Tag: oli

  • Tips Membersihkan Noda Oli Pada Baju



    Jakarta

    Noda oli pada baju memang lumayan sulit untuk dibersihkan. Memang tak jarang ketika sedang membetulkan mobil atau motor sendiri, oli suka menempel pada baju.

    Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara menghilangkan noda oli dengan cepat agar kembali kinclong. Mengutip dari Info Kost, Rabu (6/12/2023), berikut tips membersihkan noda oli pada baju. Yuk! Simak pembahasan berikut.

    Tips Membersihkan Noda Oli Membandel Pada Baju


    Meskipun noda oli di baju sepertinya sulit untuk dihilangkan, sebenarnya ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk menghilangkan noda tersebut dengan cepat dan efektif. Berikut cara dan bahan-bahan pembersihnya.

    1. Deterjen Cair

    Deterjen cair menjadi senjata ampuh sebagai cara menghilangkan noda oli di baju. Caranya simpel banget, nih. Pertama, basahi area yang terkena noda oli dengan air dingin.

    Lalu, tuang deterjen cair langsung ke noda oli dan gosok-gosok perlahan dengan jari. Biarkan selama beberapa menit sebelum dicuci seperti biasa. Deterjen cair akan membantu melonggarkan noda oli yang membandel.

    2. Taburkan Tepung Jagung

    Tepung jagung atau pati jagung tak cuma buat bahan masakan, tapi juga bisa jadi penyelamat untuk noda oli di baju. Caranya gampang banget. Taburkan tepung jagung atau pati jagung di atas noda oli dan diamkan beberapa menit sampai menyerap oli.

    Setelah itu, gosok-gosok perlahan untuk mengangkat serbuk jagung dan noda oli. Bersihkan juga dengan cairan pembersih atau deterjen cair, lalu cuci baju seperti biasa.

    3. Gunakan Pasta Gigi

    Tak hanya digunakan untuk membersihkan gigi dan membuat napas jadi segar. Tapi siapa sangka, pasta gigi juga punya kemampuan menghilangkan noda oli yang bandel, lho!

    Oleskan pasta gigi ke area baju yang terkena noda oli dan gosok perlahan menggunakan sikat gigi bekas. Biarkan selama beberapa menit sebelum mencuci baju seperti biasa. Hasilnya, noda oli yang bikin kesel bakal hilang dengan mudah.

    4. Baking Soda

    Baking soda, benda ajaib yang punya banyak manfaat. Salah satunya adalah menghilangkan noda oli di baju. Caranya gampang kok! Campurkan baking soda dengan air hingga membentuk pasta. Oleskan pasta ini ke noda oli di baju dan diamkan sekitar 30 menit. Kemudian, gosok perlahan menggunakan sikat gigi bekas sebelum mencucinya dengan deterjen cair. Noda oli pun bakal menghilang tanpa bekas.

    5. Minyak Tawon

    Minyak tawon juga bisa jadi pilihan untuk menghilangkan noda oli. Cukup celupkan kapas ke dalam minyak tawon, lalu tepuk-tepuk lembut pada noda oli. Jadi, tak perlu diusapkan pada bekas noda oli. Setelah itu, bersihkan baju dengan deterjen cair sebelum mencuci seperti biasa. Minyak tawon akan membantu mengatasi noda oli yang menantang.

    6. Cuka

    Cuka bisa jadi bahan pembersih yang ampuh. Rendam area baju yang terkena noda oli ke dalam cuka selama 1 jam.

    Kemudian, gosok perlahan menggunakan sikat gigi bekas sebelum mencuci dengan deterjen cair. Selain menghilangkan noda oli, cuka putih juga bisa membantu mengembalikan baju kembali kinclong.

    Lalu, taburkan deterjen bubuk langsung ke noda oli dan gosok-gosok perlahan dengan jari. Biarkan beberapa menit sebelum mencuci baju seperti biasa. Deterjen bubuk akan membantu mengangkat noda oli secara efektif.

    Demikian tips membersihkan noda oli pada baju. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Ampuh Membersihkan Noda Bekas Oli di Lantai Garasi


    Jakarta

    Tak jarang motor atau mobil mengalami kebocoran oli, alhasil menimbulkan noda bekas oli pada lantai garasi. Jika noda bekas oli tidak segera dibersihkan akan melekat dan menjadi kerak.

    Hal tersebut membuatnya sulit untuk dibersihkan dari lantai keramik garasi. Maka dari itu, sebelum noda oli mengering, kamu perlu segera membersihkannya. Namun, bagaimana jika noda bekas oli sudah berkerak di lantai garasi?

    Kamu tak perlu khawatir sebab terdapat bahan ampuh yang dapat membersihkan noda bekas oli pada lantai seperti yang dikutip dari Mulia Ceramics, Rabu (17/1/2024). Berikut penjelasan lengkapnya.


    1. Bedak Bayi

    Bedak bayi ada juga disebut talcum powder adalah tak cuma digunakan untuk menyerap keringat. Kamu bisa campurkan bedak tabur dan noda minyak sedikit, untuk membersihkan tumpahan oli.

