Tag: paparan sinar matahari

  • 4 Biang Kerok yang Bikin Rumah Kamu Terasa Panas


    Jakarta

    Rumah yang terasa panas dan gerah tentu bikin penghuninya merasa kurang nyaman. Selain gegara cuaca, ternyata bangunan rumah bisa membuat rumah bisa menahan hawa panas, lho.

    Pernahkah kamu mengalami saat sedang kepanasan lalu menyalakan kipas angin tapi malah menambah hawa panas di ruangan tersebut? Kipas angin tidak bisa mendinginkan ruangan kalau udara sekitar panas.

    Lantas, apa yang membuat rumah terasa gerah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari yang Berlebihan

    Dilansir dari Sansone Air Conditioning, kalau di ruangan kamu terdapat banyak jendela, panas matahari yang terperangkap di dalam ruangan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini tidak hanya membuat ruangan menjadi tidak nyaman tapi juga bisa menambah tagihan listrik kamu. Untuk menghalangi sinar matahari saat siang, kamu bisa pasang tirai atau gorden.

    2. Isolasi Buruk

    Kapan terakhir kamu mengecek isolasi rumahmu? Isolasi yang buruk memungkinkan udara keluar melalui dinding. Akibatnya, beberapa ruangan terasa lebih hangat atau lebih sejuk dari yang kamu inginkan, sementara ruangan lain terasa nyaman-nyaman saja.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Lantai atas di rumah bertingkat cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin saat musim hujan. Ini dikarenakan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Ventilasi Udara Tertutup atau Terhalang

    Kalau ventilasi udara tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, aliran udara akan terganggu. Hal ini menyebabkan beberapa ruangan menjadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya. Jaga agar ventilasi tetap terbuka setiap saat untuk memastikan suhu yang nyaman dan merata di seluruh rumahmu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin rumah kamu terasa panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca ‘Mendidih’, BMKG Imbau Warga Hindari Paparan Matahari Langsung di Jam-jam Ini



    Jakarta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah Indonesia sedang dilanda suhu panas tinggi. Bahkan, suhu maksimum Indonesia bisa mencapai 37,6°C.

    Fenomena cuaca ini disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh monsun Australia. Kondisi panas ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.


    Sebaran Suhu Panas di Indonesia

    Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

    Adapun wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

    “Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering danminimnya tutupan awan,” jelasAndri dalam lamanBMKG dikutip Kamis (16/10/2025).

    Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.

    Hindari Paparan Matahari Langsung Jam 10 Pagi-4 Sore

    Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan risiko paparan panas ekstrem kali ini. Lebih lanjut ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari paparan langsung sinar Matahari pada pukul 10.00-16.00 WIB, saat intensitas radiasi matahari berada pada titik tertinggi.

    Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk:

    1. Gunakan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya (sunscreen) saat harus beraktivitas di luar ruangan.

    2. Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menurunkan suhu tubuh.

    3. Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com