Tag: Passive Income

  • 6 Cara Mendapatkan Passive Income dengan Mudah

    Passive income adalah pendapatan yang bisa didapatkan tanpa melakukan usaha terlalu keras, atau ketika uang sudah bekerja untuk kita dan bukan sebaliknya. Mendapatkan pendapatan pasif ini menjadi keinginan semua orang, baik  bagi generasi milenial dan gen z yang saat ini sedang memasuki usia produktifnya atau bagi orang-orang yang memiliki gaji minimal

    Pendapatan pasif ini memang bisa membuat uang secara otomatis datang ke dompet kita, tapi perlu diingat tidak ada yang sepenuhnya otomatis dan instan. Perlu proses untuk bisa memperoleh passive income yang mampu memenuhi kebutuhan hingga gaya hidup.

    Kalau begitu, bagaimanakah cara mendapatkan passive income bagi generasi millennial,  gen z hingga orang-orang yang memiliki gaji minimal?

    Cara Mendapatkan Passive Income untuk Masa Tua yang Sejahtera

    Menabung

    Bagi orang yang sudah kaya dari lahir, mungkin tanpa menabung pun mereka bisa langsung mendapatkan passive income dengan langsung membagi uang yang mereka miliki ke berbagai instrumen investasi. Tapi bagi kamu yang sejauh ini hanya mengandalkan gaji bulanan untuk bertahan hidup, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menabung.

    Kamu bisa menyisihkan uang gajian tiap bulan dan memisahkannya ke rekening berbeda yang ditujukan untuk berinvestasi. Proses menabung ini sebaiknya dilakukan secara rutin dengan nominal yang konsisten atau kalau bisa lebih dan tidak kurang. Agar proses menabung ini bisa cepat menghasilkan, maka usahakan kamu memiliki target berapa jumlah yang yang harus dikumpulkan dalam periode waktu tertentu.

    Kontrol Konsumsi

    Ada barang yang lucu, langsung dibeli. Ada diskon langsung tertarik, ada lokasi wisata yang sedang hits langsung dikunjungi. Ini yang tanpa sadar seringkali dilakukan oleh banyak orang yang tidak bisa mengontrol keinginan dan emosi  ketika melihat sesuatu meskipun hal tersebut bukan merupakan kebutuhan. Apalagi ditambah duet maut online shop dan online mobile banking, rasanya uang terus keluar dengan jentikan jari dan tanpa terasa saldo di rekening menipis.

    Karena itu agar bisa mendapatkan passive income ada baiknya, milenial dan generasi z mulai mengontrol perilaku konsumtifnya. Caranya bisa membuat daftar apa saja hal yang menjadi kebutuhan dan tidak, sediakan juga budget khusus untuk bersenang-senang dan jika sudah habis artinya tidak ada budget tambahan, kemudian kontrol emosi agar kamu bisa membatasi diri untuk melakukan pengeluaran.

    Investasi Diri Sendiri

    Sebaik-baiknya investasi pada awalnya adalah investasi di diri sendiri, kamu bisa belajar sesuatu yang baru dan mendalaminya. Kemudian bisa kamu jadi cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang akan bermanfaat untuk membuat pundi-pundi uang untuk berinvestasi semakin banyak. Selain itu, kamu juga bisa mulai belajar investasi dan mengetahui instrumen investasi apa yang cocok digunakan. Dengan berinvestasi ilmu kepada diri sendiri, kamu bisa lebih mengetahui apa yang kamu butuhkan dan tentunya lebih hemat dibandingkan menyewa jasa konsultan investasi.

    Baca Juga: Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

    Manfaatkan Gadget

    Hari ini gadget bukanlah barang langka lagi, hampir setiap orang mengenal atau bahkan memiliki gadget misalnya smartphone. Daripada gadget ini hanya digunakan untuk main games atau nonton Netflix. Gadget bisa digunakan sebagai salah satu cara mendapatkan passive income.

    Caranya bisa mengikuti program affiliate marketing dengan membagikan link afiliasi dan mengajak banyak orang untuk menggunakan link yang dibagikan, dan kamu akan mendapatkan komisi dari kegiatan tersebut. Kamu juga bisa memanfaatkan gadget media pemasaran berjualan online.