    Taruh bedak dan minyak pada noda bekas oli, setelah sekitar 10-15 menit, bedak akan menyerap sebagian besar noda oli dari ubin keramik.

    Selanjutnya, kamu bisa menggunakan sapu atau tisu untuk membersihkan residu bedak yang sudah menyerap minyak/ oli.

    Perlu diingat ya, penggunaan bedak badan sebagai pembersih noda oli lebih cocok untuk mengatasi tumpahan oli yang sedikit. Namun, kalau tumpahan oli cukup banyak sebaiknya gunakan bahan lain.

    2. Sabun Pencuci Piring

    Selain ampuh untuk menghilangkan sisa lemak dan minyak pada piring, sabun cuci piring dapat digunakan untuk membersihkan noda bekas oli pada lantai garasi.

    Tuangkan cairan sabun pencuci piring ke permukaan lantai keramik yang terkena noda. Tunggu 10-15 menit lalu gosok dengan kain pel atau sikat. Lalu gosok noda memakai kain pel dan bilas lantai memakai air bersih.

    3. Gunakan Pasir Halus

    Mirip dengan bedak bayi, Pasir bisa jadi bahan yang bisa menyerap noda oli agar tidak meluber kemana-mana. Pasir juga ampuh untuk menghilangkan noda bekas oli yang banyak.

    Taburkan pasir hingga menutup seluruh noda tumpahan oli. Tunggu 10 – 15 menit agar serbuk pasir atau tanah bisa menyerap sebanyak mungkin noda minyak.

    4. Aseton dan baking soda

    Cara menghilangkan oli di keramik teras atau garasi berikutnya adalah memakai aseton dicampur baking soda. Aseton merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menghapus kuteks, cairan ini juga digunakan sebagai bahan pelarut cat, lilin, resin, plastik, dan lem. Sifat aseton juga dapat melarutkan minyak akan membantu menghilangkan noda oli secara cepat.

    Buatlah campuran aseton dan baking soda perbandingan 1:1. Misalnya, 5 sendok baking soda dan 5 sendok aseton, dicampur hingga menyerupai adonan pancake atau adonan roti.

    Selanjutnya, terapkan adonan aseton dan baking soda sampai menutupi seluruh permukaan noda oli tersebut. Biarkan noda oli nya meresap dengan campuran ini selama 24 jam hingga kering. Kemudian, gunakan alat pengikis seperti scraper atau pisau kecil untuk mengerik/ mengikis campuran tersebut.

    5. Tanah Liat

    Tanah liat dapat digunakan untuk menghilangkan oli yang tercecer di lantai keramik. Kamu dapat menggunakan tanah liat yang sudah dicampur sedikit air, lalu terapkan hingga menutupi seluruh tumpahan oli di lantai.

    Biarkan beberapa menit hingga mengering agar menyerap sebanyak mungkin noda oli. Bila perlu biarkan semalaman. Setelah kering, gosok dan bersihkan memakai sapu lidi atau sapu biasa. Selanjutnya, kamu bisa mengepel lantai seperti biasa.

    Demikian 5 bahan ampuh untuk membersihkan noda bekas oli di lantai garasi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Noda Oli dari Lantai Beton Garasi


    Jakarta

    Garasi kendaraan, adalah salah satu bagian rumah yang paling sering ditelantarkan dan tidak dijaga kebersihannya, terutama pada bagian lantainya.

    Sering kali lantai garasi di rumah diabaikan dan ditelantarkan begitu saja, biasanya alasan mereka menelantarkannya adalah karena lantai garasi memang dibuat untuk sering dikotori, baik itu oleh debu dan tanah yang dibawa oleh kendaraan dari luar, atau minyak dan grease (gemuk) yang menetes dari kendaraan.

    Namun, ada hal yang perlu kamu ketahui. Walaupun garasi dibuat sebagai tempat kotor, kamu juga wajib untuk menjaga kebersihannya.


    Selain agar tidak menjadi sarang penyakit, membersihkan lantai garasi juga ditujukan untuk membantu mengurangi potensi kecelakaan ketika kamu sedang beraktivitas di dalam garasi tersebut.

    Pasalnya, lantai garasi yang kotor dan berminyak bisa berpotensi membuat kamu tergelincir. Hal tersebut tentunya sangat berbahaya, apalagi garasi juga biasanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat dan beda metal yang keras. Oleh karena itu, kamu harus rajin untuk membersihkan lantai garasi di rumah kamu.

    Cara membersihkan lantai garasi juga berbeda dengan cara membersihkan lantai di dalam rumah kamu, apalagi kalau lantai garasi kamu menggunakan lantai beton. Bila kamu penasaran, ayo kita simak bersama caranya di bawah ini.

    Cara Membersihkan Lantai Beton Garasi

    Dikutip dari rd.com, cara membersihkan lantai beton garasi yang kotor oleh minyak dan gemuk tentunya berbeda dengan membersihkan lantai di dalam rumah kamu.

