Tag: pakaian

  • Amarestola Aplikasikan Wastra Batik Cap dan Tenun Jadi Busana Siap Pakai

    Jakarta

    Pegiat mode Tanah Air terus berinovasi dan mengembangkan beragam desain keindahan wastra Indonesia melalui busana. Salah satu brand yang mengolah wastra yang mencuri perhatian adalah AmareStola.

    Brand ready-to-wear AmareStola mengaplikasikan teknik batik cap dan kain tenun menjadi busana siap pakai untuk beragam kegiatan wanita. Mulai dari kasual, formal hingga Lebaran.

    Mengusung tagline modest, effortless dan timeless, Rencany Indramartani selaku pendiri AmareStola mengatakan ingin melestarikan batik cap dengan sentuhan modern. Busana dari AmareStola cocok untuk wanita modern usia 20-40 tahun.


    “Ciri khas AmateStola adalah batik cap dan tenun dikombinasikan dengan katun premium dan bordir. Jadi memang batik cap dan tenun salah satu koleksi yang bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Dengan memakai wastra, kamu juga bisa sekaligus melestarikan budaya tetap stylish dan modern dengan menggabungkan lace dan bordir,” kata Rencany Indramartani saat ditemui Wolipop di bazar GlamLocal, Exhibition Hall, West Mall, Jakarta Pusat.

    Koleksi  AmareStola yang identik dengan motif batik cap dan tenun bisa menjadi pilihan kamu untuk berbagai kegiatan.Koleksi AmareStola yang identik dengan motif batik cap dan tenun bisa menjadi pilihan kamu untuk berbagai kegiatan. Foto: Dok. AmareStola.

    Rencany Indramartani menceritakan arti nama brand AmareStola yang berasal dari dua bahasa. “Amare berasal dari bahasa Italia, yang artinya menyukai. Sedangkan Stola berasal dari bahasa Yunani, adalah pakaian yang indah. Intinya AmareStola adalah pakaian yang disukai,” lanjutnya.

    Membawa misi melestarikan wastra ke generasi muda, Rencany Indramartani membuat cuttingan yang modern dan unik dengan menggunakan bahan katun toyobo premium yang nyaman dipakai. Ada juga koleksi outer bordir yang cocok untuk kegiatan formal dan non formal.

    “Batik cap dari AmareStola cocok untuk kantor dan kuliah. Batiknya cap handmade dimana motifnya modern bukan tradisional. Ciri khasnya mengkombinasi batik katun dengan katun premium sehingga bisa dipakai formal, semi formal dan casual,” jelasnya.

    Koleksi  AmareStola yang identik dengan motif batik cap dan tenun bisa menjadi pilihan kamu untuk berbagai kegiatan.Koleksi AmareStola yang identik dengan motif batik cap dan tenun bisa menjadi pilihan kamu untuk berbagai kegiatan. Foto: Dok. AmareStola.

    Koleksi batik cap dan tenun dari AmareStola merupakan bagian dari koleksi seri Nusantara, yang terdiri dari kemeja kombinasi batik cap dan tenun dengan menggunakan bahan katun premium dan juga outer. Seluruh koleksi busana AmareStola dijual dengan harga mulai dari Rp 220 ribu hingga Rp 485 ribu.

    “Warna batiknya ke arah soft pastel. Sedangkan untuk batik cap bernuansa bold, merah marun, navy dan hitam. Ada kemeja, vest dan blouse. Cuttingannya AmareStola basic dengan desain timeless. Harapannya produk ini dipakai berkelanjutan dalam segala tren fashion,” pungkas wanita yang akrab disapa Cany itu.

    Koleksi  AmareStola yang identik dengan motif batik cap dan tenun bisa menjadi pilihan kamu untuk berbagai kegiatan.Koleksi AmareStola yang identik dengan motif batik cap dan tenun bisa menjadi pilihan kamu untuk berbagai kegiatan. Foto: Dok. AmareStola.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 5 Tips Memilih Busana untuk Haji dan Umrah, Sesuai Syariat dan Nyaman

    Jakarta

    Saat hendak beribadah haji dan umrah, sebaiknya kamu mempersiapkan fisik dan mental. Selain itu, kamu juga perlu memilik pakaian yang sesuai syariat dan nyaman.

    Busana yang kamu pilih tentunya tidak membentuk tubuh, tidak terlalu mencolok dan menerawang sesuai dengan syariat Islam. Menurut Amanda Zada sebagai salah satu pendiri brand hijab naPocut, kamu sebaiknya memperhatikan beberapa hal saat mempersiapkan busana untuk haji dan umrah.

    Berikut tips memilih busana untuk haji dan umrah:

    1. Sesuaikan busana dengan kegiatan

    Amanda Zada menjelaskan penting untuk mengetahui kepentingan busana untuk kegiatan tertentu. Tujuannya agar tetap khusyuk dalam menjalani rangkaian ibadah.


