Tag: pakainya

  • 5 Barang yang Tidak Boleh Sering Dicuci, Bisa Cepat Rusak


    Jakarta

    Mencuci termasuk kegiatan yang penting untuk menjaga kebersihan. Tapi ternyata tidak semua barang menjadi lebih baik jika terlalu sering dicuci. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 barang yang tidak boleh sering dicuci, karena bisa membuatnya cepat rusak.

    Macam Barang yang Tidak Boleh Sering Dicuci

    Dilansir dari situs Real Simple, berikut ini 5 barang yang tidak boleh sering dicuci:

    1. Bra

    Menurut pendiri merek pakaian dalam Iteration, Bridget Moillner, kebanyakan wanita memakai bra sekali pakai. Setelah sehari menggunakan kemudian langsung ditumpuk di cucian. Terlalu sering mencuci bra akan merusak elastisitasnya.


    “Pertimbangkan untuk mengenakan bra Anda 2 hingga 3 kali sebelum dicuci untuk memperpanjang masa pakainya. Berikan waktu satu atau dua hari untuk mengistirahatkan bra Anda di sela-sela pemakaian. Hal ini akan membantu elastisitasnya mendapatkan kembali bentuknya.”

    2. Celana Jin

    Celana jin menjadi favorit kebanyakan orang untuk dipakai bepergian. Celana ini cocok untuk banyak kegiatan dan cocok dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Jika detikers sayang dengan celana jin kamu, jangan sering-sering dicuci.

    Terlalu sering mencuci celana jin akan memudarkan warnanya, melemahkan bahannya, membuat jeans kehilangan bentuknya, dan mengurangi masa pakainya. Direkomendasikan untuk mencuci celana jin setiap 4 hingga 6 kali pemakaian atau ketika kotor dan bau.

    3. Handuk

    Pada umumnya, orang tidak akan mencuci handuk ketika baru menggunakannya dalam sehari. Pandangan ini benar karena handuk yang terlalu sering dicuci akan cepat pudar dan semakin tipis.

    Ini juga membuat boros karena harga handuk tidak murah. Disarankan mencuci handuk 3 sampai 4 kali pemakaian, atau jika handuk kotor, berbau tidak sedap, atau ada anggota keluarga yang sakit.

    4. Pakaian Olahraga

    Pakaian olahraga memiliki bahan yang bisa cepat rusak jika sering dicuci. Tapi bukan berarti menjadi alasan untuk tidak mencucinya dalam jangka waktu lama.

    Namun hal ini berlaku untuk kegiatan olahraga yang tidak banyak mengeluarkan keringat. Dalam kondisi demikian, detikers bisa menggunakannya dua atau tiga kali pemakaian.

    5. Seprai

    Yang terakhir adalah seprai tempat tidur. Mencucinya setiap hari juga akan merusak bahannya. Sebaiknya cucilah seprai setiap satu atau dua minggu.

    Namun jika penggunanya sering berkeringat maka bisa mencucinya lebih sering karena berkaitan dengan masalah kesehatan. Ini juga termasuk ketika ada keluarga yang sakit, maka sebaiknya seprai selalu bersih.

    Nah, itulah 5 barang yang tidak boleh sering dicuci. Detikers bisa menyeimbangkan antara kebersihan dan keawetan barang agar tetap sehat, namun tidak cepat rusak.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Harus Ganti dan Cuci Seprai Kasur? Ini Waktu Idealnya Menurut Ahli



    Jakarta

    Setiap hari penghuni rumah tidur di atas kasur yang sudah dilapisi seprai. Meski penghuni dalam keadaan bersih ketika naik ke atas tempat tidur, seprai lama-lama bisa kotor sehingga perlu diganti dan dicuci.

    Berbagai kotoran terus menumpuk serta kuman berkembangbiak di tempat tidur. Untuk itu, penghuni harus rutin mengganti dan mencuci seprai kasur. Kebiasaan ini membantu menciptakan lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi penghuninya.

    Namun, kapan dan sesering apa seprai perlu diganti? Simak penjelasannya berikut ini,


    Dikutip dari Homes and Gardens, para ahli menyarankan agar mencuci seprai setidaknya dua minggu sekali. Tentunya frekuensi mengganti seprai tergantung dari keadaan penghuninya.

    “Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dibandingkan saat mengenakan pakaian, sehingga masuk akal untuk mencuci seprai lebih teratur,” kata Nick Drewe, pakar rumah tangga di WeThift dilansir dari Homes and Gardens, Sabtu (23/8/2025).

    Penghuni dapat lebih sering mengganti seprai ketika cuaca lebih panas, penghuni berkeringat, ataupun penghuni sakit. Namun, jangan berlebihan karena terlalu sering mencuci seprai akan memperpendek masa pakainya.