    Alat dan bahan

    – Penyedot debu atau sapu

    – Cuka putih atau pembersih noda karat

    – Pembersih gemuk atau minyak (degreaser)

    – Cairan pembersih

    – Sikat kasar

    – Ember dan air bersih

    Tambahan alat (bila memiliki): Pressure washer

    Langkah:

    1. Bersihkan debu dan tanah pada lantai garasi dengan sapu atau penyedot debu.

    2. Setelah bersih, cek bila ada noda karat atau noda minyak pada lantai garasi kamu. Bila ada noda karat, gosok noda tersebut menggunakan cuka putih atau produk pembersih noda karat.

    3. Untuk noda minyak atau gemuk, gunakan degreaser sesuai dengan tata cara penggunaan pada kemasan produk tersebut, lalu biarkan selama 20 menit.

    4. Setelah 20 menit, sikat lalu bilas noda tersebut dengan air bersih.

    5. Setelah semua noda pada garasi bersih, selanjutnya sikat seluruh lantai garasi menggunakan cairan pembersih.

    6. Setelah bersih, bilas seluruh lantai dengan air bersih, lalu keringkan.

    Tambahan: Bila kamu memiliki alat pressure washer, kamu bisa coba menggunakannya untuk membersihkan lantai beton garasi kamu. Karena beton memiliki banyak pori-pori, terkada,g noda minyak dan tanah masuk ke dalam pori-pori beton tersebut.

    Itu dia cara untuk membersihkan lantai beton di garasi rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Ini Bahaya Menghidupkan Kulkas Setelah Dipindahkan


    Jakarta

    Kulkas yang baru saja sampai rumah dan dibuka dari kemasan tidak bisa langsung dipakai. Sebagai alat pendingin, kulkas memerlukan waktu dan didiamkan.

    Hal ini juga berlaku bagi kulkas yang digeser cukup jauh atau yang diangkat. Setiap guncangan pada kulkas terutama yang terjadi cukup lama dan sering dapat berpengaruh pada kinerja mesin sehingga tidak boleh langsung dinyalakan.

    Alasannya adalah guncangan yang terjadi pada kulkas menyebabkan bagian oli kompresornya bergerak dan perlu menyesuaikan kembali. Gambarannya seperti hiasan bola salju yang di dalamnya terdapat cairan dan butir-butir bak salju. Setelah diguncang, semua hiasannya dapat kembali ke bentuk semula setelah didiamkan.


    Oli kompresor sendiri fungsinya cukup penting bagi kulkas, yakni sebagai pendingin dan pelumas. Menurut situs Domex, oli kompresor adalah zat yang diperlukan untuk melumasi dan mendinginkan bagian mana pun yang menjadi panas di dalam kulkas. Tanpa oli kompresor, kulkas, dan freezer bisa cepat rusak dan beberapa suku cadang di dalam kulkas harus sering diganti karena rusak.

    Kulkas yang terguncang hebat lalu langsung dinyalakan dapat menyebabkan kebocoran kompresor kulkas. Akibatnya adalah kulkas akan lebih lama untuk dingin. Selain itu, oli kompresor yang bocor juga bisa menyebabkan sirkulasi pada freon terganggu. Sebagai informasi sirkulasi freon adalah senyawa kimia yang berguna untuk menyerap suhu panas dan mengubahnya menjadi suhu dingin di dalam kulkas.

    Waktu yang Tepat Menyalakan Kulkas

    Waktu yang tepat untuk menyalakan kulkas perlu disesuaikan dengan spesifikasi kulkas. Ketika membeli kulkas bisa ditanyakan kepada pihak produsen atau penjual. Umumnya, waktu yang aman untuk kembali menyalakan kulkas adalah setelah 24 jam. Oli kompresor dipastikan sudah kembali ke tempat semula.

    Cara Memindahkan Kulkas yang Benar

    Bagi kamu yang hendak pindahan rumah dan ingin membawa kulkas dengan aman sampai ke rumah baru. Menurut situs findamover.com berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

    1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
    2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
    3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
    4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
    5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

    Itulah penjelasan kenapa kulkas yang baru dibeli tidak boleh langsung dinyalakan, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Heboh Mending Beli Seblak daripada Ganti Oli, Padahal Ini Pentingnya



    Jakarta

    Di media sosial telah menjadi sorotan anggapan pemilik sepeda motor tentang ganti oli. Ada pemilik motor terutama wanita yang menyepelekan servis atau ganti oli mesin secara rutin.

    Mereka menganggap ganti oli mesin tidak penting dan cuma trik marketing pihak bengkel. Bahkan, ada yang bilang mendingan uangnya untuk beli seblak ketimbang ganti oli motor.

    Padahal, ganti oli menjadi perawatan sederhana yang perlu dilakukan pemilik motor secara rutin. Pada periode atau jarak tertentu, oli harus diganti agar kualitasnya tetap terjaga dan membuat mesin tetap awet dan prima. Sebab, oli punya peranan vital dalam merawat serta menjaga kinerja mesin yang menjadi jantung pacu dari sepeda motor.


    “Pada beberapa kondisi, masih dijumpai pemilik sepeda motor yang abai dalam melakukan penggantian oli secara rutin sesuai buku petunjuk manual servis yang
    dikeluarkan oleh pabrikan. Hal ini kemudian berimbas pada performa motor yang menjadi tidak optimal sehingga mengganggu kenyamanan mereka pada saat berkendara. Berkaca dari kondisi tersebut, maka Yamaha merasa perlu membagikan informasi perihal manfaat dari penggantian oli secara rutin, agar pengguna sepeda motor dapat lebih teredukasi dan bijak dalam merawat kendaraannya,” kata Agung Budi Raharja, General Manager Part Operation Division, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg dikutip dari siaran persnya.