    Diversifikasi Investasi

    Jangan taruh telur dalam satu keranjang, pernah dengar kata-kata tersebut? Kata-kata ini memang benar adanya. Artinya jangan taruh semua uangmu dalam satu instrumen investasi saja. Jika kamu sudah memiliki sejumlah uang, ada baiknya kamu berinvestasi di berbagai instrumen.

    Misalnya, jika kamu investasi Bitcoin, kamu bisa mulai berinvestasi di aset crypto lain misalnya Ethereum, Ripple, Litecoin dan lainnya. Hal ini berguna jika harga salah satu aset sedang anjlok kamu masih bisa bergantung pada aset lain. Kamu juga bisa membagi investasimu ke yang lain, misalnya ke saham, reksa dana hingga emas.

    Baca Juga: Generasi Z Harus Melek Inflasi, Yuk Mulai Investasi!

    Mulai Investasi Bitcoin

    Tips selanjutnya adalah mulai investasi Bitcoin! Kenapa Bitcoin?

    Karena dengan investasi ini kamu tidak harus menunggu modal banyak. Kamu bisa mulai investasi dengan Rp10.000 saja dan kamu akan mendapatkan Bitcoin 0 koma sepersekian persen. Meski belum mendapatkan 1 Bitcoin karena harganya yang bernilai ratusan juta, tapi dengan mulai Rp10.000 saja setidaknya kamu sudah mencicil sejak awal agar bisa mendapatkan satu Bitcoin. Modal awal ini termasuk murah terutama bagi kamu yang gajinya minimal, tentu mengeluarkan 10.000 setiap bulan untuk beli Bitcoin tidak terlalu memberatkan.

    Berinvestasi Bitcoin dapat membuatmu menghasilkan passive income, jika kamu menahan Bitcoin yang kamu miliki dan menjualnya saat harganya meroket, maka kamu akan mendapatkan keuntungan dari investasi ini.

    Baca Juga: Masih Ragu Trading? Ini 3 Keuntungan Memiliki Bitcoin

    Bitcoin adalah aset yang memiliki kemampuan untuk mengalami perubahan harga dengan cepat. Oleh karena itu kamu bisa memanfaatkannya dengan beli Bitcoin saat murah dan menjual saat mahal. Semakin banyak Bitcoin yang kamu miliki, tentu akan semakin terasa keuntungan yang kamu dapatkan  jika mampu memanfaatkannya dengan tepat.

    Passive income bukanlah hal yang instan, untuk mendapatkannya dibutuhkan sejumlah usaha terlebih dahulu. Dari 6 tips yang diberikan ini bisa kamu mulai lakukan dari sekarang agar passive income yang kamu dambakan bisa segera kamu dapatkan, dan usahakan uang yang kamu gunakan untuk investasi adalah uang dingin yang tidak akan mempengaruhi uang yang kamu gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan primer, ya.

    Cara mendapatkan passive income yang paling banyak diminati sekarang ini adalah dengan berinvestasi bitcoin. Kamu bisa menggunakan Tokocrypto sebagai media investasi Bitcoinmu. Tokocrypto adalah exchange terpercaya yang telah mendapatkan rating cybersecurity tertinggi di kelasnya. Kamu tidak perlu khawatir berinvestasi bitcoin melalui Tokocrypto. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai berinvestasi dengan tokocrypto sekarang juga!

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

    Menciptakan aliran pemasukan pasif dan terkelola dengan baik menjadi awal kemakmuran jangka panjang, apalagi di saat pandemi seperti sekarang. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan passive income. Hal yang menarik, Anda tidak perlu menguras banyak energi dan waktu, biarkan asetmu bekerja dengan sendirinya dan membawa ekstra cuan. Kalian sudah tahu belum, kalau passive income juga bisa didapatkan dengan cerdas lewat instrumen investasi kripto? Tak banyak memang yang menyadari bahwa passive income dari investasi juga sangat menjanjikan. Apalagi jika bisa mengelola investasi dengan bijak, kalian punya peluang untuk mendapatkan passive income secara maksimal.

    Tokocrypto sebagai platform pertukaran aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, kembali mengadakan program inisiatif untuk mengajak orang disekitar kalian menjadi partner dalam membangun industri kripto Indonesia dan sekaligus memberikan kesempatan mendapatkan pendapatan pasif seumur hidup. Referral program yang baru saja diluncurkan di penghujung akhir tahun 2020 ini adalah pengganti program Referral TKO, yaitu program berbasis komisi dimana memungkinkan kalian mendapatkan pendapatan pasif hingga 50% dari orang yang kalian referensikan. 

