Tag: oleh-oleh jakarta

  • Roti Abon Tuna yang Viral Jadi Oleh-oleh Jakarta


    Jakarta

    Oleh-oleh khas Jakarta terbaru ada yang diburu banyak orang. Berupa sajian roti dengan isi dan topping abon yang rasanya gurih dengan tekstur lembut.

    Kreasi oleh-oleh Jakarta biasanya berupa aneka keripik atau makanan tradisional. Kini ada pilihan baru yang tentunya lebih menarik.

    Pilihan baru itu adalah varrian roti manis berupa roti abon dari merek Botuna. Botuna ini sendiri memiliki bakery mungil di area rumah pemiliknya.


    Botuna Bakehouse ini menjadi andalan banyak orang yang sedang mencari oleh-oleh khas Jakarta. Tak heran kalau Botuna nbelakangan ini viral.

    Usaha Roti Sejak 2020

    Botuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas JakartaBotuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas Jakarta Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Joshua, pemilik dari Botuna Bakehouse menjelaskan kalau usaha ini sudah berjalan sejak 2020. “Mulainya online 2020 pas pandemi. Habis itu kita baru buka store offline 1 bulan yang lalu,” jelasnya kepada detikFood (11/6).

    Berawal dari hobi sang ibu yang suka membuat aneka kue dan roti, Joshua mengembangkannya. Awalnya Botuna Bakehouse ini berupa usaha rumahan yang ditawarkan online. Namun, semakin disukai banyak orang akhirnya memutuskan untuk membuka toko di depan rumahnya.

    “Resepnya ini dari ibu, emang suka bikin roti dan kue. Dulu itu hobi doang, cuma kasih ke teman dan saudara. Ternyata pada suka, tapi nggak semua jenisnya kita jual, hanya mengambil roti abon saja,” ungkap Joshua.

    Incar Pasar Oleh-oleh Jakarta

    Botuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas JakartaBotuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas Jakarta Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Oleh-oleh khas Jakarta biasanya hanya berkisar antara keripik, dodol, hingga akar kelapa. Oleh karena itu, Joshua mengincar pasar oleh-oleh dalam menawarkan roti abon buatan sang ibu.

    “Kami memang mengincar pasar oleh-oleh Jakarta. Tapi, kita buat konsepnya ala rumahan,” kata Joshua.

    Pada laman Instagram @botunabakehouse juga ditekankan kalimat ‘Oleh Oleh Jakarta’. Ternyata memang terbukti bisa menjadi oleh-oleh Jakarta yang populer belakangan ini.

    Selain membeli oleh-oleh roti abon itu, pelanggan juga bisa mengintip proses pembuatannya. Kaarena, area belakang kasirnya langsung ke dapur produksi.

    Roti Abon Tuna yang Gurih

    Botuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas JakartaBotuna Bakehouse: sajikan roti abon tuna untuk oleh-oleh khas Jakarta Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Oleh-oleh Jakarta ini dinamakan Botuna karena singkatan dari varian rasa salah satu rotinya. Yaitu Abon Tuna yang disingkat menjadi Botuna.

    Roti dengan varian abon tuna ini memiliki cita rasa yang super gurih. Meskipun menggunakan abon dari ikan tuna, tak ada aroma amisnya.

    Selain abon tuna, ada juga campuran mayones yang agak manis, saus sambal di atasnya, peterseli kering, dan biji wijen hitam. Mayonesnya tidak berlebihan cukup membuat abon lembap teksturnya.

    Namun, ketika mencicipi rotinya, kami bisa merasakan ada sensasi agak pedas dan hangat di setiap gigitannya. Rasa pedasnya ini berasal dari lada hitam.

    Roti Abon ‘Golden Floss’

    Selain menu andalan mereka, ada juga varian golden floss. Varian ini terbuat dari topping abon sapi dan ayam. Sayangnya, saat kami membelinya tak kebagian abon ayamnya.

    Untuk roti Golden FLoss rasa sapi, toppingnya cukup memuaskan selera. Karena isinya termasuk banyak. Ditambah lagi tekstur roti yang empuk.

    Hanya saja, isi mayonesnya tak begitu melimpah. Jadi, tekstur roti tak terlalu empuk. Abon sapinya juga tak begitu istimewa, karena bukan buatan sendiri.

    Untuk harga semua menu Botuna Bakehouse terbilang tinggi. Varian Abon Tuna dibanderol Roti 95.000, sedangkan Golden Floss seharga Rp 80.000 per boksnya.

    Selain datang langsung ke gerainya, roti abon ini juga dapat dipesan melalui kontak WhatsApp atau e-commerce.

    Botuna Bake House

    Jalan Kartini Raya No.5,
    Pasar Baru, Jakarta Pusat
    Jam buka: 08.30 – 17.00 WIB
    Instagram @botunabakehouse

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Dulu Gerobakan, Kini Pusat Oleh-oleh Jakarta Terlengkap



    Jakarta

    Oleh-oleh khas Jakarta bisa didapatkan di sini. Di Betawi Online Gallery.