    Setidaknya ada tiga hal penting yang bisa didapat dari mengganti oli secara rutin. Berikut ulasannya.

    1. Suhu Mesin Terjaga dan Performa Motor Optimal

    Salah satu manfaat rutin mengganti oli adalah suhu mesin yang terus terjaga. Pasalnya, oli memiliki fungsi untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin guna
    meminimalisir suhu panas berlebih akibat gaya gesek saat mesin sedang bekerja.

    Jarang mengganti oli berisiko membuat volume oli di dalam mesin berkurang, tekstur menjadi encer, dan oli lama menjadi kotor pekat. Jika terus dibiarkan kondisi ini
    membuat kinerja mesin terganggu seperti menimbulkan suara kasar dan masalah overheat (terlalu panas), yang menyebabkan tarikan motor menjadi tidak bertenaga.

    2. Komponen Mesin Lebih Awet, Hemat Biaya Servis

    Manfaat lain dari rutin mengganti oli adalah dapat membuat masa pakai mesin menjadi lebih awet. Hal ini dikarenakan fungsi oli yang melumasi secara maksimal dapat mencegah komponen-komponen menjadi lebih cepat aus akibat minim gaya gesek, melindunginya dari korosif atau karat dan juga membersihkan ruang mesin dari serpihan-serpihan kotoran saat mesin bekerja. Dengan demikian biaya servis pun menjadi lebih hemat karena mesin terhindar dari kerusakan berat.

    3. Hemat Bahan Bakar

    Kendaraan yang rutin mengganti oli mesin memiliki performa dan tarikan yang jauh lebih baik. Hal ini berimbas kepada konsumsi bahan bakar bensin yang lebih efisien. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan yang rajin ganti oli juga lebih rendah, sehingga lebih ramah lingkungan.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Tertipu! Ini 5 Cara Mudah Membedakan Oli Asli dan Palsu


    Jakarta

    Penjualan oli palsu ternyata masih marak terjadi di berbagai tempat. Hal ini tentu sangat merugikan para pengendara yang ingin mengganti oli mesin.

    Dengan iming-iming harga yang lebih murah, hal ini membuat sejumlah masyarakat terkecoh dan akhirnya memilih oli palsu. Padahal, penggunaan oli palsu dapat memicu kerusakan mesin karena oli tersebut bisa saja bekas pakai dari kendaraan lain.

    Namun jangan khawatir, sebab ada sejumlah cara untuk membedakan antara oli asli dan palsu. Lantas, bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

    Mengganti oli mesin secara berkala dapat menjaga kondisi mesin kendaraan agar selalu prima. Namun, ada sejumlah oknum di berbagai bengkel tidak resmi yang menjual oli palsu kepada konsumen.

    Sebagai pemilik kendaraan, tentu kamu harus jeli dan mengecek apakah oli yang dipakai merupakan asli atau justru palsu. Dilansir situs Auto2000, berikut cara mudah membedakan oli asli dan palsu.

    1. Cek Nomor Produksi di Botol Oli

    Cara yang pertama adalah mengecek nomor produksi dalam kemasan oli. Pada umumnya, nomor produksi akan tertera pada tutup dan botol kemasan.

    Coba bandingkan nomor produksinya, apakah yang tertulis di tutup dan botol sama? Jika iya, maka dapat dipastikan bahwa oli tersebut asli. Namun jika berbeda maka sudah pasti oli tersebut palsu.

    2. Cek Segel Kemasan di Botol Oli

    Untuk lebih memastikan lagi, cobalah cek pada botol kemasan oli apakah masih tersegel dengan benar atau tidak ada segel sama sekali. Sebab, segel tersebut hanya dapat dibuat menggunakan mesin di pabrik, jadi tak bisa ditiru oleh oknum pembuat oli palsu.

    3. Lihat Label dan Hologram di Botol Oli

    Cara selanjutnya adalah melihat label dan hologram yang tertempel di botol kemasan oli. Sebagai perbandingan, oli asli memiliki cetakan label yang kualitasnya baik, sehingga saat menyentuh cetakan labelnya akan terasa timbul.

    Lain halnya dengan oli palsu, di mana cetakan labelnya memiliki kualitas rendah dan terlihat kusam. Namun, para oknum sering mengakalinya dengan menggunakan botol oli asli yang bekas pakai, tetapi isinya telah diganti dengan oli palsu.

    Untuk itu, cek juga hologram yang terdapat pada botol oli. Oknum yang menjual oli palsu biasanya tidak menyertakan hologram atau hologram yang ditempel terlihat palsu.

    4. Muncul Bau Aneh

    Salah satu tanda-tanda oli palsu adalah mengeluarkan bau yang aneh. Memang, oli asli tidak memiliki aroma yang wangi layaknya parfum, namun setidaknya aromanya masih wajar dan tidak menyengat di hidung.

