Tag: online

  • Cara Mengatur WhatsApp agar Tidak Terlihat Online dan Mengetik

    Jakarta

    Fitur privasi WhatsApp kini semakin canggih untuk kenyamanan penggunanya. Seseorang dapat mengatur kepada siapa status online dan mengetik dapat terlihat oleh orang lain.

    Untuk mengatur hal tersebut tidak susah bagi pengguna iPhone maupun Android. Keduanya dapat menyembunyikan status online dan mengetik secara mudah tanpa tambahan aplikasi.


    Cara Mengatur Privasi WhatsApp agar Tidak Terlihat Online

    Dilansir dari laman resminya, berikut cara mudah untuk menyembunyikan status online dan mengetik di WhatsApp dari orang lain.

    1. Cara Mematikan Status Online dan Terakhir Dilihat WhatsApp di Android

    • Buka WhatsApp dan klik titik tiga di pojok kanan atas.
    • Klik “Setelan” kemudian tekan “Privasi.”
    • Pilih “Terakhir dilihat dan online” serta seleksi siapa yang akan detikers berikan akses untuk melihat status.
    • Klik “Tidak ada” untuk pilihan “Siapa yang dapat melihat terakhir dilihat saya.”
    • Klik “Sama seperti status terakhir dilihat” untuk pilihan “Siapa yang dapat melihat ketika saya online.”
    • Kini status online dan terakhir dilihat tidak dapat dilihat siapapun kecuali bagi orang yang terseleksi.

    2. Cara Mematikan Status Online dan Terakhir Dilihat WhatsApp di iPhone

    • Buka WhatsApp dan klik Settings -> Privacy.
    • Klik “Last Seen” di opsi paling atas pengaturan.
    • Klik “Tidak Ada” untuk menyembunyikan Last Seen dari siapapun. Sementara itu pilih “Kontak Saya” atau “Kontak Saya, Kecuali” agar Last Seen terlihat hanya pada kontak terpilih.
    • Klik “Sama seperti status terakhir dilihat” agar status online hanya terlihat pada orang tersebut.
    • Status online dan last seen sudah berlaku sesuai dengan pengaturan detikers.

    Cara Mematikan Centang Biru

    Pengaturan ini berkaitan langsung dengan cara menjawab dan tanda centang biru yang harus dimatikan. Berikut adalah Langkah pertama sebelum detikers menjawab pesan seseorang tanpa terlihat mengetik.

    1. Cara Mematikan Centang Biru di Android

    • Buka aplikasi WhatsApp dan klik titik tiga di pojok kanan atas.
    • Klik ‘Privasi” dan geser “Laporan dibaca” ke kiri.
    • Mulai dari sini notifikasi centang biru akan hilang dan tidak akan terlihat telah dibaca setelah detikers membukanya.

    2. Cara Mematikan Centang Biru di iPhone

    • Buka WhatsApp dan tekan “Settings.”
    • Klik “Privacy” dan geser ikon “Read Receipts” ke kiri.
    • Tanda centang biru telah mati dan pengguna bisa leluasa untuk membuka atau tidak menjawab pesan tersebut.

    Setelah mematikan tanda centang biru, berikut tips terakhir agar detikers tidak terlihat mengetik ketika menjawab pesan orang tersebut.

    Cara Membalas Pesan WhatsApp tanpa Terlihat Mengetik di Android

    Detikers bisa mencoba dua cara ini supaya tidak terlihat saat membalas pesan di WhatsApp

    1. Menjawab Via Notifikasi

    • Membuka bar notifikasi dari atas layer dan usahakan jangan sampai membuka room chat.
    • Geser sedikit pop up pesan ke Bawah agar muncul kolom untuk membalas.
    • Baca dengan teliti dan jawab seluruh pertanyaan dalam satu kali balas.
    • Klik send dan ulangi cara yang sama agar tidak terlihat mengetik.

    2. Mematikan Paket Data atau WiFi

    • Matikan paket data atau WiFi dan buka pesan yang dikirimkan teman detikers.
    • Baca dan balas seluruh pesan secara detail di room chat.
    • Kirim dan kembali ke layer Utama handphone.
    • Nyalakan kembali paket data atau WiFi agar pesan terkirim.