    Sementara itu, dilansir dari The Spruce, seprai dapat diganti setiap minggu atau dua minggu sekali kalau penghuni mengenakan piyama di tempat tidur. Namun, jangan tunggu lebih dari dua minggu untuk mencuci seprai.

    Penghuni bisa lebih sering mencuci seprai kalau makan dan minum, berkeringat, atau terdapat hewan naik tempat tidur. Sebaiknya ganti seprai seminggu sekali kalau kondisinya seperti itu.

    Kemudian, penghuni dianjurkan untuk mengganti seprai setiap hari kalau ada yang sakit seperti pilek, flu, atau bahkan ada serangan kutu rambut maupun kutu busuk di rumah. Gunakan air panas untuk mencuci seprai tersebut.

    Selain itu, jika penghuni punya masalah jerawat atau kulit lainnya, sarung bantal harus lebih sering diganti dan dibersihkan dibandingkan seprai. Langkah ini buat mencegah peradangan dan perpindahan bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Lama HP Baru Perlu Dicas? Ini Tipsnya Agar Baterai Awet

    Jakarta

    Saat membeli HP baru, kapasitas baterai tentu tidak terisi penuh 100%. Terkadang ada baterai yang masih menyisakan 50% atau sekitar 30% saja.

    Sebelum digunakan, HP tentunya harus dicas terlebih dahulu. Nah, lama waktu pengecasan HP masih menjadi perdebatan bagi sebagian orang.

    Sebab, ada yang meyakini HP baru perlu dicas selama 8 jam agar baterai berfungsi secara optimal. Lantas, berapa lama cas HP baru yang benar? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Berapa Lama Cas HP Baru?

    Benarkah HP baru perlu dicas dalam waktu lama? Jawabannya adalah tidak. Dilansir situs Endesa, jika kamu baru membeli smartphone baru, sebaiknya cas hingga penuh atau 100% saat pertama kali digunakan.

    Sebab, HP di zaman sekarang sudah mengusung teknologi canggih, salah satunya di sektor baterai. Jadi, kamu tak perlu repot-repot mengecas HP hingga berjam-jam dengan maksud agar baterai berfungsi optimal.

    Nah, disarankan untuk mengecas HP dalam kondisi mati atau turn off. Cara ini dilakukan agar baterai smartphone dapat terisi secara optimal. Selain itu, jangan gunakan HP ketika dicas, biarkan baterai terisi penuh baru setelah itu bisa dipakai.

    Tips Agar Baterai Smartphone Awet

    Masalah baterai yang boros selalu menghantui banyak pengguna smartphone. Meski saat ini kapasitas baterai sudah besar, tetapi masih ada rasa khawatir baterai cepat habis.

    Jangan panik, soalnya ada sejumlah tips dalam menjaga baterai HP agar awet dan bisa digunakan seharian penuh. Masih mengutip Endesa, berikut tipsnya:

    1. Pakai Charger Original

    Tips yang pertama adalah selalu menggunakan charger original bawaan pabrik. Pada umumnya, produsen smartphone telah menyertakan kabel data dan charger di dalam dus penjualan.

    Namun, beberapa merek seperti Samsung dan Apple tidak menyertakan charger di dalam dusnya. Untuk itu, sebaiknya beli charger original di toko resmi atau online store terpercaya. Meski harganya mahal, tetapi cara ini dapat menjaga baterai agar tetap awet.

    2. Jangan Menggunakan HP hingga Overheat

    Penggunaan HP yang berat seperti bermain game online atau merekam video dalam format 4K, dapat membuat smartphone cepat panas atau overheat. Seiring waktu, hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas baterai sehingga boros dan bisa saja rusak di kemudian hari.

    3. Jangan Biarkan Baterai HP hingga Habis

    Membiarkan baterai smartphone hingga benar-benar habis sebelum diisi ulang dapat merusak baterai dan memperpendek masa pakainya. Maka dari itu, sebaiknya cas baterai HP ketika masih ada sisa daya sekitar 20-30%.

    4. Lepas Charger dari HP saat Baterai Sudah Penuh

    Ketika baterai sudah penuh, sebaiknya segera lepas charger dari HP. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah membiarkan HP terus dicas walaupun baterai sudah terisi penuh.

    Kebiasaan tersebut dapat membuat baterai HP menjadi rusak seiring waktu. Alhasil, baterai terasa boros dan kamu malah jadi sering cas HP dalam sehari.

    5. Jangan Menggunakan HP saat Dicas

    Tips yang terakhir adalah dengan tidak menggunakan HP saat sedang dicas. Biarkan baterai terisi penuh atau hingga mencapai 90%, baru setelah itu bisa digunakan kembali.

    Menggunakan HP saat dicas dapat membuat suhu smartphone panas. Selain itu, proses pengisian daya baterai jadi terhambat sehingga memakan waktu lebih lama.

    Demikian penjelasan mengenai berapa lama cas HP baru. Semoga dapat bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com