    “Kita tahu dulu tujuannya safarnya haji dan umrah. Perhatikan tujuannya, mau safarnya ke mana? Nah, terus kegiatannya kita nanti seperti apa. Sehingga kita bisa membawa sesuai yang essential, yang nanti bisa kita pakai untuk safar,” ujar Amanda saat ditemui Wolipop di acara Special Launching of Safar Collection dari Napocut di Bintaro Jaya ExChange 2 UG Floor, Jumat (25/4/2025).

    Ia menuturkan pentingnya untuk mengetahui rangkaian kegiatan rangkaian ibadah, agar bisa membawa busana yang tepat.

    “Jangan nanti ternyata yang kita bawa malah tidak berguna. Misalnya, ternyata kita mau ke tempat yang panas, malah membawa baju yang tebal. Jadi kan kurang bermanfaat,” jelasnya.

    2. Pilih bahan yang nyaman

    Zada melanjutkan jika kamu sudah menentukan busana yang sesuai dengan kegiatan beribadah, langkah selanjutnya pilih bahan terbaik saat ibadah.

    “Jika kamu ke tempat yang cuacanya panas, otomatis kita membawa busana yang ringan, mudah menyerap keringat dan juga gampang dikemas sehingga kalau safar, kita nggak punya bagasi yang terlalu banyak. Jadi memang banyak kriteria bahan yang kamu pakai,” ucapnya.

    Untuk musim panas, pilih bahan yang menyerap keringat dan ringan. Hindari baju berbahan polyester karena tidak menyerap keringat. Pilih bahan anti UV dan kain dari serat tumbuhan yang adem.

    “Jika cuaca dingin, kamu bisa membawa busana yang bisa melindungi diri kamu dan bisa dipadu-padankan dengan busana lainnya. Sehingga kamu tidak usah membawa banyak baju yang tebal,” lanjut Zada.

    3. Busana saat haji dan umrah

    Untuk haji dan umrah, kamu harus memakai busana yang menutupi semua aurat secara keseluruhan. Zada menuturkan sebaiknya kamu membawa khimar, hijab syari yang bisa di mix and match dengan busananya dan ketika tawaf memakai sarung tangan atau inner untuk tangan.

    “Dress jangan terlalu heavy, karena safar itu membutuhkan dress yang ringan. Kemudian dalaman baju itu penting banget. Biasanya kalau saya pribadi sering memakai kulot untuk dalaman dibandingkan dress. Tapi bisa juga inner dress jadi kita tidak usah membawa atasan dan bawahan lagi,” jelas Zada.

    Kamu juga bisa membawa kaus kaki selama ibadah atau mengenakan legging yang sudah termasuk kaus kaki agar lebih praktis. “Faktor yang penting banget, tadinya mesti bawa dua item, ini kan cuma bawa satu item saja,” sambungnya.

    4. Pilih bahan hijab yang nyaman

    Tak kalah penting, jika kamu ingin berangkat haji dan umrah pilih hijab yang berbahan ringan dan menyerap keringat. Zada menuturkan kamu bisa membawa hijab yang anti kusut, sehingga mudah untuk dipadu-padankan.

    “Pilih hijab yang ringan dan jangan terlalu tebal. Karena sekarang di pasaran bahannya terlalu tebal dan tidak nyaman juga kalau safar,” terangnya.

    Contoh bahan hijab yang tebal seperti bergo dari bahan knit dan juga dari jersey.

    5. Pilih warna hijab yang basic

    Zada menambahkan sebaiknya kamu membawa hijab dengan warna yang netral dan tidak mencolok saat beribadah. Misalnya saja hijab warna earth tone, abu-abu, broken white, dan hitam.

    “Kalau putih kadang-kadang di wajah akan terlihat berbeda. Makanya pakai warna broken white saja. Warna yang serba cokelat dan hitam juga bisa,” tuturnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Gelaran Muslim Fashion Festival+ 2025 Hadirkan 130 Brand Lokal di JCC

    Jakarta

    Gelaran Muslim Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+2025) road to @in2mf_ kembali diadakan mulai 20 hingga 23 Februari 2025 di JCC, Senayan. Acara yang digagas oleh Indonesian Fashion Chamber ini menghadirkan lebih dari 130 desainer dan brand lokal dengan mengusung tema Connecting In Style.

    Sederet desainer yang akan menampilkan karyanya di Muffest+ 2025 di antaranya, Dian Pelangi, Ayu Dyah Andari, Lenny Agustin, Hanni Hananto, Wilsen Willim, Restu Anggraini, Cotton Ink, Kami. Zeta Prive dan lain-lain.