    Demikian cara mengatur privasi WhatsApp agar tidak terlihat online dan mengetik saat membalas pesan orang lain. Pastikan untuk melakukan pengaturan tersebut di ponsel karena tidak bisa dilakukan di PC maupun WhatsApp Web.

    (row/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • 5 Cara Belanja Online Aman dan Menghindari Penipuan

    Jakarta

    Seiring dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan layanan digital, kejahatan siber terus mengintai. Ada tips cerdas yang bisa dilakukan agar tidak jadi korban penipuan online.

    Tak hanya mengintai transaksi jual-beli online, penipuan ini juga menyasar berbagai interaksi online lainnya di tengah masyarakat. Modusnya pun beragam, mulai dari uang untuk klaim hadiah undian, menaikkan rating toko atau marketplace, hingga iming-iming investasi dengan keuntungan di luar logika yang bisa membuat konsumen terlena.

    Blibli yang merupakan e-commerce Indonesia membagikan lima tips cerdas dan mudah diterapkan masyarakat agar tidak jadi korban penipuan online.


    1. Jangan pernah transfer uang kepada orang tidak/baru dikenal

    Ketika memutuskan bertemu tatap muka dengan orang yang baru dikenal secara daring, atau istilahnya ‘kopi darat’, pastikan tidak membahas terlalu jauh hingga urusan pribadi, apalagi sampai mengiyakan untuk transfer perbankan.

    Begitupun saat belanja online, jangan pernah mengiyakan permintaan transfer ke nomor rekening yang tidak dikenal, meskipun nama yang tertera di rekening sama atau berbeda dengan nama yang diakui penjual.

    Berbeda dengan transaksi melalui kanal pembayaran di e-commerce, dana yang ditransfer langsung ke rekening pribadi dan tidak dikenal, tidak bisa dibatalkan, apalagi ditarik kembali. Untuk itu, pastikan pembayaran hanya dilakukan melalui kanal-kanal payment resmi dan terverifikasi.

    Jika perlu, cek kredibilitas nomor rekening yang dituju dalam transaksi online lewat verifikasi di situs CekRekening.id milik Kemkominfo RI.

    2. Hindari berkomunikasi dengan seller di luar fitur chat yang disediakan marketplace

    Demi keamanan saat belanja di marketplace, hindari berkomunikasi dengan seller secara personal lewat platform lain, apalagi jika diminta mentransfer pembayaran ke rekening pribadi seseorang.

    Waspada juga terhadap nomor WhatsApp (WA) tidak dikenal yang mengatasnamakan Blibli, termasuk menghindari perintah mengklik sebuah tautan yang biasanya berisi scam. Mengecek nomor telepon tidak dikenal via aplikasi pengidentifikasi kontak juga bisa jadi solusi cerdas terhindar dari penipuan online.

    3. Transaksi belanja online secara penuh hanya via marketplace atau e-commerce resmi

    Hindari melakukan transaksi belanja online di luar aplikasi-aplikasi yang terverifikasi pada app market di masing-masing sistem operasi. Contohnya, di Blibli, seluruh layanan hanya ditawarkan lewat situs resmi Blibli dan aplikasi yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS dari platform download resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Jika menemukan link menyerupai domain Blibli seperti blibli8.vip, blibli7.xyz, maka bisa dipastikan adalah penipuan.

    4. Baca teliti deskripsi transaksi online dan rangkuman biaya yang akan dibayarkan

    Saat bertransaksi online, pastikan membaca dengan seksama seluruh detail deskripsinya, termasuk rangkuman biaya dan tata cara pembayaran yang akan dilakukan.

    Jangan pernah detikers mentransfer pembayaran jika merasa ada kejanggalan pada nomor rekening tujuan, biaya tambahan yang tidak lazim, atau penggunaan tautan khusus yang mencurigakan. Khusus belanja online, biasanya toko bodong atau palsu menggunakan desain amatir, serta foto profil, logo, dan feed yang ala kadarnya.

