Tag: pandemi covid – 19

  • Transformasi Sukses Pria Inggris usai BB Sempat Sentuh 140 Kg


    Jakarta

    Pandemi COVID-19 pada 2020 silam membawa perubahan besar dalam hidup Ben Keatley. Akibat lockdown pandemi, pria Inggris itu mengalami kenaikan berat badan signifikan hingga 140 kilogram.

    Semua berawal ketika kantor tempat Keatley bekerja memberlakukan aturan work from home (WFH). Saat bekerja dari rumah, Keatley sering melampiaskan kebosanannya dengan melahap makanan yang ada di dapur.

    Lambat laun, Keatley mulai merasakan perubahan pada dirinya. Pekerjaan rumah yang ringan pun mulai terasa semakin berat. Bahkan untuk memangkas rumput di pekarangan rumah Keatley harus mengumpulkan tenaga selama seminggu penuh.


    “Itu membuat saya merasa stres dan tidak nyaman, dan saya mengerjakannya selama setengah hari. Saya berkeringat sangat banyak,” ujar Keatley dikutip dari Wales Online, Kamis (1/8/2024).

    Meskipun begitu, Keatley masih merasa dirinya baik-baik saja dan tidak obesitas. Namun, dia tersadarkan saat bergabung dengan Man V Fat, klub sepakbola pria khusus untuk menurunkan berat badan.

    Saat bermain bersama klub tersebut, Keatley sudah kehabisan tenaga dalam lima menit pertama.

    “Saya bermain dengan orang-orang yang badannya seukuran saya, tapi saya merasa sangat kelelahan. Saya kehabisan tenaga setelah lima menit, dan saya hampir tidak bisa bergerak,” ucapnya.

    Sadar akan kondisi kesehatannya, Keatley berkomitmen untuk tetap berlatih dan menurunkan berat badannya. Selang setahun rutin berlatih sepakbola bersama Man V Fat, Keatley berhasil menurunkan hingga 10 persen massa tubuhnya.

    Namun pada awal 2023, Keatley mengalami cedera yang membuatnya harus beristirahat dari aktivitas fisik. Akibatnya, berat tubuhnya kembali membengkak.

    Untuk memangkas kelebihan berat badan tersebut, Keatley meningkatkan intensitas olahraganya dengan berolahraga tiga kali seminggu di gym, sembari tetap berlatih sepakbola bersama Man V Fat.

    Akhirnya pada Juli 2024, Keatley sukses menurunkan berat badan menjadi 86,4 kilogram, atau sekitar 35 persen dari berat badan awalnya.

    “Olahraga juga memberikan saya ruang tersendiri, di luar pekerjaan dan waktu bersama istri. Itu benar-benar membantu meningkatkan kesehatan mental saya dan saya benar-benar menikmatinya,” imbuhnya.

    Untuk semakin mendukung proses menurunkan berat badan, Keatley pun mulai mengadopsi diet puasa intermiten.

    “Saya makan dalam rentang waktu enam jam, jadi saya makan camilan sore dan makanan sehat, tidak berlebihan. Saya tidak tahu apakah ini berhasil untuk semua orang, tapi ini membantu saya,” tuturnya.

    Berat badan yang lebih ideal memberikan banyak perubahan dalam hidup Keatley. Salah satu yang paling dia rasakan adalah saat memilih pakaian.

    “Saya masih merasa aneh karena saya bisa membeli pakaian berukuran sedang setelah sekian lama. Saya terbiasa memakai baju dan jeans ukuran XXXL dan saya terus memakainya sampai mereka melar,” katanya.

    “Beberapa waktu lalu saya membeli skinny jeans dan sebelumnya saya tidak pernah melakukan itu. Saya biasanya akan mengenakan celana jeans longgar untuk menutupi ukuran paha saya, akan tetapi sekarang saya merasa lebih percaya diri,” tandasnya.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Vitamin C untuk Imunitas Tubuh Cegah Covid-19


    Jakarta

    Kasus Covid-19 kembali meningkat. Untuk mencegahnya, kamu bisa meningkatkan imunitas tubuh dengan konsumsi makanan tinggi vitamin C berikut ini.

    Lonjakan kasus covid-19 terjadi di sejumlah negara. Meskipun sudah menjadi endemik, tetapi ditemukan penyebab gelombang infeksi yang kemungkinan besar dipicu oleh berkurangnya kekebalan tubuh dan tingkat vaksinasi ulang. Kasus Covid-19 di kawasan Asia ini juga membuat Kementrian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran kewaspadaan Covid-19.