    Sedangkan oli palsu mengeluarkan bau yang aneh dan tidak sedap. Hal ini lantaran oli telah dicampur dengan bahan-bahan lain atau menggunakan oli bekas kendaraan yang baru diganti.

    5. Warna Oli

    Cara yang terakhir membedakan antara oli asli dan palsu adalah dengan melihat warna oli. Untuk oli asli memiliki warna kuning cerah layaknya minyak goreng baru. Lalu, oli asli berkualitas baik juga sedikit kental.

    Lain halnya dengan oli palsu, yang mana warnanya cenderung cokelat dan hitam karena bekas pemakaian. Selain itu, oli palsu juga terlihat lebih encer.

    Itu dia lima cara mudah membedakan antara oli asli dan palsu. Semoga artikel ini dapat membantu detikers agar lebih teliti saat membeli oli mesin, baik membelinya secara langsung atau lewat online.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Perbedaan Oli Mesin dan Oli Gardan pada Motor Matic


    Jakarta

    Oli punya fungsi krusial pada sepeda motor matic. Namun, detikers perlu tahu bahwa ada dua jenis oli yang dipakai pada skutik, yakni oli mesin dan oli gardan.

    Keduanya memiliki fungsi utama yang sama, yakni sebagai pelumas dan pelindung komponen di motor matic. Akan tetapi, kedua oli tersebut memiliki cara kerja yang berbeda.

    Lantas, apa perbedaan antara oli mesin dan oli gardan? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Oli Mesin

    Mengutip laman Astra Honda Motor, oli jenis ini berfungsi sebagai pelumas untuk komponen mesin. Hal ini membantu meminimalisir gesekan sekaligus membuat tarikan lebih ringan, sehingga mesin dapat bekerja secara optimal.

    Nah, oli mesin terbagi lagi ke dalam dua jenis sesuai sertifikasi JASO (Japanese Automotive Standards Organization), yakni JASO MA dan JASO MB.

    JASO MA digunakan pada sepeda motor kopling basah (komponen kopling yang terendam oli mesin) seperti motor sport dan cub. Sedangkan JASO MB dipakai untuk sepeda motor kopling kering (komponen kopling tidak terendam oli mesin) seperti pada motor matic.

    Lalu, oli mesin juga memiliki standar kekentalan yang bertuliskan kode SAE atau Society of Automotive Engineer. Kode tersebut merupakan standar indeks kekentalan oli secara global.

    Standar lainnya pada oli mesin adalah API (American Petroleum Institute). Institusi ini mengatur penetapan kualitas tingkat kemampuan oli untuk menjaga performa mesin, sehingga spesifikasi oli yang dipilih sesuai dengan jenis sepeda motor.

    Oli Gardan

    Oli gardan atau disebut oli transmisi berfungsi sebagai pelumas pada bagian transmisi motor matic. Selain melindungi, oli gardan juga mengoptimalkan kinerja komponen Continuously Variable Transmission (CVT), seperti gear, roller, dan bearing.

    Oli gardan dirancang untuk melumasi gear ratio pada sistem transmisi yang bekerja dalam kecepatan tinggi dan menerima beban torsi besar. Dengan begitu, komponen jadi nggak mudah aus akibat terjadi gesekan.

    Kapan Harus Mengganti Oli Mesin dan Oli Gardan?

    Masih banyak pemilik motor matic yang bingung kapan harus mengganti oli mesin dan oli gardan. Alhasil, mereka lupa untuk mengganti oli dan menyebabkan mesin jadi rusak.

    Sebenarnya, detikers wajib mengutamakan penggantian oli mesin terlebih dahulu yang dilakukan setiap 1.500 km sampai 2.000 km atau 2 bulan sekali. Bila kamu menggunakan sepeda motor setiap hari dengan jarak cukup jauh, kemungkinan besar bisa sebulan sekali mengganti oli mesin.

    Sementara itu, untuk penggantian oli gardan dapat dilakukan pada interval 8.000 km sampai 10.000 km sekali. Atau lebih mudahnya, detikers bisa menerapkan sistem 2:1. Jadi, setelah 2 kali penggantian oli mesin baru setelah itu servis selanjutnya turut mengganti oli gardan.

    Itu tadi pembahasan mengenai perbedaan oli mesin dan oli gardan serta kapan harus mengganti kedua jenis oli tersebut. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Ciri Oli Gardan Motor Harus Diganti, Jangan Sampai Terlambat


    Jakarta

    Oli gardan menjadi salah satu jenis oli yang dibutuhkan pada motor dan mobil matic selain oli mesin. Pelumas ini dibutuhkan untuk melicinkan komponen transmisi otomatis. Jadi, ketika saling bergesekan tidak ada komponen yang cepat rusak.

    Motor manual mungkin hanya memerlukan oli mesin, tapi motor matic membutuhkan oli gardan yang harus diganti dengan rutin. Ketahui ciri-ciri oli gardan motor yang harus diganti berikut ini.

