Tag: p

  • Ukuran Mr. P Berdasarkan Tinggi Badan, Mitos atau Fakta?


    Jakarta

    Ukuran penis merupakan topik yang sensitif bagi pria karena seringkali berhubungan dengan tingkat kepercayaan diri. Konon wanita juga lebih menyukai pria yang memiliki ukuran Mr. P atau penis yang panjang, sehingga hal ini mempengaruhi pandangan pria terhadap dirinya.

    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menentukan ukuran penis, salah satunya berdasarkan pada tinggi badan. Namun, benarkah demikian? Simak informasi lengkap mengenai ukuran Mr.P berdasarkan tinggi badan berikut ini.

    Ukuran Mr. P Berdasarkan Tinggi Badan, Benarkah?

    Banyak orang yang percaya bahwa ukuran Mr. P dapat ditentukan berdasarkan dengan tinggi badan. Jika seseorang memiliki ukuran badan yang besar dan tinggi, maka mereka cenderung memiliki ukuran Mr P yang panjang. Sebaliknya, jika seorang pria memiliki tubuh yang pendek, ukuran Mr P mereka cenderung akan lebih pendek.


    Lantas, benarkah ukuran Mr. P dapat ditentukan berdasarkan tinggi badan? Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh M.E Shalaby dan kawan-kawan yang diterbitkan dalam jurnal National Library of Medicine tahun 2014, mengungkapkan bahwa tidak ada korelasi antara tinggi badan seseorang dengan ukuran Mr. P atau penis.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan melihat hubungan panjang penis berdasarkan berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, usia, ukuran testis, dan panjang jari telunjuk pada 2000 pria Mesir berusia 22 hingga 40 tahun.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang penis memiliki korelasi yang negatif dengan rasio pinggang, usia, ukuran testis, berat badan dan juga tinggi badan seseorang.

    Dilansir dari Medical News Today, kebanyakan orang berpikir bahwa pria dengan tubuh yang tinggi biasanya memiliki ukuran penis yang besar, namun hal ini tidak sepenuhnya benar.

    Seorang pria dengan ukuran penis terpanjang, yaitu 14 cm saat tidak ereksi dimiliki oleh seorang pria kurus dengan tinggi 170 cm.

    Sementara itu, seseorang yang memiliki penis yang kecil berukuran 6 cm dimiliki oleh seorang pria bertubuh kekar dengan tinggi 180 cm.

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ukuran penis tidak bisa ditentukan berdasarkan tinggi badan seseorang. Ukuran penis umumnya dapat ditentukan berdasarkan ras, hormon, nutrisi serta genetik.

    Berapakah Ukuran Mr.P yang Ideal?

    Banyak pria merasa khawatir dan tidak percaya diri dengan ukuran penis mereka. Hal ini karena pria menganggap kualitas hubungan intim ditentukan berdasarkan dengan ukuran penis yang ideal. Lantas, berapakah ukuran Mr.P yang ideal?

    Ukuran panjang penis idealnya berkisar antara 7 hingga 9 cm saat tidak ereksi, sementara saat ereksi ukuran rata-rata penis pria berkisar antara 12 hingga 15 cm. Ukuran ini juga bisa dipengaruhi oleh ras, genetik, nutrisi dan juga hormon.

    Akan tetapi, ukuran penis pria ini tidak berpengaruh dengan kualitas hubungan intim dengan pasangan.

    Dilansir situs Healthline, dalam hal seks, ukuran penis bukanlah masalah karena tidak mempengaruhi fungsi serta kesehatan organ reproduksi pria.

    Sehingga, tidak perlu khawatir atau merasa tidak percaya diri dengan ukuran penis yang dimiliki. Kekhawatiran yang berlebihan tentang ukuran penis justru dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri serta kemampuan dalam menikmati seks dengan pasangan.

    Selain itu, faktor psikologis berupa stres dan kecemasan juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi dan menyebabkan disfungsi ereksi.

    Nah, itulah pembahasan mengenai korelasi antara ukuran Mr.P berdasarkan tinggi badan seseorang. Seperti yang telah dijelaskan di atas, tidak ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan dengan ukuran panjang penis pria.

    Oleh karena itu, tinggi badan seseorang tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menentukan ukuran penis seseorang. Semoga informasi ini bermanfaat.

    (inf/inf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Cara Ini Diyakini Bisa Bikin Ukuran Mr P Membesar Secara Alami, Apa Saja?