    5. Waspadai nomor kontak palsu atau mencurigakan dengan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi

    Seringkali karena ingin memastikan ketersediaan dan kualitas produk yang ingin dibeli, pelanggan berinisiatif mencari nomor kontak yang bisa dihubungi ataupun alamat toko yang bisa dikunjungi melalui mesin pencari.

    Pastikan keakuratan informasi dengan mengecek lokasi toko yang tercantum di platform. Juga, verifikasi nomor kontak toko dengan mengunjungi AduanNomor.id milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    “Berbagai modus penipuan mengintai korban tanpa pandang bulu, sehingga siapapun dapat menjadi korbannya. Kita perlu terus waspada agar terhindar dari aksi tipu-tipu yang merugikan,” pungkas Blibli.

    (agt/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Mudah Melihat Siapa Saja yang Memakai WiFi Lewat HP

    Jakarta

    Koneksi WiFi yang tiba-tiba lemot tentu sangat mengganggu aktivitas, apalagi jika kamu sedang melakukan meeting online atau mengerjakan tugas kuliah. Koneksi internet lambat bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya karena banyak digunakan orang lain.

    Sebab, makin banyak orang yang menggunakan jaringan WiFi maka kecepatan internet mengalami perlambatan. Kalau sudah begini, detikers perlu tahu nih siapa saja orang yang memakai jaringan WiFi milikmu.

    Cara ceknya juga mudah kok, bahkan bisa dilakukan lewat browser smartphone. Lantas, bagaimana cara melihat siapa saja yang memakai WiFi lewat HP? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Melihat Siapa Saja yang Memakai WiFi Lewat HP

    Kamu bisa melihat siapa saja orang yang memakai WiFi lewat HP dengan memasukkan alamat IP (Internet Protocol) di browser. Namun, setiap jaringan WiFi memiliki alamat IP yang berbeda tergantung dari merek perangkat router atau modem yang digunakan.

    Selain itu, setiap tipe router atau modem dari suatu merek biasanya memiliki konfigurasi username dan password yang juga berbeda. Jadi, cek terlebih dulu jenis router atau modem yang digunakan.

    Mengutip laman IndiHome, simak cara melihat siapa saja yang memakai WiFi berdasarkan tipe modem yang dipakai.

    1. Modem ZTE

    • Buka akses modem lewat browser
    • Ketik IP Indihome yang digunakan. Umumnya IP yang digunakan adalah 192.168.1.1 dan 192.168.100.1 atau nomor IP yang diberikan petugas Telkom ketika modem dipasang
    • Login dengan username dan password sesuai yang tertera di bawah modem. Bisa juga memasukkan username dan password yang diberikan saat memasang modem
    • Buka menu ‘Network’
    • Klik ‘WLAN’ lalu pilih ‘Associated Devices’
    • Nantinya akan muncul daftar perangkat yang tersambung pada WiFi Indihome.

    2. Modem Huawei

    • Buka browser HP dan masukkan IP dari IndiHome di kolom URL
    • Untuk modem Huawei tipe HG8245A masukkan IP 192.168.1.1. Sedangkan tipe HG8245H5 ketik IP 192.168.100.1 atau 192.168.1.254
    • Masuk dengan akun Admin dan kata sandi admin
    • Klik ‘Status’
    • Pilih User ‘Device Information’
    • Setelah itu akan muncul informasi tentang nama device dan ID pengguna
    • Hapus device yang tidak dikenal untuk memperlancar jaringan internet.

    3. Modem FiberHome

    • Buka browser di HP dan masukkan IP dengan mengetik 192.168.1.1
    • Isi username dan password pada kolom yang tersedia
    • Setelah masuk halaman WiFi, buka menu ‘Status’
    • Lalu ketuk ‘Wireless Status’
    • Kemudian masuk ke ‘Client List’
    • Di halaman tersebut, kamu akan melihat jumlah perangkat yang terhubung ke modem.

    Pentingnya Mengecek Pengguna WiFi

    Meski WiFi milikmu sudah menggunakan password, bukan berarti tak bisa dijebol oleh orang lain. Kalau sudah dicuri, maka koneksi internet bisa menjadi lemot sehingga dapat mengganggu kegiatanmu.