    Lenny Agustin sebagai National Chair of Indonesian Fashion Chamber mengungkapkan Muffest masuk usia 10 tahun pada 2025. Gelaran ini menunjukkan konsistensi Indonesia sebagai pusat busana modest dunia.


    Lenny menjelaskan tahun ini Muffest+ 2025 lebih memperhatikan efek keberlanjutan terhadap lingkungan. Mulai dari penggunaan sisa kain dari produksi fashion hingga penyelenggaraan acara Muffest+ 2025.

    “Indonesia mencitrakan pusat busana muslim dunia, kami berhadapan tak hanya penampilan tapi juga perilaku, budaya dan tanggung jawab terhadap bumi oleh karena itu tema kali ini suistainable supaya tetap berkelanjutan. Kita mengurangi dekorasi yang berlebihan karena selesai pameran kita membuang material yang sebenarnya bisa kita kurangi,” ungkapnya.

    Sementara itu, CEO Gemalindo Kreasi Indonesia, Irvan Mahidin mengatakan Muffest yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu ini bisa menjadi inspirasi dalam menyambut Lebaran.

    “Tema connecting instyle menggabungkan gaya urban yang modern dan bisa meningkatkan kreativitas. Berlangsung empat hari, tahun ini targetnya 15.000 pengunjung semoga tercapai jumlah transaksi di atas Rp 10 Miliar,” tambahnya.

    Reni Yanita selaku Direktur Jendral Industri Kecil Menengah Dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap Indonesian Fashion Chamber yang konsisten mengadakan Muffest+. Reni mengatakan potensi pasar halal di Indonesia sangat besar termasuk sektor pakaian jadi.

    “Oleh karena itu acara ini sangat baik mendorong industri fashion ini bisa mendorong untuk go global,” ucapnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Warna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm Undertone

    Jakarta

    Bingung menentukan tema dengan nuansa apa saat Lebaran? Coba cocokkan saja dengan tone kulitmu. Jika warna kulitmu kecokelatan, maka ada beberapa rekomendasi warna hijab yang cocok untuk kulit warm undertone.

    Memilih warna hijab yang tepat bisa membuat wajah terlihat lebih cerah dan segar, terutama bagi pemilik kulit warm undertone. Mengutip WhatColors, warm undertone ditandai dengan warna kulit yang memiliki semburat keemasan atau kekuningan, menjadi lebih jelas ketika kamu melihat pembuluh darah terekspos saat terkena cahaya alami.

    Warna-warna tertentu bisa semakin menonjolkan kecantikan alami kulit dengan warm undertone. Sementara warna lainnya mungkin membuat kulit tampak kusam.


    Warna dasar ini kontras dengan warna dingin yang memiliki semburat merah muda, maroon, atau kebiruan. Warm undertone juga sangat cocok untuk nuansa kecokelatan.

    Oleh karena itu, pemilihan warna hijab yang sesuai sangat penting untuk menyempurnakan tampilan, termasuk untuk momen spesial seperti Lebaran. Untuk menciptakan harmoni yang indah dalam penampilan, penting menyesuaikan warna hijab dengan busana yang dikenakan.

    Pemilihan warna hijab yang cocok untuk kulit warm undertone tidak hanya membuat wajah terlihat lebih glowing tapi juga memberikan kesan elegan dan anggun. Berikut deretan warna hijab yang sangat cocok untuk pemilik kulit warm undertone dan bisa disesuaikan dengan baju Lebaranmu.

    Warna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm Undertone:

    1. Cokelat Latte

    Warna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm UndertoneWarna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm Undertone Foto: Dok. Zalora, Buttonscarves, Lozy Hijab

    Warna cokelat latte atau frappucino merupakan pilihan sempurna bagi pemilik kulit warm undertone. Warna ini memiliki nuansa hangat yang senada dengan warna kulit keemasan sehingga membuat tampilan lebih natural dan elegan.

    Selain itu, cokelat latte juga mudah dipadukan dengan berbagai warna pakaian, baik yang cerah maupun yang netral, menjadikannya pilihan fleksibel untuk berbagai kesempatan. Jika digunakan saat Lebaran, hijab warna cokelat latte bisa dipadukan dengan baju berwarna krem, putih, bahkan nuansa pastel seperti peach dan dusty pink.

    Kombinasi warna tersebut memberikan tampilan yang lembut namun tetap berkelas, sangat cocok untuk acara keluarga dan silaturahmi.

    2. Mustard

    Warna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm UndertoneWarna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm Undertone Foto: Dok. Zalora, Buttonscarves, Lozy Hijab

    Mustard adalah warna kuning keemasan yang memberikan kesan ceria dan fresh pada wajah pemilik warm undertone. Warna ini sangat cocok untuk momen Lebaran karena memberikan tampilan yang cerah dan energik.