    Ciri-ciri Oli Gardan Motor Harus Diganti

    Penggantian oli gardan sendiri lebih lama dibandingkan oli mesin. Oli ini butuh waktu yang lama diganti, sebab tak mudah rusak terpengaruh panas seperti oli mesin. Namun, pemilik kendaraan tidak boleh lupa dalam mengganti oli gardan. Sebab, jika oli gardan sudah harus diganti akan muncul tanda-tanda berikut:


    1. Muncul Suara Bising

    Ketika oli gardan motor matic habis dan perlu diganti, akan terdengar suara bising yang cukup mengganggu dari arah box CVT. Mengutip laman Suzuki, adapun letak dari box CVT adalah di gardan atau roda belakang.

    Suara bising yang timbul disebabkan karena fungsi oli gardan sebagai penggerak transmisi otomatis sudah tidak kental atau mulai terlihat encer.

    Saat daya lumas oli gardan berkurang, otomatis gesekan antar komponen transmisi dalam box gardan tidak terlumasi dengan baik. Hal ini lah yang menimbulkan suara bising.

    2. Kendaraan Terasa Lebih Bergetar

    Tak hanya suara bising, saat oli gardan perlu diganti, motor akan terasa bergetar di bagian bodi dan stangnya. Bahkan, pada kondisi halus, getaran akan terasa lebih kencang.

    Kalau ingin memastikan apakah getaran tersebut disebabkan oleh kerusakan akibat oli, kamu bisa mencoba melewati jalan turunan. Sebab, saat melalui jalan menurun, getaran akan semakin kencang.

    Hal ini terjadi karena gardan yang menahan beban dari motor sudah tidak bekerja lagi. Tentunya disebabkan karena oli yang tidak mampu melumasi dengan baik.

    Ciri selanjutnya adalah performa kendaraan terasa semakin menurun. Contohnya, akselerasi yang berjalan lambat atau kecepatan maksimum yang semakin terbatas.

    4. Suhu Gardan Meningkat

    Suhu gardan yang meningkat atau overheating juga menjadi ciri dari oli gardan yang perlu diganti. Hal tersebut disebabkan karena gardan tidak mendapat pelumasan dengan baik. Sehingga timbul gesekan antara komponen yang ada dan meningkatkan suhu hingga overheating.

    5. Oli Gardan Terkontaminasi

    Saat oli gardan terkontaminasi, kinerja mesin menjadi terganggu. Untuk motor matic, tingkat kekentalan oli gardan harus berkisar antara 140 atau SAE 90.

    Lama kelamaan seiring pengoperasian kendaraan matic, tingkat kekentalan pada oli gardan akan semakin berkurang dan terkontaminasi. Hal ini menjadi pertanda bahwa oli gardan habis dan harus segera diganti.

    6. Bau yang Menyengat

    Jika muncul bau menyengat seperti gosong ketika menyalakan motor, maka itu berarti oli gardan harus diganti. Menurut laman Planet Ban, bau tersebut dikarenakan panas yang berlebih atau kotoran yang mengendap dalam CVT.

    7. Perubahan Konsistensi Oli

    Ketika kualitas oli menurun, maka konsistensi teksturnya akan berubah. Adapun cara mengetahuinya yaitu dengan memasukkan obeng 15 cm ke bagian belakang CVT. Cek kondisi oli yang menempel pada obeng.

    Apabila oli encer, berbusa, serta ada endapan kerak di dalamnya, maka oli perlu diganti. Sebab, oli sudah tercampur dengan kotoran dan busa merusak komponen mesin. Pastikan obeng yang dipakai dalam keadaan kering.

    Kapan Oli Gardan Harus Diganti?

    Menurut wawancara detikOto sebelumnya dengan Technical Specialist PT. Pertamina Lubricants (PTPL), Brahma Putra Mahayana, pada penggunaan normal, oli transmisi atau oli gardan motor sebaiknya diganti setiap 12.000 km atau 12 bulan sekali. Jika pemakaian berat atau motor selalu dipakai jarak jauh, maka lebih baik jika durasinya dipercepat.

    “Coba ganti dengan perbandingan 2:1. Penggantian oli transmisi dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin,” kata Brahma.

    Itulah tujuh ciri-ciri oli gardan motor yang harus diganti. Pastikan kamu mengganti oli gardan sebelum kendaraan mengeluarkan suara berisik atau bergetar seperti yang disebutkan ya detikers.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Emang Boleh Oli Mobil Dipakai untuk Motor?



    Jakarta

    Mobil dan motor sama-sama menggunakan oli untuk melumasi mesin. Tapi bolehkah oli mobil digunakan pada mesin motor?

    Mengutip laman Astra Daihatsu Motor, oli mobil ternyata tidak dianjurkan untuk digunakan pada mesin motor. Bahkan penggunaan oli mobil untuk motor berisiko rusak pada komponen mesin.

    “Meskipun oli mobil dan oli motor sama-sama berfungsi sebagai pelumas. Namun tidak dapat disamakan penggunaannya, karena oli mobil dan motor memiliki perbedaan yang signifikan,” tulis Daihatsu.


    Daihatsu menyebutkan meski sama-sama oli dan berfungsi sebagai pelumas, menggunakan oli yang tidak tepat pada kendaraan dapat membuat kerusakan pada beberapa komponen dan umumnya juga dapat membuat kopling mudah selip.

