Tag: pasar crypto

  • Mengapa Pasar Kripto Naik Saat Ini? Ini Faktor Pendorong Utamanya

    Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan hebat pada akhir pekan lalu. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto melonjak sebesar $48 miliar, mencapai $2,51 triliun. Level $2,50 triliun kini menjadi titik dukungan penting yang dinilai krusial untuk mendorong tren pemulihan jangka pendek.

    Jika level ini berhasil dipertahankan, kapitalisasi pasar bisa terus naik menuju $2,61 triliun, yang akan memulihkan sebagian besar kerugian sebelumnya dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun, jika gagal bertahan, tekanan jual bisa membawa pasar kembali turun ke kisaran $2,41 triliun.

    Bitcoin Bertahan di Atas Support $82.503, Targetkan Breakout ke $85.000

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin (BTC) menjadi salah satu indikator utama kekuatan pasar, saat ini diperdagangkan di atas level support $82.503. Target berikutnya adalah menembus resistance $85.000, yang selama ini menjadi batas atas gerak harga dalam beberapa pekan terakhir. Jika berhasil dilewati, harga BTC berpotensi naik ke $86.822 dan bahkan mendekati $90.000.

    Namun, jika gagal mempertahankan level support saat ini, Bitcoin bisa turun ke $80.000, dengan risiko penurunan lanjutan hingga $76.741. Arah harga BTC dalam waktu dekat akan sangat menentukan sentimen pasar secara keseluruhan.

    Fartcoin Naik 32%, Jadi Altcoin Terpanas Hari Ini

    Di antara altcoin, Fartcoin (FARTCOIN) mencuri perhatian setelah melonjak 32% dalam satu hari, kini diperdagangkan di $0,58. Koin meme ini tengah menguji resistance di $0,60. Jika berhasil menembusnya, Fartcoin bisa melanjutkan reli hingga $0,69—level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

    Namun, jika gagal menembus $0,60, harga Fartcoin kemungkinan akan terkoreksi ke $0,37. Keberlanjutan momentum bullish akan bergantung pada kekuatan pasar dan kemampuan koin untuk mempertahankan lonjakan harga saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token Libra: Kontroversi dan Seruan Akuntabilitas di Dunia Meme Coin

    Token Libra menjadi sorotan setelah mengalami crash besar yang memicu kemarahan investor.

    Alon Cohen, salah satu pendiri platform meme coin Pump.fun, mengkritik keras cara token ini ditangani dan menyerukan akuntabilitas yang lebih baik dalam industri crypto.

    Alon Cohen, Co-Founder Pump.fun seperti dikabarkan oleh Cryptopotato pada Rabu (19/2), menyoroti eksploitasi yang terjadi dalam kasus Token Libra.

    Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik manipulatif yang hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan investor kecil.

    Menurut Cohen, proses pembuatan meme coin harus lebih terdesentralisasi, otomatis, dan bebas dari campur tangan tim pengembang serta market maker untuk mencegah penyalahgunaan.

    Keterlibatan Presiden Argentina, Javier Milei

    Kontroversi semakin memanas setelah Presiden Argentina, Javier Milei, dikaitkan dengan promosi Token Libra. Awalnya, unggahan Milei di media sosial membuat harga token ini melonjak drastis hingga mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $4 miliar (Rp 65 triliun).

    Namun, setelah kenaikan pesat tersebut, para insider diduga mencairkan keuntungan besar, menyebabkan nilai Token Libra anjlok sebesar 94%.

    Milei membantah secara resmi mendukung token ini dan menyatakan bahwa postingannya hanya bertujuan untuk menyebarkan informasi.

    Bagi para investor yang memperhatikan pasar, kasus ini menunjukkan bagaimana pasar crypto masih rentan terhadap manipulasi oleh aktor-aktor tertentu.

    Hayden Davis, seorang trader yang mengaku menjadi penasihat Milei dalam proyek ini, diketahui menguasai lebih dari $100 juta (Rp 1,6 triliun) dari peluncuran Token Libra.

    Davis berdalih dana tersebut awalnya direncanakan untuk reinvestasi, tetapi gagal karena Milei tidak merilis video promosi kedua. Akibatnya, investor mengalami kerugian besar.

    Dampak dan Seruan Reformasi di Dunia Crypto

    Insiden Token Libra semakin mempertegas perlunya regulasi yang lebih ketat dalam industri crypto, terutama untuk mencegah eksploitasi investor ritel.

    Cohen menegaskan bahwa industri ini harus lebih transparan dan bebas dari kepentingan individu tertentu. Para ahli dan regulator kini didesak untuk mengambil langkah konkret guna melindungi investor dari skenario serupa di masa depan.