    Mustard juga dapat menonjolkan warna kulit hangat dengan sempurna, memberikan kesan lebih glowing serta tidak pucat. Untuk padu padan baju Lebaran, hijab mustard bisa dikombinasikan dengan warna-warna netral seperti putih, beige, hingga warna olive.

    3. Terracotta

    Warna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm UndertoneWarna Hijab yang Cocok untuk Kulit Warm Undertone Foto: Dok. Zalora, Buttonscarves, Lozy Hijab

    Warna terracotta merupakan perpaduan antara oranye dan cokelat yang memberikan kesan hangat serta natural. Warna ini sangat cocok bagi pemilik kulit warm undertone karena mempertegas kesan eksotis dan alami.

    Terracotta juga memberikan tampilan yang earthy dan klasik, cocok untuk acara formal maupun santai. Padukan hijab terracotta dengan pakaian berwarna putih, krem, atau beige. Warna-warna ini akan menyeimbangkan tampilan.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 5 Tempat Beli Baju Lebaran di Jakarta 2025, Banyak Model dan Harganya Murah


    Daftar Isi






    Jakarta

    Menjelang Lebaran, biasanya masyarakat akan berbondong-bondong pergi membeli baju baju. Setiap tahuannya, ada tren baju Lebaran dengan berbagai model, warna, hingga bahannya.

    Mall, butik, hingga pasar tradisional juga menjadi pilihan tempat untuk membeli koleksi busana Lebaran secara langsung. Jakarta sendiri punya beberapa pilihan tempat untuk membeli baju Lebaran dengan beragam model dan harga. Di mana saja?

    Rekomendasi Tempat Beli Baju Lebaran di Jakarta

    Berikut adalah rekomendasi beberapa lokasi terkenal yang sering dijadikan pilihan tempat beli baju lebaran di Jakarta:


    1. Thamrin City

    Zain Fashion Lantai Dasar Blok A2A No.1 menjual semi kebaya.Toko Fashion Lantai Dasar Blok A2A No.1 menjual semi kebaya. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Thamrin City terkenal menjadi salah satu tempat yang dituju untuk membeli baju Lebaran di Jakarta. Di sini, kamu bisa menemukan koleksi busana Lebaran dengan harga yang terjangkau. Mulai dari baju koko, gamis, aneka busana muslim modern, hingga aksesoris bisa kamu beli di sini.

    Alamat: Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

    2. Pasar Tanah Abang

    Suasana aktifitas jual beli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024). Tarif Pajak Pertambahan Nilai akan naik menjadi 12 mulai 1 Januari 2025. Hal itu berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.Toko-toko baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Grandyos Zafna

    Pasar Tanah Abang mungkin sudah tak asing lagi jadi tempat favorit banyak berburu pakaian. Terutama jika belinya dalam jumlah banyak, biasanya harganya akan lebih murah.

    Di sini, ada berbagai macam model dan warna pakaian muslim, hijab, hingga aksesoris Lebaran yang sangat lengkap. Biasanya mendekati Lebaran pasar Tanah Abang akan semakin ramai.

    Tidak hanya di Jakarta, Pasar Tanah Abang merupakan pusat belanja pakaian terbesar di Asia Tenggara. Di pasar ini terdiri dari beberapa blok, mulai dari Blok A, Blok B, Blok F lama, hingga Blok Metroitu.

    Alamat: Jl. K.H. Fachrudin, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    3. ITC Mangga Dua

    Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kunjungi ITC Mangga DuaSaat Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kunjungi ITC Mangga Dua. Foto: Anisa Indraini/detikcom

    Selain menjual aneka tekstil atau produk fashion, pusat perbelanjaan ini juga dikenal menjual berbagai macam barang, mulai dari suvenir, dan berbagai macam aksesoris.

    ITC Mangga Dua kerap dijadikan tempat beli baju Lebaran di Jakarta, karena harga yang dipatok biasanya lebih murah daripada toko pada umumnya.

    Dilansir laman ITC Shopping Festival, di ITC Mangga Dua kamu akan menemukan berbagai jenis produk dari dalam dan mancanegara. Mulai dari produk dari China, Korea, Hongkong dan Thailand.

    Alamat: Jl. Mangga Dua Raya, RT.11/RW.5, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

    4. Pusat Grosir Cililitan (PGC)

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga berburu baju lebaran. PGC menjadi tempat alternatif tempat berbelanja baju jelang lebaran.Ilustrasi menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga berburu baju lebaran. PGC menjadi tempat alternatif tempat berbelanja baju jelang lebaran. Foto: Chelsea Olivia Daffa

    Buat kamu yang suka cari baju dengan harga grosir yang terjangkau, PGC bisa jadi pilihannya. Meski harganya bersaing, di sini kamu akan dengan mudah menemukan berbagai gamis, tunik, baju koko, hingga hijab, dengan desain yang trendi.

    Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo Nomor 76 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

    5. Pasar Senen

    Sejumlah warga berbelanja pakaian bekas impor di Blok 3 Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/5/2021). Sejumlah pedagang setempat mengaku penjualan pakaian bekas impor seharga Rp20.000-Rp100.000 per buah tersebut mengalami kenaikan permintaan 50-100 persen selama sepekan terakhir menjelang Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.Ilustrasi thrifting di Pasar Senen menjelang Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

    Buat kamu yang suka thrifting, kamu bisa mengunjungi Pasar Senen. Di sini, kamu bakal banyak menemukan pakaian bekas yang masih layak pakai.

    Meskipun harganya lebih murah dibandingkan dengan baju baru, di sini kamu juga bisa berkesempatan mendapatkan baju dengan brand terkenal yang hargaya mahal.

    Alamat: Jalan Pasar Senen Raya, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

    (khq/fds)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Brand Kami Rilis Koleksi Terbaru dengan Pesan Kekuatan Wanita & Inovasi Kain

    Jakarta

    Kami. merillis koleksi terbarunya bertajuk Katla di gelaran Senayan City Fashion Nation pada 27 September 2025. Fashion show yang juga menghadirkan penampilan dari grup band Ten2fiveband dan Dea Rizkita ini mengusung pesan yang kuat, menemukan cahaya saat hidup terasa paling gelap. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi penggerak perspektif baru bagi para pelanggan setia Kami. yang dikenal sebagai Kami. People.

    Didirikan oleh Nadya Karina, Istafiana Candarini, dan Afina Candarini, brand Kami. dikenal dengan ciri khas busana modest yang nyaman untuk dipakai sehari-hari. Istafiana Candarini, atau akrab disapa Irin, mengungkapkan bahwa koleksi Katla mengangkat penggunaan bahan dasar yang nyaman seperti katun, sesuai dengan signature Kami.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Makna filosofis di balik nama Katla yang secara harfiah terinspirasi dari gunung berapi dan ungkapan perasaan. Katla menyimbolkan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki sisi kerapuhan, dan apa yang ditampilkan oleh manusia hanyalah sebatas permukaannya,” kata Irin.


    Irin menjelaskan koleksi Katla dibagi menjadi tiga fragmen yang akan diluncurkan secara bertahap, yaitu Katla Linear, Katla Mahika, dan Katla Dara. Filosofi ini menarik benang merah dari pesan kampanye Katla, kehidupan berat akan jadi lebih baik.

    Ia menuturkan koleksi ini mengajak untuk menerima dan merayakan kerapuhan tersebut, membentuk perspektif yang baru tentang kehidupan. Momen kebangkitan dan sisi gelap-terang yang diangkat adalah cerminan dari kisah bangkitnya seseorang setelah berulang kali menghadapi titik terendah.

    Peluncuran koleksi Katla ini direncanakan berlangsung secara bertahap pada September, Oktober, dan November 2025. Fragmen pertama, Katla Linear, yang ditampilkan di Fashion Nation Senayan City merupakan awal dari perjalanan Katla, menampilkan gaya yang lebih silent and expression dalam menyikapi kehidupan dengan harapan.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Dok. Kami.

    Sementara itu, Katla Mahika dijadwalkan rilis pada Oktober 2025. Puncak koleksi, Katla Dara, akan hadir pada November 2025 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Harapannya, koleksi ini akan memproyeksikan wanita sebagai pahlawan yang tetap kuat dan sesuai dengan brand value Kami.

    Koleksi terbaru Kami. ini mencakup berbagai jenis pakaian mulai dari kerudung, tunik, kemeja, hingga dress, dengan rentang harga yang terjangkau, dimulai dari Rp 379.000 untuk kerudung hingga Rp 949.000 untuk dress termahal. Untuk koleksi Katla Linear, terdiri dari dua dress, satu tunik, sembilan top, dan dua celana. Kami. juga memperkenalkan pembaruan material seperti bahan menyerupai polo dengan pattern linear yang akan dirilis sekitar minggu kedua Oktober 2025.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Wanita Sarjana Peternakan Sukses Bangun Brand Busana dan Hijab Anak

    Jakarta

    Siapa sangka, seorang hijabers lulusan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran justru menemukan jalannya di dunia bisnis fashion muslim anak. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk mulai bisa membuka jalan menuju kesuksesan.

    Berawal dari kebutuhan sederhana, ia berani melangkah merintis bisnis meski dengan modal terbatas, hingga kini karyanya dikenal luas. Ialah Swistya Ardiana atau akrab disapa Tya yang awalnya tak menyangka akan terjun ke dunia fashion muslim anak.