    Toko oleh-oleh Betawi Online Gallery berada di Jalan Setu Babakan No.41, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terdapat 650 macam oleh-oleh khas Betawi di sini. Sebanyak 50 di antaranya merupakan produksi Betawi Online Gallery.

    Mulai dari boneka ondel-ondel mini berukuran 30 cm, bando, gantungan kunci, topeng, mainan kayu tradisional, hingga alat makan jadul.


    Berbagai jenis makanan dan minuman khas Betawi juga bisa ditemukan di sini, seperti bir pletok, kembang goyang, biji ketapang, dodol, dan lain-lain.

    Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

    Harganya pun murah meriah, mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 35 ribu sesuai dengan berat per kemasannya. Kemasan dari oleh-oleh makanan di sana dibuat menarik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan atau hampers.

    “Kita juga punya olahan makanan yang namanya Dapur Mpok Memey itu kita punya kita sendiri. Itu kita produksi sendiri, kita branding, ini kan packaging nya oke. Jadi misal wisatawan buat dibawa keluar kota atau keluar negeri ini bagus, lebih menarik. Ini harga 15ribu sampai 35ribu tergantung ukuran,” kata Ardi, pemilik Betawi Online Gallery.

    Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

    Tak hanya itu, di Betawi Online Galeri traveler juga bisa membeli printilan dari pakaian adat Betawi. Mulai dari Kebaya encim, kain batik betawi, cukin, hingga pangsi ada di sini.

    Menurut Ardi, pembelian seragam khas Betawi ini selalu melonjak setiap tahunnya, terutama menjelang hari ulang tahun Jakarta.

    Sebagai pusat oleh-oleh Jakarta, ondel-ondel jadi salah satu yang tak boleh terlewatkan. Betawi Online Gallery juga memproduksi sendiri berbagai jenis dan ukuran ondel-ondel.

    Pembeli juga bisa request tinggi, mimik muka, ataupun pakaian yang dipakai ondel-ondel di sini. Berkat kualitas tinggi yang dihasilkannya, ondel-ondel dari Betawi Online Gallery telah berhasil menembus pasar internasional.

    “Kalau penjualan online kita pasti Indonesia ya dari Sabang sampai Merauke. Terus kalau dari online juga luar negeri kita juga pernah kirim. Banyak kok barang-barang kita yang udah ke Belanda, Hong Kong, Jerman, Spanyol, Finlandia. Ondel-ondel kita ada di kedutaan besar Finlandia, terus waktu itu ada juga museum budaya di Spanyol beli ondel-ondel 30cm dari kita, kita kirim,” kata Ardi.

    Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

    Uniknya, di sini juga di jual berbagai jenis olahan minuman tradisional betawi yang dikemas lebih modern. Yaitu bir pletok rasa lemon dengan nama ‘Lemontok’.

    Rasanya unik dengan sensasi segar dari buah lemon. Meski begitu, cita rasa khas dari bir pletok seperti secang dan jahe tetap terasa.

    Selain itu juga tersedia berbagai minuman dengan nama unik lainnya, seperti minuman soda rasa leci dengan nama ‘Rasa Yang Pernah Ada’. Menurut Ardi, minuman dengan konsep unik ini justru laris di pasaran.

    “Iya itu buat perkembangan zaman ngikutin lidah konsumen saat ini. Itu laku malah, rasanya seger. Pembeli grosir juga bisa beli di sini, harga lebih murah karena jatuhnya kita itu distributor,” tutur Ardi.

    Tak perlu khawatir Betawi Online Gallery menyediakan berbagai pilihan pembayaran yang memudahkan para pengunjung, seperti tunai, Qris, ataupun debit.

    Toko itu juga menyediakan layanan online shopping bagi Anda yang ingin berbelanja tanpa harus datang ke toko. Traveler dapat mengunjungi akun marketplace Betawi Online Gallery untuk melihat-lihat produk dan melakukan pemesanan.

    Betawi Online Gallery itu bermula dari bisnis gerobakan pada 2015. Kini Betawi Online Gallery telah memiliki empat ruko yang tersebar di kawasan perkampungan Betawi Setu Babakan.

    “Awalnya tuh saya jualannya tuh kaki lima tahun 2015 di bantaran Setu Babakan, 2016 rame akhirnya punya toko. Terus pas jamannya covid banyak toko-toko di sini tutup. Akhirnya satu-satu kita sewa, nambahlah sampe ke 4 toko di depan sini sampe ke belakang. Terus tahun 2019 sampai 2020-an kita ada lagi sewa di depan lagi toko yang lumayan besar nah di situ kita mulai produksi sendiri,” kata Ardi.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com