    Jakarta

    Sejumlah pria mencoba cara ini-itu untuk memperbesar ukuran alat vitalnya. Pasalnya banyak orang beranggapan, kepuasan bercinta dipengaruhi oleh ukuran Mr P. Lantas, adakah cara alami yang bisa dicoba untuk memperbesar ukuran Mr P?

    Pada dasarnya, aktivitas seks yang berkualitas tak melulu dipengaruhi oleh ukuran. Tentu saja, faktor stamina dan kerekatan hubungan juga mempengaruhi kualitas momen bercinta. Namun memang, kerap kali beredar anggapan di masyarakat bahwa seseorang harus memiliki penis berukuran besar agar bisa membuat pasangannya puas maksimal.

    Tapi tenang dulu. Rupanya ada beberapa cara alami yang diyakini ampuh memperbesar ukuran Mr P. Apa saja?


    1. Rajin Makan Sayur dan Buah

    Jelas, asupan sayur dan buah memiliki banyak dampak baik buat tubuh. Rupanya, antioksidan yang dikandung sayuran dan buah juga diyakini bisa bikin pria memiliki ukuran penis lebih besar. Pasalnya, antioksidan bekerja melawan komponen perusak sel dalam tubuh.

    2. Sering-sering Konsumsi Bawang Putih

    Sering mendengar bahwa bawang putih punya sederet manfaat baik bagi tubuh seperti melawan kanker? Tak hanya itu, sering mengkonsumsi bawang putih juga diyakini bisa membantu memperbesar ukuran Mr P.

    Tapi ingat, bawang putih ini hanya boleh digunakan dengan cara dimakan. Pasalnya jika dioleskan langsung ke alat vital, justru ada risiko timbul rasa terbakar dan reaksi alergi.

    3. Konsumsi Ginkgo Biloba

    Ginkgo biloba adalah tanaman herbal dari china dan dipercaya dapat memperbesar ukuran penis. Mengkonsumsi ginkgo diyakini dapat meningkatkan aliran darah menuju penis sehingga sirkulasi di area penis menjadi terjaga.

    4. Jalani Diet

    Tak cuma untuk menurunkan berat badan, diet juga bisa membantu pria memperbesar ukuran penisnya. Pria dapat mengkonsumsi makanan yang sehat, berserat, dan kaya akan kalium. Pasalnya, kalium dapat menjaga hormon tetap seimbang yang nantinya berpengaruh pada ukuran penis. Contoh makanan yang dapat dikonsumsi seperti kacang-kacangan, kuning telur, dan alpukat.

    5. Kompres dengan Air Hangat

    Cara terakhir, yakni kompres dengan air hangat. Pasalnya, cara satu ini diyakini bisa memperlancar sirkulasi darah ke penis. Suhu yang hangat akan meningkatkan aliran darah sehingga penis akan terlihat lebih besar. Namun hati-hati, cara ini tidak dapat dilakukan setiap hari karena dapat mengganggu produksi sperma.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kenapa Mr P Tidak Bisa Tegang? Bisa gegara Stres, Ini Mungkin Biang Keroknya


    Jakarta

    Aktivitas bercinta idealnya menjadi momen yang menyenangkan bersama pasangan. Sebab melalui hubungan intim, pria dan wanita bisa saling menyalurkan gairah seksual. Namun sebagian pria mengeluhkan kendala sulit ereksi meski sudah mendapat cukup rangsangan. Apa sih penyebabnya?

    Dikutip dari berbagai sumber, ereksi terjadi ketika pria merasakan gairah seksual. Saraf melepaskan senyawa kimia yang meningkatkan aliran darah ke penis. Darah mengalir ke dua ruang ereksi di penis yang terbuat dari jaringan otot spons (corpus cavernosum).

    Selama ereksi, jaringan spons mengendur dan memerangkap darah. Tekanan darah di bilik membuat penis kencang sehingga menyebabkan ereksi. Ketika seorang pria mengalami orgasme, sinyal saraf kedua mencapai penis dan menyebabkan jaringan otot di penis berkontraksi. Darah dilepaskan kembali ke sirkulasi pria dan ereksi menurun.


    Kenapa Mr P Tidak Bisa Tegang?

    Kondisi penis sulit tegang atau disebut sebagai disfungsi ereksi dipahami sebagai ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan seksual. Penelitian menunjukkan disfungsi ereksi dialami 1 dari setiap 10 pria. Disfungsi ereksi dianggap tidak normal pada usia berapa pun. Bisa jadi, kondisi ini berkaitan masalah lain, seperti kurangnya hasrat dan masalah orgasme atau ejakulasi.

    Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal, sekitar 30 juta pria AS mengalami disfungsi ereksi. Prevalensi disfungsi ereksi meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, disfungsi ereksi juga bisa terjadi pada orang yang lebih muda. Penelitian menunjukkan pria muda dengan gaya hidup tidak sehat lebih mungkin mengidap disfungsi ereksi.

    Gejala disfungsi ereksi yang umumnya dialami pria antara lain:

    • Kesulitan mendapat ereksi
    • Kesulitan mempertahankan ereksi
    • Berkurangnya hasrat seksual

    Penyebab disfungsi ereksi dipengaruhi berbagai faktor, misalnya gaya hidup, kondisi psikis, dan penyakit sebelumnya. ED dapat diakibatkan oleh masalah kesehatan, masalah emosional, atau keduanya.

    Beberapa faktor tersebut adalah:

    • Berusia di atas 50 tahun
    • Memiliki gula darah tinggi (diabetes)
    • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
    • Memiliki penyakit kardiovaskular
    • Memiliki kadar kolesterol tinggi
    • Gaya hidup tidak sehat: merokok, menggunakan obat-obatan, terlalu sering minum alkohol
    • Obesitas
    • Kurang olahraga

    Sementara itu, penyebab disfungsi ereksi berkaitan dengan kondisi psikis adalah:

    • Depresi
    • Konflik hubungan
    • Stres di rumah atau di tempat kerja
    • Stres akibat konflik sosial, budaya atau agama
    • Khawatir tentang kinerja seks

    Pada konsultasi medis, dokter mungkin akan menganjurkan penggunaan jenis obat tertentu. Obat untuk disfungsi ereksi dapat menyebabkan efek samping atau berinteraksi buruk dengan obat apa pun yang mungkin sudah diminum. Agar tak timbul efek samping yang tak diinginkan, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

    Sudah tidak penasaran lagi kan kenapa Mr P tidak bisa tegang? Salah satu kunci utamanya yakni cobalah kelola stres dengan baik dan jalani pola hidup sehat untuk meminimalisir risiko terkena disfungsi ereksi.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Cara Membesarkan Penis dengan Pompa hingga Pijat, Mau Coba?


    Jakarta

    Ada berbagai cara membesarkan penis yang beredar di internet dan masyarakat umum. Ukuran penis hingga saat ini masih dianggap salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan seks dengan pasangan.

    Sebelum mencoba cara-cara tersebut, Detikers wajib berkonsultasi lebih dulu dengan dokter terkait. Jangan sampai cara membesarkan penis justru berdampak buruk pada kehidupan seks dan aktivitas sehari-hari.

    Cara Memperbesar Ukuran Penis

    Berikut adalah enam cara meningkatkan ukuran Mr P dikutip dari berbagai situs kesehatan:


    1. Pompa Penis

    Dilansir dari laman mayoclinic, pompa penis bekerja dengan cara menarik darah menuju penis yang membuat penis terlihat bengkak. Pompa penis kadang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi.

    Perlu diperhatikan, pompa penis dapat membuat Mr P terlihat lebih besar namun hanya sementara. Penggunaan berlebih berisiko mengakibatkan kerusakan pada jaringan elastis dan menurunnya kemampuan ereksi penis.

    2. Obat-obatan dan Minyak Oles

    Produk obat-obatan dan minyak oles kerap mengklaim diri mengandung zat yang dapat meningkatkan ukuran penis. Namun belum ada penelitian yang membuktikan klaim tersebut.

    Detikers harus hati-hati jika tertarik pada obat-obatan tersebut. Selain berkonsultasi pada dokter, Detikers wajib memastikan izin edar dan kelayakan produk tersebut.

    3. Peregangan Penis

    Dilansir dari laman Healthline peregangan dilakukan dengan menarik kepala penis anda ke atas, kiri dan kanan secara perlahan dan tahan selama 10 detik. Hentikan apabila pada penis anda terasa sakit atau tidak nyaman.

    Meski metode ini terlihat aman, belum ada penelitian yang membuktikan cara ini efektif untuk membesarkan penis. Perlu diperhatikan juga kemungkinan cara ini dapat melukai penis anda apabila dilakukan dengan cara yang tidak benar.