    Tya mulai merintis bisnis pada 2016, berawal dari keinginan sederhana untuk menyediakan busana dan hijab yang nyaman bagi anak-anaknya. Kala itu, ia melihat minimnya pilihan pakaian hijab yang kasual, dinamis, dan sesuai kebutuhan anak aktif.


    Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak.Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak. Foto: Dok. pribadi Swistya Ardiana

    “Sempat vakum 1,5 tahun karena merasa perlu mempelajari detail pola dan jahitan terlebih dahulu, lalu saya melanjutkan lagi sampai sekarang. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak saya yang ingin berjilbab sejak kecil. Bersekolah di sekolah Islam Terpadu, dan melihat aktivitas bundanya sehari-hari dengan hijab, membuat mereka ingin mulai berhijab,” ungkap Tya saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini di Senayan City, Jakarta Selatan.

    Saat itu, Tya mengaku kesulitan menemukan daily outfit yang nyaman untuk anaknya. Dari keresahan itu, lahirlah brand yang kini ditekuninya, Little Missmos.

    “Saya yakin ini adalah masalah banyak orangtua yang juga memiliki anak-anak yang mulai ingin berpakaian sopan dan berjilbab. Little Missmos hadir untuk mencoba menjawab solusi tersebut, dan Alhamdulillah saat itu sambutannya sangat baik,” jelas Tya.

    Bermodalkan keberanian, sedikit bahan baku, dan semangat belajar, Tya mulai memproduksi dalam jumlah kecil, lalu memasarkan lewat media sosial. Modal awalnya berjualan hanya cukup untuk membeli beberapa bahan baku.

    “Saya coba produksi dalam jumlah kecil dulu, lalu saya foto dan unggah di sosial media. Dari situ saya mulai belajar bagaimana mengatur keuntungan agar bisa terus berputar. Jadi, bagi saya modal awal bukan hanya soal uang, tapi juga soal keberanian untuk mulai dari kecil,” lanjut Tya.

    Perjalanan Jatuh Bangun Bisnis

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Brand Litlle Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Tya mengaku awalnya memulai bisnis seorang diri. Saat brandnya perlahan tumbuh, dia kemudian merekrut tim tak sampai tiga orang.

    “Sekarang jumlah karyawan sudah berkembang sesuai kebutuhan produksi, marketing, dan penjualan. Jadi, jumlah tim memang naik turun menyesuaikan kondisi, tapi yang pasti perlu tetap ditanamkan semangat untuk tumbuh bersama,” jelasnya.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Ia melihat peluang karena sesuai dengan target pasar yang ingin ditujunya. Seiring berjalannya waktu, Tya bertemu banyak teman di komunitas-komunitas yang membuatnya paham langkah demi langkah apa yang perlu ditempuh untuk membuat Little Missmos terus bertumbuh.

    Perjalanan membangun Little Missmos tentu tidak selalu mulus. Tya menghadapi beragam tantangan. Namun, ia memilih untuk fokus mencari solusi satu per satu. Diskusi dengan komunitas bisnis, mentor, hingga tim internal menjadi kunci baginya untuk tetap adaptif dan menemukan jalan keluar di tengah ketidakpastian.

    “Satu hal yang mungkin akhirnya saya sadari penuh, menjalankan sebuah bisnis dari nol dengan tujuan ingin terus bertumbuh adalah bahwa di setiap langkahnya berisi tantangan demi tantangan. Mulai dari gagal produksi saat cashflow sedang tidak baik-baik saja, tiba-tiba ditinggal karyawan saat kerjaan sedang banyak-banyaknya, produksi banyak tanpa perhitungan pasti yang akhirnya tidak diserap pasar, atau sebaliknya produksi sedikit ternyata permintaan sangat tinggi sehingga bagian produksi perlu mengejar kekurangan secepat mungkin, dan masih banyak hal-hal tidak terduga lainnya,” ungkap Tya.

    Dalam menghadapi tantangan atau masalah, Tya memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar tidak kewalahan. Strategi ini membantunya lebih fokus menemukan solusi yang realistis dan terukur.

    “Dengan memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil, saya bisa fokus mencari solusi yang realistis. Tidak jarang saya berdiskusi dengan sesama pelaku bisnis, mentor, atau bahakan cukup dengan tim internal untuk mendapatkan banyak sudut pandang tentang masalah yang saya hadapi. Karena bisnis selalu berubah, saya belajar untuk adaptif. Kalau satu cara tidak berhasil, saya mencoba mencari cara lain,” terangnya.

    Pandemi menurutnya menjadi salah satu ujian berat dalam menjalani bisnis. Penjualan brandnya sempat menurun drastis karena perubahan perilaku konsumen dan channel penjualan online yang berkembang pesat. Meski sempat hampir mati suri, Little Missmos bangkit kembali berkat momentum Lebaran.