    Tidak hanya itu, kalian juga dapat berbagi komisi dengan orang yang menggunakan referral kalian hingga 20%, dan kalian masih mendapatkan 30% dari biaya transaksi setiap mereka melakukan  jual beli aset kripto. Cara mendapatkan kode referral untuk kalian bagikan sangat mudah, yaitu dengan masuk ke laman referral, dan tentukan besaran komisi yang ingin kalian dapatkan dan bagikan. Pastikan kalian telah lolos KYC level 1 untuk dapat mulai membagikan kode referrral. 

    Kalian dapat menggunakan kode referral lama kalian dengan pengaturan komisi sebesar 20% untuk kalian saja. Dan kalian dapat membuat kode baru, dimana kalian dapat berbagi dengan orang yang kalian referensikan sebagai potongan komisi hingga 20%. Setelah kode baru dibikin, kalian dapat membagikannya dengan kode baru tersebut, melalui link yang ada, atau gambar dengan QR code yang dapat kalian bagikan kepada siapapun yang ingin menjadi bagian dari crypto space di Indonesia.

    Dan setelah orang tersebut mendaftar menggunakan kode referral yang dia dapatkan, maka kalian dapat memperolah pendapatan pasif selamanya setiap mereka melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli, di aset kripto apapun. 

    Jadi, tunggu apa lagi? Daftar Tokocrypto sekarang, bagikan referral kalian dan dapatkan pendapatan pasif seumur hidup!

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

    Pernahkah kamu mendengar tentang bahwa sekarang mendapatkan passive income  dari cryptocurrency bisa dilakukan dengan mudah? Jika belum maka kini saatnya kamu mengenal cara lain selain trading untuk mendapatkan keuntungan dari crypto. Ya, cara itu adalah staking. Ini adalah cara di mana kamu mengunci sejumlah aset yang kamu miliki dan nantinya akan mendapatkan bunga dari aset yang dikunci tersebut.

    Ingin tahu lebih lanjut soal staking? Kamu bisa mendapatkannya di panduan lengkap untuk staking  

    5 Langkah Staking

    Berikut adalah 5 langkah yang bisa kamu lakukan bila kamu ingin memulai staking cryptocurrency dan mendapat passive income

    Putuskan koin mana untuk Staking

    Ada lebih dari 90 jenis aset yang bisa dipilih untuk staking, kamu  bisa memilih aset yang sesuai dengan keinginan dan pastikan jika kamu sudah mengetahui  risiko dari aset yang kamu pilih,  ya.

    Cari tahu apakah ada persyaratan yang diperlukan

    Ketika kamu sudah memutuskan koin terbaik untuk di stake. Selanjutnya adalah  perlu mencari tahu apa persyaratannya untuk bisa melakukan staking. Misalnya wallet yang dibutuhkan atau jumlah minimum koin yang harus dipertaruhkan.

    Pilih perangkat jika ingin Solo Staking

    Kamu perlu menyediakan perangkat keras yang kompatibel dan menyediakan wallet yang dibutuhkan untuk staking jika kamu memilih staking sendiri atau secara offline. Kemudian kamu juga harus memahami cara memvalidasi jaringan blockchain agar proses staking berhasil.

    Baca Juga: Mengenal Harmony Token: Mengaktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar

    Menggunakan staking Pools atau exchange

    Jika kamu   tidak memiliki komputer cadangan untuk proses staking, atau khawatir tentang biaya listrik. Maka,  menggunakan staking pools atau exchange yang menyediakan layanan staking bisa jadi pilihan.

    Di sini kamu  cukup mendepositkan sejumlah koin sesuai syarat dan ketentuan. Kemudian memberikan biaya tambahan karena proses validasi akan dilakukan oleh validator yang ahli. Cukup memeriksa dalam periode waktu tertentu dan mendapatkan bunga dari koin yang kamu simpan sebelumnya.

    Mulai Staking

    Jika sudah menentukan koin, persyaratan dan  jenis stakingnya. Maka saatnya mulai staking dan dapatkan passive income dari aset crypto! Pendapatan dari staking ini akan  berbeda sesuai dengan jenis koin yang kamu kunci.