    “Apabila oli mobil diaplikasikan pada motor, justru bagian kopling motor menjadi jauh lebih basah dan licin. Kondisi ini justru memicu risiko kopling mobil menjadi selip saat digunakan. Hal tersebut tentunya dapat memicu kecelakaan yang merugikan pengendara motor,” tulis Daihatsu.

    Menurut Daihatsu, mobil memiliki jenis kopling kering sehingga umumnya oli mobil dibuat dengan bahan pelumas yang sangat licin. Sebaliknya, motor umumnya menggunakan kopling basah yang membutuhkan pelumas sewajarnya.

    Lantas apa saja yang membedakan oli mobil dan oli sepeda motor? Menurut Daihatsu, ada tiga hal yang membedakan yakni dari komposisi, standarisasi, dan juga keterangan pada kemasan.

    Dari segi komposisi, oli mobil diciptakan dari bahan yang mengandung zat aditif dengan jumlah total base number (TBN) yang cukup tinggi.

    “Zat tersebut berfungsi sebagai friction modifier (pelumas yang dapat meredam atau mengecilkan gesekan yang terjadi antar komponen mesin). Apabila oli mobil digunakan pada motor, khususnya motor dengan sistem kopling basah, maka menimbulkan risiko terjadi selip kopling,” tulis Daihatsu.

    Standarisasi oli mobil dan motor juga berbeda. Untuk membuat oli mobil, umumnya pabrikan perlu mengikuti standarisasi dari Association of Consulting Engineers Australia (ACEA), API service, hingga Internasional Legal Service Advisory (ILSAC).

    Sedangkan oli motor umumnya mengikuti standar dari organisasi yang menstandarisasi kepentingan mesin motor, contohnya Japan Automotive Standard Organization (JASO).

    Hal lain yang dapat membedakan oli mobil dan oli motor tentu dari keterangan di kemasannya. Tanda-tanda umum seperti tulisan ‘for gasoline car’ tentu menjelaskan bahwa oli tersebut dirancang untuk mobil. Sementara motor, biasanya punya keterangan ‘4T 4-stroke motor oil’ atau ‘two wheels’.

    (mhg/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenali Gejala dan Penyebab Motor Turun Mesin, Demi Kesehatan Motor Kesayangan


    Jakarta

    Jika motor dibengkel sudah memasuki tahap turun mesin, tandanya motor memiliki masalah yang cukup serius. Mengutip dari catatan detikOto, turun mesin pada motor artinya pembongkaran mesin karena komponen di dalam mesin terjadi kerusakan dan menyebabkan performa motor menurun atau bahkan mogok.

    Turun mesin menjadi hal yang paling menakutkan atau dihindari oleh para pengguna motor. Bagaimana tidak, selain membutuhkan waktu yang lama, pembongkaran mesin di bengkel juga cukup menguras biaya belum lagi ditambah dengan komponen yang harus diganti.

    Nah demi kesehatan motor kesayangan, kenali gejala dan penyebab turun mesin pada motor melalui penjelasan artikel berikut ini.


    Gejala Turun Mesin

    Mengutip dari Dubizzle (19/6/2024) turun mesin bisa dikenali pada tanda-tanda atau gejala paling umum berikut ini.

    1. Mesin Kehilangan Tenaga

    Salah satu indikasi paling umum pada masalah mesin yang cukup serius adalah mesin kehilangan tenaga. Jika motor kesulitan berakselerasi atau membutuhkan lebih banyak gas untuk mempertahankan kecepatan tidak seperti sebelumnya, itu bisa menjadi tanda keausan internal mesin.

    Kondisi ini sebenarnya normal normal, komponen dalam mesin seperti cincin piston, katup, dan dinding silinder akan mengalami keausan seiring waktu. Tetapi jika hal tersebut menurun secara signifikan, kamu memerlukan profesional untuk memeriksa mesin dan memperbaikinya.

    2. Konsumsi Oli Berlebihan

    Oli motor berperan sangat penting pada mesin untuk mencegah keausan pada bagian dalam mesin yang bergerak. Namun jika kamu merasa konsumsi oli pada motor berlebihan, itu merupakan masalah serius pada mesin motor bagian dalam.

    Segel bocor, cincin piston yang aus, atau panduan katup yang rusak bisa menjadi penyebab pada masalah konsumsi oli. Oleh karena itu, diperlukan pengecekan mesin untuk mencari masalah oli pada mesin dalam motor.

    3. Suara Motor Tidak Biasa

    Suara tertentu bisa menandakan suatu masalah mesin. Suara berdenting, ketukan, atau gemerincing, terutama saat mesin bekerja atau akselerasi mungkin menunjukkan komponen mesin yang aus atau rusak.

    Cincin piston longgar atau aus, masalah sistem katup dan sebagainya bisa menyebabkan suara-suara yang tidak biasanya. Oleh karena itu jika terdengar suara aneh pada motormu, sebaiknya segera dilakukan pengecekan untuk mencegah masalah yang lebih besar.

    4. Bensin Sangat Boros

    Pada beberapa jenis motor memang ada yang konsumsi bensin atau bahan bakarnya boros atau sangat irit. Tetapi jika tiba-tiba motormu mengalami penurunan efisiensi bahan bakar, itu menandakan adanya masalah pembakaran dalam mesin.