    “Ternyata bagaimanapun kondisi sosial distancing saat itu, lebaran tetap menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia untuk membeli baju baru, penjualan Little Missmos kembali meningkat, dan kembali memililiki bahan bakar untuk berjalan lagi, sambil terus beradaptasi dengan chennel pernjualan online yang dinamis,” lanjutnya.

    Dari situ, Tya belajar pentingnya menjaga keuangan sehat, fleksibel terhadap tren pasar, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan agar bisnis tetap bertahan. Hingga kini, Tya konsisten memproduksi produk untuk busana dan hijab untuk anak. Selain itu, ia juga merambah produk khusus untuk wanita dewasa dengan brand swistya.label.

    Fashion Show Perdana

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Little Missmos tampil di panggung besar Fashion Nation Senayan City, event tahunan bergengsi yang kali ini berkolaborasi dengan Kelas Modeling. Dalam kesempatan spesial ini, Tya mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “Pastel Parade”, sebuah rangkaian busana modest untuk anak-anak perempuan yang ingin tampil cantik, casual, nyaman, sekaligus sopan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama Little Missmos melakukan fashion show, dan langsung di panggung besar, rasanya luar biasa,” ujar Tya.

    Koleksi Pastel Parade hadir untuk mematahkan stigma bahwa busana modest anak terasa ribet dan membatasi gerak. Dengan potongan yang lebih loose namun tetap rapi, ditambah sentuhan palet pastel yang lembut, setiap outfit memberi kesan ringan, ceria, dan membuat anak lebih percaya diri. Bagi Tya, koleksi ini bukan sekadar busana, melainkan selebrasi kecil untuk hari-hari penuh keceriaan anak-anak.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Meski persiapannya terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan, Tya dan tim tetap optimis koleksi ini bisa menjadi jawaban kebutuhan fashion anak berjilbab yang sopan tapi tetap menyenangkan.

    “Awalnya sempat gugup karena ini fashion show pertama kami, apalagi skalanya besar. Tapi Alhamdulillah tim Fashion Nation dan Kelas Modeling banyak membimbing, sehingga prosesnya terasa lebih mudah dijalani,” ungkapnya.

    Dalam pagelaran ini, Little Missmos menampilkan tujuh koleksi, yang terdiri dari atasan, long dress, celana hingga rok. Inspirasi desainnya berangkat dari pengalaman pribadi Tya sebagai ibu yang sering kesulitan menemukan outfit sopan, nyaman, dan tetap fashionable untuk anak-anaknya. Dari situlah lahir ide menghadirkan pilihan modest fashion anak yang ringan dipakai, tapi tetap manis dan ceria.

    Lewat koleksi ini, Tya berharap Little Missmos semakin dikenal luas, khususnya sebagai brand yang menghadirkan busana cantik, sopan, dan menyenangkan bagi anak-anak perempuan. “Semoga koleksi ini bisa membuat anak merasa bahagia dengan outfitnya, bebas bergerak, sekaligus tetap anggun,” harapnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cuaca Panas Bak Pintu Neraka Terbuka! Ini Tips Kemenkes RI Biar Nggak Gampang Sakit


    Jakarta

    Cuaca panas dikeluhkan warga dalam beberapa waktu terakhir. Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan beberapa trik yang bisa dilakukan agar tak gampang tumbang di tengah cuaca panas.

    Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengimbau untuk menjaga hidrasi dengan cukup minum air di tengah cuaca panas yang terjadi di beberapa wilayah RI.

    Menurut Nadia, paparan cuaca panas berlebih dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang jika tidak ditangani dapat memicu masalah lebih serius.


    “Minum sebelum haus itu menjadi penting. Kalau dulu anjuran kita kan 8 gelas per hari. Ya kalau dengan cuaca panas ini ya 12-18 gelas per hari. Jadi jangan tunggu haus, baru kita minum,” ujar Nadia ketika ditemui awak media di Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025).

    Selain itu, untuk aktivitas di luar ruangan, Nadia menyarankan untuk mengenakan pakaian pelindung. Beberapa pelindung yang bisa digunakan seperti payung, topi, pakaian yang bersirkulasi baik, dan tidak berwarna hitam.

    Nadia menambahkan pada cuaca panas, risiko untuk sakit menjadi lebih besar. Beberapa di antaranya yang harus diwaspadai seperti batuk, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas lain.

    “Kalau kita aktivitas di luar, padat dengan cuaca kering, gunakan masker. Apalagi kalau di sekitar kita banyak orang yang sakit tenggorokan, suara serak, karena kan sekarang banyak kan yang tiba-tiba kok ‘Suara saya tiba-tiba serak’. Bukan kebanyakan konser, tapi memang karena kering ya. Karena kering, akhirnya kan tenggorokan mudah iritasi,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Lelaki Menyerupai Perempuan, Apakah Dosa? Ini Pandangan Islam


    Jakarta

    Dalam dunia yang semakin berkembang dan terbuka ini semakin banyak ditemui fenomena laki-laki yang menyerupai perempuan dan juga sebaliknya. Apalagi media sosial dan juga perkembangan budaya membuat ekspresi gender semakin bebas.

