China ini keren-keren, cocok untuk diabadikan dan di-upload di sosial media. Jika orang-orang tak tahu dengan tempat ini mungkin akan menyangka traveler sedang berada di daratan China sungguhan.


    Ketika pertama kali masuk akan disambut gapura megah nan tinggi menjulang dengan ornamen yang bertuliskan aksara China dan makhluk ikoniknya, naga. Di kedua sisi gapura ini juga terdapat mural-mural yang tak kalah memesona,

    Masih berada di area depan, pengunjung juga pastinya bakalan mengabadikan momen terlebih dahulu di gapura tersebut sebelum masuk lebih dalam dan mengeksplorasi setiap sudut di Old Shanghai ini. Berjalan melewati gapura tersebut, detikTravel pun makin terpukau dengan bangunan pagoda berwarna merah yang tepat berada sejajar dengan gapura.

    Tempat ini mengingatkan detikTravel dengan film-film kolosal yang kerap diperankan oleh Jet Li, saat berada di sini terasa kita masuk ke tempat kaisar-kaisar China zaman dahulu. Tak perlu mengeluarkan kocek yang mahal traveler akan serasa tengah berlibur berada di China.

    Selain bangunan-bangunan ikonik, di Old Shanghai Sedayu City juga terdapat beberapa patung. Salah satunya patung tinggi yang berada dekat pagoda, patung tersebut adalah Dewi Tian Shang Shen Mu atau Dewi Mazu yang merupakan dewi samudera.

    Old Shanghai Sedayu City Jakarta TimurOld Shanghai Sedayu City Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    “Satu hal yang juga menjadi sorotan di Old Shanghai yaitu pagoda dan Altar Dewi Mazu di area tengah-tengah Old Shanghai, di mana Altar Dewi Mazu juga dijadikan tempat ibadah di depan patungnya, kami siapkan dupa dan banyak pengunjung yang berdoa disitu,” kata Deputy Division Head Commercial Retail 1 Agung Sedayu Group, Jarenta Sinaga, kepada detikTravel, Rabu (19/6/2024).

    Masih banyak lagi bangunan-bangunan keren yang berada di Old Shanghai ini, lawasan yang berdiri seluas 14,515 meter persegi ini juga memiliki banyak tenant-tenant makanan. Ya memang tempat ini selain menyuguhkan keindahan suasana Kota Shanghai juga jadi spot kulineran warga sekitar.

    Dalam laman resmi Agung Sedayu Group, sebagai perusahaan yang membidani tempat ini, menyebut terdapat lebih dari 80 tenant kuliner. Untuk masyarakat muslim juga tenang karena di Old Shanghai juga banyak makanan-makanan halal.

    “Old Shanghai menyediakan banyak pilihan makanan non halal dan sekitar 70 persen kuliner di Old Shanghai merupakan kuliner halal,” keterangan di laman itu.

    Tak cukup dengan suasana dan sajian kulinernya, Old Shanghai juga memiliki supermarket yang juga bernuansa China. Old Shanghai memang masih terbilang muda sebagai sebuah destinasi karena baru tahun 2022 lalu tempat ini resmi beroperasi.

    Old Shanghai Sedayu City Jakarta TimurOld Shanghai Sedayu City Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

    Kendati masih baru tapi pamor tempat ini sudah begitu masyhur, terlihat dari video-video yang berseliweran di media sosial tenant Old Shanghai. Memang tak aneh bila tempat ini jadi magnet untuk para pembuat konten, tempat yang keren serta akses masuk yang mudah.

    “Banyak pengunjung yang gemar mencari spot foto yang instagramable dan aesthetic, seringkali juga banyak yang membuat konten vlog ala-ala di sini. Sehingga membuat kita menjadi bertambah exposure dan semakin banyak orang mengenal Old Shanghai,” kata Jarenta.

    Untuk bisa masuk ke kawasan ini tak dipungut biaya dan jika ingin berkunjung ke tempat ini, waktu yang pas adalah sore hari. Selain tak terlalu terik, keindahan tempat ini akan semakin meningkat ketika lampu-lampu mulai menyala.

    Ini semakin menggugah semangat untuk mengeksplor setiap ikon di Old Shanghai dengan latar bangunan khas China dan lampion-lampion menggantung yang semakin membuat foto jadi keren. Old Shanghai juga bisa didatangi setiap hari, mulai Senin-Jumat buka pada pukul 10.00-22.00 WIB dan Sabtu-Minggu mulai pukul 07.00 WIB sampai 23.00 WIB.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com