    Mengutip laman Corpnet, ada sejumlah alasan kenapa kamu harus mengecek siapa saja yang menggunakan WiFi secara rutin. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Mencegah Penyusup

    Salah satu alasan kenapa penting untuk mengecek pengguna WiFi adalah untuk mencegah terjadi penyusupan. Ketika detikers tahu ada orang tak dikenal yang memanfaatkan WiFi milikmu, maka bisa langsung diblokir.

    2. Menjaga Jaringan WiFi Tetap Stabil

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terlalu banyak perangkat yang terhubung ke WiFi mengakibatkan jaringan internet menjadi lambat. Daripada kamu suudzon dengan menuduh orang lain, sebaiknya cek siapa saja orang yang terhubung ke WiFi lewat IP di browser.

    3. Mengatur Penggunaan WiFi

    Dalam lingkungan kantor tentu ada banyak perangkat yang terhubung ke WiFi. Agar koneksi internet tetap stabil, perlu diatur penggunaan WiFi secara ketat.

    Sebab, bisa saja ada seseorang yang memiliki 2-3 perangkat elektronik yang terhubung ke WiFi. Belum lagi ada orang yang memanfaatkan WiFi kantor untuk mengunduh file dalam jumlah besar. Hal ini tentu menyebabkan kecepatan internet menjadi lemot.

    Itu dia cara melihat siapa saja yang memakai WiFi lewat HP dengan mudah. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ini Cara Mematikan Tanda Aktif atau Online di Instagram

    Jakarta

    Ketika sedang membuka Instagram (IG), nantinya akan muncul ikon bulat kecil berwarna hijau di bagian bawah profile picture. Tanda itu menunjukkan bahwa kamu sedang aktif atau online di IG.

    Bagi sebagian orang, tanda aktif di Instagram bukanlah suatu masalah. Namun, ada beberapa pengguna yang justru ingin mematikan tanda tersebut agar tidak diketahui orang lain jika sedang membuka IG.

    Untungnya, pihak Instagram menyediakan fitur yang dapat mematikan tanda aktif. Jadi, kamu bisa bebas membuka IG kapan saja tanpa perlu khawatir diketahui orang lain.


    Lantas, bagaimana cara mematikan tanda aktif di IG? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Mematikan Tanda Aktif di IG

    Bagi detikers yang merasa insecure dan enggan diketahui oleh orang lain jika sedang membuka Instagram, jangan khawatir. Sebab, ada cara mematikan tanda aktif di IG dengan mudah dan cepat.

    Dikutip dari Pusat Bantuan Instagram, berikut cara mematikan tanda aktif di IG:

    1. Cara Mematikan Tanda Aktif di IG Lewat Android

    • Buka Instagram di smartphone
    • Ketuk menu profil yang ada di kanan bawah layar
    • Lalu ketuk ikon tiga garis di kanan atas layar
    • Di bagian menu ‘Cara orang lain bisa berinteraksi dengan Anda’ pilih opsi ‘Pesan dan balasan cerita’
    • Kemudian ketuk ‘Tampilkan status aktivitas’
    • Lalu ketuk/geser ‘Tampilkan Status Aktivitas’ sampai off atau dinonaktifkan
    • Sekarang detikers bisa membuka IG tanpa muncul tanda aktif lagi.

    2. Cara Mematikan Tanda Aktif di IG Lewat iPhone

    • Buka Instagram di iPhone
    • Ketuk menu profil yang ada di kanan bawah layar
    • Lalu ketuk ikon tiga garis di kanan atas layar
    • Di bagian menu ‘Cara orang lain bisa berinteraksi dengan Anda’ pilih opsi ‘Pesan dan balasan cerita’
    • Kemudian ketuk ‘Tampilkan status aktivitas’
    • Lalu ketuk/geser ‘Tampilkan Status Aktivitas’ sampai off atau dinonaktifkan
    • Kini detikers bisa membuka IG tanpa muncul tanda aktif lagi.