    Jika kamu  ingin  mengetahui berapa profit yang dihasilkan dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Kamu bisa mencoba menghitungnya menggunakan simulasi kalkulator yang disediakan oleh Staking Rewards.

    Di sana kamu bisa mengetahui jumlah keuntungan sesuai dengan  koin  dan jumlah koin yang kamu kunci. Ini juga bisa jadi pertimbangan untuk memilih koin  atau memulai proses staking.

    Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Staking

    Dalam staking ada hal-hal yang perlu diperhatikan, pertama adalah investasikan mata uang kripto yang kamu yakini akan memberikan keuntungan. Oleh karena itu penting untuk melakukan riset mengenai aset yang digunaka.

    Kedua, gunakan platform staking yang mudah dioperasikan dengan tampilan UI/UX yang mudah dipahami. Ini akan memudahkan kamu  untuk memulai proses staking terutama jika kamu masih pemula  dalam dunia crypto dan staking.

    Ketiga, selalu evaluasi nilai aset crypto yang dipertaruhkan karena  harga aset ini berfluktuasi, sebaiknya berinvestasi di aset yang fluktuasinya tidak terlalu cepat. Terakhir, jangan taruh semua modal di satu tempat. Kamu bisa melakukan staking dengan menggunakan berbagai aset crypto yang disediakan untuk berjaga-jaga jika return salah satu aset tidak memuaskan.

    Baca Juga: Bank New York Masukkan Binance USD Dalam List Persetujuan

    sumber.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

    Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan alternatif investasi yang digemari masyarakat, termasuk di Indonesia. Tidak hanya laki-laki, perempuan pun sudah mulai banyak yang terjun ke dunia investasi kripto untuk mendapatkan passive income.

    Salah satu perempuan yang melirik investasi aset kripto adalah aktris Nana Mirdad. Istri dari aktor Andrew White ini menjelaskan pada awal mula memulai investasi aset kripto ini tergolong sulit.

    Menurut Nana, dunia aset kripto ini memiliki banyak perkembangan, oleh karena itu orang yang ingin serius di industri ini, termasuk perempuan harus up-to-date dan banyak belajar.

    “Suamiku kebetulan main kripto. Aku senang belajar. dari awal dia main kripto, aku suka tanya-tanya. Terus lah aku mulai coba-coba. Sampai sekarang, aku terus belajar,” kata Nana dalam IG Live bersama Tokocrypto, Rabu (2/3).

    Baca juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

    Nana menjelaskan seorang perempuan itu harus bisa menciptakan financial freedom untuk menggapai impiannya. Maka dari itu, soal tata kelola keuangan harus dimulai sejak dini. Menurut Nana, perempuan yang bisa mencapai mandiri finansial bisa menguntungkan semuanya, baik untuk dirinya sendiri ataupun keluarga.

    “Aku itu selain investasi aset kripto, juga main properti dan suka nabung. Jadi aku berusaha untuk mencoba semuanya. kita sebagai perempuan di samping punya active income sendiri, penting juga punya passive income. Pemikiran akan masa depan terkadang membuat kita merasa cemas, we have to be smart with our money, sehingga kita semakin bersemangat dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas perempuan berusia 36 tahun ini.

    Belajar Investasi Aset Kripto Pakai Aplikasi

    Bagi para perempuan yang ingin memulai investasi aset kripto, Nana menyarankan untuk belajar dasarnya terlebih dahulu dan melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dalam industri. Salah satu saranan untuk belajar investasi aset kripto adalah melalui aplikasi Kriptoversity.

    Kriptoversity adalah aplikasi edukasi yang diluncurkan oleh Tokocrypto pada tahun 2020 lalu. Kriptoversity telah menjadi aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn. Konsep ini membuat belajar lebih menarik dengan rewards aset kripto berupa TKO.

    Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

    Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

    Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

    “Jadi ada namanya aplikasi Kriptoversity, banyak yang tanya aplikasi ini sudah ada di iOS apa enggak? Ini sudah ada dan aku pakai juga untuk belajar. Ini karena sangat amat menarik, soalnya di Kriptoversity ini juga kita sambil belajar, bisa dapat TKO,” jelas Nana.