    Cincin piston aus, segel katup, atau masalah sistem bahan bakar dapat menyebabkan masalah pada pembakaran dan mengakibatkan bensin begitu boros. Pengecekan menyeluruh pada mesin dapat membantu mengidentifikasi sumber masalah dan mengembalikan efisiensi bahan bakar.

    5. Asap Knalpot Berlebihan

    Asap knalpot yang berlebihan dapat menandakan masalah pada bagian dalam mesin. Biasanya ini mengindikasikan adanya cairan yang ikut terbakar sehingga menimbulkan asap pada motor.

    Pada beberapa kasus, masalahnya juga bisa dikenali dari warna asap yang terkepul. Asap biru menunjukkan oli terbakar dalam ruang bakar, biasanya karena cincin piston atau segel katup yang aus.

    Asap putih bisa menunjukkan cairan pendingin yang masuk ke ruang bakar, mungkin karena gasket kepala yang bocor atau kepala silinder yang retak. Asap hitam sering menunjukkan campuran udara-bahan bakar yang bisa disebabkan oleh rusaknya injektor bahan bakar, atau masalah sistem pengapian.

    6. Kualitas Idle yang Buruk

    Motor seharusnya beridle dengan lancar dan konsisten. Jika motormu mengalami idle yang kasar atau tidak teratur, itu bisa menjadi tanda masalah pada mesin. Penyebab umum termasuk busi yang kotor, injektor bahan bakar yang kotor, atau kebocoran udara di sistem asupan.

    7. Kesulitan saat Starter

    Kesulitan memulai motor, terutama saat dingin, dapat menunjukkan berbagai masalah yang memerlukan perhatian. Memang penyebab umum dari masalah ini adalah termasuk baterai lemah, busi kotor, atau masalah sistem bahan bakar.

    Namun, jika mesin berputar tetapi gagal menyala atau membutuhkan engkol yang berlebihan, itu bisa menjadi tanda masalah internal mesin.

    Penyebab Motor Turun Mesin

    Selain gejala yang telah disebutkan, adapun penyebab motor turun mesin secara umum mengutip dari detikOto (19/6/2024) sebagai berikut.

    1. Jarang Ganti Oli

    Seperti yang sudah dijelaskan, oli memiliki peran yang vital pada mesin motor. Oli berguna untuk mendinginkan suhu mesin, mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin, serta melapisi komponen supaya tidak korosi.

    Jika pergantian oli jarang dilakukan atau mengganti oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin motor, mungkin oli tidak berfungsi dengan maksimal atau paling parah bisa menimbulkan kerusakan pada mesin. detikOto menyarankan untuk mengganti oli mesin sekitar 3000 km atau kira-kira 3 bulan sekali.

    2. Modifikasi Mesin Asal-asalan

    Pabrikan sudah mendesain spesifikasi mesin agar komponen mesin tahan lama. Perubahan spesifikasi mesin atau modifikasi sudah pasti akan mengurangi umur komponen di dalam mesin.

    Terlebih lagi jika modifikasi mesin dilakukan secara asal-asalan, tanpa memperhatikan aspek teknis yang diperlukan.C ontohnya kesesuaian komponen mesin atau perbandingan kompresi, resiko terjadinya turun mesin sangat mungkin terjadi.

    3. Motor Kemasukan Air

    Air merupakan unsur yang paling dihindari dan jangan sampai masuk kedalam motor apalagi saat kondisi mesin menyala. Hal ini karena saat air masuk sampai ruang bakar, maka akan menyebabkan water hammer.

    Akibat dari hal ini piston rusak dan setang piston bengkok, sehingga turun mesin tidak dapat dihindari. Nah untuk menghindari hal tersebut, saat curah hujan sedang tinggi sebaiknya hindari genangan air yang terlalu dalam.

    Atau jika tidak memungkinkan menghindari genangan air yang terlalu dalam sebaiknya matikan motor dan lewati genangan air dengan cara mendorong motor, serta pastikan saluran udara bersih dari air saat akan menyalakan kembali.

    4. Kurangnya Perawatan Rutin

    Seperti yang sudah dijelaskan, penurunan performa mesin itu sangat normal terjadi seiring pemakaian. Nah perawatan rutin melalui servis bulanan pada bengkel resmi, dapat membantumu mengecek kondisi mesin apakah masih bekerja dengan baik atau tidak.

    5. Mesin Overheat

    Mesin terlalu panas atau overheat bisa terjadi jika kamu terlalu memaksakan mesin motor. Ini bisa terjadi jika misalnya melakukan perjalanan yang sangat jauh tanpa memikirkan kondisi motor.

    Suhu mesin yang terlalu tinggi bisa merusak berbagai komponen mesin seperti silinder dan piston, atau bahkan mengakibatkan kerusakan serius pada mesin secara keseluruhan.

    Itu dia penjelasan mengenai gejala dan penyebab motor turun mesin secara umum. Penjelasan tersebut perlu diperhatikan demi kesehatan motor kesayanganmu. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : oto.detik.com