    4. Jelqing

    Laman Healthline, Jelqing adalah metode latihan dengan cara memijat untuk meregangkan penis. Untuk praktiknya bisa dilakukan dengan:

    • Letakkan jari telunjuk dan ibu jari Anda dalam bentuk O, seperti isyarat tangan “oke”
    • Tempatkan gerakan berbentuk O di pangkal penis
    • Buat O lebih kecil sampai Anda memberi tekanan ringan pada batang penis
    • Perlahan gerakkan jari dan ibu jari ke arah kepala penis hingga mencapai ujungnya. Kurangi tekanan jika terasa menyakitkan.
    • Kendurkan cengkeraman di ujungnya. Untuk gerakan ini dibutuhkan 3- 5 detik dari pangkalan ke ujung
    • Ulangi ini sekali sehari selama sekitar 20 menit.

    Beberapa pihak mengklaim, cara ini efektif membuat penis terlibat tebal dan panjang. Cara ini juga dianggap mampu membuat durasi ereksi lebih lama.

    Namun penelitian yang mendukung klaim ini masih sangat terbatas. Tindak berlebihan pada latihan ini dapat menyebabkan memar, sakit atau nyeri pada batang penis, iritasi kulit, dan disfungsi ereksi.

    5. Olahraga

    Olahraga secara teratur dinilai dapat membesarkan penis. Aktivitas fisik menyehatkan yang dilakukan secara rutin dapat memperlancar peredaran darah menuju penis.

    6. Operasi

    Dilansir dari laman mayoclinic terdapat beberapa operasi yang dapat menambah ukuran penis, yaitu:

    • Cutting the suspensory ligament (memotong ligamen suspensori)
    • Fat injection (injeksi lemak)
    • Tissue grafting (pencangkokan jaringan)
    • Penis Implant (implan penis)

    Perlu diketahui operasi pembesaran penis jarang dilakukan. Pria yang melakukan operasi biasanya dikarenakan penisnya tidak berfungsi pada semestinya atau karena masalah yang terjadi saat kecil.

    Itulah beberapa cara membesarkan penis yang berhasil dirangkum. Selain berkonsultasi dengan dokter, pasangan juga bisa diajak berdiskusi sebelum mencoba salah satu cara. Semoga informasi ini bermanfaat ya Detikers.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Gaya Bercinta yang Bisa Bikin Mr P Patah, Posisi ‘Woman on Top’ Termasuk?


    Jakarta

    Tak sedikit pasangan yang gemar menjajal beragam posisi seks demi menciptakan suasana bercinta yang tidak membosankan. Namun hati-hati, beberapa posisi bercinta berisiko memicu cedera pada Mr P. Salah satu bentuk cederanya, yakni patah tulang penis.

    Penis patah terjadi akibat pria memaksakan untuk ereksi. Hal ini menyebabkan rasa sakit pada penis, penyumbatan darah, bengkak, hingga kerusakan pada uretra. Memang, penis tidak mempunyai tulang. Namun, saat terangsang, darah akan mengalir ke jaringan ereksi dan menyebabkan adanya pembengkakan pada penis. Tekanan tersebut akan membuat penis menjadi kaku dan keras.

    Dikutip dari Men’s Health, berikut posisi seks yang berisiko memicu patah penis:


    1. Women on Top

    Pada posisi ini, berat badan wanita bertumpu di atas penis pria yang sedang ereksi. Jika wanita tidak sengaja tergelincir, maka penis akan mengenai area tulang tubuh wanita. Hal ini yang menyebabkan penis menjadi patah, karena wanita tidak dapat menghentikan gerakannya ketika penis mengalami penetrasi yang salah.

    2. Doggy style

    Seringkali pada posisi ini, pia amat bersemangat. Jika penis terlepas dari vagina dan membentur tulang pada tubuh, maka bisa terjadi trauma pada penis pria.

    Selain itu pada posisi ini, terdapat kemungkinan wanita merasa tidak nyaman, kelelahan, dan kesakitan imbas penterasi. Hubungan seks harus dilakukan dengan rileks untuk mengurangi risiko penis patah dan luka pada vagina.

    3. Missionary style

    Gaya misionaris dianggap sebagai posisi berhubungan yang paling membosankan dan berisiko memicu patah penis. Seperti pada posisi doggy style, pada posisi missionary, wanita memegang kendali atas kecepatannya. Apalagi, jika wanita melakukan tekanan kasar yang dapat membuat pria mengalami penis patah akibat benturan pada tulang panggul wanita.