    Karenanya, menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh menjadi penting. Caranya dengan konsumsi makanan tinggi kandungan vitamin C. Vitamin C tidak hanya membantu tubuh melawan penyakit, tetapi juga membantu produksi kolagen, meningkatkan kesehatan kulit, dan berperan sebagai antioksidan kuat.


    Lantas, apa saja makanan kaya kandungan vitamin C? Melansir Hindustantmes.com (20/07/2024), berikut daftarnya:

    1. Jambu Biji

    close-up guava fruit backgroundJambu biji kaya akan vitamin C untuk imunitas tubuh. Foto: iStock

    Guava atau jambu biji kaya akan vitamin C yang lebih bernutrisi dibandingkan jeruk.

    Dalam satu jambu biji pun menyediakan lebih dari dua kali lipat asupan vitamin C harian yang direkomendasikan. Setidaknya ada 250-300 miligram vitamin C.

    Vitamin C dapat membantu memperkuat imunitas tubuh. Buah ini juga kaya akan antioksidan yang mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh.

    2. Pepaya

    Healthy of sweet papaya slices on plate and wooden background. Healthy food and close up.Kandungan vitamin C di dalam pepaya bisa meningkatkan imunitas sekaligus kesehatan kulit. Foto: Getty Images/Chatiyanon

    Buah tropis lainnya yang kaya akan vitamin C adalah pepaya.

    Vitamin C di dalamnya menawarkan berbagai manfaat sehat, mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan kulit, hingga mendukung kesehatan jantung.

    Pepaya juga kaya antioksidan yang bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan likopen di dalam buah ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    3. Nanas

    Ilustrasi buah nanasNanas juga kaya akan vitamin C untuk imunitas. Foto: Getty Images/Teen00000

    Selain enak dan menyegarkan, nanas juga kaya akan vitamin C. Konsumsi buah tropis ini membantu meningkatkan imunitas tubuh.

    Kandungan vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Vitamin C turut membantu penyerapan zat besi dan mendukung kesehatan kulit. Konsumsi nanas juga bisa membuat tubuh tercegah dari serangan penyakit.

    Daftar makanan tinggi vitamin C lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Brokoli

    Sayuran kaya serat ini juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang baik.

    Vitamin C di dalamnya berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar berfungsi optimal. Konsumsi brokoli juga bisa membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.

    Brokoli juga mengandung vitamin C yang bisa membantu menyerap zat besi yang penting untuk mencegah anemia. Antioksidan di dalam brokoli juga dapat melawan radikal bebas serta mendukung produksi sel-sel imun.

    5. Jeruk

    Konsumsi buah jeruk tentu tidak boleh dilewatkan. Buah jeruk terkenal dengan kandungan vitamin C tinggi yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara kerjanya dengan memperkuat sistem kekebalan, mendukung produksi sel darah putih, dan bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan.

    Vitamin C juga bisa meningkatkan kesehatan kulit serta membantu penyerapan at besi. Jeruk juga kaya antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta mendukung kesehatan jantung dan mata.

    6. Stroberi

    Stroberi KoreaMakan strawberry yang kaya akan vitamin C juga dapat membantu. Foto: Getty Images/iStockphoto/ruksutakarn

    Jika mencari buah menyegarkan, kamu bisa mencoba buah stroberi. Buah beri ini mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Vitamin C di dalam stroberi juga bermanfaat menjaga kesehatan otak, mengurangi kadar kolesterol, mengontrol gula darah, serta meningkatkan kesehatan tulang. Stroberi bisa dimakan begitu saja atau dicampur ke dalam smoothie menjadi minuman segar.

    7. Kembang kol

    manfaat dan nutrisi brokoli vs kembang kolBisa juga konsumsi kembang kol yang punya vitamin C untu kekebalan tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sayuran cruciferous adalah kelompok sayuran yang termasuk ke dalam keluarga Brassica. Memiliki ciri khas berupa kelopak bunga menyerupai salib, mirip seperti kubis. Sayuran yang termasuk ke dalam kelompok ini yaitu kubis, brokoli, kembang kol, bok choy, dan lain sebagainya.

    Sayuran silang ini kaya akan vitamin C yang memberikan banyak manfaat sehat. Mulai dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi sel dari kerusakan radikal bebas, hingga membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati yang penting untuk mencegah anemia.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com