    Islam benar-benar konsisten untuk menerima takdir yang telah digariskan Allah SWT, termasuk urusan jenis kelamin. Menyerupai salah satu jenis kelamin dengan jenis kelamin lain tidak dibenarkan dalam Islam, baik berhubungan dengan baju atau lainnya.

    Hukum Laki-laki Menyerupai Perempuan

    Manusia yang menyimpang dari fitrahnya adalah bagian dari usaha iblis untuk menyesatkan umat manusia. Allah SWT menceritakan sumpah iblis di dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ ayat 119, Allah SWT berfirman,


    وَّلَاُضِلَّنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا ۝١١٩

    Artinya: “Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, membangkitkan angan-angan kosong mereka, menyuruh mereka (untuk memotong telinga-telinga binatang ternaknya) hingga mereka benar-benar memotongnya, dan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah) hingga benar-benar mengubahnya.” Siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah sungguh telah menderita kerugian yang nyata.”

    Berdasarkan firman Allah di surah An-Nisa ayat 119 tersebut, upaya untuk membuat manusia menyimpang dari fitrahnya memang merupakan tujuan iblis. Hal ini dilakukan agar manusia menjauh dari Allah SWT.

    Rasulullah melarang hal tersebut bagi setiap lelaki dan perempuan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata,

    لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ.

    Artinya: “Rasulullah melaknati seorang laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki.”

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah melaknati perempuan yang bertingkah seperti lelaki dan lelaki yang bertingkah seperti perempuan.

    Rasulullah juga bersabda, “Keluarkan mereka dari rumah kalian.” Ibnu Abbas mengatakan, “Maka Rasulullah mengeluarkan seorang lelaki (yang menyerupai perempuan) dan Umar juga melakukan hal yang sama.

    Dari Ibnu Abbas, ia berkata,”Rasulullah melaknati lelaki yang menyamai perempuan, dan perempuan yang menyamai lelaki. “

    Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

    Artinya: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR Ahmad no. 8309, 14: 61)

    Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim, perawinya tsiqoh termasuk perawi Bukhari Muslim selain Suhail bin Abi Sholih yang termasuk perawi Muslim saja). Dalam hadits terakhir ini yang dilaknat adalah gaya pakaiannya. Sedangkan hadits di atas adalah mode bergaya secara umum.

    Sehingga laki-laki yang berdandan menyerupai perempuan tidak diperbolehkan dalam Islam, begitu pun sebaliknya.

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 9 Aturan Khusus untuk Jemaah Perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi


    Jakarta

    Otoritas umum untuk perawatan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini telah menetapkan sejumlah pedoman untuk jemaah perempuan yang berkunjung ke kedua tempat tersebut.

    Aturan ini wajib dipatuhi demi menjaga kesucian tempat ibadah sekaligus memberikan kenyamanan bagi para jemaah. Simak selengkapnya berikut ini.

    Aturan Khusus untuk Jemaah Perempuan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

    Menurut laporan Gulf News, Jumat (6/12/2024), yang mengutip informasi Otoritas Umum untuk Perawatan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi, terdapat sembilan aturan yang diberlakukan khusus untuk jemaah perempuan, terutama di area salat, yaitu:


    1. Memakai pakaian yang sesuai dengan syariat Islam.
    2. Bersikap kooperatif terhadap petugas.
    3. Tidak tidur atau duduk di lantai.
    4. Menjaga kelurusan saf salat.
    5. Memelihara kebersihan area salat.
    6. Dilarang makan atau minum di area salat.
    7. Tidak membuat keributan di area salat.
    8. Dilarang berjalan di atas karpet dengan menggunakan sepatu.
    9. Tidak meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan.

    Otoritas setempat mengungkapkan bahwa tujuan disusunnya aturan ini adalah untuk menjaga kesucian tempat ibadah dan meningkatkan pengalaman ibadah bersama bagi seluruh jemaah.

    Selain itu, otoritas juga mengatur jadwal akses ke Raudah Asy-Syarifah untuk jemaah laki-laki dan perempuan.

    Perempuan dapat mengunjungi area tersebut setelah salat Subuh hingga pukul 11.00 waktu setempat, dan kembali mengaksesnya setelah salat Isya hingga pukul 02.00 dini hari.

    Sementara itu, jemaah laki-laki bisa mengakses Raudah Asy-Syarifah dari pukul 02.00 hingga Subuh, dan dari pukul 11.30 hingga Isya.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com