    Jika terjadi kondisi penis patah, segera periksakan diri ke dokter untuk meminimalkan kesakitan menjadi lebih parah.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Ukuran Normal Mr P Laki-laki? Begini Hasil Risetnya


    Jakarta

    Ukuran penis masih kerap dijadikan bahan perdebatan karena dianggap sebagai faktor penentu kepuasan pasangan. Secara tidak langsung, hal ini seringkali menimbulkan rasa cemas dan turunnya kepercayaan diri karena membandingkan ukuran normal Mr P laki-laki.

    Nyatanya, ukuran penis laki-laki tak selalu menjadi faktor penentu kepuasan bagi pasangan. Dikutip dari Medical News Today, sebuah survei menunjukkan bahwa 70 persen wanita menganggap ukuran penis bukan suatu hal yang penting.

    Pada dasarnya, ukuran penis dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun, selain faktor keturunan, terdapat sejumlah faktor lainnya yang mempengaruhi, seperti hormon, lingkungan, dan nutrisi.


    1. Hormon

    Dalam masa pubertas, kelenjar pituitari akan mendorong produksi hormon luteinizing atau LH dan hormon perangsang folikel. Produksi testorteron di penis didorong oleh hormon LH dan hormon perangsang folikel akan meningkatkan produksi sperma pada pria.

    Ketika ada permasalahan terkait hormon, terdapat risiko pertumbuhan penis akan ikut terpengaruh.

    2. Lingkungan

    Faktor eksternal seperti lingkungan juga turut berperan dalam pertumbuhan ukuran penis. Hal ini dapat berupa paparan pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya. Bila berlangsung dalam jangka panjang, paparan bahan kimia ini dapat memicu mutasi genetik yang turut menganggu produksi hormon dalam tubuh.

    Paparan bahan kimia dapat berdampak pada ukuran penis saat masih dalam kandungan ataupun ketika anak sudah tumbuh memasuki usia pubertas.

    3. Nutrisi

    Asupan nutrisi yang kurang saat bayi dalam kandungan atau ketika anak dalam masa tumbuh kembang juga dapat mempengaruhi hormon yang juga berdampak pada ukuran penis. Kekurangan gizi pada anak dapat menghambat proses pubertasnya, menjadikan pertumbuhannya lebih lambat, termasuk ukuran penis dan testis yang lebih kecil.

    Berapa Sih Ukuran Normal Mr P Laki-laki?

    Sebuah riset pada 2019 menunjukkan bahwa mayoritas pria mempercayai bahwa rata-rata ukuran penis saat ereksi adalah sekitar 15,2 cm. Namun kenyataannya, ukuran yang tergolong normal berada jauh di bawah itu.

    Ukuran memang sangat bervariasi, namun pada umumnya berkisar sekitar 12,9 sampai 13,97 centimeter. Dikutip dari worlddata.info, ukuran penis pria di Indonesia rata-rata berkisar sekitar 11,67 cm.

    Penelitian lainnya pada 2014 melakukan pengukuran terhadap 15.521 pria berusia 17 tahun ke atas. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan ukuran rata-rata Mr P laki-laki sebagai berikut:

    • Panjang penis lembek: 9,16 cm
    • Lingkar penis lembek: 9,31 cm
    • Panjang penis ereksi: 13,12 cm
    • Lingkar penis saat ereksi: 11,66 cm

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ukuran Mr P Seperti Apa yang Digemari Wanita? Hasil Risetnya Begini


    Jakarta

    ‘Semakin besar, semakin puas’ begitulah kira-kira persepsi yang kini masih dipercaya kebanyakan pria tentang ukuran organ vital miliknya ketika bercinta. Namun, faktanya tidak sesederhana itu lho. Lantas, Ukuran mr p seperti apa yang digemari wanita?

    Entah karena gengsi atau hanya sekadar membahagiakan sang pasangan, para pria rela membayar mahal untuk membeli obat kuat atau memilih operasi pembesaran penis. Padahal seperti yang diketahui, keduanya mempunyai efek samping besar, mulai dari gangguan pencernaan, sakit kepala, peradangan, hingga ereksi berkepanjangan.

    Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan, sang wanita pun belum tentu mendapatkan kepuasan karena penis yang terlalu besar terkadang membuatnya kesakitan dan tidak nyaman selama berhubungan seksual.


    Ukuran Mr P Seperti Apa yang Digemari Wanita?