    Kasus Token Libra menjadi pelajaran berharga bagi dunia crypto, mengingatkan kita bahwa tanpa regulasi dan transparansi, industri ini masih dapat dengan mudah dimanipulasi oleh segelintir pihak yang ingin meraup keuntungan cepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aplikasi Kripto Ini Yakin RI Bisa Jadi Pemain Pasar Global


    Jakarta

    PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto all-in-one meyakini Indonesia bisa menjadi pemain kunci pasar kripto global. Indonesia dianggap menjadi negara yang tanggap dalam mengatur perdagangan aset kripto dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI).

    “Saya percaya Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat penting bagi industri crypto secara global khususnya Indonesia yang bisa menjadi pemain kunci yang menonjol di Asia Tenggara,” kata Chief Marketing Officer (CMO) PINTU, Timothius Martin dalam keterangan tertulis, Minggu (1/9/2024).

    Indonesia dinilai bisa menjadi pemain kunci pasar kripto yang menonjol di Asia Tenggara karena didukung banyak faktor positif di antaranya jumlah investor kripto yang mencapai 20 juta orang dengan nilai transaksi dalam enam bulan terakhir mencapai US$ 20 juta.


    “Angka tersebut sangat besar yang disumbang dari satu negara saja. Jadi pasar crypto di Asia Tenggara punya potensi yang besar karena didukung oleh regulasi yang ramah sehingga membuat penggunanya bisa berinvestasi dengan aman,” ucapnya.

    Indonesia menjadi negara yang tanggap dalam mengatur perdagangan aset kripto dengan berbagai regulasi di antaranya aturan yang mengkategorikan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, aturan tentang deretan aset kripto yang diizinkan untuk diperdagangkan, hingga peluncuran lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) yang diresmikan oleh BAPPEBTI untuk mengawasi perdagangan para pelaku usaha kripto agar dapat berlangsung dengan aman dan transparan.

    “Kerangka regulasi yang jelas dari BAPPEBTI hingga dukungan infrastruktur berbagai mitra dari bank-bank besar menjadikan industri crypto dalam negeri dapat tumbuh dengan baik. Saya meyakini juga, adopsi crypto yang sekarang baru mencapai 7% dari total jumlah populasi ini akan terus tumbuh karena potensinya masih sangat besar. Untuk mendukung peningkatan tersebut, kami akan fokus mengedukasi pasar domestik melalui platform aplikasi crypto all-in-one yang bisa digunakan untuk belajar menjelajahi dunia crypto,” ujar Timo.

    Aplikasi PINTU menjadi perusahaan berbasis teknologi blockchain yang menghadirkan fitur investasi crypto terlengkap di Indonesia. Tiga fitur utamanya antara lain aplikasi PINTU yang fokus pada investor pemula yang di dalamnya juga banyak fitur seperti Pintu Earn, Limit Order, dan Auto Dollar-Cost Averaging (DCA).

    Fitur kedua adalah Pintu Web3 Wallet, sebuah wallet kripto yang memberikan kemudahan akses ke berbagai aset crypto, mengoleksi non-fungible token (NFT), berinteraksi ke beragam Decentralized Applications (dApps), platform Decentralized Finance (DeFi), hingga Decentralized Exchange (DEX). Fitur ketiga yang terbaru adalah Pintu Pro dengan advanced fitur bagi trader Pro.

    “Coinfest Asia dihadiri dari berbagai negara tak terkecuali Eropa dan Amerika Serikat (AS). Saya melihat terdapat antusias dan minat yang besar untuk belajar tentang pasar crypto di Asia Tenggara ini yang memiliki banyak sekali keunikan dan use-cases crypto yang dapat dikembangkan seperti crypto remittance & industri game,” jelasnya.

    Spesifik pada industri game sendiri menjadi sektor yang sangat bersinggungan dengan kripto, ditambah jumlah gamers di Indonesia lebih dari 100 juta yang menjadikan potensi pengembangannya sangat besar.

    “Hemat saya, pasar crypto Indonesia bisa menjadi crypto hub di Asia Tenggara dan dapat membentuk tren global dunia crypto saat ini dan masa depan,” tutup Timo.

    (aid/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Optimalkan Investasi Crypto dengan Strategi Buy the Dip


    Jakarta

    Pasar crypto telah mengalami tren kenaikan dan penurunan sepanjang 2025. Kombinasi kondisi makroekonomi yang buruk dan perang tarif Trump membuat pasar crypto terpuruk.

    Di sisi lain, berita-berita seperti penurunan suku bunga dan regulasi aset crypto juga menjadi pelontar kenaikan harga pasar. Salah satu strategi paling banyak digunakan oleh trader dan investor adalah strategi buy the dip.

    Kita akan mengupas apa itu strategi buy the dip dan memberikan 3 strategi yang bisa diterapkan oleh investor kripto!


    Apa itu Strategi Buy The Dip?

    Buy the dip adalah strategi investasi yang umum digunakan di pasar crypto dan saham. Strategi ini merujuk pada metode sederhana membeli ketika harga turun dengan ekspektasi bahwa harga akan pulih.

    Di pasar crypto, strategi ini sangat populer di kalangan investor pemula karena sederhana dan mudah dilakukan. Strategi yang baik adalah membeli koreksi harga dalam tren naik yang kuat dan meraih keuntungan sebelum tren tersebut berbalik.

    Contoh di bawah ini menunjukkan betapa menguntungkannya melakukan buy the dip pada aset SOL sepanjang 2024. Ini merupakan contoh yang baik tentang cara membeli dip di pasar bullish.

    3 Pola Grafik dan Strategi untuk Membeli Dip

    1. Rounding Bottom

    InvestasiInvestasi Foto: dok. Pintu

    Rounding bottom adalah pola grafik yang sering terbentuk saat tren bearish akan selesai. Pola in ditemukan di akhir tren penurunan yang panjang dan menandakan pembalikan harga.

    Secara visual, pola ini berbentuk ‘U’ Pola ini juga disebut dengan rounding bottom karena kesederhanaan pergerakan harga (higher low yang diikuti oleh higher high). Dalam pola rounding bottom, pemulihan aset terjadi secara lambat dan stabil.

    Harga sering berfluktuasi di dekat level terendah, secara perlahan membentuk higher low sambil mendekati resistance sebelumnya. Selain itu, perhatikan pola lain yang sering terjadi dalam rounding bottom, seperti double bottom.

    2. Membeli pada Fase Akumulasi Wyckoff

    Menurut teori Richard Wyckoff, fase akumulasi adalah fase yang terjadi setelah suatu aset mengalami tren turun yang berkepanjangan dan akhirnya harga stabil. Dalam fase akumulasi, harga menetap dalam suatu jarak harga (bergerak sideways).

    Namun, Wyckoff berpendapat bahwa trader “smart money” akan mengakumulasi aset selama fase ini. Pada fase Fase akumulasi Wyckoff, dapat terlihat pola seperti rounding bottom, triple bottom, V-reversal, double bottom, atau bahkan cup and handle.

    Aspek penting dari tahap akumulasi adalah volume yang stabil dan/atau mulai meningkat kembali. Trading dalam fase akumulasi Wyckoff menggunakan strategi buy the dip serupa dengan pola rounding bottom.

    Terbentuknya higher low pada grafik merupakan potensi sinyal beli, sementara stop loss harus ditetapkan pada support sebelumnya atau pada titik rendah lokal (untuk mengantisipasi potensi penurunan lebih lanjut).

    3. Melakukan Buy the Dip dalam Tren Kenaikan

    InvestasiInvestasi Foto: dok. Pintu

    Menerapkan strategi buy the dip dalam tren kenaikan yang kuat adalah skenario ideal. Dalam tren ini, penurunan harga biasanya bersifat sementara dan harga pada akhirnya akan kembali melanjutkan tren.

    Seperti terlihat di atas, membeli koreksi besar di bawah $2 pada SUI akan memberikan profit lebih dari 150% (jika dijual sekitar $5). Kamu dapat menggunakan berbagai indikator untuk mengidentifikasi tren kenaikan yang kuat seperti EMA (Exponential Moving Average) atau Fibonacci Retracement.

    Kita bisa mengatakan SUI masih dalam kenaikan kuat karena harga memantul pada level EMA 50-hari dan langsung membentuk higher low dan higher high.

    Cara Membeli Aset Crypto di Pintu

    Kamu bisa membeli aset crypto di Pintu dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

    1. Masuk ke homepage aplikasi Pintu.
    2. Masuk ke laman Market, cari aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, atau XRP.
    3. Di halaman token, kamu bisa melihat grafik pergerakan harga aset dalam jangka waktu 24 jam, 1 minggu, 1 bulan, hingga 1 tahun.
    4. Setelah berada di halaman token, klik Buy atau Beli dan masukkan nominal.
    5. Klik Lanjutkan.
    6. Anda sudah berhasil membeli aset crypto!

    Keamanan kamu sebagai pengguna Pintu terjamin, karena Pintu diawasi oleh OJK dan CFX. Selain trading, Pintu juga memungkinkan kamu untuk belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy, diperbarui setiap minggu!

    (prf/ega)



    Sumber : finance.detik.com