    Aplikasi Kriptoversity sudah tersedia gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store. Para pengguna Kriptoversity dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, praktik blockchain, peer-to-Peer, hingga tentang proyek-proyek token/koin kripto.

    Cara Aman Investasi Aset Kripto bagi Perempuan

    Ada beragam cara untuk investasi yang aman di aset kripto. Head of Kriptoversity, Bika Pidada, menjelaskan Tokocrypto punya fitur TKO Lock yang bisa digunakan para perempuan untuk investasi aset kripto tak perlu ribet, namun cukup menghasilkan.

    “Basicly, kita akan taruh TKO kita, jadi nge-lock TKO. Mungkin mirip kita, kaya menyimpan kripto dengan jarak waktu tertentu, bisa 30 hari, 60 hari atau 90 hari. Nanti kita akan dapat bunga nih dari capital yang sudah kita masukin. Jadi contoh kita simpan 100 TKO, ada reward 15%, nanti kita bisa dapat 115 TKO at the end. Which is ini sesuatu yang enggak terlalu risky,” ujar Bika saat IG Live bersama Nana Mirdad.

    TKO sendiri adalah token aset kripto utilitas yang dibuat oleh Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    Ilustrasi TKO Lock.

    Ilustrasi TKO Lock.

    Baca juga: Pekerja Lepas di Argentina Bisa Digaji Bitcoin dan Ethereum

    Program TKO Lock menawarkan cara mudah kepada para pengguna Tokocrypto mendapat hadiah atas kepemilikan TKO. Tanpa memerlukan peralatan dan kemampuan analisa yang dilakukan para penambang kripto.

    Di mata Nana, seorang perempuan yang sukses itu harus memiliki keseimbangan dalam hidupnya. Mandiri finansial adalah salah satu bentuk kesuksesan yang bisa diraih perempuan, sehingga nantinya tak bergantung secara kepada orang lain.

    “Perempuan yang sukses itu harus balance segala sesuatunya. Perempuan yang mengerti tujuannya apa, punya purpose dalam hidup. Dan bisa me-maintain itu semua dengan baik. Perempuan juga harus punya strong will, kita harus tahu kita maunya apa, tapi harus juga punya soft hard. Dan itu semua harus balance luar dan dalam,” pungkas Nana.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jual Rumah vs Sewa Rumah, Lebih Untung yang Mana?



    Jakarta

    Rumah adalah salah satu aset properti yang nilainya cukup besar apabila berhasil dikelola. Namun, beberapa orang bingung lebih menguntungkan mana menjual rumah atau menyewakan rumah?

    Sebelum memilih salah satu di antara keduanya, kamu perlu mempertimbangkan dengan matang. Sebab, keuntungan yang dihasilkan dapat berbeda dan kesiapan dari pemiliknya juga perlu dipertimbangkan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang harus dipikirkan sebelum memilih menjual atau menyewakan rumah.

    Lebih Baik Menjual atau Menyewakan Rumah?

    Menurut Director of Ray White Indonesia Erwin Karya cara pengelolaan aset properti adalah dengan menyesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya. Apakah pemilik rumah tersebut sedang butuh uang cepat atau sekadar ingin rumah tersebut ditempati dan diurus oleh orang lain.


    Apabila keadaannya tengah butuh uang cepat, lebih baik menjual rumah tersebut. Apabila keperluannya hanya ingin rumahnya dapat ditempati kembali dan dirawat, bisa membuat opsi penyewaan rumah atau kos-kosan jika memungkinkan.

    “Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield atau imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” kata Erwin kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Vice President Xavier Marks Home Nina Kuntjoro menambahkan proses menjual rumah biasanya membutuhkan waktu lama daripada menyewakan rumah. Namun, jumlah uang yang diterima tentu berbeda. Menjual rumah bisa jauh lebih cepat apabila lokasinya strategis, kondisi rumah ideal, dan harganya yang terjangkau.

    “Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1-2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum terasa sekali,” ujar Nina.

    “Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan,” tambahnya.

    Kemudian, dengan menjual rumah, pemilik sebelumnya tidak perlu memikirkan biaya perawatan bangunan lagi karena sudah menjadi kewajiban pemilik berikutnya. Hal ini berbeda apabila disewakan, setiap bulan pemilik tetap harus memantau kondisi rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com