    Para peneliti dari University of California Los Angeles menganalisis ketertarikan 75 wanita terhadap ukuran penis pria dengan usia rata-rata 25 tahun. Objek analisis tersebut menggunakan 33 benda ‘phallic’ tiga dimensi dengan berbagai ukuran.

    Hasilnya terungkap fakta wanita lebih suka penis dengan lingkar sebesar 12,7 cm dan panjang sebesar 16,3 cm dalam satu kali sesi bercinta, dibandingkan dengan panjang 16 cm dan lingkar 12,2 cm dalam melakukan sesi bercinta dengan waktu yang lebih lama.

    Atas dasar itu juga, para peneliti membeberkan sejumlah wanita tidak menyukai penis yang terlalu besar karena akan terasa sangat sakit ketika berhubungan seks hingga berisiko mencederai struktur sensitif di dalam vagina.

    “Apa pun yang meningkatkan gesekan selama hubungan seksual dapat meningkatkan cedera genital dan secara tidak langsung, dapat meningkatkan risiko infeksi,” catat peneliti melalui laman Real Clear Science.

    Berita menarik lainnya dari penelitian yang dilakukan pada 2015 ini adalah 27 persen partisipan melaporkan telah mengakhiri hubungan karena ketidakcocokan ukuran penis, sedangkan sisanya merasa tidak peduli.

    Di akhir laporannya peneliti menyarankan untuk pria tidak mengkhawatirkan besar atau kecil alat kelaminnya. Lebih baik bila para pria percaya diri, dan hindari meminum pil pembesar penis yang belum terbukti khasiatnya.

    (Fadilla Namira/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Sih Kedalaman Normal Miss V? Menurut dr Boyke Segini


    Jakarta

    Vagina adalah salah satu organ yang memegang peran penting dalam tubuh wanita. Organ ini memegang peran penting dalam proses reproduksi, terutama dalam menghubungkan serviks dengan bagian luar tubuh dan menjadi jalur keluarnya bayi.

    Sebagai daerah yang tergolong sensitif, kebersihan dan kesehatannya membutuhkan banyak perhatian khusus.

    Di luar itu semua, banyak hal mengenai vagina yang masih membuat penasaran. Salah satunya adalah ukuran kedalaman vagina. Sama halnya seperti mempertanyakan ukuran penis laki-laki, kedalaman dari vagina juga seringkali dipertanyakan. Sebenarnya, berapa sih rata-rata kedalaman vagina yang normal?


    Menurut pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, ukuran kedalaman vagina rata-rata berkisar tiga inci atau sekitar 7 sampai dengan 9 sentimeter.

    “Tidak ada pengaruh yg signifikan. Karena jika terangsang, vagina bisa bertambah panjang dan lebar,” jelas dr Boyke pada detikcom, Jumat (3/3/2023).

    dr Boyke juga menjelaskan bahwa ukuran kedalaman vagina tidak berdampak pada aktivitas seksual.

    “Kepala bayi aja bisa lewat. Jadi Mr P ukuran berapapun bisa masuk,” jelasnya.

    NEXT: Tips Menjaga Kebersihan Miss V

    Tips Menjaga Kebersihan Miss V

    Untuk menjaga vagina tetap sehat dan dalam kondisi optimal, maka kebersihannya juga perlu dijaga. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam menjaga kebersihan organ vital ini.

    Berikut adalah sejumlah tips dalam menjaga kebersihan vagina, dikutip dari Healthline.

    1. Membersihkan vagina dengan baik dan benar

    Vagina harus dibersihkan secara rutin, setelah buang air kecil ataupun buang air besar. Basuhlah dari arah depan ke belakang, dengan menggunakan air bersih atau bisa juga dengan air hangat.

    Hindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi atau parfum karena dapat berpotensi menganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina yang dapat menyebabkan vagina menjadi kering atau terkena infeksi.

    Bagian vagina yang perlu dibersihkan hanya bagian vulva atau bibir vagina. Bagian dalam vagina merupakan organ yang memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri.

    Jangan lupa untuk mengeringkan vagina dengan sempurna sebelum kembali menggunakan celana dalam.

    2. Menggunakan cukuran yang tajam ketika mencukur area vagina

    Pastikanlah bahwa pisau cukur yang digunakan masih tajam, tidak tumpul, dan tidak berkarat. Pisau cukur yang tumpul dapat menimbulkan iritasi pada area vagina. Jangan lupa untuk membilas bersih setelah mencukur.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy