Tag: pasar global

  • Efek Trump ke Bitcoin Memudar, Pencalonan Ketua The Fed Ikut Menekan


    Jakarta

    Harga Bitcoin kembali tertekan dan menyentuh level terendah dalam 15 bulan terakhir seiring aksi jual besar-besaran yang melanda pasar global. Padahal nilai aset kripto terbesar di dunia sempat melesat sangat tinggi berkat dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Melansir BBC, Jumat (6/1/2026), nilai aset kripto Bitcoin sempat mengalami kenaikan tak lama setelah Trump terpilih sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya. Sebab para investor optimis dengan keterlibatan Trump di sektor ini dan berbagai kebijakan terkait yang dikeluarkannya.

    Sebagai contoh, salah satu tindakan pertama Trump setelah kembali ke Gedung Putih pada awal Januari 2025 lalu adalah mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan menjadikan AS sebagai pusat kripto di planet ini.


    Pada tahun pertamanya kembali menjabat, Trump meluncurkan aset kriptonya sendiri. Dia melanjutkan keterlibatannya dengan World Liberty Financial, sebuah wahana investasi untuk aset kripto lainnya yang dimiliki oleh keluarga Trump.

    Selama pemerintahan Trump hingga saat ini, ia juga sudah menandatangani undang-undang terkait dukungan federal terhadap mata uang kripto, membubarkan tim khusus di Departemen Kehakiman yang fokus pada penegakan regulasi kripto, hingga menghentikan pekerjaan penegakan hukum dan investigasi terkait kripto Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

    Kondisi ini bahkan sempat membuat aset kripto itu mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 122.200 atau Rp 2,06 miliar (asumsi kurs Rp 16.887/dolar AS) pada Oktober lalu. Ini merupakan harga tertinggi sepanjang masa yang pernah dicetak Bitcoin.

    Meski kini, nilai aset kripto terbesar di dunia itu sudah mengalami penyusutan hingga ke level US$ 66.000 atau Rp 1,11 miliar. Angka ini tercatat mengalami penurunan sampai 24% jika dibandingkan dengan awal 2026 ini. Jika dilihat dalam 12 bulan terakhir, harga Bitcoin sudah jatuh hingga 32% dan cenderung menuju harga yang terlihat pada awal 2024 dan 2021.

    Biang Kerok Harga Bitcoin Anjlok

    Analis dari Deutsche Bank mengatakan sedari awal harga Bitcoin memang sangat fluktuatif. Namun penurunan harga yang terjadi belakangan dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh sebagai ketua baru Federal Reserve.

    Beberapa pihak percaya bahwa calon bos bank sentral AS ini akan mengambil pendekatan yang lebih agresif, menjaga suku bunga tetap tinggi. Padahal kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung mendukung investasi pada aset seperti mata uang kripto.

    “Penjualan yang terus-menerus ini menurut pandangan kami menandakan bahwa investor tradisional kehilangan minat, dan pesimisme secara keseluruhan tentang kripto semakin meningkat,” katanya.

    Meskipun Deutsche tidak memperkirakan kripto akan sepenuhnya ditinggalkan, mereka juga tidak memprediksi Bitcoin akan kembali ke level tertinggi yang dipicu oleh Trump.

    Bank tersebut mengatakan bahwa aset digital tersebut kini beralih dari aset yang murni spekulatif ke fase yang lebih realistis sebagai aset yang perlu menemukan peran spesifiknya di pasar investasi.

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Desainer Vivi Zubedi Rilis Brand Syar’i Mayyech, Koleksi Dress Hingga Niqab

    Jakarta

    Desainer modest-wear Vivi Zubedi merilis koleksi terbarunya melalui brand Mayyech. Desain brand Mayyech terinspirasi dari pakaian wanita muslimah syari yang mengikuti kaidah.

    Vivi Zubedi mengatakan Mayyech berasal dari bahas Arab ” ماييش ” yang memilki arti cantik. Pada 2023, Vivi pernah merilis koleksi syari bertajuk Rewrite. Kini koleksi tersebut dirilis di situs Mayyech.

    Vivi merilis situs resmi Mayyech karena tingginya permintaan pelanggan yang ingin membeli busana syari dengan lebih mudah. Ia juga ingin menembus pasar global melalui brand syari tersebut.


    Desainer Vivi Mar'i Zubedi merilis koleksi Mayyéch, mulai dari one set, dress, khimar hingga niqabDesainer Vivi Mar’i Zubedi merilis koleksi Mayyech, mulai dari one set, dress, khimar hingga niqab. Foto: Dok. @Mayyéch.

    “Kami sangat senang akan antusiasme dari para pelanggan Mayyech beberapa tahun ke belakang ini, oleh karena itu, selain menghadirkan koleksi-koleksi yang diminati, kami juga terus berupaya untuk memberikan pengalaman berbelanja yang mudah. Hadirnya official website Mayyech, diharapkan dapat memberikan experience baru yang menyenangkan serta menjangkau market yang lebih luas,” ucap Vivi Mar’i Zubedi, Founder & CEO Mayyéch.

    Sudah eksis sejak tahun 2017, Mayyech memiliki pelanggan setia di beberapa negara, seperti di Qatar, Singapura, Amerika Serikat, Brunei Darussalam dan Saudi Arabia.

    Istri dari Wali Kota Banjarbaru, H. M.Aditya Mufti Ariffin ini menjelaskan brand Mayyech menggunakan bahan premium polyster yang nyaman digunakan. Ciri Khas Mayyech mempunyai desain yang elegan, stylish, dan hadir dalam warna earth tone.

    Desainer Vivi Mar'i Zubedi merilis koleksi Mayyéch, mulai dari one set, dress, khimar hingga niqabDesainer Vivi Mar’i Zubedi merilis koleksi Mayyech, mulai dari one set, dress, khimar hingga niqab. Foto: Dok. @Mayyéch.

    Koleksi Mayyech beragam mulai dari one set, dress, khimar hingga niqab. Seluruh koleksi menggunakan bahan anti-UV sehingga menyerap keringat dan tidak bau

    Vivi Zubedi merupakan desainer pendiri ISSA Group yang menaungi brand VIVIZUBEDI, Brand No Brand New York, Mayyech, VZ Home, Morezlimme, Marjolaine, dan VZ Beauty.

    Desainer Vivi Mar'i Zubedi merilis koleksi Mayyéch, mulai dari one set, dress, khimar hingga niqabDesainer Vivi Mar’i Zubedi merilis koleksi Mayyéch, mulai dari one set, dress, khimar hingga niqab. Foto: Dok. @Mayyéch.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com