    3. Cara Mematikan Tanda Aktif di IG Lewat PC/Laptop

    • Buka Instagram di PC/Laptop
    • Di halaman utama, ketuk ikon tiga garis yang terletak di kiri bawah layar
    • Kemudian klik ‘Pengaturan’
    • Di bagian menu ‘Cara orang lain bisa berinteraksi dengan Anda’ pilih opsi ‘Pesan dan balasan cerita’
    • Kemudian ketuk ‘Tampilkan status aktivitas’
    • Lalu ketuk/geser ‘Tampilkan Status Aktivitas’ sampai off atau dinonaktifkan
    • Kini detikers bisa membuka IG tanpa muncul tanda aktif lagi.

    Sebagai catatan, jika mematikan tanda aktif di IG maka kamu tidak bisa mengetahui apakah orang lain sedang online atau tidak, baik ke sesama pengikut ataupun orang lain yang sedang berbalas pesan lewat direct message (DM).

    Itu dia cara mematikan tanda aktif di IG dengan mudah dan cepat. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Menonaktifkan Status Online di Instagram agar Privasi Terjaga

    Jakarta

    Instagram (IG) menyediakan fitur status aktivitas agar orang lain bisa tahu bahwa pengguna sedang online atau membuka media sosial tersebut sehingga mudah dihubungi segera melalui direct message (DM). Namun sebagian orang tidak suka diketahui bahwa dirinya sedang aktif Instagram.

    Status online IG seakan memudahkan orang lain mengawasi pengguna. Tak sedikit privasi pengguna yang terganggu dengan fitur tersebut. Oleh sebab itu, fitur status online Instagram bisa dinonaktifkan atau disembunyikan. Dengan begitu, orang lain tidak akan tahu saat pengguna sedang online Instagram.

    Temukan cara menonaktifkan atau menyembunyikan status online Instagram di bawah ini.


    Cara Menonaktifkan Status Online IG

    Cara menonaktifkan status online InstagramCara menonaktifkan status online Instagram Foto: Tangkapan layar Instagram

    Metode menonaktifkan status online IG sangat mudah. Dilansir Pusat Bantuan Instagram, berikut langkah-langkahnya:

    • Ketuk ‘Profil’ atau foto profil di kanan bawah untuk membuka halaman profil.
    • Klik ikon tiga garis di kanan atas.
    • Pada bagian ‘Cara Orang Lain Bisa Berinteraksi dengan Anda’, ketuk ‘Pesan dan Balasan Cerita’.
    • Pilih ‘Tampilkan Status Aktivitas’ pada bagian ‘Siapa yang Bisa Melihat Anda Online’.
    • Nonaktifkan tombol ‘Tampilkan Status Aktivitas’.

    Setelah menonaktifkan fitur status aktivitas Instagram, maka status online pengguna berupa ikon bulat hijau atau cap waktu terakhir aktif di samping foto profil pada halaman DM tidak akan muncul dan tak terlihat lagi oleh orang lain. Dengan mengambil langkah ini juga, pengguna tidak bisa mengetahui status online atau melihat siapa pengguna lain yang tengah aktif IG.

    Sebaliknya, saat fitur online IG diaktifkan kembali, ikon bulat hijau dan cap ‘sedang aktif’ atau waktu terakhir aktif akan tampak lagi pada halaman DM. Sehingga orang lain bisa mengetahui apakah pengguna sedang online saat ini atau tidak.

    (azn/row)



    Sumber : inet.detik.com

  • Hukum Arisan Online dengan Sistem Denda bagi yang Telat Bayar


    Jakarta

    Arisan merupakan salah aktivitas sosial yang cukup mengakar kuat di masyarakat Indonesia sebagai bentuk kebersamaan dan tolong-menolong. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara berkala oleh kelompok tertentu untuk saling memberikan giliran menerima sejumlah uang.

    Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan kemudahan akses internet, arisan kini banyak dilakukan secara online melalui media sosial dan aplikasi digital. Hal ini memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait hukum arisan online dalam Islam, termasuk praktik pemberian denda bagi peserta yang telat membayar iuran.

    Hukum Arisan Online

    Mengutip laman Kemenag, arisan dengan sistem undian dan giliran dianggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan. Hal ini merujuk pada pendapat Imam Al-Iraqi yang dikutip dalam kitab Hasyiah Al-Qalyubi wa Umairah bahwa praktik arisan semacam ini tidak bertentangan dengan prinsip syariah.


    الْجُمُعَةُ الْمَشْهُورَةُ بَيْنَ النِّسَاءِ بِأَنْ تَأْخُذَ امْرَأَةٌ مِنْ كُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْ جَمَاعَةٍ مِنْهُنَّ قَدْرًا مُعَيَّنًا فِي كُلِّ جُمُعَةٍ أَوْ شَهْرٍ وَتَدْفَعُهُ لِوَاحِدَةٍ بَعْدَ وَاحِدَةٍ، إلَى آخِرِهِنَّ جَائِزَةٌ كَمَا قَالَهُ الْوَلِيُّ الْعِرَاقِيُّ.

    Artinya: “Adapun perkumpulan yang umum di antara sekelompok perempuan di mana seorang perempuan mengambil sejumlah uang tertentu dari setiap anggota perempuan dalam perkumpulan tersebut, yang kemudian diberikan kepada anggota lain secara bergantian, maka hukumnya boleh.”

    Mengenai arisan online, pada prinsipnya sama saja. Selagi ada kesepakatan, keikhlasan, serta keadilan dari semua pihak yang mengikuti arisan online, maka hukumnya adalah boleh. Bahkan, konsep arisan ini bisa dibilang seperti menabung.

    Dikutip dari jurnal berjudul Perberlakuan Denda dalam Arisan Online Perspektif Fikih Muamalah oleh Alfi Atuz dari UIN Malang, hukum arisan online dalam Islam berkaitan erat dengan konsep qardh atau utang. Dalam pandangan syariah, qardh merupakan bentuk akad sosial yang bertujuan memberikan bantuan kepada sesama.

    Tujuan utama dari qardh adalah menolong orang lain dengan cara meminjamkan sebagian harta kepada saudaranya. Akad ini tidak bersifat komersial dan tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan.

    Dalam konteks arisan online, prinsip qardh diterapkan karena peserta saling memberikan dana dalam bentuk giliran. Artinya, peserta yang belum mendapat giliran pada dasarnya sedang meminjamkan uangnya kepada peserta yang sudah menerima arisan.

    Qardh memiliki tiga rukun utama yang harus dipenuhi dalam akadnya. Pertama adalah sighot (ucapan), yakni adanya ijab dan qabul yang menunjukkan kesepakatan antar pihak yang terlibat.

    Kedua, harus ada pihak yang berakad, yaitu muqridh (pemberi pinjaman) dan muqtaridh (peminjam). Ketiga adalah ma’qud ‘alaih, yaitu harta atau dana yang menjadi objek pinjaman; dalam hal ini adalah uang arisan yang diberikan secara bergiliran. Arisan online sudah memenuhi rukun-rukun ini.

    Hukum Pemberlakuan Denda dalam Arisan

    Masih dikutip dari jurnal yang sama, penerapan denda dalam arisan online yang meskipun nantinya didistribusikan ke semua anggota dianggap mengandung unsur riba jahiliyah dan riba qardh, sehingga bertentangan dengan prinsip fikih muamalah yang melarang riba dan menuntut keadilan.

    Praktik pemberian denda dalam arisan online dapat digolongkan sebagai bentuk riba. Ini karena adanya tambahan pembayaran yang dibebankan kepada anggota yang terlambat, melebihi jumlah iuran yang seharusnya.

    Tambahan tersebut tidak dilandaskan pada prinsip keadilan dalam transaksi dan tergolong sebagai manfaat berlebih yang termasuk kategori riba. Terlebih lagi, sistem denda harian mencerminkan pola yang mirip dengan riba jahiliyyah yakni utang akan terus bertambah jika tidak segera dilunasi.

    Dalam perspektif ini, praktik denda seperti itu berpotensi menekan atau mengeksploitasi peserta yang mengalami keterlambatan. Hal ini menjadi lebih tidak adil jika keterlambatan terjadi karena alasan yang tidak disengaja, seperti lupa atau kesulitan ekonomi.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com